Rss

Archives for : Indorestu Pacific

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 10)

covershinchanedk10

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 10)

Sub Judul: Perilaku Aneh

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 164

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496208

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Kali ini menceritakan perilaku-perilaku aneh yang sering dilakukan Crayon dan orang-orang di sekelilingnya. Ikutilah kisah-kisahnya yang menarik. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Buku komik ini adalah jilid terakhir seri Crayon Shinchan yang saya miliki. Jadi ini adalah resensi saya yang terakhir untuk komiknya Crayon Shinchan. Hmm pada edisi khusus jilid kesepuluh kali ini dibuka oleh bagian berjudul Bahagianya…! Bisa Melakukan Aktivitas Sekeluarga yang memiliki tujuh buah cerita. Dari semua cerita yang ada, saya suka kisah apes yang dialami Hiroshi yang pada minggu enggan menuruti permintaan Misae menggeser lemari di rumah. Sayangnya, penolakan kepada istri sendiri tidak dikatakan pada Nyonya Hiraishe, tetangga sebelah yang memiliki tubuh montok dan aduhai.

Di rumah Hiraishe, Hiroshi (bersama Crayon yang ditugasi Misae menjadi mata-mata), dimintai tolong oleh Nyonya Hiraishe untuk memindahkan lemari. Mo, anak satu-satunya keluarga Hiraishe justru membawa sebuah diary milik mamanya dan diperlihatkan pada Hiroshi. Meski awalnya menolak tak mau melihat, ia luluh dan dengan segala perilaku yang dibuat tak sengaja membaca buku harian Nyonya Hiraishe tersebut.

Night life diary… Diary tentang kehidupan malamnya. Pasti sangat menarik… (Halaman 15)

Wah! Ternyata Saya Berbakat Loh!! dengan enam buah cerita adalah bagian kedua. Kali ini saya dibuat tergelak dengan Crayon yang secara tidak sengaja berurusan dengan seorang lelaki dewasa yang hobi memotret isi rok para gadis muda. Semua bisa dibilang “lancar” apabila Crayon tidak menghalangi niat busuk si pemuda ini. Tas yang berisi kamera canggih tersembunyi, yang digunakan untuk mengintai isi rok para gadis, justru memotret dengan amat sangat jelas sekali “gajah kecil” milik Crayon yang sedan pipis tepat didepan kamera. Tentu saja hal ini membuat pemuda ini berang bukan kepalang.

Aku tahu, enak saja! sudah 32 tahun aku juga pipis, masak tak tahu pipis! Tapi kenapa pipis disini!! Aku kan tak bisa motret!! (Halaman 41)

Aduh….!! Ada Badai Datang dengan jumlah tujuh buah kisah adalah bagian ketiga komik kali ini. Suatu ketika, di Saitama, khususnya di lingkungan rumah keluarga Nohara, sedang dilanda badai dan hujan deras. Sakng berbahayanya, ada patroli dari petugas keamanan yang menginstruksikan agar semua keluarga di lingkungan tersebut mengungsi sementara waktu ke TK Aksi. Menghadapi kondisi yang belum pernah mereka alami membuat perencanaan dan persiapan yang matang belum sempat mereka lakukan. Tentu saja hal ini karena Crayon yang selalu berbicara dan membuat kedua orang tuanya kehilangan konsentrasi.

Hei, ini bukan saatnya bersenang-senang. Kita ini gampang sekali terbawa ya. (Halaman 78)

Senangnya! Main Bersama Mama dan Papa di Rumah adalah bagian keempat yang mempunyai tujuh cerita. Saya suka dengan cerita ketika musim dingin yang dingginnya sampai ketulang, Crayon justru bermain anjing laut tanpa mengenakan busana. Misae yang baru pulang berbelanja mengamuk besar. Crayon yang tidak percaya bisa masuk angin akhirnya tumbang juga pada malam harinya. Saya tertawa terbahak-bahak ketika Misae bermaksud memberikan obat kepada Crayon namun dirinya sendiri justru terkena batunya.

Dimusim dingin seperti ini, mana ada anak bodoh yang main singa laut tanpa baju di halaman. (Halaman 113)

Bersemangatlah Pak Pemilik Toko Sayur! adalah bagian selanjutnya dengan jumlah cerita sebanyak tujuh buah. Crayon kali ini berjumpa dengan Pak Pemilik Toko Sayur (yang sampai akhir cerita tidak tahu siapa namanya) yang biasa menjadi langganan Misae berbelanja. Pak Pemilik Toko Sayur ini sedang gundah dikarenakan ada supermarket cukup besar di dekat tokonya yang menjual aneka sayur juga. Akibat hal ini, toko sayurnya menjadi sepi. Bahkan pelanggan yang biasa berbelanja di toko Pak Pemilik Toko Sayur ini juga beralih ke supermarket. Saking putus asanya, ia sampai mendapat tempeleng keras dari istrinnya dan akhirnya ia memilih pergi dari toko untuk sementara waktu. Tak disangka, pertemuannya dengan Crayon (dan Masao serta Bo) membuat Pak Pemilik Toko Sayur ini sadar akan kesalahannya.

Benar! Akulah penyebab utama mengapa pembeli tidak datang. Aku tidak semangat. (Halaman 121)

24 Menit Terpanjang Hiroshi! adalah bagian penutup yang hanya terdiri atas empat cerita yang saya rasa tiga diantaranya nggak berhubungan langsung dengan judul bagian. Saya kupas yang sesuai judul bagian saja ya. suatu pagi, Hiroshi harus naik kereta jam 7:15 karena akan diadakan meeting dengan klien yang penting. Rencana yang matang harus sedikit tergesa-gesa dilakukan karena ia terlambat bangun. Mulai dari sikat gigi, merapikan wajah bangun tidur (saya baru tahu ini nih), buang air besar, hingga sarapan dan menuju stasiun kereta. Sayangnya, perhitungannya sampai ke menit-menitnya perlahan terkikis karena spray penghilang rupa bangun tidur (gile, saya mau juga spray beginian. Tanpa mandi, langsung cling! #halah) yang hilang, toilet yang dipakai Crayon, hingga sarapan yang lengkap dan menguras tenaga. Apakah Hiroshi berhasil naik kereta tepat waktu?

Ya sudah! Buang air besarnya ditahan sampai selesai meeting! Sekarang benar-benar bisa naik kereta jam 7:15!! (Halaman 154)

Secara umum, komik edisi khusus kali ini berbeda dengan lima jilid edisi khusus yang telah saya resensi sebelumnya. Apabila kelima komik sebelumnya membuat tema yang diusung adalah dari subyek atau pelaku (Kakek Ginosuke, Masako Udachi, Apartemen Matazure, Detektif, dan Keluarga Nohara), kali ini yang dibuat menjadi tema besar adalah obyek atau apa yang dilakukan, yaitu Perilaku Aneh. Akibatnya, cerita dari komik kali ini sangat random dan tidak ada aturan yang pasti. Intinya, apapun yang aneh perilakunya dimasukkan dalam komik ini. Berbeda dengan lima jilid sebelumnya yang harus memuat tokoh yang dimaksud di sampul untuk menghiasi cerita didalamnya (yang ternyata tidak semuanya sesuai #sigh).

Kemudian pada cerita Crayon yang berurusan dengan pemuda mata keranjang yang memiliki kamera, ada satu frame yang menggambarkan (maaf) “gajah” milik Crayon. Aduh itu bentuknya memang sudah disederhanakan dengan amat baik sehingga tidak “sesuai” aslinya (ya ampun ini apa sih kalimat saya), namun saya rada gimana gitu melihat alat kelamin laki-laki digambar sebesar satu frame sendiri. Namun vulgarnya “gajah” ini yang membuat komik Crayon Shinchan bukanlah konsumsi anak-anak. Sampai-sampai ada tulisan “Untuk 15 Tahun Keatas” di bagian sampul.

Yang saya sukai juga pada komik Crayon Shinchan, baik edisi reguler ataupun khusus, adalah frame yang pas dan berbentuk kotak-kotak rapi. Tidak seperti manga umum yang frame-nya seenak udel tidak berbentuk kotak dan gambarnya seringkali melebihi garis batas. Sedangkan Crayon Shinchan tidak seperti itu. Hal ini membuat komiknya sangat rapi dipandang dan membuat nomor halaman tertulis dengan baik dan sistematis. Demikian akhir ulasan saya tentang komik Crayon Shinchan. selamat berjumpa dengan ulasan saya dari komik lain ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 5)

covershinchanedk5

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 5)

Sub Judul: Keluarga Nohara

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 174

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496130

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Menceritakan tentang kehidupan keluarga Nohara yang penuh dengan kebahagiaan dan kekacauan yang dibuat oleh Crayon. Ikutilah kisah-kisahnya yang menarik. Selamat membaca dan tersenyum….

 

cooltext-review

Haloo! Kembali lagi pada resensi komik Crayon Shinchan edisi khusus. Kali ini tema yang diangkat adalah tentang keluarga Nohara. Bagi yang belum tahu, Keluarga Nohara ini terdiri atas Hiroshi sebagai kepala keluarga, Misae sebagai ibu rumah tangga, Crayon (Shinnosuke di versi aslinya) sebagai anak pertama keluarga ini, Himawari sebagai anak perempuan satu-satunya, dan Putih (Shiro jika di versi aslinya) sebagai anjing peliharaan.

Tetangga Sebelah Kedatangan Tamu! dengan enam buah kisah menjadi pembuka komik ini. Seperti pada judul bagiannya, keluarga Nohara memiliki tetangga sebelah rumah bernama Kitamoto. Suatu hari, keponakan Bu Kitamoto dari Amerika bernama Robert Mac Gyver bermaksud mengunjungi tantenya. Sayangnya, ia tersesat dan kesulitan menemukan rumah sang tante dikarenakan ia tidak fasih berbahasa Jepang sedangkan orang Jepang yang ia temui tidak mengerti bahasa Inggris. Untunglah (atau apesnya), ia berjumpa dengan Crayon. Mampukah ia bertemu dengan tante yang ia cari?

Hah! Militer di Jepang sudah diganti dengan ninja ya? (Halaman 12)

The Power of A Child adalah bagian kedua dengan komposisi enam buah cerita. Salah satu cerita yang membuat saya tergelak adalah ketika Hima, Misae, dan Crayon saling menyembunyikan makanan yang ingin disantap seorang diri. Sayangnya, Hima yang mengejar permennya yang jatuh menggelinding membuat Misae kue jahe yang tengah dinikmati Misae tersangkut di tenggorokan, yang pada akhirnya membuat Crayon terkejut dan menjatuhkan puding satu-satunya. Wah wah lantas bagaimana akhirnya?

Kue jahe adalah makanan kesukaanku, tiap kali dimakan Crayon, yang ini harus kunikmati sendiri. (Halaman 49)

Menjaga Adik dan Lomba Marathon yang mempunyai enam kisah adalah bagian ketiga. Awal mula kisah ini adalah ketika Misae, Hima, dan Crayon berpapasan dengan Nanako. Gadis cantik pujaan Crayon ini bercerita bahwa ia sedang hobi jogging setiap pagi. Mengetahui hal tersebut, Crayon juga memulai rutinitas pagi yang sama agar bisa berjumpa dengan Nanako. Meskipun ia tidak pernah bertemu, Misae melihat peluang emas dengan memanfaatkan bakat Crayon yang bisa berlari kencang untuk mengikuti lomba lari marathon. Pada hari-H, Crayon berjumpa dengan Kawamura, anak kelas Bunga Mawar yang cukup sombong.

Maaf! Aku pasti menang! Karena aku juara kompetisi marathon 3 jam. (Halaman 74)

Memperjuangkan Uang Jajan! yang memiliki enam buah kisah adalah bagian selanjutnya. Semua bermula ketika Crayon, Masao, dan Kazama saling bercerita tentang jumlah uang saku yang dimiliki. Kazama yang notabene adalah anak orang kaya memiliki uang saku sebesar 500 yen setiap bulan. Crayon pun ingin uang jajan yang sama. Oleh karena itu, dimulailah aksi demo menuntut uang jajan. tepat pada saat yang bersamaan, Hiroshi juga ingin meminta tambahan uang jajan karena ia merasa uang jajan yang dimilikinya terlalu sedikit.

Kau tiap bulan bisa dapat uang jajan tetap, dan uang jajanku juga bertambah! Marilah berperang melawan Mama untuk mencapai tujuan kita masing-masing! (Halaman 99)

Hore……! Piknik Sekeluarga adalah bagian selanjutnya. Bagian ini memiliki enam buah cerita yang mengisahkan tentang keluarga Nohara yang tidak jadi piknik bersama akibat Hiroshi yang harus menemani klien bermain golf, padahal rencana piknik itu ttelah dirancang jauh-jauh hari. Tidak mau rugi, Misae tetap melaksanakan piknik bertiga dengan Crayon dan Himawari. Ketidaktahuannya tentang lokasi piknik membuat mereka bertiga justru piknik di lapangan golf yang secara kebetulan adalah lapangan yang digunakan Hiroshi dan kliennya bermain. Waduh lantas bagaimana akhir kisah ini ya?

Karena Papa tiba-tiba pergi main golf, tadi pagi Papa dan Mama bertengkar hebat, tapi aku tidak apa-apa. (Halaman 118)

Satu cerita unik dan membuat terbahak adalah bagian selanjutnya yang berjudul Crayon yang Hilang Ingatan dengan kompoisisi lima buah cerita. Crayon yang sedang bermain di taman tidak sengaja kepalanya terbentur. Akibat hal ini, ia menjadi lupa ingatan. Bahkan ketika berpapasan dengan Misae dan Hima, ia tidak menoleh meskipun dipanggil berkali-kali. Misae yang khawatir akhirnya berupaya membuat Crayon ingat kembali mulai dari mengenalkan dengan anggota keluarga, bersekolah di TK, hingga berobat ke dokter. Saya tertawa ketika membaca respon Crayon kepada mamanya sendiri berikut ini:

Kukira aku anak Pamela Anderson, tak disangka aku adalah anak Nyonya… (Halaman 133)

Gara-Gara Angin Topan Rumah Nohara Rusak! sebagai bagian penutup adalah kumpulan lima cerita yang menitik beratkan pada bencana yang dialami keluarga ini. Pada malam hari, hujan deras disertai badai sedang melanda wilayah Saitama. Kondisi rumah yang bergetar membuat Misae khawatir. Hiroshi tetap percaya diri dengan kondisi rumahnya yang baik-baik saja. Ia tidak menyadari bahwa esok hari adalah awal mula bencana dahsyat yang harus ia alami sehingga membuat Nohara sekeluarga pergi mengungsi. Mungkin ini yang namanya takabur kali ya hehehe.

Asalkan kita berada di dalam rumah kokoh yang dikredit 35 tahun ini, pasti aman! (Halaman 168)

Keluarga Nohara yang dimaksud di komik ini awalnya saya kira adalah keluarga Nohara yang dimulai sejak sebelum adanya Himawari hingga lengkap Himawari sudah berusia balita. Ternyata yang dimaksud di sepanjang komik ini adalah keluarga Nohara yang sudah terdiri dari empat orang manusia dan satu ekor anjing. Padahal saya sedikit mengharapkan adanya cerita ketika keluarga Nohara masih berjumlah tiga orang. Hal ini dikarenakan saya kurang mengikuti komik Crayon Shinchan reguler edisi awal-awal. Jadi ingin merasakan sensasi lucunya.

Oh iya pada cerita saat lari marathon, Kawamura menyebutkan ia memenangkan kompetisi marathon 3 jam. Itu lomba marathon seperti apa ya? Setahu saya lomba lari itu ya jaraknya yang berubah-ubah, bukan durasi waktunya. Tapi entahlah mungkin saya yang kurang update dunia lari-lari ini. Seharusnya ada sedikit catatan kaki agar orang-orang seperti saya bisa mendapat sedikit kejelasan.

Selain itu, pada cerita piknik, saya gregetan sekali dengan kebetulan yang terjadi, khususnya Misae yang piknik di lapangan golf. Maksud saya, apakah memang lapangan golef itu tidak ada batas wilayahnya? Ada pagar mungkin, atau minimal papan nama gitu. Dan lagi melihat Misae dan anak-anak piknik persis ditengah-tengah lapangan, kok sebegitu tidak tahunya sih bedanya lapangan golf dan tempat piknik. Terlebih pas sekali itu adalah lapangan golf yang digunakan Hiroshi. Too much coincidences.

Kreditnya lama adalah salah satu hal yang cukup miris perihal rumah keluarga Nohara. 35 tahun, wow! Mungkin nantinya Crayon yang akan meneruskan cicilan kredit rumah itu hingga lunas. Saya tidak tahu betapa mahalnya harga rumah di Jepang, namun saya mengasumsikan Hiroshi adalah orang yang tidak bisa memperhitungkan harga rumah dengan jumlah penghasilan, sampai-sampai membeli rumah dengan kredit hingga 35 tahun ckckck. Sudah ah komentarnya. Mari lanjut ke buku terakhir Crayon Shinchan yang saya miliki. Resensinya akan tayang esok lusa!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 4)

covershinchanedk4

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 4)

Sub Judul: Detektif

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 167

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496116

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Yang menceritakan tentang petualangan Crayon sebagai detektif dan petualangan cinta Ibu Guru Yoshinaga. Ikutilah kisah-kisahnya yang menarik. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Jilid keempat dari Crayon Shinchan Edisi Khusus kali ini berisi cerita yang didominasi oleh cerita spesial pada Crayon Shinchan edisi reguler. Pada bagian pertama berjudul Kasus Penting Detektif Nohara! memiliki empat buah cerita. Saya tergelak dengan rangkaian cerita di bagian ini. Jadi alkisah Hiroshi Nohara adalah seorang polisi sekaligus detektif yang akan bercerai dengan istrinya, Misae. Dari pernikahannya dikaruniai seorang anak laki-laki berusia lima tahun yang bernama Crayon. Suatu hari, ketika Hiroshi dan Crayon bertemu dengan Misae untuk membicarakan kelanjutan perpisahan mereka, tiba-tiba ada teroris.

Suasana panik tersebut membuat Misae menjadi sandera. Namun berkat kehebatan (atau kebodohan?) Crayon, teroris itu bisa dibekuk dan Crayon diangkat menjadi polisi termuda se-Jepang. Crayon yang akhirnya menjadi rekan ayahnya sendiri, Hiroshi, menyelidiki sebuah kasus kematian Usuto Yoshii, seorang komikus. Bersama dengan seorang pendamping bernama Detektif Nanako, Crayon dan Hiroshi mulai mengusut siapa pembunuh sebenarnya. Tidak disangka ternyata hasil akhir pengungkapan kasus ini justru menjadi sebuah keberuntungan untuk Crayon dalam dunia kepolisian.

Jangan bercanda detektif, kami ini perusahaan baik-baik, mana mungkin membuat senjata. (Halaman 20)

Bagian kedua berjudul Pesta Pernikahan Ibu Guru Yoshinaga dan Pak Ishizaka dengan jumlah empat cerita. Seperti judulnya, kali ini berkisah tentang detik-detik persiapan hingga pelaksanaan pernikahan Ibu Yoshinaga. Seperti yang sudah saya bahas pada komik Crayon Shinchan reguler, dikisahkan bahwa Ibu Yoshinaga masih bimbang akan keputusannya menerima pinangan Ishizaka. Momen sakral dalam hidup mereka berdua justru diawali dengan pertengkaran karena hal yang sepele. Untung saja (atau apesnya?) ada Nana dan Crayon yang menyaksikan pertengkaran mereka berdua. Lantas, bagaimana akhir kisah pernikahan Ibu Yoshinaga?

Sebentar lagi kalian akan berbahagia, kenapa harus bertengkar? Seharusnya kalian berdua rukun! (Halaman 34)

Strategi Jitu Reserse Nohara adalah bagian ketiga dengan jumlah empat kisah. Alkisah, terdapat seorang pembunuh bayaran bernama Saiji Matsura. Targetnya kali ini adalah Presiden Amerika, karena kebetulan Sang Presiden hendak berkunjung ke Jepang. Oleh karena itu, Crayon sang detektif dan juga Hiroshi bertugas menjadi pengawal presiden. Sayangnya, Saiji ini orang yang aneh dan ceroboh. Maksud hati hendak membunuh, ia justru menyelamatkannya dari incaran pembunuh lain. Tentu saja ini akibat Crayon yang tak sengaja memanfaatkannya.

Tahun 1997, setelah makan bawang putih aku mencium Presiden Dositenano sebanyak 24 ribu kali. (Halaman 53)

Hari Libur Crayon dan Hiroshi adalah bagian selanjutnya yang memuat enam cerita. Tidak seperti bagian sebelumnya, kali ini cerita yang disuguhkan adalah cerita sehari-hari. Saya suka dengan cerita tentang pertemuan orang tua di TK Aksi. Misae yang sibuk dengan pekerjaan rumah akhirnya meminta Hiroshi yang sedang libur untuk menghadiri pertemuan itu. Disana, ada satu sesi dimana setiap anak membacakan tulisan karangannya yang bertema keluarga. Saya ngakak ketika membaca tulisan Crayon tentang Hiroshi. Meski awalnya dibuat malu bukan kepalang, Hiroshi bisa menikmati dan bahagia dengan pertemuan tersebut.

Papaku juga sangat pandai… Karena dia bisa menjelaskan seperti apa penyakit kaki yang sudah sangat bau itu, maka aku sangat memujanya. (Halaman 95)

Lagi-Lagi Peristiwa Besar? dengan tiga cerita adalah bagian selanjutnya. Kali ini ada satu cerita yang sepertinya memiliki setting masa lampau. Ada sebuah keluarga bernama keluarga Nohara yang menumpas kejahatan dengan cara mereka sendiri. Padahal pada waktu itu ada kepolisian yang bertugas. Salah seorang polisi militer bernama Nakamura bertekad untuk mencari tahu siapakah keluarga algojo ini. Namun yang tidak disangka adalah ketika ia memiliki kesempatan membekuk keluarga ini, ia merahasiakan identitas dan membantunya. So? Endingnya? Baca saja ya :)

Algojo sang partner keadilan.. Tapi aku akan memboangkar kedokmu. (Halaman 132)

Bagian penutup jilid khusus kali ini adalah tujuh cerita dalam bagian berjudul Saat-Saat Bahagia Berdua. Sebenarnya ini kelanjutan dari pernikahan Ibu Yoshinaga. Yap benar sekali, setelah jatuh bangun terombang-ambing dengan keputusan pernikahan, kali ini Ibu Yoshinaga dan Pak Ishizaka berbulan madu ke negeri kanguru, Australia. Liburan beberapa hari yang romantis dan hanya dinikmati berdua sudah menjadi impian lama Yoshinaga. Sayangnya impian tersebut mulai memudar seiring kenyataan bahwa keluarga Nohara ternyata juga berlibur ke Australia dalam waktu yang sama. Tidak sampai hanya disitu, mereka berada satu pesawat dan satu jadwal dengan Yoshinaga-Ishizaka, menginap di hotel yang sama (bahkan kamar yang berhadapan!), serta memilih destinasi wisata dan restoran yang sama pula! Alamaak!

Ah.., akhirnya semalam ketahuan Crayon dan keluarganya, tamatlah saat-saat indah bahagia kami. (Halaman 145)

Saya akan berbicara kekurangannya dulu deh ya. Ada satu typo yang mengganggu yaitu tertulisnya Usui Yoshito sebagai korban pembunuhan pada bagian pertama. Padahal sebelumnya disebutkan bahwa yang eninggal bernama Usoto Yoshii. Saya mengerti bahwa nama Usui Yoshito adalah anagram dari Usoto Yoshii, dan juga sebaliknya. Namun seharusnya editor atau komikus dapat lebih cermat dalam menuliskan nama agar tidak ada maksud yang berbeda jauh.

Pada bagian kelima, dua cerita pertama tidak memiliki nomor, sedangkan cerita ketiga sebagai cerita terakhir justru memiliki nomor. Saya rasa harusnya diberi nomor sejak cerita pertama agar perhitungannya sesuai. Kan aneh aja cerita udah ketiga kok ya masih nomor satu. Pencantuman asal jilid cerita yang bersangkutan juga sebaiknya harus dituliskan agar tahu manakah cerita yang baru, mana pula yang sudah lama.

Oh iya sampai lupa, kebetulan yang dialami Yoshinaga ketika berbulan madu ke Australia bersama suaminya, Ishizaka, saya rasa amat sangat begitu terlalu kebetulan sekali pakai banget. Bagaimana tidak, mulai dari tujuan negara, jadwal berangkat, maskapai penerbangan, hotel, hingga destinasi wisata dan tempat makan, semuanya sama dengan keluarga Nohara. takdir sih takdir, tapi nggak semua semuanya sama juga kali. Jadinya tidak logis padahal latar waktu yang diangkat masih seputar masa kini.

Kertas yang buram dan tipis berkualitas (maaf) murahan yang digunakan komik ini sesungguhnya sangat disayangkan. Padaha komik reguler menggunakan kertas HVS putih dan halus. Jika menilik harganya yang sama saja, harusnya komik edisi khusus ini juga bisa menggunakan jenis kertas yang sama. Sayang aja gitu padahal gambar cetakannya bagus lho. Tidak njlebret (aduh apa ya istilahnya, semacam buram dan tidak jelas gitu lho) dan mudah dibaca. Blurb yang sudah sesuai dengan isi komik meskipun masih copas dari edisi sebelumnya juga membuat nilai plus untuk komik jilid kali ini. Mari lanjut baca edisi selanjutnya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 3)

covershinchanedk3

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 3)

Sub Judul: Apartemen Matazure

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 174

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496093

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Segala suka duka kehidupan keluarga Nohara selama tinggal di Apartemen Matazure, Apartemen yang sempit dengan tetangga yang aneh dikisahkan dengan jenaka di buku ini. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Kali ini Crayon Shinchan edisi khusus memasuki jilid ketiga. Tema yang diusung adalah Apartemen Matazure. Sekadar informasi, pada Crayon Shinchan edisi reguler jilid ke-29, dikisahkan keluarga Nohara harus mengungsi dikarenakan rumah mereka rusak parah karena badai, rayap, dan gas elpiji yang meledak. Untuk menghemat keuangan, mereka mengungsi ke sebuah apartemen bernama Apartemen Matazure. Meskipun kondisinya bisa dibilang seperti kos-kosan plus dapur, kehidupan baru ini mau tidak mau harus mereka jalani.

Sebenarnya saya sudah membaca awal mula kisah keluarga Nohara pindah ke apartemen hingga akhirnya mereka kembali lagi ke rumah yang telah direnovasi. Namun saya berkomitmen untuk membuat resensi dari setiap buku yang saya baca, termasuk komik. Jadi kali ini saya akan meresensi dengan model penghuni apartemen saja ya sebagai titik pusat tulisan agar tidak mirip dengan resensi komik Crayon Shinchan edisi reguler yang telah saya tulis.

Pindah ke Apartemen Matazure! Beramah Tamah dengan Tetangga adalah bagian pembuka dengan tujuh buah cerita. Misae mengajak Crayon berkenalan dengan penghuni lain karena mereka adalah penghuni baru di apartemen itu (sepertinya ini adat Jepang yang mengharuskan berkeliling menyapa tetangga yang baru dikenal). Salah satu tetangga yang unik adalah kamar nomor 206 yang dihuni oleh Omata, warga asing yang berasal dari republik Morodashi. Misae yang tidak tahu bahasa Morodashi akhirnya menggunakan bahasa Inggris untuk menyapanya. Namun alih-alih mengerti, Omata justru tidak berucap sepatah katapun. Untung saja (atau anehnya) Crayon bisa mengucapkan bahasa Morodashi sehingga bisa “berkomunikasi” dengan Omata.

Katanya Okasan, orang Morodashi itu baru seminggu datang ke Jepang. (Halaman 21)

Bersemangatlah Yonro! Menjebol Dinding Kehidupan dengan lima buah cerita adalah bagian kedua. Kali ini saya tidak mau membahas tokoh yang disebutkan di judul bagian, melainkan akan memperkenalkan penghuni kamar nomor 205 yaitu Detektif Oda dan Detektif Nigariya. Awalnya, ketika Misae berkeliling ke kamar penghuni lain, kamar ini masih belum dihuni. Namun, dikarenakan persis di seberang jendela kamar 205 ini adalah kamar kekasih seorang buronan pengedar narkoba, mengharuskan kedua detektif tersebut menginap sementara di Apartemen Matazure. Awalnya Detektif Nigariya melarang Detektif Oda bercakap dengan penghuni lain. Namun kondisi mereka berdua yang tidak pernah keluar kamar menjadi mencurigakan. Akhirnya apa boleh buat, mau tidak mau mereka berinteraksi dengan penghuni lain.

Dengar ya, jangan banyak bicara dengan penghuni lain, mengerti! Kalau ketahuan kita ini detektif, buronannya pasti akan kabur!! (Halaman 40)

Bagus Yonro! Mulai Hari Ini Kau Juga Mahasiswa di Universitas Cascabian Daigaku di Tokyo! adalah judul bagian keempat dengan komposisi enam cerita. Seperti judulnya, kali ini penghuni kamar 203 bernama Yonro adalah seorang calon mahasiswa yang telah tiga kali gagal mengikuti ujian masuk universitas. Waktu itu adalah hari-hari menjelang ujian dilaksanakan. Ada yang unik, dimana singkatan universitas yang digunakan Yonro disalah artikan oleh Misae dan Hiroshi sehingga mereka menjamu Yonro bak seorang calon konglomerat. Lantas, akhir penantian Yonro bagaimana ya? jangan-jangan gagal lagi nih karena keluarga Nohara.

