Tugas 4 Analisis Lanskap (Tenaga Eksogen)(

5 March 2018
Comments Off on Tugas 4 Analisis Lanskap (Tenaga Eksogen)(

Tenaga Eksogen
Tenaga Eksogen adalah sebuah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga eksogen ini adalah tenaga yang sifatnya merusak dimana menyebabkan rusaknya atau hancurnya perubahan kulit bumi akibat dari tenaga endogen. Sumber tenaga Eksogen bisa dari atmosfer berupa angin dan suhu, bisa dari air berupa aliran air, hujan, gelombang laut, gletser, dan bisa berasal dari Makluk Hidup berupa manusia, hewan, tumbuhan, bahkan jasat renik. Misal, dipinggir pantai terdapat sebuah karang besar yang cukup tinggi, dengan adanya tenaga eksogen berupa gelombang air laut, maka dapat dipastikan lama kelamaan karang yang besar tersebut akan terkikis.
Macam-macam Tenaga Eksogen
Berikut ini adalah macam-macam dari tenaga eksogen yang ada di bumi ini:
A. Gradasional / Dennudasional
yaitu proses pengikisan dan pengangkatan, antara lain:
1. Pelapukan
Pelapukan adalah sebuah proses rusaknya batuan oleh tenaga yang berasal dari luar bumi (tenaga eksogen). Berikut ini adalah beberapa jenis pelapukan:
a. Pelapukan biologis, pelapukan ini ialah pelapukan yang dibuat oleh makhluk hidup. Misalnya: pelapukan pada batuan yang dilakukan oleh lumut-lumut.
b. Pelapukan fisis, pelapukan ini ialah pelapukan yang dibuat oleh tenaga fisik. Misalnya: pelapukan batuan oleh suhu yang sangat dingin atau sangat panas.
c. Pelapukan kimia, ialah pelapukan yang berasal dari zat-zat kimia. Misalnya rusaknya batuan oleh air.
2. Pengikiasan atau Erosi
Pengikiasan atau Erosi adalah sebuah proses rusaknya batuan yang disebabkan oleh tenaga eksogen. Adapun tenaga eksogen yang dapat membuat erosi adalah:
a. Erosi yang dilakukan oleh tenaga eksogen air mengalir. Misalnya aliran air sungai yang merusak bebatuan di sekitarnya.
b. Erosi yang dilakukan oleh tenaga eksogen angin. Misalnya bebatuan yang rusak dan terkikis pada dinding tebing yang tinggi. Kerusakan bebatuan itu dapat dilakukan oleh angin. Proses perusakan oleh angin ini biasa juga disebut dengan deflasi.
c. Erosi yang dilakukan oleh tenaga eksogen gelombang laut. Misalnya pada saat gelombang laut menghancurkan bebatuan di pinggir pantai. Proses perusakan yang dilakukan oleh gelombang laut ini juga biasa disebut dengan istilah abrasi.
d. Erosi yang dilakukan oleh tenaga eksogen berupa erosi gletsyer. Gletsyer adalah salju yang mencair. Jadi, proses mencairnya salju ini juga akan menyebabkan terkikisnya daerah yang terkena aliran saljunya. Peristiwa ini disebut juga dengan istilah erosi gletsyer.
3. Pengendapan atau Sedimintasi
Pengendapan atau Sedimintasi adalah sebuah proses pengendapan material-material dari proses erosi (pengikisan). Proses pengendapan atau sedimentasi ini dapat berasal dari hasil yang dilakukan oleh proses erosi atau pengikisan oleh aliran air sungai, gletsyer (salju yang mencair), dan bisa juga berasal dari angin.
4. Mass Wasting (Gerak masa batuan)
Mass Wasting atau Gerak masa batuan adalah sebuah proses pemindahan masa berupa puing-puing batuan yang berasal dari atas gunung. Puing-puing ini menuruni gunung melalui lereng-lereng kerena adanya gaya gravitasi.
B. Agradasi / Deposisi
yaitu proses sedimentasi atau pengendapan yang mana debit solid lebih besar daripada kemampuan transpor
sedimen dan terjadi deposisi sedimen sehingga dasar sungai naik.

TUGAS ANALISIS LANSKAP MINGGU KE-2 (TEKTONIK)

