Mulai lah dari Sholatmu!

Jika Ingin Berubah, Mulai Dengan Perbaiki Shalatmu.!

Kok Bisa ??, Apa hubunganya antara ingin berubah dengan memperbaiki shalat ? Kenapa mesti sholat yang pertama kali mesti diperbaiki ?

Itulah kira-kira gambaran pertanyaan yang muncul dari pergolakan hati dan pikiranku.(fyuuuh…), pergolakan yang berkaitan dengan satu ide, sebuah kata : Berubah (Change) atau kata yang lebih tepatnya adalah : Transform, cuma kata ahok, kata Transform ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah tidak ditemukan lagi terjemahan yang tepatnya, jadi lebih menggunakan kata change, meskipun maksud arti persisnya berbeda. tapi dalam tulisan ini keduanya tidak terlalu bermasalah. Dalam kalimat, tulisan ini adalah representatif dari sebuah ungkapan ” Aku ingin berubah, berubah menjadi lebih baik, tapi bingung harus mulai dari mana ?? mulai dari apa ? dan bagaimana ????”, #sambilmenjerit,menjambakrambutkepala
Perbaiki Shalatmu.!
Tulisan ini terinspirasi oleh karena beberapa hal, Pertama karena dari aku sendiri memang pada dasarnya selalu memiliki keinginan menjadi orang yang lebih ¬†baik, maka aku ingin selalu berubah jadi orang yang lebih baik, seringkali aku mendapati bahwa cara hiduku, bagaimana aku menjalani hidup itu bisa di bilang kurang baik, i feel like i’m in a mess, i messed up, i’m screwed, aku kacau lah pokoknya, galau seh nggaak… Dan yang aku lihat, perasaan-perasaan seperti ini, keinginan-keinginan seseorang untuk berubah itu kejadianya bukan hanya sama aku aja, ada banyak orang yang memiliki perasaan yang sama, ingin berubah jadi lebih baik dari kondisi nya yang sekarang, the status quo, tentu saja arti dan tujuan menjadi lebih baik untuk setiap orang beda-beda, tapi intinya sama.
Kedua, bicara tentang konsep berubah, kesulitan hampir setiap orang adalah sama, mulai dari mana ? atau mulai dari apa ? dan menjawab pertanyaan itu aku menemukan ada banyak sekali jawaban dari orang-orang yang mungkin dalam hidupnya sudah berada di jalan perubahan yang benar, orang-orang yang sudah lebih dulu mendapat pencerahan hidup atau semacamnya, yang konsisten – whic is itu bagus -, dari orang-orang yang kita sebut sebagai motivator, dari ulama dan lain sebagainya, baik yang menyatakan gagasan , saran, ide – nya secara teori ataupun praktis.
Seperti gagasan a’a gym misalnya mulai dengan : 3 M :
– Mulai dari yang kecil
– Mulai dari diri sendiri
– Mulai dari sekarang
Kemudian ada juga dari ustad Menk, yang menyatakan gagsan praktisnya :
– Mulai dengan Tidur segera (rescheduling ritme atau siklus cara kita hidup) : dengan tidur segera (tidak kemalaman) maka kita akan bisa untukbangun lebih awal, dengan bangun lebih awal maka kita akan lebih segar dan bisa merencanakan, melakukan banyak hal, dan kita bisa lebih produktif.
Itu hanya contoh, dan kenyataanya hampir semuanya bagus, dan memang benar. di satu sisi keberagaman itu bagus karena memberikan kita cara pandang yang lebih luas, memberikan kita banyak pilihan, tapi di sisi yang lain somehow.., it’s become confusing, jadi membingungkan, mau pakai cara yang mana ??? kira-kira begitu, dan mungkin itulah memang tantanganya untuk setiap orang. Memilih cara yang terbaik yang memang fit dengan dia.
