browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Mengenal Tradisi Barong Kemiren Di Banyuwangi

Posted by on 1 March 2022

Mengenal Tradisi Barong Kemiren Di Banyuwangi – Kota Banyuwangi sanggup kita sebut sebagai kota seni, karena banyaknya style kesenian tumbuh dan berkembang di kota Banyuwangi, tidak benar satunya adalah kesenian Barong Kemiren. Menurut penduduk Osing barong adalah simbol kebersamaan. kata barong berasal berasal dari bhs Osing yang artinya bersama dengan atau kebersamaan. Ritual apa pun di area Banyuwangi tidak lepas berasal dari tarian ini.

Menurut Hasan Singodimayan budayawan setempat, “Kesenian barong Kemiren sama bersama dengan barong yang ada di Bali. Bedanya secara fisik adalah barong bali lebih besar dan tidak memiliki sayap sedangkan barong Kemiren kecil dan membawa sayap.” Selain bentuknya yang unik kesenian barong Kemiren juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Bahkan ada beberapa versi tentang asal muasal barong Kemiren.

Mengenal Tradisi Barong Kemiren Di Banyuwangi

Salah seorang budayawan asli kemiren, menuturkan barong Kemiren hasil ciptaan asli warga Kemiren kuno. Namanya Sanimah abad ke-16. Barong kuno itu bentuknya tidak baik dan tidak baik rupa. Barong kuno itu kemudian di wariskan kepada anaknya, Tompo ( Eyang Buyut Tompo/ Mbah Tompo). Selama penjajahan Belanda, Tompo mengungsi ke kota sambil membawa barongnya. Di kota, Tompo bersua Sukip dan Win dua orang yang ahli membuat membuat barong. Karena terkesan Tompo yang banyak memiliki duit menghendaki dua ahli untuk membuatkan barong untuknya. Lahirlah barong baru yang bagus sehabis perang bersama dengan Belanda Tompo pulang ke desa Kemiren kemudian diwariskan kepada Surtaman dan Samsuri.

Sementara menurut Sucipto tentang barong Kemiren, lahir pada th. 1647 mbah Tompo bermimpi diminta untuk menbuat barong. Bersama temannya mbah Soeb, keduanya jalankan perintah didalam mimpi itu, tutur Ketua Barong Tresno Budaya. Barong yang dibikin oleh mbah Tompo dan mbah Soeb. Inilah yang dipakai hingga sekarang. Diperkirakan umur barong kira-kira 361 tahun. barong ini perlu disimpan oleh keturunan mbah Tompo. Yang sekarang udah ke generasi ke empat.

Konon saat itu ada cerita lain lagi, di desa Kemiren yakni seblang yang dimainkan mbah Sapua. Ketika penari seblang kesurupan, terjadilah dialog pada mbah buyut tompo sehingga pementasan seblang di ubah ke desa Ole- Olean (Olehsari), sedangkan di desa Kemiren di pentaskan seni barong. Sejak saat ituda keputusan yang perlu di pegang teguh oleh masyarakat, yakni masayarakat desa Kemiren tidak boleh mementasakan seblang dan penduduk Olehsari tidak boleh mementasakan barong. Kareana seni barong di ciptakan bersama dengan di dasari leluhur warga Kemiren.

Ada yang mengisahkan, barong Kemiren bermula berasal dari pertempuran dua bangsawan sakti berasal dari Bali dan Blambangan. Meraka, adala Minak Bedawang dan Alit Sawung. Tanpa penyebab yang jelas, keduanya terlibat pertempuran yang terlampau hebat. Mereka bertarung tanpa henti hingga jangka saat yang memadai lama. Tak satupun berasal dari mereka yang terluka.

Masing masing memakai bentuk sakti mereka yang mengerikan, yakni seekor harimau dan seekor burung garuda. Dua perwujudan ini bertarung dahsyat. Suarana menggelegar layaknya halilintar. Meski saling serang, kedua kesatria itu senantiasa sama kuatnya. Hingga muncullah suara tanpa rupa yang berasal berasal dari langit. Suara berasal dari langit itu mengingatkan sehingga mereka menghentikan pepranganya. Keduana diminta untuk berdamai. Akhirnya, kedua bentuk yang menyeramkan selanjutnya menyatu. Dan saat itulah kenapa penduduk using memiliki bentuk barong sebagai simbol kebersamaan. Diyakini juga bahwa barong terlampau di sakralkan.

Sekitar th. 1990-an, karena dilanda hujan deras, warga Desa Kemiren pernah melewatkan formalitas Barong Ider Bumi yang artinya tidak menggelar ritual tersebut. Tak lama, istri berasal dari tidak benar satu ahli waris Barong kesurupan.
Ia marah-marah karena Ider Bumi tidak dilaksanakan. “Kami risau kecuali hingga ritual Ider Bumi tidak digelar,” ujar Serad, sesepuh Desa Kemiren.
Tarian Barong sebenarnya mempunyai tujuan untuk menjauhi desa berasal dari bencana dan malapetaka. Barong dipercaya sebagai makhluk penjaga desa yang merupakan perwujudan berasal dari nenek moyang mereka.