Manfaat Beranekaragamnya Warna Buah-Buahan dan Sayuran

Buah-buahan dan sayuran sangat beragam warnanya. Ada yang berwarna hijau, putih, cokelat, kuning, orange, biru, dan lain-lain. Setiap warna memiliki manfaat tersendiri. Dan warna pada buah-buahan serta sayuran terlihat seperti kode. Pilih warna serta manfaat sesuai yang dibutuhkan. Berikut kode warna buah-buahan dan sayuran, yang dikutip dari redOrbit, Rabu (17/4/2013).

Hijau

Buah-buahan dan sayuran hijau, seperti alpukat, paprika hijau, seledri, kiwi, timun, asparagus, dan juga apel hijau merupakan pilihan yang lezat dan bergizi. Karena dianggap sarat dengan vitamin, seperti folat, mineral, dan serat.

Lutein, yang ditemukan dalam sayuran sehat, seperti kangkung, lobak, dan selada, bisa bantu menangkis degenerasi makula (penyebab utama kehilangan penglihatan dan kebutaan di Amerika).

Paprika, brokoli, dan kecambah merupakan sumber kekuatan dari vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan yang bisa menurunkan risiko kanker, meningkatkan penyerapan zat besi, dan mendorong penyembuhan luka.

Kubis, kecambah, kangkung, dan lobak bisa mengurangi risiko kanker.

Kuning dan orange

Jeruk menunjukkan beta karoten lebih dari sekedar wortel. Nutrisi beta karoten juga ditemukan dalam ubi jalar, mangga, aprikot, dan belewah, yang memiliki sifat antioksidan. Selain itu, juga membantu mencegah kekurangan vitamin A dan mungkin memainkan peran dalam membantu kekebalan tubuh.

Vitamin C berlimpah dalam warna kuning dan orange dari pelangi makanan, terutama pepaya, jeruk, nanas, dan belewah. Begitu pula pada lemon dan limau, yang dalam keadaan matang mngandung antioksidan tertinggi.

Folat juga ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran berwarna orange. Itu bisa bantu mencegah cacat lahir tertentu dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Buah-buahan dan sayuran berwarna kuning, seperti nanas, jagung, dan pir mengandung serat yang tinggi serta vitamin C

Merah

Carilah sayuran dan buah-buahan berwarna merah dan pink untuk mendapat sumber likopen. Sebuah antioksidan kuat yang bisa bantu mencegah berbagai jenis kanker. Likopen yang juga bisa memperlambat pengerasan arteri dan pertumbuhan tumor, terdapat dalam tomat, semangka, pepaya, jambu biji, dan jeruk bali warna merah atau pink.

Buah bit (umbi) dengan pigmen merah dan kaya akan sumber folat yang terlibat dalam pertumbuhan jaringan normal telah memberi harapan terhadap kanker usus besar.

Biru dan ungu

Coba buah-buahan dan sayuran berwarna gelap, biru, hitam, dan ungu. Semisal blackberry, buah ara, plum, plum yang diawetkan, terong, dan kismis.

Rendah kalori dan tinggi vitamin C, terutama blueberry, dikhususkan sebagai pembangkit gizi yang kecil. Antosianin adalah pigmen yang bertanggung jawab atas warna dari buah-buahan dan sayuran serta untuk kualitas antioksidannya.

Selain ketajamannya melawan kanker, antosianin juga bisa mendukung sistem vaskular. Cari nutrisi tersebut dalam varietas segar dan beku pada buah-buahan dan sayuran berwarna biru dan ungu.

Putih, cokelat, dan sawo matang

Buah-buahan dan sayuran dengan warna putih, cokelat, dan sawo matang terlihat lebih tenang dibanding warna mencolok seperti tadi. Bumbu seperti jahe bisa mengurangi rasa sakit setelah latihan atau bantu mengatasi hal lain, seperti mual.

Dan bawang putih, direkomendasikan untuk mencegah kanker dan penyakit jantung.

Sayuran putih mengandung allicin, yang diduga bantu menurunkan kolestrol dan tekanan darah. Meski kulit pisang berwarna kuning, tapi manfaat sebenarnya ada di bagian daging berwarna putih dengan rasa manis.

Pisang tinggi kalium yang merupakan salah satu elemen kunci dari diet jantung sehat. Dan bisa mencegah tulang kehilangan kalsium. Pisang serta ubi tua memiliki banyak serat dan potasium.

SUMBER: http://health.liputan6.com/read/563710/ragam-warna-buah-dan-sayuran-serta-manfaatnya

buahbuah 3buah 4buah 2

Makna Ramadhan

Dalam riwayat disebutkan bahwa Ramadhan adalah salah satu nama Allah Swt. “Sesungguhnya Romadhon termasuk nama Allah (Al Kafi 4/69).” Apakah makna Ramadhan itu dalam hubungannya dengan Allah Swt?
Ramadhan derivasinya dari kata “ra-ma-dha” yang bermakna panas yang menyengat, panas batu,  panas yang diakibatkan oleh sinar matahari.[1] Adapun ramadhan yang memiliki derivasi dari “ra-mi-dha” itu bermakna awan, hujan di akhir musim panas dan awal musim gugur yang menjauhkan teriknya musim panas. Atas dasar itu, bulan ini disebut sebagai bulan Ramadhan lantaran mencuci badan-badan manusia dari dosa-dosa.[2]
Adapun terkait dengan dalam artian yang mana yang merupakan nama dari nama-nama Allah Swt? Tampaknya Ramadhan dalam kaitannya dengan nama Allah Swt bermakna muthahhir dan penyuci dosa-dosa.[3] Makna implikatif (lâzim) ini adalah makna leksikal dari kata Ramadhan; artinya implikasi panas matahari yang menyengat atau hujan di akhir musim panas adalah penyucian dan kesucian. Karena itu, makna ramadhan sebagai salah satu dari nama Allah Swt adalah bahwa Allah Swt adalah muthahhir dan penyuci manusia-manusia dari noda-noda dosa. [iQuest]

[1]. Muhammad bin Mukarram Ibnu Manzhur, Lisân al-’Arab, jil. 7, hal. 160, Dar Shadir, Beirut, Cetakan Ketiga, 1414 H.
[2]. Lisân al-’Arab, jil. 7, hal. 161. Diadaptasi dari Jawaban 15443 (Makna dan Hakikat Ramadhan). Untuk telaah lebih jauh kami persilahkan untuk merujuk pada jawaban yang dimaksud.
[3]. Dalam Tâj al-’Arûs disebutkan, “Ramadhan – sekiranya benar- adalah salah satu dari nama Allah Swt bukan musytak sebagaimana yang disebutkan maka ia mengacu pada makna al-ghafir yaitu menghapus dosa-dosa dan menghilangkannya.” Muhibuddin Muhammad Murtadha Wasiti Zubaidi, Tâj al-’Arûs min Jawâhir al-Qâmus, diriset dan diedit oleh Ali Syiri, klausul “ra-ma-dha“, Dar al-Fikr lit Thaba’ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi’, Beirut, Cetakan Pertama, 1414 H.
SUMBER:
http://www.islamquest.net/id/archive/question/id22289
Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidhayarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena saat ditetapkan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering.

Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.

Ramadhan yang setiap tahun kita jalani sangatlah penting dimaknai dari perspektif nama-nama lain yang dinisbatkan kepadanya. Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan.

Pertama, Syahr al-Qur’an (bulan Alquran), karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada bulan yang sama.

Kedua, Syahr al-Shiyam (bulan pua sa wajib), karena hanya Ramadhan me ru pakan bulan di mana Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran. (QS al-Baqarah [2]: 185).

Ketiga, Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran), karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir. Keempat, Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpah an rahmat dari Allah SWT), karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar.

Kelima, Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa neraka). Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya. Ke enam, Syahr al-’Id(bulan yang berujung/ berakhir dengan hari raya). Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin

Ketujuh, Syahr al-Judd (bulan kedermawanan), karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci.

Kedelapan, Syahr al-Shabr (bulan kesabaran), karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian.

Kesembilan, Syahr Allah (bulan Al lah), karena di dalamnya Allah melipatgandakan pahala bagi orang berpuasa.

Jadi, Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial.

SUMBER: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/12/07/22/m7jp8n-inilah-9-makna-penting-ramadhan
images 1
images

Taksonomi Tumbuhan

BAB I

LATAR BELAKANG

1.1  Pendahuluan

Makhluk hidup yang ada di bumi kita ini banyak sekali jumlahnya, ada selain itu sangat beraneka ragam pula. Sejak manusia lahir di bumi ini, ia telah sadar akan adanya dua fenomena utama itu, dan semenjak semula manusia telah berusaha untuk memahami kedua gejala itu dan mengungkapkan apakah maknanya. Kesadaran dan usaha itulah yang melahirkan salah satu cabang ilmu hayat yang sekarang disebut taksonomi. Kata taksonomi sendiri berasal dari bahasa Yunani taxis (susunan, penyusunan, penataan) atau taxon (setiap unit yang digunakan dalam klasifikasi obyek biologi) dan nomos (hukum). Istilah taksonomi dikenalkan pertama kali oleh seorang ahli taksonomi tumbuhan bangsa perancis dalam tahun 1813, untuk klasifikasi tumbuhan, sehingga tidak mengherankanlah bila ada sementara yang memberikan interprestasi taksonomi sebagai teori dan praktek tentang pengklasifikasian makhluk hidup.

1.2  Tujuan

  1. Untuk mengetahui definisi dan sejarah taksonomi
  2. Untuk mengetahui identifikasi, klasifikasi, tatanama dalam taksonomi
  3. Untuk mengetahui manfaat dari taksonomi tumbuhan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

SEJARAH TAKSONOMI

 

2.1  Definisi dan Ruang Lingkup Taksonomi

Istilah taksonomi diciptakan oleh A.P. de Candolle, seorang ahli tumbuhan bangsa Swiss di herbarium Genewa, yang artinya teori tentang klasifikasi tumbuhan. Secara etimologi taksonomi berasal dari bahasa Yunani: takson artinya unit atau kelompok, dan nomos artinya hukum; jadi hukum atau aturan yang digunakan untuk menempatkan suatu makhluk hidup pada takson tertentu. (Anonymous3. 2013)

Unsur utama yang menjadi ruang lingkup Taksonomi Tumbuhan adalah pengenalan (identifikasi), pemberian nama dan penggolongan atau klasifikasi.

Taksonomi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari penelusuran, penyimpanan contoh, pemerian, pengenalan (identifikasi), pengelompokan (klasifikasi), dan penamaan tumbuhan. Ilmu ini merupakan cabang dari taksonomi. (Anonymous4. 2013)

Taksonomi tumbuhan (juga hewan) sering kali dikacaukan dengan sistematika tumbuhan dan klasifikasi tumbuhan. Klasifikasi tumbuhan adalah bagian dari taksonomi tumbuhan. Sistematika tumbuhan adalah ilmu yang berkaitan sangat erat dengan taksonomi tumbuhan. Namun demikian, sistematika tumbuhan lebih banyak mempelajari hubungan tumbuhan dengan proses evolusinya. Dalam sistematika bantuan ilmu seperti filogeni dan kladistika banyak berperan. Di sisi lain, taksonomi tumbuhan lebih banyak mempelajari aspek penanganan sampel-sampel (spesimen) tumbuhan dan pengelompokan (klasifikasi) berdasarkan contoh-contoh ini. (Singh, Gurcharan. 1999)

Ilmu taksonomi tumbuhan mengalami banyak perubahan cepat semenjak digunakannya berbagai teknik biologi molekular dalam berbagai kajiannya. Pengelompokan spesies ke dalam berbagai takson sering kali berubah-ubah tergantung dari sistem klasifikasinya. (Pudjoarianto, Agus. 1999)

2.2  Sejarah dan Perkembangan Klasifikasi makhluk Hidup

Perkembangan klasifikasi makhluk hidup sistem dua kingdom dikemukakan oleh Aristoteles dibagi menjadi 2 kingdom: 1. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) ciri–ciri : memiliki dinding sel, berklorofil, mampu berfotosintesis 2. Kingdom Animalia (Dunia Hewan) ciri–ciri: tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil,mampu bergerak bebas.

