Univ. of Brawijaya Change the World

Informatics Students Blog of Brawijaya University

Israel Mau Menyerang Iran…?!?

 

Wah sepertinya Israel belum puas menginvasi negara-negara Arab, setelah sebelumnya memporak-porandakan Palestina negara yang didukung oleh negara super power yaitu AS, terus menerus mencari-cari kesalahan Iran yang diduga menjalankan program Nuklir padahal Iran dengan tegas bahwa program nuklir tersebut bukan untuk tujuan perang.

Mantan Kepala Intelijen Israel (Mossad) Meir Dagan mendesak Pemerintah Israel untuk mempertimbangkan alternatif lain serangan militer ke fasilitas nuklir Iran.

Meir Dagan mendesak agar pemerintah bersikap hati-hati atas maksud serangan ini, setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu merasa perlu menyerang Iran. Salah satu aksi yang diusulkannya adalah mendukung kelompok oposisi Iran untuk merubah rezim yang berkuasa saat ini.


“Melakukan serangan terhadap Iran saat belum mengeksplorasi pendekatan yang lain, adalah sebuah tindakan yang tidak baik dilakukan. Semua pihak harus berhat-hati,” ucap Meir Dagan dalam acara 60 Minutes di CBS, Jumat (9/3/2012).


Dagan seperti menilai PM Netanyahu terlalu terburu-buru bila ingin menyerang Iran. “Masih ada waktu untuk mencoba pilihan lain, selain aksi militer,” ucapnya.


“Tentunya menjadi kewajiban dari kami, untuk membantu siapa pun yang mencoba menjadi oposisi dari rezim Iran,” imbuh Dagan.


Dagan memimpin Mossad sejak 2002 dan baru saja pensiun tahun lalu. Selama dirinya memimpin Mossad, dirinya memegan peran penting dalam operasi rahasia memperlemah penelitian nuklir Iran. Operasi yang dilakukan Dagan, antara lain memerintahkan pembunuhan para ilmuwan nuklir Negeri Paramullah.


Bagi Dagan, Pemerintah Iran saat ini mungkin tidak bertindak rasional. Tetapi dia yakin bahwa Iran memikirkan dengan teliti segala keputusan yang mereka ambil.
“Saya kira Iran saat ini sangat berhati-hati dalam proyek nuklirnya,” tutur Dagan.

Dirinya lebih memilih AS yang melakukan serangan ke Iran, dibandingkan Israel yang melakukan hal tersebut.

Klaim Palsu

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan laporan soal nuklir Iran itu didasarkan pada klaim-klaim palsu.

“Saya yakin dokumen itu sangat lemah dari sisi keasliannya. Namun jika mereka berkeras, maka silakan rilis dokumen itu. Lebih baik sesekali langsung menghadapi bahaya dari pada selalu dalam bahaya,” kata Salehi seperti dikutip sejumlah media Iran.

Para ahli Israel menggambarkan program nuklir Iran harus diwaspadai. Sementara itu Menlu Israel Avigdor Lieberman mengatakan laporan IAEA itu akan mengungkap tujuan militer Iran sesungguhnya.

Lieberman secara terbuka berharap Iran akan menjadi sasaran sanksi dunia internasional selanjutnya.

Israel secara konsisten memperingatkan pilihan yang tersisa terkait program nuklir Iran yang dikhawatirkan negara-negara barat bisa memicu perang nuklir.

Namun berulang kali pula Iran membantah ambisi membangun persenjataan nuklir dan menegaskan nuklir digunakan negeri itu untuk pembangkit listrik dan tujuan damai lainnya.

Meski demikian, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan negeri itu siap untuk menghadapi semua kemungkinan terburuk.

“Saya yakin dokumen itu sangat lemah dari sisi keasliannya. Namun jika mereka berkeras, maka silahkan rilis dokumen itu. Lebih baik sesekali langsung menghadapi bahaya dari pada selalu dalam bahaya.”

Ali Akbar Salehi

 

Both comments and pings are currently closed.