ALUN-ALUN JAMI’  KOTA MALANG

Hari libur tanpa keluarga disisi kita memang menyedihkan bagi kami para mahasiswa yang tak bisa pulang kerumah, Eits,, tapi kami masih bisa berlibur dan bermain bersama teman bahkan pacar(hihihiiii).

Tapi dimana kiranya kami dapat berlibur dengan tanpa biaya(tetap ada biaya angkot sih, hehee)??

Tentu saja taman kota malang atau disebut ALUN-ALUN JAMI’ KOTA MALANG sasaran utama kami. Gratis, sejuk, nyaman untuk bersantai adalah fasilitas yang dapat kami nikmati disana.  Sebenarnya Taman Kota yang baik itu seperti apa sih? Apakah Taman Kota di Malang ini termasuk didalamnya ? lets check it out hahaa..

STANDART TAMAN KOTA

Taman kota adalah…tempat yang sangat penting bagi sebuah kota. Taman kota berfungsi sebagai paru-paru dan jantung kota yang membuat siklus oksigen dan karbondioksida dapat berganti dengan sempurna. Taman kota juga bisa difungsikan sebagai ruang terbuka untuk masyarakat. Biasanya, masyarakat memanfaatkannya sebagai tempat untuk melakukan kegiatan rekreasi, olahraga, dan lainnya sambil menghirup udara segar.

Taman kota memiliki banyak fungsi, baik dari sisi hidrologi, ekologi, estetika dan rekreasi

Taman kota memiliki banyak komponen hijauseperti rumput dan pepohonan. Pohon dapat membantui dalam penyimpanan air hasil prestipitasi (hujan). Akar pohon akan menyerap air dan menyimpannya didalam tanah sebagai air tanah dan air bawah tanah. Sehingga dapat menggurangi limpasan air permukaan (run off) dan dapat mengurangi bahaya banjir. Dapat diperkirakan bahwa setiap hektar ruang terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per tahun. Dengan adanya hal tersebut, maka penduduk tidak akan mengalami kekeringan pada waktu musim kemarau. Asiik ga perlu beli air lagi donk..

Taman kota mempunyai fungsi kesehatan. Taman yang penuh dengan pohon sebagai paru-paru kota . Peran pepohonan yang tidak dapat digantikan berkaitan dengan penyediaan oksigen bagi kehidupan manusia. Setiap satu hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk konsumsi 1.500 penduduk perhari, membuat dapat bernafas dengan lega. Bagaimana apbila di suatu kota tidak ada pohon sama sekali ??? ga ada kehidupan kali ya kaya planet mars! Heheee.

Taman kota mempunyai fungsi ekologis, yaitu sebagai penjaga kualitas lingkungan kota. Warna warni  taman dengan banyaknya buah dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung-burung untuk berkembang. Kicauan burung dipagi dan sore akan terdengar lagi, indah sekali.

Taman dapat juga sebagai tempat berolah raga dan rekreasi yang mempunyai nilai sosial, ekonomi, dan edukatif. Kehijauan dan kesejukan taman menyediakan kenyamanan dalam melakukan berbgai aktifitas. Masyarakat dapat berolahraga, joging setiap pagi dan sore, anak-anak bisa beermain setiap waktu. Ramainya pengunjung mengundang pedagang untuk menjual berbagai barang dagangannya, seperti penjual makanan, mainan anak-anak bahkan topeng monyet sebagai hiburan sederhana.

Dengan terpelihara dan tertatanya taman kota dengan baik akan meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan, sehingga akan memiliki nilai estetika. Taman kota yang indah, dapat juga digunakan warga setempat untuk memperoleh sarana rekreasi dan tempat anak-anak bermain dan belajar. Bahkan taman kota indah dapat mempunyai daya tarik dan nilai jual bagi pengunjung. Sehingga dapat menarik para wisatawan untuk mengunjungi taman kota.

Unsur utama taman kota adalah..VEGETASI, seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa taman kota merupakan hamparan hijau yang memiliki berbagai fungsi seperti fungsi hidrologi, ekologi, estetika, dan rekreasi. Maka vegetasi tersebut termasuk Pepohonan, yakni Tanaman kayu keras dan tumbuh tegak, berukuran besar dengan percabangan yang kokoh. Seperti pohon tua yang berumur ratusan tahun pada areal hijau alun-alun jami’ kota Malang. Selain itu terdapat tanaman Perdu yang menyerupai pohon, tetapi berukuran kecil, batang cukup berkayu tetapi kurang tegak dan kurang kokoh. Seperti pohon bunga sepatu pada areal hijau alun-alun jami’.