5 March 2018
Comments Off on TUGAS ANALISIS LANSKAP MINGGU KE-2 (TEKTONIK)

Tektonik, yaitu suatu tenaga yang mengubah kulit bumi dari dalam yang menyebabkan terjadinya dislokasi (perubahan lokasi) permukaan bumi berupa lipatan, patahan maupun retakan kulit bumi dan batuan. Lapisan bumi yang tadinya datar karena tenaga dari dalam bumi (endogen) akan terbentuk lipatan. Karena adanya gaya (dorongan) dari dua arah yang berlawanan, maka akan menghasilkan lipatan yang baru. Tektonisme atau tenaga tektonik adalah tenaga geologi yang berasal dari dalam bumi dengan arah vertikal atau horizontal yang mengakibatkan perubahan letak lapisan batuan yang membentuk permukaan bumi. Proses ini menghasilkan lipatan dan patahan, baik dalam ukuran besar maupun ukuran kecil. Gerakan tektonisme juga disebut dengan istilah dislokasi.
Berdasarkan kecepatan gerak dan luas daerahnya, tektonisme dibedakan menjadi dua yaitu gerak epirogenetik dan orogenetik.
1. Gerak Epirogenetik
Gerak epirogenetik (gerak pembentuk kontinen atau benua) adalah gerakan yang mengakibatkan turun naiknya lapisan kulit bumi yang relatif lambat dan berlangsung lama di suatu daerah yang luas. Gerak epirogenetik dibedakan menjadi dua yaitu epirogenetik positif dan epirogenetik negatif.
a. Epirogenetik positif yaitu gerak penurunan suatu daratan, sehingga kelihatannya permukaan air laut naik.
b. Epirogenetik negatif yaitu gerak naiknya suatu daratan, sehingga kelihatannya permukaan air laut turun.
2. Gerak Orogenetik
Gerak orogenetik adalah gerakan kulit bumi yang lebih cepat dan mencakup wilayah yang lebih sempit. Proses ini dapat menghasilkan pegunungan lipatan dan pegunungan patahan.
a) Lipatan (Fold)
Lipatan adalah suatu ketampakan yang diakibatkan oleh tekanan horizontal dan tekanan vertikal pada kulit bumi yang sifatnya elastis. Pada lipatan terdapat bagian yang turun dinamakan sinklinal dan yang terangkat dinamakan antiklinal.
b) Patahan/Sesar (Faoult)
Patahan adalah kulit bumi yang patah atau retak karena adanya pengaruh tenaga horizontal atau tenaga vertikal pada kulit bumi yang tidak elastis. Bidang yang mengalami keretakan atau patahnya kulit bumi disebut bidang patahan. Bidang patahan yang telah mengalami pergeseran disebut faoult atau sesar. Pergeseran tersebut terjadi secara vertikal atau horizontal.
Macam-macam sesar berdasarkan arah geraknya adalah sebagai berikut.
(1) Sesar Naik dan Sesar Turun
Bidang patahan yang atap sesarnya bergeser turun terhadap alas sesar disebut sesar turun, sedangkan yang atap sesarnya seakan-akan bergerak ke atas disebut sesar naik. Sesar naik disebut sesar sungkup apabila jarak pergeserannya sampai beberapa km dan bagian yang satu menutup bagian yang lain. Contoh sesar di Indonesia adalah sistem patahan di Bukit Barisan (dari Sumatra Utara sampai ke Teluk Semangko di Sumatra Selatan). Daerah patahan ini dikenal dengan nama zone patahan Semangko.
(2) Graben dan Horst
Graben/slenk adalah sebuah jalur batuan yang terletak di antara dua bidang sesar yang hampir sejajar, sempit, dan panjang. Bagian yang meninggi atau muncul terhadap daerah sekitarnya disebut horst. Step faulting ialah sesar bentuk tangga.
(3) Sesar Mendatar
Sesar mendatar adalah sesar yang tegak lurus dan bergeser secara horizontal walaupun ada sedikit gerak vertikal. Sesar jenis ini umumnya ditemui di daerah-daerah yang mengalami perlipatan dan pensesaran naik. Sesar mendatar yang ukurannya besar terdapat di San Andreas (California), Filipina, dan Taiwan. Di Indonesia, sesar mendatar terdapat dalam lapisan neogen muda di daerah Kefamenanu, Timor.

Tugas Analisis Lanskap Minggu ke-1 Landform

5 March 2018
Comments Off on Tugas Analisis Lanskap Minggu ke-1 Landform

BENTUK LAHAN DAN GEOMORFOLOGI KECAMATAN TIRTOYUDO, MALANG

Kecamatan Tirtoyudo merupakan kecamatan yang masuk dalam wilayah Kabupaten Malang. Tirtoyudo terletak dibagian timur kota Malang Provinsi Jawa Timur, dengan luasan 162,42 km² (5,45% luas Kabupaten Malang). Secara geografik kecamatan Tirtoyudo terletak pada 112°20’55″ – 112°51’45″ BT dan 8°21’22″ – 8°86’57″ LS. Terdapat DAS Tundo didaerah Tirtoyudo. DAS Tundo ini berada di wilayah pegunungan vulkanik yang mengelilinginya, yaitu: Gunung Kukusan, gunung Kitiran, gunung Bagong dan gunung Semeru.
Informasi Geologi diperoleh dari Peta Geologi skala 1:100,000 Lembar Turen (Sujanto et.al., 1992). Secara umum tanah yang berkembang di wilayah Tirtoyudo berkembang dari bahan vulkanik hasil gunung api, yang dipengaruhi oleh Gunung Kukusan, gunung Kitiran, gunung Bagong disekelilingnya dan Semeru/Mahameru di bagian utara. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Turen (Sujanto et.al., 1992), formasi geologi yang dijumpai di kawasan Tirtoyudo yaitu Tmw (Formasi Wuni) berupa breksi dan lava andesit-basal, breksi tuf, breksi lahar, dan tuf pasiran. Sebaran masing-masing formasi disajikan pada Gambar diatas.
Kondisi Landform
Kondisi geologi dan proses pembentukan lahan menghasilkan bentuk lahan yang dipengaruhi oleh proses vulkanisme. Berdasarkan topografinya, bentuk lahan di wilayah Tirtoyudo yaitu Perbukitan dan dataran rendah dimana, berdasarkan posisinya pada suatu lereng dan kemiringan lerengnya, masih dapat dibagi lagi menjadi berbagai macam bentuk lahan. Sistem dataran dijumpai di bagian tengah, merupakan dataran vulkanik antar pegunungan yang terbentuk oleh berbagai bahan hasil letusan dan atau sedimentasi hasil erosi dan atau longsor dari kawasan perbukitan/ pegunungan di atasnya.

Hello world!

14 February 2018

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!