Berdasarkan riset dari Mark Plus, di era new wave marketing ada tiga sub culture konsumen yang memiliki peranan penting pasar di Indonesia yaitu women, youth, dan netizen. Dari ketiga sub culture memiliki kecendurugan yang berbeda dan tentunya dapat dijadikan sebagai peluang untuk menawarkan produk.

Kecenderungan sub culture: women, youth, dan netizen.

Women

Perempuan sebagai sub culture pertama di era new wave marketing memiliki peranan yang penting untuk pasar di Indonesia. Untuk perempuan terdapat beberapa kecenderungan dalam membeli suatu produk, yaitu keterkaitan perempuan kepada produk yang dibelinya, mereka ingin tahu mengapa mereka harus membeli atau membutuhkan produk ini, karena mereka juga melihat kebutuhan mereka seperti apa. Misal dalam membeli sabun muka, mereka akan melihat “saya membutuhkan pembersih muka yang seperti apa? Memutihkan, menghilangkan komedo? Atau apa?”. Selain melihat dari kebutuhan, para perempuan juga menginginkan produk yang aman untuk mereka. Mereka lebih menginginkan produk dengan efek samping yang lebih sedikit dan sesuai dengan keterangan yang ada di produk tersebut. Akses yang memudahkan perempuan dalam membeli suatu produk akan menjadi suatu referensi dalam membeli atau memilih suatu produk. Hal ini berkaitan dengan keinginan perempuan untuk memenuhi desire perempuan (to keep her well-being and stay optimist, multitasking efficientcy, to be a strong entrepreneur and networker). Selain itu perempuan sangat mengikuti trend dalam membeli produk mereka. informasi-informasi terbarumengenai suatu produk yang dipasarkan akan selalu menarik perhatian perempuan, apa hal  terbaru dari suatu produk. Maka dari itu produdk-produk yang informasinya tersedia di media-media informasi maupun jejaring sosial akan menjadi preferensi untuk si perempuan. Intinya kemudahan mengakses informasi mengenai suatu produk akan mempengaruhi keputusan pembelian perempuan

Youth

Anak muda memiliki peranan penting untuk sejarah berdirinya bangsa Indonesia, ketika tahun 1928 di era tersebut terkenal dengan Sumpah pemuda dimana pemuda/I Indonesia menggambarkan Indonesia yang Satu Nusa, Sau Bangsa, dan Satu Bahasa INDONESIA!. Tidak hanya sejarah, untuk pasar di Indonesia anak muda (youth) memiliki peranan penting. Dari survey yang dilakukan oleh Mark Plus terhadap anak muda usia 16 hingga 35 tahun di enam kota besar Indonesia (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, dan Makasar) dengan kelas sosial A dan B, hasil riset menemukan kecenderungan baru yang terbentuk berdasarkan karakter mereka yaitu:

  1. “Patriot” jumlahnya kurang lebih 25,7 persen. Mereka adalah anak muda yang mempunyai idealism dan rasa nasionalisme yang tinggi, berani, dan cenderung menjadi pemimpin. anak muda dari marco community ini punya jiwa sosial yang tinggi, selalu berpikir untuk orang lain, dan sangat loyal.
  2. “Buddy” jumlahnya kurang lebih 24,8 persen. Mereka adalah tipe anak muda yang cukup santai, memiliki banyak teman, sangat toleran, dan peduli orang lain.
  3. “Fighter” jumlah mereka sekitar 24,3 persen. Mereka adalah anak muda yang keras, punyak banyak kegelisahan, outspoken, dan kadang kala sedikit egois.
  4. “Star” kurang lebih 25,2 persen. Mereka cenderung idealis dan popular, mempunyai pengaruh yang besar buat peer group nya, mempunyai tujuan hidup yang jelas bagi masa depannya, namun cenderung focus pada diri sendiri.

Netizen

Netizen adalah penduduk di dunia virtual layaknya penduduk di dunia fisik, mempunyai identitas kependudukan sipil (avatar, user name), punya rumah (homepage), mempunyai kotak pos untuk surat menyurat (alamat e-mail), punya telepon (VoIP: Voice over Internet Protocol), dapat berpegian dari satu tempat ke tempat yang lain (pakai browser, apakah itu firefox, Internet Explorer, Opera, dan lain sebagainya).