Dibawah tingkat tanaman pohon, terdapat tanaman Semak yang merupakan jenis tanaman berukuran agak kecil dan rendah, tumbuhnya melebar atau merambat. Selain tanaman semak, dapat juga dengan menggunakan Tanaman penutup tanah, yaitu tanaman yang mempunyai rumput lebih tinggi, berdaun dan berbunga indah. Rumput juga sering digunakan sebagai unsure vegetasi pada tamanyang merupakan jenis tanaman pengalas, yaitu tanaman yang  berada persis diatas tanah seperti rumput jepang pada alun-alun jami’ kota Malang.

vegetasi dan fauna

(gambar. Vegetasi dan fauna )

Disamping unsur utama taman kota, terdapat Unsur pelengkap atau pendukung lainnya seperti;

(gambar. Kolam tengah alun-alun)            (gambar. Kolam dengan satu pancuran saat malam minggu)

Kolam yang dibuat dalam rangka menunjang fungsi gedung atau merupakan bagian taman yang memiliki estetika sendiri. Kolam sering dipadukan dengan batuan tebing dengan permainan air yang menambah kesan dinamis. Kolam akan tampil hidup bila ada permainan air didalamnya. Taman dengan kolam akan mampu meningkatan kelembaban lingkungan sehingga dapat berfungsi sebagai penyejuk lingkungan. Sayangnya kolam yang menjadi fasilitas alun-alun hanya dilengkapi dengan beberapa pipa pancuran, tetapi hanya yang berada ditengah yang dapat berfungsi.  Kritikan bagi pemerintah atau penanggung jawab taman yang seharusnya dapat menjaga atau memelihara fasilitas tersebut.

Batuan tidak baik bila diletakkan di tengah taman, sebaiknya diletakkan agak menepi atau pada salah satu sudut taman. Sebagian batu yang terpendam di dalam tanah akan memberi kesan alami dan terlihat menyatu dengan taman dan terlihat lebih indah bila ada penambahan koloni taman pada sela-sela batuan. Hal ini dapat dilihat dari jalanan atau jalan setapak  yang ada di beberapa sudut areal hijau alun-alun jami’ kota malang.

Terdapat Gazebo atau bangunan peneduh (misalnya rumah kecil) di taman yang berfungsi sebagai tempat beristirahat menikmati taman. Sedangkan bangku taman adalah bangku panjang yang disatukan dengan tempat duduknya dan ditempatkan digazebo atau tempat-tempat teduh untuk beristirahat sambil menikmati taman. Bahan pembuatan gazebo atau bangku taman tidak perlu berkesan mewah tetapi lebih ditekankan pada nilai keindahan, kenyamanan dalam suasana santai, akrab, dan tidak resmi. Gazebo atau bangku taman bisa terbuat dari kayu, bambu, besi atau bahan lain yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi taman. Atapnya dapat bermacam-macam, mulai dari genting, ijuk, alang-alang dan bahan lain yang berkesan tahan sederhana. Seperti tempat duduk dengan batu dan semen sebagai bahan dasar pembuatan, dan fiberglass menjadi naungan tempat berteduh atau atap pada area alun-alun jami kota malang.

Jalan setapak atau steppig stone dibuat agar dalam pemeliharaan taman tidak merusak rumput dan tanaman, selain itu jalan setapak berfungsi sebagai unsur variasi elemen penunjang taman. Jalan setapak juga ditemukan pada alun-alun jami’ kota malang dengan batuan yang terpendam sebagai alas hamparan jalan.

Perkerasan pada taman dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam bahan, seperti tegel, paving, aspal, batu bata, dan bahan lainnya. Tujuan perkerasan adalah untuk para pejalan kaki (pedestrian) atau sebagai pembatas. Pada alun-alun jami’ kota malang, perkerasan dapat ditemukan di luar areal ruang hijau dan area parkir.

