RSS
 

Manfaat Daun Bidara

10 Dec

Tahukah anda jika pohon bidara ini memiliki banyak manfaat? Pohon bidara dikenal dengan nama latin Ziziphus Mauritiana. Pohon bidara banyak tumbuh di tempat yang kering. Di Indonesia bisa anda temukan salah satunya ada di pulau Sumbawa. Di pulau Sumbawa ini, pohon bidara tumbuh dengan subur, hampir disetiap tempat pohon bidara ini tumbuh dengan liar.

Pohon bidara memiliki cirri fisik dengan ukuran tinggi yang sedang saja, kurang lebih 15 meter. Yang paling menarik dari pohon bidara ini adalah daunnya. Sudah lama masyarakat percaya jika pohon bidara ini memiliki manfaat untuk kesehatan. Daun bidara memiliki cirri fisik dengan bentuk pohonya yang lonjong, warna hijau cerah. Selain pada daun, pohon bidara juga memiliki manfaat pada buah nya. Namun, dari sekian dari bagian pohon bidara, yang paling banyak memiliki manfaat adalah daun nya.

Kemudian, yang menjadi pertanyaan adalah, apa saja manfaat dan khasiat dari pohon bidara ini? simak penjelasan berikut ini.

Khasiat Daun Bidara

Daun bidara mempunyai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan manusia. Dari sekian banyak bagian dari tanaman ini, daun nya lah yang menjadi primadona nya.

  1. Mempercepat pemulihan flu,pilek, dsb
  2. Khasiat yang pertama dari daun bidara adalah mambantu mempercepat pemulihan penyakit yang disebabkan karena infeksi seperti pilek, flu dan sejenisnya. Mengapa demikian? Karena daun bidara mengandung antibacterial aktif yang sanggup untuk melawan infeksi bakteri maupun virus.

  3. Mempercepat pengeringan Luka
  4. Selain bisa berperan sebagai antibakterial aktif ternyata daun bidara diketahui memiliki kandungan senyawa antiseptik. Maka wajar jika daun bidara mampu membantu dalam proses mempercepat pengeringan luka. Luka sayat dan sejenisnya dapat dengan cepat pulih dengan senyawa antiseptic yang terdapat pada daun bidara. Jadi wajar jika daun bidara ini bisa sebagai obat fistula ani.

  5. Baik untuk kesehatan gigi dan tulang
  6. Banyak yang belum tahu manfaat dari daun bidara salah satunya untuk kesehatan gigi serta tulang. Mengapa demikian? Karena pada daun bidara banyak mengandung kalsium yang sangat tinggi. Jadi wajar jika daun bidara bisa membantu kesehatan gigi dan tulang.

  7. Berperan sebagai anti-inflamasi
  8. Peradangan sering terjadi pada tubuh khususnya area kulit. Daun bidara mengandung senyawa anti-inflamasi yang mampu meredakan peradangan yang terjadi. Sehingga bagian tubuh yang mengalami peradangan bisa berangsur-angsur membaik dan kembali normal.

Sekarang anda sudah tahukan apa manfaat dan khasiat dari daun bidara. Tidak ada salahnya anda menanam pohon bidara di rumah jika di rumah anda belum ada. Baca : cara mengeringkan luka. Semoga bermanfaat.

 

Kenali Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Kecantikan

07 Dec

Kelor dikenal dengan bahasa latin Moringa oleifera. Tanaman ini memiliki kandungan Vitamin C yang paling banyak dari pada tanaman lain. Kelor biasa dimanfaatkan sebagai penjaga stamina tubuh, untuk pencegah tanah lonsor, menyimpan air, serta biasa digunakan untuk memandika jenazah. Namun, tahukah anda jika ternyata kelor memiliki manfaat yang banyak diantaranya adalah sebagai berikut.

Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan dan Kecantikan

  1. Mengobati Herpes
  2. Daun kelor ialah salah satu tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat herpes untuk mengatasi penyakit herpes ini. anda bisa menghaluskan daun kelor ini kemudian anda tempelkan pada bagian yang terkena herpes.

