Univ. of Brawijaya Change the World

Informatics Students Blog of Brawijaya University

Archive for March 8th, 2012

Munculnya Program Studi Baru di UB

ub

Setelah banyak beredar isu mengenai nasib Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi yang akan lepas dan pisah dari Fakultas Teknik membentuk fakultas tersendiri langsung di bawah Universitas Brawijaya, akhirnya terjawab.

Setelah menemui dan berbincang dengan bapak Ludfi selaku PD1 dan bapak Sutrisno selaku kepala program studi teknik informatika, mengenai SK Rektor yang berisi

     1. Membuka program teknologi informasi dan ilmu komputer pada universitas brawijaya

         dengan prodi sebagai berikut :

              – S1 Teknik informatika

              – S1 Ilmu komputer

              – S1 Teknik Komputer

              – S1 sistem informasi

     2. “Home Base” untuk Dosen Pengasuh untuk Program Studi sebagaimana tercantum pada

          diktum pertama akan ditetapkan kemudian.

     3. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Terhitung sejak tanggal 27 oktober 2011, sebenarnya menurut SK, Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi sudah bukan di bawah Fakultas Teknik, namun sudah dinaungi oleh program baru yang langsung berada di bawah Universitas Brawijaya, yaitu Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.

Namun, beliau mengatakan hal ini bukan berarti tidak serta merta langsung lepas dan terpisah dari Fakultas Teknik. Harus ada sebuah masa persiapan dimana semua unsur dan elemen yang terlibat di dalamnya harus menyesuaikan dengan keadaan yang baru, termasuk nasib kemahasiswaan mahasiswa Teknik Informatika, Teknik Komputer dan Sistem Informasi di ranah fakultas mengingat banyaknya mahasiswa informatika yang sedang aktif di kelembagaan fakultas, serta urusan akademis dan non akademis, yang kemudian masa persiapan dan penyesuaian ini disebut sebagai masa transisi.

Menurut beliau, masa transisi ini kemungkinan besar akan berakhir di pergantian semester genap ke ganjil beberapa bulan mendatang ini, sehingga untuk semester depan Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Teknik Komputer sudah harus lepas dari fakultas teknik baik dari sisi kemahasiswaan, akademis, dan non akademis.

Beliau juga menghimbau pada masa transisi ini, seluruh mahasiswa yang terlibat di dalam proses pembentukan ini, khususnya mahasiswa tif, tekom, si yang sedang aktif di kelembagaan fakultas supaya bersiap siap untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang nantinya akan terjadi.

Namun, jika semua keputusan dan kebijakan nantinya mengharuskan untuk pisah dan lepas, diharapkan seluruh elemen mahasiswa sudah memiliki kesiapan dan bisa mandiri khususnya dari mahasiswa Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi.

Terkait alasan harus pisahnya Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Komputer dan Ilmu Komputer dari fakultasnya masing masing menurut beliau adalah:

     – Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti 1030/D/T/2010, komputer itu sudah punya rumpun tersendiri yaitu rumpun E(rumpun komputer). Hal ini terkait masalah akreditasi. Informatika dan ilkom mestinya ada di rumpun E, dan semestinya tidak boleh ada 2 prodi dengan rumpun yang sama namun berada di fakultas yang berbeda, jadi solusinya adalah yaitu pembentukan program / fakultas baru yang berada langsung di bawah universitas.

     – Apabila teknik informatika digabung dengan ilkom, akan bisa lebih berkembang

     – ilmu itu memang selalu berkembang, dan sekarang yang sedang berkembang itu dibidang komputer.

Sesuai isi SK diatas, bahwa yang ditetapkan adalah pembentukan program, sebelum berlanjut ke tahap selanjutnya yaitu fakultas. Pembentukan fakultas sendiri harus melalui keputusan dikti, jadi beliau mengatakan akan mengusulkan hal ini ( pembentukan program ) kepada DIKTI untuk membentuk sebuah fakultas baru.

Menyinggung masalah koordinasi antara pihak mahasiswa dengan birokrasi, bapak Sutrisno selaku kaprodi Teknik Informatika menyatakan bahwa belum adanya sosialiasi resmi dikarenakan pihak birokrasi Teknik Informatika memandang hal tersebut hanya sebagai sebuah wacana saja.

