RSS
 

faktor edafik DPT

07 May

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Suatu tanah yang baik oleh berbagai sifat dapat dengan muda dikenali, yaitu (1) drainase yang baik, (2) segera meresap hujan lebat tanpa aliran permukaan yang besar ,(3) mampu menyimpan air selama musim kering, (4) mempunyai bongkah tanpa lapisan, (5) tahan terhadap erosi, dan (6) kehilangan hara kecil dan lainnya. Bahkan tak jarang pula petani ayau penggarap meninggalkan lahannya begitu saja akibat tidak dapat lagi ditanami.

Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi akan membentuk struktur komunitas yang sangat kompleks sehingga keragaman biota tanah akan tinggi. Semakin keragaman biota dalam tanah akan menyebabkan keseimbangan ekosistem baik di atas tanah maupun didalam tanah sendiri.

Upaya menjadikan tanah agar memenuhi criteria di atas dapat dilakukan memalui pengolahan lahan secara praktis dengan mengoptimalkan proses-proses seperti dijumpai pada tanah alami.  Dan pengaruh bahan organic terhadap sifat fisik-kimia sangat penting artinya untuk mengontrol pengmbilan unsure hara oleh tanaman dan sifat retensi unsu-unsur hara dalam tanah serta mempengruhi pengaruh beracun pada tanah-tanah yang bereaksi masam. Pada laporan ini membahas tentang indikator tanah yang sehat dan pengendalian Organisme Penganggu Tanaman melalui faktor edafik.

1.2 Tujuan

  • Untuk mengetahui keragaman serangga tanah yang mendapat input bahan organik tinggi dan tanah konvensional
  • Untuk mengetahui ciri indikator tanah yang sehat meliputi fisik,biologi, dan kimia
  • Untuk mengendalikan OPT melalui faktor edafik

 

 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

                                               

2.1 Ciri Indikator Tanah Yang Sehat 

Dari segi fisik:
a. Drainase baik,tidak mengeras sesuai panen
b. Cepat menyerap hujan
c. Mampu menyimpan air selama musim kering
d. Memupunyai bongkah-bongkah tanpa lapisan cadas (hardpan)
e. Tahan terhadap erosi
f. Subur dan member aroma yang khas

  1. Tanah dikatakan subur secara fisik jika tanah tersebut mampu menahan aliran air dan menyimpan air di dalam tanah untuk memperkuat pertumbuhan akar tanaman
  2.  Metode yang paling bagus untuk mempertahankan kesuburan fisik tanah adalah dengan mengurangi pengikisan tanah dan menambah bahan organik pembentuknya.
    (Anonymous ,2011)

Dari segi biologi
a. Menunjang kehidupan jasad penghuni tanah
b. Populasi organisme parasit di dalam tanah rendah.
c. Populasi organisme yang menguntungkan tinggi.
d. Gangguan tumbuhan pengganggu rendah

  1. kimia dilihat dari banyaknya cacing tanah yang hidup di dalamnya. Aktivitas biologi dari tanaman atau tumbuhan yang hidup di dalam tanah sangat penting untuk mengubah residu menjadi humus.
  2. Cara untuk meningkatkan kesuburan biologi tanah adalah dengan menghindari terjadinya pengikisan tanah dan memperbanyak residu tanaman pada permukaan tanah.

(Anonymous,2011)

Dari segi Kimia
a. Tidak butuh banyak pupuk untuk bereproduksi tinggi
b. Nutrisi untuk pertumbuhan tanaman cukup tersedia.
c. Memiliki pH 6,7-7
d. Punya garam-garam dalam jumlah banyak sebagai bahan makanan dan           tumbuhan

e. Tanah dikatakan subur secara kimia jika tanah tersebut mampu menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan tanaman

(Anonymous,2011)

 

2.2  Pengendalian OPT Melalui Faktor Edafik

  1. Penambahan bahan organik
    Banyak tanaman yang telah diketahui memberikan pengaruh menghambat kemampuan nematode parasit menginfeksi tanaman. Ada sekitar 150 jenis tanaman yang dapat bersifat nematisida yang umumnya diaplikasikan ke tanah sebagai bahan organic. Contohnya ; nimbi,kacang tanah,azolla,mangga
  2.  Tanaman Penutup Tanah
    Tanaman penutup tanah tumbuh di bawah tanaman utama. Dan tetap tumbuh walaupun tanaman utama tidak ada. Tanaman penutup tanah masuk ke dalam tanah dan menjadikan pupuk hijau. Selain itu tanaman penutup tanah dapat meningkatkan bahan organic tanah, meningkatkan aktifitas mikroba,dan menekan penyakit tanaman.
  3. Rotasi Tanaman
    Rotasi tanaman dapat menurunkan populasi pathogen. Rotasi tanaman pada dasarnya akan mempengaruhi organisme yang di rizosfir. Rotasi tanaman juga akan mempengaruhi yang ada di rizofir, yang akan mempengaruhi akar tanaman dan produksi tanaman. Rotasi tanaman berarti mengolah beberapa pathogen akar dan organisme yang menguntungkan, termasuk agens control.
  4. Solarisasi Tanah
    Solarisasi tanah adalah suatu metode pasteurisasa efektif untuk menekan banyak spesies nematode. Tetapi metode ini efektif bila cukup cahaya matahari pada musim panas. Tanah diberi plastic transparan selama 6=
    -8 minggu. Panas matahari akan diperangkap oleh plastic, sehingga menaikkan temperature tanah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan Dari Sample Tanah Hingga Identifikasi spesimen
Alat:

  1. 1 baskom kecil, untuk wadah deterjen
  2.  Kamera digital untuk dokumentasi
  3. Cetok, untuk mengambil sampel tanah
  4. Keresek hitam, wadah untuk sampel tanah
  5. Corong berlese, untuk menyaring dan mendapatkan organisme dalam tanah
  6.  Lampu,(memanaskan) membuat kondisi panas pada corong berlense
  7. Cawan patri, untuk tempat serangga / mikroorganisme yang didapat dan akan diidentifikasi.
  8.  Buku KDS, untuk mengidentifikasi
  9. Mikroskop binokuler, untuk melihat mikroorganisme dalam tanah yang di dapa.

Bahan:

  1. Deterjen, agar specimen yang didapat tidak bias keluar/menghilang

( menegangkan permukaan)

  1. Air, sebagai pelarut deterjen
  2. Tanah organic, Sampel tanah yang akan diamati

 

3.2 Cara Kerja
siapkan alat dan bahan

Membersihkan bekas tanah pada saringan yang ada pada

Tabung corong berlese

 

Buat larutan sabun (detergent)

Masukkan tanah kedalam corong berlese

Tutup corong

Nyalakan lampu

Biarkan selama 24 jam

 

Amati

Terdapat 2 macam spesimen, yaitu: spesimen kasat mata ( makro) dan Spesimen tidak kasat mata (mikro). Berikut ini cara kerjanya:

1. Untuk spesimen yang kasat mata (makro)

Ambil spesimen yang diamati,tiriskan

Letakkan pada cawan petri

Dokumentasikan

Identifikasi ( KDS / Internet)

2. Untuk specimen yang tidak kasat mata ( mikro)
Ambil  larutan air sabun dan letakkan pada

Cawan petri

Amati dengan mikroskop binokuler

Dokumentasikan

Identifikasikan

 
 

Leave a Reply

 
CAPTCHA Image
*
 
  1. bookmarking

    18 May 2012 at 03:36

    tpD80n I appreciate you sharing this article post. Awesome.