Ketiga, aku pernah membaca bahkan sering membaca tentang cerita yang biasanya dibawakan oleh inspirator tentang : seseorang yang ingin merubah dunia, tapi dengan berlalunya waktu dia merasa gagal, kemudian dia memperkecil targetnya, ingin merubah kota, hasilnya hampir sama, kemudian desa, sama juga, kemudian keluarga pun juga sama, sampai akhirnya dia menyadari, satu-satunya hal yang bisa dia rubah adalah dirinya sendiri, bukan orang lain. dan ketika dia fokus untuk merubah dirinya sendiri, kemudian cerita selanjutnya adalah pasti hampir semuanya tahu. Tapi dalam cerita ini, lagi-lagi, masih incomplete, terbentur lagi dengan pertanyaan : iya aku tahu mulai dari diri sendiri, tapi mulai dari apaaaa ???? #again,berteriakdanmenjambakrambutkepala
Dan semalam, secara tidak sengaja, aku menemukan satu kalimat motivasi, Motivasi Islami, katakanlah begitu, yang isinya kurang lebih, Jika ingin berubah (kearah dan menjadi lebih baik pastinya), Mulailah dengan memperbaiki Shalatmu .!!!, dari situ, paragraf pertama tulisan ini pun dimulai lagi, apa hubunganya ? why ???
Dan aku pun berpikir, nggak terlalu lama, nggak sampai berhari-hari, nggak sampai berbulan-bulan, hanya hitungan menit aku kemudian mendapatkan satu pencerahan, asseeeek..!
Kenapa Sholat ???
Buat aku, Shalat adalah representatif dari “HUBUNGAN LANGSUNG, dan HUBUNGAN PALING DEKAT” dengan Allah, Sesembahanku, The Almighty, and The Only One.!, Dialah yang memiliki, menguasai dan mengatur segala-nya, semesta dan makhluk yang ada di dalamnya. Ini adalah representatif dari hubungan vertikal, ketika kita memiliki hubungan yang baik, dan terus diperbaiki dengan yang menciptakan kita dan satu di antara instrument paling utama-nya, yang di anjurkan adalah Shalat, maka konsekuensinya adalah : Allah ridho, dan ketika Allah, Sang pemilik ridho, maka apapun yang kamu inginkan pasti di kabulkan, setelah mengusahakan tentunya.
Perbaiki dulu shalatmu.!
Memperbaiki shalat memberi arti : Perbaiki hubunganmu dengan Sang Khalik, Sang Pencipta,
Lalu apanya yang di perbaiki ???
Tentu saja : Bisa Niatnya, Cara nya, dan segala ketentuan-ketentuan yang mengarah pada terwujudnya kesempurnaan hubungan baik dengan-Nya.! ;
– Niat nya (diluruskan)
– Ilmu nya
– Bacaan nya
– Arti dan Ilmu akan apa yang di baca
– Wudhu nya
– Waktu-nya , disegerakan, tidak di tunda-tuda, tidak masbuk
– Tempat nya, berjamaah, di masjid, tidak sendiri,
– Gerakanya, tata caranya.
Dan semua yang berkaitan dengan dan mengarah pada nilai kesempurnaan shalat. Itu yang diperbaiki.
Implikasinya apa ??
As you know, Sholat itu sendiri adalah aktifitas yang dalam perwujudanya membutuhka (Require) :
– Disiplin,
– Konsistensi (Istiqomah)
– Dalam bacaan-bacaannya mengandung doa-doa dan nasihat, kabar, peringatan dan pelajaran yang menjadi renungan saat melakukan shalat, makanya harus faham bahasa, arti sehingga bisa meresapi
– Gerakan-gerakan yang mereleks-kan dan menyehatkan tubuh
– Wudhu yang membersihkan, menyehatkan
Dan lain sebagainya, yang itu berimplikasi pada munculnya Semangat, Ghirah untuk kita melakukan berbagai akifitas lainya dengan penuh kemantapan dan ketenangan, Sehingga kita bisa terlatih menjadi lebih produktif, lebih disiplin, lebih konsisten dan disadari atau tidak kita selalu berubah, mengarah pada keadaan dan menjadi seseorang yang lebih baik.