Univ. of Brawijaya Change the World

Informatics Students Blog of Brawijaya University

SOLO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meningkatkan jumlah Bidik Misi, pada tahun 2012, menjadi sebesar 30 ribu mahasiswa. Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang tidak mampu.

“Meningkat sebesar 10 ribu mahasiswa dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2011 lalu beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa ada 20 ribu orang,” ungkap Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan Musliar Kasim, saat ditanya soal Bidik Misi, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2012).

Wamendikbud menegaskan, sekarang ini tidak ada anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, hanya gara-gara tidak mampu secara ekonomi.

“Penerima bidik misi, disamping dibebaskan dari seluruh pungutan yang dibebankan, juga diberi biaya hidup yang besarnya tergantung pada living cost di masing-masing daerah,” jelasnya.

Terkait dengan itu, Musliar Kasim memberi contoh mahasiswa penerima Bidik Misi di kota Solo, maka akan menerima Rp600 ribu per mahasiswa per bulan, selama empat tahun. “Mahasiswa penerima Bidik Misi itu tidak menyatu di satu fakultas, tetapi harus menyebar di semua fakultas di satu perguruan tinggi negeri,” jelasnya.

Bidik Misi untuk Kampus Swasta

Belakangan ini memang ada pertanyaan mengapa Bidik Misi tidak sampai di perguruan tinggi swasta? Wamendikbud mengaku, saat ini pihaknya memang tengah mencoba merumuskan. Tetapi, jika Bidik Misi bisa diterapkan di kampus swasta, hal itu tidak berlaku untuk semua perguruan tinggi swasta.

 

Both comments and pings are currently closed.