Perkembangan klasifikasi makhluk hidup sistem tiga kingdom dikemukakan oleh Ernst Haeckel dibagi menjadi 3 kingdom: 1. Kingdom Protista ciri : uniseluler atau multiseluler 2. Kingdom Plantae ciri : autotrof, eukariot multiseluler, reproduksi dgn spora 3. Kingdom Animalia ciri : heterotrof, eukariot multiseluler. (Anonymous1. 2013)

Perkembangan klasifikasi makhluk hidup sistem empat kingdom dikemukakan oleh Herbert Copeland. Dibagi menjadi 4 kingdom: 1. Kingdom Monera, ciri-ciri memiliki inti tanpa membran inti (prokariotik) 2. Kingdom Protista, terdiri dari organisme bersel satu dan bersel banyak 3. Kingdom Plantae, terdiri dari jamur, tumbuhan lumut, tumb. paku, tumbuhan biji 4. Kingdom Animalia, terdiri dari semua hewan dari protozoa sampai chordata. (Anonymous1. 2013)

Perkembangan klasifikasi makhluk hidup sistem lima kingdom dikemukakan oleh Robert H. Whittaker. Dibagi menjadi 5 kingdom : 1. Kingdom Monera, ciri : prokariotik (Archaebacteria dan Eubacteria) 2. Kingdom Protista, Ciri : uniseluler/multiseluler, eukariotik 3. Kingdom Fungi, Ciri : eukariotik, heterotrof, tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin. 4. Kingdom Plantae, Ciri : uniseluler/multiseluler, eukariotik, autotrof 5. Kingdom Animalia, Ciri : multiseluler, eukariotik, heterotrof. (Anonymous1. 2013)

Perkembangan sistem klasifikasi 6 kingdom dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Carl Woese 1977. Dibagi menjadi 6 kingdom : 1. Kingdom Animalia (Dunia Hewan) 2. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan) 3. Kingdom Kingdom Eubacteria 4. Kingdom Protista 5. Kingdom Mycota (Dunia Jamur) 6. Archaebacter. Kelebihannya adalah mampu menjelaskan kingdom monera secara spesifik, sehingga memberikan informasi yang cukup signifikan bagi kingdom monera. Kelemahan sistem ini pada dasarnya tidak ada, namun bagi beberapa pakar ilmuwan sering menjadi pro dan kontra, karena kingdom monera merupakan kingdom yang sudah mencakup bakteri archae dan eubacteria sehingga tidak perlu di bagi lagi. (Anonymous1. 2013)

Perkembangan sistem klasifikasi 7 kingdom ini diperkenalkan oleh ahli Cavalier-Smith tahun 1998. sistem ini dikembangkan dari sistem kingdom sebelumnya dan secara garis besar digolongkan dalam dua kelas utama prokariot dan eukariot (2 Empires, Chatton 1937) dari kedua golongan besar ini dibagi lagi, eukariot mencakup Animalia, Plantae, Protozoa (protista), Eumycota dan Chromista. Sedangkan golongan prokariot mencakup Eubacteria dan Archaebacteria. (Anonymous1. 2013)

Perkembangan sistem klasifikasi 8 kingdom terbagi menjadi 8 kingdom dan 3 domain antara lain, (Animalia, Plantae, Monera, Fungi, Protista, Aarchea, Archeazo, Chromista, dan Bacteria). (Anonymous1. 2013)

Perkembangan sistem klasifikasi dari masa ke masa  secara singkat adalah sebagai berikut:

  1. a.      Periode tertua (abad ke- 4 SM)

Dalam periode ini secara formal belum dikenal adanya system klasifikasi yang diakui (sejak ada kegiatan dalam taksonomi sampai kira-kira abad ke-4 sebelum masehi). Sejak awal kehidupan manusia bergantung pada bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan, manusia sejak dahulu telah melakukan kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam lingkup taksonomi, seperti mengenali dan memilah-milah tumbuhan mana yang berguna baginya dan yang mana yang tidak, termasuk pemberian nama, sehingga apa yang ditemukan dapat dikomunikasikan kapada pihak lain. (Anonymous2. 2013)

Dalam zaman prasejarah orang telah mengenal tumbuh-tumbuhan penghasil bahan pangan yang penting seperti yang kita kenal sampai saat ini. Jenis-jenis tumbuhan ini diperkirakan telah diperkenal sejak 7 sampai 10 ribu tahun yang telah lalu, telah dibudidayakan oleh bangsa Mesir, China, Asiria dan Tigris Di Timur Tengah serta bangsa-bangsa Indian di Amerika Utara dan Selatan, sejak beberapa ribu tahun yang lalu telah dikenal berbagai jenis tumbuhan yang merupakan penghasil bahan pangan, sandang, dan bahan obat yang berarti bahwa sebenarnya merekapun telah menerapkan suatu sistem klasifikasi, dalam hal ini suatu system klasifikasi yang didasarkan atas manfaat tumbuhan, sehingga tidak dapat dianggap sebagai system buatan yang tertua. Sekalipun tidak ada bukti-bukti konkrit yang berewujud peninggalan-peninggalan yang berupa dokumen-dokumen atau bentuk karya tulis lainnya, tidak perlu diragukan lagi bahwa sesuai dengan pernyataan Bloembergen-permulaan taksonomi tumbuhan harus digali dari kedalaman sejarah peradaban manusia di bumi ini. (Anonymous2. 2013)

  1. b.      Periode system Habitus (abad ke-4 SM sampai abad ke-17M)

Taksonomi tumbuhan sebagai ilmu pengetahuanh baru di anggap pada abad ke-4 sebelum Masehi oleh orang-orang Yunani yang dipelopori oleh Theophrastes ( 370-285 SM) murid seorang filsuf Yunani bernama Aristoteles. Aristoteles sendiri adalah murid filsuf Yunani yang semashur yaitu plato. Sistem klasifikasi yang diusulkan bangsa Yunani dengan Theophrastes sebagai pelopornya juga diikuti oleh kaum herbalis serta ahli-ahli botani dan nama itu terus dipakai sampai selama lebih 10 abad. Pengklasifikaan tumbuhan terutama didasarkan atas perawakan (habitus) yang golongan-golongan utamanya disebut dengan nama pohon, perdu, semak, tumbuhan memanjat, dan terna. System klasifikasi ini bersifat dominan dari kira-kira abad ke-4 sebelum masehi sampai melewati abad pertengahan, dan selama periode-periode ini ahli-ahli botani, herbalis, dan filsuf telah menciptakan sistem-sistem klasifikasi yang pada umumnya masih bersifat kasar, namun sering dinyatakan telah mencerminkan adanya hubungan kekerabatan antara golongan yang terbentuk. (Anonymous2. 2013)

Selama periode system habitus yang cukup panjang ini dapat dikemukakan tokoh-tokoh lain yang memainkan peran yang cukup penting dan dianggap telah memberikan saham yang cukup besar dalam perkembangan taksonomi tumbuhan antara lain:

  1. Discorides

Tokoh ini adalah seorang berkebangsaan Romawi dan hidup dalam zaman pemerintahan Kaisar Nero dalam abad pertama sebelum masehi. Discorides yang rupa-rupanya tidak mengenal karya Theoprastes menyatakan pentingnya pemberian Chandra atau deskripsi orang akan dapat menggambarkan tumbuhan yang dimaksud dan menggunakannya untuk pengenalan tumbuhan. System klasifikasi ini diciptakan Dioscorides didasarkan atas manfaat dan sifat-sifat morfologi tumbuhan. (Anonymous2. 2013)

  1. Plinius

Ia berpendapat bahwa semua tumbuhan di bumi ini diciptakan tuhan untuk kepentingan manusia. System klasifikasi yang diikuti Plinius adalah sistemnya Dioscorides yang telah membedakan pohon-pohonan, sayuran, tanaman obat-obatan, dan seterusnya. (Anonymous2. 2013)

Menjelang abad ke-16, bangkit lagi perhatian terhadap ilmu tumbuhan yang akan membawa perkembangan taksonomi kearah yang lain. Gambar-gambar tumbuhan yang dibuat semakin bermutu, lebih lengkap namun masih bercampur dengan data-data mengenai penggunaannya. Dari sederetan nama-nama tokoh terkemuka dalam bidang taksonomi tumbuhan dari  masa itu dapat kita sebut antara lain :

  1. O. Brunfels (1464-1534)

Yang tergolong dalam kaum herbalis, telah menghasilkan karya tentang terna yang dihiasi gambar, yang sebagian besar merupakan bahan-bahan kompilasi dari karya-karya Theoprastes , Dioscorides, dan Plinius. Sayang , buku itu memuat banyak konsep-konsep yang keliru serta kekisruhan akibat dimasukkannya berbagai informasi yang bersumber dari cerita rakyat dan takhayul (Gugon Tuhon). Kaum herbalis terutama dianggap berjasa karena karya-karyanya yang dapat dikualifikasikan sebagai Taksonomi Deskriptif. (Anonymous2. 2013)

  1. J. Bock (1489-1554) (Hieronymus Tragus)

Adalah seorang herbalis yang pernah menjadi guru, pendeta dan kemudian dokter yang mempunyai hobi ilmu tumbuhan. Ia masih menggolongkan tumbuhan menjadi terna, semak dan pohon, tetapi ia mengaku telah berupaya untuk menempatkan tumbuhan yang menurut anggotanya sekerabat dalam katagori yang sama. (Anonymous2. 2013)

  1. c.       Periode sistem numerik (awal abad 18)

Periode ini terjadi pada permulaan abad ke 18, yang ditandai dengan sifat sistem yang murni artifisial, yang sengaja dibuat sebagai sarana pembantu dalam identifikas tumbuhan. Sistem ini tidak menggunakan bentuk dan tekstur tumbuhan sebagai dasar utama pengklasifikasian. Tetapi pengambilan kesimpulan mengenai kekerabatan antara tumbuhan. Dalam periode ini tokoh yang paling menonjol adalah Karl Linne (Carolus Linneaus). (Anonymous2. 2013)

Taksonomi numerik didefinisikan sebagai metode evaluasi kuantitatif mengenai kesamaan atau kemiripan sifat antar golongan organisme dan penataan golongan-golongan itu melalui suatu analisisyang dikenal sebagai”analisis kelompok” (cluster annalysis) kedalam katagori takson yang lebih tinggi atas dasar kesamaan-kesamaan tersebut. Peranan komputer adalah unutk mengerjakan perbandingan kuantitatif antara organisme mengenai sejumlah besar ciri-ciri secara simultan. (Anonymous2. 2013)

Taksonomi numerik didasarkan atas bukti-bukti fenetik, artinya didasarkan atas kemiripan yang diperlihatkan objek studi yang diamati dan di catat, dan bukan atas dasar kemungkinan-kemungkinan perkembangan filogenetiknya. Kegiatan-kegiatan dalam taksonomi numerik bersifat empirik oprasional, dan data serta kesimpulannya selalu dapat diuji kembali melalui obsevarsi dan eksperimen. Langkah-langkah yang perlu diambil dalam melaksanakan kegiatannya, meliputi berturut-turut :

  1. Pemilihan objek studi, yang dapat berupa individu, galur, varietas, jenis, dst. Yang penting diperhatikan ialah unit-unit yang dijadikan objek-objrk studi harus benar mewakili golongan organisme yang sedang di garap.
  1. Pemilihan ciri-ciri yang akan diberi angka (score). Jumlah ciri yang dipilih untuk pemberian angka harus cukup banyak. Sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) ciri, yang masinhg-masing diberi kode dan selanjutnya disusun dalam bentuk tabel atayu matriks.
  2. Penguksran kemiripan. Kemiripan ditentukan dengan membandingkan tiap ciri pada masing unit taksonomi operasional. Banyaknya atau besanya kesamaan diberi angka yang dinyatakan dalam persen (%).
  3. Analisis kelompok (cluster analysis). Matriks kemiripan kemudian didata kembali sehingga unit-unit taksonomi operasional yang mempunyai kemiripam bersama yang paling tinggi dapat dikumpulkan menjadi satu. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yang memungkinkan penentuan takson atau kelompok yang sekerabat. Kelompok-kelompok itu disebut fenon dan ditata secara hirerki dalam suatu diagram yang disebut dendogram.
  4. Diskriminasi. Metode yang diterapkan dalam taksonometri itu dalah metode morfologi komparatif yang secara konfesional telah lazim digunakan, dengan perbedaan dalam taksonomi numerik dimanfaatkan bantuan peralatan yang canggih tyaitu komputer dan alat yang digunakan untuk menghitung lainnya. (Anonymous2. 2013)

Sesungguhnya linnaeus dianggap tidak tepat bila ia sebagai pencipta tatanama ganda. Sebelum linnaeus, sistem tatanama ganda telah dirintis oleh caspar bauhin, yang dalam tahun 1623 dalam bukunya pinax theatri botanici telah menerapkan sistem tatanama ganda pada tumbuhan. Karena besar jasa-jasa yang diberikan oleh linnaeus bagi perkembangan taksonomi umumnya dan taksonomi tumbuhan khususnya bagi dunia ilmu hayat linnaeus mendapatkan gelar sebagai “ bapak taksonomi” baik hewan maupun tumbuhan dan juga mendapat pengakuan dari negara yang diberikan oleh raja swedia yang mengangkat linnaeus ke jenjang bangsawan, sehingga nama karl linne diubah menjadi karl von linne. (Anonymous2. 2013)

  1. d.      Periode sistem alam (akhir abad ke-18 sampai pertengahan abad ke-19)

Menjelang berakhirnya abad ke-18 terjadi perubahan-perubahan yang revolusioner dalam pengklasifikasiaan tumbuhan. Sistem klasifikasi yang baru ini disebut “sistem alam” yaitu golongan yang terbentuk merupakan unit-unit ynag wajar (natural) bila terdiri dari anggota-anggota itu,dan dengan demikian dapat tercermin pengertian manusia mengenai yang disebut yang dikehendaki oleh alam. Secara harfiah istilah “sistem alam” untuk aliran baru dalam klasifikasi ini tidak begitu tepat karena pada hakekatnya semua sistem klasifikasi adalah sistem buatan. Untuk sitem klasifikasi yang digunakan dalam periode ini, digunakan nama “sistem alam” (natural system) dengan maksud untuk memenuhi keinginan manusia akan adanya penataan yang tepat yang lebih baik dari sistem-sistem sebelumnya. (Anonymous2. 2013)

  1. e.       Periode Sistem Filogenetik dari Pertengahan abad ke 19 hingga sekarang

Teori evolusi, teori desendensd atau teori keturunan seperti yang diciptakan oleh darwin merupakan suatru teori hingga sekarang oleh sebagian orang terutama tokoh agama masih dianggap kontroversial dan tetap ditentang kendati ajaran itu tetap diterima dan cepat tersebar luas dikalangan kaum ilmuan yang begitu fanatik terhadap teori ini sampai ada yang menyatakan, bahwa “ evolusi bukannya teori lagi, tetapi adalah suatu aksioma yang tidak perlu diragukan kebenarannya, dan oleh krenanya tidak perlu diperdebatkan lagi “.(Anonymous2. 2013)

Sistem klasifikasi dalam periode ini berupaya untuk mengadakan penggolongan tumbuhan yang sekaligus mencerminkan urutan – urutan golongan itu dalam sejarah perkembangan filogenetiknya dan demikian juga menunjukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan yang satu dengan yang lain. Jadi dalam klasifikasi ini dasar yang digunakan adalah “filogeni” dan dari sini lahirlah nama “sistem filogenetik” kenyataanya, bahwa kemudian muncul sistem klasifikasi yang berbeda, membuktikan bahwa persepsi dan interpretasi para ahli biologi mengenai yang disebut filogeni itu masih berbeda – beda. (Anonymous2. 2013)

