Pancasila Sila Pertama Itu???


Pancasila! Satu! Ketuhanan Yang Maha Esa!
Dua!…..Eeeiiitttt…..sebelum ke sila selanjutnya, dari sila pertama, sudah pahamkah kita akan fungsi dan tujuan dari sila pertama tersebut?

Mengutip tulisan dari Sutia Budi dalam situs www.rmol.co (17 Juni 2017) tentang prinsip Ketuhanan, pada pidato 1 Juni 1945, Bung Karno menegaskan : “Marilah kita di dalam Indonesia yang kita susun ini, sesuai dengan itu, menyatakan bahwa prinsip ke-5 daripada negara kita, ialah Ketuhanan yang hormat menghormati satu sama lain. Hatiku akan berpesta raya, jikalau saudara-saudara menyetujui bahwa Negara Indonesia Merdeka berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa!”.

Dari tulisan di atas, penulis mengartikan Negara Indonesia yang berprinsip Ketuhanan dalam pandangan Bung Karno, juga diartikan sebagai negara yang setiap warga negaranya dapat menyembah Tuhan-nya dengan cara leluasa. Sementara bertuhan secara kebudayaan, dimaknai dengan tiada “egoisme-agama”. Bung Karno juga mengajak untuk mengamalkan dan menjalankan ajaran agama masing-masing dengan cara yang berkeadaban, yaitu hormat-menghormati satu sama lain.

Berasal dari negara yang memiliki banyak perbedaan budaya, membuat Ir. Soekarno dan tokoh lainnya pada masa itu membuat rumusan Pancasila untuk dasar suatu negara, serta sebagai pedoman dalam bersikap dan berperilaku yang baik. Dengan tujuan agar Pancasila tersebut dapat menjadi landasan yang tepat, baik untuk rakyat, bangsa dan negara Indonesia. Toleransi merupakan kunci utama dalam menerapkan Pancasila di kehidupan sehari-hari. Namun di zaman milenial di mana setiap orang akan bergerak dengan cepat sesuai dengan perkembangan teknologi seperti ini, toleransi akan perbedaan agama khususnya masihkan dapat kita rasakan keberadaannya?

Nurcholish Madjid berpendapat bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa yang dipahami sudut Islam sebagai Tauhid, adalah sebagai dasar moral sedangkan tujuannya adalah Keadilan Sosial. Membaca pendapat Cak Nur, maka dapat dimaknai bahwa jika yang terjadi “Ketidakadilan Sosial” maka sesungguhnya “belum bertuhan” secara benar. Karena Tuhan itu Maha Adil.

Category: Catatan Kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>