APLIKASI MOBILE LIBRARY UIN MALANG

March 22nd, 2019

Vlog #1 : Kunjungan Perpustakaan Instagramable Malang yang Menggunakan Aplikasi Mobile Library

Vlog ini membahas tentang aplikasi mobile library yang ada di perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim. Dalam vlog ini ada beberapa tanggapan pengguna mengenai aplikasi tersebut. Informasi mengenai aplikasi ini dipaparkan langsung oleh bapak Mufid selaku petugas perpustakaan di Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim. Vlognya dapat ditonton di youtube channel Ruth Ferina yang terlampir di bawah ini :

M-Library UIN Maliki Ibrahim :
https://play.google.com/store/apps/de...

————————————
IN FRAME :
RUTH FERINA I
BQ SUCI F
LINDA URI
ALIFFAUM MAHDYA Y

CAMERAMEN :
RUTH FERINA I
BQ SUCI F
LINDA URI
ALIFFAUM MAHDYA Y

EDITOR : RUTH FERINA I
NASKAH : LINDA URI
DUBBING : ALIFFAUM MAHDA Y
OPERATOR : BQ SUCI F

—————————————
Editing : VivaVideo

Songs :
Jonas Blue – Mama ft William singe https://youtu.be/qPTfXwPf_HM
Red Velvet – Peek-A-Boo https://www.youtube.com/watch?v=6uJf2…

“PRIVASI DAN KEBEBASAN INFORMASI”

March 17th, 2019

“PRIVASI DAN KEBEBASAN INFORMASI”

