Rss

Simple Thinking About Blood Type Animation Book

coverbloodani

Judul: Simple Thinking About Blood Type Animation Book

Komikus: Park Dong Sun & Leeonsmart

Penerjemah: Silvanissa

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: Desember 2015

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Desember 2015

ISBN: 9786027742673

cooltext-blurb

Komik animasi dari webtoon paling terkenal di Korea.

O: Beli, harus kupamerin ke temen-temen, ah!

A: Beli nggak ya? Gimana, ya? Galau banget!

B: Pokoknya kalian harus beli dan baca buku ini.

AB: Beli kalau ada uang. Kalau nggak ada, jangan!

Ada yang tidak peduli, ada yang berbicara seenaknya, juga ada yang penakut…

Ini adalah cerita tentang kehidupan sehari-hari para karakter yang berbeda golongan darah.

cooltext-review

Seri Simple Thinking About Blood Type yang telah saya baca ada tiga buku. Kali ini saya masih membaca seri yang sama namun bukan kelanjutan buku ketiga, melainkan edisi khusus Simple Thinking About Blood Type Anomation Book. Apa bedanya dengan ketiga buku sebelumnya? Buku kali ini berisikan versi komik yang ceritanya lebih panjang dibandingkan pendahulunya.

Meskipun isi cerita dari animation book ini tidak ada yang orisinal alias sudah pernah muncul di ketiga buku sebelumnya, kemasan yang disuguhkan setiap cerita dibuat lebih kompleks dan lebih jelas awal mula, pertengahan, dan akhir ceritanya. Hal ini bisa membuat pembaca menjadi lebih memahami konteks cerita secara utuh alias tidak hanya sepotong-sepotong saja.

Seperti biasa, awal buku ini dibuka dengan perkenalan karakter setiap golongan darah. Yang menarik, halaman perkenalan ini dibuat full color yang sangat memanjakan mata meskipun isi deskripsinya hampir sama dengan deskripsi di buku-buku sebelumnya. Animation book ini memuat dua belas chapter yang diambil secara acak dari tiga buku yang telah terbit lebih dulu.

Sebelum memasuki setiap cerita, pada awal chapter ada kuis tentang golongan darah yang nantinya akan dijadikan peringkat di akhir cerita. Misalnya pada chapter pertama berjudul Aku Jatuh Cinta! ini ditanyakan golongan darah mana yang paling berani menyatakan cinta pada orang yang disukainya. Masing-masing golongan darah mengaku dirinya yang paling berani.

Setelah menjawab, pembaca dibawa pada situasi bagaimana setiap golongan darah berusaha menyatakan cinta. Ada golongan darah A yang sangat berhati-hati, ada golongan darah B yang langsung pergi begitu saja, ada golongan darah O yang bersikap protektif pada pasangannya. Pada akhirnya, keempat golongan darah tersebut akan mendapat peringkat sesuai tema cerita.

Setelah melihat peringkat ini, bagaimana kalau kita lebih berhati-hati dalam menghakimi sifat seseorang berdasarkan golongan darah, baik di lingkungan sekolah ataupun tempat kerja? (Halaman 20)

Selalu Tepati Janjimu Sampai Ajal Menjemput adalah chapter lain yang menarik. Jadi keempat golongan darah yang duduk di kelas yang sama mendapatkan perintah dari guru untuk mengumpulkan iuran dua puluh ribu won yang akan digunakan dalam elajaran keterampilan. Golongan darah O dan B merasa keberatan dan mengajak yang lain tidak ikut membayar.

Meskipun awalnya golongan darah A dan AB setuju, keesokan harinya justru golongan darah A berniat membayar karena tidak ingin melanggar aturan. Golongan darah O meskipun ingin tidak membayar sesungguhnya telah membawa uang. Golongan darah AB bahkan kemarin telah membayar terlebih dahulu. Siapa yang akhirnya tidak membayar? Semua pasti tahu.

