memulai bisnis online shop

2012
03.31

Banyak kalanya pertanyaan dilontarkan, bagaimana caranya sih memulai bisnis online shop? Sebenarnya bukan bagaimana caranya. Tapi apa dulu motivasi kamu dalam membangun bisnis tersebut. Karena motivasi itu akan sangat menentukan.

Kalau dari pertamanya cuma mau cari tambahan uang jajan, lebih baik disarankan tahan dulu dan belajar dulu cara-cara memulai bisnis online dengan baik. Kenapa? Karena untuk menjadi seorang bisnisman dibidang online shop, butuh integritas, komitmen, fokus, dan waktu yang tidak sebentar.
Membuat sebuah bisnis online shop diperlukan sikap yang mandiri, sabar dan mau berbagi buat orang lain. Karena sebagai seorang pengusaha kita harus berhadapan dengan calon customer, ada kalanya customer yang bawel, ingin di nomor satukan, nah sikap sabar tersebutlah yang dibutuhkan untuk menarik konsumen.
Membangun Online Shop memang perlu sebuah persiapan yang matang, jangan langsung membuat tanpa dipikirkan resikonya. Untuk membangun sebuah bisnis Online Shop diperlukan dasar-dasar strategi marketing dan kemampuan berpromosi yang baik.  So sudah siap membangun sebuah Online Shop?

PENULISAN LAPORAN BISNIS

2012
03.31

Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu. Pada umumnya penulisan laporan bisnis digunakan untuk memenuhi berbagai keperluan, antara lain:

a. Untuk memonitor dan mengendalikan operasional perusahaan.

b. Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan.

c. Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hokum dan peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan.

d. Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan baik bagi keperluan internal maupun eksternal.

e. Untuk menganalisis informasi dan memberikan bimbingan bagi pengambilan keputusan-keputusan atas masalah tertentu.

f. Untuk memperoleh sumber pendanaan atau membuka bisnis baru.

Penggolongan Laporan Bisnis

a. Menurut Fungsinya. Menurut fungsinya, suatu laporan dapat dibedakan apakah untuk member informasi atau untuk analisis.

b. Menurut Subjeknya. Suatu laporan dapat dibedakan menurut dari departemen mana suatu laporan itu diperoleh.

c. Menurut Formalitasnya. Suatu laporan dapat dibedakan atas dasar apakah bersifat formal atau nonformal. Menurut Frekuensinya. Suatu laporan dapat dibedakan atas dasar apakah secara berkala atau khusus.

d. Menurut Jenisnya. Suatu laporan dipengaruhi oleh formalitas dan panjangnya laporan. Laporan infomal meliputi laporan memorandum, laporan surat, dan laporan cetak. laporan formal sering disebut dengan laporan panjang. Laporan surat merupakan suatu laporan yang menggunakan format surat dengan kepala surat. Laporan dalam bentuk cetakan mempunyai judul yang sudah tercetak, instruksi, baris-baris kosong. Laporan formal biasanya lebih panjang daripada laporan informal.

e. Menurut Kegiatan Proyek. Dalam melakukan suatu proyek, terdapat tiga jenis laporan,yaitu laporanpendahuluan, laporan perkembangan, dan laporan akhir.

f. Menurut Pelaksanaan Pertemuan. Laporan bisnis dapat dibedakan ke dalam agenda, resolusi, notulen, dan laporan pertemuan.

Persiapan adalah sesuatu yang sangat penting dalam segala aspek, begitu halnya dengan membuat laporan. Adapun tahapan sebelum menulis laporan:

ü Definisikah Masalah, Tujuan, dan Ruang Lingkup. Perencanaan adalah melakukan analisis masalah, yang mencakup tujuan penyusunan laporan.

untuk Pertimbangkan Siapa yang akan Menerima Laporan. Menentukan Ide atau Gagasan. Tuliskan semua ide yang terlintas secara umum. Kemudian buatlah laporan berdasarkan rencana kerja yang rinci.

untuk Mengumpulkan Bahan yang Diperlukan. Mengumpulkan fakta yang diperlukan dari sumber-sumber yang dapat dipercaya.

untuk Menganalisis dan Menafsirkan Data.

untuk Mengorganisasi Data dan Mempersiapkan Kerangka Akhir.

cara kreatif dalam promosi produk baru

2012
03.31

Pebisnis pemula harus yakin dan berani mempromosikan produk baru. Kreativitas pebisnis menjadi kunci sukses menggaet pasar di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif.

Betsy Monoarfa dari Gabungan Pengusaha Makanan & Minuman Indonesia (GAPMMI) menyarankan pebisnis pemula untuk jeli melirik pasar yang belum digarap oleh pesaingnya.

Strategi lain yang tak kalah penting untuk mempromosikan produk baru adalah dengan terlibat aktif atau membangun komunitas usaha.

“Dengan bergabung dalam komunitas, pebisnis lebih mudah mempromosikan produk barunya. Produk baru Anda bisa ditawarkan kepada pasar potensial secara kolektif bersama produk anggota komunitas lainnya. Cara ini juga memudahkan pebisnis dalam membeli bahan baku untuk mengatasi masalah biaya produksi yang tinggi. Dengan membeli bahan baku secara kolektif melalui komunitas usaha, harga jual produk lebih kompetitif. Salah satu kesulitan produk dalam menggaet pasar adalah harga jual yang tinggi karena biaya produksi tinggi akibat dari pembelian bahan baku dalam jumlah kecil,” papar Betsy dalam talkshow seputar UKM pada SMESCO UKM Food & Packaging Expo 2010 beberapa waktu lalu.

Agar produk baru Anda diterima dan mulai dilirik pasar, ikuti saran Betsy dalam berpromosi:

Kerja sama pemasaran dengan hotel
Dengan tergabung dalam komunitas usaha, Anda bisa memasarkan produk bersama sejumlah produk lainnya yang bervariasi melalui hotel. Tentunya, Anda juga perlu menganalisa pasar, apakah produk serupa sudah dipromosikan melalui hotel yang menjadi sasaran Anda.

“PHRI (Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia) bisa menjadi sarana promosi produk. Hubungi PHRI, bangun kerja sama promosi produk, agar produk Anda bisa dipasarkan melalui sejumlah hotel anggotanya,” saran Betsy.

Pada kesempatan terpisah, Cyprianus Aoer, Executive Director PHRI mengatakan PHRI membuka kesempatan kepada pelaku usaha untuk menjalankan kerja sama promosi melalui hotel anggotanya.

Menurut Cyprianus, pariwisata juga memberikan peluang promosi usaha produk lokal. Hotel sebagai salah satu sarananya, bisa menjadi mitra bisnis pelaku usaha di sekitar lokasi hotel tersebut berdiri. Apalagi jika produk tersebut mengangkat kekhasan daerah setempat. Ini akan menjadi nilai jual tersendiri sekaligus promosi wisata daerah.

“Datang saja ke hotel setempat dengan membawa sampel produk untuk membicarakan peluang kerja sama yang tepat,” papar Cyprianus kepada Kompas Female beberapa waktu lalu di sela seminar seputar pariwisata.

Komunikasi dengan baik kepada pelanggan
Komunikasi yang buruk menyebabkan kegagalan pemasaran produk baru bagi pebisnis pemula. Karenanya, pebisnis pemula perlu mengasah keterampilan berkomunikasi untuk kebutuhan pemasaran dan promosi produk. Ketika mengenalkan produk kepada segmen pasar potensial, Anda mengandalkan kemahiran berkomunikasi, kata Betsy.

Berikan informasi produk selengkap-lengkapnya
Pebisnis pemula harus lebih kreatif dalam segala hal. Termasuk dalam menggali keunikan dan keunggulan produknya. Berikan informasi selengkap-lengkapnya kepada konsumen seputar produk Anda. Dengan begitu, konsumen mendapat pesan yang jelas tentang manfaat atau keunikan produk Anda.

Menggali informasi produk lebih mendalam, lalu menyebarkannya kepada konsumen merupakan salah satu cara membangun imej. Kreativitas pemasaran lagi-lagi dibutuhkan di sini. Tak ada yang bisa membatasi Anda untuk bereksplorasi dengan berbagai media informasi, dan cara-cara kreatif unik yang khas. Kembali lagi kepada prinsip awal, kreatif dan berani.

PERDAGANGAN ELEKTRONIK

2012
03.31

Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.

TIPS MANAJEMEN BISNIS UNTUK FRANCHISE

2012
03.31

Membeli bisnis franchise memang sebagai jalan pintas untuk menjalankan sebuah bisnis yang sudah mapan, terlebih didukung dengan prosedur dan sistem yang sudah dikembangkan oleh franchisor. Tentu berbekal hal tersebut akan lebih meminimalkan dari kebangkrutan usaha.

Namun perlu dicatat juga dalam bisnis franchise selain modal yang cukup tentu diperlukan sikap yang kuat untuk menyukai bisnis yang akan dijalankan. Pasalnya, dengan Anda menjiwai bisnis tersebut masuk didalam hati Anda tentu akan semakin mempermudah langkah Anda menuju sukses.

Didalam bisnis franchise juga diperlukan sikap motivasi yang tinggi serta bekerja keras untuk mensukseskan bisnisnya. Tidak hanya itu saja seorang franchisee juga harus memiliki sense bagaimana menjalankan bisnisnya.

Berikut beberapa tips untuk Anda seorang Franchisee atau calon Franchisee:

  1. Anda harus menyukai bisnis franchise yang Anda pilih Jika Anda tidak menyukai bisnis tersebut tentu passion Anda dalam mengembangkan bisnis Franchise tersebut tidak akan optimal.
  2. Seorang Franchisee juga harus mengerti karateristik pasar sehingga Anda lebih gampang membidik peluang pasar tersebut.
  3. Anda harus  mengembangkan jiwa leadership Anda, karena bagaimanapun juga Anda memiliki karyawan yang dalam hal ini membutuhkan arahan, motivasi serta control dari Anda dalam Operasional Outlet Anda
  4. Gali terus kemampuan Managerial yang Anda miliki sebagai pemimpin, karena Andalah yang melakukan fungsi manajemen, mulai dari perencanaan, control hingga evaluasi karyawan Anda
  5. Melakukan kontroling Usaha menggunakan fasilitas system yang telah disediakan oleh franchisor karena system tersebut sudah lengkap dan mudah digunakan.
  6. Malakukan promosi dan program yang tepat bersama franchisor dan dalam menghadapi kendala lakukan tips-tips yang diberikan franchisor serta bagikan semua persoalan Anda untuk dipecahkan bersama franchisor.
  7. Melakukan pendekatan secara pribadi dengan belajar menguasai produk sehingga customer puas dengan penjelasan kita.
  8. Menjaga mutu usaha Anda dengan menjalankan SOP dengan benar
  9. Harus banyak menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bisnis Anda
  10. Fokus pada diri sendiri untuk get better sehingga bisa menguasai ekternal
  11. Memberikan edukasi kepada konsumen dan raih kepercayaan mereka
  12. Melakukan marketing strategi untuk menjemput bola
  13. Menunjukan dedikasih dan komitmen untuk meraih tujuan, saling percaya dan bekerja sama yang baik dengan franchisor.
  14. Terlibah secara langsung dalam bisnis Anda akan menunjukan seberapa serius Anda berhasil dalam bisnis tersebut serta mengukur seberapa jauh tingkat kepuasan Anda terhadap bisnis yang Anda jalankan.
  15. Meminta kepada franchisor untuk selalu menyediakan produk-produk up to date dan berkualitas serta laku dipasar.
  16. Bila tidak terlibat secara langsung dalam bisnis, delegasikan kegiatan operasional kepada orang yang tepat, membuat system laporan yang rapih dan tertip.
  17. Pengenalan daerah yang mempunyai karakteristik khusus harus selalu dikomunikasikan dengan franchisor sehingga tercipta saling pengertian atas tindakan-tindakan atau program yang kita lakukan dilapangan.
  18. Ketahui kelemahan dan kelebihan bisnis kita dimata pesaing dan ketahui juga kelemahan dan kelebihan pesaing sehingga bisa memanfaatkan kesempatan yang ada dan bisa mempertahankan dan memperkuat posisi dipasar.
  19. Setiap bisnis yang harus dilakukan sebagai motivasi yang tinggi dan harus bekerja keras.
  20. Kendati sudah ada system dan prosedur dari franchisor, Anda juga harus membuat strategi dan action plan disetiap waktu agar dapat meningkatkan kinerja bisnis dari waktu ke waktu.
  21. Salah satu cara untuk menghemat waktu pembelajaran tentang franchise adalah dengan lebih banyak membaca berbagai buku maupun majalah-majalah terkait bisnis franchise.
  22. Memberikan solusi bila terjadi masalah pribadi karyawan maupun masalah yang ada didalam outlet, memberikan ide dan gagasan untuk memajukan bisnis dan selalu motivasi karyawan agar mereka selalu bersemangat dalam bekarja.

Hello world!

2012
03.04

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!