Rss

Archives for : Elex Media Komputindo

Yaiba (Jilid 2)

coveryaiba2

Judul: Yaiba (Jilid 2)

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Dudi Yudia Permana

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792060652

cooltext-blurb

Onimaru, musuh besar Yaiba, berubah menjadi setan karena terpikat kekuatan Pedang Dewa Angin. Untuk mengalahkannya, Yaiba berlatih keras di bawah bimbingan seorang kakek perkasa yang tinggal di Bukit Tengu, Musashi Miyamoto. Apa Yaiba sang Samurai dalam Legenda akan mampu menguasai Pedang Dewa Petir dengan sempurna?

cooltext-review

Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid kedua Yaiba ini semakin seru saja. Dimulai dari ambisi Onimaru mengalahkan Yaiba yang dinilainya sudah menginjak-injak harga dirinya. Keinginan Onimaru mengalahkan Yaiba yang sesungguhnya bisa diselesaikan secara “normal”, tetapi Onimaru tak sengaja menemukan Pedang Dewa Angin di ruang bawah tanah rumahnya.

Takeshi Onimaru akhirnya “menguasai” Pedang Dewa Angin. Pada chapter Pedang Lain ini ia datang ke sekolah dengan kondisi fisik yang jauh berbeda. Saat berjumpa dengan Yaiba, ia ingin segera menghabisi anak itu. Dirinya telah dikuasai iblis sehingga tak segan-segan membunuh Yaiba. Bahkan Yaiba yang awalnya menggunakan pedang kayu sangat terkejut dengan hal ini.

Kamu sungguh-sungguh, Yaiba!? Walaupun pedang itu kamu dapatkan, masih perlu tahunan untuk menguasainya! Atau kamu bisa mati karena tenagamu terhisap habis olehnya. (Halaman 51)

Yaiba yang baru sadar bahwa Onimaru telah menggunakan kekuatan iblis dari Pedang Dewa Angin akhirnya diberi tahu ayahnya tentang keberadaan Pedang Dewa Petir. Pedang ini merupakan milik Dewa Petir sebagai lawan Dewa Angin. Chapter berjudul Dewa Petir Turun ke Bumi ini mengisahkan perjalanan Yaiba, Kagetaro, Shonosuke, dan Sayaka ke Bukit Tengu.

Bukit yang menjadi lokasi Pedang Dewa Petir dijaga oleh seorang kakek tua renta yang sangat kuat bernama Musashi Miyamoto. Kakek berusia 400 tahun lebih ini menjaga pedang sakti itu dan menanti kehadiran Sang Samurai Dalam Legenda yang bisa mencabut pedang dari dalam tanah. Tak disangka, Yaiba bisa mencabut pedang itu! Meski demikian, kemampuannya nol.

Ada dua cara menguasai pedang ini… Pertama, menang kuat melawan Dewa Petir… Kedua, mengalah lalu memenuhi ajakan setan dalam dirimu agar bisa jadi Dewa Petir itu sendiri… (Halaman 83)

Chapter berjudul Serangan Manusia Kodok mengisahkan rombongan Yaiba dan Musashi diserang oleh salah satu delapan setan sebagai hamba Onimaru bersama bala tentaranya. Setan yang menyebut dirinya Si Katak ini memang memiliki rupa seperti kodok dan fisik ksatria kuat. Sayangnya, dia mudah sekali terdistraksi fokusnya saat bertarung sehingga mengundang tawa.

Oh iya, pada chapter ini juga sedikit disinggung mengenai Pertarungan besar Pulau Ganryu antara Miyamoto Musashi dengan Kojiro Sasaki bertahun-tahun silam. Terlepas benar-benar fakta ataukah hanya rekaan, yang jelas sekelumit kisah dari Musashi ini bisa menjadi ice breaking di tengan pertarungan dengan Si Katak serta kekejaman Taksehi Onimaru di kota.

Hatinya dikuasai iblis oleh sebuah pedang panjang bernama Monohoshizao. Lalu, dia datang menantangku bertarung… Aku sengaja datang terlambat ke tempat pertarungan… (Halaman 123)

Seperti yang sudah saya singgung di atas, jilid ini lebih menarik dibandingkan jilid pertama. Yang pertama, perubahan fisik Onimaru setelah menggunakan Pedang Dewa Angin sungguh diluar dugaan saya. Padahal perubahan itu hanya dipicu oleh sebuah tulisan yang tidak sengaja di temukan oleh Onimaru saat merasa putus asa dengan latihannya yang tak kunjung berhasil.

Yang kedua, kehadiran tokoh baru yaitu kakek tua enerjik bernama Musashi Miyamoto. Ia sangat kuat, kehadirannya sebagai mentor Yaiba dalam rangka menaklukkan Pedang Dewa Petir membuat cerita semakin segar dan menarik. Terlebih sense of humor yang beliau miliki sangat bisa membuat saya terbahak. Duh kakek ini benar-benar lutju beud deh hehe.

Kehadiran Si Katak sebagai kaki tangan pertama dari iblis Onimaru membuat cerita lebih seru. Pertama? Ya benar, total ada delapan iblis yang menjadi pengikut setia Onimaru. Kali ini giliran Si Katak yang tampil dan mengalahkan Yaiba. Meskipun sesungguhnya ia jahat, sebenarnya Si Katak masih bisa dibilang baik kok. buktinya ia memiliki prinsip mulia ketika menculik Sayaka.

Sejauh ini serial Yaiba menurut saya menarik. Belum ada kekurangan berarti yang bisa mengacaukan nafsu membaca saya. Beberapa kekurangan sepele masih bisa saya terima dan membuat saya fokus pada ceritanya. Akhir kisah yang cukup menggantung membuat saya penasaran pada jilid ketiga. Tak sabar ingin segera membaca. Tunggu ulasannya segera ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Yaiba (Jilid 1)

coveryaiba1

Judul: Yaiba (Jilid 1)

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Dudi Yudia Permana

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792058437

cooltext-blurb

Jago pedang yang sangat menyukai latihan di hutan dan memiliki jurus yang tidak mengikuti aliran manapun ini bernama Yaiba Kurogane! Kali ini, Yaiba akan beraksi di Jepang, tempat berlatihnya yang terbaru. Setelah hasil pertarungan yang seri dengan Takeshi Onimaru, rival abadinya, sekarang Yaiba menapaki jalan untuk mencapai impiannya menjadi SAMURAI SEJATI!!

cooltext-review

Selain Detektif Conan, Aoyama Gosho juga menciptakan serial lain. Contohnya adalah Kaito Kid dan Yaiba. Detektif Conan sudah saya ulas. Magic Kaito juga sudah pernah saya bahas. Kali ini giliran Yaiba yang akan saya singgung pada review kali ini. beruntung saya bisa membaca jilid pertama dari serial ini. Mari kita lihat perbedaan dengan cerita Conan atau Kaito ya…

Sembilan chapter yang ada di jilid perdana ini terasa sangat padat berisi. Kisah bermula dengan kehidupan anak muda bernama Yaiba Kurogane dan ayahnya, Kenjuro Kurogane. Keduanya hidup di hutan dan menjalani kehidupan alam rimba di sana. Karena suatu kebodohan, keduanya dan seekor harimau terbawa ke Bandara Narita dalam sebuah paket berisi nanas.

Di bandara itu, ada seorang gadis bernama Sayaka Mine yang menanti kedatangan ayahnya bernama Raizo Mine yang baru saja pulang dari turnamen kendo se-Asia. Hiruk pikuk kedatangan Yaiba dan Kenjuro harus menyeret Sayaka dan Raizo. Kenjuro menumpang di rumah Raizo tanpa sungkan. Kisah ini dituangkan pada chapter Kami Akan Tinggal di Rumahmu.

Ternyata tebasannya memang setajam mulut besarnya… Tapi, gerak tebasan yang tak perlu itu malah akan membuat jurusnya mudah dibaca. (Halaman 35)

Setelah membuat keributan di rumah keluarga Mine, Yaiba mengikuti Sayaka pergi ke sekolah esok harinya. Sebuah kesalah pahaman membuat Yaiba enggan meninggalkan kelas Sayaka. Pak Sudo sebagai guru menantang Yaiba adu pedang. Jika Yaiba menang satu ippon (poin, mungkin), maka Yaiba boleh tinggal di kelas. Tak disangka, Pak Sudo terkecoh dengan aksinya.

Di hutan, lawanmu adalah para hewan buas haus darah!! tentunya mereka memancarkan hawa pembunuh… Sama seperti saat kau melawan Muto sebelum ini… Ia diliputi hawa pembunuh karena ditantang olehmu… (Halaman 87)

Nenek Sayaka akhirnya pergi ke seolah karena mendapat panggilan dari Kepala Sekolah dan Pak Sudo. Kehadiran Yaiba dianggap mengganggu. Oleh karena itu, diadakan ujian di ruang Klub Kendo. Apabila Yaiba bisa mengalahkan Kumazawa, sang ketua, maka Yaiba boleh menjadi siswa di sekolah itu. chapter berjudul Jangan Beri Kelonggaran! ini sangat seru lho!

Selain Kumazawa, Yaiba berniat mengalahkan Takeshi Onimaru. Ia adalah anggota Klub Kendo. Ulah Yaiba membuat Onimaru geram. Keesokan harinya, Onimaru mengunjungi rumah Sayaka agar bisa menghajar Yaiba. Namun, Yaiba justru pergi ke rumah Onimaru. Pada chapter Si Bodoh Onimaru! Ini Yaiba hanya bertemu dengan Ayame Onimaru dan Kakek Onimaru.

Tak akan… Kau lebih lemah dariku… Bertarung dengan orang sepertimu hanya menumpulkan keahlianku… (Halaman 113)

Saya suka sekali dengan serial Yaiba ini! Saya sudah dibuat ngakak dan tergelak sejak chapter pertama halaman awal. Belum lagi berbagai kepolosan (atau kebodohan) Yaiba dan ayahnya yang sangat kebangetan juga membuat saya tertawa geli. Hal ini jauh berbeda dengan serial Detektif Conan ataupun Magic Kaito yang memiliki nuansa yang serius dan perlu konsentrasi.

Yaiba merupakan sosok anak yang tidak pernah melihat “dunia luar” karena sepertinya sejak kecil hari-harinya ada di hutan belantara. Bahkan ketika bertemu dengan Sayaka, Yaiba sangat takjub dan memperhatikan Sayaka dengan sangat “saksama” mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bahkan, mobil dan sekolah juga tidak pernah dikenal olehnya. Yaiba memang udik.

Oh iya, Yaiba terdampar di Tokyo bersama seekor harimau. Awalnya harimau ini ingin memangsa Yaiba. Namun karena suatu hal, harimau ini jadi sahabat baik Yaiba selama di Tokyo. Bahkan, Sayaka menamainya Kagetora karena menganggap harimau itu keren. Hahaha.

Selain Kagetora, ada Shonosuke, seekor burung bangau tongtong yang menjadi kawan Yaiba selama di hutan. Kemunculannya yang tiba-tiba akhirnya membuat Yaiba mengajaknya turut serta menumpang di rumah Sayaka. Mulai saat itulah mereka berdua menjadi kawan latihan Yaiba agar bisa mengalahkan Takeshi Onimaru. Berhasilkah Yaiba? Tunggu ulasan selanjutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 31)

coverconansp31

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 31)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: Ninuk Sulistyowati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792772302

cooltext-blurb

Conan terus menghadapi kasus-kasus sulit! Dan dia menghadapi musuh lamanya Kid the Phantom Thief! Kali ini Conan menghadapi enam kasus besar, yaitu Kid The Phantom Thief & Misteri Permata Hitam, Jam Tua Kakek, Latihan Pencegahan Keamanan Yang Diincar, Desa Yang Kehilangan Benda-Benda Logam, Misteri Sosok Manusia Yang Terbakar, Harta Shosetsu Yui! Apakah kalian bisa menemukan kebenaran?

cooltext-review

Dua belas chapter yang disuguhkan di komik Detektif Conan Edisi Spesial jilid 31 ini semakin seru saja. Dari enam kasus yang dikisahkan, semuanya menarik. Mulai dari ide cerita, pemilihan alur penceritaan, hingga eksekusi pengungkapan kebenaran kasus, saya suka semua. Karena tidak mungkin saya ulas semua kasus, jadi saya beri cuplikan dua kasus paling menarik ya.

Yang pertama adalah kasus pertama yang disajikan pada chapter berjudul Kid The Phantom Thief & Misteri Permata Hitam bagian 1 dan 2. Ya benar, Kaito Kid sang pencuri yang menggunakan trik sulap saat beraksi memberikan surat pemberitahuan ingin mencuri barang berharga dari Kuil Daitenjihodo. Rurio Ebisu, anak sang pendeta kuil kebetulan adalah teman sekolah Conan.

Setelah membaca surat itu, Conan, Ran, dan Sonoko bergegas ke kuil. Ternyata di sana sudah ramai pengamanan polisi oleh arahan Inspektur Nakamori. Hingga detik itu, barang incaran Kid masih belum jelas, apa lagi lokasi barang tersebut. Satu-satunya petunjuk hanya surat itu. Conan menyelidiki patung di Kuil Butsudo. Usut punya usut, ternyata Kid mengincar permata.

Prajurit itu dipukuli hingga tewas oleh pemilik kedai karena dia tak membayar makanannya. Berlian itu akhirnya jatuh ke tangan seorang kapten kapal Inggris, tapi kapten kapal itu akhirnya mati keracunan alkohol. Pedagang permata yang membeli permata itu dari kapten kapal pun akhirnya tewas di perjalanan karena dibunuh perampok. (Halaman 15)

Misteri Sosok Manusia yang Terbakar bagian 1 dan 2 adalah kasus kedua yang saya tidak menyangka tentang siapa pelaku sesungguhnya. Kisah bermula ketika Profesor Agasa dimintai tolong oleh kerabatnya untuk membantu kesulitan yang dihadapi. Setelah menyusuri hutan gelap bersama Conan, Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Ai, mereka berjumpa dengan Mizuya.

Mizuya yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran sedang mengalami kesulitan atas tewasnya Pak Tua Kusabue karena terbakar. Minimnya bukti membuat polisi bernama Kusabue (anak korban) menyimpulkan ayahnya bunuh diri. Hal ini diperkuat dengan Kiyo Shiroyama, pembantu yang menemukan korban dan Kuwahata yang melihat korban sesaat sebelum tewas.

Tapi, kau begitu yakin kalau bukti itu ada. Sekalipun harus mempertaruhkan harga diri sebagai petugas pemadam kebakaran, kau tak akan setuju dengan pernyataan polisi kalau itu kasus bunuh diri, ‘kan? (Halaman 135)

Kehadiran Kaito Kid yang sudah sangaaaaaaat lama tidak muncul membuat saya bahagia. Meski dialog dan scene Kid tidak terlalu banyak, paling tidak saya suka dengan munculnya tokoh pencuri ulung yang ajaib ini. satu hal yang membuat saya kagum adalah kemampuan Kid mengetahui sebuah barang berharga yang bahkan pemilik kuil tidak tahu ada barang seperti itu.

Seperti biasa, Inspektur Nakamori yang seharusnya pintar dan bisa memetakan kondisi saat Kid muncul, justru terjebak dengan boneka dan meninggalkan lokasi begitu saja. polisi macam apa sih ini. saya jadi gemas dengan berbagai polisi yang tidak kompeten sama sekali. Mereka ini polisi sungguhan atau bohongan? Kok kalah oleh Conan yang notabene anak-anak? Hahaha.

Sedangkan kasus kedua tentang kematian Pak Tua Kusabue karena terbakar ini juga sangat unik. Awalnya saya merasa beliau tewas karena fenomena terbakarnya diri sendiri secara spontan. Ternyata lambat laun kematian beliau sangat janggal. Yang lebih mengagetkan, saya tidak menyangka tentang siapa pelaku sebenarnya. Saya bahkan menebak orang yang satu lagi!

Satu hal yang urang dari jilid kali ini adalah (masih) ketiadaan nomor halaman. Hal ini menurut saya sangat mengganggu karena nomor halaman bisa dijadikan acuan ketika berhenti membaca. Apa lagi saya tidak memiliki banyak bookmark. Semoga ke depannya penerbit Elex Media Komptindo bisa memunculkan kembali nomor halaman yang kebutuhannya sangat penting ini.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 28)

coverconansp28

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 28)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Ohta Masaru, & Kubota Kazuhiro

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792720907

cooltext-blurb

Pencuri nomor sat di dunia, Arsene Lupin, bangkit dari kubur!? Conan berhadapan dengan kasus pencurian kalung ratu di benteng pembelah laut!

cooltext-review

Halo selamat malam (lagi) untuk seluruh pemirsa Rico Bokrecension yang berbahagia. Bagaimana kabar Anda hari ini? sehat? Semoga saja tidak ada kekurangan suatu apapun ya. aamiin. Kali ini saya masih akan mengulas satu jilid dari komik serial Detektif Conan Edisi Spesial. Kolaborasi Aoyama Gosho dengan orang baru turut membawa perbedaan di jilid ini.

Ada delapan chapter saja di jilid kali ini. setiap dua chapter memuat satu kasus sehingga total kasus yang dimuat hanya empat. Ini sepertinya jumlah kasus dan chapter paling sedikit yang saya temui selama membaca komik serial Detektif Conan Edisi Spesial. Padahal beberapa jilid sebelumnya ada yang sampai enam atau tujuh kasus dengan total 12-14 chapter. Hmmm.

Diantara empat kasus itu, Bangkitnya A.L.N bagian 1 dan 2 menarik karena “membawa” serta pencuri ulung dunia, Arsene Lupin. Di komik ini entah kenapa dilafalkan sebagai Lupan alih-alih Lupin. Awal mulanya Kogoro, Ran, dan Conan diundang oleh seorang jutawan bernama Tomiro Kariosu. Ia mengadakan pesta meriah “Lupan” di bentengnya yang ada di tengah laut.

Reiji Kurari, Riku Anjo, Tsumoto Reimon, dan Sonia Kurichi adalah beberapa orang tamu yang berpenampilan ala Lupan karena sama-sama penggemar Lupan. Acara puncak pesta itu adalah cara mencuri Kaca Mata Lupan yang sangat berharga. Tak disangka, bukannya kacamata itu, Kalung Ratu yang bertahtakan batu mulia rubi milik Pak Kario hilang dicuri “Lupan”! Waduh!