Kalau ada yang berkhianat, kita nggak akan main dengannya lagi. nggak diajak main game, nggak dipinjami buku komik, nggak ditemani ke toilet. Gimana? Jelas? Mengerti, kan? (Halaman 113)

Di buku ini, pembaca akan dikenalkan dengan sebuah acara bernama meeting. Istilah ini pada umumnya digunakan dalam dunia kerja ketika akan berjumpa dengan klen ataupun rapat antar pegawai. Namun, di Korea, acara meeting ini merupakan sebuah acara kencan yang dilakukan secara berkelompok dan antar pasangan yang belum pernah bertemu sebelumnya.

Siapa yang Paling Mahir dalam Meeting? adalah chapter yang meyuguhkan keempat lelaki golongan darah sedang meeting dengan empat perempuan. Mereka meeting di sebuah rumah makan yang cukup mahal. Si golongan darah A yang baru pertama kali mengikuti acara tersebut berniat membagi rata bon pembelian dengan mereka semua. Apakah tidak apa-apa?

Bodoh banget! Dia mau membagi urunan pembayarannya sekarang? Kan nggak enak kalau dilihat para cewek! Makanya si A nggak pernah dapat pacar… (Halaman 142)

Chapter terakhir berjudul Siapa Rajanya Donor Darah? turut membuka wawasan saya. Jadi di sini dikisahkan golongan darah B dan O membaca surat kabar. Di koran tersebut memuat artikel tentang golongan darah yang paling banyak mendonorkan darahnya. Lokasi yang dimaksud adalah di negara Korea (entah bagian selatan ataukah utara). Hasil ini cukup mengejutkan.

Golongan darah A yang sedang bersih-bersih akhirnya tersipu malu kala mengetahui bahwa golongan darahnya lah yang menduduki peringkat pertama. Sedangkan golongan darah AB dibully habis-habisan oleh golongan darah B dan O karena memiliki jumlah paling sedikit. Namun demikian, golongan darah AB justru memberikan “pencerahan” kepada mereka semua.

Menurut penelitian, golongan darah yang paling banyaj mendonorkan darahnya adalah golongan darah A. (Halaman 172)

Secara umum, hal positif yang bisa saya nikmati dari buku ini selain semua halamannya full color adalah ceritanya yang jauh lebih runtut daripada versi Simple Thinking About Blood Type sebelumnya. Jika ada buku terdahulu langsung dimunculkan inti ceritanya dengan sedikit penjelasan, kali ini cerita tersebut dikemas dengan cukup lengkap selayaknya cerita di komik.

Kutipan pada chapter pertama yang sempat saya tuliskan di atas terasa sangat kontradiktif dengan isi buku ini yang notabene menyematkan stereotype pada setiap golongan darah namun menganjurkan tidak boleh menghakimi seseorang melalui golongan darahnya. Hal ini cukup menunjukkan bahwa buku ini terlihat mengalami krisis identitas berdasarkan judul dan isinya.

Memang benar bahwa sifat dan kepribadian bukan hanya ditentukan oleh golongan darah semata, melainkan bisa dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, kebiasaan, pengetahuan, dan lain sebagainya. Namun, sejak awal seri ini ingin memberikan gambaran bahwa sifat golongan darah itu berbeda-beda. Faktanya isi buku ini justru sifat antar golongan sering tumpang tindih.

Selain itu, pada akhir setiap chapter selalu ada kalimat “Tujuan dari peringkat ini bukan untuk mendiskriminasi sifat seseorang berdasarkan golongan darah.” Hal ini sebenarnya juga cukup bertentangan dengan pertanyaan di bagian pembukayaitu golongan darah manakah yang memiliki sifat paling dominan sesai chapter yang tersebut dengan menggunakan peringkat.

Namun demikian, buku ini memiliki keunggulan dari segi penyampaian cerita. Meskipun gaya gambarnya memang sangat berbeda dibandingkan sang komikus asli Park Dong Sun, ceritanya masih berkaitan erat kok. Tidak diketahui mengapa artwork yang digunakan bukan goresan asli sang komikus. Bahkan pada identitas buku ini pun tidak disebutkan nama Park Dong Sun.