Ha ha ha ha..! Tali sepatu putus masalah kecil, tiap hari bisa saja terjadi! Jangan pedulikan! (Halaman 62)

Artis Masa Depan merupakan judul bagian selanjutnya dengan lima cerita. Mengambil tokoh pusat penghuni kamar nomor 201 bernama Yaku Tsukuri, bagian ini mengisahkan bagaimana Yaku berjuang untuk menjadi seorang aktris. Pada dasarnya, Yaku ini adalah tipe orang yang sangat pemalu. Bahkan berbicara dengan orang lain secara langsung saja tidak percaya diri apabila tidak menggunakan make up. Yaku percaya, apabila ia menjadi orang lain, maka ia bisa menghadapi apapun dan mengalahkan rasa kurang percaya diri yang dirasakannya. Oleh karena itu ia bertekad kuat menjadi seorang aktris. Tepat pada saat itu sedang diadakan audisi pemeran sebuah pertunjukan dan Yaku mengikuti audisi itu. Setelah berkali-kali latihan bersama Crayon di tepi danau, Yaku yakin bisa tampil prima esok hari saat audisi.

Dapat menghayati kegundahan orang yang merasa nasi plum dan laki-laki yang amat dicintai sama berharganya! Yaku, kau adalah jenis yang Cuma muncul 10.. tidak.. 30 tahun sekali! Tapi… (Halaman 88)

Hari Minggu yang Menyedihkan ini adalah bagian keenam yang memiliki cerita berjumlah lima buah. Hari minggu yang santai dipagi hari harus terusik karena hujan deras yang mengguyur apartemen. Keluarga Nohara yang menempati kamar 202 di lantai dua harus menghadapi atap yang bocor karena kondisi apartemen yang sudah agak rapuh. Pagi-pagi itu akhirnya dihabiskan oleh keluarga Nohara menampung air bocor. Yang menggelikan adalah apabila ada sebuah suara keras, maka lubang yang bocor akan bertambah. Suara televisi yang keras, bersinnya Crayon, dan teriakan Yonro tidak luput menjadi penyebab kebocoran yang semakin parah. Lantas bagaimana akhir hari minggu yang dialami keluarga Nohara?

Dengarkan, supaya bocor tak bertambah, jangan mengeluarkan suara keras. (Halaman 116)

Summer Party! Bersama Piknik ke Pantai adalah bagian berikutnya. Bagian ini memiliki enam buah cerita dengan latar waktu musim panas. Saking panasnya, Hima dan Crayon berendam air dingin di kolam plastik. Secara kebetulan, penghuni kamar 204, Koyuki Susan melihat mereka dan iri sekali dengan anak-anak yang bisa melepas hawa musim panas dengan berendam. Namun karena kolam plastik tersebut ternyata bocor, Susan mengajak semua penghuni apartemen (kecuali duo detektif dan pemilik apartemen) untuk berwisata ke pantai. Yang mencengangkan adalah, Koyuki Susan yang notabene seorang waria ternyata memiliki latar belakang yang “bombastis” sebelumnya. Hal ini terlihat ketika ia meminjam mobil pada putranya sendiri.

Puah! Aku kan minum bir, jadi tidak boleh nyetir ha ha ha ha… (Halaman 132)

Bagian penutup komik ini adalah Di Apartemen Matazure, Walaupun Kamarnya Kecil Tapi Penghuninya Bahagia yang memiliki enam cerita. Kali ini saya mengenalkan penghuni lantai 1 apartemen yang tak lain dan tak bukan adalah sang pemilik Apartemen Matazure. Tidak jelas sih siapa nama sang pemilik ini, namun yang jelas ia digambarkan sebagai seorang wanita paruh baya yang galak dan tidak suka anak-anak. Suatu saat, Misae harus mengantarkan dokumen ke kantor Hiroshi yang tertinggal di rumah. Mengajak Himawari tentu bukan hal yang mudah. Oleh karena itu ia menitipkannya kepada si pemilik apartemen. Misae harus berpacu dengan waktu agar Hima tidak terlalu lama bersamainduk semang ini. Ia khawatir rumor tentang pemilik rumah yang benci anak-anak bisa berakibat buruk pada putrinya. Ternyata ketika Misae pulang, ia mendapati sebuah kondisi dan fakta yang mengejutkan dibalik rumor itu.

Pemilik rumah yang benci anak kecil ternyata… (Halaman 155)

Saya membaca jilid ini sebenarnya agak kecewa, eh salah. Lebih tepatnya kecewa banget. Hal ini sama dengan jilid sebelumnya, dimana semua cerita di edisi khusus kali ini sudah saya baca di edisi reguler. Jadi tidak ada sesuatu yang baru yang saya temui. Yang membedakan dengan jilid sebelumnya adalah judul tiap bagian di komik ini lumayan sesuai dengan cerita yang terkandung didalamnya. Hal ini jauh berbeda dengan jilid sebelumnya dan bahkan Crayon Shinchan edisi reguler yang judul bagiannya kemana, ceritanya kemana. Jadi ini hal positif yang bisa saya dapatkan.

Oh iya saya juga agak tergelitik dengan tema yang dijadikan cerita saat Yaku mengikuti audisi. Pada audisi tersebut, setiap peserta (termasuk Yaku) harus bisa membawakan perasaan wanita yang gundah karena merasa nasi plum dan laki-laki yang amat dicintai sama berharga. Yah saya tidak tahu apakah audisi aktris memang “seunik” ini tema ceritanya. Karena saya kira tema yang dibawa juga biasa-biasa saja, misalkan diselingkuhi, bahagia karena menikah, dan sebagainya. Terlepas dari tema tadi adalah bumbu komedi ataukah inspirasi dari kenyataan, yang jelas saya terhibur.

Sisi negatif komik ini adalah blurb kurang kreatif. Kalau melihat blurb pada edisi ketiga ini dan edisi pertama dan kedua sebelumnya, blurb ketiganya memiliki kalimat pembuka dan penutup yang sama persis plek. Hanya kalimat kedua saja yang berbeda. Yaa kalau saya boleh usul sih seharusnya blurb ini menyesuaikan dengan tema edisi khususnya, alias tidak hanya copy paste dan edit satu kalimat saja. tetapi secara umum, saya menikmati jilid kali ini. Yuk simak resensi saya selanjutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 2)

covershinchanedk2

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 2)

Sub Judul: Masako Udachi

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496086

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Diterbitkan bagi penggemar Crayon Shinchan dan Masako Udachi. Agar penggemar Crayon Shinchan dan Masako bisa langsung membaca aksi mereka tanpa harus mencari-cari di buku komik Crayon Shinchan. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Saya membaca jilid ini sebenarnya agak kecewa, eh salah. Lebih tepatnya kecewa banget. Hal ini dikarenakan saya sudah mengikuti awal mula tokoh Masako Udachi muncul di kehidupan Crayon hingga jilid ke-48. Bahkan saya hanya terlewat satu jilid saja tentang Masako ini (kalau memang di jilid tersebut ada cerita Masako). Jadi saya akan membahas cerita yang tidak ada kaitannya dengan Masako saja ya. Panah Asmara Murid Baru Masako Udachi adalah judul bagian pertama sebagai pembuka jilid edisi khusus ini dengan jumlah tujuh cerita. Saya sudah membaca cerita tentang Masako di bagian ini pada edisi reguler Crayon Shinchan. jadi terasa tidak menarik lagi.

Untung saja ada cerita tentang awal mula Ibu Matsuzaka memperoleh kekasih. Ya benar, Pak Tokuro sang dokter ahli tulang ini ternyata berjumpa dengan Bu Matsuzaka dengan cara yang unik. Semua berawal ketika Bu Matsuzaka berobat ke sebuah klinik tulang di kota sebelah dan ia jatuh hati dengan dokter Toku.

Karena paling akhir, pasti dokter bisa memeriksa lebih lama. Dan kita bisa saling bicara dari hati ke hati.. (Halaman 30)

Di Rumah Sakit Patah Tulang, Sekamar Dengan Ibu Guru Matsuzaka dengan jumlah delapan cerita adalah bagian kedua. Akibat tidak hati-hati menuruni tangga ketika pulang ke rumah, Bu Matsuzaka terjatuh dan harus dirawat di rumah sakit. Karena ada sedikit masalah tulang, akhirnya Dokter Tokuro yang bertugas memantau perkembangan kesehatan Ibu Matsuzaka. Awal yang dirassakan bahagia di rumah sakit ternyata menjadi malapetaka ketika Crayon juga secara tidak sengaja dirawat di rumah sakit yang sama dan di kamar yang sama dengan gurunya itu.

Kalau dipikir-pikir, aku tidak boleh begitu saja percaya pada anak ini, siapa tahu dia salah. (Halaman 45)

Ibu Guru Akeo Masumi, Lepas Kacamata Menjadi Hebat! dengan enam cerita adalah bagian ketiga. Selama Ibu Matsuzaka tidak masuk sekolah, ada seorang guru pengganti bernama Ibu Akeo yang menjadi wali kelas Bunga Mawar. Bu Akeo ini orangnya sangaaaaaat pemalu. Saking pemalunya, beliau menyuruh anak-anak masuk ke kelas saja tidak sanggup. Mengajar di kelas juga kurang maksimal. Namun Crayon yang baru saja masuk sekolah setelah sembuh menemukan hal menakjubkan dari seorang Ibu Akeo.

Kamu tidak boleh begitu, kamu harus mengambil sikap dari sekarang, jangan lari dari masalah! (Halaman 76)

Kisah Kencan Ibu Guru Matsuzaka yang mempunyai tujuh cerita adalah bagian keempat. Kisah kasih Ibu Matsuzaka selepas dari rumah sakit ternyata tidak ikut berhenti sampai disana. Kali ini beliau dan Pak Toku merencanakan kencan di sebuah taman. Namun lagi-lagi rencana kencan romantis harus hancur lebur karena ada Crayon dan kawan-kawan yang sesungguhnya berusaha membantu kelancaran kencan namun justru membuatnya berantakan. Kalau sudah begini, siapa yang bisa disalahkan?

Kencan pertama gagal karena ulah anak-anak dan kali ini harus lancar. (Halaman 109)

Masako Vs Nana! Yang Menjadi Korban Adalah Boneka Kelinci! yang berjumlah delapan cerita adalah bagian selanjutnya. Sayangnya lagi-lagi saya sudah menikmati kisah Masako sehingga saya terhibur dengan cerita saat Masao dijahili tiga orang anak-anak berpenampilan ninja. Beruntungnya (atau apesnya) Crayon yang sedang melintas diminta tolong oleh Masao untuk mengambil komiknya yang dirampas tiga anak nakal tersebut. Crayon yang setia kawan akhirnya menyanggupi permintaan sahabatnya itu.

Biar aku sihir mereka dengan kekuatan ninjaku, nanti! (Halaman 145)

Tour Ke Korea Bersama Penulis Terkenal Usoto Yoshii, Bagaimana Nasib Naskahnya? merupakan bagian terakhir sebagai penutup komik jilid ini dengan komposisi enam cerita. Usoto Yoshii adalah seorang tokoh yang berprofesi sebagai komikus. Komik yang dihasilkannya berjudul Fubukimaru adalah komik yang terkenal dikalangan anak-anak, termasuk Crayon dan Masao. Suatu ketika penerbit Fubukimaru mengadakan undian berhadiah jalan-jalan ke Korea bersama Usoto Yoshii untuk para pencinta komik tersebut. Dan benar saja, Crayon dan Masao turut terpilih dalam perjalanan itu. Wah kira-kira kejadian unik apa yang menanti Pak Yoshii yang kebetulan sedang dikejar-kejar deadline naskah baru itu?

Bukan waktunya untuk menangis!! Aku orang yang profesional!! Dalam situasi seperti ini, harus bersemangat! (Halaman 171)

Sayang sekali saya harus mengakui jilid ini sangat tidak bisa memuaskan saya tentang Masako Udachi. Maksudnya saya berharap memang ada cerita tentang Masako yang saya lewatkan di edisi reguler dan saya bisa mendapatkan cerita itu di jilid ini. Sayangnya, semua (iya, semua!) cerita yang ada Masako sudah saya baca. Jadi yaa saya mencari pelarian cerita lain. Untung saja ada kisah kasih antara Bu Matsuzaka dan Pak Tokuro sejak awal bertemu hingga perpisahan Pak Toku ke Afrika.

Meskipun seperempat cerita antara Pak Toku dan Ibu Matsuzaka sudah saya baca sebelumnya, setidaknya saya jadi tahu bagaimana awal mupa pertemuan dan perkenalan mereka. Bahkan munculnya tokoh Ibu Akeo juga bisa saya ketahui berkat cerita ini. Saya jadi berpikir, seharusnya jilid kali ini bukan berjudul Masako Udachi, melainkan Ume Matsuzaka. Karena mengingat porsi cerita Masako yang tidak sebanyak cerita Bu Matsuzaka.

Oh iya pada bagian terakhir ada tokoh seorang komikus bernama Usoto Yoshii. Sadar nggak kalau nama tokoh itu merupakan anagram dari komikus komik Crayon Shinchan ini? Yak benar Usoto Yoshii jika ditulis dengan susunan huruf yang berbeda akan menghasilkan Usui Yoshito. Cukup menarik juga ya ternyata. Saya jadi penasaran apakah Usui-san mirip dengan Usoto di komik ini.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 1)

covershinchanedk1

Judul: Crayon Shinchan Edisi Khusus (Jilid 1)

Sub Judul: Kakek Ginosuke

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 175

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9792496068

cooltext-blurb

Buku ini adalah rangkuman dari komik Crayon Shinchan. Diterbitkan bagi penggemar Crayon Shinchan dan kakek Ginosuke. Agar penggemar Crayon Shinchan dan kakek Gin bisa langsung membaca aksi mereka tanpa harus mencari-cari di buku komik Crayon Shinchan. Selamat membaca dan tersenyum….

cooltext-review

Sebenarnya saya agak malu sih meresensi komik ini. Hal itu dikarenakan komik reguler Crayon Shinchan belum sempat saya resensi sampai taamat. Tapi ya apa mau dikata, terbitnya komik reguler sangat tidak bisa diprediksi. Akibatnya saya jadi kehilangan jejak dan mulai membeli edisi khusus ini sebagai obat kangen. Seperti yang tertuang pada blurb diatas, saya berasumsi isi komik ini 100% tentang kakek Ginosuke. Atau paling tidak setiap kisah ada Kakek Gin. Ternyata saya salah.

Komik ini terdiri dari tujuh bagian. Yang pertama adalah bagian berjudul Kakek Gin Datang! Muka & Karakternya Sama Persis Denganku yang terdiri atas tujuh cerita. Saya suka cerita ketika Kakek Gin berkunjung (sekaligus menginap) di rumah Nohara karena kangen dengan Crayon. Malam harinya, Crayon disuruh Misae mengecek air panas apakah sudah siap di bak mandi karena akan digunakan kakek. Alih-alih menuruti perintah, Crayon justru melimpahkannya kepada kakek Gin sehingga berbuah benjolan berlapis di kepalanya.

Kamu juga ikut mandi saja, dengan kepalamu yang seperti itu jadi tidak bisa dicuci ya! (Halaman 10)

Bagian kedua berjudul Wah…. Senangnya Makan Diluar!! Ada Sushi Dan Steak yang memiliki lima cerita. Salah satu yang membuat saya terhibur adalah kisah tentang Hiroshi yang ingin mewujudkan keinginannya sepulang kerja. Impiannya mulai dari mandi berendam dengan nikmat, menggunakan sabun aroma untuk air panas, dan bersantai hingga ngantuk. Tak disangka, sesampainya dirumah ternyata bak mandi masih belum disiapkan. Tidak hanya itu, ternyata sabun aroma yang akan digunakan telah habis. hal ini menjadi cikal bakal runtuhnya impian yang Hiroshi nantikan.

Kenapa di toko dekat sini tidak ada, aku sampai harus ke toko di kota sebelah. (Halaman 34)

Kakek Gin Kabur Dari Rumah yang berjumlah tujuh cerita adalah bagian ketiga. Seperti judul bagiannya, cerita pembuka bagian ini adalah tentang Kakek Gin yang kabur dari rumah karena bertengkar dengan Nenek, sehingga menumpang menginap di rumah Hiroshi. Namun, saya justru menyukai cerita tentang Misae yang menyuruh Crayon membereskan kipas angin karena sudah memasuki musim dingin. Crayon berkata seolah kipas itu adalah benda hidup dan tak ingin berpisah meski hanya beberapa bulan.

Saya sedih karena saya sering memperhatikannya, sering memberinya makan. (Halaman 69)

Bagian keempat adalah Belanja Yang Kacau! Disuruh Mama Beli Daging yang mempunyai tujuh cerita sebagai penyusun bagian ini. Tidak seperti judul bagiannya, sayatergelak dengan kisah ketika Misae menyuruh Crayon mencuci piring. Dan seperti anak-anak pada umumnya yang sangat malas membantu mamanya, Crayon juga mengungkapkan keengganannya membantu sang mama. Namun berkat kata-kata tipu muslihat Misae, Crayon bersedia membantu. Meskipun pada akhirnya terjadi hal yang merugikan makan malam mereka sekeluarga.

Membantu itu siapa saja boleh, lelaki maupun perempuan. Nanti kamu juga yang pandai. (Halaman 78)

Lagi-lagi cerita tentang Kakek Ginosuke dituangkan dalam bagian Kakek Dari Akita Tidak Ada Kerjaan, Jadi Datang Menengok Cucu dengan jumlah enam buah kisah. Ternyata Kakek Gin memiliki kebiasaan yang aneh dan unik ketika akan berkunjung ke rumah Misae. Kali ini beliau mengirimkan surat pemberitahuan akan mengunjungi Crayon sekeluarga. Lucunya, ketika Misae baru saja menerima surat tersebut dari tukang pos, Kakek sudah berada di dalam rumah sambil menikmati buah jeruk.

Papa, kenapa datang lebih dahulu daripada suratnya? Nanti kan bisa saya jemput. (Halaman 106)

Hari Minggu Hiroshi Yang Suram! Memangkas Rumput & Bikin Rak! adalah bagian selanjutnya dengan jumlah lima cerita. Yang saya sukai adalah kisah ketika Hiroshi harus membawa Putih pergi vaksinasi bersama Crayon dikarenakan Misae sedang berhalangan keluar rumah. Putih yang merasa hanya akan diajak jalan-jalan biasa tidak bisa melarikan diri ketika tersadar tujuan akhirnya saat berada ditengah perjalanan. Namun bukan Putih namanya kalau tidak cerdik. Ia berhasil lolos dari pengawasan dan kabur dari rumah sakit. Namun akhir kisahnya justru berakhir menggelikan.

Dari jauh ada hembusan bau, mengingatkan dia pada kenangan masa lalu yang menyeramkan. (Halaman 136)

Bagian terakhir sebagai penutup komik edisi perdana cerita khusus ini memiliki judul Mau Pulang Ke Akita Atau Tetap Disini? Kakek Gin Mau Tinggal Disini Sampai Kapan? yang berjumlah lima cerita. Seperti judulnya, bagian ini sebagian besar berkisah tentang keseharian Kakek Gin yang masih menumpang di rumah keluarga Nohara. Kali ini ia yang ingin tidur siang justru tertantang bermain petak umpet bersama Crayon. Alih-alih bersembunyi di dalam rumah, Crayon justru memilih bersembunyi di luar. Bahkan ia harus berjalan kemana-mana karena berbagai hal. Sedangkan Kakek? Tetap berusaha dengan keras menemukan Crayon di setiap sudut rumah. Kira-kira bagaimana akhirnya ya?

Satu menit! Aku akan menemukanmu! Ingat dalam satu menit! (Halaman 160)

Membaca Crayon Shinchan edisi khusus seperti ini sebenarnya da baik dan buruknya. Yang baiknya adalah, saya seperti membaca berjilid-jilid komik Crayon Shinchan reguler dalam satu buku. Karena edisi khusus kali ini mengusung judul Kakek Ginosuke, maka tidak heran dari awal cerita hingga kisah yang terakhir buanyak sekali tokoh Kakek Gin yang berperan.

Saya sebenarnya tidak menggemari sekali tokoh kakeknya Crayon ini. Namun membaca sifat dan karakter yang sama dengan Crayon ini membuat saya geleng-geleng kepala. Tapi justru hal itu menjadi sebuah hal yang lucu dan hiburan tersendiri dalam setiap kisahnya. Apalagi sepertinya semua cerita Kakek Gin dari jilid pertama hingga terbaru ada semua di komik ini.

Nah, bagian buruknya adalah blurb yang sangat-sangat menipu. Kalimat yang tertulis “Agar penggemar Crayon Shinchan dan kakek Gin bisa langsung membaca aksi mereka tanpa harus mencari-cari di buku komik Crayon Shinchan” membuat saya berpikir buku ini isinya tentang Kakek Gin, saja, tanpa ada yang lain. Namun ternyata, Kakek Gin hanya menghiasi beberapa kisah di awal tiap bagian. Sisanya adalah cerita lain yang tidak ada Kakek Gin.

Hal tersebut membuat komik ini hanyalah komik reguler Crayon Shinchan yang berbeda sampul dan susunan kisah yang acak. Agak tertipu juga yah sebenarnya. Kemudian yang saya sayangkan juga adalah tidak adanya sumber jilid keberapa suatu kisah tersebut berada. Padahal kan bisa sekalian mencari tahu jilid mana yang belum saya baca. Siapa tahu saya bisa melengkapi jilid yang lain, bukan? Semoga jilid berikutnya ada perbaikan yang berarti.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 48)

covershinchan48

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 48)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496178

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Buriburi Zaemon – Kisah Negeri Hernia dengan dua bab cerita menjadi pembuka jilid 48 kali ini. Petualangan Shinchan dan Buriburi Zaemon yang ajaib kini berada di Negeri Hernia. Kerajaan ini sebenarnya kerajaan yang damai. Namun karena adanya serangan dari kelompok dance(?) yang memporak-porandakan kerajaan akhirnya negeri ini jatuh dalam kekuasaan kelompok tersebut. Tak hanya itu saja, Raja, Ratu, dan Pangeran dikurbut hidup-hidup dan seluruh rakyat yang menderita sakit pinggang dipaksa untuk bekerja dibawah kendali pemimpin yang otoriter. Wah bagaimana Shinchan dan Buriburi membantu negeri ini ya?

Kita beri contoh pada penduduk negeri ini, akan seperti apa kalau mereka membangkang. (Halaman 10)

Kak Nanako, Love Foreveeer!! dengan tiga cerita adalah bagian kedua. Kali ini Crayon yang kebetulan berpapasan dengan Nanako di jalan terkejut karena punggung tangan Nanako ada luka. Ternyata luka itu akibat sengatan lebah. Mulai saat itulah Crayon bertekad menjadi bodyguard Nanako agar bisa melindunginya dari berbagai bahaya. Oleh karena itu, Crayon meminta tolong pada Hideki, pengawal Masako, agar mengajarinya menjadi bodyguard yang baik. Akhirnya pelatihan yang melelahkanpun dilaksanakan. Bahkan Hideki mengajak Crayon menjadi pengawal Masako sebagai latihan terakhir ketika ada pesta meriah di rumah Masako.

Itu aturan no. 1! Untuk melindungi orang yang kita jaga, kalau ada bahaya, harus kita halangi. (Halaman 22)

Hari yang Heboh Pun Berlanjut! dengan tiga kisah merupakan bagian selanjutnya. Salah satu cerita yang menyita perhatian saya adalah ketika Misae hendak memotong kuku Himawari yang sudah panjang. Kecepatan Hima merangkak dan bersembunyi yang tidak bisa diimbangi Misae akhirnya membuatnya meminta tolong pada Crayon. Namanya juga Crayon, perburuan adik perempuannya ini justru dijadikannya untuk bermain layaknya detektif dan agen rahasia. Misae mau tidak mau menuruti keinginan putranya itu.

Kalau begitu, aku jadi Jack Nohara, Mama jadi Misa Dadakurata ya. (Halaman 51)

Bersih-Bersih Toilet dengan Mama…. yang memiliki tiga cerita adalah bagian keempat. Seperti judul bagiannya, saya akan mengupas kisah yang bercerita tentang Misae yang memarahi Crayon karena pipisnya berceceran di lantai toilet. Alih-alih langsung membersihkannya sendiri, Misae mengajak Crayon membersihkan toilet sekaligus sebagai bagian kehidupan bermasyarakat. Seperti ketika mengejar Hima untuk memotong kuku, kali ini Crayon mengusulkan membersihkan toilet sambil mendengarkan lagu rap agar tidak terlalu sunyi.

Crayon, kalau kau tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah laki-laki, nanti tidak disukai perempuan loh. (Halaman 68)

Edisi Extra Shinchan 4! Roh Penghisap Tulang dengan dua kisah adalah bagian berikutnya. Kali ini petualangan Crayon dan lainnya untuk membasmi Bone Vampire dari muka bumi masih menemui titik buntu. Selain Mitsudo yang diculik kelompok Bone Vampire, pedang bernama Bone Blade juga telah diambil oleh mereka. Untung saja Crayon sempat mencuri Bone Straw milik Born King. Sedotan ini menjadikan Born King kalang kabut memberikan penawaran agar bisa mendapatkannya kembali. wah kira-kira bagaimana akhir kisah fenomena boneless ini ya?

Sedotan itu dibuat dari tulang leherku, makanya sangat berharga untukku. (Halaman 82)

Shinchan dan Kumbang Tanduk yang Keren!! adalah bagian terakhir sebagai penutup jilid ini yang termasuk dalam Serie “Crayon Shinchan dan Serangga”!! Saya kurang paham apakah ini cerita spesial ataukah memang cerita reguler. Tetapi yang jelas, sebelum memasuki cerita, ada dua halaman khusus yang memuat pengetahuan dasar tentang serangga. Mulai dari klasifikasi hingga ciri-ciri serangga baik morfologi maupun fisiologi. Pengetahuan tambahan bagi yang sebelumnya kurang mengerti dunia serangga.

Memasuki cerita, dimulai saat Crayon menonton Pahlawan Bertopeng di televisi. Pada akhir tayangan, disebutkan bahwa serangga kumbang bertanduk memiliki karakteristik yang mirip Pahlawan Bertopeng. Mengetahui hal ini, esok paginya (dini hari lebih tepatnya), Crayon membangunkan Hiroshi untuk menemaninya mencari kumbang tanduk. Sempat dikira sebagai kawanan maling, keduanya masih belum juga menmukan pepohonan sarang kumbang tanduk. Tepat saat itu, Kepala Sekolah sedang lewat dan hendak mencari kumbang tanduk. Akhirnya Crayon dititipkan kepadanya. Menyusul kemudian ada Masao, Nana, Kazama, dan Bo. Kelima anak ini mengikuti Pak Kepala Sekolah. Lantas, berhasilkah mereka?

Disini memang banyak pohon, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa kumbang tanduk hidup disini… (Halaman 108)

Jilid kali ini sepertinya tidak memiliki tema besar yang diusung, yah karena sepertinya tema besar pamungkas sudah diakhiri di jilid 47 yang lalu. Namun, pada bagian depan setelah identitas buku, ada dua halaman berwarna berisi tokoh-tokoh yang bermain dalam seri komik ini. Padahal sebelumnya pengenalan tokoh ini tidak berwarna lho, satu halaman pula. Oh iya, jilid ini juga tidak melupakan Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 20 dan Part 21. Lambat laun saya jadi kurang tertantang karena saya sering nggak bisa menebak jawabannya hahaha!

Yang menjadi kekurangan mulai jilid ini adalah frame komik yang lebih besar. Bukannya saya tidak suka, namun frame ini membuat cerita yang disajikan dalam durasi halaman yang sama menjadi lebih sedikit. Padahal jika menggunakan ukuran yang sama seperti sebelum-sebelumnya pasti bisa memuat cerita lebih banyak, yang pada akhirnya nanti bisa memberikan kepuasan yang lebih maksimal pada akhir kisahnya.

Kemudia layout ata tata letak yang berbeda dibandingkan jilid yang telah lebih dulu terbit. Tidak adanya keterangan panah panel sebagai alur sering membingungkan saya. Umumnya memang alur membaca komik ini dari satu panel kiri ke panel kanan, kemudian ke panel sebelah kiri dibawahnya. Namun ternyata ada beberapa cerita yang alurnya harus kebawah terlebih dahulu baru ke panel sebelah kanan. Pantas saja saya rada bingung. Saya tidak tahu apakah ini memangd ari sononya ataukan penerbit yang kurang jeli.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 47)

covershinchan47

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 47)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496154

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Saya Selalu Membuat Kegaduhan! Tapi, Tidak Juga Ah!! adalah judul pembuka untuk bagian pertama jilid ke-47 kali ini yang memiliki tiga cerita. Cerita dibuka dengan keluarga Nohara yang liburan ke Gifu untuk menyaksikan Ukai, pemancingan yang sangat terkenal seantero Jepang. Mereka sekeluarga menginap di sebuah hotel yang secara kebetulan memiliki karyawan bernama Chikage yang sangat cantik. Tentu saja insting Hiroshi dan Crayon untuk menggoda gadis cantik langsung muncul.

Hatiku hanya bisa terpancing oleh laki-laki hebat yang bisa jadi nelayan Ukai. (Halaman 8)

Komik Extra! Roh Penghisap Tulang dengan dua cerita adalah bagian kedua sekaligus lanjutan dari cerita spesial di jilid yang lalu. Kali ini Born King sudah menduduki White House di Amerika dan memaksa presiden untuk memberitahukan pengumuman palsu. Di lain tempat, keluarga Nohara (lebih tepatnya Hiroshi dan Crayon) berusaha mengelabuhi Born King agar tidak bisa mendapatkan pedang yang dulu telah membunuhnya. Lagi-lagi cerita ini berakhir menggantung hingga jilid berikutnya.

