Pancasila Sila Kedua


Pancasila! Satu! Ketuhanan Yang Maha Esa!
Dua! Kemanusiaan yang adil dan beradab!
Tiga!……stop!
Hmm…kalau di postingan sebelumnya penulis menulis tentang sila satu yang kebanyakan lebih kepada pendapat orang, sekarang penulis akan kembali menulis tentang sila kedua dari Pancasila *meskipun nantinya akan tetap ada banyak kutipan dari orang lain :D
Berbicara tentang Kemanusiaan yang adil dan beradab…kemanusiaan yang seperti apa yang ingin digambarkan oleh Pancasila sebenarnya? Lalu sikap adil dan beradab yang seperti apa yang dimaksud? Jadi, mengutip dari Zurrnelly (2010) dalam bukunya yang berjudul “Filsafat Pancasila”, pada sila kedua dari lima sila yang ada dalam Pancasila, terkandung nilai-nilai humanistis antara lain :
1. Pengakuan terhadap adanya martabat manusia dengan segala hak asasinya yang harus dihormati oleh siapapun.
2. Perlakuan yang adil terhadap sesama manusia.
3. Pengertian manusia beradab yang memiliki daya cipta, rasa, karsa dan iman, sehingga nyatalah bedanya dengan makhluk lain.

Inti sila kemanusiaan yang adil dan beradab adalah landasan manusia.
Maka konsekuensinya dalam setiap aspek penyelengaraan Negara antara lain hakikat Negara, bentuk Negara, tujuan Negara , kekuasaan Negara, moral Negara dan para penyelenggara Negara dan lain-lainnya harus sesuai dengan sifat-sifat dan hakikat manusia. Hal ini dapat dipahami karena Negara adalah lembaga masyarakat yang terdiri atas manusia-manusia, dibentuk oleh manusia untuk memanusia dan mempunyai suatu tujuan bersama untuk manusia pula. Maka segala aspek penyelenggaraan Negara harus sesuai dengan hakikat dan sifat-sifat manusia Indonesia yang monopluralis , terutama dalam pengertian yang lebih sentral pendukung pokok Negara berdasarkan sifat kodrat manusia monodualis yaitu manusia sebagai individu dan makhluk sosial.

Selain itu juga..pada sila kedua ini berhubungan terhadap perilaku kita sebagai manusia yang pada hakikatnya semua sama di Dunia ini. Berikut contoh sikap yang mencerminkan sila kedua :
● Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membedakan.
● Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
● Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
● Tidak semena-mena terhadap orang lain.
● Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan, seperti acara acara bakti sosial, memberikan bantuan kepada panti panti asuhan sebagai bentuk kemanusiaan peduli akan sesama.
● Senang membantu teman yang sedang mengalami kesusahan.
● Memberikan bantuan kepada korban bencana alam.
● Mengembangkan sikap tenggang rasa.
Menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.
● Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
● Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
● Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama.

Category: Catatan Kuliah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>