Akhir kata, buku ini cukup menarik dibaca jika ingin mengetahui kondisi lebih jelas tentang cerita-cerita di buku Simple Thinking About Blood Type sebelumnya. Penyajian ala komik dengan dialog yang mendominasi turut membuat setiap karakter golongan darah benar-benar berpikir dan bersikap sendiri, bukan hanya dari deksripsi yang dituliskan komikus saja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type 3

coverblood3

Judul: Simple Thinking About Blood Type 3

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Achie Linda

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 304

Terbit Perdana: Mei 2015

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, Juli 2015

ISBN: 9786027742512

cooltext-blurb

Pernah mengalami kesulitan memesan makanan ketika golongan darah A, golongan darah B, golongan darah O, dan golongan darah AB berada dalam satu tempat?

Bingung karena teman sekamar nggak pernah bersih-bersih?

Ingin terlihat baik di depan bos killer?

Penasaran mengapa terjadi konflik gara-gara si cewek tidak bias memilih antara ayam atau piza?

Jika tidak saling mengenal, memesan ayam sepotong pun bisa menimbulkan pertengkaran. Cari tahu dulu sifat lawan bicara agar tidak timbul salah paham; entah itu kewarganegaraan, etnik, ataupun hal yang sudah diakui oleh seluruh dunia, yaitu golongan darahnya.

Pembahasan tentang dunia golongan darah akan selalu memancing senyum. Bersiaplah untuk tersenyum juga.

cooltext-review

Fyuh. Akhirnya saya sukses menyelesaikan buku ketiga dari seri Simple Thinking About Blood Type. Berbeda dari dua jilid sebelumnya, saya puas ketika menutup halaman terakhir buku ini. ada sensasi bahagia yang saya rasakan ketika melahap habis empat bagian yang disuguhkan di buku ini. Buku ketiga ini sangat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Langsung saja ya~

Saya lupa mencantumkan bahwa pada buku ketiga dan kedua yang lalu, sebelum memasuki bagian pertama, ada pengenalan dulu mengenai sifat dasar masing-masing golongan darah yang diambil sesuai rangkuman dua buku sebelumnya. Kemungkinan hal ini dilakukan agar pembaca yang tidak mengikuti buku sebelumnya tetap bisa terhubung dengan isi ceritanya.

Bagian pertama dibuka dengan judul Cerita Sederhana Tentang Kehidupan Sehari-Hari yang berisikan delapan belas cerita lepas. Salah satu yang saya sukai adalah Sifat Antargolongan Darah yang Sesunggsuhnya. Jadi ceritanya, keempat golongan darah ini memiliki junior atau kenalan yang lebih muda bernama si K. dia memiliki pacar perempuan bergolongan darah A.

Yang lucu adalah, selama ini K kerap menyanjung kekasihnya yang dianggap memiliki sifat baik sesuai golongan darah A. Hingga suatu hari, sang kekasih dan si K terkejut mengetahui bahwa sang pacar ternyata golongan darah B. Akibatnya, sejak saat itu pacar K menjadi pribadi yang bertolak belakang dibanding sebelumnya. Berikut analisis dari si golongan darah AB:

Dia sepertinya terkena Pygmalion Effect atau Labelling Effect. Dia bertingkah sesuai harapan lawan bicaranya, bukan menjadi dirinya sendiri. (Halaman 14)

Cerita Sederhana Tentang Kehidupan di Sekolah yang memiliki empat belas cerita juga cukup menarik. Meskipun tema sekolah telah dibahas di buku kedua, sang komikus masih belum kehabisan ide menuangkan berbagai kejadian yang dialami para golongan darah saat duduk di bangku sekolah. Hal ini tentu saja sangat berbeda dibandingkan cerita sekolah di buku kedua.