Tapi, bagaimana cara si pelaku memasuki ruangan peti besi ini? mestinya pintu ruangan ini hanya bisa dibuka dengan kunci ini… (Halaman 32)

Wonderful Treasure!! bagian 1 dan 2 merupakan kasus selanjutnya yang sangat unik. Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Ai diajak Conan dan Kogoro menyelesaikan kasus pencarian harta warisan yang disembunyikan oleh seorang kaya raya yang telah meninggal. Warisan delapan ekor anjing bernama Shin, Chuu, Tei, Kou, Chi, Rei, Gii, dan Jin diberikan pada empat anaknya.

Shinbei Kenmochi, Bungo Kenmochi, Shina Kenmochi, dan Kana Kenmochi mendapat surat wasiat dari mendiang ayahnya yang menyebutkan ada warisan tambahan yaitu harta berharga yang disembunyikan di rumah. Sayangnya, rumah itu sangat unik sehingga tidak bisa dicari dengan cara biasa. Satu-satunya petunjuk adalah surat wasiat yang ada batas waktunya itu.

Benar! Di sini tertulis, ‘batas waktunya disesuaikan dengan jam anjing pada hari anjing tahun anjng yang datang paling awal setelah kematianku, siapkan hati agar tepat pada waktunya’. (Halaman 72)

Meskipun jumlah chapternya sedikit, ketebalan komik jilid 28 ini tidak berbeda jauh dengan jilid-jilid sebelumnya. Awalnya saya heran mengapa ketebalannya hampir sama padahal jumlah chapternya lebih sedikit. Ternyata eh ternyata, durasi tiap chapter ternyata lebih panjang dari pada biasanya. Hal ini membuat kasus tidak dimulai dan diakhiri dengan cepat. Satu poin baik.

Poin baik selanjutnya ada pada artwork alias gaya gambar. Menurut saya kolaborasi Aoyama Gosho, Ohta Masaru, & Kubota Kazuhiro menghasilkan artwork yang mendekati mirip dengan goresan gambar asli Aoyama Gosho. Hal ini tentu menjadi nilai tambah karena saya tidak terlalu terganggu dengan gambar dan bisa fokus pada cerita yang pada dasarnya sudah bagus.

Oh iya, kasus terakhir yang ada di jilid ini tidak menghadirkan Kogoro sebagai pemecah kasus yang biasa menjadi tameng Conan, melainkan Suzuki Sonoko, sahabat karib Ran di sekolah. Ya benar, mereka bertiga sedang berlibur namun terjadinya kasus pembunuhan membuat Conan harus menjadikan Sonoko agar bisa memecahkan kasus. Sedangkan polisi? Tak berguna. Huft.

Salah satu hal yang sangat saya sayangkan dengan komik Conan ini adalah polisi sangat minim bahkan hampir tak ada fungsi apa-apa dalam hal penyelidikan kasus. Conan (dan kawan-kawan) pada dasarnya adalah rakyat sipil. Mengapa ia bisa masuk ke TKP dan mendengarkan segala kesaksian tersangka dan memecahkan kasus?? Apakah semua polisi bodoh? Entahlah.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 26)

coverconansp26

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 26)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 176

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792701463

cooltext-blurb

Ai tiba-tiba hilang dari ruang kesehatan. Pertemuan dengan Arrack pada kasus sebelumnya memunculkan dugaan ada anggota organisasi hitam yang menyusup ke SD Teitan!!

cooltext-review

Halo, selamat malam saudara-saudaraku sekalian. Masih dalam rangka mengulas buku komik Detektif Conan Edisi Spesial, kali ini saya sudah sampai pada jilid 26. Banyak juga ya ternyata ahahaha. Oh iya, karena sudah semakin kekurangan ide membahas apa saja, Sepertinya mulai review kali ini saya akan membuat ulasan singkat saja, tidak panjang kali lebar kali tinggi…

Dua belas chapter yang ada di jilid kali ini sudah semakin seru. saya akan menyesuaikan dengan blurb sehingga akan membahas dua kasus saja dari enam kasus yang ada. Oh iya, masing-masing kasus dikisahkan dalam dua chapter sehingga merata dan seimbang. Langsung saja pada kasus pertama yang melibatkan tokoh Kogoro, Conan, dan Ai Haibara.

Permohonan pada Kapal bagian 1 dan 2 mengisahkan ketiga tokoh utama dimintai tolong oleh pejabat tinggi negara Panasnugara yang kebetulan melintasi langit Jepang. Langit? Ya benar, Putri Latuna, pemimpin Panasnugara bersama Rahman, orang kepercayaannya dan beberapa orang mengendarai zeppelin bermaksud meminta pertolongan menyelesaikan konflik negara.

Nyawa Putri Latuna terancam. Oleh karena itu Rahman meminta Kogoro menyelidiki siapa orang yang hendak menghabisi nyawa Tuan Putri Latuna. Satu-satunya petunjuk adalah sehelai benang panjang dengan beberapa simpul. Kogoro yang bodoh langsung membuangnya begitu saja. Sedangkan Conan dan Ai memikirikan apakah Arrack, pembunuh bayaran dari organisasi HItam benar-benar ada di zeppelin itu. jika memang ada di sana, lalu siapa dia??

Orang yang menentang pembelian helium dari PT. Yukar sekarang hanya Tuan Putri sendiri. Aku khawatir, berikutnya yang diincar adalah nyawa Tuan Putri… Kalau nyawa Tuan Putri diincar di kapal ini, tak akan ada jalan untuk lari. (Halaman 122)

Lanjut pada kasus selanjutnya disajikan pada chapter berjudul Organisasi Hitam…Muncul bagian 1 dan 2. Kali ini tidak ada Kogoro. Kisah bermula dengan Genta, Ayumi, dan Mitsuhiko yang enceritakan ada yang aneh dengan marmut peliharaan sekolah. Awalnya induk marmut melahirkan dua ekor anak. Keesokan harinya, tiba-tiba ada seekor anak marmut lagi sedangkan marmut jantan a.k.a ayahnya hilang. Ciri marmut yang baru dengan ayah marmut sama persis.

Belum juga masuk kelas, Ai Haibara dikejutkan dengan sebuah surat misterius di loker sepatunya. Dari isi surat itu, Ai merasa sudah ada anggota Organisasi Hitam bernama Generic alias Gen yang menyusup ke SD Teitan. Tentu saja hal ini mengancam keberadaan Ai. Conan yang merasa khawatir meminta Ai tidak pernah pergi sendirian. Tentu saja, Ai nyelonong sendirian *tepokjidat*. Hasilnya?? Dia hilang begitu saja tanpa ada yang tahu keberadaanya.

Yang bisa dipikirkan adalah, anggota Organisasi Hitam mengecilkan tubuhnya dengan apotoxin untuk menyusup ke SD Teitan ini. (Halaman 156)

Satu hal yang sangat membuat saya suka dengan jilid 26 ini adalah sudah muncul tokoh Ai Haibara. Uwuwuwuw. Sekian lama saya menantikan apakah Ai akan muncul atau tidak di edisi spesial, ternyata ia sudah nongol di jilid ini. terlebih posisinya tak hanya sebagai figuran pelengkap anggota Grup Detektif Cilik, melainkan berperan penting pada dua kasus di atas.

Awalnya saya mengira Organisasi Hitam yang disebut-sebut di blurb dan isi jilid ini adalah anggota yang sama dengan biang kerok yang membuat Shinichi mengecil dan Sherry kabur. Ternyata bukan. Hanya ada anggota lain yang secara kebetulan muncul di hadapan Conan dan Ai. Sedangkan keberlanjutan Conan kembali ke tubuh asal atau Ai membongkar kedok Organisasi Hitam? Tak ada sama sekali. Mungkin memang hanya akan dibahas di edisi reguler.

Tidak ada nomor halaman astagaaa. Ya benar, ketiadaan nomor halaman membuat saya kesulitan menandai kutipan yang saya gunakan di ulasan ini. penerbit Elex sepengetahuan saya memang tidak mencantumkan nomor halaman setiap lembarnya, namun pada halaman-halaman tertentu sebagai penanda. Namun di jilid kali ini sama sekali tidak ada. Huft.

Oh iya, semua kasus yang ada di jilid ini tidak ada satupun kasus pembunuhan. Entah kenapa para kreator hanya menyuguhkan kasus penculikan, penganiayaan, dan misteri biasa. Padahal saya merasa ketegangan dan keseruan muncul pada kasus pembunuhan. Tak ayal kasus ini menduduki peringkat pertama kasus favorit saya. Sedangkan yang lain? Yaah biasa aja deh, termasuk semua kasus di jilid ini. meskipun demikian, semuanya tetap menarik untuk dibaca.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 25)

coverconansp25

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 25)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792099720

cooltext-blurb

Kepala Desa tempat kelahiran profesor Agasa sudah dua minggu menghilang secara misterius. Legenda desa yang menyebutkan adanya Dewa Penculik diyakini sebagai penyebabnya, sampai Conan menemukan wajah kepala desa di antara topeng yang terpasang di dinding.

cooltext-review

Selamat malam para pembaca blog Rico Bokrecension semuanya. Duh semoga masih ada yang berkenan membaca review ini ya ehehe. Seperti yang sudah-sudah, kali ini saya masih akan mengulas komik Detektif Conan Edisi Spesial jilid ke-25. Ada sebelas chapter yang dirangkum dalam satu tankoubon ini. Total kasus ada enam yang masing-masing langsung berakhir.

