Halo YOTers, apakabar? Insya Allah, Tuhan selalu berikan kebahagian untuk kita semua! :) kali ini gue (Satrio Mulyo CA Universitas Brawijaya) mau berbagi dan berpendapat mengenai hal yang sering kita lakukan setiap harinya yaitu berkaitan dengan waktu, enjoy!

Setiap individu memiliki pandangan tersendiri ketika menyikapi waktu sehari-hari. Gue mengkategorikan ada dua tipe orang: ada tipe orang yang tidak peduli dengan waktunya dan orang yang peduli dengan waktunya. Untuk orang yang selalu telat ketika bertemu dengan orang lain, individu yang seperti ini memiliki beribu alas an ketika telat, “sorry, gue telat Karena macet. Ya u knowlah Jakarta” atau “sorry, gue telat karena tadi bangun kesiangan atau ketiduran”.Untuk mereka telat telah menjadi kebiasaan, dan sedihnya banyak diantara kita memiliki pandangan “Bukan Indonesia, kalo engga telat. Jam ngaret pasti!”

Kebalikan tipe orang di atas yaitu individu yang sangat menghargai waktu. Dia memiliki prinsip orang yang telat sama saja tidak menghargai dirinya sendiri dan orang lain. Banyak alas an mengapa orang tipe ini tidak mau telat. “Gue takut telat karena orang yang menunggu gue bias kesel bahkan marah” atau “alas an gue ga telat, simple sebenarnya gue menghargai diri gue sendiri dan orang lain”ada juga yang beralasan “Gue dating lebih awal mau lihat lingkungan sekitar karena gue pertama kalinya kesini.”

Satu resiko untuk  orang yang tepat waktu adalah “Menunggu” pastinya di antara teman-teman pernah menunggu teman/pacar/keluarga/rekan bisnis atau malah teman-teman jadi orang yang ditunggu (read: orang yang telat). Perasaan kesal, marah, atau menjadi hal yang kebal ketika kita menunggu. Salah satu sahabat saya ada  yang pernah nanya, “io, kalo kita datang lebih awal lebih baik ngapainya?” dari pengalaman dan kebiasaan saya, saya menjawab “banyak hal yang kita bias lakukan ketika menunggu yaitu lo bisa baca buku, dengerin musik, nulis, kalo lo ada tugas kuliah bisa lo kerjain, atau ngobrol dan mencari temen yang baru di tempat janjian lo”

Gue belajar untuk disiplin dari kelas 1 SMA karena organisasi gue yaitu Paskibra mengajarkan anggotanya untuk disiplin. Gue telat akan dapat hukuman push up untuk gue sendiri dan teman-teman satu angkatan. Apa gue marah? No, gue ga pernah marah karena hal tersebut, karena gue berpikir dampak positif yang akan gue dapatkan untuk sekarang dan kedepannya. Kembali kepembahasan,  sebenarnya dampak buruk yang kita dapatkan ketika telat begitu banyak tergantung kita memposisikannya. Misalnya, gue sebagai mahasiswa efek gue telat saat perkuliahan yaitu dosen memiliki kartu merah.Contoh lainnya, saat kita memposisikan diri kita sudah bekerja efek kita telat adalah pimpinan kita memiliki pandangan negatif, prestasi yang buruk di perusahaan, tidak dipercaya dengan mengerjakan tugas atau tantangan yang besar, karena pimpinan berpikir ke kantor aja telat gimana mau kalo diberi kepercayaan untuk ketemu client dan mengerjakan tantangan yang dikasih. Untuk teman-teman yang sedan g mengikuti kepanitian dan terbiasa rapatnya telat, jangan kaget kalo acara lo bakal jadi mundur acaranya karena persiapan yang kurang dan saat acara berlangsung acara berjalan dengan tidak tepat.

Mentor gue bilang, sumber daya yang sangat mahal dan engga akan bias kembali lagi adalah “WAKTU” dia berpendapat, kalo kita kehilangan uang kita bias dapat lagi, tetapi kalo kita engga melakukan aktivitas pada tanggal 18 februari atau tidak produktif pada tanggal tersebut kita telah membuang waktu yang sebenarnya bias kita gunakan dengan produktif.

Hidup di dunia akan berkaitan dengan pilihan, ketika kita dihadapkan dengan untuk menghargai waktu atau tidak itu pilihan kita masing-masing. Hanya satu saran gue yang sampai sekarang menjadi value tersendiri untuk hidup gue, Respect Your Time!

Dengan senang ketika teman-teman ingin memberi saran dan kritik untuk artikel ini atau artikel selanjutnya. Bisa kontak gue ke email satriomulyo.purnomo@gmail.com or my account twitter @satriomulyo

Terima kasih,

Tetap Bahagia.

From: youngontop.com