Tugas Capacity planning PT. Bintang Toedjoe (Extra joss)

Rino Ardianto (115100600111023) dan Bayu Saputra (115100607111017)

TEP/Teknik Bioproses Kelas H

Capacity planning PT. Bintang Toedjoe (Extra joss)

            Extra joss merupakan salah satu minuman berenergi produksi PT. Bintang Toedjoe dan diluncurkan pada tahun 1994 dan merupakan Industri pertama yang membuat terobosan produk minuman berenergi dengan bentuk serbuk. Dengan berbentuk serbuk maka dapat menekan biaya untuk produksi seperti botol hingga system sterilisasinya dan menggantinya dengan menggunakan sachet yang tentu saja lebih ekonomis dari pada biaya produksi dengan menggunakan kemasan botol. Dengan begitu harga jualnya pun lebih rendah dan menembus pasar menengah kebawah. Dengan keunggulan itu, extra joss mampu menjadi leader market. Walaupun beberapa tahun terakhir, telah bermunculan beberapa pesaing besar seperti kuku bima energi yang diproduksi oleh PT Sido Muncul dan Hemaviton jreng produksi PT.Tempo Scan Pacifik Tbk. Extra joss tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai leader market. Salah satu factor penting mengapa extra joss mampu menjaga posisinya adalah karena extra joss memiliki manajemen kapasitas yang sangat baik.

Sebuah industri yang ingin berkembang harus berani mengambil sebuah keputusan tentang kapasitas planning yang akan dilakukan. Untuk memenuhi suatu permintaan dari konsumen, PT Bintang Toedjoe harus bisa memperkirakan kapasitas produknya agar tetap terus terjual di pasaran. Pentingnya manajemen permintaan dalam kapasitas adalah mencegah terjadinya kelebihan permintaan atau kelebihan kapasitas. Ketika terjadi kelebihan permintaan dan industri tidak mampu melayani, maka industri akan kehilangan kesempatan sedangkan jika terjadi kelebihan kapasitas maka industri akan mengalami kerugian karena hasil produksinya yang tak terpakai. Maka dari itu perlu dilakukan beberapa solusi untuk menyesuaikan tingkat kapasitas dan memenuhi berbagai jenis permintaan.

Production Planning dalam kapasitas dilakukan untuk memperkirakan sejauh mana fasilitas, peralatan, tenaga kerja, infrastruktur, dan aset lainnya tersedia bagi perusahaan tertentu untuk menghasilkan output bagi pelanggannya. Beberapa hal yang menururt kami perlu diperhatikan dalam perencanaan produksi adalah bagaimana cara meminimalkan biaya dan memaksimalkan laba, meminimalkan investasi inventaris, meminimalkan perubahan dalam tingkat tenaga kerja, memaksimalkan pemanfaatan pabrik, dan menigkatkan hubungan dengan organisasi yang mendukung infrastruktur untuk memenuhi kapasitas, dalam hal ini bisa berupa pemesanan bahan baku, pengiriman hasil produksi, pengiklanan, termasuk juga dengan bekerja sama dengan industri lain seperti yang pernah dilakukan dengan coca cola dan membuat minuman extra joss strike, hal seperti ini selain memberikan nilai plus karena differensiasinya sehingga permintaan naik juga akan membantu meningkatkan kapasitas. Setelah itu perlu melakukan Resource Planning. Perencanaan sumber daya, ini merupakan faktor penting dikarenakan sumber daya menentukan produktivitas tersebut baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Sejumlah sumber daya mempengaruhi aksesibilitas, di antaranya sumber daya manusia perlu ditingkatkan kapabilitasnya jika perlu ditambah untuk suatu perencanaan jangka panjang, mesin produksi, bangunan juga factor yang sangat penting baik untuk tempat proses produksi maupun tempat penyimpanan sementara, dan infrastruktur lainnya, serta layanan pelengkap. Perencanaan sumber daya akan berhubungan dengan perencanaan produksi.

Kemudian perlu membuat Master production scheduling. Ini perlu dilakukan untuk menyajikan produk sesuai rencana, waktu produksinya, dan sumber-sumber daya yang dipakai pada periode tertentu. Jadwal dibuat tentu saja dengan memperhatikan kapasitas yang tersedia. Setelah membuat jadwal perencanaan, kemudian membuat sebuah rencana kasaran kapasitas. Dalam hal ini PT Bintang Toedjoe akan mengolah kembali data sebelumnya yang telah masuk ke jadwal induk produksi yang kemudian akan dibuat perencanaan sebelum dilakukannya produksi. Perencanaan kasaran ini dibuat lebih mendetail, dari proses pembelian bahan baku, proses produksi, proses pengemasan, hingga proses pemasaran.