Umumkan pada dunia, untuk mencegah fenomena boneless adalah dengan mengonsumsi kalsium dalam jumlah besar. (Halaman 25)

Ultra Baby Himawari! Seluruh Dunia Disebutnya “Taa” dengan empat kisah adalah bagian ketiga. Mengisahkan beberapa kejadian yang dialami Himawari dengan ataupun tanpa adanya campur tangan darinya. Saya suka cerita terakhir berjudul Seandainya Himawari Masuk TK yang mengisahkan angan-angan ketika Hima jadi murid TK Aksi. Seperti kisah Crayon yang masuk SD, kali ini Hima sedang mengikuti upacara penerimaan siswa baru. Namanya juga anak balita yang baru sekolah, pikirannya teralihkan dengan mudah karena musik yang mengalun saat upacara.

Hei, jangan hakimi masa depan anak saya ya! Dia juga punya banyak sisi baiknya, tahu! (Halaman 51)

Memasuki tema besar yang diusung selama beberapa jilid, kali ini dibuka dengan bagian berjudul Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Benang Kusut Akhirnya Terurai Juga Loh!! yang terdiri atas empat cerita. Kali ini keduanya tidak sengaja berjumpa pada H-1 pertunangan Matsuzaka dengan Ropponggi. Sayangnya, keduanya terlalu gengsi untuk mengucapkan yang sebenarnya dirasakan dan berkata yang sebaliknya. Malam harinya, Matsuzaka justru mabuk-mabukan di kedai yakitori yang kebetulan (lagi-lagi) bertemu Crayon dan ayahnya. Dalam keadaan mabuk berat (yang ternyata masih bisa berjalan tanpa hilang kesadaran), Matsuzaka berkata jujur dihadapan semuanya di kedai itu.

Tidak salah lagi! Bu Matsuzaka masih belum bisa melupakan Pak Tokuro! (Halaman 64)

Selanjutnya bagian ini tikisahkan dalam judul Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Tidak Mungkin Jadi Begini…?! dengan tiga cerita. Detik-detik pertunangan sudah berjalan. Namun akhirnya Tokuro berhasil mengungkapkan apa yang mengganggu pikirannya selama ini kepada Matsuzaka. Ropponggi yang tidak terima akhirnya berkelahi dengan Tokuro. And we know who is the winner. Kehidupan bahagian Tokuro dan Matsuzaka kemudian berjalan selama beberapa saat. Hingga suatu hari Tokuro hendak berangkat ke Afrika untuk penelitian fosil tulang. Tak disangka, kepergiannya ke Afrika akan membawa kesedihan yang mendalam untuk Matsuzaka.

Jangan sebut kata-kata apapun yang mengingatkan dia dengan Pak Toku! (Halaman 79)

Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Hati Mereka Terhubung Selamanya!! adalah bagian penutup tema besar ini dengan dua cerita. Matsuzaka yang sudah kehilangan kebahagiaan justru diam-diam memiliki rencana menyiksa dirinya sendiri dari dalam. Tokuro yang tidak kembali ke hadapannya lagi membuatnya frustrasi berkepanjangan. Sampai-sampai ia mendapatkan hukuman cukup keras dari sekolah. Namun, ia menjalani hukuman ini dengan bertanding tinju. Agak aneh memang, namun Matsuzaka berpikir tinju ini akan bisa membuatnya mencapai tujuan dengan berjumpa dengan Tokuro lagi.

Mungkin ingin menyusul Pak Tokuro… Apalagi Bu Guru akan dipecat dari sekolah… (Halaman 98)

Bagian terakhir adalah Ultra Baby Himawari! “Semakin Diberitahu, Semakin Pandai!” dengan tiga kisah. Salah satunya adalah Bila Himawari Berumur 2 Tahun… yang mengisahkan ia sudah bisa bermain bneka. Alih-alih bermain boneka yang ganti baju dan jalan-jalan, ia justru berbuat seolah-olah bonekanya saling bermusuhan dan akhirnya saling berkelahi. Melihat hal ini, Misae memberikan teguran kepada putrinya. Namun sudah bisa ditebak lah ya, akhir cerita ini tidak sesuai yang diharapkan hahahaha.

Himawari kan anak perempuan, jadi mainnya bukan pakai kekerasan seperti anak laki-laki. (Halaman 114)

Satu kata untuk jilid kali ini: menyesakkan. Baru kali ini saya membaca komik yang (pada dasarnya) komedi, lucu-lucuan, dan konyol, tetapi saya nyesek membacanya. Hal ini khususnya ditujukan pada tema besar Tokuro dan Matsuzaka. Bukan betapa keras dan sulitnya membuat mereka berdua bersatu kembali, justru hal tak disangka-sangka yang terjadi kemudian hari yang membuat saya begitu sedih. Saya merasakan kesedihan Matsuzaka. Saya juga merasakan betapa terharunya surat dari Tokuro (yang datang terlambat). Hal ini ditunjang dengan goresan gambar yang sangat pas dan untuk kali ini, saya memuji terjemahannya (khususnya terjemahan isi surat Tokuro) yang begitu mengena. Baca sendiri saja ya huhuhuhu :(

Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 18 dan Part 19 turut menyumbang semakin menariknya jilid kali ini. Tak tanggung-tanggung, sebagai persembahan istimewa, kuis part 18 (eh, atau 19 ya?) tiga pertanyaannya semua tentang Matsuzaka dan Tokuro. Tentu saja kuis ini semakin membuat mellow. Oh iya, ada juga Crayon Shinchan 4 Frame yang kali ini hanya memuat tiga cerita (sangat) pendek di halaman akhir komik. Yang jelas, jilid kali ini berhasil mengaduk-aduk perasaan saya. Good job deh untuk Usui-san!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 46)

covershinchan46

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 46)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496123

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Nama Ibu Shiro adalah Bourusichi!! Shiro Masih Ingat Tidak Ya?! adalah judul bagian pertama jilid ke-46 ini. Tidak seperti biasanya, anjing Crayon yang biasa dipanggil Putih, kali ini dipanggil dengan Shiro, sesuai dengan nama asli di Jepang sana. Cerita ini mengisahkan tentang awal mula Shiro bisa dibuang dan ditemukan Crayon dan kawan-kawan seperti tercantum di jilid pertama. Ternyata, Shiro ini adalah anak dari induk anjing bernama Borusichi yang dimiliki gadis kecil bernama Run. Karena sang ayah ternyata mengidap alergi pada bulu anjing, akhirnya Borusichi dimasukkan tempat penampungan hewan dan Shiro harus dibuang.

Maaf ya, Borusichi, aku tidak bisa menolongmu dan anakmu.. maaf ya.. (Halaman 7)

Diakhir kisah ada sebuah halaman yang berjudul Kumpulan cerita tentang Shiro yang berisi beberapa rangkuman cerita tentang Shiro di berbagai jilid yang telah lalu. Lanjut ke bagian kedua adalah Kembali ke Masa Lalu! Reuni Memang Asyik!! dengan tiga cerita. Kali ini, Hiroshi hendak menghadiri reuni SMP di Akita, kampung halamannya. Crayon diajak serta dan meninggalkan Misae dan Hima. Ditengah reuni, Hiroshi bertemu dengan Umi, wanita yang dulu ia “tembak” namun ditolak karena ingin belajar ujian. Nostalgia yang manis dan menyesakkan dada kembali dihadirkan Usui-san dalam cerita kali ini.

Suaminya selingkuh dan punya hutang besar, jadi Umichan sekarang membesarkan 2 anaknya sendirian. (Halaman 17)

Bagian ketiga adalah lanjutan tema besar yaitu Kisah Cinta Ibu Matsuzaka dan Pak Tokuro… Semakin Rumit! dengan empat cerita sebagai penyusunnya. Kali ini dikarenakan konflik antara Matsuzaka dan Tokuro tidak kunjung usai, ibunda Matsuzaka akhirnya menjodohkan anak gadisnya dengan Hiruto Ropponggi, seorang eksekutif muda yang bisnisnya cukup terkenal. Tak tanggung-tanggung, Ropponggi langsung mendatangi TK Aksi setelah melihat wajah Matsuzaka dalam foto dengan niat ingin segera melamarnya. Namun kali ini ia hanya mengajak Matsuzaka berkencan sebelum akhirnya melamar agar bisa saling mengenal. Waduh!

Aku terkesan sekali melihat gayamu melindungi anak-anak! Ume, aku ingin menikah denganmu! Malam ini kita kencan ya! (Halaman 36)

Kisah Cinta Ibu Matsuzaka Dan Pak Tokuro! Kalau Begini, Jalani Saja!! terdiri dari tiga cerita adalah bagian keempat. Kehidupan Matsuzaka dan Tokuro semakin berlanjut. tak disangka, dalam kencan perdana Matsuzaka dan Ropponggi, mereka berjumpa dengan Tokuro dan Orie, gadis cantik yang menimbulkan salah paham. Tentu saja hal ini menghadirkan cekcok antara Tokuro dan Matsuzaka. Bahkan keduanya saling membuat “panas” dengan berlaku mesra dengan teman yang menemaninya ke restoran itu. Sampai akhirnya tercetuslah keputusan diantara keduanya (yang kemudian masih bersambung)..

Hm, orang ini lucu, mungkin tidak akan bosan bersamanya. (Halaman 52)

Setiap Hari Ada Saja Kejadian! Tapi Aku Bahagia Kok! dengan jumlah empat kisah adalah bagian selanjutnya. Berisi cerita-cerita casual salah satunya adalah keluarga Nohara dan bibi tetangga yang diundang pesta ke rumah Hiraishe. Awalnya Hiroshi tidak mau pergi kemana-mana karena hari libur. Sayangnya, niat ingin santai-santai itu harus hancur lebur dalam sekejap dikarenakan “amunisi” yang dibawa Tante Hiraishe.

Papa kalah dalam 13 detik. Kalah oleh jurus kaki kiri Tante Hiraishe. (Halaman 70)

Komik Extra Crayon Shinchan dengan dua cerita adalah bagian selanjutnya. Saya suka cerita pertama berjudul Raja Penghisap Tulang Born King yang mengisahkan seorang(?) iblis penghisap tulang manusia. Awalnya ia sudah mati karena tebasan di leher. Namun karena formula yang bisa menghidupkannya kembali telah ditemukan, ia mencari orang-orang yang bisa dijadikan pengikut untuk menguasai dunia dengan menghisap tulang orang lain. Sayangnya cerita ini (lagi-lagi) harus bersambung ke jilid berikutnya.

Enak kan! Kalau kau sudah mencoba, tidak akan bisa berhenti! Sekarang kau telah jadi roh penghisap tulang! (Halaman 87)

Ultra Baby Himawari!! Saya Selalu Nomor Satu Dong! adalah bagian penutup dengan jumlah sembilan kisah. Salah satu kisah yang ada adalah ketika Misae hendak berbelanja kebutuhan dapur yang ternyata sudah menipis. Entah kenapa, ia berinisiatif berbelanja bersama Hima dengan mengendarai mobil. Tentu saja berkendara dengan bayi yang sangat aktif dan nakal seperti Hima bukanlah hal yang baik. Sampai-sampai Hima menghalangi pandangan Misae dengan bermain di depan setir yang hampiiir saja membuat mereka berdua meregang nyawa.

Anak nakal! Kita bisa mati tahu! Jangan pura-pura tidur! (Halaman 109)

Pada jilid kali ini, ada hal yang sedikit berbeda. Ada selembar kertas tebal (lebih tebal dibandingkan kertas untuk komik) yang dijild jadi satu setelah kisah Shiro yang pertama tadi. Lembar ini ada tulisan di satu sisi yaitu tebak-tebakan berjumlah sembilan pertanyaan dan sisi baliknya adalah kunci jawaban yang cara membacanya harus dihadapkan ke cermin terlebih dahulu. Saya sebenarnya terima-terima aja sih. Tetapi ini apa ya? Bonus sisipan kah? Ekstra halaman kah? Agak nggak berguna aja sih, emngingat semua pertanyaannya tidak ada hubungannya dengan Crayon Shinchan sama sekali.

Nah, yang saya tunggu-tunggu adalah Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 16 dan Part 17. Kali ini pertanyaannya memang sangat berkaitan dengan komik Crayon Shinchan. Jadi pencantumannya tidak sia-sia belaka. Apalagi semakin kesini pertanyaan tentang tokoh yang dijadikan kuis berkaitan langsung dengan jilid komik yang sedang dibaca. Jadi terasa lebih menantang gitu.

Yang saya tidak sukai adalah bersambungnya cerita spesial. Sebenarnya kalau yang bersambung adalah cerita bertema besar seperti Apartemen Matazure, olahraga kendo, Pak Atsu, dan Musae seperti jilid sebelumnya, saya sangat terima. Hal ini dikarenakan penyelesaian konflik mereka tidak bisa diselesaikan dalam satu jilid. Tetapi berbeda dengan cerita spesial yang sebenarnya nggak penting jika dibuat bersambung. Lebih baik langsung tamatkan saja sehingga jilid berikutnya bisa lebih banyak menceritakan tema besar yang diusung. Begitu saja ya komentar saya untuk jilid kali ini…

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 45)

covershinchan45

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 45)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496109

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Jilid kali ini dibuka dengan satu bagian berjudul Ada Murid Sementara Untuk 1 Minggu!! Mampukah Dia Mengatasi Shinchan?! yang hanya memiliki satu cerita. TK Aksi kedatangan seorang murid pindahan. Yang berbeda dengan murid pindahan pada umumnya, anak bernama Show ini hanya bersekolah selama satu minggu dikarenakan pekerjaan ayahnya yang sering berpindah-pindah. Show sebagai anak yang telah kehilangan sosok ibu hanya bisa disekolahkan ayahnya agar Show tidak kesepian. Sayangnya, Show tumbuh menjadi anak yang nakal dan selalu menantang berkelahi anak di sekolah. Kali ini musuhnya adalah Crayon.

Cepat sekali! Dia tidak jatuh oleh pukulanku! Baru kali ini aku bertemu anak seperti ini! (Halaman 8)

Saya Ini Anak 5 Tahun yang Berbakat… Ada Masalah Apa?! dengan empat cerita merupakan bagian kedua. Saya terharu dengan kisah ketika Kazama dan mamanya pergi ke Perth di benua Australia untuk mengunjungi papanya Kazama. Hal yang sangat tidak diduga Kazama ternyata tururt terjadi, yaitu seluruh keluarga Nohara juga berlibur ke Perth, menginap di hotel persis di samping rumah papa Kazama, dan bertemu di restoran juga tempat wisata. Padahal, Kazama yang sudah lama menantikan perjumpaan dengan papanya hanya ingin bisa menghabiskan waktu berdua saja. Wah kira-kira bisa terlaksana tidak ya keinginan Kazama dalam waktu yang singkat itu?

Padahal, saya hanya ingin bersama Papa saja. (Halaman 23)

Ibu Matsuzaka dan Tokuro, Perjalanan Cintanya Melewati Gunung dan Bukit!! sebagain bagian ketiga ini memiliki empat cerita sebagai pembukaan. Benar sekali, problematika antara Ibu Matsuzaka dan kekasihnya, Kyoda Tokuro si dokter tulang menjadi tema besar cerita yang tidak hanya selesai dalam satu jilid saja. Kali ini Tokuro sudah pulang ke Jepang dan keluar bersama Bu Matsuzaka. Sayangnya, kencan kali ini tidak berlangsung lancar bahkan menimbulkan konflik yang berkepanjangan dan mengganggu aktivitas Tokuro dan Ibu Matsuzaka.

Tokuro tolol! Kau ini seumur hidup hanya mengejar tulang belulang saja! (Halaman 38)

Ini Juga, Itu Juga… Kumpulan Kisah Keluarga Shinchan!! dengan empat cerita ini sangat unik. Mengisahkan saat Crayon masih berusia balita dan keluarga Nohara masih menempati rumah yang reyot dan usang. Oleh karena itu, Misae menyarankan agar membeli rumah baru agar tidak sempit dan Crayon bebas bermain. Hiroshi akhirnya bersedia meskipun ketika membeli rumah maka ia akan terlilit cicilan pelunasan rumah selama bertahun-tahun. Apalagi ketika mereka bertiga berkeliling mencari calon rumah, ada cerita yang menggelikan.

Hm, orang ini tidak niat beli! Sepertinya tak punya uang, aku tak perlu menemaninya! (Halaman 55)

Kumpulan Kisah Keluarga Shinchan! Walau Selalu Bertengkar, Tapi Semakin Rukun!! dengan jumlah lima kisah adalah bagian selanjutnya. Bagian yang berisi cerita sehari-hari ini salah satunya adalah ketika Ten Dong Chan, artis dari Korea yang disukai Misae mengunjungi Jepang. Ia dan ibu-ibu yang sempat bertemu ketika tur lokasi syuting “Winter Todana” beberapa waktu yang lalu terlibat adu mulut dengan penggemar garis keras Ten Dong. Untung saja berkat sepatah kalimat dari Crayon, amukan massa yang terdiri atas ibu-ibu itu sempat diselesaikan dengan damai.

Pokoknya, orang yang mengganggu Ten Dong harus pergi!! (Halaman 79)

Edisi Ekstra Paling Populer!! Shinnosuke Nupan 4 dan Shinchan Pensil merupakan bagian keenam dengan dua cerita spesial. Saya tentu saja akan menyukai cerita kedua berjudul Crayon Shinchan Pensil – Shinchan dan Pabrik Chocobi. Kali ini, Crayon yang sudah duduk di bangku SD sedang mengikuti tur sekolah ke pabrik biskuit. Di pabrik ini ada berbagai macam biskuit yang diproduksi, termasuk biskuit chocobi kesukaan Crayon. Bukan Crayon namanya jika tidak membuat kekacauan. Namun kali ini kekacauan dan kejahilan yang Crayon lakukan tidak terlalu parah. Saya suka dengan karakter Crayon yang sedikit lebih dewasa dibandingkan Crayon versi TK.

Di pabrik ini tidak diharuskan pegawai cantik! Itu namanya dikriminasi! (Halaman 105)

Ultra Baby Himawari!! Short-Short Diary!! adalah bagian terakhir dengan komposisi empat cerita. Seperti biasa, Hima kali ini menjadi dalang berbagai kekacauan yang terjadi di dalam rumah ataupun diluar rumah. Salah satunya adalah ketika Hiroshi ingin membeli saham agar mendapat uang banyak, Misae percaya bahwa Hima bisa meramal keberuntungan karena secara tidak sengaja Hima bisa menebak nomor undian lotere di koran. Akhirnya tanpa ragu Hiroshi dan Misae pun meminta Hima mencari perusahaan yang berpotensi menghasilkan uang berlimpah.

Berarti Hima adalah “Lucky Girl” ayo kita minta dia yang pilih! (Halaman 115)

Setelah meninggalkan hidup Musae yang kluntang-klantung tak tentu arah, jilid kali ini ternyata mengusung tema besar kepulangan Tokuro dan keberlanjutan kisah asmaranya dengan Ibu Matsuzaka. Bukannya rukun dan bersuka cita merayakan pertemuan setelah berbulan-bulan harus LDR (Long Distance Relationship), mereka berdua harus terlibat cekcok yang cukup menyita perhatian. Disisi lain, ada seorang gadis yang saya rasa sangat tidak tahu diri dalam bertingkah laku di depan Tokuro. Sampai-sampai akhirnya muncul skandal yang menghebohkan. Penasaran sekali dengan keberlanjutan kisah ini.

Oh iya, jangan lupakan juga Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 14 dan Part 15. Semakin kesini, kuis ini cukup bikin memori otak bekerja agar bisa menebak dengan benar. Tapi saya cepet nyerah sih, kalau lupa ya langsung buka kunci jawaban hahaha. Oh iya, ada juga Crayon Shinchan 4 Frame yang kali ini hanya memuat lima cerita (sangat) pendek, tdak seperti sebelumnya yang ada tujuh cerita.

Yang membuat saya mengernyit bingung adalah judul bagian keenam yang menyebut “Nupan” alih-alih menyebut “Lupan” seperti jilid detektif Crayon sebelumnya. Kalau salah ketik kok ya jauh antara L dengan N. Jadi sebenarnya Lupan atau Nupan? Kemudian ada lagi reaksi bapak pegawai pabrik biskuit yang saya tuliskan kutipannya diatas, kok saya rasa overreacted ya. padahal Crayon dan Masao tidak menyinggung kecantikan karyawan selalu diutamakan pabrik atau tidak. Tapi responnya kok begitu banget, pakai ada tanda seru lagi, kan kesannya marah-marah. Sudah ah, lanjut baca jilid selanjutnya saja..

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 44)

covershinchan44

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 44)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792496079

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Sampai Musae Mencapai Mimpinya….. Nohara Sekeluarga Pun Kacau Balau!! merupakan judul bagian pembuka jilid ke-44 ini. Berisikan empat cerita, bagian ini mengisahkan hidup Musae yang hanya diisi dengan bermalas-malasan. Omelan dan ceramah kemarahan dari Misae, sang kakak, tidak membuatnya berubah menjadi pribadi yang baik. Oleh karena itu, Hiroshi diminta maju untuk membuat adik iparnya tersebut menjadi lebih baik lagi. bahkan Hiroshi harus mengorbankan hari liburnya untuk menasehati Musae. Wah bisakah Musae berubah?

Tapi semakin dewasa, semakin tahu kenyataan, jadi mimpinya dilupakan. (Halaman 7)

Tidak Boleh Menyerah! Perjuangan Musae Pun Dimulai!! dengan jumlah lima buah cerita adalah bagian kedua. Kali ini Musae yang juga mendapat “hadiah” kemarahan dari kakak tertuanya, Koyama Masae, dan juga ayahnya, sudah mulai berubah dengan bekerja paruh waktu di toko buku Kasukabe. Sayangnya, semangat yang ia butuhkan agar bisa menekuni hobinya sebagai fotografer masih belum muncul sama sekali. Ia bahkan memutuskan berhenti kerja dihari yang sama karena tidak ada yang bisa mengobati rasa putus asanya. Namun kemudian, didetik-detik terakhir ada sebuah keajaiban dan rejeki yang menghampiri.

Kau ini bukan tamu, tapi kos gratis plus makan dan minum tahu! (Halaman 26)

Kalau Sudah Besar Nanti Saya Ingin Jadi Pekerja yang Hebat!! merupakan judul bagian ketiga dengan komposisi empat cerita. Masih ingat dengan kontraktor Onigawara yang merenovasi rumah keluarga Nohara? Kali ini Crayon mampir menjenguk Pak Onigawara, Kanna, dan Koji di proyek baru mereka bertiga. Sayangnya, Crayon harus mengetahui sebuah konflik dalam tubuh mereka bertiga sehingga Koji memutuskan keluar dari pekerja kontraktor Onigawara dan pindah ke perusahaan ternama. Wah, kira-kira bagaimana keberlanjutannya ya?

Crayon, aku itu sayang dengan Koji, makanya aku selalu berusaha mendidik Koji agar menjadi pekerja terampil. (Halaman 47)

Bakat Saya Ini Berasal dari Papa dan Mama Juga Kok!! ini adalah judul bagian keempat dengan jumlah cerita lima buah. Kelima cerita ini adalah cerita sehari-hari keluarga Nohara. Saya suka kisah ketika Misae hendak mengajarkan Crayon cara mencuci baju (hingga menjemur dan melipat) dengan baik. Agak takjub sih, seorang anak usia lima tahun yang pada umumnya masih suka bermain harus diajari urusan rumah tangga. Mungkin ini yang membuat Jepang negara maju. Anyway, mengajari Crayon mencuci ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Misae sering sekali teralihkan perhatiannya karena ocehan Crayon.

Pokoknya, Mama akan mengajarkan 1 sampai 10 cara mencuci baju demi masa depanmu! (Halaman 74)

Edisi Extra Crayon Shinchan Klimaks!! Lord of The Ring adalah bagian spesial sebagai urutan bagian kelima yang terdiri atas Part 2 yang berjudul Lord of The Cumi-Ring – Menara Kedua Tidak Muncul dan 3 yang berjudul Lord of The Cumi-Ring – Saya Tidak Menyangka Kensuke Suzuki Suka Sekali Dengan Makhluk Mentah. Seperti yang dikisahkan pada jilid sebelumnya, kali ini pengembaraan Crayon dan Kazama dan bala bantuannya hendak menuju ke “Lubang Menggerutu” di lembah Kei. Sayangnya ditengah perjalanan, mereka diserang oleh musuh dan terjadi sedikit konflik yang mengakibatkan Crayon dan seorang lain pergi berpisah dari rombongan. Waduh terus bagaimana dong?

Bahan makanan hilang, katamu?! Kan sudah aku bilang jaga baik-baik!! (Halaman 98)

Komik Extra! Lovely Himawari adalah Milik Berharga Keluarga Nohara!! dengan tiga cerita adalah bagian terakhir jilid ini. Sayangnya, semua kisah ini minim sekali dialog sehingga saya tidak bisa menuliskan kutipan hehehe. Oh iya, saya sampai lupa, ada Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 12 dan Part 13 juga lho. Sangat cocok untuk refreshing sekaligus tebak-tebak buah oniwasabi (manggis keleuss).

Jilid kali ini lagi-lagi adalah akhir dari tema besar yang diusung, yaitu kehidupan Musae. Tante Crayon dan Hima ini merupakan potret seorang yang mudah mutus asa ketika jatuh. Namun lambat laun ia menyadari bahwa tidak selamanya ia harus bersembunyi dalam jurang kesedihan. Ia harus bangkit, dan meskipun sedikit memakan waktu (eh lama dink) dan perjuangan, ia akhirnya bisa menggapai mimpinya kembali.

Ending cerita Musae ini juga rada mellow huhuhuhu. Namun saya menyayangkan kenapa cerita Musae ini hanya selesai dalam dua jilid saja. Padahal saya inginnya lebih panjang gitu. Dan lagian keluarga Misae masih belum diperlihatkan semuanya kok untuk mengatasi masalah anggota keluarganya ini. Sudah ah, saya nanti tidak bisa move on dengan tema besar yang telah berakhir. Jadi, mari intip tema besar berikutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 43)

covershinchan43

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 43)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 979249605X

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Kali ini komik Crayon Shinchan jilid ke-43 tidak dibuka dengan sebuah bagian yang memiliki judul besar seperti jilid sebelum-sebelumnya, melainkan hanya ada satu cerita spesial berjudul Lord of The Cumi-Ring – Pembalasan yang Lucu yang pada akhir cerita baru ketahuan ini hanyalah Part 1 dan bersambung ke jilid berikutnya. Cerita kali ini mengisahkan bangsa Chobit dengan dua tokoh fokus yaitu Crayon dan Kazama, majikan Crayon. Secara tidak sengaja, ketika Crayon memancing di laut lepas, ia mendapatkan cumi-cumi yang telah dirasuki roh jahat Despard. Pengikut setia Depard akhirnya memburu cumi-ring itu. Akhirnya Crayon, Kazama, penyihir Kuchi Karl The Max dan beberapa bala bantuan bermaksud menyingkirkan cumi-ring yang jahat itu.

Dimasukkan ke dalam “Lubang Menggerutu” yang terdapat di lembah Kei. Lubang tersebut memakan apa saja sampah di bumi. (Halaman 9)

Tiga cerita dalam judul bagian Musae Tiba-Tiba Datang… Pertengkaran Kakak Beradik yang Mirip Pun Berlanjut! menjadi sebuah tema besar pembka yang akan diusung komik Crayon Shinchan mulai jilid ini. Musae adalah adik kandung Misae yang bekerja sebagai fotografer. Namun tiba-tiba ia pindah ke rumah keluarga Nohara dan bermaksud menumpang untuk sementara waktu. Sayangnya, selama di rumah justru ia sering merepotkan Misae sehingga sudah tidak terhitung berapa kali ia dimarahi kakaknya itu.

Habis atasanku bilang, “Kau tidak punya bakat!” ya sudah, berhenti saja! (Halaman 17)

Papa Suka dengan “Tante Cantik Berwajah Orang China”. Aduh… Kacau… dengan jumlah enam cerita merupakan bagian ketiga jilid kali ini. Suatu hari, Nohara sekeluarga menyaksikan Orkes 7 Wanita Cantik – Konser Saitama yang dibawakan oleh tujuh gadis cantik dari negeri tirai bambu. Saking terpesonanya, Hiroshi membeli CD grup musik tersebut agar mendapatkan kupon bersalaman dengan para personil setelah konser usai. Sayangnya, kegaduhan terjadi ketika Hiroshi kehilangan kupon yang didapatkannya secara diam-diam itu.

Maaf, maaf. Habis mereka cantik sekali sih, jadi saya bersemangat. (Halaman 31)

Lima cerita dalam bagian berjudul Ibu Masumi, Yoshirin, Kazama… Semuanya Aktif Sekali Loh… adalah bagian selanjutnya. Dari ketiga nama tokoh yang disebutkan, saya suka pada cerita yang dialami tokoh Yoshirin. Kali ini, ia yang bekerja sebagai sales marketing di perusahaan Futaba harus menelan amarah dari atasannya karena bersikap jujur dihadapan klien. Padahal, kejujuran yang reflek terlontar oleh Yoshirin itu mengakibatkan kerjasama yang telah terbina cukup lama harus berakhir. Bahkan, saking merasa bersalahnya, ia berniat mengundurkan diri dari pekerjaan. Wah, bagaimana dong akhirnya?