A. PRIVASI
Salah satu yang dimiliki oleh setiap manusia yang menjadi hak milik pribadi tanpa perlu diketahui oleh manusia lainnya adalah privasi. Privasi didefinisikan sebagai sebuah kebebasan keleluasaan pribadi setiap individu, keterbukaan maupun ketertutupan terhadap interaksi dengan manusia lainnya, serta kontrol informasi yang berasal dari individu bersangkutan terhadap masyarakat luas.
Privasi (Bahasa Inggris: privacy) adalah kemampuan satu atau sekelompok individu untuk mempertahankan kehidupan dan urusan personalnya dari publik, atau untuk mengontrol arus informasi mengenai diri mereka. Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang tidak diberi izin untuk melakukannya. Menurut UU Teknologi Informasi ayat 19 Privasi adalah hak individu untuk mengendalikan penggunaan informasi tentang identitas pribadi baik oleh dirinya sendiri atau oleh pihak lainnya. UU Pasal 29 : Pelanggaran Hak Privasi Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum memanfaatkan Teknologi Informasi untuk mengganggu hak privasi individu dengan cara menyebarkan data pribadi tanpa seijin yang bersangkutan, dipidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 7 (tujuh) tahun.
Perlindungan Privasi dalam Dunia Internet
Informasi yang dilindungi meliputi Informasi nama, alamat email, riwayat situs yang dikunjungi, alamat IP, percakapan, chatting, dan lain sebagainya sesuai dengan dimana kita menggunakan internet itu sendiri.
Jenis-jenis Privasi
Privasi dibedakan menjadi privasi fisik dan privasi informasi (Alter, 2002)
1. Privasi Fisik
Privasi fisik adalah hak seseorang untuk mencegah seseorang yang tidak dikendaki terhadap waktu, ruang dan properti (hak milik)
2. Privasi Informasi
Privasi informasi adalah hak individu untuk menentukan kapan, bagaimana, dan apa saja informasi yang ingin dikomunikasikan dengan pihak lain.
Dampak dari Kehilangan Privasi
Terdapat banyak sekali dampak yang ditimbulkan dari hilangnya privasi suatu individu di zaman digital seperti sekarang ini .setidaknya terdapat tiga buah dampak negative yang ditimbulkanya.Antara lain berupa :
1. Hilangnya kebebasan individu
2. Manusia tidak bisa bersikap alamiah
3. Manusia menjadi objek informasi
Penyebab Kehilangan Privasi
1. Menjamurnya program reality show di berbagai stasiun TV, yang menunjukkan batas antara yang privat dan yang publik telah semakin kabur. Penggunaan kamera atau alat rekam tersembunyi adalah salah satu wujudnya.
2. Menggunakan handphone untuk berkomunikasi atau bertransaksi
3. Merekam dan menyebarkan kegiatan yang bersifat privasi ke publik
4. Penggunaan alat GPS (global positioning system), sistem penentuan lokasi di bumi dengan alat bantu satelit, yang bisa digunakan oleh pihak tertentu untuk melacak ke mana saja kita pergi.
5. Pemasangan kamera cctv untuk mengontrol masyarakat
6. Makin populernya internet dan sosial media yang digunakna utnuk menyebarkan privasi diri
Nilai Privasi
1. Privasi memberikan kemampuan untuk menjaga informasi pribadi yang bersifat rahasia sebagai dasar pembentukan otonomi individu. Otonomi individu merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengontrol apa saja yang terjadi pada dirinya. Pelanggaran privasi menyebabkan seseorang tidak dapat mengontrol apa saja yang terjadi pada dirinya.
2. Privasi melindungi dari cacian dan ejekan orang lain, khususnya dalam masyarakat yang memiliki toleransi rendah, dimana gaya hidup dan tingkah laku aneh tidak diperkenankan.
3. Privasi merupakan mekanisme untuk mengontrol reputasi seseorang. Semakin banyak orang tau tentang diri kita semakin berkurang kekuatan kita untuk menentukan nasib kita sendiri.
4. Privasi merupakan perangkat bagi berlangsungnya interaksi sosial. Berbagai regulasi yang mengatur penyusupan membuktikan bahwa privasi penting bagi interaksi sosial.
5. Privasi merupakan benteng dari kekuasaan pemerintah. Privasi melindungi agar kekuasaan tidak disalahgunakan.
Prinsip yang harus dipegang untuk menjaga privasi adalah :
1. Menghormati pribadi dan tujuan peliputan
Tujuan peliputan didasarkan pada pemenuhan informasi hak masyarakat untuk mendapat informasi.
2. Kegunaan sosial
Kegunaan sosial didasarkan pada media sebagai agen moral yang berfungsi memilah informasi yang baik untuk ditayangkan di masyarakat. Sehingga informasi yang ditampilkan tidak menonjolkan sisi sensasionalitas yang berujung pada invansi privasi
3. Minimalisais hal yang bisa menyakitkan orang lain
Bila invansi privasi tidak dapat dihindari karena ada kepentingan yang lebih luas bagi masyarakat, maka peliputan harus mempertimbangkan apakah suatu detil memang harus diperlukan atau tidak.
Contoh Pelanggaran / Kasus Privasi
