Home

Blog mahasiswa Universitas Brawijaya

Tugas ke 5

Nama : Ridwan Arifin
Nim : 0910221004

Kelas :BB

Matkul : Perilaku Konsumen
Dosen : Pak Nanang Suryadi

1. pengaruh_kelompok_acuan_terhadap_pembelian_ PDF

2. memetakan_kelas_sosial_ PDF

3. Budaya_indonesia_dulu_dan_sekarang PDF

Sekian,

Tugas ke 4

7 Dimensi Psikologi Kepribadian Manusia

Perubahan cenderung terjadi pada manusia. Prinsip homeostasis, kecendrungan alami bagi tubuh untuk kembali kepada keadaan yang seimbang. Manusia memiliki kemampuan untuk mengadaptasi perubahan dalam kondisinya. Karena kondisi ini meliputi Psikologis, Emosional dan Intelektual. Memang, setiap manusia memiliki reaksi yang berbeda-beda dalam menghadapai keadaan. Mengapa? Karena sebagai manusia kita adalah bagian dari dimensi psikologi utama yang berpengaruh pada tingkah laku dan emosi kita. Apa saja dimensi itu? Berikut 7 Dimensi Psikologi Kepribadian Manusia, yaitu :

1. Dimensi Intelektual. Bagaimana seseorang berfikir, wawasannya, pemahamannya, alasannya, logika dan pertimbangnnya.

2. Dimensi Temperamental. Sikap dan kepribadian atau watak tenang, mudah marah, pemarah, mudah dirayu, dramatis.

3. Dimensi Emosional. Bagaimana reaksi emosinya, menangis, sedih, bahagia, kacau, over-sensitive, histeris, depresi, optimis.

4. Dimensi Kebebasan. Keputusan yang sadar akan keinginan, harapan, dan kemampuan, untuk mewujudkan keinginan, apakah menjadi lebih baik, bahagia, tertawa, menjadi diri sendiri, kesedihan, merasa tidak bahagia dan marah?

5. Dimensi Imajinatif. Bentuk gambar dan ide dalam pikiran dan imajinasi Anda, untuk selalu mengharapkan dan melihat skenario yang salah, atau melihat ke depan, awal yang baru dan tahap yang lebih baik.

6. Dimensi Sosial. Tingkah laku manusia dalam kelompok sosial, keluarga, pernihakan, dan sesama lainnya, penerimaan norma sosial dan pengendalian tingkah laku. Jalan yang akan kita ambil dan kedisiplinan.

7. Dimensi Normatif. Norma-norma, nilai-nilai, dan pokok moral yang akan mempengaruhi tingkah laku kita. Kita berbeda karena terpengaruh oleh dimensi psikologis, latar belakang, watak kita, dan lingkungan dimana kita tinggal. Jangan pernah menghakimi orang lain karena mereka tidak berkuasa, tidak sukses, atau lemah. Tempatkan diri Anda, lalu putuskan bagaimana Anda akan bereaksi dalam keadaan tersebut.

MEMAHAMAI TIPE DASAR KEPRIBADIAN MANUSIA

Berbicara mengenai kepribadian adalah sesuatu hal yang menarik untuk di bahas, Soalnya melibatkan jiwa, hasrat dan keinginan. Kepribadian selalu berhubungan dengan manusia yang memiliki eksistensi penting sebagai makluk social,  baik secara internal“(social untuk dirinya sendiri )” maupun secara eksternal “(social untuk orang lain)”, dalam istilah lainya setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda beda. Tanpa kepribadian hidup manusia tidak akan teruji, terarah, tidak bermakna, dan tanpa kepribadian berarti bukan manusia. Kepribadian akan membedakan manusia yang satu dengan yang lain (kekhasan individual).

Personality atau kepribadian berasal dari kata “persona”, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral,

Menariknya belajar tentang kepribadian ini sehinggan beberapa ahli menjadiankanya menjadi suatu kajian ilmu yang terpisah dari ilmu yang lainya. Dalam beberapa teori, masalah ini menjadi isu sentral sehingga banyak para ahli yang memberikan interpretasi yang berbeda tentang kepribadian. C.G. Jung dalam bukunya “Psychological Types“Pada tahun 1971,  Ia membagi kepribadian itu atas introvert dan extrovert. Kedua tipe itu ditandai dengan sikap seseorang terhadap obyek. Seorang yang introvert pada dasarnya selalu ingin melarikan diri dari obyek, seakan-akan obyek itu harus dicegah agar tidak menguasainya. Sebaliknya, orang yang ekstrovert mempunyai sikap yang positif terhadap obyek. Dialah yang menguasai obyek itu.

