Monthly Archives: October 2010

31 October 2010
Comments Off on

By : Mbarep Aji Prio Utomo (si ajong)

0810440101

Pengantar Arsitektur Lanskap (E)


STANDART TAMAN KOTA

  1. Taman kota berada di tempat yang strategis sehingga mudah diakses oleh semua masayarakat, baik anaka kecil, remaja, dewasa, orang tua, kaya, atau miskin.
  2. Semua yang ada di taman kota tersebut dapat dimanfaatkan dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
  3. Dibangun fasilitas-fasilitas publik yang dapat membuata pengunjung betah, nyaman, dan senang. Fasilitas tersebut berupa jalan setapak, tempat duduk yang dinaungi pepohonan, tempat bermain dan olah raga, jalanan berbatu untuk kesehatan, toilet, tempat parkir kendaraan, dan yang paling terpenting adalah tempat sampah yang tersebar di beberapa sudut taman.
  4. Bentuk taman yang ada biasanya berbentuk kawasan atau memanjang,
  5. Taman-taman kota bersifat terbuka dan intinya tanpa bangunan, hal tersebut dapat membuat taman kota terlihat luas, pengunjung dapat menikmati hamaparan taman yang ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman, mulai dari hamaparan rumput yang dapat dimanfaatkan sampai pohon-pohon yang rindang, tanapa terhalangi oleh bangunan, yang seakan-akan mebatasi penglihatan.
  6. Memiliki fungsi hidrologi, ekologi, sosial ekonomi dan kesehatan. Taman mampu meningkatkan kandungan air tanah (jumlah dan kualitas air tanah), membangun jejaring habitat hidupan liar (contoh untuk burung), menurunkan tingkat pencemaran udara, meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan jumlah wisatawan, konservasi situs alami sejarah, dan mereduksi pengaruh “urban heat island”.

Alun – alun Kota Malang

Daerah Malang Raya sudah terkenal sebagai daerah wisata sejak zaman kolonial belanda dulu. Letaknya yang di dataran tinggi dan dikelilingi oleh pegunungan yang membuat kota malang ini memiliki iklim yang sejuk. Pada zaman dahulu tepatnya pada masa kolonial belanda, kota malang merupakan kota peristirahatan dan tempat tinggal bagi orang Belanda.

Pada tahun 1920an, perencanaan kota Malang dibuat oleh Ir. Thomas Kartsen. Perencanaanya merupakan fenomena baru bagi perencanaan kota-kota di Indonesia, kaidah – kaidah perencanaan modern telah memberikan suatu warna baru bagi bentuk tata ruang kota, seperti penggunaan pola boulevard, bentuk – bentuk simetri yang menonjol dan sangat disukai pada periode renaissance. Karena keindahannya kota malang pernah diikutkan dalam kontes tata kota di Paris pada zaman kolonial belanda.

Bagi saya, berjalan – jalan di kawasan – kawasan peninggalan belanda di kota malang merupakan wisata kota yang murah untuk merefresh kembali otak setelah beraktifitas. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas salah satu kawasan favorit saya yakni Alun – alun Kota Malang.

Alun – alun priode kolonial

Kota malang dibawah pemerintahan kolonial belanda, berawal dari kekalahan pasukan suropati Pasuruan, sekitar 1707. Pada awalnya, kota malang dapat dikategorikan sebagai kota agraris. Semakin kuatnya pemerintah kolonial Belanda untuk menguasai perkebunan, merubah kota Malang menjadi kota administrasi. Ciri tersebut, terlihat dari susunan spasial kota, berpusat di sekitar Alun – Alun.

Pada lingkaran di sekeliling Alun – alun Malang, terdapat rumah kediaman Bupati. Kawasan ini, juga terdapat bangunan – bangunan seperti gedung pemerintahan, masjid, gereja, penjara, serta kantor Bank.

karakter Alun – alun masa kolonial Belanda

Wajah Alun – alun sekarang

Alun-alun kota Malang sekarang berfungsi menjadi taman dan lahan hijau yang menjadi public space kota. Banyak keluarga yang menghabiskan waktu menikmati sore di bangku-bangku yang tertata rapi di areal alun-alun. Sekedar menikamti keramaian, pertunjukan topeng monyet atau member makan ratusan burung Merpati yang menjadikan alun-alun ini markas mereka. Pohon-pohon beringin raksasa meneduhi alun-alun ini memagari air mancur di tengahnya sehingga menjadi tempat melepas penat yang nyaman setelah berbelanja di pusat perbelnjaan yang tersebar di seputar Alun-alun.