  1. f.       Sistem Klasifikasi Kontemporer (abad ke- 20)

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat dalam abad ke-20 ini pasti akan berpengaruh pula terhadap perkembangan ilmu taksonomi tumbuhan. Kecenderungan untuk mengkuantitatifkan data penelitian dan penerapan matematika dalam pengolahan data yang diperoleh telah menyusup pula ke dalam ilmu-ilmu sosial yang semula tak pernah atau belum memanfaatkan matematika serta belum mempertimbangkan pula kemungkinan-kemungkinanyang dapat di capai dengan penerapan pendekatan kuantitatif matematik. (Anonymous2. 2013)

Perkembangan teknologi, khusus nya di bidang elektronika yang dalam abad nukluer maju dengan pesat ini, telah pula menjamah bidang taksonomi tumbuhan, yang sejak beberapa dasawarsa belakangan ini juga sudah di jalari “penyakit” penerapan metode penelitian kuantitatif yang pengelohan datanya memanfaatkan jasa-jasa komputer pula. Kumputer telah digunakan secara luas dalam pengembangan metode kuantitatif dalam klasifikasi tumbuhan, yang melahirkan bidang baru dalam taksonomi tumbuhan yang dikenal sebagai taksonomi numerik,taksometri atau taksonometri. (Anonymous2. 2013)

Pengolahan data secara elektronik (EDP—Elektronic Data Processing), juga sudah diterapkan untuk berbagai prosedur dalam penilitian taksonomi antara lain dalam penyimpanan dan pengambilan laporan-laporan atau informasi. (Anonymous2. 2013)

  

 

 

 

 

 

BAB III

KLASIFIKASI

  1. Klasifikasi tumbuhan adalah pembentukan kelompok-kelompok dari seluruh tumbuhan yang ada di bumi ini hingga dapat disusun takson-takson secara teratur mengikuti suatu hiekarki.
  2. Sifat-sifat yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi berbeda-beda tergantung orang yang mengadakan klasifikasi dan tujuan yang ingin dicapai dengan pengklasifikasian itu.
  3. Takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) yang lebih rendah mempunyai kesamaan sifat lebih banyak daripada takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) di atasnya.
  4. Perbedaan antara istilah takson dengan kategori yaitu istilah takson yang ditekankan adalah pengertian unit atau kelompok yang mana pun, sedangkan istilah kategori yang ditekankan adalah tingkat atau kedudukan golongan dalam suatu hierarki tertentu.
  5. Dalam taksonomi tumbuhan istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu nama takson sekaligus menunjukkan pula tingkat takson (kategori).
  6. Ada tiga sistem klasifikasi dalam taksonomi tumbuhan yaitu sistem klasifikasi buatan, sistem klasifikasi alam, dan sistem klasifikasi filogenetik.
  7. Berdasarkan sejarah perkembangannya ketiga sistem klasifikasi tersebut dibagi menjadi empat periode yaitu periode sistem habitus, periode sistem numerik, periode sistem alam, dan periode sistem filogenetik.
  8. Sistem klasifikasi yang tinjauannya didasarkan modifikasi dari sistem yang telah ada dengan penambahan data yang baru, disebut sistem kontemporer.
  9. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berpengaruh pula terhadap perkembangan ilmu taksonomi tumbuhan.
  10. Perubahan klasifikasi organisme hidup yang semula dua dunia kemudian menjadi empat dunia, atau dari empat dunia menjadi lima dunia, telah mengakibatkan sekelompok atau sebagian kelompok organisme yang semula termasuk dalam dunia tumbuhan dipindahkan ke dalam dunia (regnum) baru atau regnum yang lain.

(Anonymous6. 2013)

3.1  Sejarah Klasifikasi

  • Aristoteles (384 – 322 SM), mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dikelompokkan menjadi herba, semak dan pohon. Sedangkan hewan digolongkan menjadi vertebrata dan avertebrata.
  • John Ray (1627 – 1708), merintis pengelompokkan makhluk hidup kearah grup-grup kecil. Ia telah melahirkan konsep tentang jenis dan spesies.
  • Carolus Linnaeus (1707 – 1778), mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada kesamaan struktur. Ia juga mengenalkan pada system tata nama makhluk hidup yang dikenal dengan binomial nomenklatur. Karena itu Carolus linneaus dikenal sebagai bapak Taksonomi dunia
  • R.H Whittaker pada tahun 1969 mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 (lima) kingdom / kerajaan, yaitu : Monera, Protista, Fungi, Plantae dan Animalia
  1. Monera (bakteri dan ganggang biru)

Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Monera memiliki sel prokariotik. Kelompok ini terdiri dari bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria)

  1. Protista (ganggang dan protozoa)

Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista rnemiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai hewan (Protozoa) dan Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), dan Protista menyerupai jamur.

  1. Fungi (jamur)

Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycpta).

  1. Plantae (tumbuhan)

Tumbuhan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat membuat makanannya sendiri (bersifat autotrof). Kelompok ini terdiri dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka, dan tumbuhan berbiji tertutup

  1. Animalia (hewan)

Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel .yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).

(Anonymous6. 2013)

3.2  Tingkatan Takson

Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil sehingga pada akhirnya terbentuk kelompok-kelompok terkecil yang beranggotakan satu jenis makhluk hidup. Tingkatan-tingkatan pengelompokan itu disebut takson, ilmunya Taksonomi. Semakin tinggi tingkat taksonnya brarti: anggotanya semakin banyak, tingkat persamaannya semakin kecil, detil pengelompokkannya semakin sederhana, perbedaannya semakin banyak karena tuntutan kesamaannya sedikit, tingkat kekerabatannya semakin jauh. Sebaliknya tingkat takson semakin rendah sifat-sifatnya kebalikan dari yang disebutkan di atas. Tingkatan Takson : Dunia/Kerajaan, Divisio (untuk hewan) atau Filum  (untuk tumbuhan), Kelas, Ordo , Suku, Genus/Marga, Spesies/Jenis. Penjelasan dari tingkatan takson sebagai berikut:

  1. KINGDOM

Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup. Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom tersebut antara lain : Monera, Proista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

  1. FILUM/DIVISIO (KELUARGA BESAR)

Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan nama division digunakan pada tumbuhan. Filum atau division terdiri atas organism-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khas, antara lain phyta dan mycota.

 

  1. KELAS (CLASSIS)

Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio

  1. ORDO (BANGSA)

Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran ales.

  1. FAMILI

Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Nama famili tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama idea. Dalam penyebutan indonesia nama suku selalu diulang penyebutannya : kacang-kacangan , angrek-anggrekan , jahe-jahean.

  1. GENUS (MARGA)

Genus adalah takson yang lebih rendah dariada famili. Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf kapital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya.

  1. SPECIES (JENIS)

Species adalah takson yang terendah. Spesies adalah suatu kelompok organisme yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertil (subur) aturan penulisannya disebut binomial nomenklatur.

CONTOH KLASIFIKASI

o          Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

o          Subkingdom : Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh)

o          Divisio : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

o          Sub Divisio : Antophyta (Tumbuhan berbunga)

o          Classis : Dicotyledoneae (berkeping biji dua / dikotil)

o          Sub Classis : Asteridae

o          Ordo : Gentianales

o          Family : Apocynaceae

o          Genus : Adenium

o          Species : Adenium obesum (Forssk.) Roem. & Schult )

o          Daerah : kembang kamboja ( Sembojo jawa)

(Anonymous6. 2013)

BAB IV

IDENTIFIKASI

  1. Identifikasi tumbuhan adalah menentukan namanya yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi.
  2. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan mungkin belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan (belum ada nama ilmiahnya), atau mungkin sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan.
  3. Penentuan nama baru dan penentuan tingkat-tingkat takson harus mengikuti aturan yang ada dalam KITT.
  4. Prosedur identifikasi tumbuhan yang untuk pertama kali akan diperkenalkan ke dunia ilmiah memerlukan bekal ilmu pengetahuan yang mendalam tentang isi KITT.
  5. Untuk identifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, memerlukan sarana antara lain bantuan orang, spesimen herbarium, buku-buku flora dan monografi, kunci identifikasi dan lembar identifikasi jenis.
  6. Flora adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan dalam suatu wilayah tertentu.
  7. Monografi adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang tergolong dalam kategori tertentu. baik yang terbatas pada suatu wilayah tertentu saja maupun yang terdapat di seluruh dunia.
  8. Kunci identifikasi merupakan serentetan pertanyaan-pertanyaan yang jawabnya harus ditemukan pada spesimen yang akan diidentifikasi.
  9. Bila semua pertanyaan berturut-turut dalam kunci identifikasi ditemukan jawabnya, berarti nama serta tempatnya dalam sistem klasifikasi tumbuhan yang akan diidentifikasi dapat diketahui.
  10. Lembar Identifikasi Jenis adalah sebuah gambar suatu jenis tumbuhan yang disertai dengan nama klasifikasi jenis yang bersangkutan.

(Anonymous6. 2013)

 

BAB V

TATANAMA

  1. Unsur utama yang menjadi ruang lingkup Taksonomi Tumbuhan adalah pengenalan (identifikasi), pemberian nama dan penggolongan atau klasifikasi.
  2. Peraturan tentang pemberian nama ilmiah perlu diciptakan agar ada kesamaan pemahaman di antara ahli-ahli Botani di seluruh dunia tentang apa yang dimaksud.
  3. Nama ilmiah adalah nama-nama dalam bahasa Latin atau bahasa yang diperlakukan sebagai bahasa Latin tanpa memperhatikan dari bahasa mana asalnya.
  4. Setiap individu tumbuhan termasuk dalam sejumlah taksa yang jenjang tingkatnya berurutan.
  5. Tingkat jenis (species) merupakan dasar dari seluruh takson yang ada.
  6. Nama-nama takson di atas tingkat suku (familia) diambil dari ciri khas yang berlaku untuk semua warga dengan akhiran yang berbeda menurut tingkatnya.
  7. Nama suku (familia) merupakan satu kata sifat yang diperlakukan sebagai kata benda berbentuk jamak. Nama tersebut diambil dari nama salah satu marga yang termasuk dalam suku tadi ditambah dengan akhiran -aceae.
  8. Nama marga merupakan kata benda berbentuk mufrad atau suatu kata yang diperlakukan demikian. Kata ini dapat diambil dari sumber mana pun, dan dapat disusun dalam cara sembarang.
  9. Nama ilmiah untuk jenis harus bersifat ganda, artinya terdiri atas dua suku kata yang berbentuk mufrad yang diperlakukan sebagai bahasa Latin.
  10. Nama takson tingkat suku ke bawah diikuti nama orang yang memberikan nama ilmiah dalam bentuk singkatan.

(Anonymous7. 2013)

5.1 Cara Pemberian Nama Jenis dalam Taksonomi

Sistem tata nama yang digunakan dalam cara pemberian nama jenis dalam ilmu biologi disebut “binomial nomenclatur“. Binomial Nomenclatur pengertiannya yaitu pemberian nama jenis/spesies dengan menggunakan 2 kata. Contohnya: padi > Oryza sativa. Caranya :

Kata depan : nama marga (genus)

Kata belakang : nama petunjuk spesies (spesies epithet). Sistem binomial nomenklatur dipopulerkan pemakaiannya oleh Carolus Linnaeus.

(Anonymous7. 2013)

5.2 Cara Pemberian Nama Kelas, Bangsa dan Famili

1.         Nama kelas adalah nama genus + nae. contoh: Equisetum + nae, menjadi kelas Equisetinae.

2.         Nama ordo adalah nama genus + ales. contoh: zingiber + ales, menjadi ordo Zingiberales.

3.         Nama famili adalah nama genus + aceae. contoh: Canna + aceae, menjadi famili Cannacea

Di dalam ilmu taksonomi tumbuhan juga  mengalami banyak perubahan yang sangat  cepat semenjak digunakannya berbagai teknik biologi molekular dalam berbagai kajiannya. Pengelompokan spesies ke dalam berbagai takson sering kali berganti-ganti tergantung dari sistem klasifikasinya.

(Anonymous5. 2013)

5.3 Tata Nama Binomial Nomenklatur

Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan internasional, digunakanlah metode binomial nomenklatur. Metode binominal nomenklatur artinya tata nama ganda. Disebut tata nama ganda karena pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua kata (nama genus dan species)

Aturan pemberian nama adalah sebagai berikut :

1.         Nama species terdiri atas dua kata, kata pertama merupakan nama genus, sedangkan kata kedua merupakan penunjuk spesies (epitheton specificum)

2.         Huruf pertama nama genus ditulis huruf kapital, sedangkan huruf pertama penunjuk spesies/jenis digunakan huruf kecil

3.         Nama species menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan

4.         Nama species harus ditulis berbeda dengan huruf-huruf lainnya (bisa miring, garis bawah, atau lainnya)

5.         Jika nama species tumbuhan terdiri atas lebih dari dua kata, kata kedua dan berikutnya harus digabung atau diberi tanda penghubung.

6.         Jika nama species hewan terdiri atas tiga kata, kata ke tiga tersebut bukan nama species, melainkan nama subspecies (anak jenis), yaitu nama takson di bawah species

7.         Nama species juga mencantumkan inisial pemberi nama tersebut, misalnya jagung (Zea Mays L.). huruf L tersebut merupakan inisial Linnaeus.

(Tjitrosoepomo. 2005)

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

MANFAAT TAKSONOMI

6.1  Pemanfaatan Di Bidang Sandang

Sandang merupakan kebutuhan primer yang berarti memakai. Artian memakai yaitu mengenakan helaian benang pintal atau kain yang menutupi tubuh (berpakaian). Sandang meliputi baju, celana, maupun topi.

