Internet memiliki beberapa daya tarik dan keunggulan bagi para konsumen maupun organisasi. Internet juga merupakan media elektronik mutakhir yang menunjang e-commerce (electronic commerce) dan mengalami pertumbuhan pesat. Secara simplistik dengan membuat homepage dan melayani pesanan produk melalui internet, maka sudah dapat dikatakan sebagai pemasar global yang menjalankan e-commerce (Bertha, 2006). Internet menciptakan interaksi yang potensial dengan pelanggan pada skala global (Arnott dan Bridgewater, 2002:87). Furash (1999), Dutta dan Segev (1999) seperti dikutip Arnott dan Bridgewater (2002) mengungkapkan bahwa kemungkinan interaksi ditangkap oleh pemasar sebagai target pelanggan mereka pada basis one-to-one dan membangun brand loyal relationships. Interaksi dengan pelanggan melalui internet tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemasaran.

Aplikasi internet dalam keperluan bisnis meliputi 8 (delapan) bidang pokok, yaitu (Chandra, 2001:112):

a. Yellow pages, berupa database terorganisasi yang memuat aneka ragam informasi produk, perusahaan, iklan, berita, hiburan, dan sebagainya

b. Web traffic control, berfungsi gerai penjualan virtual seperti amazon.com maupun mal-mal virtual yang kini semakin marak dijumpai.

c. Standard websites, berupa homepages dan alamat e-mail untuk kontak atau layanan pelanggan.

d. Business-to-business links, berupa koneksi pada jaringan bisnis yang dimiliki perusahaan.

e. Community sites, seperti ruang „ngobrol‟ (chatting room) khusus kelompok tertentu.

f. Information/image sites, yang tidak memiliki fungsi komersial langsung namun lebih menekankan aspek penyajian informasi, misalnya ABS (Australian Bureau of Statistics).

Pada umumnya strategi pemasaran melalui sebuah web di internet sama seperti strategi pemasaran secara tradisional (traditional marketing), yaitu meliputi penciptaan nilai pelanggan, merebut nilai pelanggan, dan mempertahankan nilai pelanggan. Namun, bagaimanapun juga strategi pemasaran melalui sebuah web mengubah konsep marketing mix yang ada sebelumnya. Hal ini karena sebuah web mempengaruhi pengembangan dan keputusan dalam strategi pemasaran terutama marketing mix (analisis 4C dan 4P). Eid dan Trueman (2002:54) juga menyetujui bahwa web berpengaruh terhadap perubahan marketing mix karena pemasaran melalui internet memiliki proses yang sangat berbeda dari pemasaran secara tradisional. Adapun kunci sukses usaha pemasaran melalui internet adalah strategi interaktif (Arnott dan Bridgewater, 2002:87; Eid dan Trueman, 2002:54). Pada bagian ini dijelaskan lebih lanjut mengenai perubahan dimensi marketing mix yang dimudahkan dengan adanya internet.

Product (produk)

Product mix menunjukkan pengembangan dan komersialisasi dari produk baru seperti keputusan, penentuan lamanya siklus produk, yaitu peremajaan dan perbaikan produk atau keputusan eliminasi (Eid dan Trueman 2002:55). Menurut Porter dan Millar (1985) seperti dikutip oleh Peattie (1997:147), teknologi informasi potensial dan penting untuk memberikan informasi mengenai isi suatu produk. Avlonitis dan Karayanni (2000) seperti dikutip oleh Eid dan Trueman (2002:55) mengungkapkan bahwa melalui web di internet, konsumen dapat semakin cepat menemukan apa yang mereka butuhkan, produk semakin customize, percobaan produk tercepat (faster product testing), dan PLC (product life cycle) atau daur hidup produk semakin pendek. Seorang pemasar internasional yang menggunakan internet, menurut Quelch dan Klein (1996) seperti dikutip oleh Eid dan Trueman (2002:55) seharusnya memiliki pemahaman yang dalam mengenai lingkungan pemasaran luar negeri untuk meningkatkan keuntungan relatif bagi produk dan jasa mereka. Melalui internet produk ditransformasikan kedalam bentuk digital produk. Oleh karena itu sebagai bagian dari perencanaan pemasaran yang baik, perusahaan harus mendesain produk baru atau memperbaiki produk sehingga dapat mempertemukan keinginan atau kebutuhan terpendam pelanggan dengan produk yang ditawarkan kepada pelanggan.