Isabel Briggs Myers dalam bukunya “Gifts Differing”. Dia membagi ke delapan tipe Jung menjadi dua sub tipe yang menyangkut penilaian dan pemahaman. Dialah yang menemukan tipe Myers-Briggs yang merupakan indikator terhadap pengukuran preferensi kepribadian, kapasitas dan keterbatasannya. Ia yakin bahwa setiap subtype mempunyai kekuatan

G.W All port (1897) yang menyelesaikan Ph.D-nya di bidang Psikologi pada tahun 1922 di Harvard University, mengemukakan bahwa, “personality is the dynamic organization within the individual those psychological system that determine his unique adjustment to his environtment.” (Kepribadian adalah organisasi dinamis yang ada pada seseorang di dalam suatu sistem kejiwaan yang menentukan keunikan penyesuaian dengan lingkungannya).Dari pemahaman tersebut kita dapat melihat bahwa kepribadian itu adalah suatu organisasi yang tersusun dari banyak unsur yang saling ketergantungan. Ketergantungan ini mempunyai sistem pengaturan dalam hubungan fungsional.

Kepribadian itu memiliki banyak arti /jamak, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya.

Berikut ini digolongkan tipe kepribadian secara umum.

1. Tipe Sanguin.

Tipe kepribadian yang satu ini mempunyai banyak kekuataan, bersemangat, mempunyai gairah hidup, menguasai keadaan/lingkungan, menyenangkan. Dengan kekuatan yang dia miliki tipe kepribadian ini menjadi sosok pusat perhatian orang orang apalagi jika berada dalam kumpulan beberapa gadis/forum tertentu, penampilanya yang berkharisma membuat orang disekitarnya menjadi pusat perhatian. Dalam dunia pekerjaan juga tipe sanguin dengan seamangat yang ber api api serta cekatan dalam bekerja. Tipe pekerjaaan yang cocok adalah pekerjaan yang tidak terlalu memperhatikan ketelitian.

Disamping itu kelemahan yang dia miliki adalah cenderung impulsive (hasrat untuk melakukan sesuatu), bertindak sesuai kemauan atau emosi hatinya atau keinginanya, dengan emosi yang tidak stabil, sanguins biasa jatuh cinta dengan seseorang hari ini dan hari lain dengan orang lain, suka buat sensasi dan sifat kekanak kanakan sering timbul. Dia cenderung sulit menguasai diri jika sudah berada dalam puncak emosiaonal sehingga cenderung mengabaikan dan menyakiti hati orang yang berada disekitarnya. Dengan control diri yang tidak begitu kuat sehingga cenderung melakukan beberapa kesalahan/dosa.

2. Tipe Melankolis

Tipe kepribadian ini dikategorikan sebagai tipe kepribadian yang paling kaya dari antara tipe kerpibadian yang lainya. Tipe ini mempunyai karakter dasar analisis yang kuat, rasa seni yang tinggi, perfeksionis, sensitive,berbakat dan rela berkorban, optimis, pantang menyerah, suka keterautan, dan melakukan pekerjaan dengan berusaha mencapai hasil 100 %, selalu mengandalkan perasaan dalam melakukan segala sesuatu. Karena itu orang kolerik hampir tidak menemukan kesulitan untuk memimpin. Potensi itu sangat besar di dalam dia. Dialah yang sering menyulut massa (agitator). Ia juga dikenal sebagai organisator yang bijaksana, karena ia tidak mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan sendiri, sekali dia menyatakan “ya” dalam mengambil bagian atas sesuatu maka aia akan menekuninya sampai tuntas. Tipe Melankolis adalah tipe yang introvert (tertutup) dalam perasaan tetapi jika sewaktu waktu berada dalam puncak sukacitanya ia bisa menjadi ekstovet (terbuka).