Namun sosialisasi informal sebenarnya sudah ada, misalnya dengan Himpunan Mahasiswa Informatika terkait masalah struktur dan kemahasiswaan. Persiapan yang repot dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga menjadi alasan terhambatnya sosialisasi formal langsung ke mahasiswa.

Beliau juga menambahkan bahwa Teknik Informatika, Teknik Komputer, Sistem Informasi adalah masih merupakan bagian dari Fakultas Teknik.

Yang perlu diperhatikan, sesuai dengan poin ketiga SK tersebut, semua kemungkinan masih bisa terjadi, dan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Terakhir, harapan atas turunnya SK adalah terlaksananya SK ini dengan sebaik-baiknya, dengan semulus-mulusnya dalam masa transisi,dan Fakultas Teknik akan mengawal proses transisi sampai tuntas. Seperti misalnya pencatatan akses Teknik Informatika selama ini di teknik, maka akan dialihkan dengan baik, fair, serta akuntabilitasnya tinggi. Bisa mempunyai fasilitas yang mendukung dan berkualitas serta munculnya komunitas-komunitas yang berkaitan dengan dunia informatika. Dan untuk kedepanya Informatika Brawijaya bisa mewarnai dunia IT Indonesia.

Rilisnya Film The Avengers Pada 2012

 

Film terbaru 2012 The Avengers merupakan film superhero Hollywood (Amerika) yg diangkat dari komik Marvel yg rencananya akan rilis pada 27 April 2012 mendatang, dan tayang di bioskop pada 4 mei 2012. Film ini disutradarai olehJoss Whedon dan didistribusikan oleh Walt Disney Pictures.The Avengers berkisah tentang tujuh pahlawan super yang terdiri dari Thor (Chris Hemsworth), Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), Hulk (Mark Ruffalo),Hawkeye (Jeremy Renner), Black Widow (Scarlett Johansson) dan Nick Fury (Samuel L. Jackson).

Film The Avengers menceritakan tentang keamanan global terancam dengan hadirnya kekuatan jahat terhebat yang belum pernah ada. Direktur S.H.I.L.D., Nick Fury, meminta bantuan tim “The Avengers” untuk mencegah bencana yang mengancam dunia. Mereka pun bersatu untuk melawan kekuatan jahat agar bumi tetap damai. Wow sudah pada ga sabar kan …!! 😀


Berikut cuplikan thriller The Avengers…
[youtube]http://www.youtube.com/watch?v=1hPpG4s3-O4[/youtube]

linuxmint

 

Linux Mint boleh berbangga hati dengan statistik peringkatnya di Distrowatch. Saat ini (3 Febuari 2012), total view Linux Mint sudah mencapai 3473, mengalahkan Ubuntu di angka 2088. Peringkat 3-5 menyusul Fedora, OpenSUSE, dan Debian. Inovasi Linux Mint dengan dekstop Cinnamon seolah menegaskan bahwa mereka berhak merajai chart Distrowatch, sebagai situs barometer berbagai distro Linux yang ada.

 

Berikut ini merupakan keunggulan dari Linux Mint di banding Ubuntu

1.Start Menu yang lebih baik. Ter-organisir dengan baik dan dilengkapi dengan pencarian.

2.Sudah ter-install Codecs untuk memainkan file multimedia (video & audio) seperti mp3, wma, wmv, avi (Main Edition).

3.Sudah ter-install ndisgtk untuk meng-install driver Wireless Windows dengan mudah.

4.Klik kanan folder di sudah ada “Open with Terminal”, “Sharing Options” dan “Open as Root”. Saat masuk sebagai Root, akan masuk dengan window manager xfe. Untuk membedakan dengan user biasa, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

5,Boot Menu sudah menggunakan grub-gfxboot, so… tidak lagi berbentuk text lagi.

6. Dan yang terakhir menurut saya karena  Boot Menu sudah menggunakan grub-gfxboot, so… tidak lagi berbentuk text lagi.

 

Direktori,Sistem Berkas & Terminal pada Linux Ubuntu

Sistem berkas Linux dan Unix diorganisir dalam struktur hirarki, seperti pohon. Level tertinggi dari sistem berkas adalah / atau direktori root. Dalam filosofi disain Unix dan Linux, semua dianggap sebagai berkas, termasuk hard disks, partisi dan removable media. Ini berarti bahwa semua berkas dan direktori (termasuk cakram dan partisi lain) ada di bawah direktori root.

Sebagai contoh, /home/jebediah/cheeses.odt menampilkan alur (path) ke berkas cheeses.odt yang ada di dalam direktori jebediah yang mana ada di bawah direktori home, yang berada di bawah direktori root (/).

Di bawah direktori root (/), ada beberapa kumpulan direktori sistem penting yang umum digunakan oleh banyak distribusi Linux lainnya. Di bawah ini adalah daftar dari direktori umum yang berada tepat di bawah direktori root (/) :

  • /bin – aplikasi biner penting
  • /boot – lokasi berkas konfigurasi untuk boot.
  • /dev – berkas peranti (device)
  • /etc – berkas konfigurasi, skrip startup, dll (etc)…
  • /home – direktori pangkal (home) untuk pengguna
  • /lib – libraries yang diperlukan oleh sistem
  • /lost+found – menyediakan sistem lost+found untuk berkas yang berada dibawah direktori root (/)
  • /media – mount (memuat) removable media seperti CD-ROM, kamera digital, dll…
  • /mnt – untuk me-mount sistem berkas
  • /opt – tempat lokasi untuk menginstal aplikasi tambahan (optional)
  • /proc – direktori dinamis khusus yang menangani informasi mengenai kondisi sistem, termasuk proses-proses (processes) yang sedang berjalan
  • /root – direktori pangkal untuk root, diucapkan ‘slash-root’
  • /sbin – sistem biner penting
  • /sys – mengandung informasi mengenai system
  • /tmp – berkas sementara (temporary)
  • /usr – tempat aplikasi dan berkas yang sering digunakan oleh pengguna (users)
  • /var – berkas variabel seperti log dan database

Hak Akses

Semua berkas dalam sistem Linux mempunyai hak akses yang dapat mengizinkan atau mencegah orang lain dari menilik, mengubah atau mengeksekusi. Pengguna super “root” mempunyai kemampuan untuk mengakses setiap berkas dalam sistem. Setiap berkas memiliki pembatasan akses, pembatasan pengguna, dan memiliki asosiasi pemilik/grup.

Setiap berkas dilindungi oleh tiga lapis hak akses berikut ini:

  • penggunaberlaku bagi pengguna yang adalah pemilik dari suatu berkas
  • grupberlaku bagi grup yang berhubungan dengan suatu berkas
  • lainnyaberlaku bagi semua pengguna lainnya

Di dalam setiap dari tiga setelan hak izin ada hak izin sesungguhnya. Hak izin, dan cara penggunaannya untuk berkas dan direktori, diuraikan dibawah ini:

  • bacaberkas dapat ditampilkan/dibukaisi direktori dari ditampilkan
  • tulisberkas dapat disunting atau dihapusisi direktori dari dimodifikasi
  • eksekusiberkas eksekusi dapat dijalankan sebagai programdirektori dapat dimasuki

Untuk menilik dan menyunting hak izin pada berkas dan direktori, buka Applications->Accessories->Home Folder dan klik kanan di berkas atau direktori. Kemudian pilih Properties. Info hak izin ada di tab Permissions dan Anda dapat mengubah seluruh level hak izin, apabila Anda adalah pemilik dari berkas tersebut.

Terminal

Bekerja dengan baris perintah tidaklah tugas yang menakutkan seperti yang Anda pikir sebelumnya. Tidak dibutuhkan pengetahuan khusus untuk mengetahui bagaimana menggunakan baris perintah, ini adalah program seperti yang lainnya. Semua tugas di Linux dapat diselesaikan menggunakan baris perintah, walaupun telah ada alat berbasis grafik untuk semua program, tetapi kadang-kadang itu semua tidak cukup. Disinilah baris perintah akan membantu Anda.

Terminal berada di Applications->Terminal . Terminal sering disebut command prompt atau shell. Di masa lalu, hal ini adalah cara pengguna untuk berinteraksi dengan komputer, dan para pengguna Linux berpendapat bahwa penggunaan perintah melalui shell akan lebih cepat dibanding melalui aplikasi berbasis grafik dan hal ini masih berlaku sampai sekarang. Disini Anda akan mempelajari bagaimana menggunakan terminal.

Kegunaan awal dari terminal adalah sebagai peramban (browser) berkas dan kenyataannya saat ini masih digunakan sebagai peramban berkas, di saat lingkungan berbasis grafik tidak tersedia. Anda dapat menggunakan terminal sebagai peramban berkas untuk melihat berkas dan membatalkan perubahan yang telah dibuat.

