Peran Mahasiswa dalam Menyongsong SDGs Guna Menyejajarkan Indonesia dengan Negara-negara Maju di Dunia.

Peran Mahasiswa dalam Menyongsong SDGs Guna Menyejajarkan Indonesia dengan 

Negara-negara Maju di Dunia.

Program Sustainable Development Goals atau yang disingkat dengan SDGs merupakan keberlanjutan dari Program Millenium Development Goals (MDGs). Sustainable Development Goals (SDGs) atau disebut juga dengan program tujuan berkelanjutan disahkan oleh organisasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada bulan September tahun 2015. Sebagai Mahasiswa kita berperan dalam melakukan program pembangunan yang berkelanjutan. 

Tujuan dari program SDGs ini adalah melakukan perubahan dan kemajuan guna untuk meningkatkan kesejahteraan di masa depan. Tujuan ini dilihat dari beberapa aspek sehingga dapat menjadi jaminan bagi kualitas kehidupan selanjutnya.

Sustainable Development Goals atau yang biasa disingkat dengan SDGs merupakan suatu agenda berkelanjutan untuk tahun 2030, kesepakatan dari pembangunan terbaru ini bertujuan untuk membawa perubahan kearah pembangunan berkelanjutan yang berdasarkan dengan HAM (hak asasi manusia) serta kesetaraan dalam mendorong pembangunan di bidang ekonomi, sosial, lingkungan hidup maupun pendidikan. SDGs sendiri berisi 17 tujuan dan 169 sasaran merupakan rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan (berlaku dari 2016 sampai 2030). Berguna untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs sendiri berlaku secara Universal atau berlaku bagi seluruh negara. SDGs disepakati dengan harapan untuk dapat mengakomodasi masalah masalah pembangunan secara komprehensif dan berfokus pada penyelesaian tuntas terhadap setiap tujuan dan sasarannya. Tujuan dari SDGs sendiri adalah sebagai berikut: 

  1. Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun 
  2. Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan
  3. Memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia
  4. Memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua
  5. Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan
  6. Memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi semua P
  7. Memastikan akses terhadap energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan dan modern bagi semua 
  8. Mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produksi dan pekerjaan yang layak bagi semua
  9. Membangun infrastruktur yang tangguh, mendukung industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan dan membantu perkembangan inovasi
  10. Mengurangi ketimpangan didalam dan antar negara
  11. Membangun kota dan pemukiman yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan 
  12. Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan
  13. Mengambil aksi segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya
  14. Mengkonservasi dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, semudra dan maritim untuk pembangunan yang berkelanjutan
  15. Melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan), dan menghambat dan membalikan degradasi Tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati.
  16. Mendukung masyarakat yang damai dan inklusif untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua dan membangun institusi-institusi yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua level
  17. Menguatkan ukuran implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan

SDGs yang bersifat universal, memberikan  peran yang seimbang kepada seluruh negara baik negara maju, negara berkembang, dan negara kurang berkembang ubtuk berkontribusi penuh terhadap pembangunan, sehingga masing-masing negara memiliki peran dan tanggung jawab yang sama antara satu dengan yang lainnya dalam mencapai SDGs. Indonesia juga merupakan salah satu negara yang ikut dalam menerapkan SDGs, di tahun 2019 penerapan SDGs di Insonedia sudah menduduki peringkat 102 dari 196 negara di dunia. Skor yang diperoleh Indonesia juga termasuk sangat rendah. Rata-rata skor keseluruhan negara adalah 65, sedangkan Indonesia hanya memperoleh skor 64 yang berarti Indonesia mendapat skor dibawah rata-rata negara lainnya.

Peran dan strategi mahasiswa dalam melakukan tugasnya mencapai target SDGs.

Ini menjadi perhatian bagi kita semua, karena pemerintah Indonesia yang tampak selalu melakukan banyak usaha dan upaya dalam mencapai keberhasilan pembangunan keberlanjutan. Contohnya, pada tanggal 4 Juli 2017 Presiden Republik Indonesia, Jko Widodo, mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Dari sini dapat dilihat keseriusan pemerintah dalam melakukan program SDGs ini, kita sebagai mahasiswa harus dapat menyadari bahwa peran pemerintah saja tidak cukup, kita juga memiliki peranan dan kewajiban dalam membawa perubahan untuk keberhasilan pembangunan keberlanjutan ini. 