Google telah didenda 22.5 juta dolar Amerika karena melanggar privacy jutaan orang yang menggunakan web browser milik Apple, Safari. Denda atas Google kecil saja dibandingkan dengan pendapatannya di kwartal kedua. (Credit: Reuters) Denda itu, yang diumumkan oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC), adalah yang terbesar yang pernah dikenakan atas sebuah perusahaan yang melanggar persetujuan sebelumnya dengan komisi tersebut. Oktober lalu Google menandatangani sebuah persetujuan yang mencakup janji untuk tidak menyesatkan konsumen tentang praktik-praktik privacy.
Tapi Google dituduh menggunakan cookies untuk secara rahasia melacak kebiasaan dari jutaan orang yang menggunakan Safari internet browser milik Apple di iPhone dan iPads. Google mengatakan, pelacakan itu tidak disengaja dan Google tidak mengambil informasi pribadi . Google sudah setuju untuk membayar denda tadi, yang merupakan penalti terbesar yang pernah dijatuhkan atas sebuah perusahaan yang melanggar instruksi FTC.
B. KEBEBASAN INFORMASI
Bebas adalah hak asasi manusia yang paling dasar dimana masih adanya keterikatan terhadap aturan – aturan atau norma – norma yang berlaku dimana tempat itu berada. Informasi adalah kenyataan yang menunjukkan hasil pengolahan data yang berguna kepada yang menerimanya. Jadi Kebebasan Informasi adalah hak asasi manusia yang diakui oleh hukum internasional dalam mendapatkan informasi dengan bebas, yang mencakup bukan hanya dalam teks dan gambar saja tetapi juga pada sarana berekspresi itu sendiri terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi. Menurut hukum Indonesia, Pasal 14 UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM menyatakan bahwa:
1. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk mengembangkan diri sebagai individu dan untuk mengembangkan lingkungan sosialnya.
2. Setiap orang berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan semua fasilitas.
Ciri-ciri Kebebasan Informasi
1. Keterbukaan maksimum
2. Kewajiban untuk mengumumkan informasi
3. Memajukan pemerintahan yang terbuka
4. Pembatasan cakupan kekecualian
5. Proses-proses untuk mempermudah pemerolehan informasi
6. Biaya (untuk memperoleh informasi)
7. Rapat (lembaga pemerintah) yang terbuka
8. Keterbukaan informasi adalah prioritas
9. Perlindungan untuk pengungkap (whistle blower)
Pembatasan Atas Kebebasan Informasi
1. Rahasia Negara
Informasi yang tergolog rahasia negara memang tidak boleh diberitakan oleh pers. Informasi-informasi tersebut sudah masuk dalam klasifikasi dalam pasal 17 UU No. 14 tahun 2008 tentangn KIP.
Namun, rahasia negara juga ada batasannya, yaitu: Setelah melampui masa retensi sebagaimana diatur dalam undang-undang; Kedua, setelah berubah menjadi informasi publik oleh karena berbagai sebab, seperti dibuka di pengadilan maupun sudah terbuka di depan publik (misalnya bocor). Dalam beberapa kasus di luar negeri, rahasia negara juga dapat dibuka demi kepentingan publik.
2. Rahasia di Bidang Bisnis
Rahasia bisnis yang sah umumnya juga digunakan untuk membatasi keterbukaan informasi secara legal. Informasi-informasi yang umumnya dapat dibatasi meliputi informasi yang terkait dengan hak kekayaan intelektual, termasuk di dalamnya adalah rahasia dagang, informasi yang menyangkut persaingan usaha. Rahasia profesional (professional confidentiality) juga termasuk dalam kategori ini.
3. Privasi
Privasi atau rahasia pribadi termasuk hak yang dijamin oleh hukum. Pers tidak boleh mengungkap rahasia pribadi seseorang, karena informasi pribadi bukanlah konsumsi publik. Perlindungan rahasia pribadi menyangkut banyak hal, termasuk komunikasi pribadi, kehidupan pribadi, rahasia medis dan sebagainya. Informasi pribadi juga termasuk bagian dari hak asasi manusia yang dilindungi oleh berbagai instrumen HAM.
Kode Etik Jurnalistik juga mewajibkan jurnalis menghormati hak atas privasi narasumber. Namun demikian, privasi seseorang juga dapat dibatasi oleh kepentingan publik. Misalnya, seseorang yang melakukan tindak pidana, maka banyak informasi pribadinya yang diungkap di depan public, misalnya melalui persidangan yang terbuka untuk umum. Dengan demikian, pers dapat menyebarkan informasi pribadi orang tersebut.
Dampak positif kebebasan informasi :
1. Menjadi media komunikasi massa
2. Dapat menyebarkan informasi yang dibutuhkan masyarakat
3. Media bersosialisai
4. Menjadi sarana mendidik karena bebas dalam menyebarkan informasi terkait ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Menjadi saeana penyalur aspirasi masyarakat
6. Menjadi media kontrol sosial yang bebas dalam memberikan kritik, saran, dan pengawasan
Dampak negatif kebebasan informasi