Dengan kemampuan berpikir dan analitis. Karenanya ia sangat menghargai karya-karya musik, sastra, seni. Dalam pekerjaan, ia selalu melakukan yang terbaik. Ia tidak akan menerima suatu tanggungjawab apabila yang lain belum juga ia selesaikan. bagi melankolik, yang penting selesai dengan sempurna

Tipe kepribadian melankolis cenderung mengkritik terrhadap orang lain, kalau ia melihat ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Selalu curiga pada hal-hal yang baru, termasuk pada orang lain. Karena itu ia sulit mendapat kawan. Ia terlalu idealis dan teoritis. Karena terlalu banyak pertimbangan, akibatnya sulit mengambil keputusan, apalagi untuk untuk mengungkapkan perasaan terhadap orang yang dia cintai sangat sulit bagi melankolis, Tidak muda bagi melankolis untuk tertawa terbahak bahak ditengah keramaian disekitarnya.

3. Koleris.

Tipe kepribadian yang satu ini biasanya ditandai dengan semangatnya yang berapi-api, cekatan, aktif, mempunyai kemauan keras, mampu untuk mandiri dan berpikir praktis. Berpikiran keras dan kemauan keras ,berpegang pada prinsip sendiri tanpa memperhatiak pendaptr yang disekitarnya, Ia selalu puas dengan dirinya sendiri, tanpa harus ditentukan orang lain, tidak mudah ditekan, justru tekanan tersebut akan dia jadikan motivasi dalam berbuat. Ia tidak perlu diajar berpikir positif, sebab ia mudah menanggapi segala sesuatu itu positif. Sikapnya optimis. Di kala semua orang telah menyerah kepada keadaan, orang kolerik tetap memandang kepada masa depan yang penuh harapan. Bagi dia tidak ada langkah menyerah. Hal ini berhubungan dengan sikapnya yang berani, tidak kenal takut. Hal yang paling sedikit berkembang bagi tipe koleris adalah berhubungan dengan emosinya yang meledak ledak,tidak mudah berempati kepada orang lain, bahkan tidak mudah untuk mengekpresikan perasaan kepada orang lain apalagi kepada seorang wanita sekalipun dia adalah orang yang dia cintai..

4. Plegmatis

Tipe plegmatis merupakan tipe kepribadian yang sifatnya alamiah, pendamai, tidak suka kekekarasan, mudah diajak bergaul, ramah dan menyenangkan sehingga tidak heran jika mempunyai teman dimana mana. Sifatnya yang humoris membuat dia disukai oleh orang orang disekitaarnya. Tempramen yang paling stabil diantara ke empat tempramen adalah plegmatis. Plegmatis bekerja tanpa tekanan, mempertahankan apa yang menjadi peraturan, sangat berhati hati dalam mengambil tindakan. Menguasai diri dengan baik dan introspektif, perencana yang matang.

Tetapi kelemahanya adalah cenderung mengabil mudahnya saja, tidak mau susah, tidak mau berkorban bagi yang lain, Cenderung menonton, mengkritik yang berbobot. pasif menjadi cirri khas nya. Ia tidak begitu antusias dalam segala hal, kurang percaya diri tidak bisa kompromi dan lebih memilih tidak melakukan sesuatu ketimbang terlibat dalam segala sesuatu. Merasa dirinya paling benar sehingga orang yang disekitarnya sering kesal dan tidak suka sama dia. Sikapnya membutuhkan seseorang yang peduli dan mau mendorong untuk melakukan sesuatu untuk perkembangan dirinya.

Yang menjadi pertanyaan, berada dalam tipe kepribadian yang manakah anda diantara ke empat kepribadian di atas? Atau apakah kita merupakan gabungan dari beberapa tipe kepribadian tersebut?, Jika anda sanguine bukan tidak mungkin ada sifat kolerik , plegmatis atau, melankolis juga. Bisa aja dalam tipe kepribadian kita terdapat ke empat bagian tersebut hanya saja satu tipe kepribadian yang paling dominant.

Trus apakah kelemahan yang terdapat dalam kepribadian itu akan tetap nelekat dalam hati kita? Jawabanya adalah setiap kelemahan bisa diubahkan menjadi kekuatan dengan cara penyerahan diri kepada Tuhan sebagai otoritas pengambil keputusan. Didalam Dia semua bisa diubahkan. Tuhan memperlengkapi setiap umatnya dengan kekuatan dan kelemahan masing masing dengan satu tujuan untuk saling melengkapi anatar satu dengan yang lainya.