Elemen pelengkap yang satu ini merupakan elemen utama sebuah taman dan dipergunakan untuk menunjang suasana di malam hari yaitu Lampu Taman . Lampu berfungsi sebagai penerang taman dan sebagai nilai eksentrik pada taman. Lampu taman pada alun-alun jami’ kota malang semakin menambah kesan keindahan(uuh…romantic sekali).

Taman kota  harus mempunyai beberapa standart yang harus diterapkan. Beberapa bangunan yang harus ada pada taman kota :

  • Display Centre (pusat pameran), gedung ini digunakan untuk para masyarakat yang mengadakan pameran. bisa bersifat sosial,ekonoi dan politik
  • Exhibition/Conference Hall (aula konferensi), aula dapat dimanfaatkan untuk tempat pertemuan bahkan dapat disewa untuk tempat privasi, misalkan pesta pernikahan
  • Business Centre (pusat bisnis), pusat bisnis ini di khususkan kepada kegiatan bisnis saja
  • Canteen / Restaurants (tempat makan), kantin harus disediakan untuk pengunjung agar pengunjung betah dan dapat bersantai sambil bersantap makanan
  • Raw Material & Finished Goods sales Outlets (outlet penjualan barang), untuk para pedagang  disediakan tempat atau pasar agar tidak menggangu kegiatan pengunjung lain di lahan hijau
  • Training Institute (tempat olahraga), sesuai dengan fungsinya, maka baiknya disediakan tersendiri lahan untuk berolahraga. misalnya lapangan basket
  • Tempat bermain anak-anak, taman kota tidak hanya dikunjungi oleh orang dewasa melainkan juga anak-anak, maka taman kota harus menyediakan sarana bermain yang aman untuk anak-anak yang berkunjung, seperti playground

POLA ALUN-ALUN KOTA ATAU ALUN-ALUN JAMI’ MALANG

Alun-alun adalah hamparan hijau ruang terbuka untuk public yang terdapat berbagai kegiatan masyarakat didalamnya. Sebenarnya alun- alun menggambarkan cirikhas kota di jawa, pusat pemerintahan, kegiatan spiritual, social, ekonomi dan budaya. Pada awalnya Alun-alun kota Malang menjadi tempat berlatih perang bagi prajurit kerajaan, tempat penyelenggaraan sayembara dan penyampaian titah raja kepada rakyat, pusat perdagangan rakyat, juga hiburan seperti “rampogan” acara yang menarik dan paling mendebarkan yaitu dilepaskannya seekor harimau yang dikelilingi oleh prajurit bersenjata pada masanya dulu. Tetapi fungsi alun-alun berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Alun-alun jami’?? haaahaa, pasti anda bingung mengartikan kata jami’. Ya, Malang memiliki dua alun-alun, diantaranya adalah alun alun jami yang terletak didepan masjid jami’. Oleh karena itu alun-alun ini diberi nama alun-alun jami’. Sedangkan alun-alun yang satunya lagi adalah alun-alun bundar(heehe, lucu ya namanya,emang topi?!bundar??wkwk), konon katanya alun-alun ini sempat diruntuhkan oleh kaum penjajah Belanda, namun Bapak Poklamator Ir.Soekarno kembali membangunnya sebagai identitas kota Malang(terimakasih y pak).

Pola arsitektur alun-alun Malang merupakan poros bagi bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya dan merupakan satu kesatuan yang memiliki hubungan erat, sehingga membentuk struktur tata ruang pusat kota dengan perletakan gedung-gedungnya. Mengenai tata letaknya, alun-alun pada umumnya terletak di pusat kota, lihat saja kota besar lainnya seperti SURABAYA yang bisa menjadi contoh untuk kota-kota yang lain (tentulah.. kota asalku,,hehe). dimana secara garis besar mirip dengan tipologi kota-kota kabupaten di Jawa. Bedanya perletakan bangunan penting – seperti Kantor Kabupaten tidak berhadapan dengan Kantor Asisten Residen (sekarang Kantor KPN). Letak Kantor Asisten Residen tersebut berada di sebelah Selatan alun-alun, sedangkan Kantor Kabupaten terletak di sebelah Timur alun-alun dan tidak menghadap ke alun-alun.).

