Mindfulness Atasi Stress Pasca Dating Violance?!

December 24th, 2020

Merujuk dalam catatan tahunan Komisi Nasional Perempuan pada tahun 2017 bahwa sejumlah 19% kekerasan yang ada di rumah tangga atau relasi personal merupakan kekerasan dalam pacaran, yaitu total 1.873 kasus telah terjadi. Bentuk-bentuk kekerasan dalam relasi personal berupa kekerasan secara fisik, mental atau psikis serta seksual. Dari sekian banyak pelaporan mengenai kekerasan dalam relasi personal angka tertinggi kategori pelaku kekerasan seksual dilakukan oleh pacar dengan angka 1.528 kasus.

Menurut Kabat-Zinn (dalam Afandi, 2012) mindfulness sebagai sebuah usaha untuk memberikan perhatian melalui beragam cara yaitu dengan tujuan, kekinian serta tidak ada penilaian dalam dirinya. Latihan meditasi mindfulness bukan untuk memperbaiki sesuatu, namun diartikan sebagai sebuah pengalaman terhadap peristiwa dari waktu ke waktu. Latihan meditasi mindfulness merupakan kondisi yang tidak terbebani, dalam artian bebas dari gangguan pikiran serta emosi.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu. Eksperimen semu sendiri dilakukan dengan skema pemeriksaan sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Dalam penelitian ini menggunakan tiga orang sebagai subjek penelitian dengan latar belakang  korban dari dating violence. Selain eksperimen semu metode penelitian juga dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tingkat stress yang dialami oleh korban.

Latihan mindfulness yang diterapkan dalam mengatasi stress pasca dating violence atau disebut juga sebagai kekerasan dalam hubungan personal terutama pacaran adalah body scanning serta gabungan antara mindfulness formal dan informal. Cara kerjanya mindfulness dilakukan  dengan menyadari sebuah penafsiran selain dari penginderaan, sensasi, emosi serta perasaan (Kabat-Zinn dkk dalam Afandi, 2007). Saat melakukan meditasi mindfulness, subjek akan merasa tenang lalu kemudian subjek terfokus kedalam pernafasan yang secara teoritis mampu menciptakan gelombang otak alfa. Menurut Monaghan (dalam Afandi, 2007) latihan pernafasan yang ada di dalam meditasi mindfulness mampu untuk merubah frekuensi gelombang otak yang sifatnya rendah layaknya merubah gelombang otak beta menjadi gelombang otak alpa dan theta.

Dalam penelitiannya, peneliti mengundang tiga subjek yang merupakan korban dari kekerasan dalam pacaran. Pelatihan dibagi menjadi tiga sesi pertemuan, pada proses pertama yaitu proses penggalian kekerasan dalam pacaran lalu kemudian penggalian subkepribadian peran yang menjadi pemicu di kekerasan dalam pacaran, terakhir latihan olah nafas, body scanning serta mindfulness. Pada pertemuan kedua terjadi proses latihan tentang identifikasi hasrat yang mengikat subkepribadian sebagai pemicu kekerasan dalam pacaran dan melakukan body scanning serta mindfulness. Terakhir pada pertemuan ketiga, subjek diberi pengetahuan mengenai praktek-praktek mindfulness informal, kemudian kembali melakukan latihan mindfulness dan identifikasi hasrat-hasrat yang menjadikan subjek sensitif terhadap tekanan yang dialami.

Ketiga subjek mengalami perubahan dalam reaksi stress yang dialami akibat kekerasan dalam pacaran. Pengurangan stress dapat dipahami melalui gejala fisiologis, emosional, kognitif, interpersonal dan organisasional yang akan dialami oleh subjek. Jika stress masih dialami oleh subjek maka intensitas rasa sakit yang dialami subjek akan mengalami penurunan. Hal tersebut bias terjadi karena saat melakukan meditasi mindfulness subjek akan merasa tenang karena subjek dapat fokus pada pernafasan yang secar teoritis mampu menciptakan gelombang otak alfa. Menurut Safarice dalam Safaria dalam Affandi (2015), reaksi stress terbagi atas beberapa gejala antara lain:

  1. Gejala fisiologis dapat dirasakan seperti keluhan sakit perut, sakit kepala, mual, susah tidur, sembelit, diare, sakit pinggang dan lain sebagainya.
  2. Gejala emosional yang dialami seperti contoh sulit mengambil keputusan, sulit berkonsentrasi, pelupa, suka melamun dengan intensitas yang berlebihan dan pikiran yang menjadi kacau.
  3. Gejala interpersonal layaknya sikap acuh terhadap lingkungan sekitar, bersifat apatis, agresif, kurang percaya diri, mudah menyalahkan orang lain dan kehilangan rasa percaya terhada orang lain.
  4. Gejala organisasional seperti mudah absen kerja/sekolah, produktivitas yang mulai menurun, merasa tegang dengan rekan kerja, menurunya dorongan berprestasi dan merasa tidak puas atas hasil kerjanya.

Pengurangan reaksi yang dialami oleh subjek antara lain:

  1. Reaksi stress dalam gejala emosional akan mengalami penurunan karena sudah tidak merasa bahwasannya tertuntut atas perbuatan yang dilakukan sang pacar.
  2. Rekasi stress gejala kognitif mengalami penurunan karena subjek sudah mampu berkonsentrasi terhadap suatu hal.
  3. Reaksi stress gejala interpersonal yang dialami oleh subjek mulai menurun karena kemampuan untuk memaafkan atas kejadian yang telah terjadi meningkat, kemudian ia mulai menyadari bahwa apa yang telah terjadi juga disebabkan oleh dirinya sendiri, mereka mulai memiliki kepercayaan terhadap laki-laki dan mulai bersikap lebih perhatian serta tidak agresif.

Sumber:

Afandi, N. A., Wahyuni, H., & Adawiyah, A. Y. (2015). Efektivitas pelatihan mindfulness terhadap penurunan stres korban kekerasan dalam pacaran (KDP). Jurnal Pamator: Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo8(2), 75-84.

pkbi.or.id

 

UAS Sociological Academic Skill

December 24th, 2020

 

Kabupaten Blitar merupakan suatu daerah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki berbagai keunggulan dan memiliki potensi. Salah satu yang dimiliki adala potensi desanya, potensi desa daat kita ketahui tidak hanya dari fasilitasnya saja akan tetapi kita juga dapat mengetahui potensi sebuah desa dari pemasukan serta sumber dana yang dimiliki. Sumber dana desa menurut Badan Pusat Statistika dibagi menjadi 8 sumber, antara lain: 1. Dana Desa yang bersumber dari APBN; 2. PADes (Pendapatan Asli Desa); 3. Bagian dari hasil pajak daerah dan retribusi daerah; 4. ADD (Alokasi Dana Desa); 5. Bantuan keuangan dari APBD provinsi; 6. Bantuan keunagan dari APBD Kabupaten/Kota; 7. Hibah dan sumbangan dari pihak ketiga, dan 8. Lain-lain (pendapatan desa yag sah).

Hello world!

December 23rd, 2020

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!