Tidak selamanya bahan baku tersedia sehingga ketergantungan satu jenis bahan baku mendorong manusia untuk mencari jenis yang lain yang memiliki ciri yang hampir sama dan memiliki keunggulan sendiri. Bahan baku dari sandang pun berasal dari alam. Seperti kulit batang yang berguna sebagai pewarna alami kain, kapas yang merupakan bahan baku dari kain, dan lain-lain.

Biasanya kita menggunakan getah sebagai zat pewarna alami kain berwarna coklat. Dengan taksonomi tumbuhan, kita bisa menggunakan kulit batang mahoni yang juga memiliki ciri khas menghasilkan warna yang sama. Zat warna alam adalah zat warna yang diperoleh dari alam baik secara langsung maupun tidak langsung. Pewarna alam banyak terkandung pada bagian tumbuh-tumbuhan seperti: daun, batang, kulit batang, buah, bunga, akar dan sebagainya, dengan kadar dan jenis “colourring matter” yang bervariatif. Ekstrak tumbuh-tumbuhan yang mampu memberikan warna pada proses pencelupan secara dingin sudah cukup dianggap punya potensi, sehingga ketahanan warnanya akan diuji.

Tanaman Murbei merupakan makanan dari ulat sutera. Ulat sutera akan mengkonsumsinya hingga ia merasa cukup untuk masa tidurnya (kepompong). Kepompong ulat sutera nantinya akan diolah menjadi pintalan hingga terbentuk kain sutera. Bila pasokan murbei habis, kita bisa mengganti pohon murbei dengan tanaman lain yang semarga.

(Anonymous8. 2013)

6.2  Pemanfaatan Di Bidang Pangan

Taksonomi tumbuhan juga mempunyai peranan dalam program-progam pembangunan menuju ke swasembada pangan mencakup:

a. Intensifikasi yaitu dengan memberikan saran dalam memilih tumbuhan antar varietas atau antar jenis yang hendak disilangkan untuk memperoleh bibit unggul.

b. Diversifikasi (pembudidayaan berbagai jenis tanaman) yaitu taksonomi tumbuhan dapat membantu memilih jenis-jenis tumbuhan yang cocok untuk tujuan tersebut.

c. Ekstensifikasi (perluasan areal) yaitu taksonomi dapat memilih jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai indikator tanah.

Dari taksonomi, kita bisa mengungkapkan nilai ekonomi tumbuhan. Dibantu dengan ilmu botani ekonomi, kita bisa mengetahui tanaman-tanaman bernilai yang memenuhi kebutuhan manusia.

Di sektor pertanian, kita bisa melakukan penyilangan padi yang memiliki karakter kuat terhadap penyakit dengan padi yang memiliki masa panen cepat sehingga diperoleh bibit unggul yang kuat terhadap penyakit dan memiliki masa panen yang cepat. Di sektor kesehatan, biasanya kita mengobati penyakit yang diderita dengan obat x yang sulit diperoleh di sekitar kita, dengan adanya taksonomi kita bisa mengetahui tanaman apa yang mengandung kandungan obat yang sama yang ada di sekitar kita.

Taksonomi dapat berperan dalam memilih jenis-jenis lain yang semarga dengan kedelai (bahan baku tempe) yang mempunyai kadar lemak dan protein yang lebih tinggi, sehingga secara teoritis dapat juga dipakai sebagai bahan baku tempe di samping kedelai yang sudah umum dikenal. Misal, kita juga bisa menggunakan kacang-kacangan lain.

Taksonomi tumbuhan juga bisa membantu manusia untuk bisa memilih makanan apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai makanan sehat yang mengenyangkan, beracun, atau juga sebagai obat.

Pada kelompok tanaman obat-obatan kita bisa mengambil contoh famili Zingiberaceae. Famili yang memiliki banyak jenis yang berkhasiat sebagai obat ini merupakan tumbuhan perenial dengan adanya rimpang menjalar datar atau berumbi, jarang dengan akar serabut. Batang berbraktea dan berupa batang pendukung bunga atau batang berdaun, sangat pendek atau panjang. Memiliki famili mempunyai 47 genre dengan 1400 spesies. Genus yang mempunyai banyak anggota seperti Alpinia (sekitar 225 ssp), Costus (sekitar 140 ssp), Globba (sekitar 100 ssp), Amonium (sekitar 90 ssp), Zingiber (sekitar 80 ssp), Renealmia (sekitar 70 ssp).

(Anonymous8. 2013)

6.3  Pemanfaatan Di Bidang Papan

Kebutuhan kayu sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan terus meningkat. Demikian pula untuk keperluan bahan bangunan. Kayu-kayu yang beredar di pasaran sebagian besar berasal dari hutan alam yang dikelompokkan atas jenis-jenis komersial seperti kamper, bangkirai, keruing, kayu campuran (borneo). Karena kecepatan antara pemanenan dan penanaman tidak seimbang, menyebabkan pasokan kayu dari hutan alam kian menurun baik volume maupun mutunya yang mengakibatkan harga kayu menjadi relatif mahal.

Sebagai bahan konstruksi bangunan, kayu sudah dikenal dan banyak dipakai sebelum orang mengenal beton dan baja. Dalam pemakaiannya kayu tersebut harus memenuhi syarat : mampu menahan bermacam-macam beban yang bekerja dengan aman dalam jangka waktu yang direncanakan, mempunyai ketahanan dan keawetan yang memadai melebihi umur pakainya, serta mempunyai ukuran penampang dan panjang yang sesuai dengan pemakainnya dalam konstruksi.

Biasanya kayu yang sering digunakan yaitu kayu jati, kayu sengon, glugu (batang pohon kelapa). Karena jenis-jenis kayu ini memenuhi syarat sebagai bahan konstruksi bangunan daripada menggunakan jenis kayu randu, batang pohon pisang, batang pohon pepaya dan lain-lain yang memiliki jenis batang herbaceous.

Adanya klasifikasi makhluk hidup mempunyai manfaat sangat besar yang langsung dapat dirasakan manusia, yaitu sebagai berikut:

  1. Pengklasifikasian melalui pengelompokkan dapat memudahkan dalam mempelajari organisme yang beraneka ragam.
  2. Klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan tingkat kekerabatan antara organisme satu dengan lainnya.

(Anonymous8. 2013)

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous1. 2013. Sejarah Taksonomi. (Online). http://gmup.ugm.ac.id/buku/detail/150. Diakses 15 Juli 2013

Anonymous2. 2013. Sejarah Taksonomi. (Online). http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/0004%20Bio%201-1d.htm. Diakses 15 Juli 2013

Anonymous3. 2013. Definisi Taksonomi. (Online). http://faridaayur.blogspot.com/2012/10/pendahuluan-dan-ruang-lingkup-taksonomi.html. Diakses 15 Juli 2013

Anonymous4. 2013. Definisi Taksonomi. (Online). http://id.wikipedia.org/wiki/Taksonomi_tumbuhan. Diakses 15 Juli 2013

Anonymous5. 2013. Tatanama, Klasifikasi, Identifikasi. (Online). http://christiansanito.blogspot.com/2009/02/tata-nama-klasifikasi-dan-identifikasi.html. Diakses 18 Juli 2013

Anonymous6. 2013. Klasifikasi dan Tatanama. (Online). http://mediabelajaronline.blogspot.com/2011/11/klasifikasi-dan-tata-nama-ilmiah.html. Diakses 18 Juli 2013

Anonymous7. 2013. Tatanama Tumbuhan. (Online). http://mokoagow.blogspot.com/2010/12/tata-nama-tumbuhan.html. Diakses 15 Juli 2013

Anonymous8. 2013. Pemanfaatan taksonomi. (Online). http://www.triwahyu.web.id/2013/klasifikasi-dan-tata-nama-taksonomi.html. Diakses 15 Juli 2013

Pudjoarianto, Agus, dkk. 1999. Taksonomi Tumbuhan II. Yogyakarta: Fakultas Biologi UGM.

Singh, Gurcharan. 1999. Plant Systematics. Enfield: Science Publisher, Inc.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Taksonomi Umum (Dasar-Dasar Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Penyebab Kulit Dehidrasi saat Berpuasa

Bagi umat Muslim yang menjalani ibadah puasa, perlu sedikit persiapan khusus agar kulit tetap segar dan terhindar dari dehidrasi. Kadang tanpa sengaja kita melakukan kesalahan yang dapat menyebabkan kulit kering, kusam, dan terlihat tak segar. Apa sajakah itu?

1. Sahur tidak lengkap gizinya.
Selama bulan puasa kadang asupan komposisi gizi menjadi tak seimbang. Salah satu penyebab utamanya adalah makanan yang dikonsumsi saat sahur seadanya. Selain protein dan karbohidrat, tubuh perlu serat. Bila tak berselera makan sayur, sempatkan mengonsumsi buah dan minumlah jus sebelum imsak dan diakhiri dengan minum air.

2.Tak memenuhi 2 liter air sehari.
Setiap hari, tubuh memerlukan sekitar 1,5 – 2 liter air. Kebutuhan air ini bisa didapatkan dengan mencicil di saat sahur dan berbuka. Misalnya, sahur makan dengan kuah sayur sebanyak 200 cc, lalu minum the atau susu 200 cc, tambah juga dengan buah-buahan yang kadar airnya banyak . Lanjutkan dengan berbuka yang banyak berkadar air. Jus buah atau teh 200 cc, serta sayur berkuah sebanyak 200 cc.

3. Mengonsumsi minuman yang salah.
Selama Ramadan, coba stop dulu minuman bersoda, kopi boleh tapi sebaiknya tidak setiap hari. Coba ganti teh biasa Anda dengan teh hijau. Teh hijau kaya akan antioksidan yang bisa membuat tubuh segar dan pencernaan sehat. Di dalamnya juga ada zat aktif polifenol yang bersifat melawan radikal bebas yang bisa memicu stres dan rasa tak nyaman yang dapat merugikan tubuh. Selain itu polifenol juga membantu meregenerasi kulit, sehingga kulit tercegah dari kusam dan kering.

4.Terlalu sering terpapar sinar matahari.
Sebaiknya hindari dulu paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama. Bila hal ini tak bisa dihindari, coba gunakan busana lengan panjang, payung, dan jangan lupa mengoleskan tabir surya. Kenakan lotion atau krim tabir surya yang berbeda untuk kulit dan wajah, karena kebutuhannya berbeda. Oleskan ulang setiap 6 jam, dan gunakan yang ber SPF minimal 15.

5. Tidak berolahraga.
Banyak orang yang berhenti ke gym atau menstop hobi jogging pagi saat Ramadan. Ini salah, menghentikan aktivitas ini justru akan membuat tubuh lemas dan tidak bugar. Usahakan tetap berolahraga, tapi kurangi frekuensinya. Mungkin jogging bisa diganti dengan jalan cepat dengan jarak yang lebih dekat, dan waktunya lebih sedikit. Tak masalah waktunya sedikit, tapi kontinyu dilakukan rutin.

6. Suplemen yang diminum tidak tepat.
Agar tubuh tetap bugar, suplemen dan vitamin tambahan sering kali juga menjadi pilihan untuk dikonsumsi setelah makan sahur. Namun, perlu diketahui Anda belum tentu membutuhkan ini. Jika menu sahur dan berbuka Anda sudang seimbang gizinya, tak perlu lagi menambah suplemen. Malah, kelebihan suplemen atau vitamin akan mengakibatkan masalah bagi hati, iritasi lambung atau lainnya yang kadang disertai kulit bermasalah seperti muncul merah-merah seperti jerawat, kusam dan kering.

7. Tak berhenti makan makanan pedas.
Manfaatkan berpuasa sebagai momen untuk memperbaiki lambung, bukan tambah dibuat iritasi. Makanlah makanan yang sehat dan seimbang gizinya, tanpa menambahkan bumbu yang merangsang, pedas dan asam. Lambung yang sedang melakukan detoks bisa teriritasi dan menimbulkan masalah. Bisa terasa perih, kadang juga muncul masalah di bibir dan kulit.

sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/6-kesalahan-penyebab-kulit-dehidrasi-saat-berpuasa-111739384.html

 

Manfaat Berpuasa bagi Kesehatan

Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri.

Penelitian meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait.

Hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan.

Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim: “Berpuasalah maka kamu akan sehat.” Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular.

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.

Inilah 20 Mukizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia

1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme

Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia

Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.

4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh

Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.

5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui

Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.

6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa

Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.

Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.

7. Penurunan glukosa dan berat badan

Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.

8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok

Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.

9. Pengaruh pada hormon virgisteron

Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.

10. Bermanfaat Bagi Jantung

Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.

11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel

Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.

12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin

Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.

14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang

Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.

15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma

Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.

16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis

Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.

17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual

Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya

18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna

Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.

19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia

Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.

20. Menurunkan adrenalin

Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.

sumber: http://health.kompas.com/read/2012/07/25/11331762/20.Mukjizat.Puasa.terhadap.Kesehatan.Manusia

Tugas Minggu 4 Survei Tanah dan Evaluasi Lahan

Nama      : Rose Novita Sari Handoko

NIM        : 115040201111055

Kelas       : N

 

1.  meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu ketiga

Jawaban:

- Satuan Peta yaitu lahan yang sistem fisiografi atau bentuk lahannya sama yang dibedakan satu sama lain di lapangan oleh batas-batas alami, dan dapat digunakan sebgaia satuan evaluasi lahan

- Satuan taksonomi tanah yaitu sekelompok tanah dari suatu sistem klasifikasi tanah, masing-masing diwakili oleh suatu profil tanah yang disebut central concept + kisaran variasinya disekitar komsep tersebut.

- Penentuan Batas Tanah ada 3 metoda yaitu:

1. Metoda Grid Kaku

Diterapkan pada survei tanha detil s/d sangat detil, dimana tidak tersedia foto udara.

Keuntungan: tidak memerlukan penyurvei yang berpengalaman, karena lokasi titik-titik pengamatan sudah di plot pada peta rintisan (peta rencana pengamatan).