  3. Mencegah kanker
  4. Kandungan antioksidan yang dipunyai daun kelor sangat tinggi. Selain memiliki kandungan antioksidan, daun kelor juga mempunyai kandungan potasium yang berlimpah, sampai daun ini dipercaya sebagai obat herbal yang bisa mencegah kanker. Manfaat yang ada pada daun kelor ialah bisa memperlambat bahkan juga bisa menghentikan dan juga menyingkirkan kanker yang terdapat pada tubuh.

  5. Menyehatkan kulit
  6. Daun kelor mempunyai kandungan berupa vitamin C dan juga antioksidan yang sangat tinggi, antioksidan dan vitamin C ini sangatlah baik bagi kesehatan kulit. Anda bisa mendapatkan manfaat daun kelor ini untuk kulit dengan cara, menyajikan daun kelor sebagai sayur. Anda bisa mengkonsunsi daun kelor ini sehingga kulit semakin halus serta sebagai solusi cara menghilangkan jerawat. Tidak hanya dengan cara di olah sebagai sayuran, anda juga bisa menumbuk daun kelor sampai halus serta menjadikan daun kelor sebagai masker wajah yang bisa membuat kulit wajah semakin halus dan juga cantik.

  7. Mengatasi diabetes
  8. Daun kelor dipercaya juga bisa mengatasi penyakit diabetes. Jika anda mengkonsumsi daun kelor secara rutin maka bisa mengurangi kadar gula dalam darah.

  9. Mengobati Sariawan
  10. Daun kelor menjadi salah satu daun yang memiliki kandungan vitamin C paling banyak. Vitamin C ialah vitamin yang sangat ampuh untuk mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan kesehatan mulut serta badan. Karena hal tersebut maka wajar jika daun kelor bisa dimanfaatkan sebagai obat sariawan. Caranya mudah saja, tinggal anda masak sebagai sayur untuk lauk makan. Baca : cara menghilangkan bekas jerawat

  11. Menyehatkan mata
  12. Kandungan vitamin A yang ada terdapat pada daun kelor bermanfaat untuk kesehatan mata. Daun kelor juga bisa digunakan untuk mengobati penyakit mata. Bagaimana caranya? Mudah saja, tinggal anda rebus di dalam air. Kemudian air rebusan daun kelor tersebut anda basuhkan pada mata yang sakit. Lakukan setiap hari hingga mata membaik

 

Golden Rice

30 Dec

Berbicara mengenai bioteknologi pada masa modern ini, pasti tak akan terlepas dari istilah  yang namanya teknologi transgenik. Transgenik sendiri terdiri dari dua kata yakni trans dan gen. Trans yang berarti pindah. Sedangkan gen yang berarti pembawa sifat. Sehingga, transgenik adalah memindahkan gen dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya, baik dari satu tanaman ke tanaman lainnya, atau dari gen hewan ke tanaman.

Tanaman transgenik adalah tanaman yang telah disisipi atau memiliki gen asing dari spesies tanaman yang berbeda atau makhluk hidup lainnya. Gen yang telah diidentifikasi dan diisolasi, kemudian dimasukkan ke dalam sel tanaman melalui suatu sistem.  Tanaman inilah yang kemudian disebut sebagai tanaman transgenik. Penggabungan gen asing ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman dengan sifat-sifat yang diinginkan. Sebagian besar rekayasa atau modifikasi sifat tanaman dilakukan untuk mengatasi kebutuhan pangan penduduk dunia yang semakin meningkat. Tak hanya itu, rekayasa ini juga untuk mengatasi permasalahan kekurangan gizi manusia sehingga pembuatan tanaman transgenik juga menjadi bagian dari pada pemuliaan tanaman.

Salah satu contoh tanaman transgenik adalah golden rice. Golden rice adalah padi varietas baru yang berhasil didapatkan melalui sebuah temuan mutakhir dalam bidang bioteknologi tanaman pangan yang bukan merupakan hasil dari persilangan biasa (breeding). Golden rice merupakan padi transgenik hasil rekayasa genetika dimana produk akhirnya dihasilkan tanaman padi yang mengandung beta karoten (pro vitamin A) pada bagian endospermanya. Di dalam tubuh manusia beta karoten ini akan diubah menjadi vitamin A.

Pada umumnya endosperma pada padi biasa tidak menghasilkan beta karoten sehingga padi yang dihasilkan akan berwarna putih sampai putih kusam. Namun lain halnya dengan padi hasil rekayasa genetika ini yang ternyata terdapat kandungan beta karoten pada bagian endospermanya yang menyebabkan warna beras tersebut seperti kuning keemasan. Warna berasnya yang keemasan itulah yang menyebabkan varietas ini disebut dengan golden rice. Golden rice ini memiliki bentuk dan ukuran yang sama seperti beras pada umumnya. Dengan warna kuning keemasannya, yang menjadi perbedaan dengan beras kebanyakan.

Penggunaan rekayasa genetika untuk produksi golden rice ini disebabkan karena tidak ada plasma nutfah padi yang mampu untuk mensintesis karotenoid.  Pendekatan transgenik dapat dilakukan karena adanya perkembangan teknologi transformasi dengan Agrobacterium dan ketersediaan informasi molekuler biosintesis karotenoid yang lengkap pada bakteri dan tanaman.  Dengan adanya informasi tersebut terdapat berbagai pilihan cDNA.  Produksi prototype golden rice menggunakan galur padi japonica (Taipe 309), teknik transformasi menggunakan agrobacterium dan  beberapa gen penghasil beta karoten tanaman daffodil hingga bakteri.

 

Golden rice ini awalnya bermula dari sebuah keprihatinan. Salah satu penyebab rentannya anak-anak terkena penyakit adalah kekurangan nutrisi mikro seperti vitamin A atau zat besi. Bila hal tersebut terjadi, sistem kekebalan tubuh mereka akan menurun dan perkembangan tubuh akan terganggu dengan akibat fatal kematian. Di Negara berkembang seperti Amerika Latin, Asia, dan Afrika, jutaan anak-anak terancam buta karena kekurangan vitamin A.

Menurut UNICEF, jumlah anak yang meninggal akibat kekurangan vitamin A adalah sekitar 1,15 juta per tahun. Di negara-negara berkembang, sebanyak 500 ribu orang yang rata-rata adalah anak-anak mengalami kebutaan akibat kekurangan vitamin A, dan separuhnya meninggal dunia akibat kebutaan tersebut. Vitamin A banyak terkandung dalam buah-buahan dan sayuran yang berwarna merah, kuning, dan oranye. Misalnya saja pepaya, tomat, dan wortel.

Kebanyakan kasus kekurangan gizi ini terjadi pada keluarga-keluarga yang kurang mampu. Mereka tidak mampu mengonsumsi buah dan sayur tersebut secara rutin demi memenuhi kebutuhan vitamin A karena keterbatasan ekonomi mereka. Sehingga makanan mereka sehari-hari tidak bervariasi dari buah, sayuran dan hewan. Hal itulah yang menyebabkan kebutuhan tubuh terhadap berbagai nutrisi tidak terpenuhi. Hal ini sangat berbahaya bila terjadi pada anak-anak karena akan mempengaruhi perkembangan tubuh mereka.

Salah satu upaya untuk menghindari kekurangan nutrisi tersebut adalah dengan mengonsumsi makanan pokok yang mengandung gizi tinggi. Beras merupakan salah satu makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat di negara berkembang. Sehingga akan sangat menguntungkan apabila beras memiliki kandungan provitamin A.

Rekayasa padi golden rice ini memang baru terdengar saat keberhasilan tersebut termuat dalam jurnal Science pada tahun 2000. Namun sebenarnya sekitar sepuluh tahun sebelumnya, ilmuwan Jepang telah mengawali mengisolasi gen yang menyandi jalur biosintesa karotenoid dari bakteri fitopatogenik Erwinia uredovora. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa gen CrtI mengkode enzim phytoene desaturase yang bertanggung jawab untuk mengubah phytoene menjadi lycopene.

Beberapa tahun berselang, ilmuwan Eropa melaporkan bahwa di dalam biji padi terdapat bahan dasar (prekusor) untuk biosintesa karotenoid, termasuk beta-karoten, yaitu geranyl geranyl diphosphate (GGDP). Namun secara alami biji padi tidak menghasilkan phytoene karena terjadi penghambatan fungsi dari enzim phytoene synthase (PHY) dalam mengubah GGDP menjadi phytoene.

Meskipun demikian, penghambatan fungsi enzim tersebut bisa dihilangkan dengan cara mengintroduksi gen phy dari tanaman daffodil (bunga narsis/ bakung) dengan menggunakan promoter spesifik untuk endosperma. Selain phy dan CrtI, masih ada satu enzim lagi yang diperlukan untuk mengubah lycopene menjadi beta karoten yaitu lycopene cyclase (LYC) yang juga berasal dari tanaman daffodil.

Transformasi dengan menggunakan Agrobacterium menunjukkan bahwa modifikasi jalur biosintesa beta karoten berhasil dilakukan. Hal ini terbukti berdasarkan hasil analisa fotometrik dengan menggunakan HPLC (high-performance liquid chromatography) yang menunjukkan adanya karotenoid, termasuk beta karoten, pada golden rice yaitu 1.6 mikrog/g. Keberhasilan ini dilanjutkan dengan uji coba pada varietas yang berbeda seperti indica (IR 64) dan japonica (Taipei 309). IR 64 dan Taipei 309 dipilih karena kedua varitas tersebut paling banyak digemari di kawasan Asia, terutama Asia Tenggara dan China. Namun demikian, hasil yang dicapai masih kurang memuaskan karena kandungan karotenoid pada varitas IR 64 dan Taipei 309 tersebut masih tergolong rendah yaitu berturut-turut 0.4 mikrog/g dan 1.2 mikrog/g.

Penelitian peningkatan kandungan beta karoten pada golden rice terus dilakukan selama kurang lebih lima tahun. Fokus riset masih bertumpu pada tingkat efisiensi ke-3 jenis gen yang telah diintroduksikan yaitu psy, crtI dan lyc. Sehingga pada akhirnya para ahli tersebut merumuskan hipotesa bahwa gen psy-lah yang paling berperan dalam jalur biosintesa karotenoid tersebut.

Untuk menguji kebenaran hipotesa tersebut, mereka mengisolasi dan menguji efisiensi gen psy dari berbagai tanaman seperti arabidopsis, wortel, paprika, jagung, tomat, bahkan padi sendiri. Pengujian awal dilakukan dengan cara overeskpresi gen-gen psy pada callus jagung. Callus dipilih karena sifat integrasinya yang stabil terhadap gen yang ditransformasikan (transgene).

Seleksi efisiensi dilakukan berdasar jumlah karotenoid yang diproduksi dan warna callus (intensitas warna) yang menunjukkan tingkat efisiensi transgene. Gen psy dari jagung menunjukkan tingkat efisiensi paling tinggi dibanding dengan psy dari tanaman lainnya. Berdasar pada hasil tersebut, maka transfromasi pada padi dilakukan dengan menyisipkan gen psy dari jagung bersama dengan gen crtI. Hasil yang dicapai bisa dibilang memuaskan karena kandungan karotenoid pada biji golden rice 2 mencapai 37 mikrog/g, yang berarti 23 kali lipat dibanding golden rice generasi pertama. Dari total karotenoid tersebut, 31 mikrog/g-nya adalah beta karoten.

RDA (recommended daily allowance) dari vitamin A untuk anak-anak berumur 1 sampai 3 tahun adalah 300 mikrog. Sedangkan faktor konversi beta karoten (provitamin A) dari total makanan adalah 12. Dengan menggunakan faktor konversi tersebut maka bisa dibuat semacam hitungan sederhana yaitu 24 mikrog/g provitamin A, sehingga 72 gram berat kering golden rice 2 mampu menyediakan 50% RDA untuk anak-anak. Hal ini menunjukkan bahwa golden rice 2 memiliki sebuah potensi yang besar untuk menyelamatkan anak-anak dari kekurangan vitamin A.

Munculnya golden rice pada tahun 2000 tersebut langsung mendapat reaksi keras dari para oposisi GMO (genetically modified organism). Sebagian masyarakat tidak menyetujui budidaya padi emas karena adanya kekhawatiran akan terjadinya perubahan lingkungan atau ekosiste. Mereka takut golden rice yang ditanam dapat menularkan sifat mutasinya ke tanaman alami lain. Hal ini mungkin terjadi bila golden rice ditanam bersama padi jenis lain dalam satu lahan yang berdekatan sehingga polen (benang sari) golden rice dapat membuahi padi lain. Hal lain yang ditakutkan adalah apabila sifat yang diciptakan oleh ilmuwan ternyata bisa berubah dan melenceng jauh dari yang diharapkan. Masyarakat juga takut mengonsumsi golden rice karena takut akan membahayakan kesehatan.

Namun polemik yang muncul tersebut tidak mematahkan semangat dua peneliti utama golden rice, yaitu Ingo Potrykus dan Peter Beyer, untuk terus berkarya dan melakukan penelitian dengan tujuan lebih meningkatkan kandungan beta karoten pada biji padi. Bahkan untuk menjawab polemik yang muncul tersebut, Ingo Potrykus menulis sebuah artikel dalam jurnal Plant Physiology dengan judul “Golden Rice and Beyond” yang merupakan penjelasan menyeluruh terhadap status golden rice dan bagaimana seharusnya masyarakat umum menyikapinya.

Perlu digaris bawahi bahwa, secara umum tanaman pangan transgenik merupakan tanaman yang dianalisa secara paling baik dalam sejarah. Proses pengujian resikonya dilakukan secara detail dan hati-hati. Demikian juga dengan golden rice yang telah menjalani berbagai tes sejak pertama kali dibuat. Tes tersebut meliputi:

  1. Investigasi dan pendalaman mengenai modifikasi biosintesis karotenoid pada endosperma.
  2. Dari 2000 tanaman transgenik yang dibuat 10 tanaman yang dipilih secara hati-hati untuk memenuhi keperluan regulasi yang berhubungan dengan struktur genetik.
  3. Gene expression profiling dari ribuan gen telah dilakukan, dengan hasil tidak adanya perubahan ekspresi dibandingkan dengan tetuanya.
  4. Potensi alergenik tidak terbukti melalui analisa bioinformasi terhadap protein dari gen transgenik.
  5. Kemudahan protein dari gen transgenik dicerna oleh simulasi cairan perut telah diperlihatkan.
  6. Tes untuk ketersediaan dan perubahan beta karoten menjadi retinol telah dilakukan pada orang dewasa di USA dengan hasil baik dan anak-anak di China.

 

Pengujian juga dilakukan pada dampak terhadap lingkungan. Analisa dampak terhadap lingkungan dilakukan dengan melihat kemungkinan berpindahnya gen dari tanaman transgenik ke tipe liar dan perubahan tanaman transgenik menjadi gulma. Sejauh ini, ahli ekologi dan mereka yang menentang teknologi transgenik menilai bahwa tidak ada pengaruh lingkungan dari padi emas karena secara alami semua tanaman memproduksi karetinoid dalam jumlah yang tinggi. Sehingga endosperma beras yang mengandung beta karoten tidak akan membentuk satu jenis substan baru di lingkungan. Hal yang masih diperdebatkan sampai saat ini adalah dampak introgresi gen transgenik ke tipe liar yang dianggap dapat mengancam biodiversitas lokal atau mengubah pola tani tradisional. Peralihan fungsi tanaman transgenik menjadi gulma didasari pada sifat dasar tanaman untuk menjadi gulma dengan tingkatan yang beragam.

Regulasi terhadap tanaman transgenik melalui berbagai uji keamanan hayati diharapkan dapat memberikan jaminan bahwa tanaman transgenik yang telah melewati regulasi aman untuk masyarakat. Banyaknya kasus gizi buruk termasuk kekurangan vitamin A menjadikan golden rice sebagai makanan pokok yang dapat membantu mensuplai vitamin A bagi mereka yang tidak mampu membeli makanan yang mengandung vitamin A dalam memenuhi asupan kebutuhan gizi sehari-hari.

