REVIEW 2: THE ETHICS OF SOCIAL RESEARCH

1

Apa kabar para pembaca setia yang suka membaca postingan saya *berharap* Semoga kalian selalu sehat dan semangat dalam menjalani hari-hari yang indah dan menyenangkan ini! 😉 Dan semoga juga kalian tidak bosan dan lelah akan postingan saya 😀 *hope* Sudahkah kalian menambah jam membaca kalian? Karena postingan kali ini, juga akan sangat bermanfaat bagi kita semua 🙂 .

OK, kalau di minggu kemarin kita membahas tentang “Qualitative Research : Defining & Designing” dari Guest, G., E. Namey, E., & L. Mitchell, M. Dan kita telah belajar definisi dari penelitian kualitatif serta cara mendesign penelitian tersebut sesuai dengan akademisi yang ada. Maka kali ini , saya akan memposting hasil review dari potongan e-book yang berjudul “The Ethics of Social Research” Chapter 4.

“The Ethics of Social Research”, pertama kali buka e-book ini, seketika langsung bilang, “Wah….belajar etika lagi, nih! 😮 ”. Rada kesel awalnya ketika baca judulnya. Tapi apalah daya, saya hanya seorang siswa dengan tingkatan Maha, yang pastinya tidak jauh berbeda dengan siswa-siswi lainnya. Yang setiap minggu, bahkan setiap hari akan diberikan tugas untuk dikerjakan, dan kembali menjelaskannya di pertemuan selanjutnya.

Kebiasaan saya juga ketika membuka e-book atau jurnal atau sejenisnya, bukan hanya sekedar membaca judulnya saja. Hal selanjutnya yang selalu saya lakukan adalah melihat berapa banyak halaman yang harus saya baca. 🙂 Dan…sangat mengejutkan sekali, jika bahan review kali ini, hanya berjumlah 31 halaman /yeay…/ 😀 Dan kita semua juga pasti tau, kalau urusan e-book, jurnal, dan atau sejenisnya akan terdapat daftar isi atau reference yang pastinya berhalam-halaman. setidaknya itu mengurangi halaman baca ^.^

Kembali ke masalah judul. Dari segi judul bab “The Ethics of Social Research”, kita semua juga pasti tahu bahwa setiap individu juga harus memiliki etika dalam melakukan segala hal. Contohnya saja, ketika kita berkomunikasi atau berbicara dengan orang lain. Berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita, dengan yang lebih muda, bahkan dengan orang yang tidak dan atau baru kita kenal, juga butuh etika, lho! Apalagi ketika kita melakukan sebuah penelitian? Pastinya juga butuh etika yang harus dipahami.

Lalu apa yang dimaksud dengan etika itu sendiri? Menurut Wikipedia – ini adalah kamus termudahnya individu yang sulit buka buku (termasuk saya) – Etika berasal dari bahasa Yunani kuno: “ethikos”, berarti “timbul dari kebiasaan”, yang artinya adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Tapi sebenarnya, jika kita ingin mendapatkan kata kunci seperti ini dengan sumber yang lebih dipercaya dan mudah untuk mendapatkannya, kita bisa search di situs Stanford Encyclopedia of Philosophy.

Saya memutuskan untuk search dengan keyword “ethics”, banyak sekali document yang di dalam nya juga membahas tentang etika. Dan saya memilih untuk menggunakan salah satunya yaitu, http://plato.stanford.edu/entries/ethics-environmental/ biar terkesan lebih akademis dengan sumber yang dapat dipertanggung jawabkan *menurut Dosen*. Dengan judul Environmental Ethics yang ditulis oleh Andrew Brennan dan Yeuk-Sze Lo. Disini dijelaskan bahwa, “Environmental ethics is the discipline in philosophy that studies the moral relationship of human beings to, and also the value and moral status of, the environment and its non-human contents.”

Dari dua sumber yang saya gunakan, walaupun dengan kata yang berbeda (ethic dan environmental ethic) keduanya sama-sama menjadikan “moral” sebagai inti pemahaman. Jadi, mudahnya itu seperti ini, etika itu adalah moral. Dan moral dapat dinilai secara baik atau buruk oleh orang lain, bukan diri kita sendiri yang menilainya. Jadi, etika apa yang ingin disampaikan oleh penulis kali ini terhadap suatu penelitian?

Pada awal bab, kita akan melihat sub judul “Why Is Ethical Practice Important?” Bagi Anda, hal apa sih, yang penting dalam kehidupan? Dan kenapa etika itu sangat penting untuk dipelajari? Kenapa harus ada etika? Kenapa kita harus terlahir memiliki etika? Apakah etika itu seperti permen kapas? Ya..itu adalah pertanyaan yang pernah ada dipikiran saya ketika semester 1 mendapatkan mata kuliah Filsafat dan Etika Komunikasi, namun pertanyaan tersebut saya simpan sendiri. (karena saya cukup pendiam di dalam kelas)

Kembali ke pembahasan pada awal sub judul. Disini kita akan mendapatkan penjelasan tentang etika. Di buku ini ditulis, “Ethical discussions usually remain detached or marginalized from discussions of research projects. In fact, some researchers consider this aspect of research as an afterthought. Yet, the moral integrity of the researcher is a critically important aspect of ensuring that the research process and a researcher’s findings are trustworthy and valid.”