5 Articles about “ personalities which affect the consumer behavior”

sources
http://www.customercrossroads.com/customercrossroads/2008/02/how-personality.html

http://www.aipmm.com/html/newsletter/archives/000434.php

http://www.boddunan.com/education/23-business-management/5779-impact-of-personality-on-consumer-behaviour.html

http://scholar.google.co.id/scholar_url?hl=id&q=http://uts.cc.utexas.edu/~tecas/syllabi2/adv382jfall2002/readings/gard.pdf&sa=X&scisig=AAGBfm2CJpTzOZ9i9v1tuMFqSBmHGqZMgA&oi=scholarr&ei=q05yT63cNI7JrAf04NHBDQ&ved=0CBkQgAMoATAA

http://scholar.google.co.id/scholar_url?hl=id&q=http://old.hs.iastate.edu/online/classweb/Spring2008/AESHM/AESHM545/References/1_Jan14_18/Holbrook,%2520Hirschman,%2520The%2520experiential%2520astects.pdf&sa=X&scisig=AAGBfm2me7NPQPsBK4jZREDaNwHQfm8KuQ&oi=scholarr&ei=q05yT63cNI7JrAf04NHBDQ&ved=0CBoQgAMoAjAA

Motivasi Konsumen

 

iklan Pharmaton formula

 

YouTube Preview Image

 

Dari iklan tersebut, produsen menyajikan hal yang berupa sugesti agar jika konsumen termotivasi untuk memakai produk tersebut agar selalu hidup aktif, energik dan konsentrasi. Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu : (1) kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti : rasa lapar, haus, istirahat dan sex; (2) kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual; (3) kebutuhan akan kasih sayang (love needs); (4) kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status; dan (5) aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata. Namun yang saya ambil yakni safety needs, dan self actualization dimana seorang produsen memotivasi agar konsumen menjadi seorang aktif, energic, fast moving dan selalu konsentrasi

 

 

 

Iklan Hemaviton Stamina Plus

 

YouTube Preview Image

 

Dari iklan tersebut, produsen memberikan sugesti kepada konsumen agar hidupnya selalu aktif dan energik, sesuai dengan teori motivasi oleh Abraham H. Maslow tengan kebutuhan seperti physiological needs dan safety needs, konsumen diberikan motivasi agar seperti iklan tersebut, menjadi seorang yang tangguh, menguasai beladiri, aktif, energik, pemenang dan tentunya menjadi pribadi yang sangat luar biasa.

 

 

 

Iklan Surya 16

 

YouTube Preview Image

 

Dari iklan tersebut kalau kita cermati, ada seorang pria yang sukses dari hasil proses jerih payahnya selama ini, jikalau saya cermati, pria tersebut sukses karena bantuan sugesti rokok, jadi terbentuk image, rokok surya 16 ini memberikan motivasi agar selalu berprestasi, padahal tentunya kita tahu, bahwa rokok akan merusak kesehatan. Dari McClelland dikenal tentang teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. Dari teori ini, dapat saya simpulkan iklan surya ini memberikan motivasi kepada konsumen agar selalu berprestasi

 

 


Analisis Iklan

YouTube Preview Image
Dari iklan tersebut, sangat jelas sekali segmentasi yang dilakukan oleh Adem Sari yakni untuk mereka yang menderita panas dalam dari berbagai faktor, seperti cuaca panas, makanan gorengan, makanan berlemak semua yang berakibat menimbulkan kondisi panas dalam
Saya yakin , segmentasi pasarnya sudah jelas, yakni masyarakat yang menderita panas dalam
namun segi analisis positionnya masih kurang, karena panas dalam dapat diakibatkan selain yang disebutkan diatas, namun menurut saya, ketepatan pasar sudah sangat bai

Nama : Ridwan Arifin
Nim : 0910221004

Kelas :BB

Matkul : Perilaku Konsumen
Dosen : Pak Nanang Suryadi

k

 