Kau tidak harus pura-pura memuji, cukup temukan hal yang positif dari lawan bicara, itu salah satunya. (Halaman 69)

Komik Extra! Ghost of The Nohara Opera dengan dua cerita yang berkaitan adalah judul bagian ini. Mengisahkan tentang sebuah gedung opera di abad-18 milik keluarga Nohara, harus terampas dengan tragis oleh seorang penjahat bernama Sazashi Ban Dom. Akibatnya, Hiroshi sang pemilik meninggal dunia karena bau kaki dan Misae, sang istri juga meninggal karena terlalu banyak berpikir. Akhirnya tersisa Crayon, anak dari kelauarga Nohara, yang harus bekerja sebagai cleaning service gedung opera tersebut sambil mencari cara balas dendam sekaligus merebut gedung itu lagi.

Pasti penonton kagum. Tapi, mendapatkan apa yang diinginkan, bagi saya itu adalah kesenangan utama. (Halaman 87)

Komik Extra! 11 Gelombang Kemarahan Berturut-Turut! Kekuatan Himawari Meledak Dahsyat!! dengan sebelas cerita merupakan bagian penutup dari jilid kali ini. Seperti biasa, bagian ini didedikasikan khusus untuk kenakalan dan keusilan serta tingkah laku yang nyentrik dari Himawari. Dari sebeleas cerita itu, saya suka pada cerita saat Hima dititipkan ke tetangga sebelah karena Misae ada acara pertemuan. Di rumah tante tetangga, Hima sungguh cekatan dalam menebak lokasi “harta karun” si tante dan memporak-porandakan seisi rumah.

Lebih baik segera ditidurkan saja, kalau tidak, dia bisa tahu semua uang simpananku. (Halaman 105)

Setelah beberapa jilid mengusung tema besar dengan fokus “orang asing” yang memasuki kehidupan sehari-hari tokoh Crayon, kali ini ada “orang dalam keluarga” yang akhirnya menjadi tokoh pendamping utama (maksudnya? Ah begitu deh pokoknya). Adik Misae yang bernama Koyama Musae membuat keluarga Nohara tidak terkesan keluarga sendiri yang tidak punya sanak famili. Memang sih kedatangan Musae sebenarnya bisa dibilang mendadak dan merepotkan. Namun saya yakin awal mula Musae yang menumpang tinggal di rumah Nohara akan memberikan kontribusi pesan moral yang baik nantinya.

Kemudian saya suka dengan bagian spesial tentang Ghost of The Nohara Opera. Soalnya hampir semua balon kata di cerita ini disisipi not balok dan ada catatan untuk membacanya seperti kalimat yang diucapkan yang menggunakan melodi opera, yaah seperti film Les Misérables gitu deh. Unik sekali sampai-sampai saya jadi membayangkan para tokohnya bersenandung khas opera padahal dialog yang dikatakan adalah kata-kata jahat.

Eits dan jangan lupa juga tentang Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 10 dan Part 11. Tidak usah saya katakan lagi lah ya bagaimana dua halaman tiap part kuis ini adalah hal yang saya tunggu-tunggu untuk membuktikan apakah saya penikmat cerita Crayon SHinchan sejati atau bukan. Well done untuk jilid ini. Tidak sabar untuk baca jilid selanjutnya!!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 42)

covershinchan42

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 42)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9792496025

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Bye Bye!! Fire…!! Pak Guru Atsukurushi Come Back! dengan empat cerita merupakan bagian pembuka di jilid ke-42 kali ini. Akhirnya akhir dari kisah Pak Atsu yang mengajar di TK Aksi berada di jilid ini. Cerita diawali dengan Nana yang sudah masuk sekolah dikarenakan tersentuh dengan perjuangan Pak Atsu yang mengatasi phobia-nya. Selama di TK, Nana menunjukkan gerak-gerik yang mencurigakan di hadapan Pak Atsu. Namun demikian, lomba lompat tali akhirnya dimenangkan kelas Bunga Matahari. Lantas bagaimana detik-detik perpisahan dengan Pak Atsukurushi ya?

Sekarang, latihan terakhir!! Saya menjadi kelinci dan akan memeluk Pak Guru, jangan lari ya. (Halaman 7)

Spesial 15 Tahun!! Hari-Hariku Masih Seperti Biasa Loh… dengan jumlah tujuh cerita merupakan bagian selanjutnya. Semua cerita dibagian ini adalah cerita sehari-hari saja. Yang saya sukai adalah ketika Hiroshi dan Crayon mampir ke kedai yakitori karena Misae dan Hima pergi berbelanja. Penjual yakitori tersebut akhirnya bersedia menceritakan pengalaman hidupnya yang meninggalkan restoran hotel bintang lama sebelum akhirnya banting setir menjual yakitori. Jujur, cerita ini sangat inspiratif lho.

Copot dari kelopaknya?! Jadi mata Om sekarang ini pakai mata ikan?! (Halaman 34)

Bagian ketiga adalah Omata, Selamat Menempuh Hidup Baru! Tapi Tetap Saja Ada Kasus Lagi!! dengan jumlah empat kisah. Kali ini, seluruh penghuni Apartemen Matazure pergi ke Republik Morodashi untuk menghadiri pernikahan Omata, salah satu penghuni apartemen. Meskipun Yaku, Oda, dan Nigariya tidak bisa ikut serta, perjalanan ke negara penghasil emas nomor satu sedunia ini sungguh mendebarkan. Bagaimana tidak, baru saja mereka sampai, seantero negeri dihebohkan dengan kasus penculikan Omata dan (pastinya) Crayon oleh orang jahat yang mengincar kekayaan.

Kalau kau ingin pangeran kembali dalam keadaan hidup, siapkan 1 milyar dollar Morodashi dan transfer ke rekening yang akan saya beritahu. (Halaman 62)

Edisi Extra 1! Petualangan Buriburi Zaemon yang Lemah Terhadap Harta dan Wanita Cantik dengan dua cerita spesial merupakan bagian lanjutannya. Saya suka dengan cerita pertama berjudul Harta Karun Pakaian Dalam Panda yang mengisahkan Crayon dan Buriburi Zaemon membantu seorang(?) panda mencari ibunya di sebuah kampung panda. Tak dinyana, karena dianggap sebagai orang yang tidak mau membayar “pajak” kepada preman kampung tersebut, Crayon dan si Panda (iya, Buriburi Zaemon kabur duluan) harus dipukuli dan tidak bisa melarikan diri. Lantas bagaimana akhir perjalanan mereka?

Besok panda-panda kita jual ke tukang kulit binatang saja. (Halaman 80)

Edisi Extra 2! Populer! Lihatlah Kehidupan Saya sebagai Anak SD dengan dua cerita adalah bagian selanjutnya. (Shinchan Pencil 6) “Pelajaran Tentang Hidup” sebagai cerita pertama lagi-lagi sukses merebut perhatian saya dibandingkan cerita kedua. Soalnya saya tidak bisa hilang minat dengan kehidupan Crayon yang (seolah-olah) sudah menjadi anak SD. Kali ini, Crayon secara tidak sengaja menyelamatkan teman sekelasnya, Chiho, dari gangguan anak nakal. Hal ini membuat Chiho suka dengan Crayon. Padahal Crayon sama sekali tidak memahami apa yang diucapkan Chiho. Waduh, Crayon kali ini sangat tidak peka ya sebagai laki-laki *uhuk.

Tadi kau menyelamatkan saya dari Ijime, saya sangat tidak tahan terhadap kodok. (Halaman 99)

Bagian terakhir kali ini berjudul Edisi Tambahan! Kekuatan Aneh Himawari Masih Belum Hilang Loh…!! dengan jumlah lima cerita yang semuanya mengisahkan tentang Himawari dan segala keusilannya. Salah satunya adalah kebiasaan Hima yang menjilati pantat mainan Crayon, yaitu boneka Shirimarudashi. Oleh karena itu, Crayon bermaksud mengolesi pantat bonekanya itu dengan wasabi yang sangat tidak disukai Hima (ya iyalah ya) agar ia tidak menjilati lagi. sayangnya, niat Crayon harus teralihkan oleh sashimi yang ada di kulkas dan berakhir dengan pukulan Misae. Hima bagaimana dong? Sudah jelas lah ya..

Tapi, bagaimana caranya supaya Himawari tidak menjilat pantat monster ini lagi ya. (Halaman 115)

Komik jilid ini membuat saya terharu. Tentu saja karena cerita mengenai Pak Atsu. Saya terharu dengan perjuangan beliau menghadapi ketakutan demi membuat Nana masuk sekolah lagi. saya suka dengan kedekatannya dengan anak-anak meskipun hanya sekejap menggantikan Ibu Yoshinaga. Saya juga trenyuh dengan kemauan keras anak-anak agar Pak Atsu tetap mengajar di TK. Bahkan ending kisah Pak Atsu juga sangat sangat mellow sekaligus nyesek huhuhu.

Eits, ada juga Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 8 dan Part 9. Saya suka sekali di jilid kali ini ada dua kuis. Setelah jilid yang lalu hanya ada satu part, hadirnya dua part kuis di jilid ke-42 membuat saya bisa sedikit bernostalgia. Bahkan ada satu pertanyaan tentan Pak ATsu loh. yah jadi mellow lagi deh huhuhu. Tetapi saya sangat menyukai konsep jawabannya yang mencantumkan ada di jilid nomor berapa jawaban itu bisa diperoleh dengan lengkap.

Crayon Shinchan 4 Frame yang memuat tujuh cerita (sangat) pendek juga tetap tidak ketinggalan. Sepertinya hal ini akan menjadi menu tetap komik Crayon Shinchan. Sebagai selingan menuju bagian selanjutnya, empat frame ini juga cukup menarik kok. Sudah ah begini saja. saya masih belum bisa berhenti mellow dengan hengkangnya Pak Atsu dari jilid ini, jadi mari baca jilid berikutnya saja ya. Huhuhu~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 41)

covershinchan41

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 41)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 979937491X

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Tak terasa ya komik ini sudah mencapai jilid ke-41 aja (halah padahal nggak semuanya diresensi *uhuk). Langsung saja ah, kali ini dibuka dengan sebuah bagian khusus berjudul Crayon Shinchan Extra 1! Seandainya Ada Jam Pasir Seperti Ini…?! yang hanya memiliki satu cerita berjudul Jam Pasir yang Bisa Menghentikan Waktu. Ceritanya, Crayon tak sengaja menyelamatkan sebuah(?) jin bernama Keraihin yang tidak bisa keluar dari jam dingdong di tempat sampah (seperti jin milik Aladdin kan? Persis tapi beda wujud dan tempat bersemayam). Atas bantuan Crayon, Keraihin membalas budi dengan memberikan Crayon sebuah hadiah jam tangan pasir yang bisa menghentikan waktu. Kira-kira dibuat apa ya oleh Crayon?

Tapi pemilik jam ini langsung membuang jam ini ketika rusak. Manusia akhir-akhir ini tidak begitu menganggap penting jam ya. (Halaman 6)

Ada Si Putih Ada Saya… Senangnya Punya Keluarga!! yang memiliki empat cerita merupakan bagian selanjutnya. Awalnya, Crayon yang malas-malasan mengajak Putih jalan-jalan harus mendapati kenyataan pahit bahwa Putih lebih senang dekat dengan seorang kakek yang kebetulan sering memberinya makanan. Tak disangka, si kakek bertemu dengan Misae dan bermaksud membeli Putih karena ia tinggal sendirian dan secara kebetulan Putih sering menemani hari-hari sang kakek. Respon Crayon bagaimana?

Ng? Kalau Si Putih mau sih boleh-boleh saja. (Halaman 16)

Bagian ketiga berjudul Anyong Haseo! Keluarga Nohara Menang Tiket Gratis ke Korea!! yang memiliki lima cerita. Intinya, keluarga Nohara menang undian jalan-jalan gratis ke Korea karena Misae membeli seluruh set DVD drama korea berjudul “Winter Todana” (pasti pada tahu deh ya ini plesetan film apa). Jalan-jalan tersebut merupakan paket tur mengunjungi lokasi-lokasi yang dijadikan sebagai tempat syuting film drama tersebut. Namun perjalanan selama di Korea tidak berlangsung menyenangkan (diawal) karena ada gerombolan ibu-ibu yang menyebalkan.

Anta… ini adalah lokasi pembuatan “Winter Todana” yang kau sukai… Apakah kau melihatnya juga? (Halaman 41)

Pergi ke Gunung Bersalju dengan Kak Nanako!! Salju Pun Mencair Karena Kehangatan Hati Saya Loh!! adalah judul bagian keempat yang terdiri atas tiga cerita. Setelah Crayon diajak tamasya ke pantai, kali ini Nanako mengajaknya berwisata ke gunung salju sekaligus bermain ski. Tidak tanggung-tanggung, rombongan yang terdiri dari Crayon, Nanako, Shinobu, ayah Nanako, dan editor naskah novel yang dibuat ayah Nanako pun turut serta. Mereka berlima menginap di sebuah villa mewah milik ayah Nanako. Perjalanan yang menyenangkan bagi Crayon, Nanako, dan Shinobu sayangnya berakhir petaka bagi ayah Nanako dan editornya..

Saya juga ingin membuatkan kare untuk Crayon setiap hari. (Halaman 59)

Bagian khusus tentang sekolah TK Crayon akhirnya muncul juga. Kali ini mengambil judul Puchi Fireee! Pak ♥ Atsukurushi Populer Juga di Kalangan Anak Perempuan dengan komposisi tiga cerita saja. Kali ini sudah mulai agak panas konfliknya. Semua berawal ketika para anak laki-laki sudah ketularan semangat Pak Atsu dan ikut-ikutan membara menggelora terbakar semangat. Sebaliknya, para anak perempuan masih bersikap dingin, termasuk Nana dan teman perempuannya. Suatu hari, karena suatu hal akhirnya para anak perempuan ketularan juga, kecuali Nana. Sampai-sampai Nana mogok sekolah. Wah kira-kira kenapa ya?

Kami mengkhawatirkan Nana, Nana masuk sekolah lagi ya? (Halaman 72)

Bagian selanjutnya adalah Edisi Crayon Shinchan Extra 2! Memerangi Kejahatan Pendiam! Munculnya Tokoh Action Mask Girl!! yang terdiri atas dua cerita. Sudah tahu kan idola Crayon adalah Pahlawan Bertopeng (yang disini disebut Action Mask). Ceritanya, Crayon menyaksikan seri pengganti Action Mask yang sudah tamat berjudul Action Mask Girl. mengisahkan Yashio Misato, seorang perempuan pemberani yang melawan kejahatan. Suatu ketika ia pingsan dan dibawa ke markas rahasia Action Mask untuk selanjutnya ditawari untuk menjadi Action Mask Girl karena sang Action Mask sudah babak belur.

Enak saja! Kalau bekerja gratisan, mana bisa menjaga kebenaran! (Halaman 89)

Bagian terakhir adalah Edisi Crayon Shinchan Extra 3! Saya Masih Aktif Kok, Hanya Agak Capek Saja!! dengan dua cerita spesial. Saya suka cerita pertama berjudul Figure Wars. Kali ini Crayon dan orang-orang disekitarnya harus menghadapi teror dari mainan figurin tokoh Oban dan Elder Action Mask yang dibuang oleh Yoshirin dan Michi. Mereka berdua menyerang orang-orang dan mengubahnya menjadi figurin tak bergerak, bahkan Misae, Hiroshi, Hima, Kazama, dan Bo juga jadi korban. Tentu saja akhirnya Crayon harus berjuang melawan kedua mainan hidup itu. Wah kira-kira apa titik lemahnya Si Oban ya?

Habis dimanfaatkan oleh Oban, kami jadi stress. Kita lepaskan stressnya dengan menyiksa anak ini. (Halaman 111) 

Jilid kali ini rada kecewa sih karena kebanyak cerita spesial. Jujur saya memang nggak begitu suka dengan cerita khusus atau spesial atau edisi ekstra yang menyita banyak halaman. Saya jauh lebih menyukai porsi lebih banyak diberikan pada tema besar bersambung yang diusung setiap jilid. Contohnya mengenai Apartemen Matazure beberapa jilid yang lalu, itu sudah pas porsinya. Meski ada cerita spesial, tetap Apartemen Matazure yang dominan. Kalau ini? Ah lebih baik yang spesial-spesial itu dijadikan buku sendiri saja.

Oh iya, saya sampai lupa. Seprti jilid sebelumnya, kali ini juga ada Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit Part 7. Sayangnya, jilid kali ini hanya ada satu part saja sehingga agak kurang nendang untuk ajang asah otak dan daya ingat. Kemudian Crayon Shinchan 4 Frame yang memuat tujuh cerita (sangat) pendek masih tetap ada dan cukup menghibur meskipun alurnya (amat) sangat cepat (sekali). Sudah ah, lanjut ke jilid berikutnya saja~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 40)

covershinchan40

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 40)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9799374898

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Dari Pagi Kalang Kabut Sekali Nih! “24 Menit Terpanjang Hiroshi” dengan jumlah lima cerita merupakan bagian pembuka diawal jilid ke-40 ini. Cerita utamanya (yang dijadikan judul bagian ini) mengisahkan tentang Hiroshi yang terlambat bangun dan hanya memiliki sisa waktu 24 menit untuk naik kereta dikarenakan ada meeting penting dengan klien perusahaan. Keterlambatan jelas bukan hal yang bisa dimaafkan. Oleh karena itu, Hiroshi memperkirakan dengan rinci hal yang harus ia lakukan dalam waktu yang singkat tersebut mulai dari bangun tidur hingga pergi ke stasiun.

Lupakan acara minum kopi sambil mendengarkan ramalan cuaca si cantik, program “Zoom Up Bangun Pagi” (Halaman 5)

Bagian kedua menyusul dengan judul Orang yang Berjalan Sendirian di Bumi!! Kalau Didekati Guru Sementara Pak Atsukurushi, Bisa Terbakar Loh!! yang terdiri atas empat cerita. Kali ini, Pak Atsu (panggilan singkat beliau di TK) sudah aktif menjadi wali kelas Bunga Matahari. Suatu hari, dikarenakan ada kompetisi sepak bola antar kelas, beliau mengajak para anak laki-laki kelas Bunga Matahari untuk berlatih bersama. Sayangnya, tidak ada satu anakpun yang menanggapi usul Pak Atsu dengan positif. Wah lantas bagaimana nasib pertandingannya ya?

Kalau kita khawatir, kita harus berlatih! Sore hari ini kita berkumpul di pinggir sungai besar Kasukabe! (Halaman 31)

Bagian ketiga yang mempunyai enam cerita mengisahkan tentang keluarga Nohara yang menghabiskan liburan musim panas pada judul Pulang ke Kampung Halaman di Akita! Saya Kalah Loh, dengan Kakek & Nenek!! Selain menghabiskan waktu selama liburan, Crayon juga secara tidak sengaja harus ikut berurusan dalam hubungan asmara kakak Hiroshi, Nohara Semashi. Awalnya Om Semashi ini tidak berniat memberi tahu siapapun, termasuk Crayon. Namun Crayon yang tidak sengaja mampir ke sebuah cafe tempat pujaan hati Semashi bekerja, Komachi, mau tidak mau harus melibatkan keponakannya itu.

Danau Tazawa? Hm, menarik ya, sudah lama tidak kesana. Besok cafe juga libur. (Halaman 54)

Crayon Shinchan Extra Part 1! Bicara dari Hati ke Hati yang Mengharukan!! dengan jumlah dua cerita merupakan bagian khusus di komik ini. Saya menyukai cerita kedua berjudul Seri Crayon Lupan 4 – Mukjuzat Air Panas Sweet Ten, dimana kali ini Crayon Lupan didampingi asistennya, Mineko Fuji, sebagai detektif untuk mencegah pencurian air panas dari mata air legendaris bernama Sweet Ten. Konon, air panas yang hanya muncul sekali dalam bertahun-tahun ini dapat menyembuhkan penyakit dan berbagai keajaiban lainnya. Oleh karena itu, Raja Super Kusatsu XVI sebagai pemimpin wilayah Super Island meminta tolong kepada Crayon dan Mineko agar adiknya sendiri, Be-Bepp, tidak mencuri air panas itu.

Pokoknya walau orang itu adik saya, tidak akan saya biarkan dia mencuri air Sweet Ten itu!! (Halaman 80)

Bagian khusus selanjutnya berjudul Crayon Shinchan Extra Part 2! Untuk Mengusir Kejahatan, Papa In Action!! yang terdiri atas dua cerita, salah satunya adalah Superman Hiroshi. Kali ini Hiroshi yang sedang dalam perjalanan pulang setelah bekerja merasa hidupnya tidak berguna. Setiap hari dihabiskan dengan bekerja dibawah tekanan bos dan di rumah harus berurusan dengan keluarga yang sering membuat pusing. Malam itu, ia berjumpa dengan seseorang yang mengaku Superman dan singkatnya menawarkan apakah Hiroshi berkenan menjadi orang super untuk menggantikannya. Bahkan untuk meyakinkan, sang (terduga) Superman itu memberikan dasi super kepada Hiroshi agar mau mencoba terlebih dahulu.

Tidak mungkin, untuk membela kebaikan, saya tidak punya kekuatan seperti anda. (Halaman 96)

Sebagai bagian terakhir, Komik Tambahan Super Baby Himawari! Sampai Disitu!! Yang terdiri atas lima cerita menutup jilid kali ini dengan nuansa santai dan unyu-unyu. Betapa tidak, kelima cerita disini mengisahkan betapa Hima adalah seorang bayi yang unik, nyentrik, dan tidak biasa (kalau tidak mau dibilang aneh). Contohnya ketika Misae bermaksud mengajarkannya menggunakan pispot, ia justru memperdaya mamanya sendiri dan kabur begitu saja, sementara tante tetangga sebelah tidak sengaja melihat kondisi Misae yang pasti nantinya menjadi gosip ibu-ibu di lingkungannya.

Himawari, mulai sekarang kalau mau pipis bilang sama Mama ya. (Halaman 112)

Jujur, saya lebih tertarik dengan tema besar yang diusung komik Crayon Shinchan disetiap jilidnya, daripada cerita-cerita biasa tentang kejadian sehari-hari yang random dan tidak fokus arahnya. Pada jilid kali ini (dan jilid sebelumnya), saya lebih tertarik dengan kehidupan Pak Atsu sebagai guru pengganti Ibu Yoshinaga. Pasalnya, respon anak-anak TK yang negatif dan tidak ada tanda-tanda yang baik, menjadikan kisah ini menjadi sarat akan perjalanan hidup, khususnya Pak Atsu yang menjadi guru.

Oh iya, jangan lupa juga tentang Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 5 dan Part 6. Kuis ini sangat bermanfaat sekali sebagai selingan disela-sela membaca komik ini, khususnya bagi saya yang membaca komik sekali duduk dari awal sampai akhir tanpa jeda. Bagian ini seolah menjadi ice breaking dan sarana refreshing otak setelah mencerna untaian kata dan jalinan gambar di setiap halaman sebelumnya. Yah meskipun hanya dua halaman setiap part, sudah cukup bagus kok.

Yang tidak kalah menarik juga adanya Crayon Shinchan 4 Frame yang memuat tujuh cerita (sangat) pendek tentang hari-hari Crayon dan orang-rang di sekitarnya. Satu hal yang saya kecewakan dari jilid ini adalah halaman 100 yang hilang. Saya tidak tahu apakah ini kesalahan penerbit, percetakan, atau dari sononya. Tapi saya yakin salah percetakan sih. Padahal halaman itu adalah halaman pembuka cerita yang baru. Kan ya aneh jika saya tidak tahu awal mulanya ckckck. Ah cukup segini saja ngomelnya ya hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 39)

covershinchan39

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 39)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9799374839

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Cerita Tambahan 1! Sebagai Gantinya Chocobi Saya Belajar Hal Penting Loh!! merupakan bagian pembuka dari jilid ke-39 kali ini. Bagian ini hanya memiliki satu cerita berjudul Futon yang Terbang ke Langit yang mengisahkan tentang Crayon yang secara tidak sengaja mendapat hadiah sebuah futon (kasur khas Jepang) karena menolong seorang peri futon. Ternyata futon ini adalah futon ajaib yang bisa hidup selayaknya makhluk hidup, yaah seperti karpet terbangnya Aladdin gitu deh. Bahkan Nohara sekeluarga sampai jalan-jalan keliling kota menggunakan futon terbang.

Hei kalian berdua, jangan terbang-terbang dengan futon begitu… ayo tidur!! (Halaman 7)

Bagian kedua yang memiliki enam cerita berjudul Nana Semakin Menjadi-Jadi Bermain Pura-Puranya!! Saya Juga Terpaksa Ikut Deh…! Singkatnya, Nana yang hobi sekali bermain rumah-rumahan (yang lambat laun disebut sebagai main pura-pura) bersama teman-teman. Sayangnya, Nana tidak mengajak Crayon, Masao, Bo, ataupun Kazao dengan sopan dan ramah, melainkan dengan kekerasan dan pemaksaan kehendak. Dan mereka berempat sebagai lelaki tidak bisa menolaknya.

Hoh hoh.. CUT!! Kenapa kalau dengan Masao, Nana jadi kesal ya? Diskualifikasi ah! Hoh hoh… (Halaman 15)

Bagian ketiga adalah babak baru kehidupan di lingkungan Crayon yaitu berjudul Guru Pengganti Sementara yang Hiperaktif, Pak Atsukurushi! Tidak Ada yang Bisa Menghentikan Ketegangannya yang mempunyai empat cerita. Sebagai prolog atau perkenalan, bagian ini sukses membuat saya bisa paham situasinya. Jadi, karena Ibu Yoshinaga sedang hamil dan segera melahirkan, beliau harus cuti mengajar di TK untuk beberapa lama. Sebagai gantinya, ada seorang guru baru bernama Atsukurushi yang akan memimpin kelas Bunga Matahari sampai Ibu Yoshinaga masuk kembali. Seperti biasa, tkoh baru kali ini benar-benar “panas” sekali.

Saya berlari dari Ooyama, ternyata lebih jauh dari yang saya duga, jadi saya terlambat. Sebagai hukuman saya akan berlari 10 keliling. (Halaman 44)

Bagian selanjutnya adalah Tante Okei yang Sudah Lama Tidak Muncul!! Sudah Agak Tua Seperti Misae Loh!! dengan jumlah cerita sebanyak lima buah. Kali ini, Misae, Hima, dan Crayon bermaksud mengunjungi teman lama Misae, Okei, yang pindah ke sebuah apartemen. Dengan mengendarai kereta, mereka bertiga sampai di kediaman Okei dengan selamat. Sayangnya, apa yang terjadi selama mereka bertamu disana tidaklah mulus seperti yang diharapkan. Penyebabnya? Tentu saja Crayon lah ya, siapa lagi coba.

Kamu sih bicara sembarangan, jadi ibu di sebelah tadi merasa kasihan dan memberi kue!! (Halaman 57)

Menginjak bagian kelima, ada bagian berjudul Edisi Extra Shinchan 2! Mau Hardboil Maupun SF, Saya Memang Terlalu Keren…!? yang memiliki dua buah cerita. Saya suka dengan cerita pertama berjudul Shinchan, Pembunuh Setengah Mati yang mengisahkan Shinchan sebagai seorang anti-hero yang membuat para penjahat buronan polisi menjadi setengah mati alias kehilangan semangat hidup. Polisi setempat, dalam hal ini adalah Nanako dan Shinobu, merasa harus mencari cara bagaimana Shinchan harus bisa ditangkap.

Kasus kali ini benar-benar tidak ada petunjuknya, bagaimana cara dia membunuh setengah mati itu ya. (Halaman 86)

Bagian terakhir adalah Edisi Extra Shinchan 3! Buriburi Zaemon yang Selalu Membuat Kericuhan dan Profesor Kitayono!! yang memiliki dua cerita. Saya suka cerita kedua yaitu Penemuan Baru Profesor Kitayono!! DS yang Terlalu Cepat! Kali ini tokoh yang berperan adalah Himawari. Ceritanya, Crayon yang bertamu ke rumah Profesor Kitayono secara tidak sengaja membawa minuman penemuan Proesor yang bernama DS Terlalu Cepat. Minuman ini secara tidak sengaja diminum oleh Hima yang sedang marah kepada Crayon. Yang bikin gawat adalah, minuman ini bisa membuat seseorang bertambah usia dengan cepat! Wah bagaimana nasib Himawari ya?

Saya belum pernah mencoba, mungkin kalau bayi, dalam 2-3 hari atau lebih cepat lagi, bisa tumbuh menjadi orang dewasa. (Halaman 114)

Seperti yang sudah saya singgung pada resensi jilid ke-38 yang lalu, ternyata benar bahwa jilid kali ini akan mengusung sebuah tema besar baru dalam kehidupan Crayon. Ya benar, kehidupan sekolahnya yang menghadirkan Atsukurushi sebagai guru pengganti Ibu Yoshinaga yang cuti melahirkan merupakan sebuah pengalaman baru. Saya tidak yakin bahwa kehadiran beliau hanya selesai sampai disini saja. Beberapa jilid berikutnya pasti akan mengupas kesehariannya bersama murid-murid TK, khususnya muris Kelas Bunga Matahari. Saya jadi penasaran nih.

Oh iya seperti jilid sebelumnya pula, kali ini ada Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 3 dan Part 4. Kuis ini lumayan menantang bagi yang tidak mengikuti jilid Crayon Shinchan mulai awal agar bisa menambah pengetahuan tentang asal usul dan latar belakang tokoh tertentu ataupun situasi tertentu, sedangkan yang sudah membaca sejak jilid pertama bisa menjadi asah otak melatih daya ingat mengenai seberapa cermat menghayati (ceileh, istilah saya) keseluruhan cerita.

