Archive for March, 2019

BMKG Indonesia juga Lembaga Informasi?

Thursday, March 21st, 2019

Hallo future Librarian’s!

Kali ini kita akan membahas salah satu Lembaga Informasi pemerintahan yang berada diluar sektor perpustakaan. Yap, seperti yang teman-teman lihat pada judulnya, kita akan membahas mengenai BMKG Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan salah satu lembaga pemerintah non departemen yang mempunyai tugas dan fungsi sesuai dengan nama lembaganya, yaitu pada bidang meteorologi, klimatologi dan geofisika yang berada di Indonesia. Mereka menyediakan informasi tersebut untuk masyarakat melalui website yang dapat diakses melalui https://www.bmkg.go.id/

Selain melalui website tersebut, kita juga dapat mengakses informasi tersebut melalui mobile app yang dapat diunduh melalui App Store untuk perangkat IOs dan Google Play Store untuk pengguna Android. Informasi yang disajikan cukup beragam mulai dari perkiraan cuaca di seluruh kota besar di Indonesia, informasi gempa bumi, suhu, hujan, pergerakan angin, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan kali ini, saya dan dua teman lainnya juga telah melakukan review Mobile App BMKG Indonesia melalui dua perangkat yang berbeda, yaitu menggunakan IOs dan Android. Menurut kami, informasi yang ditampilkan pada aplikasi ini sudah informatif dan dapat dipahami dengan mudah oleh penggunanya. Juga terdapat kamus istilah Geologi untuk pengguna yang tidak paham dengan istilah tertentu. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut teman-teman bisa langsung cek pada video dibawah ini. Selamat menonton. Terima Kasih dan sampai jumpa lagi!

Generasi Manusia Modern

Tuesday, March 19th, 2019

Para sosiolog membagi generasi manusia modern dalam beberapa generasi:

  1. Generasi perang
  • Generasi perang klasik, yaitu orang-orang kelahiran tahun 1648 hingga 1860 yang ditentukan oleh kekuatan perang dalam jumlah prajurit, senjata dan keahlian serta pengalaman tempur.
  • Generasi perang Dunia I, yaitu seseorang dengan kelahiran tahun 1860 hingga 1918. Cirinya yaitu mereka menerapkan konsep perang dengan daya tembak yang terkendali secara terpusat, terperinci dan teratur dalam perperangan.
  • Generasi Perang Dunia II, yaitu mereka yang lahir pada rentang tahun 1939 hingga 1945. Cirinya yaitu mengutamakan kecepatan, spontanitas, kekuatan mental serta fisik agar bisa memunculkan strategi-strategi baru dalam perperangan.
  1. Generasi Pasca Perang Dunia II
  • Generasi Era Depresi, diartikan sebagai mereka yang lahir sebelum dan setelah perang dunia I dan perang dunia II serta mengalami stress akibat kejadian pada masa itu.
  • Generasi Baby Boomber, yaitu mereka yang lahir pasca perang dunia II (1946-1964). Generasi ini bersifat adaptif dan mudah menyesuaikan diri pada masanya. Generasi inilah yang mulai pergerakan baru dalam betrbagai bidang kehidupan pada usia produktif mereka.
  • Generasi X, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1965 hingga 1980. Pada generasi ini, mulailah penggunaan personal computer, televisi, internet dan lain sebagainya. Pada generasi ini pula mulai muncul tingkah laku tnegatif seperti tidak hormat kepada orang tua, menggunakan ganja dan lain sebagainya.
  • Generasi Y, adalah mereka yang lahir pada rentang 1981 hingga 1994. Mereka sudah mulai mengenal teknologi computer, internet dan smartphone lebih baik dari generasi sebelumnya.
  • Generasi Z, yaitu mereka yang lahir rentang 1995 hingga 2010. Memiliki kesamaan seperti generasi Y, generasi ini lebih banyak melakukan kegiatan di ponselnya dibanding didunia nyata. Sedari kecil mereka sudah mengenal teknologi dan sudah familiar dengan hal tersebut.
  • Generasi Alpha, adalah generasi yang lahir rentang 2011 ingga 2025 mendatang. Generasi ini adalah generasi setelah generasi Z. generasi ini merupakan keturunan dari generasi X dan Y dimasa mendatang. Generasi ini akan sangat akrab dan lengket dengan teknologi.

Untuk generasi digital ini, dibedakan menjadi 2 yaitu:

  1. Generasi Immigrant.

Menurut Oxford Dictionaries: adalah seseorang yang lahir atau dibesarkan sebelum meluasnya penggunaan teknologi digital

  1. Generasi digital Natives

Yaitu mereka yang lahir dan tumbuh bersama kemudahan akses digital dan teknologi informasi saat ini. Istilah digital native tidak merujuk pada generasi tertentu.

Dalam majalah digital Swara Cinta edisi 65 bulan Juli-agustus 2016 dituliskan beberapa ciri dari generasi digital native:

  1. Bebas, tidak terkekang.
  2. Bermain dan bekerja.
  3. Ekspresif
  4. Cepat, enggan menunggu.
  5. Mencari, bukan hanya menunggu.
  6. Unggah, bukan hanya unduh.
  7. Interaktif
  8. Kolaboratif

Perbedaan generasi digital dalam bersosial media:

Untuk generasi digital native mungkin telah mengenal media sosial ini semenjak jaman bangku sekolah dasar dan pada masa itu mungkin kita akan dimarahi karena selalu ke warung internet (warnet) untuk medsos ini. Tapi saat ini, orang tua kita mulai memakai medsos ini untuk berkomunikasi dengan rekan-rekan masa sekolahnya dahulu. Meskipun belum mahir, setidaknya mereka mengerti bagaimana kinerja dari medsos ini

  1. Twitter

Dari pengalaman pribadi, saya mulai menggunakan medsos ini semenjak memulai bangku SMP. Untuk kita saat ini lebih menggunakan medsos ini untuk meluapkan maupun memantau cuitan seperti politik, isu-isu terkini dan lain sebagainya. Sementara untuk kalangan orang tua kita kurang popular karena tidak terlalu menarik.

  1. Instagram

Media sosial satu ini sangat banyak yang menggunakannya. Hampir dari semua kalangan usia. Untuk anak muda seperti kita, lebih sering publish di opsi instastory daripada posting foto. Sementara bagi orang tua lebih menyukai untuk posting foto atau mugkin untuk sekedar memantau anak mereka yang menginjak dewasa dalam bersosial media.

Referensi:

Ciri-Ciri Generasi Digital Native diakses melalui majalah digital Swara Cinta Edisi 65, bulan Juli-Agustus 2016, hlm 13-14