PERSONAL SELLING

Personal selling adalah komunikasi langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pelanggan untuk memperkenalkan suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba dan membelinya.

Kegiatan personal selling merupakan bagian dari kegiatan promosi yaitu cara untuk memperkenalkan dan menarik minat konsumen terhadap produk yang di tawarkan secara tatap muka. Promosi ini merupakan salah satu variable di dalam marketing mix yang sangat penting untuk dilaksanakan oleh perusahaan dalam menawarkan produknya.

Personal selling merupakan alat promosi yang sifatnya secara lisan, baik kepada seseorang maupun lebih calon pembeli dengan maksud untuk menciptakan terjadinya transaksi pembelian yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, dengan menggunakan manusia sebagai alat promosinya. Komunikasi yang dilakukan kedua belah pihak bersifat interaktif atau komunikasi dua arah sehingga penjual dapat langsung memperoleh tanggapan sebagai umpan balik tentang keinginan dan pendapat komsumen. Penyampaian berita atau proses komunikasi dapat dilakukan dengan sangat fleksibel karena dapat disesuaikan dengan situasi yang ada.

 

Sifat-sifat Personal Selling

Personal selling merupakan salah satu alat promosi yang paling efektif terutama dalam bentuk preferensi, keyakinan dan tindakan pembeli.menurut Philip Kotler (1997 :224) dalam bukunya manajemen pemasaran, personal selling bila di bandingkan dengan periklanan memeiliki tiga sifat khusus, yaitu :

  • Konfrontasi Peronal (Personal Confrontation)

Personal selling mencakup hubungan yang hidup, langsung dan interaktif antara dua orang atau lebih. Masing masing pihak dapat melihat kebutuhan dan karakteristik pihak lain secara lebih dekat dan segera melakukan penyesuaian.

  • Pengembangan (cultivation)

Personal selling memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungan mulai dari hubungan penjualan sampai dengan hubungan persahabatan.

  • Tanggapan (Response)

Personal selling membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengar, memperhatikan dan menanggapi wiraniaga.

Oleh karena sifat-sifat tersebut maka metode ini mempunyai kelebihan antara lain operasinya lebih fleksibel karena penjual dapat mengamati reaksi pelanggan dan menyesuaikan pendekatannya, usaha yang sia-sia dapat diminimalkan, pelanggan yang berminat biasanya langsung membeli, dan penjual dapat membina hubungan jangka panjang dengan pelanggannya. Namun karena menggunakan armada penjual yang relatif besar, maka metode ini biasanya mahal. Di samping itu, spesifikasi penjual yang diinginkan perusahaan mungkin sulit dicari. Meskipun demikian, personal selling tetaplah penting dan biasanya dipakai untuk mendukung metode promosi lainnya.

 

Bentuk-Bentuk Personal Selling

Menurut Djasmin Saladin dan Yevis Merti Oesman (1994 : 195) terdapat tiga bentuk dari personal selling, yaitu:

  • Retail Selling

Tenaga penjual melakukan penjualan dengan jalan melayani konsumen yang datang ke toko atau perusahaan.

  • Field Selling

Tenaga penjual yang melakukan penjualan di luar perusahaan, yakni dengan mendatangi konsumen ke rumah-rumah perusahaan, kantor-kantor dan lain-lain.

  • Executive Selling

Pimpinan perusahaan yang bertindak sebagai tenaga penjual yang melakukan penjualan.

Didalam suatu perusahaan bentu – bentuk personal selling tersebut kadang digunakan secara bersama sama – sama dan kadang hanya menggunakan salah satu bentuk saja. Hal tersebut disesuaikan dengan produk yang ditawarkan, pasar yang dituju, dan kemampuan perusahaan. Tetapi bentuk manapun yang dipilih, perusahaan harus menentukan bentuk yang paling cocok dan efektif dalam mencapai sasaran.

 

Tugas Personal Selling

Menurut Saladin , tugas dari personal selling adalah:

  • Mencari calon pembeli (prospekting)

Personal selling setuju untuk mencari pelanngan bisnis baru yang kemudian dijadikan sebagai pelanggan bisnis potensial bagi perusahaannnya.

  • Komunikasi (communicating)

Personal selling memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan bisnis tentang produk yang jelas dan tepat.

  • Penjualan (selling)

Personal selling harus tahu seni menjual, mendekati pelanggan bisnis sasaran, mempresentasikan produk, menjawab keberatan-keberatan, menutup penjualan.

  • Mengumpulkan Informasi (information gathering)

Personal selling melakukan riset pasar sehingga mendapatkan informasi tentang pelanggan bisnis dan keadaan pasar serta membuat laporan kunjungan baik yang akan dilakukan maupun yang telah dilakukan.

  • Pelayanan (servising)

Personal selling melakukan pelayanan kepada pelanggan bisnis, mengkomunikasikan masalah pelanggan bisnis, memberikan bantuan teknis dan melakukan pengiriman.

  • Pengalokasian (allocation)

Personal selling setuju untuk memutuskan pelanggan bisnis mana yang akan lebih dulu memperoleh produk bila terjadi kekurangan produk pada produsen.

Penjual yang ditugaskan untuk melakukan personal selling harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :

  • Salesmanship

Penjual harus memiliki pengetahuan tentang produk dan menguasai seni menjual, seperti cara mendekati pelanggan, memberikan presentasi dan demonstrasi, mengatasi penolakan pelanggan, dan mendorong pembelian.

  • Negotiating

Penjual harus mempunyai kemampuan untuk bernegosiasi tentang syarat-syarat penjualan.

  • Relationship marketing

Penjual harus tahu cara membina dan memelihara hubungan baik dengan para pelanggan.

 

Berdasarkan tugas dan posisinya, penjual dapat diklasifikasikan menjadi enam macam tipe, yaitu :

  • Deliverer (driver sales person), yaitu penjual yang tugas utamanya mengantar produk ke tempat pembeli.
  • Order getter, yaitu penjual yang mencari pembeli atau mendatangi pembeli (sifat kerjanya di luar).
  • Order taker, yaitu penjual yang melayani pelanggan di dalam outlet (sifat kerjanya di dalam).
  • Missionary sales people (merchandiser, retailer), yaitu penjual yang ditugaskan untuk mendidik/melatih dan membangun goodwill dengan pelanggan atau calon pelanggan. Misalnya melatih wiraniaga perantara, menjelaskan program promosi perusahaan kepada perantara.
  • Technical specialist (technician), yaitu penjual yang harus memiliki atau memberikan pengetahuan teknis kepada pelanggan.
  • Demand creator, yaitu penjual yang harus memiliki kreativitas dalam menjual produk (tangible dan intangible).

 

Ditulis oleh: Rony Arthana

Dosen:   Nanang Suryadi

 

DAFTAR PUSTAKA

http://dahlanforum.wordpress.com/2009/04/06/personal-selling/

http://online1pemasaran.blogspot.com/2009/05/teknik-personal-selling.html

http://ipan.web.id/strategi-marketing-personal-selling-sebagai-salah-satu-strategi-marketing-andalan-dan-pembangunan-image-di-masayarakat/

categories Uncategorized | comments Comments (0)

Ujian Tengah Semester Marketing Communication

Soal:

  1. Jelaskan pengertian marketing communication dan arti penting marketing communication bagi sebuah produk!
  2. Jelaskan arti penting pemilihan media dalam marketing communication!
  3. Jelaskan arti penting green marketing dalam marketing communication! Carilah contoh marketing communication yang bertema green marketing di media cetak dan Anda analisis iklan tersebut (lampirkan iklan tersebut dalam lembar jawaban Anda).
  4. Mengapa budaya menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam marketing communication? Jelaskan!
  5. Sebut dan jelaskan apa saja yang menjadikan sebuah iklan tersebut efektif!
  6. Sejauhmana etika menjadi hal yang harus diperhatikan dalam marketing communication? Jelaskan! Carilah contoh iklan yang menurut Anda melanggar sebuah etika dan analisis iklan tersebut (lampirkan iklan dalam lembar jawaban Anda).

 

Jawaban:

  1. Jelaskan pengertian marketing communication dan arti penting marketing communication bagi sebuah produk!

Marketing communication adalah proses menjalin hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan-karyawan-pelanggan dan merupakan upaya perusahaan memadukan dan mengkoordinasikan semua saluran komunikasi untuk menyampaikan pesannya secara jelas, konsisten dan berpengaruh kuat tentang organisasi dan produk-produknya.

Marketing communication dapat juga diartikan sebagai sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang dijual. Komunikasi pemasaran mempresentasikan “suara” perusahaan dan mereknya serta merupakan sarana dimana perusahaan dapat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.

Komunikasi pemasaran bagi konsumen, dapat memberitahu atau memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa suatu produk digunakan, oleh orang macam apa, serta di mana dan kapan. Komunikasi pemasaran berkontribusi pada ekuitas merek dengan menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra merek serta mendorong penjualan dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham.

Jadi dari penjelasan definisi tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa arti penting dari marketing communication bagi sebuah produk adalah:

  • menciptakan unsur pengetahuan akan produk yang di tawarkan serta membangun sikap positif terhadap produk tersebut kepada konsumen dan calon konsumen.
  • membentuk identitas merek yang kuat di pasar dengan mengikat bersama dan memperkuat semua citra dan pesan komunikasi perusahaan.
  • menginformasikan tentang siapa yang membuat produk tersebut dan apa keunggulan produk tersebut dibandingkan dengan produk lain yang sejenis.
  • mengkoordinasikan semua pesan, positioning dan citra, serta identitas perusahaan melalui semua bentuk komunikasi pemasaran.
  • adanya hubungan yang lebih erat antara perusahaan (melalui produk/jasanya) dengan para konsumennya.

 

  1. Jelaskan arti penting pemilihan media dalam marketing communication!

Kunci keberhasilan dari sebuah program komunikasi pemasaran terletak pada positioning produk yang jelas. Sebab seluruh esensi dari sebuah program komunikasi pemasaran, mulai dari perumusan pesan hingga pemilihan media komunikasi, mengacu pada positioning produk. Perusahaan yang memiliki positioning produk yang jelas akan lebih mudah merancang pesan dengan tepat kepada audiens sasaran.

Selain dari positioning produk yang jelas, sumber penyampai pesan harus memiliki kredibilitas. Kredibilitas sendiri dibangun di atas expertise dan trustworthiness. Sumber penyampaian pesan yang memiliki kedua unsur ini akan mempercepat proses adopsi pesan dalam benak audiens sasaran. Oleh karenanya, kedua unsur yang dimaksudkan tersebut sangat menentukan keberhasilan sebuah program komunikasi pemasaran.

Namun hal-hal yang diungkapkan  di atas akan gagal bila pilihan media komunikasi tidak tepat. Dalam memilih media komunikasi, perusahaan harus mempertimbangkan: situasi saat ini, perencanaan pemasaran yang  telah ditetapkan, positioning produk, karakteristik media komunikasi, serta monitoring dan pengendalian.

Tiap media memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya, mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Hal yang perlu dipertimbangkan.dalam pemilihan media massa, antara lain, adalah:

  • Majalah dan radio

a)    Kebutuhan Jangakauan Luas dan Kecepatan Penetrasi

Apa bila pesan ditujukan pada masyarakat luas, media sepedi radio dan televisi cukup tepat. Karena, selain kemampuan jangkauan yang luas, kecepatan penetrasinya tinggi.

b)   Kebutuhan Pemeliharaan Memori

Apabila pesan ditujukan agar tetap diingat dalam kurun relatif lama maka media seperti majalah lebih cocok. Media ini memiliki ‘life span’ relatif lebih panjang. Majalah lazimnya disimpan sampai berbulan-bulan, sementara suratkabar hanya beberapa hari.

c)    Kebutuhan Jangkauan Khalayak yang Selektif

Apabila pesan yang disampaikan dimaksudkan untuk kelompok masyarakat segmen tertentu, maka majalah khusus mungkin lebih tepat. Misal, majalah wanita untuk produk-produk kosmetika; majalah pria untuk motor, dan sejenisnya.

d)   Kebutuhan Jangkauan Khalayak Lokal

Apabila khalayak sasaran yang ingin dijangkau bersifat lokal (misal pada satu kabupaten atau wilayah tertentu), maka penggunaan media seperti stasiun radio lokal atau bioskop (film) lebih tepat.

e)    Kebutuhan Frekwensi Tinggi

Apabila pesan yang disampaikan membutuhkan frekwensi penyampaian yang tinggi, maka penggunaan media seperti radio lebih cocok.