Seiring perjalanan waktu, mengubah system ekonomi, sistem pemerintahan, perkembangan teknologi, dan mosaik –mosaik pembentuk karekter kawasan alun – alun semakin bertambah. Kondisi aktual kawasan alun – alun kota Malang, menunjukkan gejala penurunan kualitas fungsional serta kualitas ekspresif. Penurunan fungsional, antara lain karena semakin luasnya daerah layanan dan pembangunan secara sporadis (tidak terkendali). Penurunan kualitas ekspresif, diantaranya semakin bnyak penataan dan tampilan bngunan tanpa keharmonisan, tanpa kesatuan, dan bahkan tanpa kaidah arsitektural.

GALERIFOTO:

Photo by : si ajong

Pantai Balekambang

18 October 2010
Comments Off on Pantai Balekambang


Pantai memiliki tiga pulau dengan jarak sekitar seratus meter masing-masing, dua di antaranya telah terhubung satu meter dengan lebar jembatan ke pantai, Balekambang menawarkan suasana yang berbeda dari resort pantai di bagian Selatan Kota Malang. Satu dari tiga pulau bernama pulau Ismoyo memiliki candi Hindu, didirikan oleh Hinduists lokal.Setiap tahun, ritual dan upacara tradisional Jalanidhipuja (upacara Hindu) dan Suran (Jawa upacara Tahun Baru) yang diadakan setiap tahun di sini. Di area parkir, warung, inns, toko suvenir, dan lain pariwisata telah memberikan fasilitas bagi pengunjung. Indah pantai ini terletak di desa Srigonco, Bantur kabupaten, sekitar 57 km ke selatan dari Malang dan dapat diakses dengan transportasi umum.

ijen Boulevard

18 October 2010
Comments Off on ijen Boulevard


Di Jalan Ijen merupakan jalur hijau yang di hiasi bunga Bougenvil dan pohon Palem dengan latar
belakang perumahan bergaya kolonial Belanda.
Pada saat tertentu, kawasan ini digunakan
event “Malang Tempoe Doeloe”, dimana kita akan merasakan hidup pada jaman dulu, dilengkapi dengan suasana dan panganan khas tempo dulu.

Songgoriti, Negeri di Atas Awan

18 October 2010
Comments Off on Songgoriti, Negeri di Atas Awan

SEJUK selalu menyeruak di Kota Batu, Malang Jawa Timur yang berhias Gunung Arjuno, Gunung Semeru, Gunung Kawi dan Gunung Panderman. Ranumnya buah apel yang menggantung di dahan-dahan pohon semakin menambah indahnya suasana kota ini.

Dan pernahkan Anda menyusurinya lebih jauh kota yang sejak jaman Belanda dulu sengaja didesain sebagai tempat peristirahatan mereka. Sekitar 2 kilometer dari alun-alun Kota Batu tepatnya di Desa Songgokerto terdapat objek wisata Songgoriti. Di situ dapat dijumpai perpaduan keindahan alam, budaya, sejarah bahkan hiburan.

‘Selamat Datang di Wisata Songgoriti’ demikian kalimat yang tertulis di gapura yang berdiri megah tepat di pinggir jalan poros Kota Batu, akses menuju Kabupaten Kediri.

Bila Anda naik angkutan umum, turun di depan gapura tukang ojek pasti langsung menyambut dan siap mengantar Anda masuk ke pusat objek wisata. Atau bila ingin menikmati panorama alam yang menyehatkan, bisa berjalan kaki karena hanya berjarak sekitar 1 kilometer untuk sampai di lokasi.

Objek wisata Songgoriti ibarat negeri di atas awan. Berada di lereng pegunungan, seperti di lembah yang dikelilingi pepohonan menjulang tinggi.

Sepanjang mata memandang terlihat pepohonan hijau menyejukkan mata. Bangunan hotel dan villa tertata rapi. Begitu eksotisnya tempat ini, ketika pagi hari kabut tipis menyelimuti seluruh kawasan. Matahari memancarkan sinar, kabut perlahan pergi dibarengi irama alam kicauan burung liar mewarnai suasana akrab di tempat ini.

