Comments Off on Standar Taman di Dunia

Standar Taman di Dunia

2010
11.02

Taman

Taman adalah sebidang lahan berpagar yang digunakan untuk mendapatkan kesenangan, kegembiraan, dan kenyamanan (Lauria, 1986 : 9). Kriteria taman termasuk taman buatan (artificial) yang berupa taman aktif dan taman pasif. Taman aktif adalah taman yang di dalamnya dibangun suatu kegiatan pemakai taman, sehingga pemakai taman secara aktif menggunakan fasilitas di dalamnya. Sedangkan yang dimaksud taman pasif adalah taman yang hanya berfungsi untuk pemandangan yang hanya dinikmati mata saja. Dapat juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau atau daerah serapan air.

Saat ini memang belum ada standar luas lahan terbuka hijau bagi suatu daerah atau kota, kecuali luas taman. Itu pun tidak baku dan tidak bersifat universal. Menilik dari negara tetangga kita di Malaysia, ditetapkan bahwa standar pemenuhan kebutuhan tamannya adalah 1,9 m2/orang, sementara di Jepang minimal 5 m2/orang. Untuk Indonesia berapa luasan taman ideal di sebuah kota tampaknya belum ada patokan.

Memang luas taman ideal sulit dalam penentuannya, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti letak geografis dan topografis, tingkat kesejahteraan dan budaya masyarakatnya. Namun mengingat betapa pentingnya fungsi taman kota, maka tentunya harus selalu diupayakan.


Multi Fungsi taman kota

Di beberapa kota di dunia, secara universal sebuah taman kota mempunyai standar fungsi yang banyak (multi fungsi ) baik berkaitan dengan fungsi hidroorologis, ekologi, kesehatan, estetika dan rekreasi. Read the rest of this entry »

Comments Off on Dinginnya Malang di Malabar

Dinginnya Malang di Malabar

2010
11.01

jalan di tengah tamanMalang saat ini mulai kehilangan ciri khasnya sebagai kota yang adem. Hal ini terjadi seiring dengan berkembangnya kota Malang sebagai kota pendidikan, menjadikan kondisi dan keadaan di Malang menjadi semakin panas, sangat berbeda dengan 10 tahun yang lalu. Banyaknya manusia yang menghuni kota Malang dari berbagai wilayah di Indonesia, dan juga aktivitas transportasi (sepeda motor, mobil dsb), serta alih fungsi lahan –lahan yang dulunya sebagai lahan resapan air menjadi pusat-pusat perbelanjaan seperti MATOS dan MOG dan juga sarana pendidikan, membuat kota ini kehilangan kesejukannya.

Desain Taman

Malabar merupakan sebuah taman kota yang dibangun oleh pemerintahan kota Malang sebagai salah satu daerah resapan air dan juga berfungsi sebagai paru-paru kota. Taman ini terletak di jalan Malabar dengan luas kurang lebih 16.718 m2. Uniknya, jika memasuki hutan mini ini didalamnya kita akan mememukan sebuah sumber air yang cukup luas. Sumber air ini konon dulunya merupakan sumber air yang diperuntukkan untuk mengairi taman di seluruh kota Malang.

Memasuki kawasan hutan ini, pengunjung akan disambut dengan hawa dingin yang sejuk, sepi dan tenang. Hutan ini sangat cocok untuk refresing, menjernihkan pikiran dan untuk sejenak beristirahat menghirup udara segar guna menyegarkan pikiran dari aktifitas kerja ataupun kuliah.

Di dalam taman ini terdapat bermacam-macam pohon dari golongan cemara, belimbing dan beberapa pohon-pohon yang besar dan rindang. Terdapat jalan setapak didalam taman dengan pusat sebuah bunderan taman, jalan agaknya sengaja tidak disemen karena fungsi taman awalnya merupakan daerah resapan air.

Taman ini didominai dengan alemen alami dengan berbagai macam pepohonan. Namun penataan didalam taman agaknya kurang mendapat perhatian dan jarang mendapat perawatan yang intens. Hal ini membuat hutan kota Malabar ini jarang dikunjungi, karena tempatnya yang memang kurang menarik. Penataan jalan setapak didalam taman juga tampaknya kurang diperhatikan dengan beberapa jalan yang sempit dan adanya lampu-lampu jalan yang tepat berada di tengah jalan yang dapat mengganggu kenyamanan pejalan kaki di dalam taman. Selain itu di sisi-sisi taman, tepatnya yang berdekatan di jalan raya berjejer-jejer warung makan yang kurang tertata rapi sehingga juga mengganggu pandangan.

Aktifitas Pengunjung

  • Pagi

Aktifitas pengunjung di taman Malabar pada pagi hari tidak ada yang terlalu menarik. Di pagi hari kita hanya akan melihat beberapa tukang bersih-bersih taman yang memebersihkan areal taman sekitar. Serta terdapat juga pengolahan sampah organic untuk dijadikan pupuk. Sehingga terkadang menimbulkan bau yang tidak sedap.

  • Siang

Pada siang hari terdapat beberapa pengunjung yang mengunjungi taman, namun tidaklah terlalu ramai. Rata-rata dari mereka adalah anak-anak muda yang ingin bersantai atau berfoto-foto di dalam taman. Adapun pengunjung lainnya, namun mereka lebih untuk menikmati makanan yang disediakan di warung – warung sekitar taman, daripada jalan-jalan di dalam taman itu sendiri.

  • Sore dan malam

Pada sore dan malam hari, hamper tidak ada aktifitas pengunjung. Karena Malabar pada malam hari terkesan angker. Adapun satu dua orang pengunjung yang dating, justru orang-orang yang terkadang dating tidak untuk menikmati dinginnya Malabar di Malang hari, nmaun justru melakukan aktifitas yang tidak jelas / mesum…

Dengan perhatian yang lebih dan penataan yang intens, mulai dari pentaan jalan di dalam taman untuk berbagai kalangan pengguna, tempat duduk – duduk dan warung-warung yang ditata lebih menarik, yakin bahwa taman ini akan ramai pengunjung dan bermanfaat tidak hanya sebagai daerah resapan air, namun juga sebagai sarana peristirahatan dan edukasi. Dan untuk kedepannya, hutan – hutan mini seperti Malabar ini perlu dikembangkan dan dilestarikan kembali, yang setidaknya kita dapat merasakan keademan Malang lagi….

Hello world!

2010
11.01

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!