Dalam kenyataan fisiknya, yang disebut kuta atau negara itu selalu ada hal un-hal un nya, yang kemudian disebut alun-alun yang berupa ruangan terbuka. Ruang terbuka ini berbentuk segi empat atau hampir bujur sangkar, menurut Zoetmulder (1935) merupakan filosofi adanya macapat yang sering dianut orang Jawa sebagai pusat orientasi spasial. Arah empat ini hubungannya dengan empat unsur pembentuk keberadaan bhuwana, yaitu air, bumi, udara, dan api(seperti 4elemen avatar y kawan, hehee..keren!). Dasar pembentuk ini kemudian diturunkan sebagai dasar kategori untuk hal-hal lain, misalnya tata ruang pada kawasan alun-alun.

Alun-alun Malang mempunyai  dua elemen  kawasan utama yang mempunyai ciri khas dan mudah diingat orang, yaitu elemen ruang terbuka dan elemen yang berhubungan dengan nilai estetis ruang.

Pertama-tama kita akan membahas mengenai elemen ruang terbuka dulu ya. Elemen ruang terbuka merupakan suatu ruangan terbuka hijau kota yang pada awalnya hanya berupa pelataran saja, dalam perkembangannya saat ini terdapat pola pertamanan, street furniture, dan penempatan parkir kendaraan di alun-alun yang seolah membatasi gerak manusia dalam ber-interaksi dengan ruang luarnya. Seiring dengan berkembangnya zaman, alun-alun semakin terjepit oleh luapan parkir dari bangunan-bangunan yang ada di sekiling alun-alun.

Elemen yang kedua adalah elemen yang berhubungan dengan nilai estetis ruang. Dalam elemen ini akan dibahas mengenai pola tata ruang dan massa bangunan dan kualitas visual yang berarti makna ruang mempengaruhi fungsi ruang dalam pengaturannya dengan komunikasi perilaku manusia sebagai pemakai ruang.

Kita akan mengulas  tata ruang dan massa bangunan terlebih dahulu. Pola tata ruang kawasan alun-alun tidak terlepas dari kegiatan di sekitar kawasan alun-alun Malang. Jaringan dan sistem sirkulasi kota telah merangsang pusat kegiatan ekonomi di kawasan alun-alun, seperti pertokoan dan perbelanjaan yang mendominasi struktur ruang kawasan. Ruang terbuka alun-alun sebenarnya tidak boleh dijadikan area parkir yang berlebihan. Hal ini dikarenakan massa bangunan harus memiliki keseimbangan dengan ruang luar alun-alun.

Kualitas Visual lingkungan melalui pe-maknaan ruang akan mempengaruhi fungsi ruang dalam pengaturannya dengan perilaku manusia sebagai pemakai ruang. Di kawasan alun- alun Malang, karakter visual lingkungan interaksi diwarnai oleh berbagai bentuk, bangunan dan ruang serta perilaku manusianya.

Kejelasan bentuk bangunan akan memperkuat kejelasan terhadap kehadiran suatu tempat. Keterpaduan visual dan fasad akan memberikan citra pemakai terhadap karakter visual. Kejelasan tata guna dan pengaturan tata bangunan terhadap ruang-ruang luar serta jaringan akan memudahkan masyarakat pemakai mengenali kawasan dan kejelasan arah yang akan dituju. Hal ini berkaitan langsung terhadap kehadiran massa bangunan yang ada di kawasan alun-alun Malang.

LINGKUNGAN SEKITAR ALUN-ALUN

Kawasan Alun-alun merupakan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Malang atau sebagai Civic Center. Fungsi sebagai pusat pemerintahan dapat terlihat di sebelah timur Alun-alun terdapat Kantor Pemerintah Kabupaten Malang. Bangunan-bangunan kuno dalam gaya Kolonial maupun Tradisional menjadikan kawasan Alun-alun memiliki karakter. Selain gedung pemerintahan terdapat gedung perkantoran seperti Bank Mandiri, kantor pos, hotel dan berbagai gedung perkantoran lainnya. Selain gedung tersebut, terdapat Sarana pendidikan yang berada disekitar kawasan alun-alun, SD KAUMAN terdapat di sebelah utara alun-alun. Berada persis disebelah Hotel Pelangi.

Terdapat berbagai pusat perbelanjaan dan pertokoan disekitar kawasan Alun-alun, disebelah timur laut terdapat Mall alun-alun, biasa disebut Mall Ramayana yang ramai dikunjungi masyarakat, Mall Sarinah, Mitra, Plaza Gadjah Mada, dan Malang plaza untuk anda yang berminat  berburu berbagai macam produk handphone.