Yang baru di jilid kali ini adalah adanya halaman ekstra untuk Crayon Shinchan 4 Frame yang memiliki tujuh cerita sangat pendek (ya iyalah, wong hanya 4 frame saja). Jadi sudah langsung ke inti lucunya gitu, tidak seperti cerita biasa yang perlu beberapa halaman hingga mencapai ending. Saya mengapresiasi bagian ini sih, karena bisa membuat saya nyengir dengan instan. Tidak perlu membaca satu demi satu hehe. Udah ah, lanjut ke jilid berikutnya yuk~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 38)

covershinchan38

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 38)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9799374731

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Jilid ke-38 kali ini dibuka dengan satu bagian khusus berjudul Akhirnya Pertandingan Final Tiba! Bagaimana Akhir daru Pertandingan Crayon dengan Lawan Abadi, Yoyogi?! yang hanya memiliki satu cerita saja berjudul Seri Kendo, Final. Seperti judulnya, cerita yang cukup banyak memakan halaman ini mengisahkan tentang laga puncak pertandingan Crayon melawan Yoyogi. Meskipun bukan di babak final, pertandingan mereka berdua ini cukup menarik untuk diikuti. Apalagi mengetahui akhirnya yang antiklimaks malah membuat gemes sendiri.

Apa boleh buat, kita istirahat 5 menit. Setelah itu bila peserta tidak mampu melanjutkan, maka Yoyogi akan dinyatakan sebagai pemenang. (Halaman 7)

Sushi Buatan Kak Nanako Memang Enak! Makan Berapapun Pasti Habis! dengan jumlah enam cerita merupakan bagian kedua di komik ini. Jadi ceritanya, Kak Nanako dan Kak Shinobu bekerja sambilan di sebuah kedai sushi. Nanako bertugas sebagai koki dan Shinobu bekerja sebagai pelayan. Kebetulan pada suatu hari keluarga Nohara ingin mencicipi sushi disana. Tak perlu waktu lama untuk Crayon menjadi amat antusias mengunjungi sekaligus bisa berjumpa gadis cantik pujaan hatinya itu.

Habis, kalau pipis oom itu kan memegang burungnya, dan sekarang dia membuat sushi dengan tangan itu! (Halaman 17)

Bagian ketiga berjudul Ternyata Saya Berbakat Drama Juga Loh! nonton, Pertunjukan “Bingung” Shinchan!! memiliki jumlah delapan cerita. Kali ini keluarga Nohara diundan oleh Yaku, penghuni apartemen kamar 201, untuk menonton pertunjukannya di sebuah panggung megah. Semuanya berlangsung lancar hingga tiba-tiba seorang anak pemeran utama tidak bisa hadir karena sakit, padahal pertunjukan harus berlangsung beberapa jam lagi. Tak pelak hal ini membuat Crayon (yang selalu jadi sorotan) berada disana dan langsung ditujuk menggantikan sang anak tadi. Wah kira-kira bagaimana hasil pertunjukannya?

Yaku, bagus itu! Sewaktu gugupmu benar-benar max, semua potensimu jadi keluar. (Halaman 42)

Edisi Extra 1! Penemuan Aneh Profesor Kitayono! Saya Jadi Malu Deh… dengan dua cerita merupakan bagian keempat jilid kali ini. Sayangnya, saya justru menyukai cerita kedua yang tidak ada hubungannya dengan Profesor Kitayono, yaitu Pencil Crayon Bag. 5 “Ayo Belajar Menghitung” yang menggelikan. Seperti biasa, kisah Crayon di Sekolah Dasar sangat menarik untuk diikuti. Kali ini ia belajar berhitung aritmatika. Entah karena terlalu bodoh atau memang tidak pernah diajari sebelumnya, Crayon selalu menggunakan jari dan (maaf) kemaluannya untuk berhitung. Sampai-sampai gurunya jadi marah dan memaksa Crayon belajar sepulang sekolah.

Kerjakan soal ini tanpa menggunakan jari atau membayangkan apapun. Mulai Crayon Nohara! (Halaman 87)

Edisi Extra 2! Hari Ini, Besok Juga Sangat Aktif! Kisah Shinchan’s Angels merupakan judul bagian kelima yang hanya memiliki satu cerita yaitu Shinchan’s Angels – Tutuplah Benda yang Berbau. Kali ini Crayon dan ketiga malaikatnya harus menumpas tindak kejahatan yang melibatkan hilangnya ratusan anjing laut dan empat orang pemenang kontes bau (saya lupa nama persisnya), termasuk Akeo. Ternyata keempat pemenang ini akan diambil essense bau yang dimilikinya untuk kemudian disebarkan di seluruh Saitama. Wah gawat sekali!

Gas yang baunya seakan-akan bisa menghancurkan hidung. Dengan gas ini saya akan membuat Saitama menjadi bau sehingga tidak ada orang yang mau tinggal disitu. (Halaman 96)

Bagian penutup jilid ini adalah bagian berjudul Komik Tambahan Diary Himawari!! Mama Juga Jadi Sasaran Kenakalan!? Edisi Kejadian Hari Ini dengan jumlah delapan buah cerita. Satu yang saya favoritkan adalah ketika Mama mulai mengajari Hima menggambar dengan pensil warna. Alih-alih menggambar di buku gambar, Hima justru memakan pensil warna itu. Tdak enak? Tentu saja. Namun lambat laun ia bisa menggambar lingkaran di buku gambar dan di “bagian lain” sampai-sampai Mama marah besar.

Kalau dari kecil sudah mulai dibiasakan, pasti rasa seninya akan tumbuh, siapa tahu nanti bisa menjadi pelukis terkenal. (Halaman 113)

Akhirnya cerita besar mengenai olahraga kendo sudah berakhir dengan amat manis. Sebenarnya ceritanya cukup menarik. Tetapi saya kurang bisa apa ya istilahnya, nyambung dengan cerita ini. Tidak seperti part Apartemen Matazure yang saya suka banget sampai-sampai tidak bisa move on ketika harus berakhir. Tetapi mengetahui akhir cerita seri kendo ini yang sangat happy ending, membuat saya jadi adem dan memahami pesan moral yang berusaha komikus sampaikan.

Oh iya, mulai jilid ini ada yang spesial lho. Yaitu dua halaman yang berjudul Kuis Crayon Shinchan yang Lumayan Sulit yang terbagi atas Part 1 dan Part 2. Masing-masing part ada di bagian terpisah yang terdiri atas tiga pertanyaan. Pertanyaan ini berkaitan dengan cerita ataupun tokoh atau hal-hal seputar komik Crayon Shinchan jilid-jilid sebelumnya (mulai jilid 1 hingga jilid 37). Kuis ini ada dua halaman yaitu satu halaman untuk pertanyaan, dan halaman satunya untuk kunci jawaban. Saya suka sekali menebak kuis ini, karena selain membantu mengingat cerita yang telah lampau, juga sekaligus nostalgia dengan masa lalu (duh kok jadi galau).

Saya berharap dengan berakhirnya bagian kendo di jilid ini, akan muncul sebuah tema cerita bariu di keseharian Crayon. Soalnya saya sudah terlanjur bosan dengan cerita mengenai Crayon yang monoton dan terkesan tidak fokus. Dengan adanya tema yang baru seperti apartemen Matazure ataupu kendo, cerita keseharian Crayon bisa dianggap maju, tidak hanya berputar-putar di satu waktu saja. Yuk mari dicek di jilid selanjutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 37)

covershinchan37

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 37)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9799374731

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Bagian pertama dalam jilid kali ini berjudul Saya Bisa Menjahit Kancing Baju! Saya Memang Anak 5 Tahun yang Berbakat! dengan jumlah cerita sebenyak sebelas buah. Saya fokus pada cerita yang dijadikan judul bagian saja ya. jadi ketika Crayon, Masao, dan Bo hendak bermain, Bo menyadari bahwa salah satu kancing baju Masao hendak terlepas. Akhirnya ia mengeluarkan kotak mungil serbaguna yang berisi peralatan menjahit. Tak lama kemudian, ia menjahit kancing baju Masao hingga beres seperti sedia kala. Melihat fenomena yang mencengangkan itu, Crayon bertekad ingin bisa menjahit juga.

Sekarang kita harus bisa menjahit kancing baju dulu, baru diperlihatkan ke Kak Nanako, oke? (Halaman 9)

Bagian kedua adalah Turnamen Kendo Dimulai!! Jurus Mematikanku Tak Terbendung Lagi!! dengan komposisi tujuh cerita. Turnamen kendo untuk anak-anak akhirnya dimulai. Crayon tergabung dalam grup B, sedangkan lawan yang telah dipersiapkan oleh kendo aliran ekstrim, Yoyogi Kojiro, berada dalam grup A. oleh karena itu mau tidak mau Crayon harus menang hingga akhir babak penyisihan grup jika ingin bertanding melawan Yoyogi (itu juga diasumsikan Yoyogi menang di grup B). wah kira-kira bagaimana nasib Crayon selanjutnya ya?

Crayon, pokoknya… Di hadapannya kau harus konsentrasi. (Halaman 60)

Edisi Extra Part 1! Sampai Kapan Pun Tenang Saja! Kekuatan Abadi Shinchan! dengan komposisi tiga cerita spesial merupakan bagian ketiga di jilid kali ini. Saya sukacerita terakhir berjudul Crayon, Tukang Pijit Shiatsu yang mengisahkan Crayon secara tidak sengaja mengetahui rencana jahat seorang bos mafia terhadap anak buahnya sendiri. Informasi yang harusnya dilupakan ternyata membawa Crayon pada kejadian berbahaya yang melibatkan sang bos dan bawahannya di kedai Koyuki Susan.

Shiatsu saya namanya “Backside Shiatsu” yang ditekan adalah bagian belakang daerah shiatsu yang biasa. (Halaman 95)

Edisi Extra Part 2! Saya Masih Aktif Koq! coba Baca Deh! yang memiliki dua certa spesial adalah bagian keempat. Saya menyukai (lagi-lagi) cerita terakhir berjudul Shinchan Series: Lupan 4th Generation Shinchan – Ingatan yang Dicuri. Kali ini, Crayon sebagai seorang detektif yang ditemani asistennya, Miyako Fuji, harus menghadapi kasus pencurian ingatan seorang profesor bernama Prof. Inumata oleh Prof. Sarujiri, kawan sekolahnya dahulu sekaligus rivalnya. Mesin pencuri ingatan ini telah mencuri ingatan Prof. Inumata tentang sebuah penemuan mutakhir yang sensasional.

Betul! Saya juga telah mencuri ingatan-ingatan orang lain, terutama orang-orang yang telah mempermainkan saya. (Halaman 116)

Semakin kesini, kok saya merasa komik Crayon Shinchan jadi datar-datar saja ya. Saya tidak tahu apakah ini karena terjemahannya, kehidupan Crayon yang kembali (agak) monoton, ataukah memang saya sudah kebal dengan kadar humor komik ini. Tapi ya sudahlah ya, dinikmati saja panel demi panel yang menghiasi keseluruhan halaman komik.

Eh ada yang sedikit menarik ketika Crayon bertanding kendo dan kebetulan melawan seorang anak yang saya lupa apakah perwakilan aliran ekstrim atau bukan. Nah dia ini kan kalah dari Crayon, bukannya kecewa, ia justru menangis diatas arena karena telah melewatkan anime One Piece hanya untuk berlatih. Saya baru tahu lho dalam sebuah judul komik menyebutkan judul komik lain, padahal komikusnya berbeda. Rada unik sih mengingat Crayon Shinchan sepertinya tidak satu universe masa kini.

Anyway sepertinya saya belum bisa memahami kehidupan Crayon yang bari dijalani tentang dunia olahraga kendo ini. Mungkin apabila nanti sudah mencapai laga puncak yang berhaddapan dengan Yoyogi, si anak hebat dari kendo aliran ekstrim, saya bisa menemukan kembali seru dan menariknya komik ini. Ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 36)

covershinchan36

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 36)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9799374685

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Saya lagi males bikin pembukaan. Jadi mulai resensi jilid kali ini dan seterusnya, langsung saja ya nggak usah pakai intermezo #males #plak. Jilid kali ini dibuka dengan bagian berjudul Menumbuhkan Air Mata dan Rasa Kasihan yang hanya memiliki satu cerita yaitu Si Putih dan Bayi Guguk. Seperti judulnya, cerita ini mengisahkan Putih yang secara tidak sengaja bertemu dengan anak anjing yang dibuang. Dengan telaten Putih menjaga dan merawatnya. Hingga suatu ketika anak anjing itu lenyap. Kemana ya hilangnya?

Bagian kedua berjudul Makanan Enaknya Banyak! Pemandian Air Panasnya Juga Asyik! Propinsi Mie Memang Top!! memiliki sebelas cerita, dimana fokus pada Hiroshi Nohara yang ditugaskan oleh kantor ke daerah Toba, propinsi Mie. Sayangnya, akibat kesalahpahaman sebelum keberangkatan, Misae, Crayon, dan Hima membuntuti Hiroshi yang pergi dengan mengendarai kereta api.

Wah, saya benar-benar beruntung ya… diantar oleh gadis cantik, seperti sedang kencan saja. Kalau Misae lihat, pasti dia salah paham besar. (Halaman 20)

Masih Bersambung Juga; Kendo! Ayo Berlatih Terus, Supaya Menang Pertandingan merupakan judul bagian ketiga dengan komposisi delapan cerita. Kali ini, setelah Crayon bergabung sebagai murid saatu-satunya Guru Musashi, ia berlatih dengan keras. Sayangnya, tekad bulat Musashi melatih Crayon tidak diimbangi dengan minat Crayon berlatih kendo dengan sungguh-sungguh. Bahkan mereka berdua terlibat pertengkaran yang akhirnya membuat latihan harus terbengkalai. Padahal, ada satu perguruan kendo sebelah yang menantang perguruan kendo milik Musashi.

Kita tidak punya banyak waktu sampai turnamen nanti, kalau begini terus kita tidak akan menang dari aliran ekstrim. Apa kau tidak apa-apa? (Halaman 64)

Bagian selanjutnya adalah cerita spesial yang hanya terdiri dari satu cerita yaitu Kembalinya Manusia Kotoran!! Pertempuran Melawan 3 Bersaudara Pemilik Penyakit Wasir. Jika ada yang masih ingat tentang kemunculan Manusia Kotoran di jilid ke-33, kali ini ia muncul lagi melawan penjahat yang ingin membuat orang lain merasakan sakit wasir (gile nggak jelas banget!). seperti biasa, Manusia Kotoran menumpas ketiga penjahat itu dengan ehm, kotorannya (aduh untung saya gak baca sambil makan).

Orang yang merenggut kebahagiaan sewaktu buang air besar, tidak bisa dimaafkan! (Halaman 99)

Bagian terakhir sebagai penutup jilid ini adalah Edisi Extra! Nikmatilah Waktu dengan Tenang! Revolusi Dahsyat Himawari!! yang berjumlah delapan cerita dengan duras masing-masing dua halaman saja. Menceritakan betapa nakal dan usilnya Hima, Misae harus merasakan keletihan ketika berbelanja. Hal ini akibat Hima memasukkan segala hal yang ia lihat ke dalam keranjang dan mengeluarkan barang-barang yang sudah dipilih oleh Misae sebelumnya.

Uuugh, tenaga dan waktu habis terbuang percuma. Ayo, kita buru-buru belanja. (Halaman 105)

Jilid ke-36 komik ini sudah mulai fokus dengan sebuah isu besar, tidak hanya keseharian Crayon dan keluarga Nohara yang itu-itu saja. Kali ini dengan menghadirkan dunia kendo, olahraga tradisional Jepang, membuat komik ini kerasa Jepangnya. Saya juga baru tahu ternyata ada aliran macam-macam untuk olahraga kendo. Kali ini yang menjadi lawan Crayon di turnamen kendo untuk anak-anak adalah seorang anak bernama Yoyogi yang berasal dari perguruan kendo aliran ekstrim.

Oh iya, salah satu bentuk vulgar komik ini adalah tidak adanya sensor alat kelamin pria, eh alat kelamin Crayon dink. Jadi sejak jilid pertama hingga kali ini, sudah banyak sekali “gajah” milik Crayon dipampang dimana-mana. Namun yang membuat heran (atau bersyukur sih seharunya), pada salah satu panel memperlihatkan alat kelamin Crayon yang sudah disensor pakai mode buram. Sayangnya setelah itu, lha kok ya beredar lagi “gajah” Crayon dengan terbuka. Sayang sekali sih hanya sekali penyensorannya (yang saya juga tidak tahu apakah ini sensor dari sononya atau dari penerbit).

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 35)

covershinchan35

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 35)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9799374677

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Saya agak sedih karena kelewatan jilid ke-34. Hal ini dikarenakan mulai jilid ke-33 yang lalu, jadwal terbit komik ini tidak bisa diprediksi. Kalau sebelumnya sebulan sekali sudah terbit, mulai jilid ke-33 sudah random. Jadi maafkanlah saya yang lompat resensinya ke jilid ke-35. Yasudah pokoknya awal komik ini dibuka dengan Kamu Pasti Bisa! Latihan Kenjutsu Memang Berat Koq! yang memiliki empat cerita. Adalah seorang Kertua Perkumpulan Kendo bernama Kenta Musashi, yang terpesona dengan “kehebatan” Crayon sehingga bermaksud menjadikannya atlet kendo profesional.

Bila saya mendidik anak berbakat seperti Crayon ini, saya yakin suatu saat impian saya akan jadi kenyataan!! (Halaman 8)

Bagian kedua berjudul Lahirnya Kembali Legenda Sales Lady! Urimakuriyo Telah Kembali!! yang terdiri atas delapan cerita menceritakan seorang salesgirl yang mirip laki-laki. Mbak-mbak ini pernah muncul duluu sekali di jilid awal-awal. Kali ini ia bertekad menjual sesuatu pada keluarga Crayon, karena dimasa lalu Crayon telah membuatnya mengalami kegagalan dalam pekerjaan. Tak disangka rumah pertama yang ia jumpai adalah rumah keluarga Nohara.

Hush! Tidak sopan! Orang ini Cuma kelihatan seperti laki-laki, tapi mungkin dia perempuan. (Halaman 25)

Kelas Ski TK. Setelah Ski Juga Senang Loh! merupakan bagian ketiga yang memiliki delapan cerita. Kali ini, TK Aksi tempat Crayon bersekolah melakukan tamasya musim dingin dengan bermain ski. Sayangnya, Crayon yang tergabung dalam kelompok Ibu Matsuzaka yang bermain di tempa tinggi justru terpisah dengan menuju grup mahasiswi. Alhasil Crayon tersesat dan membuat panik seluruh rombongan TK Aksi, mulai dari Ibu Yoshinaga, Ibu Matsuzaka, Pak Kepala Sekolah, hingga teman-teman Crayon yang lain.

Terima kasih. Tapi kita tetap disini dan mari berdoa supaya anak itu pulang dengan selamat. (Halaman 80)

Bagian selanjutnya berjudul Cerita Tambahan. Apa Betul Ada Kejadian Seperti Ini! Dongeng Jaman Heisei yang terdiri atas tiga cerita spesial. Yang saya sukai adalah cerita ketiga berjudul “Papa Dimana?!” yang mengisahkan Papa yang lelah dengan kesehariannya dan berkeinginan menjadi capung. Di sisi lain, terdapat mitos bahwa apabila ada empat orang yang bersin, buang gas, sendawa, dan menguap bersamaan, satu permintaan akan terkabul. Disaat yang bersamaan, Mama bersin, Crayon buang gas, Hima bersendawa, dan Putih menguap. Dan benar sekali, akhirnya Papa menjadi capung betulan! Wah bagaimana nasib Papa yah?

Hentikan!! Sudah hidup di rumah sempit, sekarang makin sempit di kandang serangga! Tidak mau!! (Halaman 105)

Bagian penutup komik ini adalah cerita khusus berjudul Masuk SD! Walaupun Saya Baru Kelas 1 SD, Tapi Terkenal di Sekolah Loh! dengan judul cerita Pencil Crayon Bag. 4. Seperti judulnya (yang lagi-lagi favorit saya) mengisahkan keseharian Crayon di Sekolah Dasar (pura-puranya sih). Kali ini ia berhadapan dengan seorang berandalan kelas 5 SD bernama Daizo Ijime karena secara sengaja (atau tidak?) menjahili adiknya. Skibatnya sepulang sekolah Crayon “bertarung” dengan Daizo. Namun pada akhirnya, hasil akhir berbalik dan menguntungkan Crayon (selalu yee).

Yang lain tidak boleh lapor ibu guru! Yang lapor, pasti tahu akibatnya!! (Halaman 117)

Hal yang paling minus dari komik Crayon Shinchan mulai jilid yang lalu adalah ketidakjelasan waktu terbit (eh, sudah saya kemukakan ya? biarlah dobel). Bagaimana tidak, sudah jelas terlihat pada identitas buku di awal komik terbitnya adalah tahun 2004, saja. Tanpa bulan, tanpa hari apalagi tanggal. Bahkan saya bertanya pada tukang majalah langganan saya waktu itu kapan terbitnya, ia juga tidak tahu karena sudah mulai acak dan tentatif ini terbitnya komik.

Anyway, komik ini sudah mulai membawa angin segar akan lingkungan dan tokoh baru yang dialami oleh Crayon. Yak benar, dunia kendo dengan guru bernama Kenta Musashi sepertinya akan menghiasi komik ini selama beberapa jilid kedepan. Saya masih belum bisa menerka bagaimana jalan hidup Crayon di arena latihan milik Kenta. Namun dilihat dari sifat dan karakter Kenta yang sama nyentriknya dengan Crayon, tentu akan memberikan hiburan tersendiri dalam komik ini hehehe.

Satu hal yang juga selalu saya favoritkan dalam beberapa jilid terakhir komik ini adalah masa Crayon di Sekolah Dasar. Meskipun cerita ini hanya sebagai cerita selingan yang tidak jadi cerita reguler, saya justru suka melihat kehirupan Crayon yang telah lulus TK. Salah satu hal yang membuat saya bingung adalah sifat dan fisik Crayon yang tidak berubah sama sekali. Masih tetap suka wanita cantik, tetap suka mainan, dan tetap tidak bisa fokus pada pelajaran. Heran juga bagaimana dia bisa masuk SD negeri. Ah lanjut jilid selanjutnya saja aah~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 33)

covershinchan33

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 33)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9799374618

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Lagi-lagi jilid kali ini dibuka dengan satu cerita spesial berjudul Malaikat Crayon – Ayo Hentikan Rencana H-E-E. Ceritanya Crayon dan tiga orang “malaikatnya” yaitu Yoshinaga, Matsuzaka, dan Akeo sedang menghadapi teror dari seseorang yang melawan sebuah peraturan negara. Mengambil setting tahun 2XXX dimana telah diberlakukan peraturan dilarang menampilkan pornografi pada media apapun, Crayon dan lainnya harus berurusan sengan orang yang mengaku sebagai erorist. Apakah erorist itu? Yang jelas bukan orang error” #plak.

Mengubah dunia yang menderita karena peraturan “Pelanggaran Pornography” menjadi dunia erotik!! (Halaman 9)

Rumah Baruku Hampir Selesai! Senang Sih, Tapi Perpisahannya… dengan jumlah lima cerita merupakan judul pada bagian kedua. Jadi ceritanya ini dalam detik-detik menjelang rumah keluarga Nohara selesai direnovasi. Selain itu, Omata juga sedang menanti detik-detik akan melamar kekasihnya. Bahkan untuk acara lamaran ini, Omata mendatangkan staff khusus dari Republik Morodashi untuk mempersiapkan segalanya. Bahkan Crayon juga ikut dilibatkan. Syangnya, prosesi lamaran harus mengalami sedikit masalah akibat ayah Omata datang tiba-tiba dan memarahinya karena tidak menuruti orang tua.

Jangan membuatku malu!! Di negara kita, orangtualah yang memutuskan calon pengantin untuk anak-anaknya!! (Halaman 21)

Bagian ketiga dalam jilid kali ini berjudul Kejadian Hebat dalam Kasus Pengintaian!? Klimaks yang Mengejutkan!! yang memiliki lima cerita. Seperti judulnya, kali ini detektif (atau polisi sih?) Nigariya dan Oda akhirnya berhasil menemukan sang pengedar narkoba kelas kakap, Steroid Mazuo dengan perantara Lisa Aspirin. Sayangnya, penangkapan Mazuo tidak semudah yang dibayangkan. Hal ini dikarenakan bos pemimpin Mazuo bermaksud membunuhnya karena Mazuo dianggap berkhianat. Dampak lebih jauhnya, Apartemen Matazure harus menerima akibatnya.

Tadi kau berkata “Ayo kabur bersamaku”, apa maksudnya? Apa yang kau lakukan? (Halaman 41)

Karena suatu alasan (lihat di jilid ini ya hehe), seluruh penghuni Apartemen Matazure menginap di rumah keluarga Nohara selama beberapa waktu yang tertuang pada bagian berjudul Asyik! Rumah Barunya Selesai! Kembali ke Hari-Hari Penuh Badai Seperti Dulu!! Sepuluh cerita di dalamnya memuat hari-hari keluarga Nohara yang mencoba beradaptasi dengan rumah yang baru (direnovasi). Namun entah karena begitu kerasan dengan Apartemen Matazure, kebiasaan tidur keluarga Nohara masih belum berubah.

Ganti pakaian apa ini? Lepas piyamanya dulu, baru pakai bajunya. (Halaman 83)

3 Rangkaian Edisi Ekstra yang Menarik! “Komputer, Pensil, Manusia Kotoran!?” yang berjumlah tiga cerita spesial menjadi akhir jilid ke-33 ini. Lagi-lagi saya menyukai cerita saat Crayon menjadi murid SD yang berjudul Pensil Crayon Bag. 3. Cerita dibuka sesaat setelah bel masuk berbunyi, grup Crayon harus menelan kekecewaan karena terlambat lagi. Bukannya segera ke kelas, Crayon justru masih mencari loker sepatu dan sempat-sempatnya salah masuk kelas karena guru yang cantik.

Nohara, kamu memang keterlaluan. Paling tidak ingatlah kelasmu sendiri! Kelasmu adalah 1-1. Ayo katakan: Baik. (Halaman 112)

Agak sedih membaca jilid kali ini. Bukannya saya sedih karena rumah keluarga Nohara telah berdiri tegak, melainkan saya sedih karena hari-hari di Apartemen Matazure sudah berakhir. Saya suka dengan orang-orangnya, perilaku dan sifatnya, dan tentu saja segala kekonyolannya. Meskipun saya menduga para penghuni ini akan muncul sesekali dalam jilid berikutnya, tentu porsinya tak sebanyak lima jilid sebelumnya. Ah saya gagal move on :(

Oh iya sau hal yang menggembirakan saat membaca jilid ini adalah sudah menyebutkan harga barang dengan menggunakan yen, alias tidak dikonversi menjadi rupiah, lengkap dengan simbol ¥! Akhirnya setelah berkali-kali saya kecewa dengan konversi mata uang yang seenak udelnya penerjemah di jild-jilid awal, kali ini saya bisa bernapas lega. Meskipun saya lupa berapa kurs yen terhadap rupiah, saya senang karena dengan ini lebih terasa nuansa Jepang mulai jilid ini.

Yang agak membuat saya mengernyit adalah penggunaan kata yang tidak sesuai EYD yaitu kata “Koq” di beberapa halaman. Aduh mungkin tahun 2004 masih nge-trend istilah alay sehingga huruf “k” berubah menjadi “q” dalam tulisan. Tapi seharusnya sih jangan seperti itu ya, meskipun ini adalah komik komedi. Seharusnya penggunaan yang baik dan benar yang sedemikian rupa tetap memberikan humor yang pas dan tidak membosakan. Tapi satu kesalahan itu masih tertutupi dengan asyiknya jilid ini kok.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 32)

covershinchan32

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 32)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2003

ISBN: 9799374553

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Kali ini Crayon Shinchan sudah memasuki jilid ke-32 yang saya baca. Tidak seperti jilid-jilid sebelumnya, di awal buku sudah dibuka dengan satu halaman spesial mengenai Inilah Penghuni Apartemen Matazure. Usui-san sepertinya mengerti untuk memberikan sedikit gambaran tentang susunan penghuni di apartemen yang keluarga Nohara huni. Kemudian bersambung ke bagian Petualangan Buri-Buri Zaemon – Legenda Ikan Duyung dari Ooarai yang merupakan cerita spesial. Ada yang ingat dengan Buri-Buri Zaemon? Sebelumnya ia disebut Buri-Buri Ajaib.

Kali ini ia dan Crayon berpetualang dengan membantu seorang duyung bernama Medaka yang ingin berteman dengan putri cantik bernama Shira. Sayangnya, ayahnya bernama Raja Plankton bermaksud menikahkan Shira dengan pilihannya. Di lain pihak, menteri kerajaan bernama Menteri Black Bus ingin melakukan kudeta pada kerajaan yang dipimpin Raja Plankton. Wah kira-kira bagaimana nasib Medaka ya?

Makhluk ini rupanya pura-pura jadi manusia untuk merencanakan pembunuhan. (Halaman 11)

Rumah Keluarga Nohara Sedang Direnovasi!? Saya, Si Pekerja yang Suka Membuat Tertawa dengan komposisi delapan cerita merupakan bagian selanjutnya setelah petualangan Medaka. Kali ini Pak Onigawara harus dirawat di rumah sakit karena terlalu lelah bekerja sehingga mengalami kejang. Tak disangka, disana ia jatuh cinta dengan suster kepala bernama Hakuino Tenko sehingga ia tidak konsen mengerjakan renovasi setelah keluar dari rumah sakit. Wah, terus nasib rumah keluarga Nohara bagaimana ya?

Kalau tidak jujur pada diri sendiri, tidak akan mendirikan rumah dengan lancar. (Halaman 22)

Bagian selanjutnya adalah kumpulan cerita di musim dingin dengan judul Dengan Kehangatan Keluarga, Rasa Dingin Pun Hilang Lenyap!! berjumlah tujuh buah. Yang saya sukai adalah ketika Nana dan Masao bermain luncuran, ada dua orang anak kecil jahat yang merebut papan luncuran Masao. Merasa terdzolimi, Nana langsung menantang kedua anak tersebut adu bermain ski dengan Crayon yang kebetulan lewat. Aduh Nana pintar sekali memanfaatkan teman ya hahaha.

Crayon mau menantang kalian bermain ski. Kalau Crayon menang, kembalikan papan luncurannya ya. (Halaman 69)

Prinsip Dasar Pengintaian Adalah Kesabaran! dengan jumlah lima cerita merupakan bagian selanjutnya. Fokus tokoh yang bermain adalah penghuni kamar 205, sepasang detektif yang menyelidiki pengedar narkoba bernama Steroid Mazuo, melalui keberadaan kekasihnya, Lisa Aspirin. Setelah lama menunggu, detektif Nigariya dan Oda menemukan bahwa Lisa telah kembali ke apartemennya yang eksklusif, yang berlokasi tepat di seberang kamar 205. Sayangnya, sebuah salah paham kecil membuat kedua detektif ini bertengkar hebat.

Kau punya masa depan cerah!! Kau adalah laki-laki yang dibutuhkan bagi kepolisian Jepang!! Kalau aku bicara ini itu, itu artinya saya sedang minta tolong!! (Halaman 88)

Himawari yang Semakin Populer!! Saya Juga Tidak Boleh Lengah Ya? dengan jumlah enam cerita casual dan satu cerita spesial berjudul Sticker Hipnotis Puchi Akuma menjadi penutup komik jilid ke-32 ini. Saya menyukai cerita spesial ini dimana menghadirkan masalah yang dialami oleh Crayon yang membenci keluarganya sendiri. Sampai-sampai ada seorang(?) iblis jahat yang memberikan Crayon lima stiker ajaib yang bisa melenyapkan keluarganya. Apakah Crayon akan terus melakukan hal yang diharapkannya itu?

Kau ingin melenyapkan keluargamu kan?! Dengan Sticker Hipnotis ini, keluargamu bisa berubah menjadi makhluk lain. (Halaman 116)

Saya tetap menyukai format baru komik Crayon Shinchan yang memiliki delapan halaman berwarna di bagian awal. Seolah saya membaca komik yang tidak hanya hitam putih berharga murah meskipun hanya sekejap. Oh iya, semakin kesini saya juga menyadari bahwa Usui-san menyisipkan pesan moral untuk pembaca komik ini melalui berbagai kisah yang dituliskan. Meskipun tidak meninggalkan gaya kocak khas Usui Yoshito dan hal-hal vulgar, saya sangat mengapresiasi bahwa komik ini tidak hanya menghibur, namun juga memberikan manfaat.

Satu hal yang membuat kurang nyaman adalah (lagi-lagi) mengenai penerjemahan bahasa. Saya agak terganggu saja sih tentang adanya penggunaan aku dan saya yang tidak konsisten. Apabila digunakan untuk orang yang berbeda dan situasi yang berbeda pula, saya akan memakluminya. Namun jika yang mengucapkan orangnya sama, ditujukan orang yang sama, dalam situasi yang hanya berselang 2 panel (karena ini komik), mosok ya berbeda. Saya sih lebih suka jika konsisten saja penggunaannya. Namun demikian, saya suka sekali dengan cover menarik yang menghadirkan semua penghuni Apartemen Matazure. Apalagi Yaku Tsukuri waah. Lanjut baca berikutnya aah~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 31)

covershinchan31

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 31)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Agustus 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2003

ISBN: 9799374545

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Komik Crayon Shinchan jilid ke-31 kali ini dibuka dengan bagian berjudul Sandiwara Kehidupan Crayon Adalah Dewa Cinta yang memiliki lima cerita pendek. Cerita kali ini mengambil tokoh sampingan dari Apartemen Matazure yaitu Omata, yang membantu Kepala Sekolah TK aksi memperbaiki kandang ayam. Tak disangka dalam perjalanan pulang, ia dan Crayon berjumpa dengan Nanako dan Shinobu. Pertemuan kali ini membuat Omata jatuh cinta dengan gadis pujaannya. Siapakah dia?

Kalau di Jepang, sebaiknya jangan terlalu terus terang, misalnya nyatakan dengan puisi. (Halaman 11)

Bagian selanjutnya lagi-lagi adalah cerita khusus dua buah dalam bagian berjudul Crayon Shinchan! Edisi Naik Kelas. Kalau Aku Murid SD… Saya pribadi lebih suka cerita pertama berjudul Pencil Crayon yang menggambarkan kehidupan Crayon sebagai murid SD. Kali ini ia dan kelompok perjalanan berangkat-pulang sekolah yang dipimpin Hatogaya harus meruntuhkan rekor 10 tahun tidak pernah terlambat. Namun demikian, cerita ini berujung manis karena Hatogaya tidak sekaku yang digambarkan dan Crayon juga tahu cara membalas budi.

Wah, Hatogaya (burung merpati), hari ini terlambat ya. (Halaman 32)

Bagian ketiga adalah sepuluh cerita pendek dalam bagian berjudul Mari Beramai-Ramai Pergi ke Pantai! Pesta Musim Panas. Jadi intinya kali ini Jepang dilanda musim panas yang hebat. Oleh karena itu, keluarga Nohara dan sebagian penghuni Apartemen Matazure pergi ke pantai. Semua itu adalah ide Koyuki Susan sampai-sampai harus meminjam mobil pada anaknya. Namun demikian, masa-masa liburan di pantai tidak semulus yang dibayangkan.

Lautan, tempat yang membuat laki-laki menjadi romantis. Lautan, tempat yang membuat laki-laki menjadi liar. (Halaman 73)

Bagian keempat adalah dua cerita spesial pada bagian Tidak Takut Pada Masalah Apapun! Tersenyumlah Impianku! Cerita pertama yang menjadi favorit saya adalah Sang Menantu dimana Crayon kali ini adalah seorang gadis yang hendak diperistri seorang anak konglomerat kaya raya bernama Uju Ing Natsuhiko. Padahal Natsuhiko telah dijodohkan. Meski demikian, sambil menunggu hari pernikahan, Crayon menginap di rumah keluarga Uju Ing sementara Natsuhiko harus pergi kelar kota. Wah kira-kira bagaimana nasib Crayon selanjutnya ya?

Semuanya. Alis yang seperti rumput laut, mata yang seperti permen, mulutnya yang mungil, wajahnya yang sedikit mirip kue. (Halaman 94)

Yaku Tsukuri Bertekad Menjadi Bintang Film! Bisakah Lolos Audisi? Bersemangatlah! adalah judul bagian terakhir dengan komposisi lima cerita. Seperti judulnya, semua cerita disini mengisahkan perjuangan Yaku, penghuni Apartemen Matazure kamar 201, mengikuti audisi sebagai bintang film. Bahkan saking bulatnya tekad (atau saking putus asanya), ia meminta Crayon membantunya berlatih. Hanya dengan upah sebatang coklat, akhirnya Crayon bersedia mengajari Yaku agar menjadi pribadi yang percaya diri tanpa menggunakan make up. Wah lantas bagaimana hasil akhirnya ya?

Sejak itu, aku tahu kalau aku menjadi oran lain, aku pasti bisa. Maka aku bertekad menjadi bintang film. (Halaman 105)

Secara umum jilid ini masih didominasi oleh kehidupan dalam lingkup Apartemen Matazure. Yah meskipun ada juga sih cerita di TK, di rumah yang direnovasi, dan cerita spesial, namun saya lebih penasaran dan terhibur pada cerita kehidupan Apartemen Matazure. Oh iya, pada jilid ini juga muncul lagi ibu muda yang ingin berguru pada Misae, Atsuko, yang selalu bilang “jadi” diawal ucapannya. Bahkan Atsumi sang anak pun ikut-ikutan.

Tabir kehidupan para penghuni apartemen Matazure juga mulai terungkap sedikit demi sedikit secara bergiliran. Setelah jilid sebelumnya mengungkap latar belakang Yonro, kali ini ada Koyuki Susan dan Yaku Tsukuri yang mendapat porsi lebih banyak untuk menyelami latar belakang kehidupannya. Saya pribadi terhibur soalnya kehidupan mereka ternyata tidak sekaku dan sebiasa yang saya bayangkan alias unik banget. Lanjut baca jilid berikutnya aah..

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 30)

covershinchan30

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 30)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juni 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2003

ISBN: 9799374464

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Komik Crayon Shinchan sudah mencapai jilid 30 yang saya baca, jadi kali ini saya bisa me-review jilid ini. Seperti yang sudah saya ungkapkan pada resensi jilid yang lalu, kehidupan di Apartemen Maatazure akan mendominasi kehidupan sehari-hari Crayon dan keluarga Nohara yang lain. Kali ini bagian pertama berjudul Crayon Adalah Tetangga yang Baik! Dibuka dengan empat cerita pendek. Yang pertama menceritakan kegelisahan Yonro menunggu hasil pengumuman hasil ujian masuk universitas Todai. Tentu saja detik-detik mendebarkan ini digangu oleh Crayon. Wah kira-kira bisa lolos atau tidak ya?

Benar, rumahku! Seharian keluar masuk rumahku, lalu kau anggap rumahmu? Makanya ku bilang, kau ini anak kecil yang aneh!! (Halaman 17)

Himawari Akhir-Akhir Ini Semakin Nakal dengan komposisi empat cerita yang masing-masing berjumlah dua halaman merupakan bagian kedua. Empat cerita ini menggambarkan Hima yang bertingkah laku aneh akibat keturunan kakaknya. Salah satunya adalah ketika Papa dan Mama bertengkar, Hima tiba-tiba menangis sambil melihat mereka berdua. Padahal air mata itu bukanlah akibat pertengkaran kedua orang tuanya.

Hima… Maaf ya… Mengagetkanmu sampai menangis… Kami tidak akan bertengkar lagi! (Halaman 29)

Bagian ketiga adalah sepuluh cerita dengan judul besar Rumah Kontrakanku yang Sekarang. Jadi, akibat bencana dahsyat tempo hari, rumah keluarga Nohara direnovasi dengan meminta bantuan seorang kontraktor bernama Onigawara. Sang pemilik ini didampingi oleh anak perempuannya, Kanna, dan seorang pekerja laki-laki, Koji. Sayangnya, sifat buruk Pak Onigawara yang mudah emosi karena hal remeh membuat pekerjaan menjadi tersendat-sendat.

Pokoknya hari ini kau harus bicara dengan Pak Onigawara, suruh dia mempercepat pekerjaannya! (Halaman 37)

Bagian selanjutnya berjudul Himawari Sangat Lincah! Bayi Super Mengacak-Acak Rumah lagi-lagi menampilkan Himawari dengan keunikan tingkah lakunya dalam empat cerita terpisah. Yang saya sukai adalah ketika Mama ingin membereksan rumah dengan menggunakan vacuum cleaner, Hima ingin agar (maaf) pantatnya disedot oleh alat tersebut. Aduuh Hima, perilakumu benar-benar tidak wajar sebagai seorang balita.

Semua gara-gara Crayon mengajarkan yang buruk-buruk, benar-benar menyebalkan… (Halaman 79)

Mama Terkejut! Ibu Muda Minta Berguru adalah bagian selanjutnya yang terdiri atas lima cerita pendek. Kisah ini dibuka ketika Mama dan Crayon dan Hima sedang berada di sebuah mall. Seperti biasa, Crayon berlaku nakal dengan menempelkan upil (kotoran hidung) ke pantat Mama, dalam sekian detik, Mama memberi hukuman kepadanya. Kejadian ini disaksikan oleh seorang ibu muda, Atsuko Katsuzoko, sehingga ia bermaksud berguru pada Mama agar bisa menangani anaknya, Atsumi, yang sama nakalnya dengan Crayon. Waah.

Begini, caramu menangani anak amat bagus! Benar-benar hebat! Walau aku juga punya anak, tapi tidak seperti kau. Aku tak bisa mengatasinya. (Halaman 100)

Bagian penutup jilid ini adalah Tidur yang Menyenangkan. Kami Adalah Keluarga Pemimpi dengan komposisi dua cerita. Saya suka cerita pertama yang berjudul “Mama tersayang, Misae” ketika Mama merasa capek dan bosan sekali dengan kesehariannya mengurus rumah dan merawat anak-anak. Sampai pada akhirnya ia berharap menjadi bayi agar tidak perlu repot mengurus rumah tangga. Tak disangka, harapan Mama terkabul! Wah lantas bagaimana nasib selanjutnya ya?

Kenapa aku merasa bosan merawat dua anak lucu ini? Bodoh sekali… (Halaman 109)

Jilid kali ini mengusung kehidupan keluarga Nohara di lingkungan Apartemen Matazure termasuk dengan para penghuni lainnya. Saya paham bahwa Usui-san ingin memberikan penyegaran agar kehidupan sosial keluarga Nohara tidak itu-itu saja. Lagipula, penghuni lain memiliki sifat dan karakter yang unik dan berbeda-beda. Tapi satu kesamaannya, tetap kocak! Yang unik dan menariknya lagi adalah sikap hormat penduduk negara Morodashi, dalam hal ini diwakili oleh Omata, penghuni kamar 206, dan pengawalnya. Sikap hormat ini sama persis dengan sikap alien setan abu-abu di jilid ke-6.

Oh iya janan lupa juga adanya bagian tentang perkembangan rumah keluarga Nohara yang sedang direnovasi. Saya awalnya mengira rumah ini akan tiba-tiba selesai direnovasi tanpa ada expose yang lebih jauh. Eh ternyata, lha kok ya ada drama juga dibalik proses pembangunan rumah yang terkena bencana ini. Eh tetapi kok rada mustahil ya renovasi rumah yang meledak hanya ditangani tiga orang saja.

Yang aneh menurut saya adalah pada Yonro. Saya kurang tahu apakah ini kesalahan penerjemah atau memang dari sononya. Dikisahkan bahwa Yonro baru saja masuk universitas *ups spoiler* tetapi ia sudah sibuk mengerjakan skripsi. Saya tidak tahu apakah mahasiswa bari di Jepang sudah wajib mengerjakan skripsi, ataukah ini maksudnya adalah tugas kuliah biasa.entahlah, biar Yonro yang menjawab *eh. Penulisan yang tidak sesuai EYD juga banyak saya temukan. Tetapi saya males nyatet karena asyik menikmati cerita bergambarnya hehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 29)

covershinchan29

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 29)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: April 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2003

ISBN: 9799374456

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Crayon Shinchan masih berlanjut hingga jilid ke-29. Waah nggak terasa sudah banyak juga sejak kemunculan perdananya. Kali ini dibuka dengan bagian berjudul Re..? Ne..? Ta.. ♡ Himawari yang Bawel yang memiliki delapan cerita. Tidak seperti judulnya, tidak semua cerita mengisahkan tentang Himawari. Yang saya sukai justru kisah tentang Mama yang khawatir akan keberadaan Crayon yang masih di luar rumah padahal cuaca sedang tidak bersahabat. Ternyata Crayon sedang berada di rumah Masao.

Celana ini biasanya membungkus gajah kecil milik Masao, sekarang harus membungkus gajah kecil milikku. (Halaman 15)

Bagian kedua adalah dua cerita spesial yang dirangkum dalam bagian berjudul Bagaimana Crayon di Sekolah Dasar? Wah, Pasti Merepotkan!? Kisah pertama saya sukai karena menceritakan Crayon yang sudah masuk SD. Sepertinya ini hanya imajinasi komikus sih. Karena aslinya kan Crayon masih TK. Tapi tak apa sebagai angan-angan saat Crayon sudah SD. Jadi SD tempat Crayon bersekolah menerapkan berangkat-pulang bersama kelompok. Saat itu Crayon tergabung dalam kelompok yang dipimpin anak perempuan kelas 4 SD bernama Hatogaya.

Ini ada sejarahnya, sudah 10 tahun berturut-turut grup ini tidak pernah terlambat, saya akan terus mempertahankannya. (Halaman 42)

Bagian ketiga adalah Gas Meledak!! Nohara Sekeluarga Mengungsi yang memiliki lima cerita. Pada suatu malam yang disertai hujan badai, rumah keluarga Nohara tertimpa bencana yaitu sebuah baliho menabrak jendela. Oleh karena itu esok harinya Papa memperbaiki jendela. Tak disangka, Mama merusakkan lantai dapur dan parahnya lagi Crayon menyalakan lilin di dekat gas elpiji. Tentu saja, rumah keluarga Nohara meledak. Akibatnya, mereka semua harus mengungsi sampai rumah selesai direnovasi.

Ya, kita harus bersyukur, masih dapat apartemen murah yang ada dapurnya walaupun toiletnya pakai toilet umum. (Halaman 57)

Bagian selanjutnya adalah cerita spesial berjudul Walaupun Seperti Palsu, Tapi Asli! Crayon yang Bernyali Besar yang memiliki dua cerita. Saya menyukai cerita kedua berjudul Malaikat Crayon dan Gank. Cerita ini hampir mirip dengan konsep Charlie’s Angels, dimana kali ini Ibu Yoshinaga, Ibu Matsuzaka, dan Ibu Akeo yang menjadi “angels” dan Crayon menjadi “Charlie” yang nyentrik. Misi mereka kali ini adalah memberantas penjahat yang berupaya membuat bumi menjadi dingin dengan mengumpulkan orang tua yang memiliki selera humor tinggi. Wah terus bagaimana ya?

Jadi semua manusia akan tua. Dan bumi ini bisa jadi dingin, dalam 3 tahun akan menjadi lautan es, menakjubkan. (Halaman 87)

Penampilan Luar yang Norak…!? Penghuni Apartemen Matazure yang Bahagia adalah bagian terakhir komik jilid ini yang memiliki tujuh cerita. Sebagai orang yang baru pindah di apartemen yang bernama Apartemen Matazure, Mama bermaksud berkenalan dengan para tetangga agar bisa lebih akrab. Mereka menempat kamar 202 sehingga Mama dan Crayon dan Hima bermaksud keliling. Ternyata penghuni apartemen semuanya unik-unik. Mulai dari Yaku Tsukuri yang tertutup di kamar 201, mahasiswa yang sibuk belajar bernama Yonro di kamar 203, orang asing Omata di kamar 207, dan dua detektif di kamar 205. Namun Mama baru sadar bahwa kamar 204 selalu kosong padahal menurut Oyasan, si pemilik apartemen, kamar itu ada penghuninya bernama Koyuki Susan.

Nyonya jangan khawatir, kami hanya main jakenpong saja, lalu suami anda mabuk, saya bawa pulang. Tidak ada apa-apa kok! (Halaman 100)

Saya suka banget jilid ke-29 ini! Semua dikarenakan adanya babak baru dalam kehidupan Crayon, khususnya keluarga Nohara. Ya benar sekali, rumah yang terkena bencana bertubi-tubi hingga puncaknya meledak karena gas elpiji sungguh diluar perkiraan saya. Meskipun saya heran kok bisa mereke berempat tidak mati padahal persis ada di dekat tabung gas, hal itu tidak jadi masalah. Ya iya lah, kalau mereka wafat, tamat juga dong ini komik.

Saya juga merasa bab kehidupan keluarga Nohara di apartemen Matazure akan semarak dan tidak berlangsung cepat. Lihat saja awalnya sudah dibuka dengan kekonyolan dan salah paham yang beruntun ketika Mama dan Crayon berkenalan dengan penghuni di kamar lain. Bahkan Oyasan (saya belum tahu siapa nama induk semang apartemen ini), juga turut andil mengalami hal-hal menjengkelkan karena keluarga Nohara. Tidak sabar menunggu kelanjutannya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 28)

covershinchan28

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 28)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Februari 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Februari 2003

ISBN: 9799374448

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Pada edisi Crayon Shinchan jilid ke-28 kali ini. Ada sedikit yang berbeda, yaitu sebagian halaman full-colour!! Yah meskipun hanya satu halaman paling depan dan tujuh halaman cerita pertama, tetapi hal ini menjadi hal yang patut diapresiasi. Langsung saja, jadi pada cerita pertama kali ini mengambil judul Shinchan Nohara – Detektif Shinchan (Lukisan Leonardo da Vinci yang Tertanam di Tembok). Benar sekali, ini adalah cerita khusus dimana Crayon, sang detektif yang ahli mengembalikan barang yang dicuri. Musuh kali ini adalah Si Cakar Kucing yang mencoba mencuri lukisan Buah Labu.

Si Cakar Kucing? Bukankah itu adalah tiga gadis cantik kakak beradik pencuri benda seni yang terkenal? (Halaman 5)

Cerita kedua lagi-lagi cerita spesial yaitu Penemuan Langka Prof. Kitayono – Mesin Penepat Jadwal yang mengambil tokoh profesor nyentrik. Jadi kali ini beliau menciptakan mesin yang ditempel ke badan, yang bisa diatur dengan remote control agar si pemakai dapat otomatis menjalankan jadwa yang telah disusun sebelumnya tanpa bisa membantah. Crayon yang penasaran turut mencoba satu alat yang tersisa ketika ditinggal profesor ke toilet.

Bukan ini… Walau bukan bakpao kari, tapi tangan masih bergerak sendiri (Halaman 16)

Golf vs Piknik Keluarga? Perang Besar Keluarga Nohara di Pagi Hari dengan jumlah sebelas judul cerita tersendiri menjadi bagian ketiga susunan komik ini. Suatu hari, keluarga Nohara sudah mempersiapkan piknik keluarga pada hari minggu. Sayangnya, pada malam hari sebelum hari-H, Papa mendapatkan tugas dari bosnya untuk menemani klien bermain golf. Tak ayal hal ini menjadi prahara keluarga Nohara dimalam hari. Saya suka ketika akhirnya Mama dan Crayon serta Hima piknik sendirian tanpa Papa dalam judul Musuh Jalan Sempit.

Darimana ibu beranak bodoh itu? Piknik di lapangan golf? Aku ingin tahu seperti apa suaminya! (Halaman 40)

Bagian selanjutnya adalah dua cerita khusus yang terangkum dalam judul Dapatkah Kau Menghadapi Ketakutan Ini? Aku Sudah Tak Tahan Lagi! Dari dua cerita khusus ini, saya menyukai cerita pertama berjudul Video Kaset yang Menyeramkan. Pada cerita ini dikisahkan adanya sebuah video yang sedang booming di lingkungan keluarga Nohara. Mulai dari Michi dan Yoshirin, tetangga keluarga Nohara yang menyebalkan, ibu-ibu yang suka bergosip dengan Mama, bahkan sampai Masao juga. Ternyata video itu menyimpan hal yang misterius.

Kau harus lihat film ini, aku juga meminjamkannya ke Nana dan Kazama. Mereka berdua telah “tersihir” (Halaman 70)

Komik ini ditutup dengan bagian berjudul  Liburan Musim Panas yang Terik! ♡ Ke Pantai Bersama Kak Nanako yang terdiri atas sepuluh cerita dengan judul sendiri-sendiri. Saya menyamakan dengan jududl bagiannya saja ya, yaitu cerita dengan judul Wisata Ke Pantai. Kali ini Nanako bermaksud mengajak Crayon berwisata ke pantai saat liburan. Mengetahu hal ini, Crayon senang bukan main karena menganggap bisa berduaan dengan Nanako. Namun ternyata keadaan yang terjadi sungguh diluar dugaan Crayon.

Mama, jangan-jangan ketika pulang nanti, Nanako akan… Memanggilmu Mama. (Halaman 102)

Seperti yang saya sebutkan diawal resensi diatas, terdapat delapan halaman warna yang terbagi atas satu halaman paling depan dan tujuh halaman pada isi cerita pertama. Hal ini sungguh memanjakan mata. Soalnya warna yang digunakan bukan hanya terpusat pada pakaian ataupun fisik tokoh, namun juga latar belakangnya pun juga ada warna tersendiri. Yang saya sukai juga adalah penggunaan warna yang kontras dan ngejreng antara satu panel dengan panel lainnya sehingga tidak monoton.

Oh iya saya agak kurang paham dengan (lagi-lagi) terjemahan komik ini. Pada cerita kedua tentang Mesin Penepat Jadwal, Crayon menggunakan alat tersebut dan salah satunya harus berjuang mati-matian agar tidak makan paprika. Yang saya tanyakan bukan paprikanya, melainkan bentuk makanannya. Disebutkan bahwa Crayon ingin makan bakpao rasa kari, namun terjebak dengan rasa abon paprika. Tetapi kok bentuk makanannya nasi? Bisa disendok lagi? Apakah memang ada makanan di Jepang yang namanya bakpao namun wujudnya nasi? Entahlah saya juga tidak tahu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 26)

covershinchan26

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 26)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: November 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2002

ISBN: 9799374405

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Crayon Shinchan masih berlanjut hingga jilid ke-26. Kali ini bagian awal dibuka dengan kumpulan sembilan cerita casual yang memiliki judul sendiri-sendiri namun terangkum dalam satu judul besar yaitu Keluarga Nohara Menjadi Model Lukisan. Seperti judul bagian besarnya, saya menyoroti kisah yang berjudul Pameran Lukisan. Jadi ceritanya Crayon, Mama, dan Himawari pergi ke sebuah pameran lukisan karena kebetulan pameran tersebut gratis. Tak disangka, sang pelukis bernama Hui Yuen Ceng Mei melihat mereka bertiga dan berniat menjadikan mereka sebagai model lukisan. Namun akibat Crayon yang bertindak aneh-aneh, semuanya jadi hancur lebur.

Oh ya, guru adalah seorang wanita yang terhormat, harap kalian jangan berlaku yang tidak-tidak di depannya. (Halaman 31)

Bagian kedua yang berjudul Kisah-Kisah Menarik di Dunia merupakan gabungan dua judul cerita khusus yang menampilkan Crayon dan lainnya menjadi tokoh karakter yang berbeda. Saya menyukai cerita kedua berjudul Pendekar Shinchan vs Si Jari Emas Gin dimana Crayon menjadi pendekar pengembara bersama Buri-Buri Ajaib. Ditengah perjalanan, Crayon dimintai bantuan oleh seorang gadis yang ingin melindungi ayahnya, sang pembuat sushi, agar terhindar dari pembunuh bayaran lawan pertandingan.

Kurasa pembunuh tadi diutus oleh lawan perlombaan kali ini. Sushi Sua Ca, ia pasti akan kembali datang untuk membunuh Ayah! (Halaman 59)

Pesta Pernikahan Ibu Yoshinaga dan Pak Ishizaka yang terdiri atas tiga judul merupakan bagian ketiga dalam komik ini. Seperti judulnya, akhirnya Ibu Yoshinaga akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya selama ini. Sayangnya, pada cerita terakhir berjudul Ketakutan Menjelang Pernikahan, Ibu Yoshinaga masih ragu akan keputusannya bersedia dipinang Ishizaka, bahkan hingga hari-H pernikahan. Tetapi untunglah berkat Crayon, keraguan Ibu Yoshinaga telah sirna dan pernikahan bisa dilanjutkan kembali.

Tak lama lagi aku akan menikah. Harusnya aku merasa gembira, tapi kenapa ya… Aku malah merasa takut… (Halaman 73)

Bagian keempat memiliki judul Legenda Shinchan! Tak Ada yang Tak Mungkin dalam Kamusku yang terdiri atas dua judul cerita spesial. Saya menyukai cerita pertama yaitu Shinchan Anak Balita Ajaib yang mengisahkan Crayon sebagai seorang penyihir di kerajaan langit. Peraturan dunia penyihir yang memperbolehkan anak usia lima tahun turun ke bumi membuatnya merengek agar bisa turun ke dunia manusia. Sesampainya disana, ia bertemu dengan Kazama yang meski awalnya marah-marah akhirnya terpaksa menampung Crayon di rumahnya.

Menyebalkan! Kehidupan manusia dan penyihir tidak sama, manusia sangat sibuk. (Halaman 87)

Lima judul cerita casual selanjutnya terangkum dalam bagian berjudul Nona Kecil yang Merepotkan Saya! Meskipun headline-nya nona kecil, isinya tidak hanya tentang “nona” saja. Justru saya tergelak dengan cerita Crayon yang pergi membeli makanan akibat Mama sedang sakit datang bulan dalam judul Toko Makanan. Proses membeli makanan ini berlangsung dramatis karena melibatkan pegawai toko yang emosi beserta istrinya. Namun demikian, ada sebuah hal mengharukan di akhir cerita ini.

Ah, tunggu sebentar, aku pertimbangkan dulu, kaki kanan atau kiri ya? Itu selalu menjadi masalah untukku. (Halaman 108)

Pada kesempatan kali ini, saya masih bisa dibuat tertawa lepas pada dialog saling hina antara Nana dengan Masako pada bagian kedua. Saya kurang mengerti sih hubungan atara mereka berdua. Karena meskipun seringkali terlibat cekcok dan menjelek-jelekkan, mereka tetap bermain bersama dalam kumpulan Crayon, Kazama, Masao, dan Bo. Nah kali ini Masako berkata “dasar orang biasa” dan “manusia tidak berkelas” kepada Nana. Meskipun terkesan (memang) merendahkan lawan bicara, Nana selalu memiliki senjata untuk menghina balik.