Cerita berjudul Perpustakaan cukup menggelikan. Alkisah masing-masing golongan darah mencari buku yang akan dipinjam dari perpustakaan. Golongan darah O yang impulsif mencomot banyak buku yang akan dipinjam. Melihat hal ini, tiba-tiba golongan darah B mencomot satu buku dan ingin meminjamnya. Kontan saja golongan darah O marah-marah.

Kau setiap hari pinjam buku dan mengembalikannya tanpa sempat membaca semuanya, kan? (Halaman 146)

Bagian ketiga adalah Cerita Sederhana Tentang Kehidupan di Kantor yang memiliki delapan belas buah cerita. Lagi-lagi dunia kantor pernah muncul juga di buku kedua. Namn kali ini, ada sedikit perbedaan. Sang komikus membawa pembaca menyelami beberapa tingkat jabatan jika dipegang oleh golongan darah yang berbeda-beda. Misalnya bos, asisten, dan karyawan.

Cara Menghadapi Karyawan Golongan Darah B adalah hal yang menarik. Pada cerita ini sang komikus tepat menggambarkan bagaimana seorang karyawan bergolongan darah B ketika mengerjakan tugas. Dengan gambaran ini setidaknya orang-orang yang memiliki bawahan bergolongan darah B bisa sedikit menyesuaikan. Memang bagaimana perilakunya?

Bila diberi perintah terlalu teliti, dia tidak bisa melakukannya dengan baik. Karena dia bisa kehilangan kemampuannya apabila dimarahi atau disuruh menuruti perintah, maka harus berhati-hati. (Halaman 209)

Bagian terakhir yang cukup sentimental adalah Cerita Sederhana Tentang Keluarga dan Percintaan yang terbagi atas tiga belas cerita dan ditutup oleh epilog. Sesungguhnya keluarga dan percintaan ini masuk ke ranah kehidupan pribadi yang lagi-lagi telah diungkapkan di buku kedua. Namun demikian, sang komikus mengemas bagian keempat ini dengan baik dan lucu.

Acara Spesial Peringatan Jadian adalah cerita yang menarik. Masing-masing golongan darah yang memiki pacar dituntut oleh kekasihnya sendiri untuk merayakan seratus hari jadian. Kurang jelas kenapa harus seratus hari, bukannya satu tahun. Yang jelas, tanggapan tiap golongan darah sangat unik dan berbeda. Paling greget tanggapan golongan darah AB berikut.

Kemarin kita ketemu, besok juga akan ketemu, hari ini juga sama seperti hari-hari yang kita lalui bersama biasanya, kan? Dibandingkan besok, apa alasannya hari ini lebih istimewa? (Halaman 283)

Secara umum, saya merasa buku ketiga ini jauh lebih bisa diterima daripada dua buku sebelumnya. Rasa bosan, jenuh, dan muak yang sempat saya idap ketika membaca Simple Thinking About Blood pertama dan kedua tidak saya rasakan lagi di buku ketiga ini. bahkan saya sampai rela membaca hingga tuntas buku ini sampai dini hari hehehe.

Oh iya, sejak buku pertama, sang komikus ternyata tidak mengkhususkan bahwa setiap golongan darah diwakili oleh pria. Di buku Smple Thinking About Blood Type ada cewek dan cowok golongan darah yang masing-masing membawakan cerita sesuai kondisi mereka masing-masing. Terkadang si cewek menjadi pasangan si cowok, terkadang membawakan cerita sendiri.

Oh iya, sepertinya sang komikus telah membuat sense of humor yang disajikan di buku ini menjadi lebih global dan diterima masyarakat luas, tidak seperti buku sebelumnya. Sampai-sampai, ada lagu Kemesraan yang didendangkan golongan darah O sambil bermain gitar dan permainan domikado yang dimainkan para golongan darah yang Indonesia banget.