Kelemahan: perlu waktu sangat lama terutama untuk medan berat, penggunaan titik pengamatan tidak efektif, sebar dari lokasi pengamatan tidak mewakili satuan peta yang dikehendaki (misal pada tempat pemukiman, daerah peralihan 2 satuan lahan)

2. Metoda Fisiografik

- Sangat efektif pada survei tanah berskala < 1:25.000, dan tersedia foto udara berkualitas cukup tinggi.

3. Metoda Grid Bebas

Pada surveu detil s/d semi-detil, yang kemampuan foto udara dianggap terbatas, dan di tempat-tempat yang orientasi lapangan cukup sulit.

2. Kerjakan bahan diskusi pada slide no 4 di bahan kuliah minggu 3

  1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?
  2. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn scanner/foto copy  skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN
  3. Skala peta
    1. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pd peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
    2. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?
      • Eksplorasi (1: 1000.000)
      • Tinjau (1:250.000)
      • Semi detil (1:50.000)
      • Detil (1:25.000)
      • Sangat Detil (1:5 000)
Jawaban:
  1. Mengapa perlu ditentukan luasan SPT terkecil 0.4 cm2?

Karena semua SPT yang dipetakan pada foto udara selama survei tidak akan serupa keadaanya, maka perlu ditetapkan satuan peta minimum, selain itu untuk memudahkan perhitungannya, untuk ukuran SPT dibawah 0,4 terlalu kecil dan sulit dalam mendeleniasi.

  1. Apakah dibenarkan kita membesarkan peta analog (misalnya peta tanah cetak) dgn scanner/foto copy skala 1 : 250.000 menjadi 1 : 50.000? JELASKAN

Dibenarkan karena apabila skala peta dikecilkan, maka semakin luas areal kenampakkan permukaan bumi yang tergambar dalam peta tersebut dan semakin mudah kita melakukan pengamatan per satuan luasan tertentu sedangkan ketika suati dibesarkan skalanya maka akan semakin kecil kenampakkan wilayah yang digambarkan dan semakin sulit dan sedikit macam pengamatan yang dilakukan persatuan luasan tertentu.

3.   Skala peta

a. Berapa luas di lapangan untuk suatu SPT berukuran 0.8 cm2 pd peta berbagai skala seperti    pada butir-butir di bawah?

b. Berapa intensitas pengamatan untuk peta berbagai skala seperti pada butir-butir di bawah?

-. Eksplorasi (1: 1000.000)      .

-. Tinjau (1:250.000)

-. Semi detil (1:50.000)

-. Detil (1:25.000)

-. Sangat Detil (1:5 000)

PERHITUNGAN!!!!!!!!

1: 10000, luas peta = 0,8 cm2

Luas asli = 0,8 x (10000)2 = 8 x 107x 108 = 8 x 107x 10-8= 8×10-1

  • Eksplorasi 1:1.000.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (1.000.000)2

= 0.8 x 1012 cm2

= 0.8 x 104 ha

  •  Tinjau 1:250.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (250.000)2

=  0.8 x 625 x 108

= 500 x 108 cm2

= 500 ha

  • Semi detil 1:50.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (50.000)2

=  0.8 x 25 x 108

= 20 x 108  cm2

= 20 ha

  •  Detil 1:25.000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (25.000)2

=  0.8 x 625 x 106

= 500 x 106 cm2

= 5 ha

  •  Sangat Detil 1:5000

L.sebenarnya = 0.8 cm2 x (5000)2

=  0.8 x 25 x 106

= 20 x 106 cm2

= 20-1 ha

 

Tugas Minggu 3 Survei Tanah dan Evaluasi Lahan

Nama     : Rose Novita Sari Handoko

NIM       : 115040201111055

Kelas      : N

 

1.  meneruskan pengayaan bahan kajian seperti yang dituliskan pada minggu kedua

- Skala peta adalah perbandingan jarak antara 2 titik pada peta, dengan jarak sebenarnya di lapangan.

-Fungsi legenda peta tanah yaitu mengidentifikasikan satuan peta, serta memberikan informasi tentang satuan-satuan yang terdapat dalam suatu peta tanah

- Peta dasar yaitu peta yang digunakan sebagai dasar untuk membuat peta tanah  atau merupakan wadah untuk menggambarakna delineasi SPT.

- Macam-macam peta tanah yang tujuannya digunakan untuk menentukan intesitas pengamatan yaitu dibagi menjadi:

1. Peta Dasar Bagan

> Hasil kompilasi dan generalisasi peta-peta tanah eksplorasi peta tanah tinjau.

> Digunakan untuk memperoleh gambaran umum sebaran tanah secara nasional

> Skala peta  ≤ 1:2.500.000

2. Peta Tanah Eksplorasi

> Sajikan keterangan yang sangat umum tentang keadaan tanah suatu daerah

> Dibuat dengan sepanjang jalan atau menggunakan helikopter pada tempat-tempat     tentang yang diduga tanahnya beda (beda lanskap)

> Skala peta : 1:1.500.000 s/d 1:5.000.000

3. Peta Tanah Tinjau

> Umumnya peta ini dibuat pada skla 1:250.000. Satuan peta didasarkan atas satuan tanah-bentuk lahan, atau sistem lahan yang didelineasi melalui interpretasi foto udara dan citra satelit. Pengamatan di lapangan kurang lebih 1 untuk 12,5 km2.

> Peta ini dapat menggambarkan daerah-daerah yang berpotensi untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.

4. Peta Tanah Semi-Detil

> Skala Publikasi 1:50.ooo

> Dapat menunjukkan lokasi proyek pertanian serta penggunaannya untuk bentuk pengelolaannya.

5. Peta Tanah Detil

> Skala 1:25.000 dan 1: 10.000

> Digunakan untuk persiapkan pelaksanaan suatu proyek

> Pengamatan 1 per 2 ha s/d 12,5 ha

6. Peta Tanah Sangat Detil

> Skala >1:10.000

> Pengamatan  ≥2 per ha

> Untuk penelitian khusus, misalnya percobaan pertanian, untuk pelajari variabilitas respon tanaman terhadap pemupukan atau perlakuan.

2. Koleksi peta rupa bumi/topografi, geologi, peta tanah, dan peta penggunaan lahan masing-masing asal daerah anda.

3. Buat halaman pada blog anda, upload peta-peta tersebut dan berikan penjelasan setiap peta tentang:

1. Judul (lembar peta untuk peta rupa bumi) , Tahun Penerbitan, Pembuat Peta
2. Skala dan  Sistem Proyeksi
3. Lokasi Keberadaan Peta Tersebut :
Jawaban nomer 2 dan 3:
 

m3 1

 

sumber : https://docs.google.com/file/d/0B5YI_8gcP3ICbzBDcUFKcmxrNVk/edit?pli=1

 

a. Judul (lembar peta untuk peta rupa bumi) , Tahun Penerbitan, Pembuat Peta

- Judul: peta topografi kabupaten kediri

- tahun penerbitan: 2010

- pembuat peta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

b. Skala dan Sistem Proyeksi

- skala: 1 : 250.000 pada ukuran A1/ 1 : 250.000 Scale in A1 size

c. Lokasi Keberadaan Peta Tersebut : kediri

 

m3 2

sumber :

http://psdg.bgl.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=915&Itemid=623&limitstart=1

 

a. Judul (lembar peta untuk peta rupa bumi) , Tahun Penerbitan, Pembuat Peta

- Judul: peta potesi mineral bukan logam dan batuan lembar kediri

- tahun penerbitan: 2010

- pembuat peta: Pusat Sumber Daya Geologi

b. Skala dan Sistem Proyeksi

- skala: 1:400.000

c. Lokasi Keberadaan Peta Tersebut : kediri

 

 

m3 3a. Judul (lembar peta untuk peta rupa bumi) , Tahun Penerbitan, Pembuat Peta)

- Judul: peta potesi kabupaten kediri

- tahun penerbitan: -

- pembuat peta

b. Skala dan Sistem Proyeksi

- skala: -

c. Lokasi Keberadaan Peta Tersebut : kediri

 

m3 4a. Judul (lembar peta untuk peta rupa bumi) , Tahun Penerbitan, Pembuat Peta

- Judul: Peta penggunaan lahan kediri

- tahun penerbitan: -

- pembuat peta

b. Skala dan Sistem Proyeksi

- skala: -

c. Lokasi Keberadaan Peta Tersebut : kediri

 

Tugas Minggu 2 Survei Tanah dan Evaluasi Lahan

Nama     : Rose Novita Sari Handoko

NIM       : 115040201111055

Kelas      : N

SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN TUGAS M-02

 

 1. Ada beberapa istilah dalam kuliah ini, dalam kuliah minggu 1 dan 2 ada beberapa istilah yang perlu pemahaman, berikan penjelasan (definisi dan penjelasannya), misalnya:

a. Peta Tanah

Peta yang dibuat untuk memperlihatkan distribusi taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dari permukaan bumi.

b. Skala peta

Skala Peta adalah perbandingan antara jarak di peta dengan jarak sebenarnya dipermukaan bumi.

c. Delineasi batas tanah (Soil delineation)

Batas di sekitar daerah yang mempunyai profil tanah serupa, sesuai dengan klasifikasi yang digunakan.

d. Poligon

Titik-tik yang dihungkan dengan garis yang digunakan untuk membatasi suatu kenampkan yang berbeda, misal tinggi rendahnya suatu tempat.

f. Satuan Peta: nama yang ditunjukkan oleh perbedaan klasifikasi tanah

g. Satuan Peta Tanah: Poligon-poligon yang terdapat dalam peta tanah

h. Legenda

Uraian yang terkandung informasi tentang beberapa hal penting dari tanah yang masing-masing digambarkan dengna simbol satuan peta.

i. Foto udara

Foto Udara merupakan foto panchromatic hitam putih atau infrared berwarna yang direkam pada film celluloid melalui kamera yang terpasang vertical pada pesawat udara.

j. Stereoskop: Alat yang digunakan untuk menginterpretasi foto udara

k. Peta dasar: peta yang digunakan sebagai dasar membuat peta tanah umumnya meruoakan peta topografi/bentuk bumi.

 

2. Buat halaman yang berisi resume bahan kajian kuliah minggu pertama, yang berisi penjelasan (definisi dan penjelasannya) .

>Resume Materi Tanah Sebagai Oyjek Survei

Tanah sebagai suatu tubuh alam yang terdiri atas lapisan-lapisan atau horizon-horizon dari komponen mineral atau organik dengan ketebalan yang bervariasi terbentuk karena adanya faktor pembentuk tanah.

A.    Proses pembentukan tanah

Iklim merupakan faktor yang sangat penting dari proses pembentukan tanah. Suhu dan curah hujan sangat berpengaruh terhadap intensitas reaksi kimia dan fisika di dalam tanah. Adanya curah hujan dan suhu tinggi di daerah tropika menyebabkan reaksi kimia berjalan cepat sehingga proses pelapukan dan pencucian berjalan cepat. Selain itu, iklim berperan dalam proses erosi dan pengendapan tanah yang mengakibatkan terjadi pergerakan materi tanah termasuk bahan organik dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini terjadi akibat adanya interaksi antara iklim (curah hujan) dengan faktor kemiringan lereng (relief).         Organisme merupakan faktor pembentuk tanah yang tergolong aktif. Proses pelapukan mineral dan pencampuran merupakan salah satu tugas dari organisme makro dan mikro. Organisme ini mempengaruhi pembentukan humus, pembentukan profil tanah, dan sifat fisika-kimia tanah. Di samping itu organisme hidup memperlancar peredaran unsur hara dan membina struktur tanah yang baik. Di antara berbagai organisme, vegetasi (makroflora) merupakan yang paling berperan dalam mempengaruhi proses genesis dan pekembangan profil tanah, karena merupakan sumber utama biomass atau bahan organik tanah.

Bahan Induk menentukan sifat fisik maupun kimiawi tanah yang terbentuk secara endodinamomorf, tetapi pengaruhnya menjadi tidak jelas terhadap tanah6 tanah yang terbentuk secara ektodinamomorf. Sifat dari bahan induk dengan nyata dapat mempengaruhi ciri-ciri dari tanah, muda maupun dewasa, namun dalam perkembangannya terjadi proses pelapukan lebih lanjut bahkan mengalami pencucian atau erosi, maka pengaruh ini makin tidak jelas bahkan hilang sama sekali.

Relief adalah perbedaan tinggi atau bentuk wilayah suatu daerah termasuk di dalamnya perbedaan kecuraman dan bentuk lereng. Relief mempengaruhi proses pembentukan tanah dengan cara mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap atau ditahan masa tanah, mempengaruhi dalamnya air tanah, mempengaruhi besarnya erosi, dan mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut di dalamnya

Waktu, berapa lamanya suatu bahan mengalami hancuran memegang peranan penting dalam pembentukan tanah. Peranan waktu dalam perkembangan tanah sangat tergantung pada faktor pembentuk tanah lainnya. Semakin lambat faktor pembentuk tanah bekerja, semakin lama pula waktu yang diperlukan untuk tanah tersebut mengalami perkembangan (weathering), begitu juga sebaliknya.

B.     Pemetaan Tanah

Berdasarkan cara penyajiannya, peta tanah dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Peta tanah bersimbolkan titik (Point soil maps), yaitu peta yang menunjukkan lokasi titik-titik pengamatan yang sesungguhnya dilakukan, disertai nama taksa (kelas) tanah atau satu atau lebih sifat-sifat tanah.

2. Peta tanah poligon kelas-areal. Daerah survei dibagi atau beberapa poligon dengan menggunakan garis batas secara tegas. Masing-masing poligon diberi simbol dengan nama kelas dan tiap-tiap kelas dijelaskan dalam legenda.

3. Peta lapangan kontinyu yang dibuat dengan metode interpolasi. Peta ini umumnya disajikan dengan isoline atau pada grid halus. Peta ini memperlihatkan kontinuitas sebaran sifat sifat tanah yang diduga dengan jalan interpolasi.

4. Peta lapangan kontinyu yang dibuat melalui pengamatan langsung di seluruh daerah survei. Peta ini umunya disajikan dengan peta grid. Peta ini memperlihatkan sebaran sifat tanah kontinyu yang diukur.

C. Prinsip dan Tingkat Pemetaan

Berdasarkan teknik pelaksanaannya, terdapat dua pendekatan yang ditempuh oleh pemeta, yaitu:

1. Pendekatan sintetik(synthetic approach), mengamati, mendeskripsi dan mengklasifikasikan profil tanah (pedon) pada beberapa lokasi di daerah survei kemudian membuat (mendelineasi) batas di sekitar daerah yang mempunyai profil tanah serupa, sesuai dengan klasifikasi yang digunakan.

2. Pendekatan analitik (analytical approach), membagi ‘kontinum’ atas persil-persil atau     satuan-satuan berdasarkan dalam pengamatan perubahan dalam sifat-sifat tanah eksternal (sifat bentang lahan), melalui interpretasi foto udara, yang diteruskan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang dibuat tersebut.

Berdasarkan tingkatannya, survei tanah dibedakan atas enam macam, yaitu peta tanah bagan, eksplorasi, tinjau, semi-detil, detil dan sangat detil. Masing-masing peta tersebut memiliki skala peta yang berbeda-beda.

Peta tanah bagan, peta ini dibuat sebagai hasil kompilasi dan generalisasi peta-peta tanah eksplorasi atau peta tanah tinjau. Peta ini hanya digunakan untuk memperoleh gambaran umum tentang sebaran tanah secara nasional. Dalam pembuatannya tidak dilakukan pengamatan lapangan. Skala peta sama atau lebih kecil dari 1:2.500.000.

Peta tanah eksplorasi, peta ini menyajikan keterangan yang sangat umum tentang keadaan tanah dari suatu daerah. Biasanya peta ini dibuat dengan survei yang dilakukan sepanjang jalan atau menggunakan helikopter pada tempat-tempat tertentu yang dianggap mempunyai perbedaan jenis tanah, yang ditunjukkan oleh 14 bentang alam yang berbeda. Survei ini juga dapat dilakukan dengan bantuan interpretasi foto udara atau citra satelit, dengan intensitas pengamatan yang sangat rendah. Skala bervariasi dari 1:500.000 hingga 1:1.000.000.

Peta tanah tinjau, umumnya peta ini dibuat pada skala 1:250.000. Satuan peta didasarkan atas satuan tanah-bentuk lahan atau sistem lahan yang didelineasi melalui interpretasi foto udara dan atau citra satelit. Pengamatan di lapangan kurang lebih 1 untuk 12,5 km2.

Peta tanah semi-detil, peta ini umumnya dibuat dengan skala 1:50.000, dengan intensitas pengamatan sekitar 1 untuk setiap 50 hektar, tergantung dari kerumitan bentang lahan. Biasanya dilakukan dengan sistem grid yang dibantu oleh hasil interpretasi foto udara dan citra satelit. Peta ini memberi gambaran tentang potensi daerah secara lebih terperinci serta dapat menunjukkan lokasi proyek yang akan dilaksanakan.

Peta tanah detil, peta ini biasanya dibuat dengan skala 1:25.000 dan 1:10.000 serta ditujukan untuk mempersiapkan pelaksanaan suatu proyek termasuk proyek konservasi tanah sehingga informasi sifat dan ciri tanah diuraikan sedetil mungkin. Jumlah pengamatan untuk tanah adalah sekitar 1 untuk setiap 2 ha sampai 12,5 ha.

Peta tanah sangat detil, peta tanah ini mempunyai skala > 1:10.000. Pengamatannya 2 atau lebih untuk setiap hektarnya. Peta ini ditujukan untuk penelitian khusus, misalnya untuk petak percobaan pertanian guna mempelajari variabilitas respons tanaman terhadap pemupukan atau perlakuan tertentu dan lain-lain

D.       Pendekatan Metode Survei Tanah

Terdapat 3 macam pendekatan metode survei tanah, yaitu metode grid, sistem fisiografi dengan bantuan interpretasi foto udara, dan grid bebas yang merupakan penerapan gabungan dari kedua pendekatan tersebut.

Metode survei grid biasa disebut juga metode grid kaku. Skema pengambilan contoh tanah secara sistematik dirancang dengan mempertimbangkan kisaran spasial autokorelasi

yang diharapkan. Jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk seluruh daerah survei. Pengamatan tanah dilakukan dengan pola teratur dan jarak 15 pengamatan tergantung dari skala peta. Survei grid ini sangat cocok diterapkan pada daerah yang posisi pemetanya sukar ditentukan dengan pasti. Keuntungan dari metode survei grid ini diantaranya tidak memerlukan penyurvei yang berpengalaman karena lokasi titik-titik pengamatan sudah diplot pada peta rencana pengamatan, sangat baik diterapkan pada daerah yang luas yang memerlukan penyurvei dalam jumlah besar, cukup teliti dalam menentukan batas satuan peta tanah pada daerah survei yang relatif datar, dan dapat mengurangi sejumlah sifat tanah pada suatu variasi yang menggambarkan proporsi yang besar dari data yang tersedia. Kerugian dari metode survei grid ini antara lain memerlukan waktu yang lama, pemanfaatan seluruh titik-titik pengamatan sehingga tidak efektif, sebagian lokasi pengamatan tidak mewakili satuan peta yang dikehendaki.

Metode survei fisiografi. Survei ini diawali dengan melakukan interpretasi foto udara (IFU) untuk mendelineasi landform yang terdapat di daerah survei, diikuti dengan pengecekan lapangan terhadap komposisi satuan peta, biasanya hanya di daerah pewakil. Survei ini umumnya diterapkan skala 1:50.000 – 1:200.000. Metode ini hanya dapat diterapkan jika tersedia foto udara yang berkualitas tinggi. Batas satuan peta sebagian besar atau seluruhnya didelineasi dari hasil IFU.

Metode grid bebas (fleksibel). Metode ini merupakan perpaduan metode grid kaku dan metode fisiografi. Metode ini diterapkan pada survei detil hingga semi-detil, foto udara berkemampuan terbatas dan di tempat-tempat yang orientasi di lapangan cukup sulit dilakukan Pengamatan lapangan dilakukan seperti pada grid-kaku, tetapi jarak pengamatan tidak perlu sama dalam dua arah, tergantung fisiografi daerah survei. Dengan demikian kerapatan pengamatan disesuaikan menurut kebutuhan skala survei yang dilaksanakan serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan

E.  Legenda peta tanah

Legenda peta tanah merupakan uraian yang terkandung informasi tentang beberapa hal penting dari tanah yang masing-masing digambarkan dengna simbol satuan peta. Setiap peta selalui disertai dengan legenda peta termasuk peta tanah. Legenda ini berfungsi mengidentifikasikan satuan peta, membrikan informasi tentang satuan-satuan yang terdapat dalam suatu peta tanah. Informasi tersebut meliputi:  keadaan drainase, kedalaman tanah, keadaaan erosi, tekstur tanah, warna dan karatan, aspek kesuburan, konsistensi, relief mikro, luasan. Informasi tersebut sangat diperlukan oleh pemakai bukan ahli tanah. Informasi penting bagi ahli tanah ialah nama satuan tanah yang ditunjukkan oleh nama menurut sistem klasifikasi tanah yang digunakan. Pada satuan peta majemuk, komposisi satuan klasifikasi tanah harus jelas. Klasifikasi tanah perlu dicantumkan agar memudahkan untuk tujuan korelasi dengan tanah-tanah ditempat lain.

F.   Peta Dasar

Peta dasar merupakan peta yang digunakan sebagai dasar untuk membuat peta tanah atau wadah untuk menggambarkan delineasi SPT. Peta dasar umumnya digunakan sebagi peta topografi/peta rupa bumi sebagai peta dasar  atau mosaik foto udara maupun citra satelit.

3. Setiap minggu akan muncul istilah-istilah baru dari bahan kajian yang diberikan, tambahkan pada halaman tersebut.
a.Grid adalah penetuan titik yang diterapkan pada survei tanah dengan memperhatikan kedetailan tertentu.
b.Glay adalah warna tanah yang keabuan karena tergenang air yang sangat lama.
c.Redoxymorphyl adalah suatu bentuk tanah yang disebabkan proses reduksi dan oksidasi contohnya di daerah Lamongan.
d.Kontur adalah garis khayal untuk menggambarkan semua titik yang mempunyai ketinggian yang sama diatas atau dibawah permukaan laut.
e.Monolit adalah merupakan contoh tanah tidak terganggu yang diawetkan dan sengaja dibuat sebagai alat bantu visual untuk pengajatan tentang sifat-sifat dan jenis tanah

Tugas Minggu 5 Survei Tanah dan Evaluasi Lahan

KELOMPOK                  :   

Rusyda Dini Utami                                     (115040200111005)

Sanindya Rivaliati                                      (115040200111032)

Rose Novita Sari Handoko                     (115040201111055)

Sahat Manatap Panusunan Samosir    (115040201111078)

KELAS                             :    N

 

TUGAS SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN MINGGU KE-5

 

  1. Metode survei tanah menggunakan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan sintetik dan analitik.
    • Jelaskan persamaan dan perbedaan kedua pendekatan tersebut
    • Berikan contoh kedua pendekatan tersebut

Jawaban:

Pengertian Pendekatan Sintetik dan Pendekatan Analitik

Pendekatan sintetik adalah pendekatan ‘buttom-up’ atau memberi nama terlebih dahulu, baru kemudian mengelompokkannya.

Pendekatan analitik adalah pendekatan ‘top-down’ atau pendekatan yang dilakukan dengan cara membagi terlebih dahulu kemudian baru member nama.

Persamaan pendekatan sintetik dan pendekatan analitik yaitu dimana pendekatan kedua jenis ini sama-sama untuk mengamati karakteristik tanah pada masing-masing satuan peta atau pendekatan yang dilakukan yang bertujuan untuk membagi permukaan tanah sebagai suatu ‘kontinum’ ke dalam satuan-satuan tertentu dalam membuat peta tanah.

Perbedaan pendekatan sintetik dan pendekatan analitik , yaitu :

 

No. Pembeda Pendekatan Sintetik Pendekatan Analitik
1 Cara Survei Menentukan titik survei Di delineasi dengan melihat
lahan,kemudian baru melalui foto udara, baru
didelineasi menentukan titik survei lahan
2 Jumlah titik survei Banyak, karena setiap Sedikit, kurang lebih 3-4 titik
luasan petak yangdibuat dari tiap pengelompokkan
harus di survei hasil delineasi
3 Waktu Sangat lama, karena banyak Singkat, karena survei yang
titik yang harus di survei dilakukan hanya beberapa
titik
4 Hasil survei Lebih detail, karena jumlah Detail, tetapi hasil yang
titik survei banyak dan didapat tidak sedetail
hasilnya lebih akurat pendekatan sintetik

Perbedaannya yang lain dengan  metode analitik dan metode sintetik, antara lain:

  • Pendekatan analitik: kegiatan yang menampilkan aktivitas dalam hal membedakan, menguji, menggolongkan, menyusun, menguraikan, membandingkan, membuat deduksi, dan memeriksa.
  • Pendekatan sintetik: kegiatan yang meliputi merancang, menggabungkan, menambah, membangun, mengembangkan, mengelola, merancang, dan membuat hipotesis.

Contoh pendekatan sintetik dan pendekatan analitik

1

 

  1. Dalam menyiapkan survei tanah dengan menggunakan pendekatan analitik, apa saja yang harus dilakukan?

Jawaban:

Pendekatan analitik ialah pendekatan ‘top-down’ atau pendekatan yang dilakukan dengan cara membagi terlebih dahulu kemudian baru member nama atau melakukan praduga/ perkiraan lebih dahulu kemudian melakukan survey dan memberi batasan.

Maka sebelum melakukan survey tanah dengan menggunakan pendekatan analitik ada beberapa hal yang kita lakukan terlebih dahulu yaitu sebagai berikut:

  1. Melakukan foto udara terlebih dahulu.
  2. Melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah untuk masing-masing satuan yang dibuat tersebut.
  3. Pada teknik pelaksanaannya menggunakan metode fisiografi, yaitu dengan menentukan batas (mendeleniasi) satuan fisiografi atau wujud lahan (landform) terlebih dahulu sebelum ke lapangan.

Dalam pendekatan analitik ,pertama lanskape dibagi kedalam tubuh tanah ‘alami’, berdasarkan karakteristik eksternal seperti landform, vegetasi dan  tanah permukaan. Setelah itu dilakukan penentuan karakteristik tanah pada masing – masing satuan tersebut melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah. Pendekatan analitik berasal dari kata ‘analisis’ yang berarti membagi tubuh tanah ‘alami’ yang didasarkan pada sifat – sifat eksternal.

 Dengan demikian tahapan dalam pendekatan analitik ini adalah:

  • Membagi lansekap ke dalam komponen – komponen sedemikian rupa yang diperkirakan akan memiliki tanah yang berbeda
  • Melakukan karakterisasi satuan –satuan yang dihasilkan melalui pengamatan dan pengambilan contoh tanah dilapang.
  1. Lihat pada peta landform Pujon dan sekitarnya di bawah. Gambaran relief wilayah tersebut disajikan pada peta di bawahnya (peta relief)

a         Diskusikan apakah pendekatan yang akan dipakai, jelaskan alasannya.