Mulai dari “gadis kaya norak” kemudian “nona besar yang tidak waras” hingga “gadis kaya jelek” diungkapkan Nana dalam komik jilid ini. Bahkan pengawal Masako (ya benar, dia punya pengawal pribadi karena tajir banget), Hideki, disebut kawan Nana sebagai “pengawalnya juga tidak beres” karena sering berlaku sesuai kehendak Masako.

Namun demikian, komik ini menarik karena pada jilid ini saya bisa merasakan bagaimana mengharukannya Ibu Yoshinaga yang bisa menikah dan memasuki babak baru dalam hidupnya. Bahkan lokasi pernikahan yang dipilih membuktikan betapa beliau tidak ingin berbahagia sendirian pada momen sekali seumur hidup ini. Aah saya jadi pengen nikah juga *eh.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 25)

covershinchan25

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 25)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Oktober 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Oktober 2002

ISBN: 9799374391

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Yosh, ada lagi nih resensi lanjutan dari jilid komik Crayon Shinchan. Kali ini lagi-lagi pembukaan dibuka oleh cerita spesial yang berjudul Cerita Humor Zaman Dunia Nyata dari Semihutabe. Jadi intinya, Crayon kali ini menjadi seorang apa ya, bisa dikatakan orang yang sangat disegani di daerah Semihutabe. Ia bukan lagi seorang anak TK, melainkan sudah berumur dengan rambut dan alis putih.

Kali ini ia sedang bosan karena negerinya damai sentosa. Akhirnya untuk mengisi waktu, ia berjalan-jalan negeri melihat keadaan rakyat. Tepat saat itu, ada sebuah masalah yang menimpa sebuah keluarga yang memiliki kedai makan. Sang pemilik merasa terganggu dengan ancaman yang telah diterima selama ini dan bermaksud minta tolong pada Crayon, sang pejabat.

Kedai “Hati Busuk” selalu menganggap kedai saya sebagai saingan. Bicara dari segi kelezatan, toko saya lebih hebat setingkat, makanya pelanggan semakin hari bertambah banyak. (Halaman 8)

Melangkah pada bagian kedua merupakan kumpulan cerita casual Crayon sebagai anak TK. Nah kali ini, TK AKsi tempat Crayon bersekolah kedatangan murid bari. Seorang gadis cilik yang cantik jelita ini bernama Masako. Ia berasal dari kawasan elit Tokyo dan pindah sekolah karena ingin melihat kehidupan rakyat jelata. Oleh sebab itu bagian ini diberi judul Kehadiran Masako yang Jadi Pusat Perhatian yang memiliki sebelas cerita.

Baru pertama kali ada cowok yang berkata demikian terhadapku. Dulu yang ketemu denganku semuanya pasti akan girang setengah mati. (Halaman 55)

Bagian ketiga adalah kumpulan empat cerita khusus yang berbeda-beda satu sama lain. Yang saya sukai pada bagian berjudul Kumpulan Cerita Anak-Anak ini adalah sebuah kisah mengenai Papa Crayon, Nohara Hiroshi, yang sungguh tertekan dengan kehidupannya sehari-hari. Mulai dari bekerja keras di kantor, rumah tangga yang ramai, hingga waktu istirahat yang kurang. Cerita berjudul Air Mata Belas Kasihan Bagi Pekerja Kantor ini memberikan gambaran pada Hiroshi bahwa kebahagiaan sejati bukanlah mimpi belaka.

Bila begini terus sangat bahaya! Kalau dalam waktu 24 jam belum bangun, maka suamimu akan selamanya tidur terus! (Halaman 69)

Bagian keempat yang berjudul Murid Baru yang Menghebohkan ini sebenarnya rada-rada membingungkan pembagiannya. Jadi disini ada empat cerita yang judulnya beda-beda. Yang pertama adalah kisah berjudul Permen Karet yang mengisahkan Crayon menginginkan sekali permen karet di atas meja namun dilarang oleh Mama. Tentu saja Crayon tidak hilang akal dan berupaya mengelabui Mama.

Kamu hanya disaat-saat begini baru bisa menjawab dengan sangat cepat, sebetulnya kamu sama sekali tidak akan melaksanakannya, betul kan? (Halaman 90)

Cerita kedua adalah Bikin Rak yang mengisahkan permintaan Mama kepada Papa untuk membuat rak pada hari minggu yang santai. Papa beralasan sedang sakit sehingga tidak bisa membantu. Tepat saat itu, ada istri Tuan Hiraishe, tetangga sebelah, yang ingin minta bantuan Papa membuat rak di rumahnya. Gaya yang begitu “seronok” membuat Papa langsung semangat membantu dan meninggalkan Mama yang emosi karena dibohongi.

Begini, saya ada masalah kecil, mungkin merepotkan suamimu… (Halaman 93)

Crayon Sakit Mata adalah judul ketiga pada bagian terakhir ini. Seperti judulnya, kali ini Crayon sakit mata akibat malam hari sebelum tidur mengucek mata dengan tangan yang ehm, masih kotor. Akibatnya, pagi hari matanya menjadi merah dan gatal sekali. Oleh karena itu Mama membawanya ke dokter spesialis mata.

Kamu ini bukan mau nonton berita, tapi mau lihat kakak yang cantik!!! (Halaman 98)

Selanjutnya ada cerita Murid Baru yang Menghebohkan. Sebenarnya ini masih sama dengan cerita tentang Masako yang di bagian kedua tadi, tetapi hanya satu cerita saja. Jadi ceritanya Masako masih bertingkah bagaikan seorang putri dan menggunakan Masao sebagai budak cintanya. Tentu saja hal ini menimbulkan amarah dalam diri Nana karena biasa bermain rumah-rumahan dengan Masao..

Tapi, hanya manis saja tidaklah cukup, yang dia suka adalah tipe wanita yang mempunyai sifat kewanitaan. (Halaman 103)

Nah sedangkan cerita terakhir yang menurut saya agak aneh karena cerita berjudul Liburan Musim Panas ini memiliki empat cerita tersendiri, tidak seperti cerita sebelumnya yang hanya satu. Pokoknya cerita ini mengisahkan keluarga Nohara yang berlibur ke pantai selama beberpa hari. Disana, Crayon berkenalan dengan seorang kakak cantik yang gemar bermain selancar bernama Yuriko. Tak disangka, pertemuan Crayon dengan pemuda misterius bernama Ochida justru menjadi sebuah pertanda akan kehidupan Yuriko kelak.

Karena hal itu kamu meninggalkan saya dan selancar! Kamu memang pria yang tidak berguna!! (Halaman 115)

Hal yang membuat saya menyukai jilid ini adalah beredarnya kata-kata umpatan yang sesungguhnya tidak baik namun karena penggunaannya yang tidak sesuai kondisi menjadikan dialog ini lucu sekali. Seperti contohnya tadi ada sebuah kedai bernama Kedai “Hati Busuk” yang jahat. Ya ampun itu ya, kalau beneran ada kedai “Hati Busuk” tidak akan pernah saya datangi hahahaha.

Kemudian Crayon pada cerita pertama juga senang memanggil lawannya dengan sebutan kutu busuk dan si tengik. Nah panggilan ini justru membuat saya tergelak karena si lawan jadi emosi dan urung menyerang Crayon dan mengomentari panggilan itu tadi. Lucu nggak sih ditengah perkelahian, kamu dipanggil si tengik oleh lawanmu sendiri. Menurut saya sih lucu *apaseih.

Nah yang tidak kalah lucu adalah umpatan yang dikatakan Nana pada Masako yang lebay adalah “nona besar tidak tahu diri” huahahaha. Aduh kalimat itu memang sangat tidak sopan dikatakan, terlebih yang mengatakannya anak-anak. Mungkin inilah yang membuat komik ini benar-benar untuk yang berusia 15 tahun keatas. Bintang maksimal untuk jilid ini karena membuat saya tertawa lepas hehehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 24)

covershinchan24

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 24)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Agustus 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2002

ISBN: 9799374294

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Kelakuan Crayon yang menyebalkan namun sekaligus menggelikan masih terus berlanjut hingga jilid ke-24 ini. Bagian awal dibuka dengan judul Bagaimana Nasib Kakek..?! yang terdiri atas lima cerita pendek. Bagian ini menyambung dengan bagian terakhir jilid ke-23 yang lalu, dimana ceritanya Kakek Ginosuke menginap di rumah keluarga Nohara karena berantem dengan Nenek. Nah kali ini Kakek bermksud pulang kampung.. Namun belum sempat terlaksana, ada kakak Hiroshi, Nohara Semashi yang menjemput Kakek. Paman Crayon ini kelakuannya sungguh pelit dan suka bercanda.

Sebenarnya.. Aku adalah papamu yang sesungguhnya. (Halaman 22)

Bagian kedua adalah tiga cerita spesial dengan judul utama Lagi-Lagi Peristiwa Besar? Pada bagian ini, saya menyukai cerita pertama berjudul Kotoran Emas yang menyorot kehidupan keluarga Nohara yaitu Hiroshi, Misae, dan Crayon yang miskin. Tidak disangka, mereka menemukan seorang bayi ajaib bernama Himawari yang sanggup mengeluarkan kotoran emas. Sayangnya, kehidupan mereka tidak berjalan mulus.

Di rumahku ada bayi yang bisa mengeluarkan kotoran emas. (Halaman 27)

Persahabatan Lima Sekawan! yang terdiri atas enam cerita merupakan bagian selanjutnya. Pada kisah kali ini, saya menyukai cerita berjudul Crayon Sakit yang menitikberatkan pada kondisi Crayon yang sakit demam. Alih-alih menurut perkataan Mama dan istirahat cukup, Crayon justru berbuat hal yang tidak-tidak sehingga menimbulkan korban lain.

Tapi Mama kalau saya pikir-pikir, waktuku terbuang kalau harus berdiri seperti ini terus tanpa melakukan sesuatu. (Halaman 55)

Bagian keempat adalah dua cerita spesial yang terangkum jadi satu dalam judul Penemuan Profesor Kitayono yang Menghebohkan Keluarga Nohara (Bagian 2). Bagian ini terdiri atas dua cerita. Sekadar informasi, Profesor Kitayono adalah seorang jenius yang dikenal oleh Crayon yang entah bagaimana saya juga tidak tahu. Profesor ini gemar menciptakan penemuan baru yang kadang membuat masalah. Seperti kali ini dalam cerita Duarrr! Penemuan yang Hebat Tapi Juga Menakutkan, ia menciptakan mesin waktu yang akibatnya bisa membuat Crayon lenyap dari dunia (yah akibat ulah Crayon sendiri sih).

Kalau papa dan mamamu tidak bersatu, kamu tidak akan ada. Kalau begini keadaannya, kamu akan lenyap! (Halaman 87)

Selanjutnya adalah bagian yang saya rasa cukup mellow dan menyedihkan dengan judul Hilangnya Cinta Ibu Matsuzaka yang terdiri atas tiga cerita. Seperti judulnya, kali ini Ibu Matsuzaka yang telah memiliki kekasih harus dihadapkan pada kenyataan pahit ketika kekasihnya, Dr. Tokuro, harus pergi meninggalkannya ntuk sebuah penelitian. Padahal saat itu Ibu Matsuzaka berharap adanya kejelasan dalam hubungan mereka. Wah terus bagaimana ya?

Itu dia lelaki yang ingin ke Nambei dan meninggalkan wanita yang telah dipermainkannya. (Halaman 103)

Meninggalkan Ibu Matsuzaka, ada tiga cerita casual sebagai akhir komik jilid ini. Yang pertama adalah Crayon Belanja yang menceritakan Crayon berbelanja daging namun justru merepotkan tukang daging dan ibunya Nana. Loh kok bisa? Penasaran? Baca saja deh hehe.

Suara Mama jelek sekali, makanya Ma… Jangan banyak makan pedas. (Halaman 111)

Selanjutnya Himawari Marah merupakan judul cerita berikutnya ketika Mama menemukan koleksi foto-foto artis tampan yang disimpan Hima dibawah kasur. Mama yang merasa belum saatnya Hima mengenal hal tersebut akhirnya membuang kumpulan foto tersebut ke tempat sampah. Respon Hima bagaimana? Tentru saja ia marah bukan main kepada Mama.

Kesedihannya begitu mendalam sampai memeluk tempat sampah. (Halaman 115)

Cerita terakhir adalah cerita nasib apes Papa yang ditinggal Mama berbelanja sehingga harus menjaga Crayon dan Hima yang masih tertidur lelap. Papa Menjaga Kami Berdua adalah judul cerita hari libur tenang yang akhirnya dihabiskan Papa bermain salon-salonan dengan Crayon dan Hima. Permainan yang sebenarnya santai itu harus berakhir dengan malapetaka.

Payah! Karena aku bangun kesiangan, kedulian Misae yang punya rencana benar-benar menyebalkan. (Halaman 119)

Secara umum, saya menyukai jilid kali ini. Saya suka dengan tokoh baru yang berasal dari keluarga dekat, alias bukan orang asing yang tiba-tiba memasuki kehdupa tokoh utama. Tokoh dari keluarga sendiri ini membuat betapa keluarga di Jepang, dalam hal ini adalah keluarga Nohara, masih terjalin silaturahimnya meskipun memiliki tempat tinggal masing-masing. Dan tokoh Semashi ini membuat saya rada sebel hahaha.

Selain itu, kejelasan status Ibu Matsuzaka yang memiliki kekasih membuat saya lega. Soalnya dari beberapa jilid sebelumnya, saya selalu disuguhkan Ibu Matsuzaka yang selalu mengeluh tidak punya pacar. Akhirnya pada jilid ini saya bisa mengetahui siapa gerangan lelaki yang membuat Ibu Matsuzaka galau dan gelisah dalam mengambil sikap untuk hubungan percintaannya.

Oh iya, pada bagian Profesor Kitayono, judulnya menuliskan Bagian 2.  Namun anehnya, kok saya tidak menemukan bagian 1 ya. Hilang kemana? Saya sampai bolak balik meneliti halaman dan mengecek jilid ke-23. Tetapi hasilnya nihil. Ini kesalahan penerbit atau bagaimana ya. Semoga kelak bisa diperbaiki. Yosh, sudah selesai resensi saya kali ini. Mari lanjutkan baca jilid berikutnya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 23)

covershinchan23

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 23)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juli 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2002

ISBN: 9799374286

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Crayon Shinchan sudah bagaikan legenda tokoh balita nakal nan mengesalkan dalam komik versi saya. Hal ini membuat saya tidak bosan-bosannya membaca komik Crayon Shinchan. Kali ini saya membaca jilid ke-23. Saya tahu, ini adalah jilid yang terpaut cukup jauh dari jilid yang terakhir saya baca, yaitu nomor 12. Karena dulu sangat sulit sekali mendapatkan komik ini. Sedangkan sekarang harganya yang sangat mahal membuat saya tidak berminat melengkapinya lagi :p

Langsung saja, kali ini awal bagian komik sudah dibuka dengan cerita spesial berjudul Crayon Shinchan “Sang Bodyguard” dimana Crayon menjadi seorang bodyguard penyanyi terkenal, Remi. Ceritanya, Remi ini sering mendapatkan ancaman dari orang yang tidak dikenal sehingga membuat kehidupannya terganggu. Bermaksud menolong (dan imbalan yang besar), membuat Crayon dan seorang partner bodyguard wanita bersedia melindungi Remi. Ternyata, alasan ancaman itu semua karena alasan yang cukup sepele.

Khawatir? Hm, Mama hanya menganggapku sebuah barang. Dia khawatir karena saya ibarat telur emas sebagai penghasil uang. (Halaman 8)

Lanjut pada bagian kedua, kehidupan Crayon sudah berubah. Ada yang tahu? Sepertinya gambar sampul depan jilid ini sudah memberikan sedikit petunjuk. Yak, benar sekali. Crayon memiliki seorang adik perempuan! Ia bernama Nohara Himawari. Saya tidak tahu bagaimana awal mula Hmawari bisa hadir ditengah keluarga Nohara. Hal ini akibat saya tidak membaca jilid-jilid sebelumnya. Yah anggap saja Hima sudah muncul saja gitu deh ya.

Bagian kedua berjudul Saya dan Mama memiliki tujuh cerita pendek yang berdurasi empat halaman. Yang saya sukai dari bagian ini adalah kisah tentang Crayon yang ingin membuat prakarya dari kaleng bekas. Sayangnya, kaleng bekas tidak bisa ditemukan oleh Crayon meskipun ia sudah mencari ke seluruh penjuru rumah. Akhirnya, dengan membangunkan Mama yang sedang tidur, Crayon bermaksud mencari tahu bagaimana ia bisa mendapatkan kaleng sebagai modal awal membuat kerajinan tangan.

Semuanya sudah diambil tukang sampah tadi pagi, Crayon. (Halaman 17)

Bagian ketiga lagi-lagi adalah cerita spesial yang berjudul Crayon Sangat Aktif di Lapangan. Bagian ini memiliki dua cerita khusus. Saya menyukai cerita pertama berjudul Toko Sepatu Kecil di Kota Crayon yang mengisahkan tentang sebuah toko sepatu kecil yang ditinggalkan oleh pemiliknya sehingga istri dan anak pemilik itu yang harus melanjutkan. Awalnya memang penjualan tidak laku, namun berkat bantuan Crayon, Kazama, Masao, dan Bo yang menjadi peri sepatu, penjualan toko ini bisa meningkat pesat.

Orang-orang yang memakai sepatu dari toko sepatu kecil di kota tersebut, pasti merasa puas! Hal itu sudah diketahui oleh banyak orang. (Halaman 49)

Dag Dig Dug!! Kencan Bersama Kakak Nanako yang memiliki enam cerita adalah bagian keempat. Seperti judulnya, ternyata kali ini Crayon sudah memiliki tambatan hati pada seorang mahasiswi muda bernama Nanako. Sayangnya, saya menyukai cerita ketika Ibu Yoshinaga yang sakit tidak bisa masuk sekolah sehingga harus digantikan Ibu Akeo. Sekadar informasi, Ibu Akeo ini adalah guru baru di TK Aksi yang belum memegang kelas, sehingga ia menjadi pengganti ketika ada guru lain yang berhalangan. Kira-kira bagaimana ya?

Alasan kurang enak badan hanya dibuat-buat, pasti ada alasan lain. Misalnya bertemu Bapak Ishizaka, kekasihnya. (Halaman 73)

Adanya Kekuatan Ajaib adalah bagian kelima yang hanya memiliki satu cerita saja berjudul Perubahan Keluarga Nohara. Jadi intinya pada cerita ini, ada seorang(?) peri bernama Michel yang saya tidak tahu laki-laki atau perempuan sehingga pengucapan namanya menjadi seperti Michael (mai-khel) ataukah Michelle (mi-syel). Yang jelas, Michel inilah yang bertanggungjawab dengan tukar-jiwa yang dialami oleh keluarga Nohara. Saya suka dengan pesan moral yang disampaikan melalui cerita ini. Penasaran? Baca sendiri yah :)

Kalau ingin kembali seperti semula, tinggal sebut, saya ingin kembali seperti semula! Waktu saya sudah habis, saya ingin kembali. (Halaman 90)

Bagian terakhir sebagai penutup jilid ini berjudul Ginosuke Si Kakek Super, Tidak Tahan Menjaga Saya dan Hima memiliki enam cerita pendek. Benar sekali, lagi-lagi kakek Crayon, Kakek Ginosuke merepotkan keluarga Nohara karena datang menginap sesuka hati. Meskipun mertuanya sendiri, Mama merasa tidak suka dengan kehadiran Kakek karena Kakek tidak pernah membantu Mama dalam urusan rumah tangga sehingga Kakek dianggap merepotkan saja. Untuk urusan ini, Papa lah yang ditunjuk Mama untuk berbicara pada Kakek.

Papa! Papa boleh tinggal disini sampai kapanpun Papa mau. Hanya saja, Papa harus membantu pekerjaan apa saja! Misalnya, seperti menjaga anak atau mencuci piring. (Halaman 104)

Setelah tertinggal sebelas jilid, saya harus berusaha menyambung-nyambungkan tokoh yang bermain di jilid ini dibandingkan jilid yang terakhir saya baca. Untunglah pada bagian awal setelah daftar identitas buku, terdapat daftar tokoh-tokoh dalam komik Crayon Shinchan. Setelah tidak ada perubahan sejak jilid pertama (yang memuat tokoh Crayon, Mama, Papa, Putih, Kazama, Masao, Bo, Nana, Kepala Sekolah, dan Bu Yoshinaga), saya melihat bahwa di jilid ini sudah ada penambahan tokoh yaitu Himawari dan Bu Matsuzaka.

Himawari sebagai adik Crayon memang sudah seharusnya dicantumkan sebagai tokoh tetap yang akan muncul setiap jilid. Sedangkan Bu Matsuzaka, meskipun bukan wali kelas Crayon, tetap berperan penting sebagai guru TK. Selain itu, sekarang cerita-cerita casual khas kehidupan sehari-hari Crayon sudah diperpanjang menjadi empat halaman setelah sebelumnya hanya tiga halaman saja. Hal ini cukup berguna sih, karena tidak membuat cerita menjadi terburu-buru diakhiri.

Mata uang rupiah yang terus menerus disebutkan hingga jilid ini terpaksa tidak saya komentari lagi. Bagaimana ya, karena sudah sampai jilid ke-23 dan masih saja ada mata uang rupiah yang dikonversi ngawur membuat saya pasrah dengan kelanjutannya. Kalau ada perbaikan, ya alhamdulillah. Kalau tidak ada, ya sudah. Oh iya, pada cerita Bu Akeo harus menggantikan Bu Yoshinaga, Pak Kepala Sekolah menyebut kelas nol kecil. Padahal pada jilid-jilid sebelumnya disebutkan kelas bunga matahari. Apakah ini kekeliruan? Baiklah, mari lanjutkan ke jilid berikutnya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 12)

covershinchan12

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 12)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juni 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2001

ISBN: 9799374170

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Membicarakan kenakalan dan kejahilan Crayon seakan tiada habisnya. Menginjak jiid ke-12 ini, saya masih bisa tertawa membaca komik ini. Langsung saja deh, bagian awal sudah dibuka dengan cerita spesial, bukan dua cerita pendek seperti jilid sebelum-sebelumnya. Cerita spesial ini berjudul Crayon Bagaikan Pendeta Berumur Satu Tahun. Jadi ceritanya, Crayon adalah anak yang memiliki ukuran setinggi ibu jari dari pasangan suami istri Hiroshi & Misae. Suatu hari, ia mengikuti sayembara melindungi Putri Nana dari serangan raksasa jahat. Hmm seperti kisah Urashimataro kalau tidak salah nih.

Dengar dulu… Bagi yang berhasil lulus, akan diberikan hadiah berupa uang emas dan perak. (Halaman 9)

Bagian kedua sudah bercerita tentang dunia keseharian Crayon dan orang-orang disekelilingnya pada masa kini. Bagian ini berjudul Ada Permainan yang Sedang Populer. Dari sembilan cerita yang ada, saya menyukai cerita tentang Ibu Guru Matsuzaka yang mengeluh tentang pekerjaannya di TK. Mulai dari gaji kecil, dikerjain Crayon, hingga tidak punya kekasih. Tidak disangka, ada seorang laki-laki muda berparas menawan yang mengajak Bu Matsuzaka makan sepulang sekolah. Ternyata, ia adalah kepala TK Keanggunan yang bermaksud mengajak Bu Matsuzaka meninggalkan TK Aksi.

Oh tuan yang malang, biarpun gaji saya kecil, disana banyak anak yang memerlukan saya, bagi saya itu lebih penting dari apa pun. (Halaman 36)

Saya adalah Kameraman Terkenal dan Dapat Penghargaan Lagi dengan jumlah sembilan cerita adalah bagian ketiga dari jilid ini. Diantara kesembilan cerita itu, ada dua cerita yang menyambung ketika Papa yang telah bekerja keras membuat dokumen penting untuk kantor, justru tertinggal di rumah. Akhirnya, Crayon diminta mengantarkan dokumen tersebut karena Mama sedang sakit perut. Wah bagaimana kelanjutannya ya?

Dokumen perencanaannya dimana? Semalam sudah saya masukkan ke dalam amplop. (Halaman 54)

Selanjutnya, ada bagian keempat berjudul Ha.. Ha.. Ha.. Dag Dig Dug!! Petualangan Besar Crayon yang terdiri atas tiga cerita agak panjang. Berbeda dengan bagian sebelumnya, cerita ini khusus dan bukan ber-setting kehidupan sehari-hari. Saya menyukai cerita pertama yang berjudul Legenda Ikan Duyung. Jadi ceritanya Hiroshi, Misae, dan Crayon adalah keluarga yang hidup di atas kapal. Mereka berencana mencari lokasi tempat tinggal putri duyung yang konon tidak suka bertemu manusia dan misterius. Sayangnya, fakta tidak sesuai dengan teori yang Papa baca di buku.

Ikan duyung dulu ada banyak, Nak! Tapi manusia mengotori laut, sehingga putri duyung banyak yang sakit. Sekarang ya hanya kami-kami ini! (Halaman 74)

Bagian penutup adalah bagian yang memiliki sembilan cerita dengan judul Kakek Crayon Pergi dari Rumah!! Akhirnya ada lagi anggota keluarga lain dari Nohara yang ditampilkan disini, yaitu kakek Crayon dari garis keturunan Papa. Entah kebetulan atau tidak, kakek Crayon ini sama nyentriknya dengan Crayon. Mulai dari hobi menggoda perempuan cantik, hingga tingkah laku yang kekanakan. Sampai-sampai, Mama terkena imbas akibat Kakek yang menumpang sementara di rumah keluarga Nohara.

Saya mendapat teguran dari sekolah tentang kelakuan kakek dan juga dia mengusili para ibu-ibu cantik di lingkungan kita. Papa, saya sangat menyukainya. Ha.. Ha.. (Halaman 109)

Saya suka sekali apabila ada cerita khusus yang ditampilkan dalam komik Crayon Shinchan. Soalnya entah kenapa saya sudah mulai agak jenuh dengan keseharian Crayon yang itu-itu saja. Kalau tidak lingkungan rumah, sekolah, toko buku. Eh iya saya lupa, ada tempat yang biasa dikunjungi Crayon yaitu toko buku Kasugabe. Aah next time saja saya ungkap kejadian di toko buku ini hehehe.

Kembali lagi, dengan adanya cerita spesial, saya jadi merasa fresh meskipun tokoh yang berperan juga sama saja. Mulai dari Papa, Mama, Kazama, hingga teman-teman yang lain. Selain itu, adanya tokoh baru yang menggelikan yaitu kakek Crayon memberikan nuansa baru di komik ini. Karena saya rasa sudah saatnya ada tokoh yang dimunculkan agar tidak berkutat pada tokoh yang itu-itu saja. Dan saya senang, Usui-san menjawab keinginan saya pada jilid ini. Saya jadi menunggu tokoh mana lagi ya yang akan menjadi pengiring keseharian Crayon? Langsung cek jilid selanjutnya yuk :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 10)

covershinchan10

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 10)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Desember 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2000

ISBN: 9799374138

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Petualangan dan hal-hal konyol yang dilakukan oleh Crayon masih berlanjut pada jilid kesepuluh ini. Seperti biasanya, jilid ini juga teriri atas empat bagian utama yang masing-masing merangkum beberapa cerita pendek dengan durasi tiga halaman setiap cerita. Bagian pertama, masih berjudul Kelas Bunga Matahari dengan komposisi dua cerita. Yang saya sukai adalah cerita pertama ketika keluarga Nohara terjebak macet di tengah perjalanan pulang.

Yang menjadi masalah adalah Crayon kebelet buang air kecil yang kemudian berubah menjadi kebelet buang air besar. Papa yang panik mencari tempat berhenti justru semakin pusing saat mengetahui Mama juga dalam kondisi sudah tiga hari belum buang air besar. Untunglah, ada sebuah restoran ramen. Papa memutuskan berhenti untuk meminjam toilet sekaligus makan malam. Tetapi ada sedikit masalah…

Tadi untuk beli mainan Crayon, untuk makan siang, untuk membawa bekal, dan sekarang mau menggunakan uang sama sekali tidak ada, saya khawatir. (Halaman 5)

Sebelum menginjak bagian kedua, ada satu halaman khusus berjudul Akal-Akalan Crayon Terus Berlangsung yang memberikan cuplikan kelakuan Crayon ketika menggoda perempuan-perempuan cantik. Cuplikan tersebut berasal dari jilid komik sebelum-sebelumnya. Kemudian bagian kedua mengambil judul Lelucon Crayon di TK Membuat Tertawa Terbahak-Bahak yang terdiri atas sebelas cerita. Yang menggelikan bagi saya adalah pengalaman Ibu Guru Matsuzaka di sebuah department store akibat ulah Crayon. Bagaimana tidak, beliau sudah merencanakan dengan matang apa yang hendak dilakukannya selama disana. Tak disangka, semuanya berantakan akibat Crayon yang masih belum sadar bahwa itu adalah ibu gurunya sendiri.

Untuk mendapatkan perasaan seperti ini, saya setiap hari minggu berbaris paling pertama di depan toko ini. (Halaman 39)

Crayon dan Teman TK Rekreasi ke Pantai adalah judul bagian ketiga dengan komposisi sebelas cerita juga. Tidak seperti judul bagiannya, saya justru menyukai cerita ketika keluarga Nohara bermain di kolam renang umum. Saking panasnya, mereka bertiga (Papa, Mama, dan Crayon) beristirahat dengan tidur di tepi kolam renang. Entah bagaimana, Crayon yang memiliki cara tidur amat buruk harus mengalami tragedi. Padahal, saat itu Crayon masih belum pandai berenang. Wah kira-kira apa ya tragedinya?

Hati-hati, diawasi cara tidurnya, jangan sampai jatuh ke pinggir kolam. (Halaman 74)

Penutup jilid ini adalah bagian keempat dengan judul Crayon dan Si Putih adalah Teman yang Sangat Akrab yang memiliki jumlah cerita paling banyak, yaitu 14 cerita. Sayangnya, tidak semuanya berkisah tentang Putih. Bahkan saya menyukai cerita saat Kazama merasa tertekan akibat paksaan ibunya untuk les. Ia merasa ingin istirahat sejenak dari rutinitas dan bersenang-senang. Sayangnya, ibunya tidak setuju. Akibatnya, Kazama kabur dari rumah.

Ingin istirahat bukan, tetapi sekarang kamu harus belajar yang rajin kalau mau masuk SD, karena itu harus ikut les! (Halaman 86)

Secara umum, saya menyukai komik Crayon Shinchan jilid ini. Crayon masih tetap konyol, masih tetap menghibur, dan masih bisa membuat saya cengengesan. Yang saya sukai adalah sudah mulai banyak tokoh lain yang menjadi pusat cerita, meskipun Crayon juga tetap ada namun ia hanyalah pendukung. Mulai dari Ibu Guru Matsuzaka, Kazama, dan lain-lain. Saya juga cenderung lebih menyukai cerita dengan lingkungan atau tokoh yang berasal dari dunia TK-nya Crayon daripada keluarga Crayon sendiri.

Sayangnya, saya agak kurang nyaman dengan isu KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga), khususnya keluarga Nohara. Bagaimana tidak, tokoh Mama mudah sekali menggunakan kekerasan kepada Crayon. Padahal kalau dilihat lebih jauh, kenakalan Crayon juga tidak terlalu parah buanget yang pantas mendapatkan kekerasan. Mulai dari jitakan di kepala sampai benjol, cubitan di wajah, hingga pukulan di pantat. Jika ketahuan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pasti terkena pidana tuh hehe.

Saya juga sadar sih sebenarnya hal itu yang membuat lucu dalam (sebagian besar) cerita komik Crayon Shinchan. Tetapi lama-lama jadi heran, apakah ibu-ibu di Jepang seperti itu apabila memiliki anak seperti Crayon? Entahlah. Yang jelas saya kurang menyukai kekerasan kepada anak dibawah umur yang dilakukan oleh Mama. Hal ini berbeda dengan Papa yang hanya berteriak ataupun memarahi sambil menggerutu kepada Crayon ketika Crayon melakukan kesalahan. Saya rasa ini masih lebih baik daripada Mama yang langsung main tangan pada anaknya sendiri. Sudah ah, kok malah ngomongin mamanya Crayon. Ayo lanjut baca jilid berikutnya :D

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 9)

covershinchan9

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 9)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: November 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, November 2000

ISBN: 979937412X

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Haloo berjumpa lagi dengan resensi komik Crayon jilid kesembilan. Sebenarnya saya agak menyesal tidak mengoleksi seri ini lengkap mulai jilid pertama dan berurutan terus. Maklum, masa lalu saya hanya beli ketika ada uang saku lebih, itupun harus dikumpulkan dulu. Pada masa itu, komik Crayon Shinchan ini cukup langka sehingga menemuinya di pasaran sungguh keberuntungan. Kok malah curcol. Yasudah lah ya masuk ke isi komik ini saja.

Seperti biasa, bagian awal merupakan pembukaan dengan dua cerita pendek dengan judul Kelas Bunga Matahari. Salah satu cerita kesukaan saya adalah ketika keluarga Nohara bermain bowling. Saya baru tahu ternyata di arena bowling bisa pesan sepatu yang digunakan untuk bermain. Seperti biasanya pula, ulah Crayon yang berbuat usil dan seenaknya menjadikan arena bowling itu “meriah” dan sangat “semarak” sampai-sampai pemilik arena “terpukau” dengan kehebohan keluarga Nohara.

Tolong sepatu dengan ukuran seratus juta cm, pokoknya seperti sepatu untuk robot! (Halaman 4)

Pada akhir bagian pembuka ini, ada satu halaman khusus yang berjudul Peta Perubahan Bentuknya Crayon. Bukan maksudnya Crayon berubah wujud jadi makhluk gaib, melainkan daftar beberapa kostum Crayon yang menjadi “bentuk” lain. Mulai dari ayam, anjing, gajah, es krim, dan lain sebagainya. Hebat juga ya Crayon ini daya kreativitasnya kalau dipikir-pikir. Tetapi kelakuannya yang bikin senewen juga nggak bagus hehehe.

Bagian kedua memiliki judul Akhirnya Mama Berhasil Mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) Mobil yang terdiri atas 13 cerita. Seperti judulnya, awal bagian ini adalah cerita mengenai Mama yang berusaha lulus tes mengemudi. Setelah jatuh bangun dan melalui rintangan berat (akibat ulah Crayon, tentu saja), akhirnya Mama lulus. Nah, bermaksud sombong, Mama ingin mengantar Crayon ke TK menggunakan mobil. Kira-kira Mama berhasil atau tidak ya?

Mama tidak bisa lewat karena pintu gerbangnya kecil sekali, kamu tahu kan rumah orang Jepang kecil-kecil, jalannya sempit-sempit…, apalagi pemerintahannya. (Halaman 43)

Crayon, Ayo Kita Tertawa dengan Lantang, Ha… Ha… Ha… adalah judul bagian ketiga yang memiliki sebelas cerita pendek. Setelah gagal bermain bowling dengan tenang, keluarga Nohara pergi tamasya saat musim salju. Mereka berencana bermain ski dan permainan salju lainnya. Tidak tanggung-tanggung, mereka menginap di sebuah hotel mewah yang bisa dikatakan mahal sekali untuk keuangan keluarga Nohara. Kira-kira bagaimana bisa ya?

Karena temanku bekerja sebagai manager di hotel ini, ia mendapat diskon karyawan dengan mengatakan bahwa kita saudaranya, kita juga dapat menginap disini dengan harga murah. (Halaman 66)

Bagian terakhir komik ini berjudul Crayon Shinchan Kalau Dipuji Seperti Itu… Saya Jadi Malu yang memuat 12 cerita dengan durasi masing-masing tiga halaman. Kesukaan saya bukan lagi yang melibatkan tokoh keluarga, melainkan tokoh teman-teman Crayon. Benar sekali, cerita ini ber-setting di TK Aksi. Jadi intinya suatu hari Crayon dan Kazama bertengkar hebat akibat permasalahan sepele khas anak-anak. Saya baru menyadari juga di komik ini, Kazama cukup membuat sebal Bu Guru Yoshinaga. Namun yang menggelikan adalah Bu Guru Yoshinaga bukannya melerai mereka berdua dengan bijaksana, justru ikut emosi akibat kegaduhan ini.

Sudah cukup kalian berdua! Kalau tidak segera menghentikan perkelahian ini biar nanti saya bom kalian berdua sampai hancur! Dasar!! (Halaman 117)

Satu yang saya mulai sadari sejak beberapa kali membaca dan meresensi komik Crayon Shinchan adalah adanya ketidaksesuaian antara judul awal bagian dengan setiap cerita di dalamnya. Kalaupun sesuai, hanya beberapa cerita awal saja. Setelah itu tidak nyambung sekali. Sayangnya, satu judul bagian ini digunakan untuk semua cerita yang terangkum di dalamnya, hanya dibedakan melalui nomor. Alangkah lebih baik jika setiap cerita ada judulnya tersendiri.

Kemudian lagi-lagi saya menemukan mata uang rupiah disebut-sebut dalam berbagai kesempatan. Saya jadi agak terusik dan mengernyit karena hal ini. Berulang kali saya berkata pada diri saya agar membiarkan kesalahan ini. Tetapi otak saya memprosesnya dengan cermat. Akibatnya saya jadi rada emosi juga.

Oh iya saya agak bingung dengan penyebutan nama bensin ketika Mama berhenti di SPBU untuk mengisi bensin. Di halaman 50, petugasnya bertanya apakah Mama ingin mengisi premium atau premix. Premix itu apa ya? Saya belum pernah menjumpai istilah itu dalam dunia per-bensin-an Indonesia. Kemudian pada halaman 75, saat acara melihat bunga sakura, terdapat kesalahan penulisan keluarga Nohara, namun saya tahu pasti bahwa maksudnya adalah keluarga Sakurada, keluarganya Nana. Mana yang benar nih?

Namun terlepas dari kekurangan itu, saya menyukai bagaimana Crayon memberikan keberuntungan ataupun hal baik yang tidak ia sadari. Meskipun dari satu sisi kelakuannya menyebalkan sekali, dari sisi lain menunjukkan bahwa sebenarnya Crayon adalah anak kecil yang kadang bisa memberikan hal positif kepada oran lain. Inilah alasan saya menyukai tokoh Crayon. Nah, lanjut baca jilid berikutnya yuk!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 6)

covershinchan6

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 6)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juli 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2000

ISBN: 9799374065

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Halo halo, kembali lagi dengan resensi komik anak lima tahun yang nakal amit-amit hehehe. Langsung saja, jilid keenam komik Crayon Shinchan ini dibuka dengan cerita spesial berjudul Topeng Aksi vs Setan Abu-Abu dengan jumlah 28 halaman. Apabila tiga jilid sebelumnya yang saya baca biasa dibuka dengan dua cerita pendek, kali ini ada cerita khusus yang cukup panjang.

Jadi kisahnya bermula ketika keluarga Nohara mengunjungi sebuah tempat wisata yaitu rumah Topeng Aksi (biasa disebut pahlawan bertopeng di stasiun televisi swasta kita). Di dalamnya, Crayon hampir menabrak cermin karena kurang hati-hati. Untung saja Mama, Papa, dan Putih berhasil menghentikannya. Namun sesungguhnya hal aneh mulai terjadi pada saat itu, karena Topeng Aksi yang hanya karakter fiksi menjadi nyata di dunia Crayon! Wah bagaimana ya?

Hall makhluk asing adalah menghubungkan dunia makhluk asing itu dengan dunia tempat tinggal kita. (Halaman 12)

Meninggalkan kisah Topeng Aksi tersebut, bagian kedua berjudul Pengalaman Pertama Saya Ke Luar Negeri yang terdiri atas sembilan cerita pendek. Tiga cerita awal mengisahkan perjalanan keluarga Nohara (tanpa Putih, tentu saja) yang liburan ke Guamu (saya juga tidak tahu dimana ini) karena Mama memenangkan sayembara undian berhadiah. Sayangnya, pengalaman mereka bertiga berwisata ke luar negeri tidak dapat berjalan mulus karena ulah Crayon yang semakin merepotkan. Mulai kepanikan saat di bandara, di dalam pesawat, hingga di lokasi liburan dan kepulangan.

Punya saya pasti mudah ketemu, karena kopernya pakai bikini. (Halaman 37)

Bagian selanjutnya adalah kumpulan kisah pendek tiga halaman dengan judul  utama Crayon yang Tak Terkalahkan, Hari Ini Pun Let’s Go! Yang memiliki sebelas cerita. Pada bagian ini, kesukaan saya adalah ketika Crayon berurusan dengan seorang salesgirl sebuah perusahaan. Entah kenapa, si salesgirl ini seperti (maaf) banci. Saya kurang mengerti dengan budaya dan peraturan Jepang, namun dari ceritanya sepertinya banci adalah hal yang tidak umum di masyarakat. Pada cerita kali ini, Crayon tidak terlalu tampil, namun keterlibatannya secara tidak sengaja menjadi malapetaka si salesgirl ini.

Saya adalah perempuan yang monopoli bisnis top di perusahaan bohongan! Saya adalah salesgirl bujangan 27 tahun neraka atau surga. (Halaman 67)

Bagian terakhir komik ini memiliki judul Penemuan Baruku yang Menyenangkan yang terdiri atas sepuluh cerita pendek dengan jumlah masing-masing tiga halaman. Favorit saya pada bagian ini adalah cerita pertama ketika Crayon sakit perut dimalam hari. Hal ini membuat Papa dan Mama cukup panik dikarenakan keadaan Crayon yang tidak kunjung sembuh. Oleh karena itu, Papa dan Mama bermaksud memanggil ambulans untuk membawa Crayon ke rumah sakit.

Setelah makan malam, makan senbe, terus es krim, terus coklat, terus permen, dan lupa yang lainnya. (Halaman 93)

Secara umum, saya menyukai adanya cerita spesial mengenai Topeng Aksi di bagian awal tersebut. Kalau dalam format anime, cerita itu menjadi movie mungkin ya. Tetapi kostum dari musuh Topeng Aksi, Setan Abu-Abu dan bawahannya yang “tidak lumrah” kemungkinan akan disensor oleh KPI hehehe. Oh iya, melalui cerita ini saya juga bisa mengenal Topeng Aksi dengan lebih baik. Karena sebelumnya hanya sekadar idola Crayon saja. Sedangkan cerita lainnya, yah tetap lucu dengan banyolan dan kelakuan Crayon yang seperti itu hehehe.

Oh iya sayangnya saya menjumpai halaman yang cacat di komik ini. Pada halaman 18, cetakannya terbalik. Sehingga saya harus membaca bagian ini dengan menghadapkan ke cermin. Saya kurang mengerti apakah memang kualitas cetakannya sedang terganggu atau apa, namun kenyamanan saya membaca sedikit terganggu meskipun hanya satu halaman yang bermasalah.

Mata uang rupiah yang sering sekali disebut membuat saya selalu mengernyit ketika membacanya. Bukan apa-apa, sesugguhnya boleh-bolehs aja menerjemahkan mata uang yen menjadi rupiah. Namun kok rasanya janggal sekali membaca cerita Crayon dengan budaya dan hal-hal Jepang lain kemudian ada nyempil penyebutan harga dengan satuan rupiah. Kalau saya boleh usul sih, sebaiknya tetap pakai yen saja. Sekian resensi saya kali ini. Tunggu komentar jilid selanjutnya dari saya ya. Sayonara~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 5)

covershinchan5

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 5)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Juni 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juni 2000

ISBN: 9799374057

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Crayon hadir kembali dalam pengalamannya sehari-hari pada komik jilid kelima ini. Seperti jilid-jilid sebelumnya (yang hanya saya baca jilid pertama dan kedua saja), bagian awal adalah pembuka dengan judul Kelas Bunga Matahari yang terdiri atas dua cerita. Salah satu cerita yang menarik bagi saya adalah ketika keluarga Nohara berwisata ke kebun binatang. Yah namanya saja wisata keluarga, seharusnya bisa berlangsung dengan nyaman dan menyenangkan. Namun baru saja tiba di lokasi, Crayon sudah membuat jengkel Mama dan Papa.

Untuk aku, Papa, dan Mama. Papa yang suka mabuk dan Mama yang tidak bisa buang air besar. (Halaman 4)

Pada halaman terakhir bagian pertama tadi, terdapat satu halaman berjudul Ilustrasi Crayon Shinchan yang menyuguhkan fisik Crayon mulai ujung kepala hingga kaki. Wah kira-kira ada hal menarik apa ya hehe. Selanjutnya bagian kedua berjudul Aku adalah Superhero Taman Kanak-Kanak yang memiliki 13 cerita pendek berdurasi tiga halaman. Berbeda dengan kedua jilid yang (saya baca) sebelumnya, semua cerita bagian ini tidak hanya tentang kehidupan sekolah. Yang saya sukai ketika Crayon tanpa sengaja (atau memang hoki) bertamu ke rumah Nana. Sayangnya, hanya ada mama Nana (yang terkenal lemah lembut dan sabar) di rumah. Namun, benarkah demikian?

Crayon sudah waktunya makan siang loh, mamamu pasti sudah menunggu. (Halaman 43)

Bagian ketiga ada 13 cerita juga yang terangkum dengan judul Mama dan Crayon Saling Menepati Janji. Salah satu favorit saya adalah cerita mengenai Mama yang sedang sakit pinggang. Mengetahui Mama sedang sakit, Crayon bermaksud menemani Mama periksa ke dokter. Sayangnya, bukannya menjadi anak penurut dan membantu Mama, Crayon justru berbuat yang aneh-aneh disana.

Sama seperti celana dalam Mama dong, ronsen sama dengan celana dalam Mama. (Halaman 66)

Bagian terakhir yang berjudul Crayon dan Mama Senam Pagi dengan kompilasi sepuluh cerita terasa cukup menarik. Saya suka ketika ada dua cerita yang berkaitan di bagian ini, yaitu saat Ibu Yoshinaga, wali kelas Crayon, sakit perut saat di sekolah. Crayon yang saat itu hanya berdua dengan beliau, memanggil bala bantuan ke ruang guru. Di sana hanya ada Ibu Matsuzaka, wali kelas bunga mawar. Meskipun kedua guru tersebut memiliki kebiasaan saling bertengkar dan adu mulut, rupanya Ibu Matsuzaka mengkhawatirkan Ibu Yoshinaga. Aaw so sweet.

Tentu saja tak akan bisa kalau sendirian. Cepat sembuh, aku nanti tidak punya teman bertengkar. (Halaman 109)

Begitulah akhir dari komik jilid kelima Crayon Shinchan ini. Keseharian Crayon yang konyol dan sering membuat jengkel orang lain sesungguhnya bukan hal yang patut ditiru. Namun justru disitulah letak keunikan karakter Crayon dalam kehidupannya. Dari segi artwork, memang tidak sebagus manga tipe shoujo yang bermata belo dan tubuh indah semampai. Namun gambar yang sederhana dan tidak “berat” dipandang memberikan nuansa bahwa ini memang komik yang lucu.

Bicara tentang tampilan, saya agak menyayangkan mengapa komik ini dicetak dengan tipe yang dibuka dari kanan. Yah mungkin 15 tahun yang lalu masih tidak umum sebuah buku yang dibuka dari kiri, termasuk komik. Nah, versi dibuka dari kanan di Indonesia ini merupakan pembalikan dari versi komik di Jepang yang dibuka dari kanan. Otomatis semua gambar sisi kanan menjadi sisi kiri dan sebaliknya. Jadi saya agak aneh saat membaca disebut tangan kiri namun di gambarnya menunjukkan tangan kanan. Secara keseluruhan komik jilid kelima ini saya suka kok. Sudah tidak seabsurd jilid sebelumnya (yang saya baca).

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 2)

covershinchan2

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 2)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: April 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2000

ISBN: 9799374022

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Keseharian Crayon masih banyak lho. Pada jilid kedua ini, kekonyolan (dan kenakalan) Crayon makin menjadi-menjadi. Seperti pada jilid sebelumnya, awal komik ini adalah bagian berjudul Kelas Bunga Matahari yang terdiri atas dua cerita, dan ada bonus komik strip empat kolom di akhir bagian ini. Yang saya sukai adalah ketika keluarga Nohara bermain ski pada musim salju. Semenjak Crayon lahir, Papa dan Mama belum pernah main ski lagi. Crayon yang baru pertama kali main ski diajari oleh Papa agar tidak kesulitan.

Lihat dia makan salju! Tolong ya, jangan seperti anak anjing! (Halaman 7)

Pada bagian pertama yang berjudul Saya dan Mama Berteman Loh… terdiri atas 15 cerita. Masing-masing cerita pendek ini memiliki jumlah tiga halaman saja. Dari sekian banyak cerita itu, saya suka pada cerita ketika Mama hendak menasehati Crayon karena kenakalannya. Ketika dipanggil, Crayon bukannya segera menghadap, tetapi justru membentak Mama sambil berkata ia sedang sibuk. Ternyata, Crayon sedang sibuk “bermain” sesuatu.

Peraturan nomor 10 jangan memainkan bra Mama. (Halaman 40)

Selanjutnya menginjak bagian kedua adalah kumpulan kisah sehari-hari Crayon pada judul Saya Anak Angin Crayon Anak yang Kuat yang memiliki sebelas cerita. Pada bagian ini, yang saya sukai adalah cerita saat keluarga Nohara hendak berbelanja bersama di mall pada sore hari. Pada cerita ini sudah diperlihatkan bagaimana watak Mama yang berpikir cermat dan teliti dalam urusan hemat berbelanja. Sayangnya, acara berbelanja tidak sesantai yang diperkirakan akibat Crayon yang bikin gara-gara.

Kita datang jam 5 sore lalu keliling toko. Setelah itu, bahan makanan pasti akan didiskon sebelum toko tutup!!! Baru kita gerak cepat membeli yang banyak!! (Halaman 70)

Bagian terakhir komik ini adalah Sekolah yang Menyenangkan Seperti Surga yang terdiri atas sepuluh cerita pendek yang masing-masing berdurasi tiga halaman. Seperti edisi sebelumnya, bagian ini khusus menyoroti dunia TK tempat Crayon bersekolah. Salah satunya adalah ketika Masao bermaksud pulang bersama Crayon karena ada anak SD yang sering menjahili Masao. Awalnya Crayon berkata akan melindungi Masao. Namun pada akhirnya semua berakhir tidak sesuai yang diharapkan.

Pokoknya saya mau pulang bareng kamu saja. Saya takut pulang sendiri. (Halaman 102)

Pada jilid kedua komik Crayon Shinchan ini, saya sudah mulai mengenal dengan jelas mengenai para tokohnya. Mulai dari Crayon, Misae (Mama), Hiroshi (Papa), dan teman-teman Crayon. Komik ini memang berformat lepas alias bisa dinikmati dari halaman mana saja alias tidak harus runtut mulai depan hingga belakang. Cocok sekali apabila dijadikan pelepas stress karena ceritanya kocak dan tidak perlu mengingat cerita sebelumnya karena tidak saling berhubungan.

Terlepas dari gambarnya yang lucu dan usia tokoh utama yang masih anak-anak, konten dalam komik ini memang seharusnya bukan konsumsi anak-anak. Mulai dari gadis-gadis seksi berbikini, ciuman bibir, penggambaran alat kelamin (milik Crayon tentu saja), hingga adegan seks (foreplay) yang cukup jelas diperlihatkan. Apabila bukan pembaca berusia dewasa yang menikmati komik ini, maka dikhawatirkan akan memberi pengaruh buruk bagi anak-anak.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Crayon Shinchan (Jilid 1)

covershinchan1

Judul: Crayon Shinchan (Jilid 1)

Komikus: Usui Yoshito

Penerbit: PT. Indorestu Pacific

Jumlah Halaman: 122

Terbit Perdana: Februari 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Februari 2000

ISBN: 9799374014

cooltext-blurb

Crayon Shinchan adalah seorang anak TK berusia 5 tahun yang sangat nakal dan konyol. Kenakalannya melebihi anak-anak seusianya, sehingga sering membuat masalah pada orang-orang disekitarnya termasuk keluarga, guru, dan teman-temannya. Bagi para penggemar komik, Crayon Shinchan sangat pas untuk melengkapi koleksi. Jangan sampai ketinggalan untuk mengikuti kisah-kisahnya yang jenaka pada buku ini dan pada seri-seri berikutnya.

cooltext-review

Pada umumnya, anak-anak adalah pribadi yang menyenangkan dan mudah disukai orang lain. Apalagi jika masih usia dibawah tujuh tahun seringkali menggemaskan. Namun bagaimana jika anak-anak berusia lima tahun memiliki sifat yang konyol dan seringkali menyebalkan? Hal inilah yang disuguhkan Usui Yoshito dalam komik karangannya ini. Sesuai yang tertulis pada blurb di atas, Crayon Shinchan adalah komik yang menceritakan keseharian seorang anak usia lima tahun bernama Nohara Shinnosuke yang biasa dipanggil Shin-chan. Di komik ini panggilannya Crayon, jadi saya mengikuti versi komik saja ya.

Awal komik ini adalah pembukaan dengan judul bab Kelas Bunga Matahari yang terdiri atas dua cerita. Cerita yang saya sukai pada bagian pembukaan ini adalah ketika Mama Crayon, Nohara Misae, sedang mencari lipstik. Karena tak kunjung ketemu, Mama memanggil Crayon siapa tahu ia melihat. Dan ternyata, lipstik itu digunakan Crayon untuk bermain “sesuatu” yang mencengangkan.

Mama marah karena kamu ambil barang orang lain tanpa ijin dan memakainya untuk main-main. (Halaman 9)

Bagian selanjutnya sudah ada judul tersendiri, yaitu Mama Saya Seperti Seorang Teman Loh… Bagian 1 yang terdiri atas 15 cerita bernomor 1 hingga 15 dengan komposisi tiga halaman tiap cerita. Mayoritas (bahkan saya rasa semuanya) fokus pada keseharian Crayon bersama keluarga Nohara, khususnya Mama. Yang saya sukai pada bagian pertama ini adalah ketika Mama dan Crayon berbelanja ke mall. Ada seorang anak yang merengek minta dibelikan sepeda. Meniru anak itu, Crayon meminta pada Mama namun dengan cara yang “berbeda” jauh.

Mama kasih tahu ya… Percuma kamu merengek. Mama bukan ibu yang suka memanjakan anak seperti itu. (Halaman 39)

Bagian ketiga berjudul Mama Saya Seperti Seorang Teman Loh… Bagian 2 yang terdiri atas 17 cerita bernomor 16 sampai 32 dengan komposisi tiga halaman tiap cerita. Untuk bagian ini, ada tokoh baru yang dimunculkan selain Nohara Hiroshi, papa Crayon dan Mama. Ada yang tahu? Benar sekali, anjing yang menemani Crayon bernama Shiro (dalam komik ini disebut sebagai Putih, karena arti nama shiro dalam bahasa Jepang adalah putih). Meskipun berawal dengan prahara, Mama sempat memberi peringatan kepada Crayon tentang kelalaiannya pada si Putih. Wah kenapa ya?

Akhir-akhir ini kamu kurang perhatikan Si Putih ada apa sih? (Halaman 105)

Bagian penutup komik Crayon Shinchan edisi perdana ini berjudul Taman Kanak-Kanak adalah Surga. Benar sekali, penutup dengan isi empat cerita ini menceritakan kejadian yang dialami Crayon di TK Aksi, tempatnya bersekolah. Tokoh baru bernama Nana, Kazama, Masao, Bo, Ibu Yoshinaga, dan Pak Kepala Sekolah mulai muncul. Empat cerita ini mengambil fokus pada “kondisi” Pak Kepala Sekolah yang kesulitan menjadi seorang guru sekaligus pemimpin TK Aksi.

Sejak bekerja anak-anak tidak mau mendekati saya. (Halaman 113)

Komik ini sudah saya miliki sejak lama. Mungkin satu dekade yang lalu. Tetapi saya baca ulang sekaligus ingin meresensinya. Ternyata saya tetap bisa terhibur membaca komik Crayon Shinchan meskipun hanya nyengir saja. Saya juga merasa bahwa Shin-chan, eh Crayon adalah satu-satunya karakter anak kecil usia TK yang membekas dalam benak saya. Overall, komik ini cukup menghibur sebagai perkenalan mengenai Shin-chan, eh Crayon dan lingkungannya.

Sayangnya, yang menjadi kekecewaan saya terhadap komik ini adalah mengenai penerjemahannya. Bukan karena sangat acakadut dan tidak rapi, tetapi lebih pada penggunaan nama dan istilah. Maklum saya sudah menonton anime Crayon Shinchan di stasiun televisi swasta sebelum membaca komik ini. Jadi yang menjadi pertanyaan saya adalah mengenai penamaan tokoh yang berbeda dari komik aslinya.

Sebut saja tokoh utama komik ini, Shin-chan, yang bernama asli Nohara Shinnosuke justru dipanggil sebagai Crayon (nggak sekalian cat air, pensil warna? LOL!). Kemudian Shiro menjadi Putih, Kazao menjadi Kazama, dan Nene menjadi Nana. Saya pribadi sih lebih menyukai versi aslinya, karena sudah terbiasa. Oh iya ada yang tidak konsisten yaitu panggilan Mama. Terdapat penulisan “bantu Ibu” pada halaman 27 sedangkan ada tulisan “bantu Mama” pada halaman 32.

Selanjutnya adalah penggunaan mata uang rupiah di komik ini. Aduh menurut saya tidak perlu dikonversi mata uang yen menjadi mata uang Indonesia (yang saya yakin itu ngawur konversinya). Biarlah apa adanya tanpa perlu diubah terlalu jauh. Yang lebih aneh lagi, ada satu cerita dimana Mama dan Shin-chan, eh Crayon berada di Stasun Gambir! Maksud lo? Mereka berdua sedang ada di Jakarta atau bagaimana? Saya tahu pasti mereka tidak sedang berada di Indonesia. Tapi plis jangan ekstrim juga kalau menerjemahkan.

Sayangnya, saya tidak tahu siapa penerjemah dan editornya sehingga jadi sebel sendiri ketika membacanya. Identitas buku komik ini sangat minim. Hanya penerbit, ISBN, komikus, dan terbit perdana saja yang dicantumkan. Penerjemah ataupun editornya tidak tertulis. Entahlah saya tidak tahu apa alasan penerbit tidak mencantumkannya.

Terlepas dari berbagai hal janggal tersebut, saya bisa menikmati komik ini. Humornya segar dan pembaca menjadi terhibur meskipun didalam cerita Mama sedang marah-marah kepada Shin-chan, eh Crayon. Oh iya, komik ini memang benar-benar harus dibaca oleh orang 17 tahun keatas, alias bukan untuk konsumsi anak-anak. Selain bertaburan hal-hal pornografi dan pornoaksi, sifat dan kelakuan Crayon kebanyakan tidak patut ditiru, meskipun ia masih anak-anak. Yuk lanjut baca jilid berikutnya!

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus