Univ. of Brawijaya Change the World

Informatics Students Blog of Brawijaya University

Category : Berita Seputar UB

*Source From prasetya.ub.ac.id

 

Dari kiri: PR III, Muchammad Muchlas, Savitri, Anang Mursalin, dan Dekan Fapet UB

Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) April ini akan mengikuti kegiatan magang di Australia. Ini merupakan kelanjutan dari deklarasi Perkumpulan Mahasiswa Indonesia Pencinta Sapi dan Kerbau. Tiga mahasiswa UB itu adalah Muchammad Muchlas, Savitri, dan Anang Mursalin. Mereka bertiga akan bertolak ke kota Darwin bersama mahasiswa Universitas Padjadjaran setelah terpilih melalui seleksi yang dilakukan NTCA (Northern Territory Cattlemen’s Association).

NTCA sendiri adalah kelompok industri utama di wilayah utara Australia. Kelompok ini mewakili 90 persen ternak di wilayah utara, mulai produksi rumahan hingga korporasi. Sekitar 55 persen produksi wilayah utara tersebut diekspor ke pasar Asia Tenggara. Sampai saat ini industri daging sapi wilayah ini akan fokus pada kerjasama dan program untuk menguatkan perdagangan.

Read More…

 

 

Barcelona – Barcelona akan menjalani laga hidup mati melawan AC Milan di leg II babak perempatfinal Liga Champions. Layaknya laga final, Carles Puyol menyebut Barca akan tampil menyerang demi memburu kemenangan.

Di laga leg I lalu di San Siro, Milan dan Barca bermain imbang tanpa gol. Hasil itu membuat peluang kedua tim untuk lolos ke fase selanjutnya masih sangat terbuka.

Masih sama-sama punya peluang untuk lolos, Puyol menyebut laga leg II ini tak ubahnya seperti laga final. Karena itu, kapten Barca ini menegaskan jika timnya hanya akan tampil menyerang untuk merebut kemenangan di Camp Nou, Rabu (4/4/2012) dinihari WIB.

Read More…

Wah ada kabar gembira dari Universitas Brawijaya untuk adik-adik yang ingin masuk melalau jalur Minat dan Bakat. Seperti yang dikutip PRASETYA Online, Selasa, (20/3).

Kepala Bagian Minat Bakat, Biro Administrasi Kemahasiswaan, Widodo, SE, mengatakan UB aktif menjemput bola dalam mencari bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa-siswi SMU. “Kami menghubungi KONI di propinsi setempat, Diknas, dan penelusuran melalui internet. Setelah menemukan siswa-siswi SMU berprestasi dari seluruh Indonesia, UB akan mendatangi dan memberi penjelasan mengenai PSB Non Akademik UB.

Mengenai PSB Non Akademik UB. Selanjutnya kami akan mengarahkan mereka untuk masuk ke UB sesuai jurusan mereka di SMU. Apakah IPA atau IPS. Mereka dapat memilih semua program studi di UB sesuai minat mereka kecuali Pendidikan Dokter dan Dokter Hewan,” tutur mantan Kasubbag Kehumasan itu.

Widodo berharap dengan mendapatkan bibit unggul dalam bidang minat bakat, akan meningkatkan nama UB di kancah nasional dan internasional. “Oleh karena itu apabila ada putra-putri SMA yang berprestasi, minimal juara tiga tingkat propinsi, diharapkan menghubungi UB agar dapat ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu Pembantu Rektor III UB Ir. Ainurrasjid, MS mengatakan, UB terbuka untuk menerima siswa-siswi SMU yang berprestasi dalam bidang minat dan bakat. “Tidak perlu kuatir dengan biaya. Jika tidak mampu akan diberi bantuan baik melalui beasiswa ataupun dari universitas,” ungkapnya. Rencananya, pelaksanaan pendaftaran PSB Non Akademik UB ini akan dibuka setelah pelaksanaan SNMPTN.