Price (Harga)

Komponen harga produk dan jasa terdiri dari 3 (tiga) elemen, yaitu biaya produksi, biaya koordinasi (co-ordination cost), dan profit margin (Peattie, 1997:147). Menurut Benjamin dan Wigand (1995) seperti yang dikutip Peattie (1997:147), biaya koordinasi dapat dikurangi dengan electronic market, supplier profit margin juga dapat ditingkatkan. Internet memiliki banyak pengaruh pada strategi harga. Melalui internet, harga menjadi lebih standar, hanya ada sedikit perbedaan harga bagi konsumen sehingga konsumen menjadi mengetahui dan membandingkan harga (Poon dan Jevons, 1997:30). Internet juga dapat membantu pelanggan untuk menganalisis harga dengan membandingkan harga lintas perusahaan dan lintas batas dariweb satu ke web yang lainnya serta menciptakan interactive internet commerce (Peattie, 1997:147).

Dalam area B2B, bargaining power dari pelanggan mungkin meningkat semenjak mereka sadar akan alternatif produk dan jasa. Sebaliknya menggunakan internet channel memudahkan konsumen untuk saling tukar dengan supplier. Hal inilah yang menjadi alasan menurut Chaffey et al. (2000) seperti yang dikutip oleh Eid dan Trueman (2002:56) bahwa perusahaan yang mengunakan sebuah web sebelum pesaing mereka merupakan suatu keunggulan kompetitif (competitive advantage). Persoalan akhir dalam dimensi harga adalah nilai mata uang (currency rate). Belanja melalui internet membutuhkan kemudahan atau kenyamanan (convenient). Menurut Eid dan Trueman (2002:56), konsumen tidak menyukai apabila harus mencari konversi nilai mata uang (currency conversion rates). mata uang (currency conversion rates).

Promotion (Promosi)

Menurut Kotler (1991) seperti yang dikutip oleh Eid dan Trueman (2002:56), promosi merupakan berbagai cara organisasi untuk mengkomunikasikan keunggulan produknya dan meyakinkan konsumen untuk membeli produk mereka. Menggunakan iklan melalui internet dan mengembangkan promosi penjualan yang smart menjadi perhatian yang baik, tetapi media promosi lainnya juga berubah (Peattie, 1997:148).

Efek dari penggunaan internet pada strategi promosi bagi perusahaan muncul dalam banyak penelitian seperti Avlonitis dan Karayanni, 2000; Bennet, 1997; Hamill, 1997a,b; Poon dan Jevons, 1997; Quelch dan Klein, 1996; Wilson dan Abel, 2002 (Eid dan Trueman, 2002:57). Bagi departemen penjualan, menggunakan internet memiliki komunikasi interaktif dengan konsumen. Menurut Poon dan Jevons (1997:30), penjualan yang harus ekstra keras (hard-selling) dan strategi promosi yang harus mendorong rangsangan (advertiser-push) bagi konsumen tidak perlu dilakukan dengan media internet. Internet juga dapat mengurangi biaya periklanan (advertising) global sehingga menjadi lebih murah (Hamill, 1997:310). Bagaimanapun, Wilson dan Abel (2002) mengemukakan bahwa teknik promosi online yang banyak dilakukan ternyata didalamnya juga masih terdapat teknik promosi offline seperti bentuk advertising tradisional yaitu dari mulut ke mulut (mouth by mouth). Menurut Bennet (1997:325), advertising di web pages dimungkinkan namun ternyata tidak diterima baik karena konsumen kadang mengharapkan bentuk nyata dari produk

Physical Distribution (Fisik Distribusi)

Distribusi fisik merupakan aspek tempat dari marketing mix (Eid dan Trueman, 2002:57). Menurut Kotler (1991) seperti dikutip Eid dan Trueman (2002:57), marketing channel didefinisikan sebagai organisasi interdependen menyangkut mulai proses pembuatan produk atau jasa sampai produk atau jasa tersebut tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi. Penciptaan saluran pasar elektronik (electronic market channel) yang baru lebih perhatian pada pengaruh teknologi informasi terhadap pemasaran. Kesempatan baru muncul melalui database yang dijalankan pemasaran secara langsung (database-driven direct marketing), teleshopping, dan homeshopping.

Pada banyak kasus, distribusi melalui internet dinyatakan cukup berhasil apabila mempertimbangkan manfaat yang akan diperoleh (Peattie, 1997:148). Internet, menghubungkan konsumen akhir (end-users) dengan produsen secara langsung. Hal ini akan mengurangi peran perantara secara tradisional yaitu agen dan distributor dalam pemasaran internasional. Keuntungan yang diperoleh jelas untuk mengurangi biaya-biaya yang tidak diperlukan oleh produsen dalam memasarkan produk serta dapat menekan harga sampai ketangan konsumen lebih murah dibandingkan jika melalui perantara-perantara.