Resume Artikel : Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar dan keanekaragaman pasar merupakan dua konsep yang saling mengisi. Tanpa pasar yang

beranekaragam yang terdiri dari berbagai macam orang dengan latar belakang, negara asal, kepentingan, kebutuhan, dan keinginan yang berbeda, hanya sedikit alasan untuk mengadakan segmentasi pasar.
Sebelum diterimanya konsep pemasaran secara luas cara yang umum untuk melakukan bisnis dengan konsumen adalah melalui pemasaran masal, yaitu penawaran produk atau bauran pemasaran yang sama kepada setiap orang. Segmentasi pasar menyusul sebagai cara yang lebih logis untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

DEFINISI SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai proses membagi pasar menjadi irisan-irisan konsumen yang khas yang mempunyai kebutuhan atau sifat yang sama dan kemudian memilih satu atau lebih segmen yang akan dijadikan sasaran bauran pemasaran yang berbeda.
Segmentasi pasar merupakan langkah pertama dalam strategi pemasaran tiga tahap. Strategi pemasaran tiga tahap yaitu:

  1. Membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang homogen.
  2. Memilih satu segmen atau lebih yang dijadikan target. Pemasar harus mengambil keputusan atas dasar bauran pemasaran yang khusus yaitu produk, harga, saluran, dan/atau daya tarik promosi khusus untuk setiap segmen yang berbeda.
  3. Menentukan product positioning (posisi produk) sehingga dirasakan oleh para konsumen di setiap segmen yang dibidik sebagai produk yang memberikan kepuasan lebih baik daripada berbagai penawaran bersaing lainnya.

Segmentasi pasar banyak digunakan oleh para pelaku bisnis, diantaranya:

  • Para pemasar, karena strategi segmentasi pasar menguntungkan kedua belah pihak di pasar, para pemasar barabg-barang konsumen menjadi bergairah untuk melaksanakannya.
  • Para pengecer, contohnya The Gap membidik berbagai segmen umur, pendapatan, dan gaya hidup di berbagai toko eceran yang berbeda.
  • Hotel-hotel, membagi pasar mereka dan menargetkan jaringan hotel yang berbeda ke segmen pasar yang berbeda.
  • Perusahaan manufaktur industry, membagi pasar-pasar mereka, seperti yang dilakukan organisasi nirlaba dan media.
  • Badan-badan amal, seperti Palang Merah memfokuskan usaha-usaha pengumpulan dana pada “para penyumbang besar”.
  • Beberapa Pusat Seni Drama, Musik, dan Seni Tari, membagi para pelanggan atas dasar pencarian manfaat dan telah berhasil meningkatkan pengunjung melalui daya tarik promosi khusus.

Bagaimana segmentasi pasar beroperasi?
Studi segmentasi pasar direncanakan untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan berbagai kelompok spesifik, sehingga barang dan jasa khusus dapat dikembangkan dan ditingkatkan untuk memuaskan kebutuhan setiap kelompok.
Studi segmentasi juga digunakan untuk menuntun perancangan ulang atau pengaturan ulang posisi produk tertentu atau penambahan segmen baru. Riset segmentasi digunakan oleh para pemasar , berbagai stasiun TV dan radio sampai surat kabar dan majalah untuk:

  1. Menutup kesenjangan produk,
  2. Mengenali media yang paling cocok untuk menempatkan iklan,
  3. Menentukan karakteristik pemirsa dan pendengar serta mengumumkan temuan-temuan untuk menarik para pemasang iklan yang mencari pendengar yang serupa.

DASAR SEGMENTASI PASAR
Dalam menyusun strategi segmentasi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memilih dasar yang paling tepat untuk membagi pasar. Sembilan kategori utama karakteristik konsumen yang menjadi dasar untuk melakukan segmentasi adalah:

1. Segmentasi Geografis
Pada segmentasi geografis, pasar dibagi menurut tempat. Teori dalam strategi ini adalah bahwa orang yang tinggal di daerah yang sama memiliki kebutuhan dan keinginan yang serupa, dan bahwa kebutuhan dan keinginan ini berbeda dari kebutuhan dan keinginan orang-orang yang tinggal di daerah-daerah lain. Sebagai contoh, penjualan produk makanan tertentu dan/atau bermacam-macam makanan lebih baik di satu daerah daripada di berbagai daerah lain. Misalnya, nasi gudeg penjualan paling baik di Yogyakarta, sate ayam penjualan paling baik di Madura, buah apel penjualan paling baik di Malang, dll.
Segmentasi geografis merupakan strategi yang berguna bagi banyak pelaku pemasaran. Menemukan berbagai perbedaan berdasarkan geografis relative mudah untuk berbagai produk. Di samping itu, segmen-segmen geografis dapat dicapai dengan mudah melalui media local, yang mencakup surat kabar, TV, radio, dan majalah.

