Comments Off on ANALISIS WEB ACADEMIA.EDU DAN LINKEDIN

ANALISIS WEB ACADEMIA.EDU DAN LINKEDIN

2019
05.09

A. Academia.edu

Academia.edu adalah situs web jejaring sosial Amerika untuk akademisi. Academia.edu merupakan sebuah platform bagi akademisi untuk berbagi makalah penelitian.  Akademisi menggunakan Academia.edu untuk berbagi penelitian mereka, memantau analisis yang mendalam di sekitar pengaruh penelitian mereka, dan melacak penelitian akademisi yang mereka ikuti. 18.520.099 akademisi yang mendaftar untuk Academia.edu, menambahkan 5.249.500 paper dan 1.470.159 minat penelitian. Academia.edu menarik lebih dari 15,7 juta pengunjung yang berbeda setiap bulan.

Jejaring sosial bernama “Academica.edu” yang didirikan oleh Richard Price ini diluncurkan pada bulan September 2008 dan pada saat ini situs Academica.edu memiliki lebih dari 2 juta pengguna terdaftar. Academia.edu merupakan jejaring sosial yang dapat digunakan untuk mengakses ilmu secara terbuka, hal ini merupakan jawaban dari kebutuhan untuk mendapatkan ilmu dan berbagi pengetahuan dengan akademisi diseluruh dunia sehingga pengguna mendapatkan hasil penelitian dalam berbagai disiplin ilmu secara luas. Namun, Academia.edu bukan repositori akses terbuka dan tidak direkomendasikan sebagai cara untuk mengejar akses terbuka hijau oleh Peter Suber dan para ahli, yang sebaliknya mengundang peneliti untuk menggunakan repositori khusus lapangan atau repositori tujuan umum seperti Zenodo.

Situs web (TechCrunch) dari Academia.edu memberi akses bagi akademisi secara penuh dan efisien untuk mendistribusikan hasil penelitian dan mengawasi seberapa banyak orang yang membaca artikel yang tersedia dengan alat analisis khusus, serta sangat frendly SEO/ mesin pencarian Google. Banyak akademisi senang dengan peningkatan publisitas yang dapat dihasilkan oleh penelitian mereka karena situs webnya, tetapi ada juga yang khawatir tentang efek pada penelitian dan sains secara umum, terutama karena Academia.edu menolak untuk menjadikan model bisnisnya publik. TechCrunch mengatakan bahwa Academia.edu memberi akademisi “cara yang kuat, efisien untuk mendistribusikan penelitian mereka” dan bahwa “akan memungkinkan para peneliti mengawasi berapa banyak orang yang membaca artikel mereka dengan alat analisis khusus”, dan ” juga sangat baik dalam hasil pencarian Google “.  Academia.edu tampaknya mencerminkan kombinasi norma jejaring sosial dan norma akademik.

Pesaing Academia.edu termasuk ResearchGate, Google Cendekia dan Mendeley. Dibandingkan dengan ResearchGate, pada tahun 2016 Academia.edu dilaporkan memiliki lebih banyak pengguna yang terdaftar dan lalu lintas web yang lebih tinggi, tetapi ResearchGate secara substansial lebih besar dalam hal penggunaan aktif oleh para peneliti. Hal tersebut dapat dilihat dari ResearchGate yang membatasi akun penggunanya kepada orang-orang di lembaga yang diakui dan peneliti yang diterbitkan dapat menjelaskan perbedaan dalam penggunaan aktif, karena persentase tinggi dari akun Academia.edu adalah murtad atau tidak aktif.

Ada beberapa kelebihan academia.edu antara lain : 1) lebih terfokus pada penyediaan dan sharing materi bagi para akademisi tanpa terkecuali; 2) dapat mengikuti perkembangan dari penelitian yang diikuti; 3) lebih banyak memiliki relasi antar para akademisi; 4) dapat memperlihatkan keunggulan sebuah lembaga akademik melalui penelitian-penelitian yang telah dilakukan para akademisi dari lembaga tersebut. Terlepas dari kelebihannya ada beberapa kekurangan dari academia.edu yaitu fokus dari jaring sosial ini hanya berfokus pada sharing materi penelitian dan sejenisnya sehingga academia.edu jadi terasa membosankan bagi pengguna.