Menurut Parkinson (1994) seperti dikutip oleh Peattie (1997:143), teknologi komputer memberikan kesempatan untuk micromarketing dan kontrol yang lebih baik pada hubungan pemasaran. Teknologi komputer mengakibatkan perkembangan internet. Internet sebagai salah satu produk era informasi memungkinkan produk atau jasa menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam marketspace (Tjandra, 1996:57). Internet telah membuka marketspace dengan beberapa karakteristik khusus. Marketspace meliputi saling berbagi (shared) antar produsen dengan produsen atau produsen dengan konsumen, waktunya nyata saat itu juga (real-time), global, dan terbuka (open) (Arnott dan Bridgewater, 2002:86). Menurut Arnott dan Bridgewater (2002:86) melalui marketspace, kesempatan pemasaran menjadi terbuka luas. Pemasar sekarang dapat mengikutsertakan konsumen pada skala global, waktunya nyata saat itu juga, interaksi dua arah (two-way interaction) (Peattie, 1997:143). Hal yang sama juga diungkapkan oleh Chandra (2001:103). Chandra mengungkapkan bahwa internet dipandang sebagai salah satu metode masuk (entry) pasar luar negeri yang efektif. Saat ini, sudah mulai banyak perusahaan yang memanfaatkan internet untuk keperluan memasarkan produk dalam pasar global.

Secara garis besar, kemajuan teknologi internet yang disertai dengan berkembangnya berbagai macam titik-titik akses (access point) seperti WWW membawa tiga implikasi utama, yaitu (1) percepatan globalisasi industri, (2) multidimensionalitas proses penciptaan nilai (value-addition process), dan (3) tingkat hambatan masuk industri (Chandra, 200:108).

Daftar Pustaka

Arnott, David C. dan Susan Bridgewater, 2002. “Internet, Interaction and Implications for Marketing,” Marketing Intelligence dan Planning, 20 (2):86-95.

Bennet, R., 1997. “Export Marketing and the Internet: Experience of Web Site Use and Perceptions of Export Barriers among UK,” Businesses. Industrial Marketing Review, 14 (5):324-344.

Chaffey, D., Mayer R., Johnston, K., dan Elliss-Chadwick, F., 2000. Internet Marketing: Strategy, Implementation, and Practice. England: Prentice Hall.

Chandra, Gregorius, 2001. Pemasaran Global. ed 1. Yogyakarta: penerbit Andi.

Eid, Riyad dan Myfanwy Trueman, 2002. “The Internet: New International Marketing Issues,” Management Research News, 25 (12):5-67.

Hamill, Jim, 1997. “The Internet and International Marketing,” Internetional Marketing Review, 14 (5):300-323.

Hoffman, D.L. dan Novak, T.P., 1996. “A New Marketing Paradigm for Electronic Commerce,” The Information Society:Special Issues On Electronic Ecommerce, 13 (1):43-54.

Paul, Pallab, 1996. “Marketing on the Internet,” Journal Of Consumer Marketing, 13 (4):27-39.

Peattie, Ken, 1997. “The Marketing Mix in the Third Age of Computing,” Marketing Intelligence dan Planning, 15 (3):142 -150.

Poon, S. dan Jevons, C., 1997. “Internet Enabled International Marketing:A Small Business Network Perspective,” Journal of Marketing Management, 13:29-42.

Sutejo, Berta Sulvia. 2006. Internet Marketing: Konsep dan Persoalan Baru Dunia Pemasaran. Jurnal Manajemen Vol 6. No 1, Nov 2006.

Talha, Mohammad, Deepak Shrivastva, Pooja Kabra, dan Abdullah Sallehhuddin Abdullah Salim. Problems And Prospects Of Internet Marketing. JIBC. Array Development.

Tjandra, Robert, 1996. “Mengelola di Dalam Era Informasi,” Usahawan, 25 (10):56-57. Oktober.

Simatupang, Batara M., 1996. “Strategi Memenangkan Persaingan di Era Pasar Bebas,” Usahawan, 25 (09): 46-49. September.

Wilson, S. G. dan Abel I., 2002. “So You Want It Get Involved in E-commerce,” Industrial Marketing Management, 31 (2):85-94.