2. Segmentasi Demografis
Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain:

  • Usia,
  • Gender (jenis kelamin),
  • Status perkawinan,
  • Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.

Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran. Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebih mudah diukur daripada berbagai variabel segmentasi lain. Berbagai variabel denografis mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan.

3. Segmentasi Psikologis
Karakteristik psikologis merujuk ke sifat-sifat diri atau hakiki konsumen perorangan. Strategi segmentasi konsumen sering didasarkan pada berbagai variabel psikologis khusus. Misalnya, para konsumen dapat dibagi menurut motivasi, kepribadian, persepsi, pengetahuan, dan sikap.

4. Segmentasi Psikografis
Bentuk riset konsumen terapan ini biasa disebut analisis gaya hidup. Profil psikografis salah satu segmen konsumen dapat dianggap sebagai gabungan berbagai kegiatan (activities), minat (interests), dan pendapat (opinions) (AIO) konsumen yang dapat diukur. Dalam bentuk yang paling umum, studi psikografis AIO menggunakan serangkaian pernyataan (daftar pernyataan psikografis) yang dirancang untuk mengenali berbagai aspek yang relevan mengenai kepribadian, motif membeli, minat, sikap, kepercayaan, dan nilai-nilai konsumen.

5. Segmentasi Sosial Budaya
Berbagai variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) yaitu variabel sosial budaya menjadi dasar-dasar lebih lanjut bagi segmentasi pasar. Sebagai contoh, berbagai pasar konsumen telah berhasil dibagi lagi menjadi berbagai segmen berdasarkan tahap dalam siklus kehidupan keluarga, kelas sosial, nilai-nilai budaya inti, keanggotaan subbudaya, dan keanggotaan lintas budaya.

6. Segmentasi Terkait Pemakaian
Bentuk segmentasi ini sangat popular dan efektif dalam menggolongkan konsumen menurut karakteristik produk, jasa, atau pemakaian merek, seperti tingkat pemakaian, tingkat kesadaran, dan tingkat kesetiaan terhadap merek. Segmentasi tingkat pemakaian membedakan antara pemakai berat, pemakai menengah, pemakai ringan, dan bukan pemakai produk, jasa, atau merek khusus.

7. Segmentasi Situasi Pemakaian
Para pemasar memfokuskan pada situasi pemakaian sebagai variabel segmentasi disebabkan oleh kesempatan atau situasi sering menentukan apa yang akan dibeli atau dikonsumsi para konsumen.

8. Segmentasi Manfaat
Berubahnya gaya hidup memainkan peran utama dalam menentukan manfaat produk yang penting bagi konsumen, dan memberikan peluang bagi pemasar untuk memperkenalkan produk dan jasa baru. Segmentasi manfaat dapat digunakan untuk mengatur posisi berbagai merek ke dalam golongan produk yang sama.

9. Segmentasi Gabungan
Tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) adalah:

  • Profil Psikografis-Demografis

Profil psikografis dan demografis merupakan pendekatan yang saling melengkapi yang akan memberikan hasil maksimal jika digunakan bersama.

  • Segmentasi Geodemografis

Jenis segmentasi gabungan ini didasarkan pada pendapat bahwa orang yang hidup dekat dengan satu sama lain mungkin mempunyai keuangan, selera, pilihan, gaya hidup, dan kebiasaan konsumsi yang sama.

  • VALS 2

System VALS secara lebih tegas memfokuskan pada usaha menjelaskan perilaku membeli konsumen.

KRITERIA UNTUK MEMBIDIK SEGMEN PASAR SECARA EFEKTIF
Untuk menjadi target yang efektif, maka segmen pasar tertentu haruslah:

  1. Dapat diidentifikasi,
  2. Mencukupi (dari sudut ukuran),
  3. Stabil atau bertumbuh,
  4. Dapat dimasuki (dapat dijangkau) dari sudut media maupun biaya.