B. Linked in

LinkedIn adalah situs web jaringan sosial yang berorientasi bisnis, terutama digunakan untuk jaringan profesional.  Situs ini awalnya didirikan oleh  Reid Hoffman pada tahun 2002, dan secara resmi diluncurkan pada 5 Mei 2003. Pada tahun 2006, LinkedIn sudah dikenal oleh 20 juta orang. Sampai september 2007, situs ini memiliki lebih dari 14 juta pengguna terdaftar, meliputi 150 industri dan lebih dari 400 bidang ekonomi yang diklasifikasi menurut jasanya. Dan Juni 2013, LinkedIn melaporkan situs mereka telah memili akun pengguna lebih dari 259.000.000 yang tersebar di 200 negara. CEO LinkedIn saat ini adalah Dan Nye dan kantornya berlokasi di Mountain View California. Perusahaan ini didanai oleh Greylock, Sequoia Capital, Bessemer Venture Partners, serta European Founders Fund. LinkedIn mulai meraih keuntungan (arus kas positif) sejak Maret 2006.

LinkedIn yang memposisikan diri sebagai media sosial khusus profesional memiliki berbagai fitur yang berbeda dari media sosial lainnya, yaitu curriculum vitae (CV) online, penghubung ke perusahaan dan calon pekerja serta tampilan berbagai berita yang relevan. Namun walau demikian, Linked in bukan hanya untuk orang-orang besar atau perusahaan besar saja akan tetapi LinkedIn juga merupakan sumber daya berharga untuk usaha kecil karena dapat tumbuh dan mendorong hubungan bisnis baru jika memanfaatkan fasilitas dari LinkedIn ini.

Kebanyakan pengguna hanya menggunakan fitur utama LinkedIn, seperti CV online dan jejaring perusahaan atau karyawan. Padahal LinkedIn masih memiliki banyak fitur lainnya yang bermanfaat seperti antara lain :

  1. Portofolio profil

Beberapa bulan yang lalu, linkedin meluncurkan fitur portfolio yang dapat ditambahkan bagian ringkasan, pengalaman atau pendidikan di profil pengguna. Fitur ini sangat berguna untuk pengguna yang berprofesi sebagai pekerja seni atau yang mereka berhubungan dengan dunia visual, seperti desainer grafis, ilustrator, sutradara, arsitek dan fotografer. Pengguna hanya perlu memasang taut ke situs/blog/video yang berisi karyanya dan linkedin akan otomatis mengolahnya untuk ditampilkan di profil pengguna.

  1. Linkedin pulse

Linkedin pulse adalah halaman berisi berbagai berita yang ditulis oleh para pengguna linkedin lainnya. Dengan topik yang luas dan variatif, pengguna dapat melihat berita yang direkomendasikan linkedin pada bagian “your news”, membaca post yang populer dari tokoh yang sukses di bidangnya pada bagian “top post” dan juga mencari topik lainnya di bagian “discover”. Selain mendapatkan manfaat dari isi topik yang ditulis, pengguna dapat berinteraksi langsung dengan para penulisnya untuk memperluas jaringan.

  1. Linkedin education

Fitur terbaru linkedin ini memampukan pengguna untuk mem-follow halaman universitas seperti halnya halaman perusahaan. Dengan begitu, pengguna dapat mengidentifikasi para alumni atau berita terbaru dari universitas mereka. Para perekrut juga dapat langsung memilih calon karyawan lulusan universitas yang mereka inginkan.

  1. Database kontak

Linkedin menawarkan kemungkinkan untuk sinkronisasi daftar kontak dengan platform lainnya, seperti gmail. Jika pengguna mengaktifkan fitur tersebut, ia dapat melihat dengan siapa saja interaksi yang terjadi baik dari linkedin maupun platform lain tersebut. Informasi dari profil kontak juga ditampilkan oleh linkedin. Untuk menggunakan fitur ini, klik ikon berbentuk roda di sebelah kanan atas halaman “connections” lalu pilih platform email yang ingin disinkronisasikan.