(gambar. Mall Alun-alun )                             (gambar. Mall sarinah)

Kawasan alun-alun tidak terlepas dengan nuansa spiritual. Terdapat Masjid  jami sebagai sarana ibadah kaum Muslim. Tidak jarang kaum Muslim yang sedang berkunjung di alun-alun sengaja menghabiskan waktunya seharian disana dan beribadah solat di Masjid jami Malang(buat kita-kita para kaum muslim, ga bakalan bingung cari tempat solat kan,, ). Alun-alun juga berfungsi sebagai sarana pendukung beribadah, seperti misalnya sewaktu hari raya kaum Muslim (Idul Fitri dan Idul Adha), alun-alun juga difungsikan untuk tempat sholat., karena Masjid tidak cukup menampung jamaah yang akan menunaikan sholat hari raya. Selain masjid terdapat gereja sebagai tempat beribadah kaum Nasrani.

(gambar. Masjid Jami’)                                    (gambar.gereja)

Selain kantor pemerintahan, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan tempat ibadah, Alun-alun Jami’ dilengkapi dengan pos keamanan dan ketertiban. Seperti yang tampak pada gambar dibawah ini,. Posko keamanan dan ketertiban berada tepat di salah satu sudut kawasan alun-alun Jami’ Malang.  Tidak hanya posko keamanan dan ketertiban saja, pos polisi juga turut melengkapi dan mendukung penjagaan keamanan kawasan Alun-alun Jami’ dan sekitarnya. Terdapat dua pos polisi disekitar alun-alun salah satunya berada tepat diseberang gereja, dan satu yang lain berada di perempatan dekat pertokoan Mitra. Wuah..ga usah ragu deh buat jalan-jalan d Alun-Alun,,pasti aman!!!uhuyy..

(gambar.posko keamanan dan ketertiban.mobil dinas kamtib di kawasan alun-alun)

Aktivitas pengunjung Alun-Alun Jami’ Kota Malang

Dengan berbagai fasilitas dan sarana yang ada di alun-alun, ga sedikit masyarakat kota Malang bahkan luar kota Malang yang sengaja memilih tempat ini untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang menikmati liburan. Salah satunya Mas Inu, dia bersama teman wanitanya memilih untuk berlibur di Alun-alun Jami’ kota Malang (iiihiiir ..pacaran nih! hehehee). “lebih enak di alun-alun mbak, gratis, nyaman dan ga jauh dari rumah”.katanya. Alun-alun Jami’ kota Malang juga dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat dinikmati pengunjung. Seperti bangku-bangku sederhana yang disediakan untuk bersantai, toilet umum (hati-hati buat anda yang udah kebelet, hehe.. toilet nya baauuuuuuuuuuuuuuuu ). Banyaknya pengunjung mengundang berbagai pedagang untuk berjualan di Alun-alun Jami’ Kota Malang. Mulai dari pedagang makanan, minuman, mainan anak, sampai peralatan rumah tangga, apalagi malam minggu, udah kaya pasar malem aja deh, hehheee.

(gambar saya dan pedagang makanan tahu petis. Pedagang es puter dan pengunjung bersantai)

Waktu berkunjung Weekend Hari biasa
Pagi
  • Pengunjung sepi
  • Berolahraga, bermain
  • Orang dewasa, keluarga
  • Sangat sepi,hanya lewat saja
  • Berolahraga, hanya lewat
  • Orang dewasa
Siang-Sore
  • Ramai,semakin ramai pada sore hari
  • Bermain,refreshing,bersantai
  • Orang dewasa, remaja, anak-anak dan keluarga
  • Tidak begitu ramai
  • Refreshing,bersantai
  • Orang dewasa, remaja, anak-anak dan keluarga
Malam
  • Sangat ramai
  • Bermain,refreshing,bersantai
  • Orang dewasa, remaja, anak-anak dan keluarga
  • Sedikit ramai, ramai
  • Refreshing,bersantai
  • Orang dewasa, remaja, anak-anak dan keluarga

Alun-alun Jami’ memang ramai dikunjungi masyarakat, tetapi pada waku-waktu tertentu seperti weekend dan malam hari. Biasanya pada pagi hari hanya terlihat beberapa orang dewasa bahkan manula yang berolahraga dan sedikit keluarga yang mengajak anak-anaknya bermain dan bersantai. Hal ini mungkin dapat disebabkan karena banyaknya kegiatan masyarakat pada pagi hari mulai dari bekerja, sekolah dan lain sebagainya.