  • Televisi dan surat kabar

a)    Kebutuhan Gerak

Apabila pesan yang disampaikan menuntut unsur gerak sebagai faktor yang utama, maka media audio-visual seperti televisi dan film merupakan medium yang tepat.

b)   Kabutuhan Wama

Apabila warna merupakan faktor yang ingin ddonjolkan dari suatu pesan, maka televisi, film, dan juga majalah layak dipertimbangkan.

c)    Kebutuhan Deskripsi

Apabila pesan yang disampaikan memerlukan uraian yang eksplist, komprehensif, sistematis, dan rinci, maka media cetak seperti suratkabar, majalah, brosur, atau leaflet lebih cocok.

  • Internet

a)    Teknologi komunikasi terus bertumbuh hingga bentuknya terkini.

b)   Dengan kentongan dan asap, manusia mengirim pesan menaklukkan jarak. Ketika alat tulis belum ditemukan, seorang raja mengirim kurir,(manusia) untuk menyampaikan pesan secara lisan pada raja di benua lain. Dan, ketika alat tulis ditemukan, kertas yang berisi pesan dikirim melalui burung merpati. Buku pun lahir, berlanjut dengan teknologi komunikasi lainnya: telegraf, telepon, suratkabar, majalah, radio, televisi, dan film.

c)    Namun, buku tidak digantikan oleh suratkabar, suratkabar tidak digantikan oleh radio, radio tidak digantikan oleh televisi, dan televisi tidak digantikan oleh film.

Keunggulan utama media cetak adalah kemampuannya menguasai waktu, dalam pengertian termasa. Dikatakan menguasai waktu dalam pengertian termasa, karena kita dapat membaca pesan yang ada di media cetak berapa kali pun kita kehendaki.

Media elektronik, pesannya lenyap segera setelah disampaikan. Pada media elektronik, agar dapat termasa, maka ia harus direkam. Media elektronik lebih menguasai ruang, apalagi dengam teknologi satelit terkini membuat area cakupannya lebih luas dibanding media cetak. Agar media cetak mampu menguasai ruang, kita harus mengirimkan media itu. Kembali atas penguasaan waktu; jika waktu kita artikan sebagai kecepatan, maka media elektronik mampu menghantar pesan lebih cepat dibanding media cetak.

 

  1. Jelaskan arti penting green marketing dalam marketing communication! Carilah contoh marketing communication yang bertema green marketing di media cetak dan Anda analisis iklan tersebut (lampirkan iklan tersebut dalam lembar jawaban Anda).

Menurut American Marketing Association, Green Marketing adalah pemasaran suatu produk yang diasumsikan sebagai produk yang ramah lingkungan. Oleh karena itu Green Marketing terdiri dari berbagai macam aktifitas termasuk modifikasi produk, perubahan dalam proses, pergantian packaging, bahkan perubahan pada promosi.

Upaya komunikasi yang peduli lingkungan meliputi:

  • Mempromosikan produk-produk yang ramah lingkungan

Tanggapan yang diberikan perusahaan terhadap masalah lingkungan diantaranya dilakukan dengan membuat produk baru yang ramah lingkungan dengan tujuan melestarikan dan menyelamatkan lingkungan.

  • Periklanan yang ramah lingkungan

Mengangkat tema lingkungan dalam iklan produk, tema periklanan yang ramah lingkungan, antara lain:

a)    Menunjukkan sebuah hubungan antara produk atau jasa dan lingkungan biofisik

b)   Mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan tanpa menyoroti suatu produk atau jasa tertentu

c)    Menampilkan citra perusahaan yang terkesan bertanggung jawab terhadap lingkungan

  • Tanggapan terhadap kemasan

Kemasan suatu produk juga perlu diciptakan lebih ramah lingkungan, misalnya dengan menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang.

  • Program tanda persetujuan

Suatu produk perlu dinyatakan sah atau terdaftar sebagai produk yang ramah lingkungan, misalnya pada suatu produk terdapat label yang menandakan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar lingkungan.

  • Program di tempat pembelian

Tempat pembelian bias digunakan sebagai alat untuk mepromosikan suatu prduk yang peduli terhadap lingkungan. Display di dalam toko adalah cara yang tepat untuk mengkomunikasikan kepedulian suatu merek produk terhadap lingkungan.

 

Contoh dan analisis marketing communication yang bertema green marketing:

Sumber: http://www.lg.com/id/air-conditioner/split/LG-S10DLV.jsp

 

Fitur-fitur:

  • Perawatan Kulit (Skin Care)

Tetap mengaktifkan penyejuk udara ketika tidur tidak akan membuat ruangan anda kering. Akan tetapi, Ion PLASMASTER LG yang terdepan akan menjaga kehaluasan dan kelembapan kulit anda hingga 15% sepanjang malam.

  • Aman – Plasmaster Ionizer

Sistem penyaringan yang komprehensif dari Ion Plasmaster LG yang terdepan akan melindungi kita dari 99,9% jenis kuman, bakteri dan virus.

  • Aman dengan Plasmaster Auto Cleaning

Fungsi pembersih otomatis yang komprehensif mencegah pembentukan bakteri dan jamur pada unit pengubah panas sehingga dapat menghasilkan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan untuk anda.

  • Lebih Aman – Plasmaster Cyclotron Filter

Teknologi Cyclotron Plasma Filter LG mampu membakar partikel-partikel debu halus serta menghilangkan bakteri hingga 30% lebih efisien dibandingkan dengan teknologi plasma filter konvensional.

  • Pre Filter

Pre Filter memungkinkan anda untuk lebih mudah membersihkan unit penyejuk udara di rumah anda.

  • Tenang – Suara Rendah 19 dB

Kipas miring LG yang unik dengan teknologi getaran kompresor yang renddah telah mencapai level suara terendah di dunia. Dengan level suara hampir setengah dari level ketenangan suara di perpustakaan, penyejuk udara LG mampu memberikan ketentraman pikiran anda.

  • Kipas Miring LG, Suara Lebih Tenang

Dengan meminimalkan tekanan permukaan bilah kipas saat bersentuhan dengan udara, puncak suara dikurangi hingga level yang terendah di dunia.

  • Hemat Energi

Teknologi Inverter LG yang revolusioner mempersembahkan performa yang luar biasa namun tenang dengan meminimalkan konsumsi energi hingga 60%.

  • Kompresor BLDC

Penyejuk udara Inverter LG dilengkapi dengan kompresor BLDC yang menggunkan magnet neodymium yang kuat. Kompresor yang digunakan LG mampu meningkatkan efiisiensi dibandingkan dengan Inverter AC lainnya.

  • Aliran Udara Optimal

Optimalisasi desain outline udara memberikan aliran udara yang kuat yang mendinginkan temperatur ruangan hingga 5 derajat hanya dalam watu 3 menit.

  • Mode Deep Sleep

Mode Deep Sleep akan meningkatkan temperatur sebesar satu derajat setiap 30 menit, dengan demikian temperatur bertambah 2 derajat per jam untuk menciptakan suasana tidur yang lebih baik dan lebih nyaman.

  • Pemasangan Mudah

Penyejuk udara LG dirancang untuk dipasang lebih mudah dan efisien, tanpa menghiraukan lingkungan sekitar dan jumlah orang yang terlibat dalam proses pemasangan.

 

Pembahasan

Dalam hal ini LG memperkenalkan produk Air Conditioner terbarunya, yaitu LG Deluxe INVERTER V, yang mana penyejuk udara ini mengusung tema produk ramah lingkungan seperti slogan yang sekarang sedang gencar dipromosikan oleh LG yaitu Healthy Living dengan menciptakan produk-produk yang ramah lingkungan. Tidak seperti penyejuk udara lainnya, LG Deluxe INVERTER V ini menyajikan fitur Plasma Cluster yang membersihkan udara 30% lebih efisien dari pada teknologi plasma filter konvensional, ditambah dengan teknologi ion Plasmaster LG yang terdepan akan melindungi kita dari 99,9% jenis kuman, bakteri dan virus, serta Ion PLASMASTER LG dapat menjaga kehaluasan dan kelembapan kulit hingga 15% sehingga kita dapat hidup lebih sehat. Teknologi Inverter LG juga dapat memberikan performa yang luar biasa namun tenang dengan meminimalkan konsumsi energi hingga 60% dibandingkan penyejuk udara biasa.

 

  1. Mengapa budaya menjadi hal penting yang harus diperhatikan dalam marketing communication? Jelaskan!

Budaya dan komunikasi merupakan dua hal yang saling berhubungan. Hubungan tersebut terbagi menjadi dua macam bentuk yaitu: (1) budaya mempengaruhi komunikasi atau (2) komunikasi mempengaruhi budaya. Jadi antara komunikasi dan budaya tidak bisa dipisahkan, saling mempengaruhi (mempunyai hubungan timbal balik).

Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Komunikasi à Budaya, artinya: melalui komunikasi kita membentuk  kebudayaan

Jika bukan karena kemampuan manusia untuk berkomunikasi (menciptakan bahasa simbolik) tidak dapat dikembangkan pengetahuan, makna, simbol, nilai-nilai, aturan dan tata upacara yang memberikan batasan dan bentuk pada hubungan-hubungan.
Melalui komunikasi kita dapat mewariskan unsur-unsur kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya serta dari satu tempat ke tempat lain.

  • Budaya –> Komunikasi, artinya: kebudayaan menentukan aturan & pola-pola komunikasi. Keseluruhan perilaku komunikasi individu terutama tergantung pada kebudayaannya.
    Komunikasi merupakan sarana yang dapat menjadikan individu sadar akan dan menyesuaikan diri dengan subbudaya-subbudaya atau kebudayaan asing yang dihadapinya.

Jadi kebudayaan dirumuskan, dibentuk, ditransmisikan dan dipelajari melalui komunikasi.

 

  1. Sebut dan jelaskan apa saja yang menjadikan sebuah iklan tersebut efektif!

Ciri-ciri iklan yang efektif:

1)        Mempunyai sasaran yang jelas,dengan menentukan target konsumen ada target utama dan target kedua,ini juga untuk menentukan media pasang iklan dan penetapan target konsumen tergantung pada kualitas,harga,distribusi(jangkauan pemasaran)

2)        Mempunyai fokus atas hal yang ingin di komunikasikan dariproduk dan jasa yang di iklankan.

3)        Mempunyai daya tarik tertentu hingga konsumen yang di sasarannya bisa berhenti untuk memperhatikan isi iklan,selain kata kata menarik,daya tarik iklan muncul dari desain layout yang menarik.

4)        Menyajikan iklan dengan menarik karena suatu iklan dengan isi pesan bagus jika tidak di sajikan bagus tak akan menarik.

5)        Komunikasi iklan memiliki empat unsur utama yaitu :

  • Pengirim iklan adalah produsen atau dalam bisnis periklanan di wakili biro iklan.
  • Isi iklan dalam iklan ada headline kalimat singkat tidak lebih dari 10 kata dan di  harapkan konsumen langsung dapat banyak informasi mengenai produk dan jasa body copy adalah informasi tambahan bila konsumen tertarik.
  • Media komunikasi tempat iklan di sajikan baik di media cetak,media elektronik atau media lainnya antara lain media internet yang penetrasinya di indonesia masih kurang, billboard, dll.
  • Penerima iklan konsumen yang di sasar produk barang atau jasa kita.

6)        Pilihlah slogan dengan kata kata padat dan berisi yang merupakan gambaran terhadap headline di mana konsumen dapat membaca lebih detail. Contoh: sepatu nike dengan “just do it“.

 

  1. Sejauhmana etika menjadi hal yang harus diperhatikan dalam marketing communication? Jelaskan! Carilah contoh iklan yang menurut Anda melanggar sebuah etika dan analisis iklan tersebut (lampirkan iklan dalam lembar jawaban Anda).

Terlepas dari benar atau salah, atau tindakan moral yang berkenaan dengan setiap aspek komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Sehingga setiap perusahaan atau para marketer tidak hanya mengejar publisitasnya saja mengenai brand maupun produk yang mereka usung ke masyarakat, tetapi memikirkan juga dampak maupun implikasi dari apa yang akan, sedang, maupun telah mereka komunikasikan ke masyarakat dalam bentuk iklan maupun bauran promosi yang lainnya. Berbicara masalah etika memang sesuatu hal yang sangat dilematis bagi para marketer khususnya pengiklan, promotor penjualan, desainer kemasan, dan orang-orang yang terlibat didalamnya. Tetapi walaupun demikian etika tetap harus dijalankan khususnya yang berhubungan dengan regulasi, kebiasaan maupun kebudayaan Negara setempat yang menjadi target sasaran para marketer dalam mengkomunikasikan brand maupun produk yang mereka perkenalkan ke masyarakat, jika perusahaan atau marketer tersebut tidak mau terkena masalah regulasi yang telah ditetapkan oleh suatu Negara maupun class action yang dilakukan oleh masyarakat akibat komunikasi pemasaran yang dilakukan perusahaan atau marketer tersebut yang dianggap tidak etis atau melanggar etika.

Macam-macam etika dalam marketing communication, yaitu:

  • Etika dalam periklanan

Dalam periklanan terdapat nilai-nilai yang sebaiknya dipatuhi. Nilai-nilai tersebut :

a)      Kejujuran

Iklan sebaiknya menunjukkan kejujuran dan fakta-fakta yang signifikan. Tidak dicantumkannya fakta-fakta dan hal-hal yang tidak jujur tadi dapat menyesatkan public.

b)      Perbandingan

Iklan sebaiknya menjaga agar tidak terjadi kesalahan, menyesatkan, atau mengeluarkan pernyataan yang bersifat menyerang competitor, produknya, atau pun pelayanannya.

c)      Iklan yang bersifat ofensif

Iklan sebaiknya tidak menawarkan produk atau jasa untuk dijual kecuali untuk menawarkan.

d)     Garansi dan jaminan

Iklan dalam menginformasikan garansi dan jaminan sebaiknya eksplisit dengan informasi yang cukup untuk memberi tahu konsumen tentang aturan-aturan dan pembatasan.

e)      Tuntutan harga

Iklan sebaiknya menghindari price claims yang keliru atau menyesatkan.

f)       Testimonial

Iklan yang mengandung testimonial sebaiknya dibatasi untuk pihak-pihak yang kompeten yang dapat merefleksikan kenyataan serta opini atau pengalaman yang jujur.

g)      Kesopanan
Iklan sebaiknya bebas dari pernyataan ilustrasi atau implikasi yang ofensif supaya tercipta kesopanan terhadap public. (Blench, 2000: 755)

  • Etika dalam Public Relation

Publisitas sebagai salah satu aspek dari PR yang berhubungan erat dengan komunikasi pemasaran sebaiknya melibatkan penyampaian informasi positif mengenai sebuah perusahaan dan produk-produknya serta memperbaiki publisitas negatif. (Shimp, 2000: 102).

  • Etika dalam personal selling dan marketing

Dalam personal selling dan marketing sebaiknya menghindari untuk membuat klaim-klaim yang tidak mempunyai dasar, serta janji-janji yang tidak dapat dibuktikan. Hal ini terjadi karena personal selling berlangsung dengan cara yang lebih personal. (Shimp, 2000: 103)

  • Etika dalam kemasan

a)    Informasi label dalam kemasan sebaiknya memberikan informasi nyang tidak berlebihan.

b)   Grafik pengemasan sebaiknya menampilkan gambar dalam kemasan yang merepresentasikan isi produk yang sebenarnya.

c)    Keamanan pengemasan. Produk-produk harus dikemas secara aman dan tidak mudah rusak.

d)   Implikasi pengemasan terhadap lingkungan. Bahan-bahan pengemasan dan proses pengemasan sebaiknya ramah lingkungan. (Shimp, 2000: 103-104).

  • Etika dalam promosi penjualan

Promotor penjualan sebaiknya tidak menawarkan sebuah penghargaan kepada konsumen yang tidak direalisasikan, misalnya tidak mengirimkan bonus yang dijanjikan. Konsumen sebaiknya tidak melakukan pengembalian atas nama palsu. (Shimp, 2000:106).

 

Contoh iklan yang tidak beretika beserta analisisnya:

“Iklan Tidak Beretika Dalam Sebuah Iklan Permen Kopi Espresso (Kopiko vs Espresso)”.

 

Salah satu iklan yang menarik perhatian saya adalah iklan sebuah produk permen kopi di televisi yang terkenal dengan seruan “Makannya permen kopiko-song sih! Nih yang berisi. Permen kopi pake isi!”.

Upaya espresso dalam merebut pangsa pasar kopiko dengan melakukan combative advertising atau iklan yang bersifat menyerang. Competitor. Dengan maksud menanamkan bahwa produknya memiliki keunggulan isi dibandingkan dengan produk Kopiko.

Terlihat jelas bagaimana espresso menampilkan secara gamblang pernyataan menyebut “permen kopi-ko song” yang menbuat orang jadi kopong atau bengong dalam iklan elektroniknya  dan memperlihatkan espresso adalah permen kopi dengan isi terlihat lebih fresh. Hal ini merupakan upaya menjatuhkan brand Kopiko di mata pelanggannya. Menurut tinjauan etika periklanan, pernyataan yang dilontarkan espreso terhadap Kopiko sudah melanggar azas etika yang  sudah disepakati.

 

Pembahasan

Kopiko adalah merk permen kopi yang sudah memiliki pangsa pasar yang besar di Indonesia, dengan positioning sebagai permen kopi yang lebih berasa kopi. Sedangkan espresso adalah brand pendatang baru dalam kelas permen kopi yang ingin “memakan” pasar dari kopiko.

Cara espresso dalam memasarkan produk permen kopinya terlihat “menjatuhkan” nama dari kopiko. Hal itu dapat dilihat dari iklan komersial TV dari esspreso yang menyudutkan kopiko. Dari iklan tersebut, maka nampak sekali suatu nilai emosional yang ditonjolkan dan tidak menampakkan nilai etika dan edukasi sama sekali. Hal tersebut adalah:

  • “Permen kopi-ko song” :

Nampaknya kalimat tersebut jelas ingin menyindir saingan produk permen kopi mereka, dari cara penyebutan dan pemenggalan serta pengucapan kata “kopi kosong” saja jelas kita dapat mengetahui merk permen kopi apa yang mereka maksud.

  • Pertanyaan aneh yang tidak bisa dijawab :

Ini seolah-olah seseorang terlihat bodoh karena memakan produk “permen kopi kosong”, padahal tidak ada hubungannya antara orang tersebut bisa menjawab atau tidak dengan permen yang ia makan.

  • Bunyi yang nyaring ketika permen itu jatuh :

Kejadian ini seolah menjelaskan poin diatas bahwa tong kosong nyaring bunyinya, artinya produk yang mereka maksud tidak memberikan sesuatu manfaat apapun bagi konsumennya.

Dari ketiga poin diatas nampak sekali kalau nilai-nilai emosi yang sangat ditonjolkan dalam iklan tersebut. Sehingga, dimana fungsi iklan sebagai informasi terhadap masyarakat tidak nampak dan tidak memberikan nilai edukasi apalagi hiburan.

Disusun oleh: Rony Arthana

Dosen:                Nanang Suryadi

categories Uncategorized | comments Comments Off

Analisis Pengaruh Keefektifan Iklan Terhadap Perilaku Pembelian Konsumen

Iklan adalah salah satu komponen marketing mix yang umum dilakukan oleh perusahaan. Bahkan kegiatan iklan dianggap sangat penting jika ingin produknya sukses di pasar. Tak heran setiap tahun, bahkan tiap launching produk baru, perusahaan menghabiskan ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk pengeluaran biaya iklan. Kondisi persaingan yang semakin ketat membuat biaya ini bertambah tiap tahunnya. Perusahaan berlomba-lomba membuat iklan untuk membangun posisi yang menguntungkan di pasar.

Tiada hari tanpa iklan. Itulah gambaran saking banyaknya iklan yang muncul di televisi. Setiap jam, setiap acara selalu dipenuhi tayangan iklan. Iklan di televisi sekarang sudah memasyarakat, bahkan cenderung membius. Jika melihat pengaruhnya, dampak iklan itu sendiri bisa positif maupun negatif tergantung siapa audiensnya. Iklan memang dapat mempengaruhi perilaku konsumen terhadap merek yang diiklankan. Pengaruh iklan pada perilaku konsumen ini sangat variatif, mulai dari mendorong konsumen untuk mencari produk yang dimaksud sampai dengan mendorong orang yang sebelumnya tidak loyal menjadi loyal.

Berkaitan dengan pengaruh iklan terhadap perilaku konsumen, SurveyOne telah melakukan survei mengenai pengaruh iklan/promo terhadap keputusan konsumen dalam membeli merek/produk. Survei yang melibatkan 1.800 responden ini menunjukkan adanya pengaruh iklan terhadap keputusan konsumen dalam membeli merek/produk. Sebanyak 37,6% responden menyatakan, pengaruh iklan dalam perilaku pembelian adalah besar dan sangat besar.

Sayangnya, lebih banyak lagi responden yang menganggap pengaruh iklan terhadap keputusannya dalam membeli merek/produk biasa saja atau bahkan kecil. Sekitar separuh responden merasa biasa saja, sedangkan 7% responden lainnya mengatakan kecil pengaruhnya. Ini tentunya merupakan tantangan bagi para advertiser untuk membuat iklan yang bisa mempengaruhi perilaku konsumen. Dalam arti, bisa membuat iklan yang efektif. Untuk menghasilkan iklan yang efektif sekaligus bisa “membius” publik, tentunya dibutuhkan strategi perancangan yang matang. Bukan cuma tampilan fisik atau visual yang “wah”, tapi juga mampu mengomunikasikan pesan atau message yang tersembunyi. Artinya, mampu memadukan pesan yang eksplisit dengan pesan yang implisit. Di sinilah, dibutuhkan strategi cerdas dan bijak agar pesan yang dikedepankan bisa ditangkap dalam durasi waktu tertentu, untuk strata sosial dan usia yang bervariasi.

Jika dilihat dari sisi umur responden, anak muda gampang terpengaruh iklan. Dan kecenderungannya, semakin tua umurnya, semakin kecil pengaruh iklan terhadap keputusannya dalam membeli merek/produk. Kemudian, jika dilihat dari SES, semakin tinggi level SES, semakin kuat pula pengaruh iklan terhadap keputusannya dalam membeli merek/produk. Kecenderungan ini lebih disebabkan oleh faktor daya beli.

Gambaran perilaku ini hampir sama dengan gambaran perilaku pembelian yang dipengaruhi aktivitas promosi berupa sampling product. Sebanyak 39,5% responden mengatakan bahwa sampling product berpengaruh besar dan sangat besar terhadap keputusannya dalam membeli merek/produk. Sementara hampir 60% mengatakan pengaruh sampling terhadap perilaku pembeliannya dianggap biasa saja atau kecil.

Lalu, bagaimana dengan pengaruh iklan yang dianggap menyebalkan? Apakah iklan yang menyebalkan itu menjadikan konsumen lantas tidak mau membelinya? Hasil survei memang menunjukkan ada konsumen yang tidak akan membeli merek/produk yang iklannya dianggap menyebalkan, yakni 28,8% responden.

Kendati demikian, masih lebih besar jumlah konsumen yang tetap akan membeli meski iklan merek tersebut kendati dianggap menyebalkan, sebagaimana dikemukakan oleh 71,2% responden. Malahan, terkadang justru iklan yang menyebalkan ini gampang diingat oleh konsumen.

Anang Ghozali

 

 

 

 

 

            Perusahaan yang menggunakan konsep pemasaran harus lebih memperhatikan konsumen. Hal tersebut disebabkan keberadaan konsumen yang merupakan titik awal dari proses produksi barang atau jasa. Pengakuan terhadap keberadaan konsumen diwujud-nyatakan dalam usaha perusahaan dalam memenuhi kepuasan kebutuhan dan keinginan konsumen. Perusahaan tidak memproduksi barang atau jasa hanya sekedar untuk meningkatkan volume penjualan yang akan berpengaruh pada peningkatan keuntungan.

Periklanan merupakan salah satu media promosi dalam memasarkan produk yang ditujukan pada konsumen agar bereaksi mengkonsumsi produk yang ditawarkan. Strategi yang sering dilakukan produsen dalam memasarkan produknya melalui media periklanan adalah membidik segmen pasar tertentu. Dalam menghadapi pasar bebas di era global tentunya strategi ini sangat efisien dan tepat, karena sesuai faktor pasar, seperti; geografis, demografis, psikologis, dan behavioristik. Bila informasi yang disampaikan jelas sesuai dengan segmen tentunya akan mendapat tanggapan positif di pihak konsumen yang akhirnya membeli produk yang ditawarkan.

Untuk  lebih  dapat meningkatkan  efektifitas  iklan, maka sebaiknya iklan harus;

  • Memberikan informasi yang jelas dan mempengaruhi khalayak untuk membeli. Dengan catatan informasi atau fasilitas yang disajikan tersebut memang benar-benar ada dan bagus.
  • Menetapkaan tujuan periklanan yang lebih tepat, antara  lain  yaitu dengan cara melakukan  iklan persuasive.
  • Keputusan mengenai pesan efektif haruslah menarik, spesifik, mudah dimengerti, singkat, dapat dipercaya, sesuai dengan keinginan pembaca dan  persuasive.

Disusun oleh: Rony Arthana

Dosen: Nanang Suryadi

DAFTAR PUSTAKA

  • FAKTOR-FAKTOR SISTEM INTERAKSI YANG MEMPENGARUHI EFEKTIFITAS  IKLAN ONLINE – Ilham Aji Pratomo dan Dadan Hardianto
  • PENGARUH IKLAN LEAFLET INDOMART TERHADAP  KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN – Eva Desembrianita
  • MELALUI E-MAIL TERHADAP PEMROSESAN INFORMASI DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN OLEH KONSUMEN – Sahni Damerianta1 Mujiyana
  • IKLAN DAN KONSUMEN DALAM PERSPEKTIF PEMASARAN DAN HUKUM – Yakub Adi Kristanto
  • ANALISIS PENGARUH MEDIA IKLAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI AIR MINUM DALAM KEMASAN MEREK AQUA PADA MASYARAKAT KOTA PALEMBANG – M. Nasir Ibrahim
  • PENGARUH IKLAN TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN – Anang Gozali (SurveyOne)
  •  ANALISIS PENGARUH MEDIA IKLAN TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI KONSUMEN SEPEDA MOTOR MEREK HONDA – Hendro Tri Hasmoro
  • STRATEGI PEMASARAN PRODUK MELALUI MEDIA PERIKLANAN – Pujiyanto
  • ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN PERCETAKAN DAN PENERBITAN PT RAMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE EPIC MODEL – Yudi Farola Bram
  • STRATEGI PEMASARAN PRODUK MELALUI MEDIA IKLAN – Chica
categories Uncategorized | comments Comments (0)

Contoh Iklan Yang Tidak Etis (Permen Kopi Espresso)

Iklan Tidak Beretika Dalam Sebuah Iklan Permen Kopi (Espresso)

(Koipiko vs Espresso)

            Salah satu iklan yang menarik perhatian saya adalah iklan sebuah produk permen kopi di televisi yang terkenal dengan seruan “Makannya permen kopiko-song sih! Nih yang berisi. Permen kopi pake isi!”.

 

 http://youtu.be/driYFOZxWns

            Upaya espresso dalam merebut pangsa pasar kopiko dengan melakukan combative advertising atau iklan yang bersifat menyerang. Competitor. Dengan maksud menanamkan bahwa produknya memiliki keunggulan isi dibandingkan dengan produk Kopiko.

Terlihat jelas bagaimana espresso menampilkan secara gamblang pernyataan menyebut “permen kopi-ko song” yang menbuat orang jadi kopong atau bengong dalam iklan elektroniknya  dan memperlihatkan espresso adalah permen kopi dengan isi terlihat lebih fresh. Hal ini merupakan upaya menjatuhkan brand Kopiko di mata pelanggannya. Menurut tinjauan etika periklanan, pernyataan yang dilontarkan espreso terhadap Kopiko sudah melanggar azas etika yang  sudah disepakati.

Brand Positioning

Dalam iklan tersebut dibintangi oleh dua orang bintang iklan “Narji” yang memakan permen kopi “kosong” terlihat sangat bodoh karena tidak dapat menjawab pertanyaan dari temannya si “B” yang memberikan pertanyaan aneh, “Kenapa superman jubahnya di belakang ?”. Lalu si “B” menepuk pundak “Narji” dan jatuhlah permen kopi “kosong” tersebut dengan bunyi yang nyaring, lalu si “B” berkata “Pantesan makannya permen kopi-ko song sih! Nih yang beri. Permen kopi pake isi!”.

Target Pasar

Target pasar iklan ini adalah semua kalangan masyarakat yang menginginkan permen rasa kopi. Iklan ini menggambarkan suatu permen kopi yang berbeda dengan permen kopi yang sudah ada saat ini, yaitu dengan memberikan differensiasi produk berupa permen kopi yang memiliki isi pada bagian tengahnya.

Pembahasan

Kopiko adalah merk permen kopi yang sudah memiliki pangsa pasar yang besar di Indonesia, dengan positioning sebagai permen kopi yang lebih berasa kopi. Sedangkan espresso adalah brand pendatang baru dalam kelas permen kopi yang ingin “memakan” pasar dari kopiko.

Cara espresso dalam memasarkan produk permen kopinya terlihat “menjatuhkan” nama dari kopiko. Hal itu dapat dilihat dari iklan komersial TV dari esspreso yang menyudutkan kopiko. Dari iklan tersebut, maka nampak sekali suatu nilai emosional yang ditonjolkan dan tidak menampakkan nilai etika dan edukasi sama sekali.

  1. “Permen kopi-ko song” :                                                                                                                                                                                               Nampaknya kalimat tersebut jelas ingin menyindir saingan produk permen kopi mereka, dari cara penyebutan dan pemenggalan serta pengucapan kata “kopi kosong” saja jelas kita dapat mengetahui merk permen kopi apa yang mereka maksud.
  2. Pertanyaan aneh yang tidak bisa dijawab :                                                                                                                                                                                Ini seolah-olah seseorang terlihat bodoh karena memakan produk “permen kopi kosong”, padahal tidak ada hubungannya antara orang tersebut bisa menjawab atau tidak dengan permen yang ia makan.
  3. Bunyi yang nyaring ketika permen itu jatuh :
    Kejadian ini seolah menjelaskan poin diatas bahwa tong kosong nyaring bunyinya, artinya produk yang mereka maksud tidak memberikan sesuatu manfaat apapun bagi konsumennya.

Dari ketiga poin diatas nampak sekali kalo nilai nilai emosi yang sangat ditonjolkan dalam iklan tersebut. Sehingga, dimana fungsi iklan sebagai informasi terhadap masyarakat tidak nampak dan tidak memberikan nilai edukasi apalagi hiburan.

 

Ditulis oleh: Rony Arthana

Dosen:            Nanang Suryadi

 

Daftar Pustaka

http://afaa-alghifary.blogspot.com/2010/01/iklan-tidak-beretika-dalam-sebuah-iklan.html

http://satu-ilmu.blogspot.com/2011/12/kopiko-dengan-espresso.html

http://www.youtube.com/watch?v=driYFOZxWns

categories Uncategorized | comments Comments (0)

Resume Jurnal “ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN PERCETAKAN DAN PENERBITAN PT. RAMBANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE EPIC MODEL”

ANALISIS EFEKTIVITAS IKLAN SEBAGAI SALAH SATU STRATEGI

PEMASARAN PERUSAHAAN PERCETAKAN DAN PENERBITAN PT. RAMBANG

DENGAN MENGGUNAKAN METODE EPIC MODEL

 Oleh: YUDI FAROLA BRAM

 

ABSTRAK

            This research entitled Analysis of Commercial Effectiveness as One of Printing and Publishing Company’s Marketing Strategies of of PT Rambang by using EPIC Model Method was aimed at investigating the effectiveness of PT Rambang’s Advertisement by using an analysis based on EPIC Model (Empathy, Persuasion, Impact dan Communication).

            The Object this research was the customers of PT. Rambang who ever saw, heard, or read PT Rambang’s ads especially those who lived in Palembang city. There were 300 respondents involved in this research The sampling technique used was convinience sampling wit survey method. The effectiveness of PT Rambang’s advertisement could be seen from dimensions of Empathy, Persuasion, Impact dan Communication with crossed tabulation analysis and linier regression in which the measuring rod was the selling volume.

            Reviewed from the EPIC dimensions, it was found that PT Rambang’s ads were effective enough to influence customers living in Palembang city. Among the four dimensions, communication was the most dominant factor which can be seen from figure 4.1.2. (PT Rambang’s EPIC Model Ads on printed media). Based on linier regression analysis, it was found that commercial expenditure had significantly affected the selling volume of PT Rambang. Therefore, it was suggested that the information delivered through advertisements on printed media could give information about the products offered to its customers or prospective customers.

 

PENDAHULUAN

Periklanan mendapat sorotan tajam semenjak aspek informasi menjadi bagian penting dalam bisnis, kegiatan periklanan yang efektif dipandang mampu mempengaruhi kecendrungan mengkonsumsi dalam masyarakat. Periklanan yang efektif akan mengubah pengetahuan publik mengenai ketersediaan dan karakteristik beberapa produk, elastisitas permintaan produk akan sangat dipengaruhi aktivitas periklanan. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa anggaran iklan berpengaruh positif terhadap penjualan dan market share, sebaliknya peningkatan anggaran iklan pesaing berpengaruh negatif terhadap tingkat penjualan dan market share pesaingnya Darmadi Durianto,(2003). Dampak iklan ternyata bervariasi tergantung efektivitasnya, dengan demikian anggaran iklan yang lebih besar tidak selalu mampu mengubah penjualan dan market share dalam tataran yang lebih besar pula. Aktivitas periklanan berkorelasi erat dengan biaya, dan biaya yang besar diperlukan untuk beriklan dalam hal ini PT. Rambang mengeluarkan belanja iklan rata-rata 200 juta rupiah per-tahun dengan omzet penjualan rata-rata 16 milyar rupiah per tahun, maka dari itu efektivitas periklanan memperoleh perhatian yang serius, strategi dan program yang handal diperlukan untuk mencapai dampak iklan yang diinginkan, terlebih lagi diperlukan pula teknik

 

LANDASAN TEORI

Iklan ini juga merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh PT.Rambang dalam rangka memasarkan produk-produknya. Adapun defenisi dari Iklan menurut Batra, Rajeev, Jhon.G Myers, and David A. Aaker. (1996) adalah “Penyampaian informasi dari penjual kepada pembeli untuk mempengaruhi sikap dan tingkah laku”.

Iklan merupakan bagian dari komunikasi yang terdiri dari berbagai kegiatan untuk memberikan informasi dari komunikasi kepada pasar sasaran akan adanya suatu produk baik berupa barang, jasa dan ide. Berhasil tidaknya Iklan yang dilakukan tergantung dari media mana yang digunakan untuk mencapai sasaran, oleh karenanya masalah pemilihan media iklan tidak hanya didasarkan pada perkiraan saja, melainkan harus diperhatikan sifat-sifat iklan dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kegiatan iklan yang dilakukan.