Source : http://prasetya.ub.ac.id

Teknologi tepat guna adalah teknologi yang cocok dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan. Teknologi kreatif, tepat guna serta ramah lingkungan menginspirasi tiga mahasiswa Teknik Mesin UB untuk membuat “Spinwipe” atau secara sederhana dijelaskan sebagai Alat Pembersih Kaca yang Efektif dan Efisien. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Puspita Fajar K.H., (angkatan 2010), Hendri Ariful A dan Febrina Dyah S (angkatan 2008) dengan Dosen Pembimbing Dr. Eng. Anindito Purnowidodo, ST., M.Eng. Hasil dari pengerjaan dan simulasi alat yang dikerjakan di Studio Perancangan dan Rekayasa dengan Kepala laboratorium Dr. Eng. Moch. Agus Choiron, ST., MT., dan disponsori PT TRIMITRA ABADI Jakarta ini, berhasil meraih prestasi Juara III pada Lomba Desain Kreatif (Mechanical Design CompetitionMechanical Fair 2012 yang berlangsung di Universitas Indonesia, Depok Jawa Barat pada 29 Februari – 1 Maret 2012.

Pada ajang ini juara pertama diraih tim Universitas Gadjah Mada dengan alat Regulator FOS dan Juara 2 diraih tim Universitas Indonesia dengan alat Economized Shoes Washer. Peserta berasal dari seluruh Mahasiswa Teknik Mesin di Indonesia yang mana sistem perlombaan dilakukan seleksi sebelum tahapan final, dan kemudian diambil 10 finalis dari seluruh peserta. Selanjutnya dari 10 finalis diwajibkan untuk mempresentasikan dan memamerkan karya model berskala yang telah dibuat (maket) di Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Lomba desain ini secara umum mengharapkan peranan mahasiswa dalam bentuk teknologi tepat guna yang dapat diterapkan untuk masyarakat umum. Sedangkan untuk tahun ini, Mechanical Fair yang salah satu kegiatannya adalah lomba desain, mengusung tema “Improving Indonesia with Self Power” dan subtema “Menghidupkan Potensi Anak Bangsa, Memperkuat Industri Nasional”. Tema yang diangkat didasari dari kesadaran akan perlunya bangsa Indonesia untuk lebih mempercayai dan mengandalkan kekuatan bangsa kita sendiri dalam memajukan Indonesia.

source : http://prasetya.ub.ac.id

Adipandang Yudono dosen jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) beserta Alwafi Pudjiraharjo dosen jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB), meraih penghargaan sebagai The Best Presentation Award pada ajang The 8th International Symposium on City Plannning and Enviromental Management, yang berlangsung pada 13 – 16 Maret 2012 di Tianjin University China. Penghargaan ini diberikan langsung kepada Adipandang oleh Prof. Akira Ohgai sebagai International Program Committee, Head of Asian Urban Research Group dari Asosiasi Asian Urban Research Group.

Paper penelitian yang dipresentasikan keduanya berjudul “Urban Landuse Planning based on Tsunami Disaster Management using Tsunami Dynamic Modeling in Flores Island Indonesia”. Penilaian atas penghargaan diberikan berdasarkan muatan tingkat kesulitan penelitian dan teknik presentasi serta kemampuan menghidupkan suasana diskusi.

Terkait bidang penelitiannya, Adipandang dari Laboratorium Sistem Informasi Perencanaan PWK, merintis kerjasama penelitian dengan Environmental Media Lab. Faculty of Human Environment Studies, University of Kyushu, Jepang untuk pengembangan penelitian bidang Sistem Informasi Geografis, Remote Sensing dan Spatial Decision Support System (SDSS) ke depan.

Munculnya Program Studi Baru di UB

ub

Setelah banyak beredar isu mengenai nasib Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi yang akan lepas dan pisah dari Fakultas Teknik membentuk fakultas tersendiri langsung di bawah Universitas Brawijaya, akhirnya terjawab.

Setelah menemui dan berbincang dengan bapak Ludfi selaku PD1 dan bapak Sutrisno selaku kepala program studi teknik informatika, mengenai SK Rektor yang berisi

     1. Membuka program teknologi informasi dan ilmu komputer pada universitas brawijaya

         dengan prodi sebagai berikut :

              – S1 Teknik informatika

              – S1 Ilmu komputer

              – S1 Teknik Komputer

              – S1 sistem informasi

     2. “Home Base” untuk Dosen Pengasuh untuk Program Studi sebagaimana tercantum pada

          diktum pertama akan ditetapkan kemudian.

     3. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Terhitung sejak tanggal 27 oktober 2011, sebenarnya menurut SK, Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi sudah bukan di bawah Fakultas Teknik, namun sudah dinaungi oleh program baru yang langsung berada di bawah Universitas Brawijaya, yaitu Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.

Namun, beliau mengatakan hal ini bukan berarti tidak serta merta langsung lepas dan terpisah dari Fakultas Teknik. Harus ada sebuah masa persiapan dimana semua unsur dan elemen yang terlibat di dalamnya harus menyesuaikan dengan keadaan yang baru, termasuk nasib kemahasiswaan mahasiswa Teknik Informatika, Teknik Komputer dan Sistem Informasi di ranah fakultas mengingat banyaknya mahasiswa informatika yang sedang aktif di kelembagaan fakultas, serta urusan akademis dan non akademis, yang kemudian masa persiapan dan penyesuaian ini disebut sebagai masa transisi.

Menurut beliau, masa transisi ini kemungkinan besar akan berakhir di pergantian semester genap ke ganjil beberapa bulan mendatang ini, sehingga untuk semester depan Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Teknik Komputer sudah harus lepas dari fakultas teknik baik dari sisi kemahasiswaan, akademis, dan non akademis.

Beliau juga menghimbau pada masa transisi ini, seluruh mahasiswa yang terlibat di dalam proses pembentukan ini, khususnya mahasiswa tif, tekom, si yang sedang aktif di kelembagaan fakultas supaya bersiap siap untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang nantinya akan terjadi.

Namun, jika semua keputusan dan kebijakan nantinya mengharuskan untuk pisah dan lepas, diharapkan seluruh elemen mahasiswa sudah memiliki kesiapan dan bisa mandiri khususnya dari mahasiswa Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi.

Terkait alasan harus pisahnya Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Komputer dan Ilmu Komputer dari fakultasnya masing masing menurut beliau adalah:

     – Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti 1030/D/T/2010, komputer itu sudah punya rumpun tersendiri yaitu rumpun E(rumpun komputer). Hal ini terkait masalah akreditasi. Informatika dan ilkom mestinya ada di rumpun E, dan semestinya tidak boleh ada 2 prodi dengan rumpun yang sama namun berada di fakultas yang berbeda, jadi solusinya adalah yaitu pembentukan program / fakultas baru yang berada langsung di bawah universitas.

     – Apabila teknik informatika digabung dengan ilkom, akan bisa lebih berkembang

     – ilmu itu memang selalu berkembang, dan sekarang yang sedang berkembang itu dibidang komputer.

Sesuai isi SK diatas, bahwa yang ditetapkan adalah pembentukan program, sebelum berlanjut ke tahap selanjutnya yaitu fakultas. Pembentukan fakultas sendiri harus melalui keputusan dikti, jadi beliau mengatakan akan mengusulkan hal ini ( pembentukan program ) kepada DIKTI untuk membentuk sebuah fakultas baru.

Menyinggung masalah koordinasi antara pihak mahasiswa dengan birokrasi, bapak Sutrisno selaku kaprodi Teknik Informatika menyatakan bahwa belum adanya sosialiasi resmi dikarenakan pihak birokrasi Teknik Informatika memandang hal tersebut hanya sebagai sebuah wacana saja.

Namun sosialisasi informal sebenarnya sudah ada, misalnya dengan Himpunan Mahasiswa Informatika terkait masalah struktur dan kemahasiswaan. Persiapan yang repot dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga menjadi alasan terhambatnya sosialisasi formal langsung ke mahasiswa.

Beliau juga menambahkan bahwa Teknik Informatika, Teknik Komputer, Sistem Informasi adalah masih merupakan bagian dari Fakultas Teknik.

Yang perlu diperhatikan, sesuai dengan poin ketiga SK tersebut, semua kemungkinan masih bisa terjadi, dan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Terakhir, harapan atas turunnya SK adalah terlaksananya SK ini dengan sebaik-baiknya, dengan semulus-mulusnya dalam masa transisi,dan Fakultas Teknik akan mengawal proses transisi sampai tuntas. Seperti misalnya pencatatan akses Teknik Informatika selama ini di teknik, maka akan dialihkan dengan baik, fair, serta akuntabilitasnya tinggi. Bisa mempunyai fasilitas yang mendukung dan berkualitas serta munculnya komunitas-komunitas yang berkaitan dengan dunia informatika. Dan untuk kedepanya Informatika Brawijaya bisa mewarnai dunia IT Indonesia.