Pada saat pertama kali membuka terminal tulisan yang tampil adalah “namauser@namakomputer:~$”. Contoh di komputer saya yang tampil “Rusliawan@ubuntu:~$” artinya rusliawan= username, ubuntu = nama komputer/hostname, ~ lokasi folder aktif sekarang berada di folder home si user, dan $ artinya sedang dalam posisi user biasa, jika bukan $ tetapi # berarti dalam posisi root(administrator).

File dan Folder

  • Melihat petunjuk pemakaian perintah : $ man namaperintah. Contoh mau melihat manual perintah pwd : $ man pwd
  • Melihat alamat folder aktif : $ pwd
  • Pindah ke folder home si user : $ cd
  • Pindah folder : $ cd foldertujuan. Contoh pindah ke folder /usr : $ cd /usr
  • Pindah ke folder induk : $ cd .. [titik dua kali]. Contoh sekarang berada di folder /home/user/Documents/Data1/Data1a mau naik satu tingkat ke folder Data1 ketik $ cd ..
  • Melihat isi folder : $ ls
  • Membuat folder : $ mkdir namafolder
  • Membuat/mengedit file menggunakan text editor : $ nano namafile.txt atau $ vi namafile.txt
  • Melihat isi file text : $ cat namafile.txt atau $ more namafile.txt
  • Mengcopy file/folder : $ cp sumberfile foldertujuan
  • Merubah nama file/folder : $ mv namafileasli namafilebaru
  • Memindahkan file/folder : $ mv sumber tujuan
  • Hapus file : $ rm namafile
  • Hapus folder : $ rm -rf folder
  • Mencari file/folder : $ locate yang-dicari
  • Membersihkan layar : $ clear
  • Keluar dari terminal : $ exit

Root

  • Menjalankan perintah sebagai root : $ sudo namaperintah
  • Beralih ke mode root : $ sudo su, setelah memasukkan password tanda $ akan berubah menjadi #
  • Restart : $ sudo reboot
  • Shutdown : $ sudo poweroff

Repostiroy dan Paket

  • Update repository : $ sudo apt-get update
  • Upgrade paket : $ sudo apt-get upgrade
  • Install paket : $ sudo apt-get install nama-paket
  • Uninstall paket : $ sudo apt-get remove nama-paket
  • Install paket dari file .deb : $ sudo dpkg -i file-paket.deb

Kompresi File

  • Membuat file zip dari file : $ zip output.zip sumber-file
  • Membuat file zip dari direktori : $ zip -r output.zip sumber-direktori
  • Mengekstrak file zip : $ unzip namafile.zip -d folder-tujuan
  • Membuat file tar.gz : $ tar -cvzf output.tar.gz sumber-direktori
  • Mengkstrak file tar.gz : $ tar xzvf file.tar.gz
  • Mengekstrak file tar.gz dengan folder tujuan : $ tar xzvf file.tar.gz -C /folder/tujuan/harus/ada

Jaringan dan Internet

  • Cek koneksi jaringan : $ ping noip
  • Info settingan interface jaringan : $ ifconfig
  • Download : $ wget http://website.com/file.zip

Perintah Umum

Menilik Direktori – ls
Perintah ls (LiSt) melihat daftar berkas dalam suatu direktori.
Membuat Direktori: – mkdir (nama direktori)
Perintah mkdir (MaKeDIRectory) untuk membuat direktori.
Mengubah Direktori: – cd (/direktori/lokasi)
Perintah cd perintah (ChangeDirectory) akan mengubah dari direktori Anda saat ini ke direktori yang Anda tentukan.
Menyalin Berkas/Direktori: – cp (nama berkas atau direktori) (ke direktori atau nama berkas)
Perintah cp (CoPy) akan menyalin setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah cp -r akan menyalin setiap direktori yang Anda tentukan.
Menghapus Berkas/Direktori: – rm (nama berkas atau direktori)
Perintah rm perintah (ReMove) akan menghapus setiap berkas yang Anda tentukan. Perintah rm -rf akan menghapus setiap direktori yang Anda tentukan.
Ganti Name Berkas/Direktori – mv (nama berkas atau direktori)
Perintah mv (MoVe) akan mengganti nama/memindahkan setiap berkas atau direktori yang Anda tentukan.
Mencari Berkas/Direktori: – mv (nama berkas atau direktori)
Perintah locate akan setiap nama berkas yang anda tentukan yang ada di dalam komputer. Perintah ini menggunakan indeks dari berkas dalam sistem Anda untuk bekerja dengan cepat: untuk memutakhirkan indeks ini jalankan perintah updatedb. Perintah ini berjalan otomatis setiap hari, apabila komputer Anda nyala terus setiap hari. Dan perintah ini harus dijalankan dengan hak istimewa administratif (lihat “Root Dan Sudo”).