Kasus pembunuhan yang disajikan pada chapter berjudul Misteri Dewa Penculik bagian 1 dan 2 menurut saya adalah kasus paling aneh di jilid ini. seperti yang sudah dituliskan pada blub, lokasi kasus ini ada di desa tempat Profesor Agasa lahir. Desa kecil dengan pendudukan sekitar 500 orang yang didominasi lansia ini memiliki sebuah kepercayaan pada Dewa Penculik. Hah?

Dewa penculik dikisahkan akan menculik penduduk desa dan tidak akan kembali lagi. kepala desa bernama Tetsuo Sato secara misterius hilang sejak dua minggu terakhir. Banyak yang percaya ini ulah Dewa Penculik, termasuk pemuda bernama Teruo Osugi yang menyatakan hal ini di depan Profesor, Ayumi, Conan, Genta, dan Mitsuhiko. Namun, Tetsuo ditemukan tewas.

Topeng yang dipasang di sini bukan untuk didoakan agar pulang dengan selamat. Tapi, agar orang yang sudah ke alam baka tidak kembali lagi. (Halaman 111)

Di Mana Lukisan Bunda Maria? Adalah chapter terakhir yang menyajikan satu kasus kehilangan dan selesai dalam satu chapter saja. menurut saya, kasus ini adalah kasus paling mengharukan karena melibatkan orang tua yang sedang sakit dan menghadirkan perjuangan anak dan mennantunya dalam mencari barang berharga milik sang ibunda. Wah bagaimana kisahnya?

Kogoro, Ran, dan Conan hendak pergi ke konser. Tiba-tiba, ada seorang perempuan datang meminta bantuan Detektif Kogoro mencari lukisan milik ibu mertuanya yang hilang. Saat itu, sang ibu mertua sedang tergolek lemah di rumah sakit. Lukisan yang dimaksud oleh si menantu adalah lukisan Bunda Maria berukuran kecil hasil karya Kosei Shinomiya, sang pelukis terkenal.

Pak Takasaka sebagai majikan ibu mertua juga tidak merasa ada lukisan tertinggal milik ibu Ukazu, suami perempuan tadi. Tak disangka, di rumah sakit ada Bibi Yamano, sahabat karib ibu Ukazu. Dari keterangan nenek inilah akhirnya ada secercah petunjuk tentang di mana lukisan Bunda Maria itu berada. Saya suka akhir kasus ini yang sungguh mengharukan :’)

Kyo pernah bilang begitu. Bisa dilihat oleh orang berhati bersih, tapi tak terlihat oleh orang jahat. Terlihat oleh orang yang suka bekerja, tak terlihat oleh pemalas. (Halaman 174)

Jilid ini masih sama gregetnya dengan jilid 22 yang lalu. Saya akhirnya benar-benar merasa bahwa kasus yang disajikan tak lagi kasus yang mudah ditebak dan tidak menanang. Hampir di semua kasus saya tidak bisa menebak siapa pelakunya ataupun trik yang digunakan. Kalaupun bisa sok menebak, tebakan saya pasti keliru dan tidak benar sama sekali. Wahahahaha.

Selain tokoh-tokoh utama seperti Conan, Kogoro, Ran, Ayumi, Mitsuhiko, dan Genta, gambar tokoh lain (bahkan Profesor Agasa) menurut saya tidak terlalu mirip dengan goresan tangan asli Aoyama Gosho. Yah mungkin hal ini adalah gaya milik Yamagishi Eiichi. Namun, kalau dibiarkan seperti ini, bukankah nanti lama kelamaan menjadi seperti fanart atau doujinshi?

Membaca Detektif Conan Edisi Spesial seharusnya hanya memberikan cerita lain dengan gaya gambar dan karakter yang sama dengan edisi reguler. Tetapi jika gaya gambarnya saja sudah berbeda, rasa yang diperoleh saat membaca juga jadi berbeda meskipun dari segi ide cerita masih berasal dari orang yang sama dengan edisi reguler. Bukan begitu ya? Sudah ah segini aja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 22)

coverconansp22

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 22)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792078916

cooltext-blurb

Salah minum membuat Genta mabuk. Saat itulah dia melihat sesosok hantu di sebuah apartemen. Di luar dugaan, Kelompok Detektif Cilik itu ditawari untuk menjadi model patung oleh si pemilik apartemen. Namun, Conan merasa ada sesuatu yang aneh!!

cooltext-review

Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid ini lebih menarik dibandingkan Detektif Conan Edisi Spesial yang sudah saya baca. Lima kasus yang dikisahkan terasa cukup greget dari segi trik pembunuhan, latar belakang pelaku, ataupun cara pengungkapan kasus itu oleh Conan. Karena hanya lima kasus, saya tak akan membahas semuanya. Cukup dua kasus saja ya hehehe.

Mayat yang Hilang bagian 1 dan 2 sebagai kasus pertama di jilid ini menurut saya cukup unik. Kasus penemuan mayat disaksikan sendiri oleh Genta yang mabuk karena salah kira minum sake sebagai jus. Ayumi, Mitsuhiko, dan Conan meragukan cerita Genta. Tiba-tiba, pemilik rumah yang menjadi tempat Genta melihat “hantu” muncul dan menawari mereka jadi model.

Soichi Ukiya adalah seorang pemahat patung. Banyak patung di dalam rumahnya, khususnya studio tempat ia bekerja. Meskpun Conan sempat meragukan cerita Genta, ia merasa aneh dengan Ukiya dan kondisi di dalam rumahnya. Terlebih ketika mengeksplorasi studio itu, Conan merasa bahwa “hantu” yang dilihat Genta adalah mayat yang ada di rumah itu.

Jika cerita Genta benar, berarti wanita yang dilihat Genta lenyap dalam sekejap… Mungkinkah itu terjadi di ruangan seperti ini? Seandainya aku tahu… (Halaman 26)

Bayangan yang Menggeliat dalam Gelap bagian 1, 2, dan 3 adalah satu-satunya kasus yang dikisahkan dalam tiga chapter berurutan. Selain itu, kasus ini memiliki kondisi korban yang paling menyeramkan dibandingkan kasus yang lain. Semua bermula dari sekelompok anak muda bernama Takami, Shota, Nobu, Kouta, dan Haruka yang hendak menginap di vila Nobu.

Sayangnya, mobil mereka mogok dan listrik di vila tidak bisa menyala sehingga mereka harus bermalam dalam gelap. Baru saja beberapa saat tertidur, mereka dikejutkan dengan kondisi Nobu yang tewas bersimbah darah di tempat tidur. Secara kebetulan, Conan dan Kogoro yang tersesat di dekat vila itu jadi mengunjungi mereka sambil memecahkan kebenaran kasus itu.

Yang pertama kali kurasakan adalah mayat Nobu. Tubuhnya terbangun dari tempat tidur dan bersandar ke dinding. Bagaimanapun juga, itu terlalu rapi. Untuk orang yang terbangun karena kaget oleh penyusup, selimutnya kurang kusut. (Halaman 83)

Seperti yang sudah saya kemukakan di awal, jilid ini saya rasa sebagai titik balik kegregetan(?) Detektif Conan Edisi Spesial. Kasus-kasusnya tak lagi datar dan biasa saja. ada sekelumit hal yang unik dan cukup rumit yang mengecoh pembaca. Bahkan saya merasa penasaran dengan setiap kasusnya. Menebak siapa pelakunya dan trik yang digunakan jadi sangat menantang.

Chapter Bayangan yang Menggeliat dalam Gelap adalah favorit saya. Selain trik yang digunakan tidak biasa, kondisi kegelapan malam karena listrik mati juga turut menambah cekam suasana, terlebih ketika penemuan mayat Nobu. Satu hal yang membuat saya sangat terganggu adalah kemunculan Conan dan Kogoro di dekat lokasi kejadian. Like, seriously???

Saya jadi merasa bahwa Conan ini campuran antara manusia-pembawa-sial dan manusia-paling-beruntung. Bisa-bisanya di sebuah vila terpencil di tengah hutan ataupun kereta Tohoku Shinkansen yang sepi penumpang bisa terjadi kasus pembunuhan dan coba tebak, Conan ada di lokasi kejadian. Beneran deh, saya jadi agak serem dengan Conan ini alih-alih ngebet ketemu.

Tetapi namanya juga komik detektif. Isinya jelas tentang berbagai kasus kriminal lah ya. nggak mungkin slice of life Conan di sekolah yang biasa-biasa saja jadi cerita. Tetapi seolah-olah kehadiran Conan di lokasi kejadian menjadi tidak natural dan seakan yang-penting-Conan-harus-ada-di-TKP. Titik. Formula seperti ini membuat cerita jadi sedikit maksa dan kurang apik.

Meskipun demikian, sejak jilid ini saya jadi merasa penasaran dengan komik Detektif Conan Edisi Spesial yang selanjutnya. Saya penasaran apakah kegregetan(?) yang saya jumpai di jilid 22 ini muncul kembali di jilid selanjutnya. Apalagi jika kolaborasi dengan Aoyama Gosho juga berganti. Penasaran? Tunggu review saya jilid selanjutnya ya. Selamat malam. Oyasumi~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 19)

coverconansp19

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 19)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792065954

cooltext-blurb

Conan dan teman-temannya serta Profesor Agasa sedang melihat bintang jatuh ketika sebuah perampokan besar terjadi. Si pelaku melarikan diri ke arah Gunma, tempat Conan berada. Bunyi seperti desingan peluru yang terdengar dari arah hutan membuat Conan berada dalam posisi sulit, kaki terluka dan dikejar anjing pemburu. Ia berada di ambang kematian!!

cooltext-review

Sepuluh chapter yang disuguhkan dalam jilid kali ini merupakan jumlah chapter paling sedikit yang saya temui selama membaca Detektif Conan Edisi Spesial. Dari sepuluh chapter itu, ada lima kasus yang dikisahkan. Satu kasus terdiri dari satu chapter, tiga kasus dalam dua chapter, dan satu kasus dikisahkan dalam tiga chapter. Jumlah chapter terbanyak untuk satu kasus.

Conan di Ambang Kematian bagian 1, 2, dan 3 adalah kasus yang menurut saya sangat menegangkan. Seperti yang sudah dituliskan dalam blurb jilid ini, kali ini Conan harus terjebak dengan perampok yang baru saja menjarah uang tunai hasil penjualan tiket pacuan kuda Hinomoto sebesar satu milyar yen. Pertemuan Conan yang tidak disengaja harus dibayar mahal.

Conan yang terlalu ceroboh ingin menangkap perampok bersenjata itu akhirnya jadi dikejar-kejar anjing milik sang perampok. Bahkan Profesor Agasa sudah terlebih dahulu ditembak olehnya. Ayumi, Genta, dan Mitsuhiko juga dibuat babak belur karena mereka harus segera mencari pertolongan. Sedangkan Conan? Kondisi terluka parah hampir membuatnya tewas.

Anjing adalah pemburu terhebat di bumi… Anjing memang tidak lari secepat pemburu keluarga kucing, tapi mereka tak pernah melepaskan mangsanya… Krena mereka punya penciuman yang tajam! (Halaman 100)

Satu lagi kisah yang membuat saya terpukau dengan bagian awalnya adalah yang berjudul Detektif Ternama vs Kejahatan Sempurna bagian 1 dan 2. Bagian awal? Ya benar. Saya dibuat penasaran akan pernyataan Pak Mita pada Kogoro ketika pesta Hanami di sebuah taman. Ternyata, kejahatan sempurna yang disebutkan Pak Mita ia lakukan sendiri pada Pak Kashima.

Jadi? Ya betul. Pak Mita membunuh Pak Kashima yang sedang mabuk di rumah susun(?) Pak Kashima sendiri. Segala macam tindakan yang ia lakukan membuat Conan yang secara kebetulan berkunjung ke rumah susun(?) Pak Kashima menjadi geregetan karena hal ini membuatnya tak bisa membuktikan Pak Mita sebagai pelaku dengan mudah. Lalu bagaimana?

Biasanya itu yang dipikirkan orang lebih dulu sebelum menduganya jatuh, ‘kan? Tapi, Pak Mita tidak memikirkannya sedikit pun. Seolah Pak Mita merasa bahwa Pak Kashima tidak mungkin menelepon di waktu malam. (Halaman 145)

Selan kedua kasus di atas, saya merasa tiga kasus yang lain masih dalam taraf yang biasa-biasa saja. pada jilid ini masih belum ada kasus yang benar-benar menantang dan pelik yang membuat saya sebagai pembaca geregetan sendiri. Setiap kasus seolah bagaikan jalan tol yang hanya memiliki satu atau dua kerikil saja sehingga terasa datar-datar saja meski tetap menarik.

Mengenai kasus ketika Conan secara tidak sengaja harus berurusan dengan perampok itu, dengan tegas kali ini saya menyalahkan Conan. Jadi bocah kok terlalu gegabah dan tidak perhitungan sama sekali. Rasa penasarannya yang terlalu tinggi memang selayaknya dibayar dengan incaran anjing buas dan perampok bersenjata. Hal ini cukup setimpal, saya rasa.

Bagaimana tidak, Shinichi Kudo sepertinya lupa bahwa wujud Conan kali ini adalah anak-anak usia SD yang tidak sekuat orang dewasa. sudah seharusnya Shinichi yang digambarkan cerdas seharusnya bisa memikirkan hal ini. dari pada mengendap di belakang mobil, mengapa tidak menempelkan alat pelacak saja kemudian dikejar sendiri? Bodoh sekali kalau dipikir-pikir.

Akibat kecerobohan ini, Profesor Agasa harus menjadi sasaran dan teronggok di dasar jurang. Sedangkan ketiga anak yang lain harus menderita luka cukup parah. huft. Untuk pertama kalinya saya sangat sebal dengan Conan di cerita ini. bahkan saking sebalnya, saya jadi berpikir lebih baik Conan tertangkap anjing atau perampok itu saja sekalian. Hahaha kejam sekali ya.

Bicara tentang jenis kasus, Edisi Spesial memang sepertinya dikonsep menyuguhkan kasus yang ringan dan tidak terlalu berat agar pembaca bisa lebih rileks menikmati tiap goresan gambar sang mangaka. Sayangnya, saya yang sudah terbiasa dengan edisi reguler yang memiliki trik pelaku dan jenis kasus yang rumit jadi merasa “jalan lambat” saat membaca edisi ini. entahlah.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 7)

coverconansp7

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 7)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Ohta Masaru, & Ekoda Tanteidan

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

ISBN: 9789792030303

cooltext-blurb

Liburan musim panas diisi dengan kegiatan kerajinan tangan oleh Conan dan grup detektif ciliknya. Pada saat peluncuran roket buatan mereka, roket milik Yuko, pembimbing mereka, hilang. Lalu, malam harinya rumah Ayumi dimasuki pencuri. Kamar Ayumi yang terletak di belakang porak-poranda. Adakah sesuatu pada roket Ayumi yang diincar pencuri?

cooltext-review

Halo selamat malam (karena saya posting ini saat malam hari). Detektif Conan Edisi Spesial yang saya baca kali ini adalah jilid ketujuh. Diantara lima jilid terakhir yang sudah saya baca, jilid kali ini memiliki empat belas chapter, jumlah terbanyak dalam satu jilid sejauh ini. Ada tujuh kasus yang masing-masing disajikan dalam dua chapter sehingga porsinya seimbang.

Kasus pertama yang seperti tertuang pada blurb di atas berjudul Rahasia Roket bagian 1 & 2. Sesungguhnya kasus yang terjadi bukanlah kasus pembunuhan ataupun hal sadis lainnya. Kasus bermula ketika Conan dan teman-teman sekelasnya termasuk Ayumi, Mitsuhiko, dan Genta mengunjungi Lembaga Penelitian Mainan khususnya bagian Rumah Sakit Mainan.

Yuko Tejima sebagai pembimbing mengajari mereka membuat roket mainan. Tak disangka, Ayumi yang membuat roket yang sama persis dengan milik bawahan Tadamasa Yoshioka itu harus mengalami kejadian pencurian dan penganiayaan. Setelah ditelisik lebih jauh, hal ini berakar pada sifat dan perilaku Koji Takahata, sang direktur Lembaga Penelitian Mainan.

Bodoh! Si pelaku berusaha mencurinya, ‘kan? Pasti ada rahasia hebat yang tersembunyi! Bisa saja Ayumi dibunuh agar bungkam!! (Halaman 21)

Kakak Beradik yang Tidak Mirip bagian 1 & 2 memberikan sebuah kasus pembunuhan berencana. Korban bernama Shigekazu Yagi, pemilik sebuah tempat kursus bernama Kursus Musik Yagi. Mayat Shigekazu ditemukan oleh Masao Ishikawa dalam keadaan jantung tertusuk pisau. Oleh karena itu, semua guru yang memiliki kunci duplikat gedung harus hadir di TKP.

Kiwako Matsumoto dan Chieko Matsumoto adalah sepasang kakak beradik sekaligus guru piano di tempat itu. kecurigaan Conan mengarah pada salah satu dari mereka. Sayangnya, keduanya memiliki alibi yang sangat kuat. Bahkan Kogoro bisa membuktikan alibi Kiwako. Sedangkan Chieko juga tak bisa pulang-pergi dalam waktu singkat untuk membunuh direktur.

Dua orang ini, walaupun adik kakak, penampilan dan sifatnya berlawanan sekali. Tapi, justru itu yang aneh. Mereka terlalu tidak mirip. (Halaman 76)

Pembunuhan di Hari Natal bagian 1 & 2 adalah kasus terakhir yang mengakhiri jilid ini sekaligus menjadi kasus yang cukup mengejutkan bagi saya. Setting pada akhir tahun, Kogoro, Ran, dan Conan diundang oleh Masayoshi Yonezaki, pengacara terkenal untuk hadir pada pesta natal dan akhir tahun di Kantor Hukum Yonezaki. Pak Masayoshi merasa bersalah karena terlambat.

Taichi Akatani, Yutaka Nagai, dan Sakiko Kawanishi yang juga ada di pesta itu ikut bersenang-senang. Sayangnya, malam itu dinodai dengan ejadian tewasnya Pak Masayoshi. Berbagai petunjuk mengarah pada orang luar yang membunuh Pak Masayoshi saat tiba di kantor. Meskipun demikian, ada yang janggal. Conan merasa pelakunya bukanlah orang luar. Lalu?

Pasti ada buktinya, bukti yang ditinggalkan si pelaku. Vas bunga ini pecah pada saat kejadian. Apa si pelaku menabraknya ketika lari, atau… (Halaman 183-184)

Saya suka dengan jilid ini karena semua kasus memiliki porsi tayang yang sama yaitu dua chapter sejak awal hingga akhir kasus. Tidak ada yang tampil terlalu cepat dalam satu kasus saja, tidak ada pula yang memiliki durasi paling lama. Hal ini membuat setiap kasus memiliki kekuatan yang sama untuk dinikmati. Meski hal ini membuat jumlah chapter menjadi “gendut”.

Diantara tujuh kasus yang ada, saya kaget dengan kasus tentang dua kakak beradik yang serupa namun “tampil” bertolak belakang. Saya tidak menyangka bahwa alibi yang digunakan oleh keduanya bisa terbongkar dengan trik itu. hal ini tidak bisa disadari pembaca karena penampilan keduanya sangat mencolok perbedaannya. Ternyata hal ini menjadi kunci alibi.

Oh iya, saya baru membaca jilid Detektif Conan Edisi Spesial hasil karya Aoyama Gosho, Ohta Masaru, & Ekoda Tanteidan. Secara artwork, menurut saya keduanya hampir bisa menyamai artwork original milik Aoyama Gosho meskipun masih terlihat berbeda sedikiiiit. Berbeda dengan tim lain yang hasil artwork-nya sangat berbeda dengan yang asli meski hanya sekilas.

Sejauh ini meski kasus yang disuguhkan hanya seputar pembunuhan (ini yang paling banyak), penculikan, pencurian, kekerasan, dan lainnya, sang kreator tidak menggunakan formula yang sama. Ada saja perbedaan trik yang digunakan pelaku untuk melakukan kejahatan. Hal ini yang membuat saya kagum bahwasanya ide yang dimiliki manusia bisa sangat brilian dan hebat :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 6)

coverconansp6

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 6)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792029345

cooltext-blurb

Kogoro dan Conan diundang oleh sebuah kantor penerbit untuk diwawancarai. Belum lagi wawancara dimulai, kehebohan terjadi. Salah seorang staf kantor itu ditemukan tewas di dapur. Tetapi, mayatnya tiba-tiba hilang. Benarkah ada mayat di dapur? Atau itu hanya halusinasi?

cooltext-review

Sembilan chapter yang disuguhkan di jilid keenam komik Detektif Conan Edisi Spesial ini kembali pada kolaborasi saat jilid perdana yaitu Aoyama Gosho dan Yamagishi Eiichi. Seperti bisa diduga, dari sembilan chapter tersebut, ada delapan kasus yang terdiri dari satu kasus disajikan dalam dua chapter, sedangkan kasus lainnya langsung tamat dalam satu chapter.

Mayat adalah chapter pertama sekaligus kasus pertama yang juga dimuat sinopsisnya dalam blurb jilid ini. Megumi Sakura adalah seorang wartawan dari Penerbit Shogaku. Hari itu ia bertugas mewawancarai Kogoro Mouri. Karena itu adalah tugas besarnya yang pertama, ia amat gugup. Kogoro dan Conan yang menjadi tamu sungguh terkejut dengan sosok Megumi.

Dalam kegugupannya, Megumi tanpa sengaja menemukan mayat rekan kerjanya yang bernama Nakajima di dapur kantor. Ia langsung heboh melapor pada kepala redaksi dan Kogoro Mouri. Sayannya, tiba-tiba mayat Nakajima lenyap begitu saja. Dituduh berhalusinasi, Megumi bersama Conan akhirnya bertualang mengungkap kebenaran dari kejadian ini. Berhasilkah?

Pak Arino datang ke gedung ini satu jam yang lalu. Dia di sana cuma sekitar lima menit… Tapi tidak mampir ke ruang redaksi mana pun. (Halaman 24)

Salah satu kasus yang cukup menarik yang disajikan dalam satu chapter adalah Password. Tiga bersadara yang bernama Tomio Onda, Takeshi Onda, dan Yoshiki Onda baru saja ditinggal oleh orang tua mereka satu-satunya, Joichiro Onda. Sewajarnya orang meninggal, mendiang Joichiro meninggalkan warisan harta senilai dua milyar yen di dalam brankas untuk anak-anaknya.

Yang menarik, brankas tersebut dihubungkan oleh sebuah password yang bisa membuka pintu brankas. Petunjuk yang harus dipecahkan antara lain gambar mawar biru, berbagai bulatan berwarna, serta tulisan “Masukkan angka yang tepat” dan “Pintu akan terbuka hanya untuk orang yang bernar-benar mengetahuiku”. Tiga kali kesempatan atau harta akan terbakar habis.

Kurasa yang tadi sudah 90% benar… Masalahnya, tinggal memecahkan warna abu-abu ini. ‘Pintu akan terbuka untuk orang yang benar-benar tahu aku’. Mungkin ada rahasia pada kata kunci ini? (Halaman 91)

Satu-satunya kasus yang disuguhkan dalam dua chapter adalah Bunuh Diri Palsu bagian 1 & 2. Kali ini keluarga Mouri (plus Conan, tentu saja) sedang berlibur di sebuah pemandian air panas yang katanya nomor satu se-Jepang. Beruntungnya, selain mereka hanya ada satu rombongan lain dari sebuah penerbit yang berada di penginapan sekaligus pemandian air panas tersebut.

Shoko Miyabi adalah seorang penulis novel dengan karya hits baru-baru ini. ia menginap bersama kawannya yaitu Chisato Kanaya dan Katsuya Otaka. Sayang seribu sayang, Shoko harus meregang nyawa ketika sedang mengunjungi air terjun di dekat penginapan. Yang aneh adalah Shoko meninggal secara misterius padahal ia ke sana bersama yang lain. Nah kok bisa?

Baju yang dipakai Kak Shoko juga nggak ada. Aneh, ya… Aku sudah memeriksa kamarnya untuk memastikan, tapi nggak ada baju maupun sepatu yang dipakai Kak Shoko tadi siang. (Halaman 107)

Delapan kasus yang disuguhkan di jilid kali ini masih terasa hambar, secara umum. Selain tiga kasus yang sempat saya singgung di atas, kasus lain terasa datar dan biasa-biasa saja. bukannya tidak menarik sama sekali, hanya saja saya menginginkan jangan terlalu buru-buru dalam menyelesaikan sebuah kasus. Alur yang runtut dan perlahan justru membuat geregetan, kan?

Meskipun demikian, saya salut bagaimana sang kreator dan pasangannya bisa memberikan berbagai macam kasus yang berbeda namun kuat dari segi karakterisasi maupun alur cerita. Tidak ada kasus yang mirip atau hampir serupa dengan kasus yang lain. Masing-masing berdiri sendiri dengan kuat sehingga jka dibaca ulang pun akan mudah diingat alur ceritanya.

Satu eh dua hal yang membuat saya cukup terganggu saat membaca jilid ini adalah halaman 15 dan 16 yang tercetak sama persis namun isi dialog dalam balon kata yang berbeda. Selain itu ada kesalahan penempatan nama Chisato Kanaya dan Katsuya Otaka yang terbalik alias bukan pada gambar orang yang dimaksud. Agak disayangkan editor Elex Media membiarkan hal ini.

Hingga jilid ini saya jadi merasa bahwa dalam kehidupan perdetektifan Kogoro Mouri, Conan bukan lagi seorang anak kecil yang numpang tinggal di rumahnya, melainkan sudah menjadi semacam perangko yang selaluuu nempel ke Kogoro saat menyelidiki kasus. Terbukti pada chapter Mayat, Password, Bunuh Diri Palsu, dan Budha Harakiri Conan selalu ada saat kejadian.

Saya jadi merasa bahwa Conan yang sudah bisa ikut terlibat menyelidiki kasus seolah tidak memberi ruang luas pada Kogoro Mouri. Padahal pada awalnya Conan hanya menjadi seorang anak SD yang secara kebetulan menumpang tinggal di kediaman Kogoro sambil mencari informasi tentang kelompok pria berjubah hitam. Namun kali ini? Conan sudah berdikari. Hm.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 4)

coverconansp4

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 4)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: M. Gunarsah & Floriana Gandhi

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792026177

cooltext-blurb

Pesta kembang api yang meriah dikotori dengan kasus pembunuhan yang sadis. Korban dijatuhkan dari ketinggian sampai memecahkan lantai kayu. Mungkinkah Pak Tua si kepala desa yang melakukan itu? Bagaimana dia melawan anak muda yang lebih kuat darinya?

cooltext-review

Hari-hari Conan yang diliputi oleh berbagai kejadian kriminal masih berlangsung. Kali ini Conan kembali dalam komik edisi spesial yang memuat kasus singkat dan pendek. Enam kasus yang tersaji dalam sebelas chapter di komik ini masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Paling banyak satu kasus disuguhkan dalam dua chapter. Namun, ada pula yang hanya satu.

Pembunuhan Festival Boneka bagian 1 & 2 adalah kasus pertama yang tersaji dalam dua chapter. Kali ini Ran, Kogoro, dan Conan berkunjung ke sebuah toko kue. Kebetulan di toko yang merangkap rumah tersebut sedang diadakan festival boneka. Anak sang pemilik rumah bernama Yuka Nakaura mengundang tiga teman dekatnya yaitu Mariko Igarashi, Yasuko Hiyama, dan Yasuhiko Enari. Tak disangka, hari itu adalah hari terakhir Yuka hidup di dunia.

Kematian Yuka yang mendadak akibat racun membawa kesimpulan bahwa Yuka dibunuh oleh seseorang yang ada di pesta itu. tak pelak ketiga teman Yuka menjadi tersangka. Yang jadi pertanyaan, siapa dan bagaimana Yuka bisa meninggal karena racun? Conan sangat penasaran. Siapa sangka gelas penyok bisa menjadi petunjuk yang sangat berguna. Penasaran?

Orang yang duduk di kursi ini… Kenapa tidak minum seteguk pun? Ataukah dia tak bisa meminumnya? Kenapa? (Halaman 18)

Selanjutnya, Kogoro mengajak Ran dan Conan ke kota sebelah. Hal ini karena ada seseorang bernama Shuichi Nomiya yang meminta Kogoro datang ke desa tempat tinggalnya karena ada suatu hal penting. Apes, mobil Kogoro tidak bisa melewati jalan karena terhalang pohon roboh akibat badai. Kisah ini tersaji dalam chapter Pembunuhan Malam Pesa Kembang Api bagian 1 & 2.

Setelah beres urusan pohon tumbang, Kogoro yang baru sampai did esa itu dikejutkan dengan kematian Shuichi Nomiya, kliennya sendiri. Kematian yang sangat tragis membuat Kogoro berapi-api mengungkap siapa pelakunya. Ia langsung meminta kehadiran Takeshi Nakano, sang kepala desa yang ia duga sebagai pelakunya. Namun, alibi kepala desa sangat kuat. Hm.

Dia sengaja merekam video ini dan membuat alibi. Tidak salah lagi, pelakunya adalah kepala desa. Tapi… bagaimana caranya dia membunuh? Adakah cara pembunuhan yang bisa dilakukan pria setua dia? (Halaman 117)

Petir Setan bagian 1 & 2 adalah chpater yang mengisahkan tragedi kematian Takeshi Tanba, guru IPA tempat Conan dan Genta Kojima bersekolah. Ya benar, Conan dan Genta menjadi saksi mata kematian guru yang berusia 46 tahun itu. kematian beliau diakibatkan rusaknya alat pacu jantung karena sinyal radio. Selain Conan dan Genta, ada empat orang yang dicurigai.

Sachi Makise, Wakamatsu, Saito, dan Yoshida adalah rekan kerja Pak Takeshi. Selain Sachi, ketiga guru yang lain membawa laptop, telepon genggam, dan pencukur elektrik saat berada di dekat Pak Takeshi di dalam lift. Ketiga alat tersebut juga bisa menjadi penyebab rusaknya alat pacu jantung. Yang jadi misteri,, ketiga alat itu dalam keadaan tidak aktif saat di lift. Lalu?

Me… Memang itu mantel milikku, tapi kalau listrik statis cuma berkumpul dan tidak menyentuh sesuatu, listrik tak akan mengalir. (Halaman 186)

Komik jilid ini formatnya masih sama dengan dua jilid yang saya baca sebelumnya. Kasus yang disajikan cukup pendek dan padat. Dua chapter (paling banyak) sudah bisa mengakomodir siapa saja (calon) korban dan (terduga) pelakunya, bagaimana si korban meregang nyawa, hingga penyelidikan Conan mengenai cara membunuh serta siapa pelaku yang sesungguhnya.

Namun demikian, terlihat pola karakter tempelan pada hampir setiap kasus, terlebih kasus yang hanya disajikan dalam satu chapter. Selain Conan, Ran, Kogoro, ataupun tokoh utama yang memang sudah muncul pada edisi reguler, tokoh-tokoh lain khususnya korban dan pelaku hanyalah sekadar karakter yang penting dalam situasi tertentu. Mereka tak pernah muncul lagi.

Memang sangat sulit memunculkan karakter pendukung pada dua atau lebih kejadian yang berbeda apabila mereka bukan karakter utama. Memang benar sih, tetapi seharusnya sang mangaka bisa memperhatikan hal ini. tentu hal ini bisa membuat dunia tempat Conan tinggal bisa terkesan nyata dan realistis. Kalau hanya sekadar lewat, seolah Conan ini terlalu mujur.

Kalau bicara tentang kasus yang berkesan, saya masih belm bisa menemukan kasus yang membuat saya sangat terkesan dalam artian ternganga karena tidak menyangka trik yang digunakan pelaku atau bahkan siapa pelaku sesungghnya. Semua kasus di komik jilid ini terasa datar dan kurang greget. Semoga penilaian saya bisa leih baik untuk jilid selanjutnya. Bye~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 3)

coverconansp3

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 3)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792024654

cooltext-blurb

Kogoro mendapat tawaran untuk menjadi figuran dalam sebuah syuting film. Akan tetapi, rasa takut pada gempa membuat syuting filmnya berantakan. Akhirnya syuting ditunda dua jam. Saat kereta berlari di atas jembatan, tiba-tiba tubuh sang sutradara melayang, jatuh ke sungai.

cooltext-review

Halo, selamat malam. Kali ini saya akan mengulas lagi komik Detektif Conan Edisi Spesial. Sama seperti jilid pertama yang saya baca, kali ini komik Conan dibuat tak hanya oleh Aoyama Gosho saja, melainkan ada tiga orang yang ikut ambil bagian yaitu Abe Yutaka, Maru Denjiro, dan Taira Takahisa. Hal ini membuat goresan gambar menjadi “berbeda” dengan biasanya.

Sebelum memasuki cerita pertama, ada pengenalan tokoh utama yaitu Shinichi Kudo, Conan Edogawa, Ran Mouri, dan Kogoro Mouri. Pengenalan ini meliputi karakterisasi tokoh. Selain itu ada pula bagian “Ringkasan Cerita Sebelumnya” yang mengambil dari komik edisi reguler jilid pertama tentang cikal bakal kemunculan Conan Edogawa setelah hilangnya Shinichi Kudo.

Komik edisi khusus ini memiliki sepuluh chapter yang secara keseluruhan berisi lima kasus yang berbeda. Saya tak akan membahas semuanya, jadi cukup tiga kasus saja ya. Yang pertama adalah Pembunuhan Gamer bagian 1 & 2. Ran, Conan, dan Kogoro sedang berada di International Event Centre di Pusat Kota Rinkai untuk menyaksikan Turnamen Arcade Game Final Fighter.

Ryo dan Tetsu adalah dua pemain yang bertarung sengit ketika tiba-tiba listrik di tempat itu padam. Saat listrik menyala, Tetsu ternyata sudah tidak bernyawa. Semua orang di panggung termasuk Kitagawa sang maskot juga tak luput dicurigai sebagai pelaku pembunuhan Tetsu. Disinyalir Tetsu tewas akibat listrik bertekanan tinggi yang mengenainya. Namun, bagaimana?

Mengalirkan listrik tegangan tinggi mustahil dilakukan tanpa adanya alat pengatur tegangan. Tak ada lagi tempat yang bisa menyembuyikan alat itu selain mesin game ini. (Halaman 76)

Pembunuhan Blue Train bagian 1 & 2 adalah kasus yang turut dituliskan pada blurb komik ini. Kogoro yang mendapat tawaran berperan di film arahan Sutradara Mizouchi harus berakhir dengan tewasnya sutradara tersebut ketika sedang istirahat syuting di atas kereta. Ya benar, syuting saat itu dan tewasnya sutradara berlangsung di gerbong kereta yang sedang berjalan.

Aktor Aida, dekorator Tomoi, dan asisten sutradara Ito menjadi tiga orang tersangka pembunuhan sang sutradara. Trik yang sangat rapi membuat Kogoro dan Conan cukup kesulitan menentukan siapa dan bagaimana pelaku tersebut beraksi. Siapa sangka sebuah foto kamar Sutradara Mizouchi menjadi titik terang trik yang digunakan si pelaku. Apakah itu?

Tuas darurat itu seharusnya di sana ada kaca. Tapi, pecahan kaca tidak ada di mana pun. Dan wajah Pak Mizouchi pada waktu jatuh itu… Ekspresinya seperti orang yang terkejut. Ini, bukan bunuh diri!! Dia dibunuh seseorang!! (Halaman 107)

Pembunuhan Kritikus Makanan bagian 1 & 2 adalah kasus pembunuhan yang terjadi di sebuah acara televisi bertajuk Lomba Masak. Karena acara ini dibuka untuk umum, (lagi-lagi) Kogoro, Ran, dan Conan bermaksud menyaksikannya secara langsung. Apalagi seorang kritikus makanan yang terkenal bernama Yoichi Senzui turut serta menjadi juri acara masak tersebut.