MELAKSANAKAN STRATEGI SEGMENTASI
Strategi Pemasaran yang Berbeda (Differential Marketing) adalah menentukan target beberapa segmen dengan menggunakan bauran pemasaran individual.
Strategi Pemasaran Terpusat (Concentrated Marketing) adalah menentukan target hanya satu segmen dengan satu bauran pemasaran unik.
Kontrasegmentasi adalah usaha untuk mengetahui kebutuhan yang lebih umum dan karakteristik konsumen yang akan diterapkan kepada anggota dua segmen atau lebih, dan menggabungkan kembali segmen-segmen itu ke dalam satu segmen yang lebih luas

Nama : Ridwan Arifin
Nim : 0910221004

Kelas :BB

Matkul : Perilaku Konsumen
Dosen : Pak Nanang Suryadi

.

 

Data Penduduk Jawa Timur

gambar grafik dan prosentasi diatas merupakan segmentasi secara geografis – demografis penduduk Jawa Timur pada tahun 2010,
sesuai dengan Segmentasi Geo-deo yang menggunakan karakteristik melalui usia dan jenis kelamin sebagai acuan dan jawa timur sebagai  tempat pengsegmentasia

Nama : Ridwan Arifin
Nim : 0910221004

Kelas :BB

Matkul : Perilaku Konsumen
Dosen : Pak Nanang Suryadi

n

 

Tugas Perilaku Konsumen

Tugas  Perilaku Konsumen

1. Buatlah susunan evolusi pemikiran pemasaran!

Konsep evolusi pemikiran pemasaran ada 4, yaitu:

Marketing, Konsep marketing atau pemasaran berorientasikan terhadap pemenuhan keperluan dan kemauan pengguna secara efektif.

Selling, Konsep selling atau penjualan berorientasi pada penjualan produk melalui kaidah pemasaran yang lebih agresif.

Product, Konsep produk adalah konsep yang berasaskan pada prinsip bahwa pengguna akan menghargai dan lebih mengutamakan produk yang menawarkan kualitas, prestasi dan ciri-ciri inovatif yang terbaik.

Production, Konsep produksi adalah konsep yang berasaskan pada kepercayaan bahwa pengguna lebih berminat membeli produk yang berharga murah serta mudah diperoleh.

2. Jelaskanlah marketing mix?

Ada 4 macam marketing mix atau yang sering disebut dengan 4P, yaitu:

  • Product, Adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi. Produk dapat terdiri dari product variety, quality, design, feature, brand name, packaging, sizes, services, warranties, and returns.
  • Price (harga), Yaitu sejumlah uang yang dibayar oleh konsumen untuk membeli produk atau mengganti hal milik produk. Harga meliputi last price, discount, allowance, payment period, credit terms, and retail price.
  • Place (tempat), Yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan atau dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat ini meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.
  • Promotion (promosi), Yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan memperkenalkan produk pada pasar sasaran. Variabel promosi meliputi antara lain sales promotion, advertising, sales force, public relation, and direct marketing.

3.  Jelaskan definisi-definisi dalam S-T-P!

Segmentation, Adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

Targeting, Setelah memetakan pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar.

Positioning, Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya.

4. Jelaskan definisi kepuasan dan loyalitas konsumen!

Kepuasan adalah dimana suatu harapan sama dengan hasil yang diperoleh. Kepuasan adalah sejauh mana suatu tingkatan produk dipersepsikan sesuai dengan harapan pembeli (Amstrong (2002:13)). Kepuasan  konsumen menurut Zeithaml sebagai “costumer’s evaluation of a product or service in terms of whether that product or service has met their needs and expectation”. Dengan demikian kepuasan konsumen merupakan perilaku yang terbentuk terhadap barang atau jasa sebagai pembelian produk tersebut.

Sedangkan loyalitas konsumen merupakan besarnya konsumsi dan frekuensi pembelian dilakukan oleh seorang konsumen terhadap suatu perusahaan. Loyalitas adalah tentang presentase dari orang yang pernah membeli dalam kerengka waktu tertentu dan melakukan pembelian ulang sejak pembelian yang pertama. Dalam mengukur kesetiaan, diperlukan beberapa attribut yaitu:

  1. Mengatakan hal yang positif tentang perusahaan kepada orang lain
  2. Merekomendasikan perusahaan kepada orang lain yang meminta saran
  3. Mempertimbangkan bahwa perusahaan merupakan pilihan pertama dalam melakukan pembelian jasa
  4. Melakukan lebih banyak bisnis atau pembelian dengan perusahaan beberapa tahun mendatang.
  5. Jelaskan definisi etika dan tanggung jawab sosial!

Etika berasal dari dua asala kata yang berbeda akan tetap mempunyai arti yang hampir sama. Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu “ethos”, yang artinya adalah adat istiadat atau kebiasaan. Etika adalah sebuah bidang atau kajian filsafat atau ilmu pengetahuan tentang moral atau moralitas.

5. Etika dan tanggung jawab sosial ?
Sedangkan tanggung jawab sosial adalah suatu bentuk sikap tanggung jawab yang di bebankan kepada para pelaku bisnis / usaha, dalam kegiatannya untuk memproduksi suatu barang atau jasa untuk dapat dinikmati oleh masyarakat tanpa merasa dirugikan oleh barang atau jasa yang diproduksi tersebut. Konsep tanggung jawab sosialmenyatakan bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan

6. Pengaruh teknologi informasi terhadap masyarakat?

Perkembangan teknologi informasi dewasa ini amatlah berpengaruh besar terhadap mobilitas sosial masyarakat yang semakin lama kebutuhan informasi nya semakin tingggi. Pada saat ini, tehnologi informasi digunakan oleh berbagai pelaku atau suatu pihak berkepentingan untuk memudahkan penyampaian informasi-informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat terkait dengan kepentingan yang ditawarkan oleh oknum tersebut. Sehingga, masyarakat dapat mendapatkan kebutuhan informasi yang mereka butuhkan dengan segera.

7. Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif !

  • Metodologi Metode Penelitian Kualitatif

Adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif.  Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

  • Metodologi Metode Penelitian Kuantitatif

Pengertian Metodologi Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk mengungkapkan gejala secara holistik-konstektual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci.  Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif.  Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya.  Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalisti

8. Jelasakan apa yang disebut skala pengukuran!

Skala pengukuran dalam penelitian merupakan seperangkat aturan yang diperlukan untuk mengkuantitatifkan data dari pengukuran suatu variable. Dalam melakukan analisis statistik, perbedaan jenis data sangat berpengaruh terhadap pemilihan model atau alat uji statistik.

  1. Skala pengukuran kualitatif
  • Skala Nominal

Pengukuran dengan skala nominal merupakan tingkat mengkategorikan, memberi nama, dan menghitung fakta-fakta dari obyek yang diteliti. Dimana angka yang diberikan pada obyek hanya mempunyai arti sebagai label saja dan tidak menunjukkan tingkatan yang berarti. Skala nominal akan menghasilkan data yang disebut data nominal atau data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari mengkategorikan, memberi nama dan menghitung fakta-fakta dari objek yang diobservasi.

  • Skala Ordinal

Skala (ukuran) ordinal adalah skala yang merupakan tingkat ukuran kedua, yang berjenjang sesuatu yang menjadi ‘lebih’ atau ‘kurang’ dari yang lainnya. Ukuran ini digunakan untuk mengurutkan objek dari yang terendah hingga tertinggi dan sebaliknya yang berarti peneliti sudah melakukan pengukuran terhadap variable yang diteliti.

  1. Skala Pengukuran Kuantitatif
  • Skala Interval

Merupakan tingkat pengukuran ke tiga, dimana pemberian angka pada set objek yang memilih sifat ordinal, ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni memberikan nilai absolute pada data/ objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0) absolute (tidak ada nilainya).

  • Skala Rasio

Merupakan tingkat pengukuran tertinggi, dimana ukuran ini mencakup semua persyaratan pada ketiga jenis ukuran sebelumnya, ditambah dengan satu sifat yang lain, yakni ukuran ini memberikan nilai absolute pada data/objek yang akan diukur. Ukuran rasio ini mempunyai nilai nol (0).

Nama : Ridwan Arifin
Nim : 0910221004

Kelas :BB

Matkul : Perilaku Konsumen
Dosen : Pak Nanang Suryadi

 

 

Hello world!

Selamat datang di Student Blogs. Ini adalah posting pertamaku!