Pada buku ketiga ini, setiap cerita dikemas lebih kompleks dan teratur. Tidak seperti buku pertama dan kedua yang hanya sekilas dan terkadang kurang bisa dipahami oleh orang non-Korea. Oh iya, cuup banyak istilah bahsa Korea yang disuguhkan di buku ini. dengan dilengkapi catatan kaki, pembaca bisa lebih mudah memahami konteks kalimat di ceritanya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type 2

coverblood2

Judul: Simple Thinking About Blood Type 2

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Silvanisaa NA

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 302

Terbit Perdana: Mei 2014

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Mei 2014

ISBN: 9786027742321

cooltext-blurb

Pernahkah kamu merasa tidak diperhatikan oleh orang lain? Pernahkah kamu mendapat luka dari perkataan teman baikmu?

Itu semua karena setiap manusia memiliki sifat yang berbeda-beda. Dalam berinteraksi dengan orang lain, tidak ada salahnya kita mencoba mengerti apa yang dirasakan oleh teman dekat ataupun orang lain yang belum kita kenal.

Nah, di komik Simple Thinking about Blood Type 2 ini, kamu akan menemukan bermacam-macam cerita terbaru dan sifat-sifat unik berdasarkan golongan darah.

Semoga komik ini bisa membantumu mencari jawaban yang selama ini dicari, ya. Semoga kamu juga dapat tersenyum saat membacanya.

cooltext-review

Hai hai. Ketemu lagi dengan review saya (yaiyalah). Saya lagi malas intermezo terlalu panjang, jadi langsung saja. Ini adalah buku sekuel dari Simple Thinking About Blood Type yang sebelumnya sudah saya ulas dan tayangkan beberapa hari yang lalu. Meskipun saya kurang menikmati buku pertama, semoga sekuel ini bisa memperbaiki kesan saya terhadapnya *tsah.

Empat bagian utama plus epilog yang disuguhkan di buku ini terasa sangat banyaaaaak. Tentu saja, jumlah halamannya bertambah sekitar 50 halaman dibandingkan buku pertamanya. Yang saya suka dari buku kedua ini adalah sudah ada kelompok tema yang sangat jelas dibandingkan buku pertama yang terasa sangat campur aduk.

Taman Kanak-Kanak yang memiliki sembilan belas cerita adalah judul bagian pertama. Kali ini para golongan darah masih berwujud anak-anak karena masih bersekolah di TK. Layaknya anak-anak pada umumnya, terlihat jelas bahwa setiap golongan darah telah memiliki sikap dan perilaku dasar yang mencerminkan golongan darah mereka yang unik.

Contohnya pada cerita Pertengkaran. Saya suka bagaimana setiap golongan darah bersikap ketika menghadapi konflik dengan teman lainnya. Seperti biasa, sikap golongan darah B yang cuek benar-benar mirip dengan saya hahaha. Kalau diingat-ingat, saya memang enggan bertengkar karena menurut saya hal itu hanya buang-buang waktu saja.

Anehnya, golongan darah B tidak suka bertengkar. Menurutnya itu melelahkan. (Halaman 56)

Bagian kedua adalah Sekolah yang menyuguhkan delapan belas cerita. Setelah tahap anak-anak yang masih TK, kali ini setiap golongan darah telah memasuki usia yang lebih tinggi sehingga mulai sekolah dan bergelut dengan permasalahan-permasalahan khas anak sekolah. Salah satu yang saya sukai adalah cerita Ambisi Untuk Menang. Lagi-lagi saya ambil golongan darah B.

Tidak dapat dipungkiri, masa sekolah juga turut membentuk kepribadian orang menjadi ambisius. Mulai dari berambisi mendapat nilai bagus, populer di sekolah, ataupun target yang lain. Saya mengingat sepertinya saya memang tidak berambisi apa pun ketika sekolah. Tetapi ada beberapa hal yang saya ingin capai juga saat itu. Deskripsi golongan darah B memang tepat.

Golongan darah B peringkat kedua. Ambisi golongan darah B bergantung pada ketertarikannya pada satu barang. Jika sudah terpacu memainkan game maka ambisi akan cepat meningkat drastis. (Halaman 93)

TK sudah, sekolah sudah, kali ini memasuki tahap kehidupan baru yaitu Kantor yang memuat tiga belas cerita. Dunia karir memang lumrah dihadapi manusia setelah selesai berekolah di lembaga pendidikan. Meskipun demikian, proses pembelajaran tidak selesai sampai di situ saja. Saat bekerja, tiap golongan darah juga harus “belajar” menghadapi dunia profesinya itu.

Salah satu kegiatan ketika bekerja di kantor adalah presentasi. Pada cerita Presentasi I ini, digambarkan bagaimana setiap golongan darah mempersiapkan presentasinya. Lagi-lagi saya seperti bercermin dengan apa yang dilaukan golongan darah B saat presentasi. Tipikal golongan darah B yang easy going, bebas, dan tidak suka hal ribet memang sering saya lakukan hahaha.

Dalam presentasi, golongan darah B membenci hal yang rumit. Jadi, ia hanya akan menjelaskan hal-hal yang penting saja. Bahkan presentasinya pun hanya sekitar satu atau dua lembar. (Halaman 131)

Bagian keempat sebagai bagian terakhir yaitu Kehidupan Pribadi memuat jumlah cerita paling banyak yaitu 37 cerita. Namanya saja kehidupan pribadi, jadi di sini dikemukakan bagaimana setiap golongan darah bersikap dan berpikir dalam kehidupan di luar dunia sekolah ataupun pekerjaan. Tak heran 37 cerita bagian ini sangat campur aduk tidak ada pakem yang nyata.

Cerita Marshmallow: Versi Golongan Darah B adalah hal yang patut saya ungkap. Jadi, sang komikus menggambarkan kondisi keluarganya. Sang Ibu bergolongan darah B dan si komikus bergolongan darah O memberikan sikap apa yang dilakukan ketika memiliki empat apel yang berbeda kesegaran dan harus makan satu apel setiap harinya. Sangat logis menurut saya sih.

Seperti cerita mershmallow, golongan darah B patut ditiru karena ia selalu makan apa pun dengan hati yang gembira. (Halaman 250)

Jilid kedua Simple Thinking About Blood Type ini menurut saya lebih bagus dibandingkan jilid pertama. Beberapa hal yang saya sukai adalah tidak ada lagi komik berjudul Diary Bergambar Si Cowok Gila. Bukan saya tak suka, namun lebih kepada out of topic ketika membaca komik dengan berbagai hal golongan darah tiba-tiba ada sejumput hal lain yang nampang di situ.

Baru saya ketahui bahwa Diary Bergambar Si Cowok Gila adalah karya debut komikus sebelum Simple Thinking About Blood Type. Terlihat lebih baik STABT sih daripada DBSCG. Meskipun demikian, komikus masih menyelipkan beberapa hal di luar konteks cowok gundul golongan darah, misalnya keluarga, namun tetap memakai topeng golongan darah jadinya tetap sinkron.

Adanya tiga fase kehidupan yaitu taman kanak-kanak, sekolah, dan kantor menurut saya adalah sebuah hal positif dibandingkan buku terdahulu. Setiap fase seolah memberikan koridor yang jelas pada setiap cerita sehingga pembaca, khususnya saya, bisa lebih menikmati jalinan ceritanya. Sayangnya, bagian keempat membuat saya jenuh karena campur aduk zzzzz.

Kalau bicara tentang kejenuhan seperti yang saya alami pada buku pertama, sepertinya sedikit tidak terlalu jenuh ketika membaca buku kedua ini. tetapi ya muaranya sama aja sih, tetap bosan dan jenuh. Tidak konsistennya sifat dan kepribadian masing-masing golongan darah membuat saya sering malas membacanya. Padahal titik utamanya kan pada perbedaan itu.