Kata yang di bold, sama halnya seperti yang dikatakan sebelumnya diatas. Lagi-lagi kita menemukan kata “moral” dalam penjelasan tersebut. Yang jika diterjemahkan menurut penerjemah dan perbaikan susunan kata dari saya, yaitu, “Diskusi etika biasanya tetap terpisah atau terpinggirkan dari diskusi proyek penelitian. Bahkan, beberapa peneliti mempertimbangkan aspek penelitian sebagai renungan. Namun, integritas moral peneliti merupakan aspek penting untuk memastikan bahwa proses penelitian dan temuan seorang peneliti dapat dipercaya dan valid.” Kata dan kalimatnya dapat dipahami dengan mudah, kan? *semoga iya*.

Lalu di alinea berikutnya, akan ada penjelasan, “The term ethics derives from the Greek word ethos, meaning “character.” To engage with the ethical dimension of your research requires asking yourself several important questions:…” Beberapa pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut :

– What moral principles guide your research?
– How do ethical issues influence your selection of a research problem?
– How do ethical issues affect how you conduct your research—the design of your study, your sampling procedure, and so on?
– What responsibility do you have toward your research subjects? For example, do you have their informed consent to participate in your project?
– What ethical issues/dilemmas might come into play in deciding what research findings you publish?
– Will your research directly benefit those who participated in the study?

Yang jika diterjemahkan dan menggunakan garis besarnya saja adalah, “Apa yang dapat membantu?”; “Bagaimana masalah mempengaruhi?”; “Tanggung jawab apa yang Anda miliki?”; “Apakah masalah etika dapat memutuskan Anda untuk mempublikasikan penelitian?”; dan “Akankah penelitian Anda langsung bermanfaat?”. *pertanyaannya hebat sekali -_- *

“A consideration of ethics needs to be a critical part of the substructure of the research process from the inception of your problemto the interpretation and publishing of the research findings.”

Jadi intinya, segala hal itu penting, guys, dalam melakukan suatu tindakan apapun dan sekecil apapun harus diperhatikan. *take a note*

Di sub judul selanjutnya, pada buku ini akan dijelaskan sejarah singkat aspek etika penelitian akan lebih baik membantu kita memahami mengapa etika itu harus dipelajari dalam suatu penelitian. Karena penjelasannya yang cukup panjang, saya akan mencoba me-rewrite kembali secara garis besar saja.

“Sejarah perkembangan bidang etika dalam penelitian, sayangnya, sebagian besar telah dibangun di atas pelanggaran mengerikan dan bencana nilai-nilai etika manusiawi. Sebuah perjalanan melalui sejarah ini dapat memberikan wawasan berharga negara lembaga etika penelitian kontemporer dan kode yang saat memandu ilmu sosial dan penelitian biomedis.”

Contoh kasus yang digunakan dalam buku ini adalah, The Tuskegee syphilis study was conducted by the U.S. Public Health Service (USPHS) yang dimulai pada tahun 1932. Inti permasalah ini adalah, “Pada waktu dalam perjalanan proyek ini adalah subjek diminta untuk memberikan persetujuan mereka untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Mereka tidak secara khusus diberitahu tentang keterangan dari apa penelitian akan diperlukan. Bahkan, mereka yang berpartisipasi tidak menjadi relawan untuk proyek tersebut. Sebaliknya, mereka tertipu dengan berpikir,

“mereka mendapatkan pengobatan gratis dari dokter pemerintah untuk penyakit serius. Tidak pernah menjelaskan bahwa survei ini dirancang untuk mendeteksi sifilis. . . . Subyek tidak pernah diberitahu mereka memiliki sifilis, perjalanan penyakit, atau pengobatan, yang terdiri dari keran tulang belakang. (Heintzelman, 2001, hal. 51)”

Ini lho yang jadi kesalahan besar dalam melaksanakan suatu penelitian. Seharusnya para relawan yang menjadi informan harus tahu apa tujuan kita melaksanakan hal atau kegiatan tersebut. Jika mereka bisa sepakat, maka mereka bisa menjadi informan dalam suatu penelitian. Karena informasi yang mereka (relawan) berikan, akan kita pertanggung jawabkan kebenarannya, sebagai peneliti yang melakukan suatu penelitian, dihadapan para dosen yang nantinya di semester ‘tua’ kita akan menjalani sidang. *sidang -_- *

Selesai tentang sejarah singkat, di sub-bab selanjutnya kita akan melihat pembahasan dengan judul besar:

“Further Developments in the History of Research Ethics” pada sub-bab ini, kita akan mendapat penjelasan tentang sejauh mana isu-isu etis dalam ilmu alam terbawa ke dalam ilmu perilaku dan sosial? “How Are Research Subjects Protected Today?” pada sub-bab ini, kita belajar tentang pentingnya suatu subjek dalam penelitian. terutama jika subjek yang kita gunakan adalah manusia. Maka, kita harus memberitahu sifat penelitian yang kita gunakan, serta persetujuan dari informan dalam menggunakan orang tersebut sebagai informan penelitian.

Sub-bab lainnya seperti, “Beyond Informed Consent: What Are the Ethical Dilemmas in Social Research?”; “The Ethical Predicament of Deception in Research”; “Divided Loyalties: An Ethical Researcher Dilemma”; “How Can I Observe Ethical Values in My Research Practice?”; “Key Ethical Issues Generated by Student Research and Strategies for Overcoming Them”; “How Do New Technologies in Social Research Impact the Practice of Ethical Research?”; dan “Overcoming Ethical Dilemmas of Social Software Technologies”, nantinya akan saling berkesinambungan dalam menjelaskan permasalahannya masing-masing.

So….karena ini sudah melebihi batas minimum yang diberikan, dan yang sebenarnya saya juga harus menyelesaikan tugas mata kuliah lain, dan yang sebenarnya juga saya sudah cukup lelah dengan tidak mendukungnya suhu alam yang sekarang, dan entah apakah Pentatonix lelah atau tidak dalam menemani saya menyelesaikan tugas review ini dengan lagu cover Cheerleader nya OMI (karena saya mencoba menyemangati diri sendiri) 😉 Pada akhirnya saya akan me-rewrite kesimpulan dalam buku “The Ethics of Social Research” Chapter 4 ini.

“Mengintegrasikan etika dalam proses penelitian keseluruhan, dari memilih masalah penelitian untuk melaksanakan tujuan penelitian dan interpretasi dan pelaporan hasil penelitian, sangat penting untuk memastikan bahwa proses penelitian dipandu oleh prinsip-prinsip etika di luar persetujuan. Bab ini menantang kita sebagai peneliti untuk menjadi sadar akan berbagai dilema etika yang kita hadapi dalam melaksanakan tugas sehari-hari dari setiap proyek penelitian yang diberikan…”

Kelebihan dari buku ini, pertama….adalah susunan bahasanya yang mudah untuk dimengerti. Ya….meskipun bahasa Inggris tetap menjadi kelemahan tersendiri. Tapi, penulis pada buku ini, mencoba menggunakan susunan bahasa yang dapat dimengerti dengan mudah. Setidaknya kita harus menambah kosakata, meskipun tidak fasih dalam berbahasanya 😉 Kedua, kelebihan dari buku ini juga, adalah adanya tabel-tabel penjelasan yang memudahkan kita dalam membuat surat permohonan penelitian, misalnya. Ada banyak contoh letter dalam buku ini, yang memang sesuai dengan judulnya, lebih ke etika berbahasa dalam suatu permohonan izin penelitian. Ketiga, halaman buku ini tidak terlalu banyak, namun juga tidak terlalu sedikit untuk kita-kita yang kurang suka membaca. 😀

Sekian review yang sebenarnya lebih banyak rewrite daripada review dari saya. Semoga review kali ini juga, tidak membuat kalian lelah untuk membacanya 🙂 Dan buku ini, sangat recommended sekali untuk kita semua yang sedang dalam proses menghadapi semester ‘tua’ untuk mengetahui tentang “Etika dalam Penelitian”. So…jangan lupa juga untuk membaca buku aslinya. Agar apa yang tidak dijelaskan dan yang dijelaskan diatas, akan saling kita ketahui pembahasannya ^_^

Don’t be silent readers! Gunakan segala kemudahan yang ada sebagai kemudahan dalam mendapatkan pengetahuan juga ^_^

Daftar Pustaka

Biber, H., Sharlene, N., & Leavy, Patricia, (2010), The practice of qualitative research, 2nd edition, SAGE Publication, p. 59-93.

Stanford Encyclopedia of Philosophy. (2015, Sept 9). Environmental ethics. Retrieved From the Stanford Encyclopedia of Philosophy website http://plato.stanford.edu/entries/ethics-environmental/

Wikipedia. (2015, Sept 9). Etika. Retrieved From the Wikipedia website https://id.wikipedia.org/wiki/Etika

Terima kasih kepada para pembaca dan pastinya Pentatonix yang sudah menyemangati saya dengan lagu cover Cheerleader nya OMI ^_^

Category: Catatan Kuliah, Review

one responses

  1. Free Piano says:

    Free Piano…

    Hello there, I?ve read a few just right stuff here. Certainly worth bookmarking for revisiting :-). I surprise how much attempt you place to create any such magnificent informative web site, Nice JOB!….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*