Assalamualaikum Saudariku…

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah blog pertamaku!

Ini tentang perjalanan Hijrahku…

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Selangkah Menjadi Lebih Baik…

Saat itu aku duduk di kelas 3 sekolah mnengah atas, kalau tidak salah awal masuk semester 1. Aku merasa ada yang berbeda dengan diriku. Aku mengalami sebuah rasa, rasa takut, rasa khawatir, tidak tenang. Takut akan kematian, takut akan siksa kubur, takut akan api neraka, dan yang paling kutakuti takut Allah murka denganku.
Memang, ditahun itu dan satu tahun sebelumnya banyak sekali teman-teman  yang aku kenal pergi terlebih dahulu menghadap sang Ilahi, entah itu karena kecelakaan atau sakit yang dideritanya. Dari situ aku mulai sadar, bahwa siapapun dirimu, berapapun umurmu, entah impianmu sudah/belum terwujud, jika Allah berkata “waktumu sudah habis maka kembalilah”.

Kemudian aku memposisikan diriku di depan cermin, melihat siapa diriku, menilai bagaimana diriku. MashaaAllah, Allah memberikanku fisik yang begitu sempurna, wujud yang begitu enak dipandang, lantas, apa yang sudah aku lakukan sebagai rasa syukur terhadap karunia-Nya ini?  Bukan berarti aku tidak melakukan ibadah apapun. Aku shalat, aku mengaji, aku menghafal surah-surah al-quran, namun bukankah tidak boleh merasa ‘sudah lumayan cukup’ dalam konten beribadah?

Saat itu juga aku langsung menghampiri sahabat baikku, ‘buku tentang kehidupan setelah mati’. Aku membacanya dari halaman pertama sampai halaman terakhir, nyaris tak ada satupun halaman yang terlewatkan untuk dibaca. Aku membaca dengan benar dalil-dalil beserta kandungannya yang terdapat disetiap Babnya, entah itu tentang kewajiban menutup aurat (serta balasan diakhirat bagi yang tidak melaksanakannya) saat itu dalil yang menggetarkan hatiku, seperti ini:

Wanita yang tidak menutup auratnya di ancam tidak akan mencium bau surga sebagaimana yang di riwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu beliau berkata Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim, no. 2128]
Dalam riwayat lain Abu Hurairah menjelaskan. bahwasanya aroma Surga bisa dicium dari jarak 500 tahun. [HR. Malik dari riwayat Yahya Al-Laisiy, no. 1626]

Aku tertawa renyah, bagaimana mungkin aku memimpikan masuk surga sementara didalam dalil tersebut dijelaskan orang sepertiku “tidak akan mencium bau surga”
Astagfirullahaladzim. Jika tadi aku belum sepenuhnya melaksanakan perintah-Nya, saat itu juga aku belum sepenuhnya menjauhi larangan-Nya. Aku belum sepenuhnya takwa kepada Allah, aku belum sepenuhnya menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Perintah yang sangat terasa belum aku lakukan dengan baik adalah berhijab secara istiqomah, ya kewajiban bagi setiap perempuan muslim. Saat itu aku sudah berkerudung, namun aku hanya mengenakan kerudung saat aku berada di sekolah, saat aku madrasah, dan -saat aku ingin mengenakannya-. Aku mengenakan hijab sesuai dengan kemauanku, bukan sesuai dengan syariat islam.

Aku masih sering memposting foto-foto tanpa menutup aurat di social media milikku. Lalu ketika aku melihatnya di akun pribadiku, aku merasa sangat malu. Bodoh, aku memperlihatkan bagian tubuhku yang seharusnya tidak diperlihatkan ke sembarang orang (hanya boleh dilihat oleh mahramku). Aku memajangnya, membiarkan siapa saja melihatnya, menikmatinya, Astagfirullahaladzim.

Sampai suatu hari,aku bertemu dengan orang2 yang sholeh dan sholeha.. Orang2 yg memiliki banyak sekali pemahaman mengenai agama yg bersedia mengajariku, membimbingku tanpa mencelaku ya.. Aku, aku yg sangaaat jauh dari kata sholeha. Perlahan aku mulai merasakan kedamaian yg MASYAALLAH (sad face) aku berfikir, inilah yang aku cari selama ini. Aku belajar banyak hal bersama mereka dan akhirnya aku memutuskan untuk berhijab sesuai dg perintah Allah di al Qur’an. Karena aku sayang ayahku, aku tak ingin ayah masuk ke dalam neraka karena aku membuka auratku.

Perubahan yg cukup drastis… sangat drastis… semua org tercengang pada mula nya.

Whatttssss? Beneran? pake hijab syar’i? really? haha

Yeah… I mean like that what the people say and I don’t care (unamused face) yahh wajar, karena dulunya aku anak voli, aku gak menutup aurat, dan yg lainnnyyaaaaaa.

Aku mulai terpuruk lagi..dan aku merasa tidak pantas “TAUBAT” akhirnya allah mmberikan hidayahnya melalui berbagai ujian yang menerpaku and thennnn… that’s a secret, and only me and allah was know.

Hal pertama yang aku lakuan adalah menghapus foto-foto yang tidak menutup aurat di social mediaku.

Dan hal kedua yang harus ku lakukan adalah berhijab secara istoqomah. Aku mulai mengenakan hijab ketika disekolah, ketika berpergian, dan ketika di foto.

Itu lah perjalanan hijarahku, mohon maaf apabila ceritanya membosankan atau ada hal-hal yang salah, mohon diperbaiki jika ada yang salah :):)

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh……