KRITERIA KELAYAKAN INVESTASI

<p align+”center”><b>KRITERIA KELAYAKAN INVESTASI</b></p>

Tujuan artikel ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Proyek .Artikel ini juga akan akan menjelaskan bagaimana cara menganalisis data suatu proyek yang nantinya apakah proyek tersebut layak atau tidak untuk didirikan/dilaksanakan.

Adabeberapa kriteria bagaimana menilai atau mengukur suatu proyeka yang akan didirikan, yaitu:

<ol>

<li><i>1. </i><i>NPV (Net Present Value)</i></li>

<li><i>2. </i><i> Net B/C</i></li>

<li><i>3. </i><i>Gross B/C </i></li>

<li><i>4. </i><i>IRR (Internal Rate of Return) </i></li>

<li><i>5. </i><i>Payback Periode </i></li>

</ol>

Berikut ini adalah contoh data suatu proyek yang nantinya akan dinilai apakah suatu proyek layak atau tidak.
<p align=”center”>Tabel 1. Contoh data sebuah Proyek</p>
<a href=”http://blog.ub.ac.id/sitimasayu/files/2017/03/bahan-evapro-fix-sebelum-di-upload1.docx”>bahan evapro fix sebelum di upload</a>
<p align=”center”></p>
data diatas menunjukkan bahwa proyek tersebut diperkirakan selama 10 tahun, dimulai dari tahun k- 0. proyek yang nantinya akan dihitung dimulai dari tahu 0 yang mana belum terdapat adanya biaya (cost) serta keuntungan (benefit) yang diperoleh. hal itu terjadi dikarenakan bahwa pada tahun awal mula didirikannya suatu proyek biasanya masih proses tahap pembangunan gedungnya. hingga pada tahun selanjutnya barulah cost dan benefit muncul atau diperoleh,dan capital pun setiap tahunnya berkurang .

&nbsp;

kemudian kita analisis data tersebut  untuk mengetahui apakah proyek tersebut layak atau tidak untuk ditindaklanjutkan. Berikut adalah masing-masing analisa deskriptifnya:
<ol>
<li><i>1.       </i><i>NPV (Net Present Value)</i></li>
</ol>
<p align=”center”></p>
<p align=”center”>Tabel 2. Nilai NPV dari suatu proyek</p>
<i> </i>
<p align=”center”></p>
Dari hasil penghitungan data yang ada diatas menggunakan <i>Discount Factor </i>yaitu sebesar 10%, sehingga menghasilkan <i>Net Present Value </i>setelah 10 tahun  maka jumlah NPV sebesar 29,62. Hasil NPV ini  menunjukkan nilai yang postif yang mana   proyek tersebut layak untuk dikerjakan dan ditindaklanjuti.

&nbsp;

&nbsp;
<ol>
<li><i>2.       </i><i>Net B/C</i></li>
</ol>
<p align=”center”>Tabel 3. Nilai Net B/C pada suatu proyek</p>
<p align=”center”></p>
Dari hasil diatas, dapat diketahui bahwa nilai Net B/C sebesar 1,344765. Dimana Net B/C ini didapat dari membandingkan jumlah PV postif dengan jumlah PV negatif. Yaitu jumlah Net B positif dibagi net benefit negative sehingga menghasilkan 1,344765. Net B/C sebesar  1,344765 berarti menunjukkan jumlah &gt;1, artinya proyek tersebut layak untuk dilanjutkan.

&nbsp;

&nbsp;
<ol>
<li><i>3.       </i><i>Gross B/C</i></li>
</ol>
<p align=”center”><i>
</i>Tabel 4. Nilai Gross B/C suatu Proyek</p>
<p align=”center”><i> </i></p>
&nbsp;

Dari hasil diatas, dapat diketahui bahwa nilai <i>Gross B/C</i> sebesar 1,189425 yang diperoleh dari menjumlahkan total <i>cost </i>dan <i>capital </i>yang nanti sebagi penyebut dan pembilangnya adalah total benefit. Atau dengan kata lain Gross B/C bisa diperoleh dari pembagian  total benefit dengan total <i>cost dan capital. Gross B/C</i> dengan <i>Discount Factor </i>10% sebesar 1,189425, artinya  proyek ini layak untuk dijalankan.

&nbsp;

&nbsp;
<ol>
<li><i>4.       </i><i>IRR (</i><i>Internal Rate of Return)</i><i></i></li>
</ol>
<p align=”center”><i>
</i>Tabel 5. <i>Net Benefit</i> pada DF 10%<i></i></p>
&nbsp;
<p align=”center”>Tabel 6. Net Benefit pada DF 16%</p>
<p align=”center”></p>
IRR interpolasi kita dapatkan dengan membandingkan nilai pada dua NPV pada DF yang berbeda. Maksudnya IRR adalah merupakan batas dimana suatu proyek dapat dikatakan layak apabila memiliki nilai NPV yang masih postif dan sebaliknya suatuproyek dapat dikatakan tidak layak apabila hasil atau nilai NPV itu sendiri bernilai negatif . Hasil IRR dari data diatas adalah 0,15724 atau 15,72 %. maka kesimpulannya IRR lebih dari DF 10% dapat dikatakan  layak untuk dikerjakan.
<ol>
<li><i>Payback Periode.</i></li>
</ol>
&nbsp;
<p align=”center”>Tabel 7. <i>Payback Periode </i>dari suatu proyek</p>
&nbsp;

&nbsp;

Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa totalpada <i>capital </i>yang dikeluarkan  sebesar 100. Oleh karenanya untuk masa <i>payback periode </i>adalah masa dimana <i>capital </i>itu kembali. Menurut perhitungan di atas, <i>payback periode </i>terjadi pada tahun ke-9 yaitu dengan akumulasi benefit sebesar 110 maka melebihi total capital pada sebelumnya yaitu sebesar 100.

 

&nbsp;

Ditulis Oleh:

SITI MASAYU  (155020500111022)

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*