Category: Uncategorized

Survei Tanah dan Evaluasi Lahan #M04

RESUME MATERI:

Kegiatan survei tanah dibagi menjadi lima kegiatan besar :

  1. Penyaiapan Peta Kerja: Terdapat pengadaan foto udara, pengadaan RBI, interpretasi foto udara, plotting ke peta dasar, dan perencanaan titik observasi.
  1. Deskripsi dan Pencirian Tanah: Dilakukan di lapangan terhadap profil tanah, profil-min, singkapan, dan analisis laboraturium.
  1. Klasifikasi Tanah: Menggunakan sistem klasifikasi tanah, deskripsi dan pencirian tanah, dan data analisis laboraturium.
  1. Pemetaan tanah/Penentuan batas Satuan Peta Tanah: Penggambaran bentuk satuan geografis pada suatu peta dasar yang ditandai dengan simbol dan dijelaskan pada legenda.
  1. Interpretasi Data Survei Tanah: Penilaian kapabilitas tanah yang mencerminkan tingkat kesesuaian tanah terhadap penggunaan lahan untuk pertanian atau untuk penggunaan lain.

Prinsip Survei Tanah :

  • Peta : gambaran permukaan bumi pada bidang datar melalui sistem proyeksi dan mempunyai skala tertentu.
  • Satuan Peta : bentuk lahan sama, yang dibedakan satu sma lain di lapangan oleh batas alami dapat digunakan sebagai satuan evaluasi lahan ® pendekatan fisiografik. Macam-macam satuan peta tanah yaitu konsosiasi, asosiasi, kompleks, dan kelompok tak dibedakan yang dibagi menjadi dua yaitu :
  • Satuan Peta Tanah Sederhana
  • Satuan Peta Tanah Majemuk
  • Asosiasi Tanah : sekelompok tanah yang berhubungan secara geografis
  • Kompleks Tanah : sekelompom tanah yang brasal dari taksa yang berbeda yang berbaur.
  • Kelompok tak dibedakan : dua atau lebih tanah yang secara geografis tidak selalu berupa konsosiasi tetapi termasuk dalam satuan peta yang sama karena penggunaan dan pengelolaannya sama atau mirip.
  • Satuan Taksonomi Tanah : menentukan suatu selang tertentu dari sifat-sifat tanah dalam kaitannya dengan selang sifat tanah secara total dalam suatu sistem klasifikasi tanah ® pendekatan morfologik.

 

Pelaksanaan Survei Tanah

  1. Pendahuluan

Penyiapan peta, foto udara/citra satelit, analisis landform melalui IFU, Plotting hasi IFU ke peta dasar, membuat rencana kerja di lapangan, pra-survei melalui kunjungan lapangan untuk mengecek hasil interpretasi di studio.

  1. Data, Peta, dan Foto Udra yang diperlukan
  • Peta Dasar
  • Peta Geologi
  • Peta Tanah
  • Peta Tata Guna Lahan
  1. Interpretasi Foto Udara

Dilakukan ntuk menghasilkan peta bentuk lahan. Aktivitas berupa delineasi foto udara (pada daerah efektif), plotting peta dasar.

  1. Penyiapan Peta Kerja

Menentukan lokasi titik bservasi di lapangan yang disesuaikan dengan pendekatan, tujuan pemetaan, ketersediaan peta, foto udara, dan citra satelit, pengalaman tim survei, dan skala pemetaan yang akan dihasilkan.

  1. Pra-survei :

Terdiri atas kegiatan ijin survei, overview daerah survei, base-camp, perencanaan survei utama.

 

LATIHAN

  1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2 ?

Mempermudah perhitngan apabila ada komponen utama dalam satuan peta tidak dapat menjadi satuan peta tersendiri yang dipetakan pada skala 1 : 24.000 (luasan 0,4 cm2 dipeta tersebut = 2,3 Ha di lapangan).

  1. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya pada tanah cetak) dengan scanner/fotocopy skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? Jelaskan!

Dibenarkan karena apabila memperbesar peta dengan scanner atau fotocopy dari skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000, namun akan didapatkan luas tiap 1 cm2 pada peta menjadi lebih kecil tingkat kerapatannya.

  1. Skala Peta :
    • Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pada peta berbagai skala sperti pada butir-butir dibawah?
  • Eksplorasi ( 1 : 1.000.000 )

LS = [ 0,8 x (1.000.000)2 ] cm2

= 0,8 x 1012 cm2

= 8 x 1011 cm2

= 8000 Ha

  • Tinjau ( 1 : 250.000 )

LS = [ 0,8 x (250.000)2 ] cm2

= 0,8 x 6,25.1010 cm2

= 5 x 1010 cm2

= 500 Ha

  • Semi Detail ( 1 : 50.000 )

LS = [ 0,8 x (50.000)2 ] cm2

= 0,8 x 2,5.109 cm2

= 2 x 109 cm2

= 20 Ha

  • Detail ( 1 : 25.000 )

LS = [ 0,8 x (25.000)2 ] cm2

= 0,8 x 6,25.108 cm2

= 5.108 cm2

= 5 Ha

 

  • Sangat Detail ( 1 : 5.000 )

LS = [ 0,8 x (5.000)2 ] cm2

= 0,8 x 2,5.107 cm2

= 2.107 cm2

= 0,2 Ha

  • Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
  • Eksplorasi ( 1 : 1.000.000 )

Dihimpun dari data dan peta yang ada (studi pustaka)

  • Tinjau ( 1 : 250.000)

1 tiap 12,5 km2 atau 1 tiap 2 km2

  • Semi Detail ( 1 : 50.000 )

1 tiap 50 ha

  • Detail ( 1 : 25.000 )

1 tiap 12,5 ha, 1 tiap 8 ha, dan 1 tiap 2 ha

  • Sangat Detail ( 1 : 5.000 )

2 tiap 1 ha