• SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN-2

    Date: 2013.03.26 | Category: Uncategorized | Tags:

    TUGAS TERSTRUKTUR

    SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN-2

     

     

     

    OLEH :

    Siti Nur Kajariyah       115040201111306

     

    Kelas O

     

     

     

    PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

    FAKULTAS PERTANIAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    MALANG

    2013

     

     

    1. Tanah sebagai suatu individu, berbeda dengan dunia hayati, yang setiap individunya punya ciri tersendiri. Tiap spesies punya kisaran sifat yang sempit, sehingga mudah dibedakan 1 dengan lainnya. Jelaskan !

    Jawab : Tanah memiliki batas-batas tertentu yang dimiliki. Di dunia ini terdapat berbagai macam jenis tanah, yang mana setiap masing-masing individu tanah memiliki karekteristik/ sifat yang berbeda. Tetapi perbedaan dari sifat-sifat tersebut relatif sempit antara tanah yang stu dengan yang lainnya, sehingga dari berbagai macam tanah di dunia ini dapat dibedakan dan dikelompokkan sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya. Dalam menentukan jenis suatu tanah tidak terlepas dari sifat fisik, kimia, dan keadaan biologi dari suatu tanah tersebut.

    Menurut Arsyad (1989) tanah adalah sebagai media tumbuh tanaman, tanah sebagai benda alami tiga dimensi di permukaan bumi,dan tanah merupakan tempat di permukaan bumi yang digunakan oleh manusia untuk melakukan segala macam aktivitasnya.

    Menurut Luthfi (2006) tanah sebagai individu juga diakui batas-batasnya, baik sebagai suatu transisi maupun sebagai intergrades. Sebagai suatu individu, tanah sangat berbeda dengan dunia hayati yang tiap individunya mempunyai cirri tersendiri.

    2. Jelaskan definisi TANAH. Pasir pantai apakah termasuk dalam definisi tanah? Mengapa?

    Jawab : Tanah menurut Soil Survey Staff (1999; 2003) adalah kumpulan benda alami di permukaan bumi yang dimodifikasi atau bahkan dibuat oleh manusia dari bahan-bahan tanah, mengandung gejala-gejala kehidupan dan mampu menopang pertumbuhan tanaman dilapangan. Tanah menurut Arsyad (1989) memilki 3 pengertian, yaitu :

    1. Tanah sebagai media tumbuh tanaman, yang artinya lebih ditekankan pada kualitas tanah
    2. Tanah sebagai benda alami tiga dimensi di permukaan bumi yang terbentuk dari interaksi antara bahan induk, iklim, organisme, topografi dalam kurun waktu tertentu, yang artinya tanah diperlakukan sebagai bahan galian atau tambang dan bahan bangunan yang dinyatakan dalam berta (ton, kg) atau volume (m3)
    3. Tanah sebagai ruangan atau tempat dipermukaan bumi yang digunakan oleh manusia untuk melakukan segala aktivitasnya, yang artinya tanah dinilai berdasarkan luas (ha, m2)

    Jika dilihat dari pengertian tanah itu sendiri, maka pasir pantai tidak termasuk dalam pengertian tanah. Ini dikarenakan proses pembentukan pasir bukan dikarenakan oleh lima faktor pembentuk tanah, melainkan salah satunya dipengaruhi oleh gelombang dari pantai itu sendiri. Selain itu dari pengertian tanah tersebut, tanah berfungsi sebagai media tumbuh bagi tanaman, sedangkan pada pasir pantai jarang bahkan tidak pernah digunakan sebagai media tumbuh bagi tanaman. Pada pembentukan tanah, organisme juga sangat berperan dalam menghasilkan suatu tanah, tetapi pada pasir pantai tidak terdapat organisme yang dapat membantu proses pelapukan menjadi butiran yang lebih halus lagi.

    3. Jelaskan apa yang dimaksud dalam Gambar 2 ? continuum, soilscape, polypedon dll

    Jawab :

    1. Continuum merupakan proses pertukaran dalam kesinambungan interaksi antar komponen tanah dan kelangsungan segala reaksi tanah.
    2. Soil scape merupakan gabungan dari beberapa polypedon yang mempunyai sifat berbeda antara sifat polypedon yang satu dengan polypedon yang lainnya.
    3. Polypedon merupakan gabungan atau kumpulan dari  pedon – pedon yang mempunyai sifat hamper sama atau sama.
    4. Pedon adalah Tubuh tiga dimensi dari tanah dengan dimensi – dimensi lateral, Pedon biasanya mempunyai luas antara 1 hingga 10 meter. Dimana horizon – horizon terputus atau siklik.
    5. Soil Profil merupakan Penampang vertikal tanah yang ditempati horizon – horizon dan dibawahnya terdapat bahan induk.
    6. Soil Agregat merupakan Agregat tanah merupakan gumpalan tanah yang tidak mempunyai bentuk yang jells. Berbeda dengan struktur tanah yang mempunyai bentuk yang jelas.

    4. Tanah sebagai satuan 3-D, perlu disajikan dengan cara ‘multifactorial’ dalam bentuk peta tanah. 2-D digambarkan pada peta tanah, sedangkan dimensi vertikal + sifat2 internalnya, disajikan dalam legenda peta. Maksudnya apa?

    Jawab : Berdasarkan kondisi di lapang , tanah dapat dikategorikan sbagai bentuk 3 dimensi (tanah memiliki panjang, lebar dan  tinggi ), karena didalam tanah terdapat suatu profil tanah yang didalamnya terdapat horison-horison yang menjadi ciri satu jenis tanah dan perbedaan bentuk muka bumi disuatu wilayah (topografi). Keadaan tanah disuatu daerah tentunya berbeda dengan keadaan tanah di daerah lainnya. Hal seperti ini dapat menjadi suatu informasi yang dapat disajikan dalam gambar (peta tanah) di berbagai wilayah. Penyajian ini tidak hanya berupa keadaan tanah dan topografi di suatu daerah saja, melainkan harus mengikutsertakan faktor-faktor yang berada didalamnya juga. Dalam suatu peta tanah, bentuk fisik tanah disajikan dalam bentuk 2 dimensi sesuai keadaan topografinya dan perbandingan luasan berdasar skala.. Sedangkan faktor-faktor yang berada didalamnya, seperti keadaan tekstur, struktur, kelembaban, konsistensi, dll, disajikan dalam bentuk legenda. Bisanya dapat disajikan dengan tanda-tanda, warna tertentu, dll. Legenda peta ini yang nantinya dapat membantu seseorang untuk membaca suatu peta tanah dan memberikan informasi tentang satuan-satuan tertentu yang terdapat di dalam peta tanah.

    5. Jelaskan pengertian Peta tanah. Untuk membuat peta tanah, peta apa saja yg diperlukan sebagai dasar/ penunjang? Mengapa?

     

    Jawab :

    1. Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi..
    2. Pada umumnya diperlukan suatu peta dasar yang digunakan sebagai acuan dalam membuat suatu peta tanah. Peta dasar yang biasa digunakan adalah peta topografi. Digunakan peta topografi sebagai dasar karena apabila akan membuat suatu peta tanah, harus mengetahui keadaan nyata dari suatu objek wilayah secara 3 dimensi terlebih dahulu. Apabila keadaan topografi suatu wilayah berbeda, maka keadaan atau kondisi suatu tanah juga akan berbeda. Bentuk suatu muka bumi (topografi) berbeda-beda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain, begitu pula keadaan tanahnya. Oleh karena itu diperlukan peta topografi sebagai dasar apabila membuat suatu peta tanah. Peta topografi dapat diperoleh melalui foto udara (skala besar) dan citra satelit (skala kecil).

     

    6. Apa yg dimaksud dengan Poligon di dalam peta tanah? Bagaimana membuatnya?

    Jawab :

    1. a.      Poligon adalah serangkaian garis lurus di permukaan tanah yang menghubungkan titik-titik dilapangan, dimana pada titik-titik tersebut dilakukan pengukuran sudut dan jarak. Tujuan dari Poligon adalah untuk memperbanyak koordinat titik-titik di lapangan yang diperlukan untuk pembuatan peta.
    2. b.      Ada 2 (dua) macam bentuk poligon, yaitu :
    • Poligon Terbuka : poligon yang tidak mempunyai syarat geometris
    • Poligon Tertutup : poligon yang mempunyai syarat geometris

    c.     Cara Membuat Poligon dalam Peta Tanah :

    • Pengukuran Polyangon Terbuka Bebas
    1. Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.
    2. Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik
    3.  Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.
    4.  Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah.
    5.  Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth. Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka.
    6.  Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong  180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.
    7.  Lakukan pembacaan sudut horisontal. Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka.
    8. Pindah pesawat ke titik P2 dan lakukan penyetelan alat.
    9. Arahkan pesawat ke titik P3, baca dan catat sudut horisontalnya
    10. Lakukan pembacaan sudut luar biasa pada titik P2.
    11. Putar teropong pesawat searah jarum jam dan arahkan ke titi P1. Baca dan catat sudut horisontalnya, baik bacan biasa maupun luar biasa.  Bacaan ini merupakan bacaan belakang.
    12. Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya sampai P akhir.
    13. Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.
    14. Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.
    15. Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.
    • Pengukuran Polyangon Tertutup
    1. Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur.
    2. Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik
    3. Dirikan pesawat di atas titik P1dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran.
    4. Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah.
    5. Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth. Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka.
    6. .Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong  180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2.
    7.  Lakukan pembacaan sudut horisontal. Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka.
    8. Putar teropong pesawat dan arahkan di titik P akhir dan lakukan pembacaan sudut horisontal pada bacaan biasa dan luar biasa.  Bacaan ini merupakan bacaan belakang.
    9. Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya hingga kembali ke titik P1.
    10. Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran.
    11. Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik.
    12. Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.

     

     

    7. Apa yg dimaksud dengan taksa tanah?

    Jawab :Tanah taksa merupakan satuan yang diperoleh dari menentukan suatu selang sifat tertentu dari sifat – sifat tanah yang didefinisikan oleh suatu sistem klasifikasi tanah. Hal ini berhubungan dengan peta tanah karena soil taxonomy bisa digunakan untuk satuan sistem klasifikasi tanah , masing – masing diwakili oleh suatu profil tanah. Peta tanah dapat semakin terlihat jelas dan detai dengan soil taxonomy.

    8. Dalam legenda Peta Tanah terdapat istilah konsosiasi, asosiasi atau kompleks. Jelaskan. Beri ilustrasi dengan gambar, sehingga perbedaan ketiganya jelaskan?

     

    Jawab:

     

     

    Konsosiasi merupakan Satuan pemetaan tanah konsosiasi didominasi oleh satuan tanah dan tanah yang serupa  (similiar soil unit). Dalam konsosiasi paling tidak mempunyai 50% satu satuan tanah yang sama dan 25% satuan tanah yang serupa. Satuan Pemeta Tanah (SPT) konsosiasi diberi nama sesuai dengan satuan tanah yang dominan. Satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal  mempunyai persentase 25%. Dua satuan tanah dikatakan sebagai tanah yang serupa apabila mereka hanya berbeda pada satu atau dua kriteria yang menyebabkan keduanya diklasifikasikan ke dalam kelompok yanng berbeda. Secara umum satuan tanah yng serupa mempunyai potensi yang hampir sama. Sedangkan dua satuan tanah dikatakan tidak serupa apabila keduanya mempunyai perbedaan yang tegas dan lebih dari tiga kriteria yang meenyebabkan keduanya diklasifikasikan ke dalam kelompok yang berbeda. Satuan-satuan tanah  yang tidak serupa mempunyai potensi terhadap penggunaan tertentu yang berbeda secara tegas.

     

    ● Asosiasi

     

     

    SPT jenis ini mengandung dua atau lebih satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam pennamaan SPT dan mempunyai komposisi yang hampir sama. Satuan-satuan tanah penyusun SPT ini tidak dapat dipisahkkan satu sama lain ke dalam  SPT yang berbeda karena keterbatasan skala pemetaan. SPT asosiasi dalam skala pemetaan yang lebih besar dapat dipisahkan kedalam SPT konsosiasi yang berbeda.

     

    ● Kompleks

     

     

    SPT ini mirip dengan SPT asosiasi karena terdapat dua atau lebih satuan-satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam penamaan SPT, demikian juga komposisi masing-masing satuan tanahnya serupa dengan SPT asosiasi. Persebaran satuan tanah yang ada pada SPT ini tidak mengikuti pola tertentu sehingga dalam skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tetap tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

     

    9. Beri contoh single value map. Cari di internet. Mengapa peta tersebut dikatakan bukan peta tanah?.

     

    Jawab :

     

     

    Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik budaya dari permukaan bumi. Pada peta tanah digambarkan garis-garis batas (delineasi) tanah-tanah yang dijumpai di lapangan. Garis batas tersebut berupa polygon-poligon yang digambarkan pada peta tanah yang lazim disebut satuan peta tanah (SPT). Peta kedalaman tanah tidak termasuk dalam  jenis peta tanah, karena peta diatas tidak menunjukkan taksa tanah maupun garis-garis batas tanah yang dijumpai di lapangan.

     

     

     

    10. Apa yang dijelaskan dalam Gambar ini?

     

     

     

    Jawab:

    1. a.      Rigid survey :  Gambar diatas menunjukkan lokasi titik observasi menggunakan metode Grid Kaku (Rigid Grid). Penentuan batas tanah ini diterapkan pada survey tanah detil sampai dengan sangat detil, dimana tidak tersedia foto udara. Kalaupun foto udaranya tersedia, mungkin :

    -             Skalanya terlalu kecil

    -             Mutunya sangat rendah

    -             Daerah yang disurvey tertutup awan atau kabut

    -             Kenampakan permukaan tidak jelas atau daerahnya sangat homogeny dan datar

    -             Daerah yang disurey tertutup vegetasi yang rapat dan lebat

    -            Daerah survey berrawa, padang rumput atau savana yang tidak menampakkan gejala permukaan.

    1. b.      Adapted Grid Survey : Gambar diatas menunjukkan lokasi titik observasi menggunakan metode Grid bebas (adapted grid survey). Metode ini merupakan perpaduan antara metode grid kaku dengan metode fisiografi. Metode ini dilakukan pada survey detil sampai dengan semi detil yang kemampuan foto udara dianggap terbatas dan di tempat-tempat yang orientasi lapangan cukup sulit. Pengamatan lapangan dilakukan pada titik-titik seperti grid kaku, tetapi jarak titik-titik pengamatan tidak perlu sama dalam 2 arah, tetapi tergantung keadaan fisiografi. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, maka jarak titik-titik pada pengamatan adalah rapat. Sebaliknya jika bentuk lahan relative seragam, maka jarak titik-titik pada pengamatan adalah renggang. Metode ini sangat baik diterapkan oleh penyurvey yang belum banyak berpengalaman dalam interpretasi foto udara.
    2. c.       Physiographic Survey : Gambar diatas menunjukkan lokasi titik observasi menggunakan metode Fisiografik (bantuan foto udara). Metode ini sangat efektif pada survey tanah berskala < 1 : 25.000, dan tersedia foto udara berkualitas cukup tinggi. Hampir semua batas satuan peta diperoleh dari IFU, sedangkan kegiatan lapangan hanya untuk mengecek batas satuan peta dan mengidentifikasi sifat dan cirri tanah masing-masing satuan peta. Pengamatan dilakukan pada tempat-tempat tertentu pada masing-masing satuan peta. Pada penentuan batas tanah menggunakan metode fisiografik, jumlah pengamatan pada tiap-tiap satuan peta tergantung pada:
    3. Ketelitian IFU, keahlian dan kemampuan penyurvey dalam memahami hubungan fisiografi dan keadaan tanah
    4. Kerumitan (kompleks atau tidaknya) satuan peta tersebut. Semakin rumit, maka semakin banyak luasan satuan peta. Semakin luas, maka jumlah pengamatan yang dilakukan juga semakin banyak.

     

    11.   Sebutkan berbagai macam peta tanah berdasarkan skala peta yang digunakan di Indonesia. Bandingkan nama peta-peta tersebut dengan nama yang digunakan di Amerika, Kanada, Inggeris dan negara lainnya. Cari dari internet.

     

    Jawab :

    Macam peta tanah berdasarkan skala :

    1. Peta Tanah bagan, peta ini dibuat sebagai hasil komplikasi dan generalisasi peta-peta tanah eksplorasi atau peta tanah tinjau.skala petanya sama atau lebih kecil dari 1:2.500.000
      1. Peta tanah eksplorasi, peta ini menyajikan keterangan yang sangat umum tentang keadaan tanah dari suatu daerah.Peta ini dibuat dengan survey yang biasanya menggunakan helicopter di wilayah yang dianggap memiliki perbedaan jenis tanahnya. Skala peta bervariasi dari 1:500.000 hingga 1:500.000
      2. Peta tanah tinjau(peta tanah ruang), satuan peta yang dibuat daidasarkan atas satuan lahan atau satuan tanah –bentuk lahan atau sistem lahan yang didelineasi melalui interpretasi foto udara dan atau citra satelit. Skala petanya 1:250.000
      3. Peta tanah semi-detail, peta ini umumnya dibuat dengan skala 1:50.000 dengan intensitas pengamatan 1 untuk setiap 50 hektar, tergantung dari kerumitan bentang lahan.
      4. Peta tanah detail, peta ini biasanya dibuat dengan skala 1:25.000 dan 1:10.000 serta ditujukan untuk mempersiapkan pelaksanaan suatu proyek termasuk proyek konservasi tanah. (misalnya:teknik-teknik konservasi yang bisa dan cocok diterapkan pada masing-masing satuan peta atau pada suatu demplot).
      5. Peta tanah sangat detail, mempunyai skala > 1:10.000 pengamatannya 2 atau lebih untuk setiap hektarnya.

     

    1. 12.              Apa yang dimaksud dengan luas minimum yang masih dapat disajikan pada peta?. Mengapa perlu ada batasan tersebut?

     

    Jawab : Luas minimum yang dapat disajikan pada peta adalah suatu luasan terkcil yang masih dapat digambarkan pada peta. Pada dasarnya ukuran tersebut merupakan parameter kartografi, karena setiap polygon pada suatu peta harus tertulis simbol satuan petanya. Simbol tersebut harus tertulis dengan ukuran tertentu, sehingga masih dapat dibaca. Batasan ukuran polygon minimal adalah 0,4 cm2 (untuk yang bebentuk bulat), sedangkan untuk polygon bebentuk memanjang dan sempit harus lebih besar (dari aspek luasannya) agar dapat memuat simbol satuan peta.Perlu ada batasan, karena untuk mengetahui batas antara tanah dan udara, air dangkal, tumbuhan hidup atau bahan-bahan tumbuhan yang belum mulai melapuk. Satuan – satuan yang di hasilkan umumnya berupa tubuh lahan yang memiliki cirri-ciri tertentu yang dibedakan oleh batas-batas alami suatu batas tanah pada suatu peta.

     

    1. 13.              Untuk peta tanah di Indonesia, berapa satuan luas tersebut? Masing-masing kelompok agar menghitung berapa luasnya di lapangan pada skala yang berbeda 3.

    Jawab : Ubin (atauru, tumbak) dalam agrarian adalah satuan luas lahan yang dipakai di Indonesia. Satuan ubin ini banyak digunakan untuk areal pertanian (sawah atau ladang), khususnya di Pulau Jawa dan telah dipakai sejak zaman Hindia-Belanda. Ukuran satu ubin menyatakan luas sebesar 14,0625 (3,75 × 3,75) meter persegi. Satu bahu adalah 500 ubin. Satuan ini terutama dipakai untuk mengestimasi hasil atau produksi hasil tanaman pangan, seperti padi atau kedelai. Pada suatu lahan diberi batas yang dinamakan “petak ubinan” (berukuran satu ubin). Hasil panen untuk petak ini diukur terlebih dahulu sebelum dicampur dengan hasil panen yang lain. Hasil pengukuran ini lalu dikonversi menjadi hasil per hektare.

     

     

    Jawab :  Berdasarkan gambar dan keterangan diatas dapat diketahui bahwa, pada peta diatas merupakan daerah yang tertutup vegetasi (hutan), relatife datar, garis putih pada foto merupakan sungai. Dari keterangan tersebut dapat ditentukan metode apa yang akan dipakai yaitu metode grid bebas. Metode grid bebas merupakan perpaduan antara metode grid kaku dan metode fisiografis. Hal ini dikarenakan pada peta diatas merupakan daerah yang tertutup vegetasi dan memiliki relief datar yang cocok jika menggunakan metode grid kaku. Tetapi, semua batas tersebut diperoleh dari foto udara yang cocok digunakan pada metode fisiografis. Sehingga metode yang cocok digunakan pada daerah ini adalah grid bebas.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    DAFTAR PUSTAKA

     

    Arsyad, S. 1989. Konsservasi Tanah dan Air. Bogor: Penerbit IPB

    Rayes,  M.L. 2006. Deskripsi Profil Tanah di Lapangan. Malang: Unit Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

    Rayes,  M.L. 2006. Metode Inventarisai Sumber Daya Lahan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

    Soil Survey Staff. 1999. National soil Surey Handbook. Washington USA: US Goerment Printimg Office.

    Van Wembeke, A and T. Forbes.1986. Guidelines for Using Soil Taxonomy in the Names of Soil Map Units. Cornell University: SMSS Technical Monograph no. 10. SMSS-SCS, USDA.