  1. Tag kontak

Pengguna dapat memberikan tag pada setiap kontak untuk memberikan kategori agar dapat memudahkan pencarian. Beberapa nama tag yang populer untuk digunakan antara lain “kolega”, “bos”, “teman kuliah” atau “teman sekolah”. Selain kategori berdasarkan jabatan, jenis tag yang juga umum digunakan adalah tag berdasarkan jenis industri, seperti “marketing”, “desain” atau “hukum”. Untuk menggunakan fitur tag, letakkan kursor di atas nama pengguna di halaman kontak lalu klik “tag”.

Linkedin juga memiliki kelebihan linkedin : 1) Sosial network professional. Linkedin adalah website yang bisa disebut professional, karena pengguna dapat mencantumkan CV (curriculum vitae) di akun pribadi yang dapat dilihat oleh semua orang didunia. Linkedin juga memiliki fitur profil yang memudahkan pengguna untuk menampilkan secara detail tentang diri, minat hingga pengalaman kerja pengguna; 2) CV pada halaman profil. Profil pada Linkedin dasarnya mirip tulisan pada CV, dan ini sangat membantu pengguna untuk melamar di suatu perusahaan. Pengguna dapat dengan mudah menjelaskan secara detail tentang diri mereka; 3) Mencari pekerjaan. Terdapat halaman pekerjaan yang memudahkan pengguna untuk mencari pekerjaan yang diminati berdasarkan preferensinya masing-masing; 4) Tepat sasaran. Dikatakan tepat sasaran karena Linkedin mempunyai fitur halaman seperti jaringan dan minat. Pengguna dengan mudah bisa menambah koneksi dan juga mencari alumni. Pada fitur minat juga pengguna dapat bergabung dengan grup, dan mengikuti berita terbaru dari perusahaan yang diikuti.

Terlepas dari kelebihan linkedin ada beberapa kekurangannya antara lain: 1) Tampilan halaman utama. Bagi pengguna baru Linkedin mungkin agak sedikit kebingungan pada halaman utama karena tidak seperti media social lainnya yang tidak menaruh informasi koneksi dan rangking diatas halaman post; 2) Halaman layanan bisnis. Pada tampilan ini, pilihan posting pekerjaan tidak bisa diakses mungkin karena akun pengguna bukan akun premium; 3) Linked premium. Untuk mengakses fitur layanan bisnis di Linkedin, pengguna harus beralih ke Linkedin premium yang hanya gratis untuk seebulan saja; 4) Tidak tepat sasaran. Dikatakan tidak tepat sasaran karena bagi sebagian orang yang baru mengetahui Linkedin akan mengira bahwa media social ini sama dengan yang lainnya sehingga pemakaiannya tidak tepat. Seperti terlalu oversharing, foto pribadi yang tidak layak dipajang di website dunia kerja yang profesional seperti Linkedin; 5) Profil tidak cukup jelas. Profil di dalam Linkedin harus jelas karena profil tersebut pada dasarnya mirip CV yang diberikan pada saat melamar pekerjaan. Profil tersebut juga dapat dilihat oleh semua orang dan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan.

Daftar Pustaka

Linked in. Diakses melalui link : https://id.wikipedia.org/wiki/LinkedIn pada tanggal 7 Mei 2019 pukul 23.39

Wiwit Teamin. Academica.edu. Di akses melalui link :

https://www.academia.edu/3458413/dokumen pada tanggal 9 Mei Pukul 01.22

Indri Handayani. Academica.edu. 2015. Diakses melalui link :

https://indri8.ilearning.me/2015/02/05/academia-edu/ pada tanggal 9 Mei pukul 00.40

Academica.edu. Diakses melalui link :  https://en.wikipedia.org/wiki/Academia.edu pada tanggal 9 Mei pukul 01.25

Annisa Quraisy. 2016. Analisa Web Linkedin. . Diakses melalui link :

https://annisaquraisy.wordpress.com/2016/03/27/analisa-linkedin/ pada tanggal 9 Mei pukul 02.00