1. Dapat menimbulkan ketegangan dalam masyarakat
2. Dapat menimbulkan kejengkelan dan antipati pada informasi ataupun pers
3. Dapat menimbulkan sikap saling curiga dan perpecahan antar masyarakat
4. Dapat mempersulit diadaknnya islah atau perdamaian kembali kelompok masyarakat yang beronflik
5. Dapat mempercepat kerusakan moral dan akhlak bangsa
6. Informasi yang tidak objektif menimbulkan hoax
Contoh Hak dalam Kebebasan Informasi
1. Hak Cipta
Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya hak cipta adalah hak untuk menyalin suatu ciptaan dan merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual
2. Paten
Paten adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada penemu atas hasil penemuannya di bidang teknologi.
3. Hak Asasi Manusia
Hak Asasi Manusia atau disingkat HAM adalah hak alamiah yang melekat pada diri manusia yang tidak dapat dicabut dan berlaku kapan pun, di mana pun, dan kepada siapa pun.
HAM dalam Kebebasan Informasi
Kebebasan informasi merupakan hak asasi manusia yang diakui oleh hukum internasional dalam mendapatkan informasi dengan bebas, yang mencakup bukan hanya dalam teks dan gambar saja tetapi juga pada sarana berekspresi itu sendiri terutama dalam pemanfaatan teknologi informasi.
Kebebasan informasi terutama dalam mendapatkan hak akses informasi dari Internet serta media massa lainnya seperti televisi, radio, surat kabar, buku dan lain sebagainya, juga merupakan nilai dasar dalam kehidupan berdemokrasi. Oleh karena itu kebebasan memperoleh informasi bagi masyarakat dapat menjadi dasar dalam meningkatan partisipasi dari masyarakat itu sendiri, mengingat ketersediaan informasi yang memadai tentunya akan dapat mendorong masyarakat untuk lebih mampu berpartisipasi dalam proses pembuatan kebijakan secara efektif dan berarti.
Sumber yang paling jelas dan utama dari kebebasan atas informasi sebagai hak asasi manusia adalah pasal 19 DUHAM; yaitu ‘hak untuk mencari, menerima dan menyebarkan berbagai informasi dan ide-ide baik lisan maupun tertulis dan melalui berbagai cara tanpa mengenal batas-batas negara. Dalam berbagai instrumen HAM, hak ini merupakan bagian dari kebebasan berekspresi, yang telah mendapat pengakuan internasional yang sangat luas.1 Disamping instrumen HAM internasional utama tersebut di atas (DUHAM) menurut sebuah survei, 1978, dari 142 negara terdapat 124 yang konstitusinya mengandung perlindungan hak atas kebebasan berekspresi. Hak ini dijamin pula dalam ICCPR yang hingga kini diikuti paling sedikit oleh 136 negara.
Contoh Pelanggaran HAM Kebebasan Informasi
Di Papua banyak bermunculan Situs web “siluman” mengenai Papua yang bertebaran. Berdasarkan penelusuran Tirto dan Tabloid Jubi, sedikitnya ada 18 media hantu seperti itu. Mereka mengklaim sebagai portal berita Papua, tapi tidak punya susunan redaksi, tidak jelas alamat kantor dan nomor kontaknya, serta kerap memuat narasumber fiktif. Untuk menipu pencari berita, mereka mendompleng nama media lokal Papua. Misalnya Cenderawasih-pos.com yang mendompleng Cenderawasih Pos yang dalam jaringan manajemen Jawa Pos. Selain itu ada tabloidjubi.online yang mendompleng situs web resmi Tabloid Jubi, tabloidjubi.com
Lewat situs web hantu itu, “berita” dibingkai sebagai propaganda, menyebarkan disinformasi serta berita palsu alias hoaks, demi menciptakan kesan tidak ada pelanggaran hak asasi manusia di Papua; pendukung Papua Merdeka adalah “kriminal”; sementara tentara dan polisi Indonesia telah melakukan tugas dengan baik, dan sebagainya. Informasi di Papua dan dari tanah Papua banyak disebarkan namun, kebenaran yang ada jauh tertinggal dibelakang. Di tengah media-media “siluman”. Terdapat Kejadian yang terbaru pada Februari 2018. Kepala Biro BBC Indonesia Rebecca Alice Henschke dipaksa keluar dari Papua saat meliput KLB gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, padahal dia sudah mengantongi izin. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel (Inf) Muhammad Aidi mengatakan cuitan Rebecca telah mencemarkan nama baik dan menyakiti hati mereka karena membuat berita bohong atau fitnah. Sebelumnya, Rebecca mencuit pelbagai makanan dan minuman yang tertumpuk di tepi Pelabuhan Feri Agats, ibu kota Asmat. Dalam cuitannya, ia menulis makanan dan minuman ini bantuan untuk penderita gizi buruk di Papua. Meski demikian, kasus Rebecca menunjukkan internet dan media sosial dapat menjadi wadah bagi siapa pun untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di Papua.

Sumber :
http://gogrogot.blogspot.com/2015/12/makalah-komas-privasi-dan-kebebasan.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerahasiaan_pribadi
https://slideplayer.info/slide/3987706/