Menurut Tjiptono (1997:240) faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media iklan adalah :

  1. Dana yang digunakan untuk iklan

Jumlah dana tersedia merupakan faktoir penting yang mempengaruhi bauran iklan, perusahaan yang memiliki dana yang lebih besar kegiatan iklannya akan lebih efektif dibanding dengan perusahaan yang memiliki dana yang terbatas.

  1. Sifat Pasar

Beberapa sifat pasar yang mempengaruhi sifat bauran ini meliputi : luas pasar secara geografis, konsentrasi pasar, macam pembeli.

  1. Jenis Produk

Strategi iklan yang dilakukan oleh perusahaan dipengaruhi juga oleh jenis produksinya, apakah barang konsumsi atau barang industri.

  1. Tahap-Tahap Dalam Siklus Kehidupan Barang

Strategi yang diambil untuk mengiklankan barang dipengaruhi oleh tahap-tahap siklus kehidupan barang yaitu tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan tahap kejenuhan.

 

Efektifitas Periklanan

  1. Efektifitas merupakan suatu pengukuran dalam arti tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, maka efektifitas dapat didefinisikan dengan melakukan pekerjaan yang benar. (Drucker dan Al Fansusu, 1989:14).
  2. Menurut Fredy Rangkuty (1997:136) efektifitas iklan adalah pengukuran iklan dalam arti tercapainya sasaran yang telah ditentukan sebelumnya.

 

Efektifitas Iklan diukur dengan Metode Epic Model

Efektivitas iklan dapat diukur dengan menggunakan Epic model, Darmadi Durianto (2003). Epic model yang dikembangkan oleh AC Nielsen, salah satu perusahaan peneliti pemasaran terkemuka di dunia, Epic Model dan mencakup empat dimensi kritis yaitu empati, persuasi, dampak dan komunikasi (Empathy, Persuasion, Impact and communications – EPIC) berikut akan dipaparkan dimensi – dimensi dalam Epic model.

  1. Dimensi Empati

Dimensi empati memberikan informasi yang berharga tentang daya tarik suatu merek. Empati merupakan keadaan mental yang membuat seseorang mengidentifikasikan dirinya atau  merasa dirinya pada keadaan perasaan atau fikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain, Kamus besar bahasa Indonesia, (1988:228).

  1. Dimensi Persuasi

Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasang iklan memperoleh pemahaman tentang dampak iklan terhadap keinginan konsumen untuk membeli serta memperoleh kemampuan suatu iklan dalam mengembangkan daya tarik suatu merek.

  1. Dimensi Impact

Dimensi Impact menunjukkan, apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa dan apakah suatu iklan mampu melibatkan konsumen dalam pesan yang di sampaikan. Dampak (impact) yang diinginkan dari hasil iklan adalah jumlah pengetahuan produk (product knowledge) yang dicapai konsumen melalui tingkat keterlibatan (involvement) konsumen dengan produk dan atau proses pemilihan. Konsumen memiliki tingkat pengetahuan produk (levels of product knowledge) yang berbedabeda, yang dapat digunakan untuk menerjemahkan informasi baru dan membuat pilihan pembelian. Konsumen dapat memiliki empat tingkat pengetahuan produk, yaitu : kelas produk, bentuk produk, merek, dan model.

  1. Dimensi Komunikasi

Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Perspektif pemrosesan kognitif adalah inti untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berhasil yang merupakan permasalahan komunikasi.

 

METODOLOGI PENELITIAN

Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain riset deskriftif untuk menjelaskan efektifitas iklan Perusahaan Percetakan dan Penerbitan PT Rambang Palembang terhadap upaya meningkatkan volume penjualan di Perusahaan ini.

 

Populasi, Sampel, Besar Sampel dan Tehnik Sampling

Klasifikasi pelanggan yang datang ke PT Rambang dikelompokkan berdasarkan ciri dan karakteristik tertentu seperti pelajar/ mahasiswa, ibu rumah tangga, wiraswasta, Instansi swasta dan BUMN serta pelanggan instansi pemerintahan. Hal itu disebabkan karena tiap- tiap kelompok tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda baik dari tuntutan pelayanan maupun tuntutan administrasi lainnya.

 

Variabel Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas iklan yang selama ini telah dilakukan PT. Percetakan dan Penerbit Rambang. Indikator variabel yang akan diukur adalah empati, persuasi, dampak dan komunikasi.

Instrumen Penelitian

Data Primer

Data Primer yang diambil adalah data yang berupa materi-materi iklan yang pernah dan sedang dilakukan oleh PT.Rambang serta aktifitas perusahaan ini yang berkaitan dengan kegiatan periklanan Menurut J. Supranto (1993 : 5) Data Sekunder adalah data yang dihimpun dalam bentuk yang sudah ada atau sudah jadi serta dapat dipublikasikan data tersebut sudah dikumpulkan dan diolah lembaga atau perusahaan administrasi dan sekunder yang dihimpun meliputi :

  1. Volume Penjualan
  2. Sejarah Perusahaan
  3. Jumlah Tenaga Kerja

 

Metode Pengumpulan Data

  1. Pengamatan Langsung

Adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan, pencatatan dan analisa secara langsung terhadap gejala-gejalan (fenomena) yang terjadi secara sistematis pada objek penelitian.

  1. Wawancara

Adalah metode pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang memiliki relevansi dengan penelitian ini, seperti: Pelanggan maupun karyawan PT. Rambang.

 

Teknik Analisis Data

            Alat bantu analisis yang digunakan adalah program aplikasi statistik yaitu software SPSS (Statistics for Products and Services Solution) for windows ver 11.5. Sebelum mengadakan penganalisisan dilakukan juga pengujian data untuk menjaga agar data yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Beberapa uji dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Uji Validitas
  2. Uji Reliabilitas
  3. Uji Normalitas
  4. Analisis Tabulasi Silang
  5. Skor Rata-Rata

 

KESIMPULAN

Efektifitas iklan dari keempat faktor EPIC tersebut dinyatakan efektif karena berdasarkan analisaa dan pembahasan pada bab sebelumnya didapatkan hasil perhitungan dari masing-masing variabel berturut-turut adalah 3,558, 2,395, 3,570, dan 3,870. Ternyata Faktor Communication menjadi faktor yang paling dominan diantara faktor lainnya. Perusahaan dapat lebih menekankan pada peningkatan dan mempertahankan faktor dominan ini dalam upaya mempertahankan efektifitas iklan. Analisis regresi yang dilakukan terhadap variabel Biaya promosi sebagai variabel independen/bebas dan Volume Penjualan sebagai variabel dependen/terikat juga menunjukkan efektifitas kegiatan promosi yang dilakukan secara signifikan. Hal ini terlihat dari analisis korelasi, uji F, Uji T dan parameter regresi yang memberikan hasil yang signifikan terhadap efektifitas kegiatan promosi terhadap peningkatan volume penjualan.

 

Ditulis oleh: Rony Arthana

Dosen:            Nanang Suryadi

 

Daftar Pustaka

http://www.google.co.id/urlsa=t&rct=j&q=analisis%20efektivitas%20iklan%20sebagai%20salah%20satu%20strategi%20pemasaran%20perusahaan%20percetakan%20dan%20penerbitan%20pt.%20rambang%20dengan%20menggunakan%20metode%20epic%20model%20&source=web&cd=1&ved=0CB8QFjAA&url=http%3A%2F%2Fdigilib.unsri.ac.id%2Fdownload%2FJurnal%2520MM%2520Vol%25203%2520No%25206%2520Artikel%25203%2520Yudi%2520FB.pdf&ei=_wJnT4E3zeKsB8XThb0H&usg=AFQjCNH9rAl6t5g_LY_HkLfPnbvEZ0942w

 

categories Uncategorized | comments Comments (0)

Cara Mengukur Efektivitas Marketing Communication

Marketing communication merupakan salah satu aktifitas pemasaran yang sudah dilakukan sejak lama. Dalam perkembangannya, marketing communication telah bermanifestasi ke dalam berbagai bentuk yang lebih spesifik mulai dari advertising (iklan), Public Relation (PR), sales promo dan personal selling. Secara fokus, marketing communication juga telah mengambil dua bentuk yang sangat mapan yaitu Above The Line (ATL) dan Below The Line (BTL) dimana masing-masing telah memiliki fungsi dan keunggulannya tersendiri. Lebih jauh lagi, berbagai bentuk marketing communication yang lebih kreatif dan interaktif juga telah dikembangkan seperti In-Store Marketing Communication, Channel Branding, Interactive Marketing Communication sampai Community Marketing. Di sisi lain, jenis media yang bisa digunakan untuk melakukan aktifitas marketing communication juga telah semakin beragam dengan jumlah penyedia layanan yang juga semakin banyak. Hal ini tentu saja memberikan peluang bagi para produsen untuk lebih berkreasi dalam melakukan aktifitas marketing communication namun di sisi lain juga menciptakan kebingungan baru karena masing-masing media menjanjikan keunggulannya sendiri-sendiri. Cara yang handal untuk mengukur efektifitas marketing communication dengan menggunakan pendekatan Return on Marketing Investment (RoMI).

Setiap perusahaan memiliki metode dan batasan batasan yang berbeda dalam melakukan pengukuran efektivitas.perbedaan pada batasan batasan ini sangat dittentukan pleh ukuran perusahaan, kemampuan perusahaan dan metode pemasaran yang digunakan oleh perusahaan tersebut.secara umumnya ada 5 faktor yang bisa mengarahkan tingkat efektivitasan pemasaran yang bisa dicapai oleh pemasar diantaranya :

  • Strategi Pemasaran Peningkatan efektivitas pemasaran bisa dicapai dengan menggunakan strategi pemasaran yang mutakhir. Dengan menempatkan produk atau brand dengan tepat, produk/brand tersebut bisa lebih berhasil di pasar dibandingkan produk / layanan dari pesaing. Meskipun dengan menggunakan strategi yang paling bagus, tenaga pemasar harus menjalankan program mereka dengan benar untuk dapat mencapai hasil yang luar biasa.
  • Kreativitas pemasaran meskipun tanpa adanya perubahan strategi, kreativitas yang baik dapat meningkatkan hasil yang ada. Bahkan tanpa melakukan perubahan strategi
  • Menjalankan pemasaran pada tingkat pemasaran dengan berbagai level, tenaga pemasaran dapat meningkatkan usaha menjalankannya dengan membuat perubahan kecil di beberapa atau keseluruhan dari 4P ( (Product, Price, Place dan Promotion) (Marketing) tanpa melakukan perubahan terhadap posisi strategi atau pelaksana pemasaran kreatif dapat meningkatkan efektivitasnya dan memberikan peningkatan keuntungan.
  • Infrastruktur Pemasaran (juga dikenal sebagai Marketing Management) – meningkatkan bisnis pemasaran yang bisa menghasilkan peningkatan yang besar bagi perusahaan. Manajemen untuk setiap agensi, penentuan anggaran, motivasi, dan koordinasi aktivitas pemasaran dapat membawa kepada persaingan yang terus meningkat dan meningkatkan hasil yang ada. Akuntabilitas keseluruhan untuk pemimpin brand dan hasil bisnis seringkali tercermin dalam organisai di bawah sebuah judul departemen (Brand management).
  • Faktor-faktor Exogenous Secara umum, duluar kendali para pemasar, faktor-faktor eksternal atau exogenous juga berpengaruh terhadap bagaimana para pemasar dapat meningkatkan hasil mereka. Mendapatkan keuntungan dari musim, tingkat bunga atau peraturan pemerintah yang dapat membantu efektivitas pemasaran mereka .

 

Ditulis oleh: Rony Arthana

Dosen:            Nanang Suryadi

 

Daftar Pustaka

http://www.telkompdc.com/mancourse_communication.php

http://ahlimanajemenpemasaran.com/2011/05/mengukur-efektivitas-program-pemasaran/

http://integrated-marketing-communications.blogspot.com/2008/11/proses-integrated-marketing.htm

categories Uncategorized | comments Comments (0)

Ekuitas Merek (Brand Equity)

EKUITAS  MEREK (BRAND EQUITY)

Munculnya konsep ekuitas merek dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa brand yang kuat adalah suatu aset yang dapat dikalkulasi nilainya. Artinya brand terebut dapat diperjual belikan sebagaimana aset lainnya dalam perusahaan.