Jika berbicara tentang kuantitas, mahasiswa hanya bagian kecil dari masyarakat dunia yang memiliki kewajiban muwujudkan tujuan SDGs. Meskipun secara kuantitas jumlahnya cukup kecil, tetapi jika dilihat dari kualitasnya mahasiswa merupakan modal sosial yang dapat diperhitungkan dan dapat “diandalkan” untuk percepatan mewujudkan tujuan SDGs di Indonesia. Mahasiswa sendiri harusnya menjadi agen dalam melakukan perwujudan SDGs yang dapat menyentuh langsung lingkungan disekitarnya. Mahasiswa memliki komunikasi dan kemampuan yang baik dalam melakukan perwujudan untuk kemajuan tersebut. Untuk itu mahasiswa memiliki peranan aktif dalam hal ini.

Hal hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa sebagai agen percepatan perwujudan SDGs yaitu dapat dimulai  dari memberi pemahaman mengenai tujuan SDGs kepada orang-orang disekitarnya. Dimulai dari lingkungan yang lebih kecil seperti di kampus seperti kelas, kelompk belajar, unit kegiatan mahasiswa (UKM), himpunan mahasiswa jurusan (HMJ), maupun organisasi kepemudaan di lingkungan rumah seperti di karang taruna, remaja mesjid dan lainnya. Dengan membekali ilmu pengetahuan yang dimiliki dari bangku kuliah dengan berbagai latar belakang minat studi dan jurusan merupakan kekayaan ilmu pengetahuan yang dapat memperkuat dan jadi mempermudah perwujudan SDGs. 

Kebiasaan mahasiswa dalam membaca dan menulis yang dimiliki oleh mahasiswa dapat dikembangkan dalam membuat karya dan memunculkan ide-ide kreatif dalam mewarnai setiap tujuan SDGs, terkhusus dalam hal riset dan tulisan. Semangat dan energi positif yang dimiliki oleh mahasiswa dapat menjadi modal awal yang baik untuk memulai mensosialisasikan dan membangun kesadaran di lingkungan terdekatnya sampai pada akhrinya dapat mempengaruhi lingkungan yang lebih besar. Mahasiswa yang memiliki kemampuan intelektual yang pastinya memiliki pemikiran yang tinggi dan kritis untuk memajukan kehidupan bangsa. Apalagi mahasiswa sudah berbada tingkatannya dengan siswa, karena mahasiswa belajar hanya bukan dilingkup perguruan tinggi saja, tidak hanya di lingkungan perguruan tinggi, melainkan mencakup lingkungan masyarakat sekitarnya. Setelah melakukan penelitian biasanya mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya kepada masyarakat yang merupakan bentuk pengabdian mahasiswa pada masyarakat.

Semakin banyak orang yang mengetahui dan memhami dari tujuan SDGs, semakin mudah juga dalam mencapai dan mewujudkan tujuan tersebut. 

Mahasiswa merupakan kelompok penggerak generasi muda yang memiliki karakter kritis, independen, dan objektif. Karena itu peranan mahasiswa sangat penting, berikut merupakan upaya yang dapat dilakukan mahasiswa untuk menggerakkan program SDGs:

  1. Memiliki kesadaran akan pentingnya program SDGs
  2. Ikut melaksanakan program SDGs, dengan ikut merealisasikan tujuan tujuan dari SDGs. 
  3. Menggerakan program SDGs di kalangan masyarakat, dengan memberikan pembinaan dan mendorong masyarakat dalam memajukan negara dengan ikut melaksanakan tujuan pembangunan berkelanjutan.
  4. Meneliti dan menganalisis perkembangan pelaksanaan SDGs di Indonesia. 

Dengan terlaksananya program SDGs, maka kesejahteraan masyarakat Indonesia akan meningkat dan terbebas dari kesenjangan sosial. Maka dari itu peningkatan kualitas kehidupan masyarakat pun akan terus meningkat baik dari generasi sekarang hingga generasi selanjutnya, jika program SDGs terlaksana secara maksimal, bukan tidak menutup kemungkinan Indonesia akan menjadi negara maju dikemudian hari.