Memasuki siang hari udara tidak terasa panas. Justru segar dan hawa sejuk terus terasa. Hembusan angin akan membawa setiap orang yang berkunjung larut dalam kenikmatan dan keindahan alam semesta.

Memasuki petang, suasana kian romantis. Kabut tipis kembali datang menyapa. Suara serangga malam menambah suasanya semakin harmonis.

Harmoni alam Gunung Panderman dan Gunung Banyak menyuguhkan suasana wisata alam yang semakin lengkap karena di situ ada juga peninggalan sejarah candi dan cerita-cerita rakyat yang unik.

Berwisata di tempat ini tidak akan membosankan. Semua fasilitas tersedia lengkap dengan harga terjangkau. Termasuk makanan bisa didapat secara mudah dan murah.

Bahkan tidak jauh dari tempat ini atau sekitar 1 kilometer arah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, terdapat wisata payung. Tempat nongkrong sambil makan jagung bakar menikmati keindahan alam Gunung Arjuno. Di Pujon juga ada wisata air terjun Coban Rondo.

Namun kunjungi dulu Songgoriti. Dari gapura pintu masuk obyek wisata itu, wisatawan langsung disambut eloknya peninggalan sejarah Candi Songgoriti. Candi eksotis bukti kebesaran leluhur dalam memaknai alam.

21 Alasan Untuk Berkunjung Di Kota Malang

18 October 2010
Comments Off on 21 Alasan Untuk Berkunjung Di Kota Malang

malang%282%29 21 Alasan Untuk Berkunjung Di Kota MalangHawa yang sejuk, suasana yang tenang, Malang memang terlihat sederhana. Namun siapa yang menyangka bahwa begitu banyak kekayaan yang tersimpan di dalamnya? Coba kita telusuri sedikit dari berbagai macam hal yang menarik di kota ini.

Wisata Kota
Setelah menginjakkan kaki di kota Malang, luangkan waktu beberapa saat untuk mengenal lebih dekat sekaligus merasakan denyut kehidupan kota ini. Untuk mengawali liburan Anda, ada beberapa lokasi di tengah kota yang bisa disusuri.

malang1%282%29 21 Alasan Untuk Berkunjung Di Kota Malang Salah satunya adalah Alun-Alun Malang. Berupa taman cantik dengan pohon beringin yang rindang di salah satu sudut. Saat siang hari, alun-alun yang terletak di Jl. Merdeka ini, menjadi tempat favorit warga Malang untuk sekadar bersantai.

Ada beberapa kursi taman yang tertata apik, dilengkapi air mancur dan puluhan ekor burung merpati yang beterbangan di sekitar Alun-Alun. Tak jauh dari tempat ini, Anda bisa menemukan Gereja Katedral yang sudah menjadi salah saat cagar budaya. Di kawasan ini juga terdapat bangunan peninggalan Belanda, yaitu Gedung Balaikota.

malang2%282%29 21 Alasan Untuk Berkunjung Di Kota Malang Poncokusumo, Pusatnya Apel
Selain Batu, kawasan Poncokusumo yang berada di kaki Semeru juga dikenal sebagai pusatnya apel di wilayah timur Malang. Walau belum menjadi tujuan wisata utama, namun Apel Manalagi yang dihasilkan di daerah ini, rasanya manis dan renyah.

Desa ini memiliki berhektar-hektar perkebunan apel dan hampir setiap hari selalu ada petani yang memanen buah apel. Para petani apel di sini pun tidak berkeberatan bila Anda ingin melihat proses pemanenan apel, termasuk membeli apel-apel segar yang baru saja dipetik dari pohon.

Coban Rondo, Wisata Lengkap
Wana Wisata Coban Rondo
Desa Pandesari, Kecamatan Pujon
Kabupaten Malang
Jawa Timur 65391

Wisata alam adalah salah satu daya tarik yang ditawarkan oleh Malang. Posisi geografisnya yang berada di dataran tinggi, memungkinkan Malang memiliki begitu banyak pesona alam. (more…)

Hello world!

16 October 2010

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!