Ketika hari sudah siang dan menjelang sore, pedagang mulai berdatangan untuk mengadu nasib dengan menawarkan barang dagangannya. Ramainya pedagang diikuti oleh para pengunjung yang mulai berdatangan untuk bersantai, menikmati kesejukan dan kehijauan alam alun-alun jami’ malang. Pengunjung yang datang berasal dari semua kalangan, baik dari orang dewasa, anak-anak, remaja, bahkan orang tua juga turut meramaikan alun-alun, apalagi pada hari Sabtu dan Minggu atau Weekend.

Biasanya keluarga yang membawa anak-anaknya untuk bermain di alun-alun menikmati tontonan topeng monyet, seperti kata Lili seorang balita yang berumur 4 tahun, “ndelok tandak bedhes nang alon-alon(melihat topeng monyet d alun-alun)” tandasnya sambil makan es cream. Lili pergi ke Alun-alun bersama keluarganya setelah mengantarkan ibunya berbelanja di plaza Gadjah Mada dan makan disalah satu restoran siap saji di kawasan alun-alun. Memang banyak keluarga yang mengajak anaknya untuk menonton topeng monyet di alun-alun. Topeng monyet menjadi salah satu daya tarik pengunjung, hal ini dikarenakan biaya saweran (biaya tontonan) yang bersifat sukarela dan tontonan topeng monyet ini sudah jarang ditemukan lagi di kawasan pemukiman. Musisi jalanan topeng monyet tidak menentukan tariff untuk membayar aksi monyetnya, kebanyakan pengunjung hanya memberi limaratus hingga seribu rupiah saja.

(gambar.penonton topeng monyt, atraksi topeng monyet.Lili dan kakaknya nonton juga)

Aktivitas selain menonton atraksi topeng monyet adalah bermain, banyak anak-yang bermain di kawasan hijau alun-alun. Seperti yang saya temui kemarin pada hari sabtu tanggal 30 bulan Oktober 2010(hehee..lengkap yee..). Anak-anak bermain bola bersama teman temannya sepulang sekolah tanpa ganti baju seragam! Ya ampun…ga patut dicontoh! Ingat kata mama pulang sekolah harus langsung pulang kerumah, ganti baju,bersih diri baru deh main. Bener kann???. Bermain bola dikawasan yang sudah ramai pedagang dan pengunjung seperti ini harus berhati-hati. Kalo tidak, akan seperti anak-anak tersebut. Karena ke-asyikan menggiring bola dan tidak berhati-hati, salah satu dari mereka menabrak salah satu tukang dagang cilok , hingga gerobaknya roboh. Hal ini seharusnya tidak boleh terjadi bukan ??. saya pikir anak-anak tersebut harusya bermain di kawasan hijau rumput jepang yang sepi dari areal pedagang, bukan di tanah keras paving yang dikelilingi para pedagang. Kalau seperti itu kan jadi merugikan bapak penjual cilok, untung saja bapak pedagang tersebut tidak marah dan memaafkan anak-anak nakal tersebut(hehee,,sabar ya pak, semoga laris..amiin). satu hal yang dapat saya ambil hikmah kemarin, bahwa para pedagang saling membantu dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi,(hiks,,terharu, salut banget buat para pedagang disana).

(gambar.anak-anak bermain bola di paving  (gambar.akibat ketidak hati-hatian bermain bola)

Anak-anak tidak hanya bermain dikawasan alun-alun, tetapi ada juga yang berkumpul bersama dan berdiskusi di sudut area alun-alun. Anak-anak tersebut berpiknik sekaligus belajar, tampak seseorang dewasa yang menjadi tutor atau pemandu kegiatan mereka sore itu. Tidak sedikit juga pengunjung yang hanya bersantai dan menikmati suasana sore di alun-alun, seperti saya dan teman saya, heehee,, mengerjakan tugas dan bersantai di alun-alun.