Berdasarkan riset yang dilakukan Mark Plus dengan 1500 respon di delapan kota besar di Indonesia pengguna internet (netizen) di Indonesia memiliki kecenderungan antara lain: (1) Satu dari tiga anggota keluarga adalah pengguna internet. Penetrasi pengguna internet, baik yang melalui PC/Laptop maupun ponsel, di kota-kota besar di Indonesia (urban) ternyata cukup tinggi. dan hal ini merata di semua kota yang di survey. (2) Delapan dari sepuluh orang melakukan akses melalui mobile internet. Rata-rata  orang menggunakan 1-2 gadget untuk connect ke internet. (3) Selama 3-5 jam dalam sehari habiskan waktu untuk akses internet. Dalam satu hari, mereke dapat menghabiskan lebih dari tiga jam untuk berselancar di dunia maya. Kegiatan mereka cukup beragam, mulai dari yang hanya baca berita di portal online, update status di situs-situs media sosial yang mereka miliki, sampai kadang-kadang mereka melakukan transaksi online. (4) Pengguna internet rata-rata memiliki lebih dari sau target. Gadget merupakan barang wajib yang harus dimiliki oleh para pengguna internet. Untuk  semua kelas ekonomi sosial ternyata pengguna internet rata-rata memiliki gadget antara satu dan dua di mana ponsel adalah gadget yang paling wajib dimiliki oleh mereka. (5) Sembilan dari sepuluh pengguna internet memiliki akun Facebook. Satu dari lima pengguna internet memilki akun twitter.

Peluang dari sub culture: women, youth, dan netizen.

Women

Jumlah total penduduk Indonesia berjumlah 221.229.339 orang, jumlah populasi perempuan adalah sebesar 50 persen atau kurang lebih 110.313.129. Dari jumlah total perempuan tersebut peluang yang didapatkan dari konsumen perempuan yaitu  perempuan di Indonesia sebagai konsumen tidak hanya melakukan keuangan keluarga, namun sampai memutuskan apa saja yang harus digunakan oleh semua anggota keluarga. Dengan keadaan ini, tentunya produsen dapat mendapatkan peluang yang besar untuk menawarkan produknya melalui perempuan. Dengan kegiatan perempuan melakukan perbincangan (gossip) dengan lingkungan sekitar dengan membicarakan produk yang digunakan, menyarankan produk yang digunakan, dan tanggapan dari produk yang digunakan. Adanya word of mouth dari konsumen perempuan dapat menjadikan peluang produsen untuk mengembangkan produk yang dijual

Youth

Youth sebagai sub culture memiliki peluang yang besar untuk marketer. Anak muda dapat menjadi ikon atau mewakili sebagai ambassador dari suatu perusahaan. Seperti, yang dilakukan oleh Bank Danamon dengan program “Semangat Bisa!” yang mengangkat semangat nasionalisme serta kecintaan akan negeri memilih untuk mengajak Pandji Pragiwaksono menjadi program ini. Selain itu, dengan sifat anak muda yang dinamis dan dapat menerima suatu hal yang baru marketer memiliki kesempatan untuk menawarkan produk yang baru dengan mengetahui kebutuhan dan keinginan mereka yang biasanya dijadikan lifestyle atau gaya hidup.

Netizen

Peluang yang didapatkan dari netizen adalah produsen melakukan promosi melalui media sosial yang biasa digunakan oleh pengguna internet. Dengan biaya yang tidak terlalu mahal dapat memiliki manfaat yang lebih.

Produk yang ditawarkan untuk sub culture: women, youth, dan netizen.

Dari penjelasan kecenderungan dan peluang diatas, maka kami menganalisa produk yang tepat ditawarkan untuk women, youth, dan netizen adalah “AREMA CAFE” Mengapa café? Mengapa mengambil Arema menjadi bagian namanya?

Di kota Malang, café menjadi tempat favorit untuk anak mudanya. Di hari-hari tertentu café selalu ramai didatangi oleh kalangan muda di kota Malang bahkan biasanya mereka harus berpindah ke tempat yang lain karena café yang mereka datangi sudah penuh.

Arema menjadi bagian hal yang terpenting untuk masyarakat kota Malang. Ketika club sepak bola Arema yang identik dengan singa saat melakukan pertandingan dengan club sepak bola lain dipastikan suasana stadion selalu ramai. Hal tersebut mengartikan masyarakat kota Malang mencintai Arema.

Ada yang spesial dari supporter Arema yaitu supporter wanita nya yang menamakan dirinya “Aremanita” sebagai pemasar atau produsen dapat memanfaatkan peluang ini. Dengan jumlah yang besar dan loyalitas yang tinggi terhadap Arema dapat menjadikan wanita di kota Malang sebagai pangsa pasar.

Arema tidak hanya aktif di dunia offline saja, di pengguna internet atau netizen Arema memiliki positioning yang baik. Dengan account twitter @AremaFC dukungan yang positif selalu diberikan dari netizen untuk club sepak bola tercintanya yaitu Arema.

Di kota Malang supporter Arema yang dominannya adalah anak muda seperti kalangan pelajar, dan mahasiswa yang selalu memberikan dukungan moril ketika Arema bertanding dengan club sepak bola lain.

Dengan menggunakan historical Arema, dekorasi yang berkaitan Arema, pelayanan yang baik, menu makanan yang berkualitas kami yakin penawaran untuk sub culture women, youth dan netizen  akan dapat berkembang kedepannya.