Anda juga dapat menggunakan wildcard untuk mencocokkan satu atau lebih berkas, seperti “*” (untuk semua berkas) atau “?” (untuk mencocokkan satu karakter).

Penyuntingan Teks

Semua konfigurasi dan setelan di Linux tersimpan di dalam berkas teks. Walaupun biasanya Anda menyunting konfigurasi ini melalui antarmuka berbasis grafik, sesekali mungkin Anda harus menyuntingnya secara manual. Geditadalah editor teks baku di Ubuntu, yang dapat Anda luncurkan dengan mengeklik Applications->Accessories->Mousepad di sistem menu desktop.

Anda juga dapat menjalankan Mousepad lewat baris perintah menggunakan gksudo, yang akan menjalankan Mousepad dengan hak akses administratif, dalam rangka untuk mengubah berkas konfigurasi.

Jika Anda ingin menggunakan editor teks dari baris perintah, Anda dapat menggunakan nano, editor teks sederhana yang mudah dipakai. Saat menjalankannya dari baris perintah, selalu gunakan perintah berikut, untuk memastikan editor tidak memasukkan jeda baris:

nano -w

Selain ini ada juga beberapa editor berbasis terminal yang tersedia di Ubuntu, paling populer adalah seperti VIM dan Emacs. Aplikasi ini lebih kompleks untuk digunakan dibandingkan nano, akan tetapi lebih handal.

Root Dan Sudo

Pengguna root di GNU/Linux adalah pengguna yang mempunyai akses administratif untuk mengelola sistem. Pengguna biasa tidak mempunyai akses ini karena alasan keamanan. Akan tetapi, Kubuntu tidak menyertakan pengguna root. Malahan, akses pengelolaan diberikan kepada pengguna individu, yang dapat menggunakan aplikasi “sudo” untuk melakukan tugas pengelolaan. Akun pengguna pertama yang Anda buat pada sistem saat instalasi akan, dengan baku, mempunyai akses ke sudo.

Ketika Anda menjalankan aplikasi yang membutuhkan hak akses root, sudo akan menanyakan Anda untuk memasukkan kata sandi pengguna normal. Hal ini untuk memastikan agar aplikasi berbahaya tidak merusak sistem Anda, dan berfungsi sebagai pengingat bahwa Anda sedang melakukan tugas administratif sistem yang mengharuskan Anda agar berhati-hati!

Untuk menggunakan sudo pada baris perintah, cukup ketik “sudo” sebelum perintah yang Anda ingin jalankan. Sudo kemudian akan menanyakan kata sandi.

Sudo akan mengingat kata sandi Anda untuk waktu yang telah ditentukan sebelumnya (bakunya 15 menit). Fitur ini didisain untuk mengizinkan pengguna melakukan multitugas administratif tanpa harus menanyakan kata sandi setiap waktu.

Harap berhati-hati ketika melakukan tugas administratif — sebab dapat merusak sistem Anda!

Beberapa tips lain untuk menggunakan sudo:

  • Untuk menggunakan terminal “root”, ketik “sudo -i” pada baris perintah.
  • Seluruh grup perkakas konfigurasi berbasis grafik dalam Ubuntu sudah menggunakan sudo, jadi Anda akan ditanyakan kata sandi jika dibutuhkan.
  • Ketika menjalankan perkakas berbasis grafis dengan “sudo”, cobalah jalankan dengan “gksudo”. Perintah ini akan membuka window kecil yang akan menanyakan kata sandi pengguna. “gksudo” sangat berguna jika Anda ingin men-setup launcher untuk Synaptic di panel Anda, atau aplikasi lainnya.
  • Untuk informasi mengenai program sudo dan penjelasan tentang tidak adanya pengguna root di Ubuntu, silakan baca halaman di wiki Ubuntui.