Gambar yang menarik dan lucu sepertinya masih belum bisa menyelamatkan saya dari lembah kebosanan. Terlebih jumlah halaman yang semakin banyak justru menjadi bumerang bagi saya untuk menyelesaikannya. Padahal saya termasuk penyuka buku bergambar lho. Tetapi sayangnya buku Simple Thinking About Blood Type ini membuat saya lelah menyelesaikannya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Simple Thinking About Blood Type

coverblood1

Judul: Simple Thinking About Blood Type

Komikus: Park Dong Sun

Penerjemah: Achie Linda

Penerbit: Haru

Jumlah Halaman: 262

Terbit Perdana: Desember 2013

Kepemilikan: Cetakan Ketiga, Maret 2014

ISBN: 9786027742253

cooltext-blurb

Tahu nggak sih kalau orang bergolongan darah A itu orang-orang yang halus, tapi kaku dan taat pada peraturan? Atau tahukah kamu kalau golongan darah B itu orang-orang yang kreatif dan bebas?

Apa jadinya kalau mereka disatukan? Jangan-jangan, bisa terjadi pertengkaran!

Ternyata, selain perbedaan jenis kelamin, tempat tinggal, agama, dan kondisi ekonomi, golongan darah juga bisa menentukan perbedaan sifat kita, lho.

Meski sifat seseorang tidak bisa hanya dilihat dari golongan darahnya, semoga komik Simple Thinking about Bloodtype ini bisa menghibur, sekaligus sedikit membantu kamu untuk memahami orang lain, ya!

cooltext-review

Setiap manusia di dunia ini pasti memiliki darah. Cairan ini sangat penting untuk kesehatan manusia. Mulai dari menyalurkan nutrisi ke selruh organ tubuh, membentuk antibodi untuk melawan penyakit, dan lain sebagainya. Meskipun demikian, darah satu manusia dengan manusia lain bisa berbeda sesuai dengan ciri khas masing-masing darah.

Golongan darah adalah sebuah sebutan yang membedakan jens darah manusia. Di dunia ini dikenal empat jenis golongan darah yaitu A, B, AB, dan O. Selain berfungsi sebagai penanda ketika mendonorkan dan menerima transfusi darah, golongan darah ini juga cuup dipercaya memberikan sumbangsih pada sifat dan karakter manusia yang memilikinya. Penasaran?

Buku Simple Thinking About Blood Type ini menyuguhkan empat golongan darah yang “berwujud” manusia dan berperilaku secara berbeda satu sama lain. Memang benar bahwasanya sifat dan karakter orang tidak hanya ditentukan oleh golongan darah saja. Banyak sekali faktor internal dan eksternal yang membentuk karakter tersebut.

Empat bagian yang disuguhkan di buku ini memberikan gambaran bagaimana empat “orang” yang memiliki golongan darah berbeda dapat bertindak dan berpikir sesuai golongan masing-masing. Sebagai catatan, saya memiliki golongan darah B. Jadi jangan heran ketika membaca review kali ini, kebanyakan saya akan membahas dari sisi golongan darah B hehehe.

Bagian pertama adalah Mengetahui Sifat Seseorang Melalui Golongan Darah yang memiliki 23 chapter. Salah satu yang saya suka adalah chapter berjudul Cara Belajar Anak Golongan Darah. Seperti yang kita ketahui, anak-anak memiliki cara dan sikap sendiri-sendiri ketika belajar. Nah, gambaran golongan darah B yang seharusnya belajar ini terasa saya banget! Hahaha.

Golongan darah B tidak menyukai kata ‘belajar’. Karena itu, belajar sambil bermain lebih disarankan untuk anak golongan darah B karena bisa membuatnya tertarik. (Halaman 78)

Bagian kedua berjudul Hubungan Sosial Antargolongan Darah yang memiliki enam chapter memberikan gambaran bagaimana keempat golongan darah saling berinteraksi satu sama lain. Lagi-lagi saya merasa “tertampar” saat membaca chapter Percakapan Golongan Darah B. sifatnya yang terlalu santai kadang membuat lawan bicaranya terasa tidak dihargai. Hiks :(

Dasar anak nakal! Hei- hei- kau dengar ceritaku, kan? Ceritaku masuk ke lubang pantatmu, ya? (Halaman 121)

Nah, ada lagi yang lucu ketika membaca bagian ketiga yaitu Cerita Seru Golongan Darah. Salah satu dari 23 chapter yang saya sukai adalah Menagih Utang. Dikatakan bahwa golongan darah B menagih secara langsung. Ah ini benar sekali. Saya memang tipikal malas membiarkan utang orang lain berlarut-larut. Maklum saja, uang adalah hal yang sangat sensitif dalam hidup ini.

Hei! Kembalikan uangku~ Mulai besok kamu mencicil seribu won per hari. Kalau sudah menjual tanah, pasti punya uang, kan? (Halaman 159)

Etelah tiga bagian dipenuhi tentang karakter golongan darah, bagian terakhir berjudul Diary Bergambar Si Cowok Gila. Bagian ini spesial karena menyuguhkan 37 diary dari sang komikus alias Park Dong Sun. Tema dan gaya gambarnya campur aduk. Namun demikian, saya suka dengan diary nomor 16 yang memiliki kalimat quotable dipadukan gambar yang menyentuh.

Takdir itu… Bukan sesuatu yang diakhiri. Tetapi sesuatu yang harus dibuka. Meski salah satu ikatan takdir yang tersisa memberikan beban berat seperti ini, tetap tidak boleh mengakhirinya dengan bodoh seperti itu. (Halaman 220-222)

Secara umum, buku ini sangat menarik. Bagaimana setiap golongan darah bersikap dan berpikir sesuai karakternya masing-masing kadang membuat beberapa golongan darah yang lain terkena imbasnya. Contohnya ketika janjian jam 3 sore. Golongan darah B masih santai-santai hingga jam 4 sore dan membuat golongan darah A, O, dan AB marah-marah. Hahahaha.

Kalau berbicara golongan darah  yang menyebalkan, saya rasa jawaranya ada di golongan darah  AB. Si golongan darah AB ini sering sekali merendahkan orang di buku ini. mulai dari menyebut manusia rendahan, orang tidak berguna, dan lain sejenisnya. Dipikir-pikir golongan darah AB ini kok berlidah tajam sekali ya. Pukpuk golongan darah yang lain :)

Beberapa bagian menunjukkan overlapping karakter antara satu golongan darah dengan yang lainnya. Golongan darah A bisa mirip O, golongan darah AB bisa seperti B, dan lain sebagainya. Memang pada kenyataannya tidak ada yang 100% berbeda satu sama lain. Namun demikian, saya mengharapkan ada batas yang jelas pada setiap golongan darah agar terlihat keunikannya.

Saya menyarankan jangan membaca buku ini dalam sekali duduk. Saya merasakan ketika mencoba membaca buku ini secara langsung, saya merasa bosan sekali. Memang seharusnya jalinan komik di buku ini bisa dinikmati sepotong-sepotong dan santai. Lebih terasa menarik dan lucu dibandingkan sekali baca tapi malah merasa bosan sekali.

Terjemahan buku ini pada beberapa bagian sangat kaku dan menyebalkan. Apakah karena hal ini saya merasa jenuh dan muak, saya tidak tahu. Mungin iya, mungkin juga tidak. Saya sih inginnya terjemahannya luwes dan kalau bisa disesuaikan dengan Indonesia. Misalnya menggunakan “sih”, “gimana”, atau yang lain. Sehingga bisa terbaca natural.

Yah, demikian sepatah dua patah kesan dari saya tentang buku Simple Thinking About Blood Type yang pertama ini. Pertama? Berarti ada kedua dan selanjutnya? Ya benar sekali. Nantikan jilid kedia dan ketiga dan selanjutnya ya. Sudah siap baca kok. Semoga pendapat saya lebih positif dibandingkan jilid perdana ini. Semoga :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus