RSS
 

SISDAL-KLIPING ALIH FUNGSI LAHAN DI DESA JENGGOLO KECAMATAN KEPANEN KABUPATEN MALANG

14 Feb

Dalam tulisan ini yang akan dibahas adalah salah satu kasus yang ada di Kota Malang, dimana kota ini sering dikenal oleh banyak orang dengan tempat wisatanya. Akan tetapi di lain sisi di Kota Malang ini banyak permasalahan tentang lingkungan yang masih belum diketahui oleh orang awam. Salah satu diantaranya adalah adanya alih fungsi lahan pertanian sebagai lahan pemukiman.
Kasus tersebut berada di desa Jenggolo kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Wilayah desa Jenggolo yang memiliki luas persawahan mencapai 90 hektar selalu terancam oleh pengalih fungsian sebagai tempat permukiman dan usaha. Upaya mempertahankan lahan sawah sebagai area pertanian di Kabupaten Malang terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP).
Alih fungs lahan tersebut mayoritas digunakan sebagai lokasi pemukiman, sehinga hal tersebut menjadikan warga menjadi resah, karena menurut pendapat salah satu warga yaitu, “Ini yang kami rasa harus disadari semuanya. Karena lahan persawahan di Desa Jenggolo menjadi salah satu penyumpang utama produksi padi di Kabupaten Malang hingga mengalami surplus,” kata Nasri Abdul Wahid, Rabu (31/1/2018). Dijelaskan Nasri, hingga kini di persawahan desa Jenggolo masih melakukan panen padi sebanyak dua kali dalam setahun. Kondisi panen di persawahan Desa Jenggolo masih bisa tingkatkan panennya menjadi tiga kali dalam setahun dengan adanya irigasi mencukupi dan alat mesin pertanian (Alsintan) yang lengkap.
Tetapi pernyataan tersebut seolah tidak menjadi pecutan bagi pemerintah ataupun masyarakat lainnya. Pasalnya lahan pertanian di desa tersebut hingga saat ini semakin berkurang akibat penggunaan lahan, sehingga hasil produksinyapun menurun. Untuk dapat meningkatkan hasil produksi tersebut maka kelompok tani di desa tersebut sedang melakukan suatu upayah untuk dapat mewujudkannya.
“Untuk itu, sebaiknya Poktan di Desa Jenggolo bisa mengajukan bantuan pada pemerintah untuk Alsintan, agar bisa melakukan tanam tiga kali dalam setahun,” ujar Nasri.
Kondisi tersebut memang harus dipertahankan dengan mempertahankan lahan persawahan dari pengalih fungsian menjadi permukiman sebagai dampak perkembangan ibu Kota Kabupaten Malang.
“Jadi rasanya sayang sekali bila Desa Jenggolo dengan areal sawah seluas 90 hektar dengan hasil produksi setiap hektar padi mencapai 8-9 ton dialih-fungsikan”.

Sumber : http://suryamalang.tribunnews.com/2018/01/31/pemkab-malang-upaya-pertahankan-lahan-sawah-dari-perubahan-fungsi diakses pada tanggal 07/02/2018 Pukul 19:41

 
 

TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS LANSEKAP STUDI KASUS BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG

14 Feb

TUGAS TERSTRUKTUR ANALISIS LANSEKAP

STUDI KASUS BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG

Disusun Oleh :

UmmiAmalinaPuteri 155040200111117
OctavianusMalau 155040200111244
Sifa’ulJanahtin 155040201111195
Katonawang Gellar B. 155040207111030
KhanzaAmaladewi S. 155040207111118

Kelas C
Kelompok 5

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2018
A. Alasan Malang Dikelilingi Banyak Gunung
Bumi mempunyai struktur tertentu yaitu kerak bumi, lapisan selubung, dan inti bumi yang dapat memicu terjadinya dinamika dari bagian inti bumi yaitu tektonik dan gunungapi. Tektonik gunungapi merupakan dinamika bumi utama yang menghasilkan bentukan-bentukan muka bumi makro, erosi, transportasi dan sedimentasi membentuk bentukan muka bumi mikro, seperti lembah-lembah dan daratan.
Gunung terjadi karena adanya proses gaya tektonik yang bekerja dalam bumi yang disebut dengan orogenesis dan epeirogenesis. Dalam proses orogenesis ini sedimen yang terkumpul menjadi berubah bentuk karena mendapat gaya tekan dari tumbukan lempeng tektonik. Ada tiga tipe tumbukan lempeng tektonik, antara lempeng busur kepulauan dan benua, lautan dan benua, dan antara benua dengan benua. Sedangkan dalam proses epeirogenesis merupakan gerakan yang membentuk benua yang bekerja sepanjang jari-jari bumi. Proses ini juga disebut gerakan radial karena gerakan mengarah atau menjauhi titik pusat bumi dan terjadi pada daerah yang sangat luas sehingga prosesnya lebih lambat dibandingkan dengan proses orogenesis (Rosyanti, 2015).
Akibat tumbukan lempeng dari proses tektonik maka Indonesia mempunyai 129 buah gunung api aktif atau sekitar 13 % dari gunung aktif di dunia sepanjang Sumatera, Jawa sampai laut banda. Bukit barisan 30 buah, Pulau Jawa 35 buah, Pulau Bali – Kepulauan Nusa Tenggara 30 buah, kepulauan Maluku 16 buah, dan sulawesi 18 buah yang dikategorikan aktif. Gunungapi terdapat di seluruh dunia, tetapi lokasi gunung berapi berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik “Pasific Ring Fire” (Rosyanti, 2015). Oleh karena mengapa daerah Malang Raya dikelilingi oleh banyak gunung akibat adanya bentukan dari lempeng-lempeng tersebut.

B. Bencana Tanah Longsor pada Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang Menyebabkan Akses Jalan Terhambat

Menurut data pemerintah Malang Kota, Struktur tanah pada daerah Malang umumnya relatif baik, namun sayangnya struktur tanah di Malang sangat peka terhadap erosi. Hal ini sesuai dengan data rekap bencana oleh BPBD Malang tahun 2016 dimana data kejadian Bencana di Malang didominansi oleh Longsor. Beberapa diantaranya ialah bencana longsor yang barusaja terjadi di akses jalur Batu-Jombang didaerah sekitar Ngantang. Tanah longsor terjadi sebagai akibat dari hujan deras yang kemudian menggerus plengsengan dan mengakibatkan plengsengan ambrol ke badan jalan.
Gejalaumumtanahlongsorditandai denganmunculnyaretakan-retakandilereng yang sejajardenganarahtebing, biasanyaterjadisetelahhujan, munculnyamata air barusecaratiba-tibadantebingrapuhsertakerikilmulaiberjatuhan.Faktorpenyebablainnyaadalahsebagaiberikut:
1. Hujan
Ancamantanahlongsorbiasanyadimulaipadabulan November karenameningkatnyaintensitascurahhujan.Musimkering yang Panjangakanmenyebabkanterjadinyapenguapan air di permukaantanahdalamjumlahbesar. Hal itumengakibatkanmunculnyapori-poriatauronggatanahhinggaterjadiretakandanmerekahnyatanahpermukaan.Ketikahujan, air akanmenyusupkebagian yang retaksehinggatanahdengancepatmengembangkembali. Padaawalmusimhujan, intensitashujan yang tinggibiasanyaserngterjadi, sehinggakandungan air padatanahmenjadijenuhdalamwaktu yang singkat.Hujanlebatpadaawalmusimdapatmenimbulkanlongsorkarenamelaluitanah yang merekah air akanmasukdanterakumulasidibagiandasarlereng, sehinggamenimblkangerakan lateral. Bilaadapepohonandipermukaannya, tanahlongsordapatdicegahkarena air akandiserapolehtumbuhan. Akartumbuhanjugaakanberfungsimengikattanah.
2. LerengTerjal
Lerengatautebing yang terjalakanmemperbesargayapendorong. Lereng yang terjalterbentukkarenapengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angina.Kebanyakansudutlereng yang menyebabkanlongsoradalah 1800apabilaujunglerengnyaterjaldanbidanglongsornyamendatar.
3. AdanyaBebanTambahan
Adanyabebantambahinsepertibebanbangunanpadalereng, dankendaraanakanmemperbesargayapendorongterjadinyalongsor, terutama di sekitartikunganjalanpadadaerahlembah. Akibatadanyaseringterjadinyapenurunantanahdanretakan yang arahnyakearahlembah.
4. PenggundulanHutan
Tanah longsorumumnyabanyakterjadi di daerah yang relativgunduldimanapengikatan air tanah yang sangatkurang.
C. Kondisi Lansekap Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang
Kecamatan Ngantang terletak di Kabupaten Malang yang terletak antara 7 ° 48¹ 15˝ – 7° 57¹ 25˝ antara 112° 18¹ 30˝ BT – 112° 26 ¹ ˝ 30 BT. Kecamatan Ngantang berada pada ketinggian 500 – 700 m dpl (di atas permukaan laut) yang mana termasuk dataran tinggi. Ada beberapa gunung yang berada di sekitar kawasan ini, diantaranya adalah gunung Kelud yang berada di sebelah barat daya dan gunung Kawi yang berada pada sebelah tenggara. Selain itu, pada Kecamatan Ngantang juga mengalir sungai, yakni sungai Konto.
Sumber : Google Map
Keterangan diatas menunjukkan bahwa bentuk lahan pada Kecamatan Ngantang terbagi menjadi dua berdasarkan proses terbentuknya, yaitu :
1. Landform Vulkanik
Menurut Disaputro (2012),landform vulkanik adalah landform yang terbentuk dari aktifitas gunung berapi. Letusan gunung berapi dapat menyebabkan perubahan bentuk dataran. Misalnya karena kekuatan endogen saat letusan berlangsung, ataupun karena material yang dikeluarkan gunung berapi. Landform vulkanis biasanya memiliki tanah yang subur karena mengandung banyak mineral. Kecamatan Ngantang berada diantara gunung-gunung, yang berarti wilayahnya didominasi oleh landform vulkanik.
2. Landform Fluvial
Menurut Iskandar (2013), landform fluvial adalah proses yang terjadi di alam yang mengakibatkan perubahan bentuk permukaan bumi yang disebabkan oleh air mengalir. Dalam hal ini yang menyebabkan bentukan lahan fluvial adalah aktivitas sungai Konto yang mengalir melalui Kecamatan Ngantang yang kemudian menyebabkan perubahan oleh karena proses erosi maupun sedimentasi.

DAFTAR PUSTAKA
Disaputro, S. 2012. Geomorfologi Dasar. Catatan Kuliah. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.
https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3728374/ada-longsor-di-ngantang-hindari-jalur-kota-batu-jombang
Iskandar, D. 2013. Bentuk Asal Fluvial. Jakarta: Bina Aksara.
Nandi, 2007.Longsor.JurusanPendidikanGeografi-UPI
Rosyanti, Lilin. 2015. Proses Terjadinya Gunung. Jakarta : Republika Penerbit

 
 

Hello world!

14 Feb

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!