Huawei Kembangkan Kacamata “Augmented Reality”?

Pengunjung mencoba kacamata VR LG G5 di arena MWC 2016

 

Huawei tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan teknologi augmented reality (AR). Raksasa teknologi China itu mengonfirmasi bahwa pihaknya akan merancang aksesori kacamata dengan teknologi Augmented Reality (AR). Dalam wawancara dengan CNBC, CEO Huawei, Richard Yu menyatakan perusahaannya saat ini sedang mengembangkan aksesori kacamata AR dan mengklaim alat itu akan memberikan pengalaman AR yang berbeda kepada pengguna. “Dengan alat (AR) ini, pengguna bisa menggunakannya bersama-sama dengan ponsel, dan memungkinkan mereka melihat area yang terjangkau AR dengan lebih luas” sebut Yu saat diwawancara, dikutip KompasTekno, Senin (19/11/2018). “Mungkin awalnya (saat ini) teknologi AR terasa kurang menonjol. Tapi di masa depan, nilai fungsional AR akan semakin terlihat.” tambahnya. Sebagai informasi, Augmented Reality (AR), atau realitas yang ditambahkan, adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata melalui sebuah aplikasi atau alat, biasanya melalui sebuah kamera. Agar pengguna tidak kaget, sebelum kacamata diluncurkan, pihak Huawei sesumbar telah memasang aplikasi AR di ponsel bikinannya, yaitu Mate 20 Pro, sebelum kacamata itu disebarluaskan di masa depan. Aplikasi itu disebut 3D Live Object, dimana pengguna bisa memasukkan sembari mengontrol objek, misalnya binatang, yang ada pada layar kamera. Selain itu, ada juga fitur 3D Live Moji untuk membuat emoji berdasarkan ekspresi wajah secara real-time yang sejatinya mirip seperti Animoji di iPhone X dan AR Emoji di Samsung S9. Sementara itu, jika melalui kacamata, benda digital yang ‘ditambahkan’ akan terlihat di aksesori tersebut sama seperti pengguna melihat AR di layar ponsel. Lebih lanjut, nantinya, Yu memprediksi perusahaannya serta pabrikan lain mungkin akan merilis kacamata digital ini pada masa depan. “Satu atau dua tahun lagi saya pikir para pemain industri (teknologi) akan mengkomersilkan alat bantu AR tersebut, termasuk pabrik kami (Huawei).” ungkap Yu. “Kami pun akan memberikan user experience yang lebih baik daripada yang lain.” pungkasnya. Tidak Hanya Huawei Seperti diketahui, selain Huawei, beberapa perusahaan teknologi juga disebut sedang mengembangkan alat serupa. Apple dan Facebook, misalnya, sama-sama mengembangkan perangkat tambahan terkait. Tahun lalu, perusahaan Cupertino diketahui membeli perusahaan teknologi bergerak di bidang lensa, Akonia Holographics. Sementara itu sang raksasa jejaring sosial mengkonfirmasi kabar pengembangan kacamata AR melalui Ficus Kirkpatrick, kepala divisi AR, bulan lalu. Ada pula perusahaan yang sudah mengembangkan produk kacamata AR nya namun tidak dijual di pasaran. Google, misalnya. sudah membuat Google Glass yang sekarang hanya digunakan secara terbatas sebab pelarangan terkait masalah pengambilan gambar melalui kacamata. Lalu ada Microsoft dengan HoloLens yang disebar untuk pengguna di lingkungan bisnis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Huawei Kembangkan Kacamata “Augmented Reality”?”, https://tekno.kompas.com/read/2018/11/19/18070067/huawei-kembangkan-kacamata-augmented-reality.
Penulis : Bill Clinten
Editor : Reska K. Nistanto