(gambar. Anak-anak berkumpul dan belajar)(gambar. Bersantai menikmati sore di alun-alun)

Waktupun berjalan, posisi matahari diambil bulan(alias udah malem) tentunya aktivitas pengunjungnya pun akan berbeda pada saat pagi maupun sore hari. Para pengunjung pada umumnya didominasi oleh kalangan remaja tanggung dan remaja setengah tua, meskipun terkadang tersisa sedikit anak kecil yang ditemani keluarganya. Kebanyakan keluarga dan anak-anak sudah kelelahan bermain di alun-alun. Para remaja tersebut melakukan berbagai aktivitas seperti berkumpul dan bersantai bersama teman-teman. Kata Sandy seorang remaja siswa SMA yang berkunjung di alun-alun, dia dan teman-teman sekolahnya biasa berkumpul pada malam hari setelah sholat isya’ sekitar pukul 07 malam sekedar berkumpul dan bercanda gurau. Tidak jarang mereka pergi berpasang-pasangan dengan para gadis sebayanya(ciee,,,,bareng pacarnya nih..). Seperti Sandy dan teman-temanya, banyak remaja yang dimabuk asmara memilih alun-alun jami’ untuk tempat bertemu dan menikmati indahnya malam minggu bersama(huhu…).

Meskipun waktu sudah malam, para pedagang tidak kunjung pulang, begitu juga atraksi topeng monyet. Dengan pergantian waktu tersebut penonton atraksi topeng monyet pun berganti dengan para remaja yang menikmati indahnya menghabiskan waktu malam dengan kekasih,,asseeekk….so sweet!hehe.

Hiburan untuk para remaja yang sedang dimabuk asmara tersebut tidak hanya topeng monyet dan lampu-lampu taman saja, dengan diiringi music pengamen yang terkadang fals malam minggu yang indah itu terasa lengkap!hehee, meskipun terkadang para pengamen terkesan memaksa kita untuk mendengarkan suara falsnya. Tidak hanya itu, pengamen terkadang memaksa kita untuk membayar suaraanya, seperti pengalaman saya “maaf mas”. Ucap saya “permen, atau rokok juga bisa mbk” kata pengamen. Oh GOD…maksa banget kan??ahirnya saya merelakan uang 5ribu saya untuk membayar hiburan music fals-nya!!

Sekedar Saran Saja.,banyak fasilitas yang telah disediakan pemerintah di Alun-alun tersebut. Tetapi entah mengapa banyak pula sarana yang tidak layak dan rusak. Seperti misalnya

  • tong sampah yang “jebol”,
  • sampah berserakan dimana-mana,
  • kolam air yang dilengkapi pancuran yang tidak berfungsi penuh (hanya pancuran utama saja yang mengaliri air)
  • lampu taman yang tidak menyala,
  • toilet yang tidak terawatt
  • jalan setapak serta jalan utama yang rusak.

Harusnya pemerintah dan masyarakat turut andil dalam masalah ini, karena Alun-alun adalah ruang public dan dapat dimanfaatkan khalayak umum, maka sebaiknya kita ikut memelihara dan menjaga keindahan alun-alun jami’. Misalnya

  • pemerintah menyediakan tempat sampah yang layak sesuai fungsinya
  • pengunjung membuang sampah pada tempatnya
  • perawatan kolam bisa dengan petugas
  • perawatan lampu yang baik(mengganti lampu bila perlu)
  • menjaga kebersihan toilet
  • perbaikan jalan setapak atau jalan utama.

Demikian tugas yang saya buat untuk memenuhi tugas terstruktur oleh Dosen mata kuliah Lanskap Bapak.Medha. terima-kasih saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kehidupan yang sempurna, Rasullullah SAW, Nabi agung. Mama tersayang yang telah mengizinkan saya stay at Malang untuk mengerjakan tugas walaupun saya udah disuruh pulang(hehee..makasih mama), Mbak Ruby kakak saya yang bersedia mengirimkan dana dalam pengerjaan tugas ini, Inul my lovely boy (hehee), Teh Aul (makasih ya udh dipinjemi laptop..) dan sahabat saya Sholly with Bul, terima kasih telah membantu dalam pengerjaan tugas ini. Luph U All

(http://www.scribd.com/doc/35156218/Penelusuran-Kawasan-Pusat-Kota-Alun-Alun-Malang

DOKUMENTASI ALUN-ALUN JAMI’ KOTA MALANG