Inilah Suka Duka Pakai Jam Tangan Warisan

Menurut KBBI: Warisan adalah kata dasar dari “Waris” yang memiliki arti orang yang berhak menerima harta pusaka dari orang yang telah meninggal. Biasanya harta pusaka ini bisa berbentuk uang atau materi lainnya. Termasuk Jam Tangan ini, saya sebagai anak dari bapak yang penuh dengan kasih sayang. Saya berhak menerima harta ini yaitu jam tangan yang mana jam tangan ini saya anggap bernilai sebagai warisan yang telah ditinggalkan oleh beliau. Sebenarnya jam tangan ini saya dapatkan bukan langsung dari beliau, tetapi saya dapatkan ini dari kakak saya. Yang kebetulan kakak saya kurang suka melingkarkan jam pada tangannya. Dari sini saya merasa beruntung,karena saya diberi kesempatan untuk merawat jam tangan pemberian bapak yang telah meninggal dunia 4 tahun silam. Berdasarkan data yang saya dapatkan dari ibu, jam tangan ini dibeli oleh bapak saya pada saat beliau sakit/ sedang dirawat. Lambat laun ibu saya juga pernah berkata bahwa jam tangan yang sering saya pakai itu adalah pemberian dari teman dekatnya. Terlepas dari asal-usul jam tangan ini, saya rasa itu tidak terlalu penting. Yang saya tahu adalah ini(read:jamtangan) milik bapak saya, dan yang terpenting lagi adalah bagaimana cara saya menjaga jam tangan ini. Buat kamu yang penasaran bagaimana suka dukanya, yuk simak dibawah ini!

Di awal cerita ini saya akan bercerita beberapa duka dalam menggunakan jam tangan warisan ini. Jam tangan ini saya gunakan ketika saya duduk dibangu SMA sekitar tahun 2013, hampir tiga tahun jam ini menemani saya,tanpa adanya jam lain. Maksudnya saya gak pernah beli sama sekali. Pernah sih pakai jam tangan tapi itu juga dikasih sama temen deket. Dari kesetiaan saya kepada jam ini lah mulai muncul cacian dari temen-temen saya kelas ataupun teman di lingkungan rumah. Mulai dari:

  1. Dibilang Orang Tua

Emang sih, Jam tangan saya ini tergolong jam tangan yang sering digunakan oleh kalangan orang tua. Tapi bukan berarti kalo yang muda pakai jam tangan ini, dianggap sebagai orang tua kan? Bisa aja pemuda ini lagi pengen kelihatan dewasa hehe. Buat saya mendengarkan cacian ini sudah biasa dan mungkin teman teman saya sudah bosan bilang gini terus 😀

  1. Murahan

Buset, ini nih yang paling nyakitin hati wkwk jam saya dibilang murahan. Ya karena saya ini tergolong orang yang suka bercanda jadi banyak tuh temen-temen yang sering ngledekin jam tangan ini. Mereka aja yang belum tahu betapa berharga-nya jam tangan ini bagi saya. Kalau mereka tahu asal muasal ceritanya sih pasti gak bakalan celometan kayak gitu deh.

  1. Jatuh, Langsung Rusak!!

Yang ini bener kejadian nih pas saya lagi ujian. Bayangkan deh, udah terlambat15 menit ditambah vespa lagi mogok. Lengkap sudah penderitaan hari itu, dan dengan adanya insiden jatuhnya jam tangan itu, langsung sekali jatuh rusak!! Rusak disini bukan berarti langsung gak berfungsi ya, rusak di jam saya ini berarti tali rantai pada jam ini langsung copot alias lepas. Pastinya ini gak bisa dipake hari itu juga dong, btw ini sering terjadi loh..

Eh, Selama saya pakai jam tangan dan merawat-nya yang saya dapat juga bukan cacian melainkan saya jugamendapatkan pujian. Dan ini akan saya ceritakan sebagian Suka dalam menggunakanjam tangan warisan ini:

  1. Servis: Cuman itungan Menit

Yang paling favorit tuh ada disini, pas jam tangan lagi rusak atau kehabisan battery. Saya tinggal jalan ke rumah tetangga dan bilang ke pak antok. Udah tinggal nunggu doang langsung dibenerin . cuman nunggu ya sekitar 15 menit gak ada paling juga udah selesai, oh ya selain cepet harganya juga murah loh misal service jam di pak antok ini.

  1. Terkesan Antik

Pujian ini yang paling bikin hati adem, Jam tangan saya ini kata orang termasuk jam tangan yang antik. Kebetulan saya ini suka dengan barang antik misalnya vespa dan barang antik lainnya. Dan ketika saya menggunakan seragam SMA dilingkari jam pada tangan lalu berangkat menggunakan vespa andalan. Disitu, kadang saya merasa pria tertampan di sekolah hihi.

  1. Ditawar Beberapa Orang

Kalo ditanya berapa kali ditawar sama orang? Jangan Tanya ini udah sering, termasuk pak antok tukang service jam ini.  Saya sendiri juga gatau apa sih bagusnya jam ini, padahal di toko kan banyak. Untuk hal ini menurut saya termasuk dalam suka. Soalnya ya secara gak langsung artinya jam tangan yang saya pakai ini masih bagus dan bernilai di mata orang.

Nah buat teman teman yang sering ngledekin jam tangan saya ini, sudah termaafkan kok. Saya juga bukan tipe orang yang pedendam yang selalu membalas semua perlakuan ke diri saya ini eaaa. Untuk perawatan sendiri saya biasanya cuman bersihkan jam tangan setiap habis memakai dengan tissue basah. Kalo bisa tissue basahnya yang tidak mengandung alkohol ya. Dan penyimpanan yang tepat yaitu pada wadah sewaktu kamu beli jam tangan.

Sekian cerita saya dalam merawat dan menggunakan jam tangan warisan ini yang Insya’Allah akan saya jaga terus hingga turun menurun sampai anak cucu saya. Buat kamu yang belum punya jam tangan dan mau buat cerita seperti diatas yuk awali pembelian jam tangan-mu di radatime karena di radatime itu pusatnya deh buat kamu yang sedang cari jam tangan. Mulai dari jam tangan pria, wanita, anak bahkan sampai jam tangan pasangan. Tentunya jam tangan yang ada di radatime ini original dan harganya terjangkau. Tunggu apalagi ? Yuk Meluncur Cek di RADATIME

Begitulah suka-duka dari saya, kalo kamu gimana?