Dari hasil kelompok kami menggunakan pendekatan analitik. Hal ini dikarenakan kami belum bias menentukan komponen-komponen atau titik pada peta. Dikarenakan perlu dilakukannya pengamatan terlebih dahulu terhadap wilayahnya dan juga karena pendekatan analitik menggunakan metode fisiografi yang kan dilanjutkan dengan melakukan pengamatan dan pengklasifikasian tanah. Yang selanjutnya dilakukannya pembagian lanskap dalam batas-batas dengan komponen-komponen yang diperkirakan akan mempunyai taksa atau jenis tanah yang berbeda. Dilakukannya klasifikadi dengan karakterisasi satuan-satuan yang didapat melaluia pengamatan dan pengambilan sampel tanah pada saat di lapang.

b. Jika akan melakukan survei tanah pada skala 1:25.000 plot pengamatan Saudara jika:

  • Menggunakan grid kaku

Dalam metode grid kaku, jarak pengamatan dibuat secara teratur pada jarak tertentu untuk menghasilkan jalur segiempat seluruh daerah survei. Metode grid kaku merupakan metode yang menggunakan prinsip pendekatan sintetik. Metode ini sangat cocok untuk survey intensif dengan skala besar, dimana penggunaan interpretasi foto udara sangat terbatas dan intensif pengamatan yang rapat memerlukan ketepatan penempatan titik pengamatan di lapangan ssat survey dan pada peta. Pengamatan tanah dilakukan dengan pola teratur, jarak pengamatan tergantung dari skala peta. Pada peta semi detail ( 1 : 25.000 ) dengan luas lahan 4.600 ha dan jumlah titik yang ideal adalah 184 titik, maka luas tiap 1 cm2pada peta mewakili 25 ha di lahan sebenarnya.

  • Menggunakan grid bebas

Dalam metode grid bebas, jarak pengamatan tidak perlu samadalam dua arah, namun tergantung pada fisiografi daerah survey. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, perlu pengamatan lebih rapat,sedangkan landform relatif seragam makajarak pengamatan dapat dilakukan berjauhan, dengan demikian dapat disimpulkan  Kerapatan pengmatan disesuaikan dengan kebutuhan skala survei serta tingkat kerumitan pola tanah di lapangan. Metode ini biasanya dilaksanakan pada skala 1:12.500 sampai dengan 1: 25.000.Pelaksanaan survei ini diiawali dengan analisis fisiografi melalaui interpretasi foto udara secara detail.

  • Menggunakan pendekatan fisiografis dengan menggunakan key area dan transek.

Pengamatan pada daerah kunci (key area) merupakan daerah terpilih dalam suatu daerah survei yang di dalamnya secara berdekatan, terdapat sebanyak mungkin satuan peta yang ada dis eluruh daerah survei tersebut. Beberapa persyaratan untuk daerah kunci adalah :

a)  Harus dapat mewakili sebanyak mungkin satuan peta yang ada di daerah survey lahan

b)  Harus dibuat pada daerah di mana hubungan antara tanah dengan kenampakan bentang-alam atau landform.

c)  Daerah kunci tidak boleh terlalu kecil. (untuk survei tanah skala semi detail, sekitar 10-30 % dan skala tinjau kurang lebih 5-20 % dari luas  total)

d)  mudah untuk dikunjungi dan diakses

Sedangkan untuk Transek merupakan daerah kunci sederhana dalam bentuk jalur atau rintisan yang mencakup sebanyak mungkin satuan peta atau satuan wujud-lahan.Transek tidak boleh sejajar dengan batas wujud-lahan. Dalam setiap survei tanah, umumnya selalu diperlukan bantuan daerah kunci, kecuali :

a)  Daerah survei relatif sempit

b)  Jika bentang-alamnya telah diketahui dengan baik

c)  Jika seluruh daerah harus didatangi secara intensif (misalnya untuk survei irigasi)

d)  Pada survei skala kecil, dimana delineasi wujud-lahannya sangat mudah

3

4

Tugas 2 Diskusi: Survei Tanah dan Evaluasi Lahan

KELOMPOK                  :   

Rusyda Dini Utami                                     (115040200111005)

Sanindya Rivaliati                                      (115040200111032)

Rungu Yoga Pamungkas                          (115040200111047)

Rose Novita Sari Handoko                     (115040201111055)

Sahat Manatap Panusunan Samosir    (115040201111078)

KELAS                             :    N

 

TUGAS SURVEI TANAH DAN EVALUASI LAHAN MINGGU KE-2

 1.       Tanah sebagai suatu individu, berbeda dengan dunia hayati, yang setiap individunya punya ciri tersendiri. Tiap spesies punya kisaran sifat yang sempit, sehingga mudah dibedakan satu dengan lainnya. Jelaskan

Jawaban:

 Jenis tanah merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman karena perbedaan jenis tanah mempengaruhi sifat-sifat dari tanah tersebut. Untuk memahami hubungan antara jenis tanah, diperlukan pengetahuan yang mampu mngelompokkan tanah secara sistematik sehingga dikenal banyak sekali sistem klasifikasi yang berkembang. Untuk mempelajari hubungan antar jenis tanah maka sistem klasifikasi tanah dibagi menjadi sistem klasifikasi alami dan sistem klasifikasi teknis.

Klasifikasi ini memberikan gambaran dasar terhadap sifat fisik, kimia dan mineralogi tanah yang dimiliki masing-masing kelas dan selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan bagi berbagai penggunaan tanah.

Klasifikasi teknis yakni klasifikasi tanah yang didasarkan atas sifat-sifat tanah yang mempengaruhi kemampuan untuk penggunaan tertentu. Misalnya, untuk menanam tanaman semusim, tanah diklasifikasikan atas dasar sifat-sifat tanah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman semusim seperti kelerengan, tekstur, pH dan lain-lain. Dalam praktiknya untuk mempelajari jenis tanah maka sistem klasifikasi yang digunakan adalah sistem klasifikasi alami.

Pembeda antara jenis tanah yang satu dengan yang lainnya juga berdasarkan sifat-sifat penciri tanah dari kategori tertinggi (ordo) ke kategori terendah (seri). Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:

  • Ordo : Proses pembentukan tanah seperti yang ditunjukkan oleh ada tidaknya horizon penciri serta jenis (sifat) horizon penciri yang ada. (12 taksa).
  • Subordo :  Keseragaman genetik, misalnya ada tidaknya sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan pengaruh air,rezim lengas tanah, bahan induk utama, pengaruh vegetasi,tingkat dekomposisi bahan organic. (64 taksa).
  • Grup : kesamaan jenis, susunan dan perkembangan horizon, kejenuhan basa, suhu lengas, tanah ada tidaknya lapisan-lapisan penciri lain seperti fragipan, duripan, dll. (317 taksa).
  • Sub-grup : 1. Sifat-sifat inti dari grup (tipik), 2. Sifat-sifat tanah peralihan ke group, sub-ordo atau ordo lain, 3. Sifat-sifat tanah peralihan ke bukan tanah. (> 1400. taksa).
  • Famili :  Sifat-sifat penting untuk pertanian atau bidang rekayasa (keteknikan). Sifat yang sering digunakan sebagai pembeda antara lain adalah : sebaran besar butir, susunan mineral liat, kelas aktivitas tukar kation, rezim suhu tanah. (>8000. Taksa).
  • Seri : Jenis dan susunan horizon, warna, tekstur, struktur,  konsistensi, reaksi tanah, sifat-sifat kimia dan mineralogi masing-masing horizon (di Amerika > 19.000 taksa).

2.      Jelaskan definisi TANAH. Pasir pantai apakah termasuk dalam definisi tanah? Mengapa?

Jawaban:

Tanah merupakan media tumbuh tanaman. Sehingga tanah harus mampu menopang tumbuhan di lapangan (outsites), maka daerah yang tidak mampu menyokong pertumbuhan tanaman dilapangan tidak termasuk dalam pengertian tanah. Maka pantai tidak termasuk dalam definisi tanah dikarenakan tidak mampu menyokong pertumbuhan tanaman.

Pasir pantai bukanlah tanah karena pasir pantai tidak memiliki ciri-ciri seperti tanah yang diantaranya memiliki horison-horison, atau lapisan-lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan, kehilangan, pemindahan dan transformasi energi dan materi, atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alam. Pada proses pembentukan tanah juga dipengaruhi oleh lima faktor yaitu bahan induk, organisme hidup, topografi, iklim dan waktu. Namun pasir pantai sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan seperti air laut dari pantai tersebut. Pasir terbentuk dari dari bahan-bahan mineral penyusun bebatuan. Mineral dasar pembentuk pasir berupa kuarsa. Kuarsa adalah kristal silikon dioksida bentuk heksagonal. beberapa jenis pasir hampir 99 persen tersusun atas materi kuarsa ini.

 

3.      Jelaskan apa yang dimaksud dalam Gambar 2? Continuum, soilscape, polypedon, dll.

2

Jawaban:

a)      Continuum (kontinum) : proses pertukaran dalam kesinambungan interaksi antar komponen tanah dan kelangsungan segala reaksi tanah.

b)      Soil scape (bentang lahan) : gabungan dari beberapa polipedon yang mempunyai sifat berbeda antara sifat polipedon yang satu dengan polipedon yang lainnya.

c)      Pedon : tubuh tanah 3 dimensi, dan didefinisikan sebagai jumlah minimal bahan yang bisa disebut tanah, ukuran berkisar 1 – 10 m3.

d)     Polypedon (polipedon) : beberapa pedon yang mempunyai sifat dan ciri sama digabungkan.

e)      Soil Profil (profil tanah) : Irisan atau penampang tegak tanah yang menampakan semua horizon sampai ke bahan induk; dalam profil tanah, bagian yang mengandung akar tanaman atau dipengaruhi oleh akar tanaman disebut solum.

f)       Soil Agregat (agregat tanah) : agregat tanah merupakan gabungan dari partikel-partikel tanah yang tidak mempunyai bentuk yang jelas.

4.      Tanah sebagai satuan 3-D, perlu disajikan denga cara ‘multifactorial‘ dalam bentuk peta tanah. 2-D digambarkan pada peta tanah, sedangkan dimensi vertikal + sifat-sifat internalnya, disajikan dalam legenda peta. Maksudnya apa?

Jawaban:

3D model atau bentuk 3 dimensi mengenai bentuk tanah, citra foto udara ditempel sebagai tekstur, sehingga bisa terlihat seperti tanah setempat dari letak yang boleh berbeda dari letak pesawat/satellit yang mortrait. Komponen data 3 dimensi yang direncanakan diikuti oleh jumlah emisi sebagai atribut berdasarkan hasil survai lapangan dan analisis bahan bangunan, hidup dan sebagainya, sehingga jumlah emisi dari kawasan permukiman bisa dihitung secara otomatis dan bisa dibandingkan antara beberapa alternatif usulan.

Tanah merupakan suatu objek yang berbentuk 3 dimensi. Hal ini karena di dalam tanah terdapat suatu profil tanah yang di dalamnya terdapat horison-horison yang menjadi ciri dari tanah tersebut. Keadaan tanah di suatu daerah dengan daerah lainnya tentunya berbeda. Hal seperti ini dapat menjadi suatu informasi yang dapat disajikan dalam gambar (peta tanah) di berbagai wilayah. Penyajian ini tidak hanya berupa keadaan tanah dan topografi di suatu daerah saja, melainkan harus mengikutsertakan berbagai macam faktor penting mengenai keadaan tanah di wilayah tersebut. Peta tanah secara fisik dapat disajikan dalam bentuk 2 dimensi sesuai keadaan topografinya dan perbandingan luasan berdasarkan skala. Sedangkan faktor-faktor yang berada didalamnya, seperti keadaan tekstur, struktur, kelembaban, konsistensi, dan lainnya yang berkaitan dengan taksa tanah dari wilayah dalam peta tanah tersebut dapat disajikan dalam bentuk legenda. Biasanya faktor-faktor tersebut disajikan dapat berupa tanda atau warna tertentu, dan lainnya. Legenda peta ini memiliki fungsi untuk mempermudah seseorang dalam membaca suatu peta tanah dan memberikan informasi tentang satuan-satuan tertentu yang terdapat di dalam peta tanah.

5. Jelaskan pengertian Peta tanah. Untuk membuat peta tanah, peta apa saja yang diperlukan sebagai dasar/ penunjang? Mengapa?

Peta tanah merupakan peta yang dibuat untuk memperlihatkan sebaran taksa tanah dalam hubungannya dengan kenampakan fisik dan budaya dari permukaan bumi. Umumnya, suatu peta dasar diperlukan sebagai acuan dalam membuat suatu peta tanah. Peta dasar yang biasa digunakan adalah peta topografi. Peta topografi digunakan sebagai dasar karena apabila akan membuat suatu peta tanah, harus mengetahui keadaan nyata dari suatu objek wilayah secara 3 dimensi terlebih dahulu. Jika keadaan topografi suatu wilayah berbeda, maka keadaan atau kondisi suatu tanah juga akan berbeda. Bentuk suatu muka bumi (topografi) berbeda-beda antara tempat yang satu dengan tempat yang lain, begitu pula keadaan tanahnya. Oleh karena itu diperlukan peta topografi sebagai dasar apabila membuat suatu peta tanah. Peta topografi dapat diperoleh melalui foto udara (skala besar) dan citra satelit (skala kecil)

6. Apa yg dimaksud dengan Poligon di dalam peta tanah? Bagaimana membuatnya?

Poligon adalah garis-garis lurus yang saling berhubungan (terangkai) satu sama lainnya di permukaan tanah yang menghubungkan titik-titik sebagai batas dilapangan, dimana pada titik-titik tersebut diketahui jarak dan kemiringan sudutnya yang nantinya menjadi pembatas antar Satuan Peta Tanah yang ada di peta tanah. Tujuan dari Poligon adalah untuk memperbanyak koordinat titik-titik di lapangan yang diperlukan untuk pembuatan peta.

