Archive for the ‘Pengetahuan Umum’ Category

Academia.edu dan Linkedin… Apa perbedaannya?

Wednesday, May 8th, 2019

Hello Future Libraian’s!

Bagaimana kabarnya? Kali ini kita akan membahas tentang dua situs web yang saat ini sudah sangat dikenal oleh kalangan millennial terlebih oleh kita sebagai mahasiswa. Yap, kali ini saya akan review dua situs web yang sudah populer yaitu:  https://www.academia.edu/  dan https://www.linkedin.com/

1. Academia.edu

Academia.edu adalah sebuah situs jejaring sosial Amerika yang dikembangkan untuk keperluan akademis. Platform ini dimanfaatkan untuk berbagi artikel dan makalah, memantau perkembangan suatu keilmuan dan untuk mengetahui suatu penelitian tertentu.

Terdapat lebih dari 83 juta orang yang tergabung dengan situs ini. Yang tergabung disini berasal dari berbagai belahan dunia yang berarti situs berbagi ilmu ini memiliki makalah dengan ragam bahasa dari berbagai Negara yang tentunya compatible. Untuk bergabung dengan academia.edu, teman-teman harus mendaftar melalui email ataupun akun facebook. Jika sudah mempunyai akun, langsung log in saja dengan mengisikan email dan password yang sudah terdatar.  Atau login melalui akun gmail dan facebook  yang tentunya juga sudah terdaftar.

Ini adalah tampilan opsi menu yang disediakan oleh academia.edu. mulai dari kolom search, home, analytics, grans, mentions, upload, message, notification, dan profile. Jika sudah berhasil login ke situs ini, maka kita akan disuguhkan dengan penampilan home dari situs. Biasanya pada tampilan home ini akan menampilkan paper yang kita pernah akses sebelumnya, dan dibawahnya akan ditampilakan paper-paper yang di upload oleh pengguna situs. Ada pula job board, yaitu informasi lowongan pekerjaan yang berskala internasional.

Beralih ke menu analytics. Opsi menu ini akan menampilkan analisis dari paper yang pernah kita unggah. Mulai dari profile visitor, impact, papers, CV, countries, keyword dan external links. Karena saya belum pernah upload paper apapun jadi mohon maaf tidak bisa menampilkan contoh analisisnya.

Selanjutnya opsi menu Grans. Opsi ini hanya bisa diikuti oleh pelanggan premium untuk meningkatkan kualitas melalui diskusi secara online.

Kemudian ada menu Mentions. Disini kita dapat melihat siapa saja yang menandai nama kita di paper yang mereka upload. Sama seperti menu grans, menu mentions hanya dapat diakses oleh pelanggan premium.

Untuk menu upload, kita dapat menggungah paper ke situs ini dengan memasukkan file yang sudah kita buat sebelumnya. Lalu ada menu message untuk berbagi pesan, notification untuk mengetahui pemberitahuan terbaru serta profile. Nah, untuk profile ini kita bisa mengetahui bagaimana perkembangan dari akun yang kita miliki. Kita bisa mengisi biografi jika menginginkannya. Ada jumlah followers, following dan total views untuk akun kita yang terdaftar.

2. Linkedin

Lanjut ke situs yang kedua ada Linkedin, yaitu layanan berorientasi bisnis dan pekerjaan yang beroperasi melalui situs web dan aplikasi seluler. LinkedIn memungkinkan anggotanya (baik pekerja maupun pengusaha) untuk membuat profil dan terhubung satu sama lain dalam jejaring sosial online yang mungkin mewakili hubungan profesional dunia nyata. Anggota dapat mengundang siapa saja (baik anggota yang sudah ada atau tidak) untuk terkoneksi dengannya. Kurang lebih aplikasi ini seperti facebook yang menghubungkan penggunanya, tetapi situs ini di khusus kan untuk hubungan professional.

Untuk bergabung dengan situs ini, kita harus mendaftarkan akun dengan menghubungkan email. Secara otomatis, kita akan tersambung dengan email pula. Kita dapat mengakses situs ini melalui website maupun aplikasi mobile. Untuk tampilannya, Linkedin lebih menarik dari pada academia.edu dengan pemilihan warna yang pas dan enak dipandang.

 

Pada menu home, akan ditampilkan hal apa saja yang menjadi trending di situs ini. Mulai dari lowongan pekerjaan, kesempatan internship, pengembangan softskills dan berbagai informasi yang bermanfaat. Disebelah kanan bawah ada fitur messaging yang dapat digunakan untuk berbagi pesan dengan orang yang usdah terkoneksi sebelumnya.

Menu ke dua ada My Network. Ini lah yang menjadi koneksi kita selama memakai situs ini. Kita dapat menambahkan koneksi baru dengan menekan “Connect” pada orang yang kita anggap kenal.

Menu ketiga ada Jobs, berisikan informasi lowongan pekerjaan yang sesuai dengan profil yang kita isi sebelumnya. Untuk pelanggan premium, akan diberikan kesempatan sebagai “Top Applicant” yang berarti kita memiliki nilai kompetisi lebih dari pengguna lain. Kita juga bisa memposting pengumuman perkerjaan jika kita membutuhkan talent.

Selanjutnya ada fitur messaging yang dimanfaatkan untuk berkirim pesan dan notifikasi untuk mengetahui pemberitahuan terbaru. Dan yang terakhir adalah profile. Nah, disinilah berisi data mengenai diri kita. Mulai dari experience, education, skills & endorsement, interest, dan lain sebagainya. Data ini harus diisi dengan benar. Contohnya seperti data  license and certificate kita harus menginput nomor sertifikat yang kita punya agar terverifikasi.

 

 

Dari dua situs jejaring sosial diatas dapat kita lihat bahwa ada perbedaan dimana academia.edu digunakan untuk berbagi paper ataupun artikel sedangkan Linkedin digunakan untuk penghubung antara pekerja professional. Perbedaan lainnya yaitu di situs academia.edu kita bisa mengunggah paper sementara pada Linkedin kita bisa memasukkan pengumuman pekerjaan. Untuk bergabung didalamnya kita harus mendaftarkan akun melalui gmail maupun facebook. Kedua situs ini menyediakan opsi “Premium” bagi mereka yang ingin lebih dalam berselancar di situs, bedanya premium di academia.edu untuk berdiskusi dan mengetahui paper apa yang mention nama kita sedangkan di Linkedin agar diberikan kesempatan sebagai Top Applicant dalam kompetisi pekerjaan. Tentunya kedua situs ini sama-sama memiliki manfaat pada bidangnya masing-masing.

Oke temen-temen, itulah hasil review hari ini. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Have a good day, Future Librarians!

BMKG Indonesia juga Lembaga Informasi?

Thursday, March 21st, 2019

Hallo future Librarian’s!

Kali ini kita akan membahas salah satu Lembaga Informasi pemerintahan yang berada diluar sektor perpustakaan. Yap, seperti yang teman-teman lihat pada judulnya, kita akan membahas mengenai BMKG Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan salah satu lembaga pemerintah non departemen yang mempunyai tugas dan fungsi sesuai dengan nama lembaganya, yaitu pada bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika yang berada di Indonesia. Mereka menyediakan informasi tersebut untuk masyarakat melalui website yang dapat diakses melalui https://www.bmkg.go.id/

Selain melalui website tersebut, kita juga dapat mengakses informasi tersebut melalui mobile app yang dapat diunduh melalui App Store untuk perangkat IOs dan Google Play Store untuk pengguna Android. Informasi yang disajikan cukup beragam mulai dari perkiraan cuaca di seluruh kota besar di Indonesia, informasi gempa bumi, suhu, hujan, pergerakan angin, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan kali ini, saya dan dua teman lainnya juga telah melakukan review Mobile App BMKG Indonesia melalui dua perangkat yang berbeda, yaitu menggunakan IOs dan Android. Menurut kami, informasi yang ditampilkan pada aplikasi ini sudah informatif dan dapat dipahami dengan mudah oleh penggunanya. Juga terdapat kamus istilah Geologi untuk pengguna yang tidak paham dengan istilah tertentu. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut teman-teman bisa langsung cek pada video dibawah ini. Selamat menonton. Terima Kasih dan sampai jumpa lagi!

Generasi Manusia Modern

Tuesday, March 19th, 2019

Para sosiolog membagi generasi manusia modern dalam beberapa generasi:

  1. Generasi perang
  • Generasi perang klasik, yaitu orang-orang kelahiran tahun 1648 hingga 1860 yang ditentukan oleh kekuatan perang dalam jumlah prajurit, senjata dan keahlian serta pengalaman tempur.
  • Generasi perang Dunia I, yaitu seseorang dengan kelahiran tahun 1860 hingga 1918. Cirinya yaitu mereka menerapkan konsep perang dengan daya tembak yang terkendali secara terpusat, terperinci dan teratur dalam perperangan.
  • Generasi Perang Dunia II, yaitu mereka yang lahir pada rentang tahun 1939 hingga 1945. Cirinya yaitu mengutamakan kecepatan, spontanitas, kekuatan mental serta fisik agar bisa memunculkan strategi-strategi baru dalam perperangan.
  1. Generasi Pasca Perang Dunia II
  • Generasi Era Depresi, diartikan sebagai mereka yang lahir sebelum dan setelah perang dunia I dan perang dunia II serta mengalami stress akibat kejadian pada masa itu.
  • Generasi Baby Boomber, yaitu mereka yang lahir pasca perang dunia II (1946-1964). Generasi ini bersifat adaptif dan mudah menyesuaikan diri pada masanya. Generasi inilah yang mulai pergerakan baru dalam betrbagai bidang kehidupan pada usia produktif mereka.
  • Generasi X, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1965 hingga 1980. Pada generasi ini, mulailah penggunaan personal computer, televisi, internet dan lain sebagainya. Pada generasi ini pula mulai muncul tingkah laku tnegatif seperti tidak hormat kepada orang tua, menggunakan ganja dan lain sebagainya.
  • Generasi Y, adalah mereka yang lahir pada rentang 1981 hingga 1994. Mereka sudah mulai mengenal teknologi computer, internet dan smartphone lebih baik dari generasi sebelumnya.
  • Generasi Z, yaitu mereka yang lahir rentang 1995 hingga 2010. Memiliki kesamaan seperti generasi Y, generasi ini lebih banyak melakukan kegiatan di ponselnya dibanding didunia nyata. Sedari kecil mereka sudah mengenal teknologi dan sudah familiar dengan hal tersebut.
  • Generasi Alpha, adalah generasi yang lahir rentang 2011 ingga 2025 mendatang. Generasi ini adalah generasi setelah generasi Z. generasi ini merupakan keturunan dari generasi X dan Y dimasa mendatang. Generasi ini akan sangat akrab dan lengket dengan teknologi.

Untuk generasi digital ini, dibedakan menjadi 2 yaitu:

  1. Generasi Immigrant.

Menurut Oxford Dictionaries: adalah seseorang yang lahir atau dibesarkan sebelum meluasnya penggunaan teknologi digital

  1. Generasi digital Natives

Yaitu mereka yang lahir dan tumbuh bersama kemudahan akses digital dan teknologi informasi saat ini. Istilah digital native tidak merujuk pada generasi tertentu.

Dalam majalah digital Swara Cinta edisi 65 bulan Juli-agustus 2016 dituliskan beberapa ciri dari generasi digital native:

  1. Bebas, tidak terkekang.
  2. Bermain dan bekerja.
  3. Ekspresif
  4. Cepat, enggan menunggu.
  5. Mencari, bukan hanya menunggu.
  6. Unggah, bukan hanya unduh.
  7. Interaktif
  8. Kolaboratif

Perbedaan generasi digital dalam bersosial media:

Untuk generasi digital native mungkin telah mengenal media sosial ini semenjak jaman bangku sekolah dasar dan pada masa itu mungkin kita akan dimarahi karena selalu ke warung internet (warnet) untuk medsos ini. Tapi saat ini, orang tua kita mulai memakai medsos ini untuk berkomunikasi dengan rekan-rekan masa sekolahnya dahulu. Meskipun belum mahir, setidaknya mereka mengerti bagaimana kinerja dari medsos ini

  1. Twitter

Dari pengalaman pribadi, saya mulai menggunakan medsos ini semenjak memulai bangku SMP. Untuk kita saat ini lebih menggunakan medsos ini untuk meluapkan maupun memantau cuitan seperti politik, isu-isu terkini dan lain sebagainya. Sementara untuk kalangan orang tua kita kurang popular karena tidak terlalu menarik.

  1. Instagram

Media sosial satu ini sangat banyak yang menggunakannya. Hampir dari semua kalangan usia. Untuk anak muda seperti kita, lebih sering publish di opsi instastory daripada posting foto. Sementara bagi orang tua lebih menyukai untuk posting foto atau mugkin untuk sekedar memantau anak mereka yang menginjak dewasa dalam bersosial media.

Referensi:

Ciri-Ciri Generasi Digital Native diakses melalui majalah digital Swara Cinta Edisi 65, bulan Juli-Agustus 2016, hlm 13-14