 

 

 

 

 

Daftar pustaka

Anonymous. 2005. The Golden Rice Project. http://www.golden rice.org. Diakses pada tanggal 29 Desember 2013 pukul 08.00 WIB

Emeritus, et al. 2001. Plant Physiology. Vol. 125 no. 3 1157-1161. http://www.plantphysiology.org. Diakses pada tanggal 29 Desember 2013 pukul 08.20 WIB

Hadiarto, T. 2011. Padi Emas: Salah Satu Jawaban untuk Kebutuhan vitamin A. Diakses pada tanggal 29 Desember 2013 pukul 08.05 WIB

Ivan, F.X. 2005. The End of Golden Rice Controversy. Atma Nan Jaya. Volume 20 no. 2. http://lib.atmajaya.ac.id. Diakses pada tanggal 29 Desember 2013 pukul 08.30 WIB

 

 

 

 
 

Change Your Fuel Change The World

30 Dec

siti laily khusniahSering kali kita mendengar kata pemanasan global di telinga kita. Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang penting bagi kehidupan manusia di muka bumi. Salah satu penyebabnya adalah emisi gas efek rumah kaca akibat dari pemakaian bahan bakar fosil seperti minyak bumi.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa setiap hari jumlah kendaraan semakin bertambah. Polusi udara pun semakin meningkat. Hal ini tak lain disebabkan oleh penggunaan bahan bakar minyak bumi tersebut. Hasil dari pembakaran bahan bakar minyak bumi ini menghasilkan gas karbondioksida yang menyebabkan timbulnya polusi udara. Polusi udara akan menyebabkan terjadinya efek rumah kaca yang berakhir pada adanya pemanasan global.

Di sisi lain, jumlah cadangan daripada minyak bumi sendiri semakin lama semakin habis karena tidak bisa diperbarui. Sedangkan kebutuhan kita akan minyak bumi semakin tinggi tiap harinya. Bisa dipastikan bahwa kita akan mengalami krisis energi apabila tidak ditemukan bahan bakar lain yang bisa menggantikan bahan bakar minyak bumi.

Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mengganti bahan bakar minyak bumi dengan bahan bakar yang bisa diperbarui. Dengan demikian kita tidak perlu khawatir akan krisis energi. Selain itu diupayakan pula bahan bakar yang ramah lingkungan sehingga tidak menimbulkan adanya polusi.

Salah satu alternatif yang bisa kita lakukan adalah dengan menggunakan biodiesel. Biodiesel memiliki sifat yang hampir sama dengan dengan bahan bakar dari minyak bumi. Sehingga biodiesel mampu menggantikan dari pada penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar. Dengan begitu, kita bisa mengurangi penggunaan bahan bakar minyak bumi.

Biodiesel merupakan bahan bakar yang bisa kita dapatkan dari minyak tumbuh-tumbuhan. Biodiesel bisa kita peroleh dengan cara yang cukup sederhana, yakni melalui budidaya tanaman penghasil biofuel. Salah satunya adalah bunga matahari. Bisa dipastikan bahwa biodiesel bisa meminimalisir dari penggunaan bahan bakar minyak bumi yang tidak bisa diperbarui.

Biodiesel ini juga ramah lingkungan. Biodiesel menghasilkan sedikit gas emisi karbondioksida dibandingkan bahan bakar dari minyak bumi.  Dengan demikan kita bisa mengontrol polusi udara. Sehingga efek dari pada pemanasan globl bisa dikurangi. Selain itu, biodiesel tidak beracun serta mampu memperpanjang umur mesin kendaraan.

Oleh sebab itu, marilah kita beralih menggunakan biodiesel. Dengan begitu kita bisa mengurangi penggunaan bahan bakar minyak bumi. Tak hanya itu, dengan biodiesel kita bisa melindungi bumi kita dari pemanasan global.

Change your fuel, change the world.

 

 
 

Hello world!

23 Dec

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!