Kemudian setelah itu diperlukan perencanaan material. Berdasarkan data yang didapat pada jadwal yang sudah dibuat, selanjutnya akan dilakukan perencanaan kebutuhan bahan baku dalam mengolah produk Extra Joss. Ketika permintaan meningkat, maka industry pun harus meningkatkan kebutuhan akan bahan bakunya untuk memenuhi permintaan tersebut. Ini bisa dilakukan dengan menjalin hubungan baru dengan industri-industri lain, baik itu bahan baku kimia, organic, maupun bahan baku untuk pengemasanya untuk memenuhi kebutuhan. Dimana setiap jenis produk memiliki kriteria kebutuhan bahan baku yang berberda beda tergantung daripada perencenaan kapasitas produk, baik itu perencanaan dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu yang panjang. Hal ini akan berakibat pada meningkatnya sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi extra joss, menambah atau memperbaiki sumber daya  agar tidak mengalami kelebihan permintaan.

Untuk beberapa event PT Bintang Toedjoe akan melakukan suatu perencanaan jangka pendek. Saat sedang musim piala dunia misalnya, PT Bintang Toedjoe biasanya gencar melakukan pengiklanan extra joss dengan berbagai resep kombinasi. Selain hal itu, dilakukan juga modifikasi produk dengan mendesain produk baru dikarenakan kebutuhan promosi. Diferensiasi inilah yang membuat naiknya permintaan. Tentu saja PT Bintang Toedjoe tidak akan membiarkan permintaan tidak dipenuhi karena akan menjatuhkan nama perusahaan, maka dari itu PT Bintang Toedjoe selalu melakukan perbaikan dalam manajemen. Sehingga PT Bintang Toedjoe harus menyusun perencanaan kapasitas jangka pendek. Menyusun perencanaan produksi jangka pendek tentu saja akan sangat berbeda dengan perencanaan jangka panjang. Beberapa teknik yang dilakukan untuk jangka panjang tidak akan sempat dilakukan saat perencanaan jangka pendek atau dapat dikatakan strategi perencanaan jangka pedek bersifat terbatas.

Dalam keadaan ini keperluan akan bahan baku akan meningkat dan menjadi sangat krusial karena pesaing juga biasanya tidak mau kalah dan melakukan suatu strategi yang hampir sama sehingga PT Bintang Toedjoe harus mencari alternative lain untul mencari bahan baku tambahan ditempat lain untuk meningkatkan kapasitas produksinya nanti dan mampu memenuhi permintaan. Untuk proses produksinya, Karena strategi ini bersifat jangka pendek maka tidak mungkin menambah tenaga kerja maupun mesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi, hal ini karena penambahan tenaga kerja dan mesin yang hanya bersifat sementara akan mengakibatkan sebuah kerugian ketika event selesai maka permintaan akan kembali normal sehingga tenaga kerja dan mesin tambahan akan tak terpakai. Mungkin untuk tenaga kerja dapat diakali dengan menggunakan system kontrak, tetapi untuk mesin kami rasa akan susah untuk diakali. Maka dari itu perlu planning lain, salah satunya dengan menggunakan system lembur, dimana pekerja yang sudah ada, akan di manfaatkan untuk memproduksi lebih setiap harinya. Sehingga pada kurun waktu tertentu kapasitas telah memenuhi kebutuhan dan permintaan sesuai dengan perencanaan sebelumnya.

Ketika semua perencanaan kapasitas sudah dilakukan maka diperlukan sebuah simulasi, dimana pengiklanan dilakukan terlebih dahulu untuk menarik minat konsumen kemudian PT Bintang Toedjoe mencoba mengontrol distribus produknya perlahan dan terus ditingkatkan setiap harinya hingga titik tertentu sesuai dengan perencanaan. Nah dari situ akan dapat di analisis kesesuaian antara permintaan dan kapasitas produksi. Sehingga bisa dilakukan perbaikan jika terjadi diluar perencanaan dan harus dilakukan perbaikan perencanaan. Dan jika sudah sesuai dengan perencanaan awal maka dilanjutkan pendistribusian sesuai rencana yang telah dibuat.

Untu soft copy bisa diunduh disini Capacity planning Extra joss

Posted in Task by Rino Ardianto at April 8th, 2013.

Leave a Reply

CAPTCHA Image
*