Ada 2 (dua) macam bentuk poligon, yaitu :

  • Poligon Terbuka : poligon yang tidak mempunyai syarat geometris
  • Poligon Tertutup : poligon yang mempunyai syarat geometris

Cara Membuat Poligon dalam Peta Tanah :

  • Pengukuran Polyangon Terbuka Bebas

Siapkan catatan, daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur. Tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik dan dirikan pesawat di atas titik P1. Lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran. Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah. Lakukan pemutaran teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth. Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka. Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong  180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2 dan lakukan pembacaan sudut horisontal. Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka. Lakukan pemindahan pesawat ke titik P2 dan lakukan penyetelan alat. Arahkan pesawat ke titik P3, baca dan catat sudut horisontalnya. Lakukan pembacaan sudut luar biasa pada titik P2. Putar teropong pesawat searah jarum jam dan arahkan ke titi P1. Baca dan catat sudut horisontalnya, baik bacan biasa maupun luar biasa. Bacaan ini merupakan bacaan belakang. Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya sampai P akhir. Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran. Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik. Gambar hasil pengukuran dan perhitungan.

  • Pengukuran Polyangon Tertutup

Siapkan catatan , daftar pengukuran dan buat sket lokasi areal yang akan diukur. Kemudian tentukan dan tancapkan patok pada titik-titik yang akan dibidik yang dilanjutkan dengan mendirikan pesawat di atas titik P1 dan lakukan penyetelan alat sampai didapat kedataran. Arahkan pesawat ke arah utara dan nolkan piringan sudut horisontal dan kunci kembali dengan memutar skrup piringan bawah. Putar teropong dan arahkan teropong pesawat ke titik P2, baca dan catat sudut horisontalnya yang sekaligus sebagai sudut azimuth. Bacaan ini merupakan bacaan biasa untuk bacaan muka. Dengan posisi pesawat tetap di atas titik P1, putar pesawat 180° searah jarum jam, kemudian putar teropong  180° arah vertikal dan arahkan teropong ke titik P2. Lakukan pembacaan sudut horisontal. Bacaan ini merupakan bacaan luar biasa untuk bacaan muka. Putar teropong pesawat dan arahkan di titik P akhir dan lakukan pembacaan sudut horisontal pada bacaan biasa dan luar biasa. Bacaan ini merupakan bacaan belakang. Dengan cara yang sama, lakukan pada titik-titik polyangon berikutnya hingga kembali ke titik P1. Lakukan pengukuran jarak antar titik dengan meteran. Lakukan perhitungan sudut pengambilan b, sudut azimuth dan koordinat masing-masing titik. Kemudian yang terakhir gambar hasil pengukuran dan perhitungan.

7. Apa yg dimaksud dengan taksa tanah?

Taksa tanah merupakan satuan yang diperoleh dari menentukan suatu selang sifat tertentu dari sifat – sifat tanah yang didefinisikan oleh suatu sistem klasifikasi tanah. Hal ini berhubungan dengan peta tanah karena soil taxonomy bisa digunakan untuk satuan sistem klasifikasi tanah , masing – masing diwakili oleh suatu profil tanah. Peta tanah dapat semakin terlihat jelas dan detai dengan soil taxonomy. Dalam mengklasifikasikan suatu tanah maka mula-mula tanah dianggap sebagai bagian dari populasi yang luas sehingga tanah diklsifikasikan terlebih dahulu ke dalam kategori tertinggi yaitu ke dalam order tanah. Apabila telah diketahui order dari tanah tersebut, maka selanjutnya diklasifikasikan ke dalam sub order, great group dan seterusnya.

Cara mengklasifikasikan tanah ke dalam masing-masing kategori tersebut dilakukan dengan membandingkan sifat tanah yang dimiliki dengan criteria-kriteria untuk berbagai taksa yang dalam taksonomi tanah telah disusun dalam bentuk “kunci” yaitu Keys to Soil Taxonomy. Dalam kunci tersebut telah disusun untuk kategori order, sub order, great group dan sub group sedemikian rupa sehingga dalam membandingkan sifat-sifat tanah dengan criteria-kriteria untuk sifat taksa yang ditulis harus berurutan dan harus dimulai dari criteria untuk taksa yang ditulis paling dulu. Apabila tanah tidak dapat diklasifikasikan ka dalam taksa yang disebut paling awal, baru dicoba untuk taksa yang kedua, ketiga dan seterusnya.

8. Dalam legenda Peta Tanah terdapat istilah konsosiasi, asosiasi atau kompleks. Jelaskan. Beri ilustrasi dengan gambar, sehingga perbedaan ketiganya jelas

1

  • Konsosiasi

Satuan pemetaan tanah konsosiasi didominasi oleh satuan tanah dan tanah yang serupa  (similiar soil unit). Dalam konsosiasi paling tidak memmpunyai 50% satu satuan tanah yang sama dan 25% satuan tanah yang serupa. SPT konsosiasi diberinama sesuai dengan satuan tanah yang dominan. Satuan tanah lain yang tidak sejenis dan serupa maksimal  mempunyai persentase 25%. Dua satuan tanah dikatakan sebagai tanah yang serupa apabila mereka hanya berbeda pada satu atau duua kriteria yang menyebabkan keduanya diklasifikasikan kedalam kelompok yanng berbeda. Secara umum satuan satuan tanah yanng serupa mempunyai potensi yang hampir sama. Sedangkan dua satuan tanah dikatakan tidak serupa apabila keduanya mempunyai perbedaan yang tegas dan lebih dari tiga kriteria yang meenyebabkan keduanya diklasifikasikan ke dalam kelompok yang berbeda. Satuan-satuan tanah  yang tidak serupa mempunyai potensi terhadap penggunaan tertentu yang berbeda secara tegas.

  • Asosiasi

SPT jenis ini mengandung dua atau lebih satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam pennamaan SPT dan mempunyai komposisi yang hampir sama. Satuan-satuan tanah penyusun SPT ini tidak dapat dipisahkkan satu sama lain kedalam  SPT SPT yang berbeda karena keterbatasan skala pemetaan. SPT asosiasi dalam skala pemetaan yang lebih besar dapat dipisahkan kedalam SPT-SPT konsosiasi yang berbeda.

  • Kompleks

SPT ini mirip dengan SPT asosiasi karena terdapat dua atau lebih satuan-satuan tanah yang tidak serupa yang digunakan dalam penamaan SPT, demikian juga komposisi masing-masing satuan tanahnya serupa dengan SPT asosiasi. Persebaran satuan tanah yang ada pada SPT ini tidak mengikuti pola tertentu sehingga dalam skala pemetaan yang lebih besar, satuan-satuan tanah yang menyusunnya tetap tidak dapat dipisahkan satu sama lain.

9. Beri contoh single value map. Cari di internet. Mengapa peta tersebut dikatakan bukan peta tanah?

 4

Hal mendasar dari kedua peta sebagai pembedanya adalah fungsi dari masing-masing peta tersebut. Peta tanah menunjukkan bagaimana persebaran tanah yang ada pada suatu wilayah yang dilengkapai legenda yang menjelaskan bagaiman jenis tanah, karakteristik tanah, landform, kelerengan dan sifat-sifat lain tanah. Sedangkan single value map hanya menjelaskan tentang batasan-batasan suatu wilayah yang dimuat didalamnya tanpa mendeskripsikan tanah-tanahnya, sehingga tidak dapat dikatakan peta tanah.

10. Apa yang dijelaskan dalam Gambar ini?

5

Gambar diatas (1) merupakan suatu bentuk penyajian teknik pelaksanaan survei tanah dengan menggunakan pendekatan sintetik yang dilakukan dengan menggunakan metode survei grid. Kemudian pada gambar 3, diketahui survei tanah dilakukan dengan menggunakan pendekatan analitik dengan menerapkan metode fisiografi dengan jalan menentukan batas dataran berdasarkan satuan fisiografi atau wujud lahan. Metode fisiografi lebih populer digunakan khususnya pada skala wilayah survey yang kecil atau lebih kecil, namun meskipun demikian, perpaduan antara kedua metode tersenut seringkali dipadukan untuk suatu kepentingan survei yang nantinya menghasilkan suatu peta seperti gambar no.2. Namun demikian, dalam praktiknya biasanya kombinasi keduanya digunakan.

11. Sebutkan berbagai macam peta tanah berdasarkan skala peta yang digunakan di Indonesia. Bandingkan nama peta-peta tersebut dengan nama yang digunakan di Amerika, Kanada, Inggeris dan negara lainnya. Cari dari internet

  • Peta Tanah bagan, peta ini dibuat sebagai hasil komplikasi dan generalisasi peta-peta tanah eksplorasi atau peta tanah tinjau.skala petanya sama atau lebih kecil dari 1:2.500.000
  • Peta tanah eksplorasi, peta ini menyajikan keterangan yang sangat umum tentang keadaan tanah dari suatu daerah.Peta ini dibuat dengan survey yang biasanya menggunakan helicopter di wilayah yang dianggap memiliki perbedaan jenis tanahnya. Skala peta bervariasi dari 1:500.000 hingga 1:500.000
  • Peta tanah tinjau(peta tanah ruang), satuan peta yang dibuat daidasarkan atas satuan lahan atau satuan tanah –bentuk lahan atau sistem lahan yang didelineasi melalui interpretasi foto udara dan atau citra satelit. Skala petanya 1:250.000
  • Peta tanah semi-detail, peta ini umumnya dibuat dengan skala 1:50.000 dengan intensitas pengamatan 1 untuk setiap 50 hektar, tergantung dari kerumitan bentang lahan.
  • Peta tanah detail, peta ini biasanya dibuat dengan skala 1:25.000 dan 1:10.000 serta ditujukan untuk mempersiapkan pelaksanaan suatu proyek termasuk proyek konservasi tanah. (misalnya:teknik-teknik konservasi yang bisa dan cocok diterapkan pada masing-masing satuan peta atau pada suatu demplot).
  • Peta tanah sangat detail, mempunyai skala > 1:10.000 pengamatannya 2 atau lebih untuk setiap hektarnya.

Peta tanah berdasarkan skala peta di Kanada oleh Coen (1987) :

6

 

7

12.  Apa yang dimaksud dengan luas minimum yang masih dapat disajikan pada peta?. Mengapa perlu ada batasan tersebut?

Luas minimum merupakan luasan satuan peta tanah paling kecil yang masih duperbolehkan untuk menempatkan suatu lokasi daerah pada peta tanah yang dibuat sebagai penentu daerah efektif pengamatan, biasanya ukuran luas minimum sekitar 0,4 cm2. Luas minimum yang dapat disajikan pada peta adalah suatu luasan terkcil yang masih dapat digambarkan pada peta. Pada dasarnya ukuran tersebut merupakan parameter kartografi, karena setiap polygon pada suatu peta harus tertulis simbol satuan petanya. Simbol tersebut harus tertulis dengan ukuran tertentu, sehingga masih dapat dibaca. Batasan ukuran polygon minimal adalah 0,4 cm(untuk yang bebentuk bulat), sedangkan untuk polygon bebentuk memanjang dan sempit harus lebih besar (dari aspek luasannya) agar dapat memuat simbol satuan peta. Perlu ada batasan, karena untuk mengetahui batas antara tanah dan udara, air dangkal, tumbuhan hidup atau bahan-bahan tumbuhan yang belum mulai melapuk. Satuan – satuan yang di hasilkan umumnya berupa tubuh lahan yang memiliki cirri-ciri tertentu yang dibedakan oleh batas-batas alami suatu batas tanah pada suatu peta.

13.    Untuk peta tanah di Indonesia, berapa satuan luas tersebut? Masing-masing kelompok agar menghitung berapa luasnya di lapangan pada skala yang berbeda 3.

  • Ubin (atauru, tumbak) dalam agrarian adalah satuan luas lahan yang dipakai di Indonesia. Satuan ubin ini banyak digunakan untuk areal pertanian (sawah atau ladang), khususnya di Pulau Jawa dan telah dipakai sejak zaman Hindia-Belanda. Ukuran satu ubin menyatakan luas sebesar 14,0625 (3,75 × 3,75) meter persegi. Satu bahu adalah 500 ubin.
  • Satuan ini terutama dipakai untuk mengestimasi hasil atau produksi hasil tanaman pangan, seperti padi atau kedelai. Pada suatu lahan diberi batas yang dinamakan “petak ubinan” (berukuran satu ubin). Hasil panen untuk petak ini diukur terlebih dahulu sebelum dicampur dengan hasil panen yang lain. Hasil pengukuran ini lalu dikonversi menjadi hasil per hektare. Karena luas minimum di Indonesia adalah 0,4 cm2, Maka ontoh menghitung luas peta berskala 1 : 25.000 dengan menggunakan sistem grid. 

14. Jika anda melakukan survei tanah di daerah pd Gb 3, metode survei apa yang akan anda gunakan? Mengapa?

Catatan: daerah tertutup vegetasi (hutan), relatif datar, garis putih pada foto adalah sungai.

8 

 

Metode survei yang akan  dilakukan adalah dengan menggunakan metode Grid Kaku. Dalam catatan tersebut, tertulis bahwa daerah tertutup vegetasi (hutan), relative datar, garis putih pada foto adalah sungai.

Berdasarkan catatan tersebut, terdapat dua syarat yang termasuk dalam metode Grid kaku, yakni:

  • Kenampakan permukaan tidak jelas atau daerahnya sangat homogeny dan datar
  • Daerah yang disurey tertutup vegetasi yang rapat dan lebat

Akan tetapi, masih terdapat gejala fisiografi (garis sungai) pada peta tersebut, sehingga metode yang digunakan adalah perpaduan dari metode grid kaku dan metode fisiografik, yakni metode grid bebas. Metode ini dilakukan pada survey detil sampai dengan semi detil yang kemampuan foto udara dianggap terbatas dan di tempat-tempat yang orientasi lapangan cukup sulit.

Pengamatan lapangan dilakukan pada titik-titik seperti grid kaku, tetapi jarak titik-titik pengamatan tidak perlu sama dalam 2 arah, tetapi tergantung keadaan fisiografi. Jika terjadi perubahan fisiografi yang menyolok dalam jarak dekat, maka jarak titik-titik pada pengamatan adalah rapat. Sebaliknya jika bentuk lahan relative seragam, maka jarak titik-titik pada pengamatan adalah renggang. Metode ini sangat baik diterapkan oleh penyurvey yang belum banyak berpengalaman dalam interpretasi foto udara.