Pengertian ekuitas merek menurut Kotler, Armstrong (2003;350):

“ Ekuitas merek adalah nilai suatu merek berdasarkan seberapa kuat merek tersebut mempunyai loyalitas merek, kesadaran konsumen akan nama merek, kualitas yang dipersepsikan, asossiasi merek dan berbagai aset lainnya seperti paten, merek dagang dan hubungan jaringan distribusi”.

Ekuitas merek yang tinggi memberikan sejumlah keuntungan kompetitif seperti yang dikemukakan oleh Philip Kotler (2000;462), yaitu:

  1. Perusahaan akan menikmati biaya pemasaran yang lebih kecil
  2. Perusahaan akan mempunyai posisi yang lebih kuat dalam negosiasi dengan distributor dan pengecer
  3. Perusahaan dapat mengenakan harga yang lebih tinggi daripada pesaingnya
  4. Perusahaan lebih mudah untuk meluncurkan perluasan merek
  5. Merek itu dilindungi perusahaan dari harga yang ganas

 

Suatu nama merek perlu dikelola dengan cermat agar ekuitas merek tidak mengalami penyusutan. Hal itu membutuhkan pemeliharaan atau peningkatan kesadaran merek, mutu dan fungsi yang diyakini dalam merek itu. Ekuitas merek dapat menambah atau mengurangi nilai produk bagi konsumen, ekuitas merek juga mempengaruhi rasa percaya diri konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.

 

DIMENSI-DIMENSI EKUITAS MEREK

  1. Kesadaran Merek (Brand Awareness)

Seberapa nama merek mampu disebutkan oleh konsumen atau kemampuan sebuah merek untuk muncul dalam benak     konsumen ketika mereka sedang memikirkan kategori produk tertentu.

Mencakup:

  • Pengenalan terhadap merek (brand recognition): mencerminkan tingkat kesadaran yang dangkal.
  • Kemampuan mengingat merek (brand recall): mencerminkan kesadaran yang lebih dalam.

Ada 4 tingkatan brand awareness yaitu:

  • Unaware of brand (tidak menyadari merek) Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek.
  • Brand recognition (pengenalan merek) Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian.
  • Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek) Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk.
  • Top of mind (puncak pikiran) Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran.

 

  1. Citra Merek (Brand Image)

Jenis asosiasi yang muncul pada konsumen ketika mengingat sebuah merek tertentu.

Jenis asosiasi mencakup:

  • Atribut

Hal-hal yang berhubungan dengan produk: warna, ukuran, disain.

Hal-hal yang tidak berhubungan dengan produk: harga, kemasan, pemakai, citra penggunaan.

  • Manfaat

Berkaitan dengan keuntungan yang diperoleh konsumen dari konsumsi merek.

Jenis manfaat:

  1. Manfaat fungsional: produk dapat me3nyediakan solusi bagi masalah konsumsi atau potensi masalah yang dihadapi konsumen, seperti kenyamanan atau keamanan.
  2.  Manfaat simbolis: berkaitan dengan keinginan konsumen dalam upaya memperbaiki diri, dihargai sebagai anggota kelompok, afiliasi, dan rasa memiliki à asosiasi kegunaan merek dengan kelompok, peran, atau citra diri yang diinginkan.
  3. Manfaat pengalaman: konsumen merupakan representasi dari keinginan mereka akan produk yang dapat memberikan rasa senang, pengalaman baru, keanekaragaman, dan stimulasi kognitif.
  4. Evaluasi keseluruhan (sikap): evaluasi yang memuaskan secara keseluruhan terhadap suatu merek atau sikap yang mendukung terhadap suatu merek.

 

  1. Loyalitas Merek (Brand Loyalti)

Sikap senang terhadap produk yang direpresentasikan dalam bentuk pembelian yang konsisten terhadap merek sepanjang waktu. Loyalitas merek menjadi dasar untuk memprediksi seberapa besar kemungkinan konsumen pindah ke merek lain. Penciptaan dan peningkatan loyalitas merek akan menghasilkan peningkatan nilai-nilai kepercayaan terhadap merek.

Berkaitan dengan loyalitas merek, perlu dicermati adanya 5 kategori pembeli:

  • Switcher/price buyer: pembeli yang berpindah-pindah, pada umumnya berkaitan dengan faktor harga.
  • Habitual buyer: pembeli yang bersifat kebiasaan, tidak pernah mengalami ketidakpuasaan dalam mengkonsumsi produk, biasanya berkaitan dengan preferensi, budaya.
  • Satisfied buyer: pembeli yang puas dengan merek yang mereka konsumsi, mempunyai pertimbangan yang lebih rasional ketika memilih merek.
  • Likes the brand buyer: pembeli yang sungguh-sungguh menyukai merek tertentu. Rasa suka didasari oleh asosiasi yang berkaitan dengan pengalaman menggunakan merek itu dan juga merek lain sebelumnya.
  • Commited buyer: pembeli setia/mempunyai komitmen, merupakan tingkatan teratas dalam kategori pembeli dalam loyalitas merek. Mereka bangga dalam menggunakan merek tertentu.

 

  1. Perceived quality

Didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan suatu produk atau jasa berkenaan dengan maksud yang diharapkan.

 

  1. Brand association

Adalah sesuatu yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah produk. Asosiasi ini tidak hanya eksis, namun juga memiliki suatu tingkat kekuatan. Keterikatan pada suatu merek akan lebih kuat apabila dilandasi pada banyak pengalaman atau penampakan untuk mengkomunikasikannya.

 

CARA MENGUKUR EKUITAS MEREK

Menurut Soehadi (2005), kekuatan suatu merek (brand equity) dapat diukur berdasarkan 7 indikator, yaitu:

  1. Leadership, kemampuan untuk mempengaruhi pasar, baik harga maupun atribut non-harga.
  2. Stability, kemampuan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
  3. Market, kekuatan merek untuk meningkatkan kinerja toko atau distributor.
  4. Internationality, kemampuan merek untuk keluar dari area geografisnya atau masuk ke negara atau daerah lain.
  5. Trend, merek menjadi semakin penting dalam industri.
  6. Support, besarnya dana yang dikeluarkan untuk mengkomunikasikan merek.
  7. Protection, merek tersebut mempunyai legalitas.

MANFAAT PENGUKURAN EKUITAS MEREK

  • Hasil pengukuran dapat digunakan sebagai benchmark terhadap market leader dan atau kompetitor lain.
  • Hasil pengukuran dapat dijadikan guidance untuk penyusunan strategi komunikasi pemasaran
  • Membantu dalam pelaksanaan manajemen perusahaan.

 

 

Ditulis oleh:     Rony Arthana

Dosen:                Nanang Suryadi

 

Daftar Pustaka

http://mengerjakantugas.blogspot.com/2009/07/konsep-dan-pengukuran-ekuitas-merek.html

http://id.shvoong.com/business-management/marketing/2171558-definisi-pengertian-dan-manfaat-ekuitas/

Keller, K.L. (1998), Strategic Brand Management, Prentice-Hall, Englewood Cliffs, NJ.

 

categories Uncategorized | comments Comments (0)

Komunikasi, Media Komunikasi dan Perkembangannya Sebagai Media Komunikasi Pemasaran

Asal Kata Komunikasi

Kata “komunikasi” berasal dari bahasa Latin, “comunis”, yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar katanya “communis” adalah “communico” yang artinya berbagi (Stuart, 1983, dalam Vardiansyah, 2004:3). Dalam literatur lain disebutkan komunikasi juga berasal dari kata “communication” atau “communicare” yang berarti “membuat sama” (to make common). Istilah “communis” adalah istilah yang paling sering disebut sebagai asal usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin yang mirip.  Komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan di anut secara sama.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi berasal dari akar kata yang maknanya selalu (1) melibatkan pertukaran simbol atau tanda baik verbal maupun nonverbal, (2) terbangunnya relasi kebersamaan antara komunikator dengan komunikan. Simbol atau tanda verbal seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan. Sementara simbol atau tanda nonverbal seperti mimic, gerak-gerik serta suara. Terbangunnya relasi kebersamaan ini bukan selalu sebagai hubungan yang positif seperti keakraban atau keintiman melainkan terbentuknya kontak hubungan antara pengirim pesan dengan penerima pesan melalui simbol atau tanda-tanda tertentu yang bersifat verbal atau nonverbal. Aplikasi kontak simbol ini baik dilakukan dengan diri sendiri (intrapersonal) maupun dengan pihak lain (antarpersonal).

 

Definisi Komunikasi

Kehidupan manusia di dunia tidak dapat dilepaskan dari aktivitas komunikasi karena komunikasi merupakan bagian integral dari sistem dan tatanan kehidupan sosial manusia dan masyarakat. Aktivitas komunikasi dapat dilihat pada setiap aspek kehidupan sehari-hari manusia yaitu sejak dari bangun tidur sampai manusia beranjak tidur pada malam hari. Bisa dipastikan sebagian besar dari kegiatan kehidupan kita mengunakan komunikasi baik komunikasi verbal maupun nonverbal. Namun, apa yang dimaksud dengan komunikasi itu sendiri?

Pawito dan C Sardjono (1994:12) mencoba mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses dengan mana suatu pesan dipindahkan atau dioperkan (lewat suatu saluran) dari suatu sumber kepada penerima dengan maksud mengubah perilaku, perubahan dalam pengetahuan, sikap dan atau perilaku overt lainnya. Sekurang-kurangnya didapati empat unsur utama dalam model komunikasi yaitu sumber (the source), pesan (the message), saluran (the channel) dan penerima (the receiver).

Definisi komunikasi menurut Schramm tampak lebih cenderung mengarah pada sejauh mana keefektifan proses berbagi antarpelaku komunikasi. Schramm melihat sebuah komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang berhasil melahirkan kebersamaan (commonness), kesepahaman antara sumber (source) dengan penerima (audience)-nya. Menurutnya, sebuah komunikasi akan benar-benar efektif apabila audience menerima pesan, pengertian dan lain-lain persis sama seperti apa yang dikehendaki oleh penyampai.

Pakar komunikasi lain, Joseph A Devito mengemukakan komunikasi sebagai transaksi. Transaksi yang dimaksudkannya bahwa komunikasi merupakan suatu proses dimana komponen-komponennya saling terkait dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan dan keseluruhan. Dalam setiap proses transaksi, setiap elemen berkaitan secara integral dengan elemen lain (Suprapto, 2006 : 5).

Dance dan Larson (dalam Vardiansyah, 2004 : 9) setidaknya telah mengumpulkan 126 definisi komunikasi yang berlainan. Namun, Dance dan Larson mengidentifikasi hanya ada tiga dimensi konseptual penting yang mendasari perbedaan dari ke-126 definisi temuannya itu, antara lain :

  1. Tingkat observasi atau derajat keabstrakannya.
  • Definisi bersifat umum, misalnya definisi yang menyatakan komunikasi adalah proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan.
  • Definisi bersifat khusus, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah alat untuk mengirimkan pesan militer, perintah dan sebagainya melalui telepon, telegraf, radio, kurir dan sebagainya.
  1. Tingkat kesengajaan.
  • Definisi yang mensyaratkan kesengajaan, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah situasi-situasi yang memungkinkan suatu sumber mentransmisikan suatu pesan kepada seorang penerima dengan disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.
  • Definisi yang mengabaikan kesengajaan, misalnya dari Gode (1959) yang menyatakan komunikasi sebagai proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang atau monopoli seseorang menjadi dimiliki dua orang atau lebih.
  1. Tingkat keberhasilan dan diterimanya pesan.
  • Definisi yang menekankan keberhasilan dan diterimanya pesan, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi untuk mendapatkan saling pengertian.
  • Definisi yang tidak menekankan keberhasilan dan tidak diterimanya pesan, misalnya definisi yang menyatakan komunikasi adalah proses transmisi informasi.

Dari berbagai definisi komunikasi yang ada, Sasa Djuarsa Sendjaja dalam bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi mencoba menjabarkan tujuh definisi yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi. Definisi-definisi tersebut antara lain :

  1. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Definisi ini seperti yang dikemukakan Hovland, Janis & Kelley (1953).
  2. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Komunikasi ini seperti yang dikemukakan Berelson dan Stainer (1964).
  3. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?). Definisi seperti yang dikemukakan Lasswell (1960).
  4. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Definisi ini seperti yang dikemukakan Gode (1959).
  5. Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. Definisi ini seperti dikemukakan Barnlund (1964).
  6. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Definisi ini seperti yang disampaikan Ruesch (1957).
  7. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Definisi ini seperti yang dikemukakan Weaver (1949) (Zubair, 2006).

Jika dilihat sekilas dari ulasan di atas, kiranya dapat ditarik benang merah bahwa tiap ahli bisa memiliki pandangan beragam dalam mendefinisikan komunikasi.  Komunikasi terlihat sebagai kata yang abstrak sehingga memiliki banyak arti. Kenyataannya untuk menetapkan satu definisi tunggal terbukti sulit dan tidak mungkin terutama jika melihat pada berbagai ide yang dibawa dalam istilah itu.

 

Fungsi Komunikasi

Setelah Anda mengetahui pengertian komunikasi,  mengetahui macam-macam media komunikasi dan jenis-jenis komunikasi, selanjutnya Anda perlu mengetahui fungsi komunikasi dalam kegiatan sehari-hari,  antara lain :

  1. Mengungkapkan buah pikiran seseorang, misalnya : pendapat, argumentasi.
  2. Membangkitkan minat mendengar dan membaca, misalnya : seorang guru memberi tugas kepada siswanya, maka siswa mencari dan mengerjakan tugas tersebut.
  3. Alat hubungan kemanusiaan (human relation) yang baik, misalnya : dengan komunikasi orang dapat menceritakan keinginannya atau kebutuhannya.
  4. Mempelajari sifat-sifat manusia, misalnya : dengan berkomunikasi Anda dapat mengetahui budaya, adat istiadat, bahasa maupun agama.
  5. Memperlancar kerja sama antar manusia dan lingkungannya, misalnya: dengan komunikasi Anda dapat saling tolong menolong dan sebagainya.
  6. Mempermudah memahami berita atau informasi, misalnya : dengan komunikasi orang mudah mengerti dan mau menerima segala persoalan yang sedang dihadapi.

 

Pengertian Media Komunikasi

Media komunikasi dapat didefinisikan sebagai alat bantu yang digunakan untuk berkomunikasi. Alat bantu yang memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Media komunikasi ini menjadi alat bantu atau seperangkat sarana yang digunakan untuk kelancaran proses komunikasi.

Media komunikasi bisa bermacam-macam bentuknya tergantung dari bentuk komunikasi yang dilakukan. Ada beberapa bentuk komunikasi yang memerlukan media komunikasi, tapi ada juga yang memang tidak memerlukan media komunikasi, seperti komunikasi yang bersifat langsung atau tatap muka. Sehingga ada sebagian orang yang menggolongkan panca indera juga merupakan media komunikasi.

Bentuk komunikasi yang memerlukan media adalah komunikasi yang tidak memugkinkan komunikan dan komunikator untuk dapat menjalankan proses komunikasi tanpa alat. Biasanya tergantung dari jarak dan posisi antara komunikator dengan komunikan yang pada akhirnya akan menentukan komunikasi tersebut memerlukan media atau tidak.Misalnya komunikan dan komunikator tidak bertatap muka langsung walaupun pada jarak yang dekat namun berbeda ruangan, dan lain sebagainya.

 

Jenis-Jenis Komunikasi

Setelah memilih media yang sesuai,  selanjutnya menggunakan media tersebut dalam berkomunikasi. Adapun jenis-jenis komunikasi, dapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yakni

  1. Komunikasi secara perorangan.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan komunikasi secara perseorangan atau secara individual dengan orang lain.  Komunikasi demikian ini sering disebut komunikasi tatap muka langsung, disebut juga kontak pribadi, sehingga disebut komunikasi antar pribadi (interpersonal communication). Kelebihan dari komunikasi ini, antara lain komunikasi langsung sampai dan dimengerti, karena bila tidak dimengerti dapat langsung ditanyakan, karena pemberi pesan/berita ada dihadapan Anda.

  1. Komunikasi secara berkelompok

Komunikasi antara seseorang dengan sekelompok orang yang jumlahnya relatif banyak. Kelebihan dari    komunikasi ini, antara lain berita/pesan yang disampaikan diberikan sekali untuk beberapa orang, sehingga penyampaian berita/pesan tidak memakan waktu panjang/banyak.

 

Media Komunikasi Massa

Dalam komunikasi massa sendiri, media komunikasi yang digunakan addalah media komunikasi massa. Media komunikasi massa ini adalah alat yang dapat menghubungkan antara sumber dengan penerima yang sifatnya terbuka. Disini, setiap orang dapat melihat, membaca atau mendengarkannya.

Ada dua jenis media komunikasi massa:

  1. Media cetak

Media yang mempergunkan unsure percetakan untuk penyampaian pesannya. Sehingga dapat dilihat atau dibaca oleh massa. Contohnya: surat kabar, buku, majalah, jurnal. leaflet, brosur, stiker, bulletin, hand out, spanduk, dll.

  1. Media elektronik

Media ini menggunkan perangkat elektronik untuk alat penyampaian pesan dari sumber kepada media massa. Pesan dapat dilihat, didengar, atau dibaca oleh kalayak karena bentuknya lebih kompleks dari sekedar media cetak. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang semakin hari semakin cepat. Contohnya: televise, radio, film, video recording, computer, electronic board, audio cassette, internet, dll.

 

Jenis-Jenis Media Komunikasi

Jenis-jenis media komunikasi ada bermacam-macam, antara lain berupa bahasa, tulisan, isyarat, alat peraga atau alat elektronik. Media komunikasi merupakan unsur yang sangat penting dalam proses komunikasi. Dengan menggunakan media komunikasi maka aliran informasi, berita atau pesan dapat dikirim atau diterima dengan mudah dan cepat. Berdasarkan cara penggunaannya terdapat tiga jenis media komunikasi, yaitu: media komunikasi audial, media komunikasi visual, dan media komunikasi audio-visual.

Ketiga jenis media komunikasi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Media Komunikasi Audial

Yaitu alat komunikasi yang dapat ditangkap, didengar dan dipahami oleh alat pendengaran. Misalnya telepon, intercom, radio serta tape recorder.

  1. Media Komunikasi Visual

Yaitu alat komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat dan dipahami oleh alat penglihatan. Misalnya surat, surat kabar, faksimili, majalah, buku, beletin dan sejenisnya.

  1. Media Komunikasi Audio-Visual

Yaitu alat komunikasi yang dapat ditangkap, dilihat, didengan dan dipahami melalui alat pendengaran dan penglihatan. Misalnya televisi, film layarlebar, VCD, internet dan sejenisnya.

Berbagai media komunikasi tersebut berfungsi sebagai alat untuk:

1. Mengirimkan/menyampaikan informasi

2. Penerjemah lambing-lambang komunikasi

3. Mempercepat dan mempersingkat penyampaian informasi

4. Menghibur (to intertaint), dan mendidik (to educate)

5. Mempengaruhi masyarakat (to change the society)

 

Perkembangan Media Komunikasi

Teknologi telekomunikasi pun semakin berkembang, semakin cepat, tepat, akurat, kecil, murah, mudah, efektif dan efisien. Proses berkomunikasi pun memiliki ciri dan sifat yang seperti itu, khususnya efektif. Proses mengirimkan pesan dari Indonesia ke Kanada tidak usah menunggu hingga berminggu-minggu berkat e-mail. Informasi dan kegiatan berkomunikasi kualitas dan kuantitasnya dihitung dalam satuan digital 0 dan 1. Kecepatan dan ketepatan informasi sangat dimungkinkan oleh pemakaian media dengan teknologi yang tepat. Hingga perlu digarisbawahi di sini adalah berbicara komunikasi dan media maka kita juga akan membicarakan komunikasi. Media adalah teknologi dan teknologi adalah media.
Milenium ketiga adalah zaman keemasan teknologi informasi. Sebagai gelombang ketiga peradaban umat manusia seperti yang diramalkan Alfin Toffler sebelumnya adalah peradaban yang super cepat. Ruang dan waktu semakin dibuat cepat dan sempit, seakan-akan dunia dibuat menjadi satu komunitas, di mana setiap penghuninya bisa berinteraksi secara realtime tanpa halangan yang berarti. Berbagi informasi antar benua dan negara di belahan dunia manapun semakin mudah. Puncak dan titik acuan dari ini semua adalah konvergensi komputer dan telekomunikasi 30 tahun yang lalu. Jadilah teknologi internet yang kita kenal selama ini seakan-akan tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Sebagai media komunikasi, ia sama saja seperti kebutuhan manusia untuk berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain. Hingga bisa dimunculkan tesis, kebutuhan terhadap internet adalah kebutuhan untuk berkomunikasi dan ini adalah harga mati.
Dari sini juga dilakukan terus diversifikasi alat-alat berteknologi canggih lainnya, tentu rata-rata didasarkan pada teknologi internet itu. Seperti Personal Data Asssistant (PDA), Tablet PC, Notebook, CD ROM, VCD, DVD, SVCD, Pena Digital, telepon selular, GPRS, CDMA dan banyak lagi yang lainnya. Semua teknologi ini dimaksudkan untuk mempermudah proses komunikasi antar manusia dalam konteks global. Dijanjikan penggunaannya sangat mudah dengan harga yang relatif murah. Namun perlu dipertanyakan kembali bagaimana efeknya terhadap kesenjangan penggunaannnya di negara-negara berkembang. Teknologi yang baru muncul tidak serta merta merata pemakaiannya di seluruh dunia, walaupun standar yang digunakan juga relatif sama. Namun demikian, beberapa negara berkembang belum memiliki sarana penunjang yang memungkinkan teknologi terbaru bisa diadopsi. Belum lagi jika kita membicarakan adaptasinya di masyarakat yang berbeda kultur. Padahal masalah mendasar dalam berkomunikasi adalah kesamaan pesan yang diterima tanpa noise. Kesenjangan TI ini juga dinilai sebagai noise yang memang sampai kini menjadi masalah. Karena, menyangkut berbagai macam faktor, seperti politik dan ekonomi.
Selain kecepatan yang lebih besar untuk mengirimkan pesan, kita juga menyaksikan perubahan-perubahan besar dalam volume informasi yang dikirimkan, disimpan, dan diambil kembali. Misalnya peralatan elektronik dalam bidang percetakan secara menakjubkan telah meningkatkan jumlah buku, bultein, dan majalah yang diterbitkan.

Sedangkan teknologi informasi juga dibagi dua berdasarkan periode waktunya.

  1. MASA KUNO (LAMPAU)

Media informasi pada masa ini masih sangat sederhana, seperti:

  1. Prasasti : adalah batu bertulis yang berisi tentang informasi saat prasasti itu dibuat.
  2. Daun lontar
  3. MASA MODERN
    Seakan tidak mau kalah dengan teknologi komunikasi, teknologi informasi pun turut berkembang sesuai kemajuan zaman. Media informasi yang dipakai pada masa modern, contohnya:
  • Komputer

Adalah alat untuk memanipulasi dan mengelola data berdasarkan perintah yang diberikan.

  • Faksimili
    Adalah alat untuk mengirim atau menerima informasi melalu telephoto dengan system reproduksi fotografi.
  • Radio
    Adalah alat penerima informasi berupa suara atau snyal dengan menggunakan media gelombang eletromagnetik.
  • Televisi

Adalah alat penerima informasi berupa gambar dan suara yang dapat menerima transmisi gambar dan suara secara langsung.

  • Internet.
    Ini merupakan perkembangan yang dirasa paling bermanfaat. Internet adalah jaringan komputer yang saling mentransfer data menguunakan Internet Protocol.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dirasa begitu mendunia dan mempengaruhi berbagai kalangan. Misalnya saja Handphone. Awalnya HP hanya dibawa kalangan tertentu seperti pengusaha. Namun sekarang ini, HP justru merupakan kebutuhan primer dan dibawa oleh semua kalangan dari anak anak sampai dewasa. Fungsinya pun tidak hanya sebagai alat komunikasi tetapi juga sudah menjadi gaya hidup dan tren.Hal yang sama terjadi pula pada internet. Internet adalah sumber penyedia informasi yang cepat dan praktis. Internet tidak hanya digunakan untuk keperluan pekerjaan, namun bisa juga dipakai untuk sekedar have fun.Namun, perkembangan TIK tentulah membawa dampak yang baik dan buruk.

Dampak positif:

  1. Memudahkan orang dalam berkomunikasi dan Memperoleh Informasi secara cepat dan praktis.
  2. Membuka peluang bisnis baru
  3. Mendorong tumbuhnya proses demokrasi
  4. Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Publik
  5. Memperbaiki Pendidikan
  6. Menciptakan Lapangan Kerja

Dampak negatif:

  1. Munculnya Kejahatan Baru seperti Kekejaman dan Kesadisan
  2. Mempermudah Masuknya Budaya Asing yang Negatif
  3. Memudahkan Penyebaran Pornografi yang menyebabkan maraknya pornoaksi
  4. Tindak Penipuan
  5. Meluasnya Perjudian

 

Perkembangan Media Informasi di Indonesia

Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia sampai dengan saat ini berkembang dengan pesat seiring dengan penemuan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam bidang Informasi dan Komunikasi sehingga mampu menciptakan alat-alat yang mendukung perkembangan Teknologi Informasi, mulai dari sistem komunikasi sampai dengan alat komunikasi yang searah maupun dua arah (interaktif). Sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia selalu mengadaptasi berbagai teknologi informasi hingga akhirnya tiba di suatu masa di mana pengunaan internet mulai menjadi ”makanan” sehari-hari yang dikenal dengan teknologi berbasis internet (internet based technology).

Jaman dahulu sebelum berkembangnya teknologi, orang-orang Indonesia harus menempuh jarak yang jauh untuk mengantarkan sebuah surat atau pesan kepada orang lain, tetapi lain dnegan jaman sekaranga dan perkembangan itu sendiri di Indonesia dimulai dengan Satelit Palapa (9Juli 1976) yang memudahkan arus komunikasi dan teknologi, yakni telepon, fax, dll.

Setelah era telepon, muncullah telepon seluler pertama kali pada tahun 1984 dengan berbasis Teknologi Nordic Mobilen Telephone. Pada saat ini bobot telepon masih sangat berat dan besar dan harganyapun masih diatas 10 juta. Setelah itu masuk lah teknologi Global Sytem for Mobile (GSM) pertama di Indonesia tepatnya di pulau Batam dan pulau Bintan pada tahun 1993 yakni sebuah teknologi komunikasi bergerak yang tergolong dalam generasi kedua (2G). Teknologi ini menggunakan sim card yang jangkauannya luas.

Penyedia jasa GSM pertama adalah Telkomsel. Setelah perkembagnan telepon, mulailah perkembangan computer. Sekaligus ditandai dengan maraknya perkembangan teknologi internet pada thaun 1994. Kala itu teknologi internet sudah termasuk murah biayanya pada saat itu Internet Service Provider (ISP) yang berkembang ialah IndoNet dan IptekNet.

Menurut mentri riset dan tekhnologi (hatta rajasa), melihat hasil penelitian human indeks dari 150 negara, indonesia hanya ada di posisi ke 110. Sedangkan dari achievement technology, Indonesia menduduki nomer 61 dari 64 negara. Maka dari itu, Indonesia harus terus menerus berinovasi dan menghasilkan buah karya atau produk dari IPTEK, sehingga penanaman IPTEK terhadap anak-anak sebagai generasi penerus harus diupayakan sedini mungkin, sehingga pada masa yang akan datang Indonesia pasti akan dapat menyaingi negara-negara lainnya dalam hal teknologi.

 

Infrastruktur Internet di Indonesia

Infrastruktur Internet di Indonesia semakin banyak seiring dengan majunya teknologi yang dialami oleh bangsa ini. Harga masing-masing provider bersaing demi mendapatkan keuntungan.

Untuk kualitas dapat dikatakan tidak semua provider Internet di Indonesia memiliki kualitas yang baik, apalagi jika dibandingkan dengan Negara-negara lain. Kelemahan-kelemahan yang ditemui antara lain koneksi yang lamban, teknisi yang tidak memadai jika terjadi kerusakan sehingga penanganan tidak dapat segera diatasi, customer service yang tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan.

Jika dihubungkan dengan harga, harga untuk infrastruktur Internet di Indonesia masih terbilang cukup mahal tidak sebanding dengan kualitas yang diberikan. Koneksi saat ini yang terdiri atas dial-up, cable, adsl masih relatif cukup mahal atau tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang.

Jaringan yang diberikan pun tidak diberlakukan secara merata atau hanya terdapat pada bagian-bagian Indonesia tertentu. Daerah-daerah terpencil masih sangat jarang yang dapat mengakses jalur komunikasi dengan menggunakan Internet. Hal ini mungkin disebabkan karena tidak adanya campur tangan pemerintah dalam menangani telekomunikasi dengan media Internet.

 

Penggunaan Media Internet Sebagai Media Komunikasi Pemasaran

Internet sebagai media komunikasi memiliki nilai penting dalam pemasaran. Internet dapat digunakan sebagai media komunikasi pemasaran yang diaplikasikan melalui kegiatan online advertising, ataupun penjualan via internet. Keduanya cukup berpotensi dalam kaitannya dengan keefektifan pemasaran

Hermawan Kartajaya dalam bukunya New Wave Maketing menginformasikan bahwa internet adalah solusi efektif menarik dan memperkuat komunikasi customer. Hal ini didasari oleh banyanya pengguna internet yang akan terus berkembang dari waktu- ke waktu, ditambah lagi akses tanpa batas yang ditawarkan melalui alat-alat yang sebagian besar dimiliki oleh mayarakat. Saat ini akses internet tidak hanya dapat diakses melalui komputer namun juga dapat melalui handphone, sehingga netizen( sebutan untuk pengguna internet) jumlahnya semakin banyak.

Internet marketing, juga disebut sebagai i-marketing, web marketing, pemasaran online, atau eMarketing, adalah segala usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media Internet. Kata e dalam e-pemasaran ini berarti elektronik (electronic) yang artinya kegiatan pemasaran yang dimaksud dilaksanakan secara elektronik lewat Internet atau jaringan cyber. Internet telah memberikan banyak manfaat untuk pemasaran, salah satunya adalah biaya yang lebih rendah dan memiliki kemampuan lebih besar untuk mendistribusikan informasi dan media ke khalayak ramai.

E-Commerce sebuah istilah yang banyak dikenal merupakan implementasi dari internet marketing. Era bisnis e-commerce telah menjadi alat penting strategis-alat manajemen strategi. Peningkatan jumlah perusahaan yang mendapatkan keuntungan dengan menggunakan Internet untuk menjual langsung dan komunikasi dengan pemasok, pelanggan, kreditur, mitra, pemegang saham, klien, dan kompetitor telah meningkat tajam. E-commerce memungkinkan perusahaan untuk menjual produk, iklan, membeli perlengkapan, memotong perantara, melacak inventaris, menghapuskan dokumen, dan berbagi informasi. Secara total, elektronik commerce adalah meminimalkan biaya dan memotong waktu, jarak dan ruang dalam melakukan bisnis, yang memberikan layanan pelanggan yang lebih baik, lebih efisien, meningkatkan produk dan profitabilitas yang lebih tinggi.

Penggunaan internet dalam komunikasi pemasaran cukup mendapat perhatian, adapun cara dan modelnya juga bervariasi, mulai dari perancangan web profile, web untuk product service, model pemasaran referall ,model pemasaran komunitas melalui situs jejaring sosial dan lain- lain. Semua model tersebut juga didukung oleh visual dan pengaturan porsi informasi yang ditampilkan.

 

Komunikasi Pemasaran Melalui Website

Website atau situs juga dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Bersifat statis apabila isi informasi website tetap, jarang berubah, dan isi informasinya searah hanya dari pemilik website. Bersifat dinamis apabila isi informasi website selalu berubah-ubah, dan isi informasinya interaktif dua arah berasal dari pemilik serta pengguna website. Contoh website statis adalah berisi profil perusahaan, sedangkan website dinamis adalah seperti Friendster, Multiply, dll. Dalam sisi pengembangannya, website statis hanya bisa diupdate oleh pemiliknya saja, sedangkan website dinamis bisa diupdate oleh pengguna maupun pemilik.

Metode komunikasi pemasaran online dapat dilakukan melalui:

  • Optimalisasi search engine, sehingga website kita akan berada diperingkat atas pencarian search engine seperti google.com atau yahoo.com. Semakin tinggi peringkat yang dimiliki akan semakin besar kemungkinan website kita dikunjungi.
  • Mendaftarkan website kita ke website lain, sehingga website lain akan memiliki link ke website kita. Misalnya mendaftarkan website kita pada website asosiasi industri tertentu.
  • Melakukan pertukaran link antara dua website. Misalnya ada website yang menjual pakaian bayi dan website yang menjual makanan bayi. Mereka dapat melakukan pertukaran link, sehingga masing-masing akan memiliki link kewebsite lainnya. Pengunjung website pakaian bayi dapat melihat link yang menuju website makanan bayi, sedangkan pengunjung website makanan bayi dapat melihat link yang menuju website pakaian bayi.
  • Mengirimkan penawaran produk melalui email. Perlu diperhatikan agar email yang dikirim tersebut tidak mengganggu orang.
  • Iklan berbayar di internet, seperti pada google.com, yahoo.com, atau website lainnya yang menerima iklan.

Desain tampilan web juga berperan penting dalam komunikasi pemasaran online. Dalam hal ini Marketer perlu merancang visual yang baik untuk mempromosikan produknya di dunia maya. Tahapan pemasaran internet dapat diawali dengan membuat web profile yang menunjukkan profil dan gambaran detail tentang produk yang ditawarkan. Setelah situs dikenal, tahapan selanjutnya adalah meng upgrade website menjadi website layanan jual-beli online maupun periklanan online dan membuat komunitas yang memiliki korelasi dengan jenis produk yang akan ditawarkan

 

Ditulis oleh : Rony Arthana

Dosen            : Nanang Suryadi, SE.,  MM.

 

DAFTAR PUSTAKA

Zubair, Agustina. “Definisi Komunikasi.” <http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi>.

Riswandi. “Definisi Komunikasi dan Tingkatan Proses Komunikasi.” <http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi-dan-tingkatan-proses-komunikasi/>.

“Definisi Komunikasi.” <http://cahpct.blogdetik.com/2009/04/02/definisi-komunikasi/>

http://andreassyah.wordpress.com/2011/03/07/komunikasi-pemasaran-melalui-internet/

http://vickydyaz.blog.com/perkembangan-media-komunikasi/

http://pertekkom.blogdetik.com/2008/04/18/perkembangan-tegnologi-komunikasi-di-indonesia/

http://buyuangblogger95.blogspot.com/2011/04/perkembangan-media-komunikasi-dari-masa.html/

http://internetmarketing-fathan.blogspot.com/2011/12/sejarah-internet-marketing.htmlhttp://slametpurwanto.com/bisnis-di-internet-jenis-kelebihan-dan-kelemahan/

http://walangkopo99.blogspot.com/2012/01/pengertian-komunikasi.html

http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi/

http://duniabaca.com/pengertian-atau-definisi-komunikasi.html

http://www.anneahira.com/jenis-komunikasi.htm

http://rizcafitria.wordpress.com/2010/07/05/jenis-komunikasi/

http://andreassyah.wordpress.com/2011/03/07/komunikasi-pemasaran-melalui-internet/

http://internetmarketers.multiply.com/journal/item/5/Pemasaran_Internet?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

categories Uncategorized | comments Comments (1)

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!

categories Uncategorized | comments Comments (1)