Siapa sangka, acara yang bahkan belum berakhir itu harus dwarnai dengan kematian Yoichi. Lagi-lagi ada tigaa orang yang dicurigai sebagai pelakunya. Mereka adalah Yumi Kondo si pembawa acara, Bin Umehara peserta Lomba Masak, dan Shinagawa sang sutradara acara tersebut. Kogoro yang tergesa-gesa menyimpulkan kasus ini lagi-lagi harus dibungkam Conan sebelum menjadi lebih parah. sayangnya, belum sempat Conan “beraksi”, hal darurat terjadi!

Yang bisa memasukkan cuma tiga orang itu. Umehara si pembuat sup. Sutradara Shinagawa yang memilihkannya. Dan Yumi Kondo yang menanyakan pendapatnya waktu Yoichi mencicipi. (Halaman 146)

Satu pendapat yang muncul ketika membaca komik jilid ini (dan jilid perdana juga) adalah: “Kok gambarnya beda yaaaaaa?” Sepertinya saya telat menyadari bahwa edisi spesial ini tidak sepenuhnya (atau malah sama sekali tidak) digambar oleh Aoyama Gosho, melainkan goresan tangan nama-nama selain si pencipta asli Detektif Conan yang terpampang di halaman satu.

Ide cerita bisa jadi merupakan buah pikiran sang kreator asli Conan. Jadi saya tidak terlalu kecewa dan merasa ini merupakan doujinshi ataupun fanart. Tetapi rasanya memang sangat berbeda membaca versi gambaran orang lain dibandingkan sang empunya karya meskipun sama-sama Conan dan tokoh-tokoh penting lainnya. Feel-nya terasa aneh, in a good way.

Semua kasus yang disuguhkan di jilid ini sama dengan jilid pertama alias tidak ada yang menggantung apalagi bersambung. Namun demikian, jumlah chapter yang tidak hanya satu untuk setiap kasus membuat eksplorasi latar belakang dan trik yang digunakan pelaku menjadi tidak terlalu singkat seperti jilid perdana. Karakter pelaku atau korban bisa digali lebih dalam.

Tokoh yang menurut saya terlihat lebih bodoh dibandingkan edisi reguler adalah Kogoro Mouri. Memang di edisi reguler ia digambarkan sebagai detektif ceroboh yang suka memberikan deduksi asalasalan. Namun, ia masih bisa terlihat sebagai detektif serius yang masih mau berpikir. Namun di jilid khusus ini Kogoro justru terkesan dungu dan bodoh sekali.

Saya tidak masalah jika panggung komik ini hanya untuk Conan. Namun saya menjadi cukup bosan ketika Conan hanya berpikir sendiri, berperan sendiri, dan akhirnya jadi menganalisis sendiri. Jilid khusus ini seolah menjadikan tokoh-tokoh lain (selain korban dan pelaku) hanya sebagai tempelan figuran tak berarti banyak untuk keberlangsungan pemecahan kasus. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 1)

coverconansp1

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 1)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho & Yamagishi Eiichi

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792020205

cooltext-blurb

Siapa tak kenal Conan? Detektif cilik jelmaan Shinichi Kudo yang tubuhnya menciut karena racun dari kawanan berjubah hitam. Kali ini, dalam penyamarannya sebagai anak SD, dia masih bisa membagi waktu antara memecahkan kasus dan bermain dengan kelompok detektif ciliknya. Kali ini, Conan beraksi dalam kasus pendek yang cukup menegangkan.

cooltext-review

Haloo. Setelah sebeas hari saya tidak posting apapun di blog ini, kali ini saya akan memberikan sebuah tulisan tentang kesan setelah membaca komik Detektif Conan Edisi Spesial jilid pertama. Ya benar, ada yang berbeda di komik Conan yang akan saya bahas kali ini. Edisi spesial artinya tidak berasal dari satu pencipta. Selain Aoyama Gosho, ada Yamagishi Eiichi sebagai co-creator.

Ada sembilan chapter yang masing-masing berisi satu kasus langsung tamat. Hal ini jauh berbeda dibandingkan edisi reguler yang memerlukan dua hingga tiga chapter hanya untuk satu kasus saja. prosesnya cukup panjang dan memerlukan jumlah halaman yang tidak sedikit. Sedangkan di komik ini, permulaan, terjadinya, dan penyelesaian kasus menjadi sangat cepat.

Nafsu Membunuh adalah chapter yang menurut saya memiliki trik pembunuhan paling sadis. Bersetting pada sebuah teater pertunjukan bertajuk The Tail of The Comet. Ran, Conan, dan Kogoro menyaksikan pertunjukan itu dengan sangat antusias. Sayangnya, Michiru, sang aktris utama harus tewas dengan sangat tragis ditengah-tengah pertunjukan.

Saeko Kusunoki, rekan Michiru sekaligus pelaku kasus ini memainkan peran pembunuh yang hampir sempurna. Ya benar, pelaku dan motif sudah disebutkan sejak awal cerita. Trik yang digunakan harus segera diungkap oleh Conan. Saya tidak menyangka bahwa Saeko akan memakai dua trik agar rencananya berhasil. Hal ini pula yang akhirnya menyadarkan Conan.

Jam 08.05 sejauh ini sesuai rencana… Berbalik ke kanan di sana. Ambil setengah langkah. Berputar. Lalu ke tengah. Ya… Jangan sampai salah Michiru! Seperti itu. Ya! lakukan dialog paling panjang dalam drama ini di sana! (Halaman 50-51)

Gedung Hantu adalah chapter yang rngan karena mengambil tokoh yang berperan yaitu anak-anak kecil. Ya benar, Ayumi Yoshida, Genta Kojima, dan Mitsuhiko Tsuburaya menjadi orang-orang yang mengajak Conan menyelidiki gedung terlantar di Kota Beika blok 4 yang disebut-sebut dihuni oleh hantu semenjak pemiliknya menghilang dikejar-kejar penagih utang.

Malam hari, keempat anak ini sudah mulai mengeksplorasi lantai demi lantai gedung itu. sejak lantai satu hingga lantai empat tidak ada hal yang mencurigakan. Tiba-tiba muncul jeritan misterius dan cahaya aneh. Bahkan Conan menemukan fakta mengejutkan adanya lantai lima padahal tangganya sudah hais. Mungkinkah ada hal yang tak beres di lantai “tambahan” itu?

Gawat. Padahal sudah mau pulang. Tapi, memang aneh. Masih ada lantai atas padahal tangganya sudah habis. Apa artinya? (Halaman 91)

Pesta keluarga Suzuki diadakan oleh Sonoko. Kali ini Ran dan Conan diundang memeriahkan acara tersebut. Tak disangka, pada chapter berjudul Pembunuhan Beracun ini terjadi sebuah drama pembunuhan yang cukup pelik. Nambara dan Takechi adalah teman Sonoko. Perjumpaan mereka yang hangat ternyata merupakan perjumpaan terakhir dengan Takechi.

Satu-satunya orang yang dicurigai sebagai pembunuh Takechi memiliki alibi yang sangat kuat. Bahkan trik yang digunakan juga hampir mustahil karena ada SOnoko, Ran, dan Conan yang mendukung trik rumit tersebut. Namun demikian, akhirnya Conan bisa memecahkan kesulitan kasus ini dan meminjam tubuh dan suara Sonoko saat mengungkap segalanya.

Bahkan berlebihan. Dia menganggap orang lain sebagai kuman. Dia juga benci menyentuh gantungan dalam kereta dan kenop pintu. Itu sebabnya dia selalu memakai sarung tangan. (Halaman 170)

Terasa lebih menyenangkan membaca komik edisi spesial ini dibandingkan edisi reguler karena saya tidak perlu merasa kesal ketika menjumpai kata “BERSAMBUNG” di akhir halaman hahahaha. Satu chapter yang memuat satu kasus langsung tamat sejak permulaan, kejadian, dan penyelesaian membuat setiap chapter terasa sangat padat dan ringkas. Triknya jadi sederhana.

Berbeda apabila edisi reguler yang satu kasus bisa dua atau tiga chapter, trik pelaku dan motif yang melatar belakanginya bisa diungkap lebih jelas dan kompleks. Tentu hal ini membuat pembaca tidak diberi celah menebak dengan pasti siapa pelaku sesungguhnya. Sedangkan di komik ini? Saya merasa mudah menebak siapa pelakunya meski belum bisa menebak triknya.

Meski ada nama Aoyama Gosho, saya merasa “nyawa” cerita dan gambarnya sudah tidak sama dengan edisi reguler. Apakah hal ini karena ada Yamagishi Eiichi yang mendampingi? Entah. Yang jelas meski koridor dan jalur penceritaannya sama, lingkungan yang tercipta jadi terasa berbeda saat dikerjakan oleh dua orang yang berbeda. Saya penasaran dengan jilid selanjutnya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan (Jilid 52)

coverconan52

Judul: Detektif Conan (Jilid 52)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792736748

cooltext-blurb

Conan dan Ran ikut hunting maple karena diajak Sonoko. Di luar dugaan, gunung dipenuhi saputangan merah akibat populernya drama “Maple Musim Dingin’. Bahkan, staf AD drama tersebut ditemukan sudah jadi mayat!!

cooltext-review

Ada yang berbeda di jilid ke-52 komik Detektif Conan kali ini. Sebelas chapter yang disajikan tidak ada yang diawali dengan sambungan chapter jilid yang lalu ataupun diakhiri dengan kata BERSAMBUNG yang tebal. Selain itu, komik ini menyuguhkan empat kasus lengkap tanpa jeda. Jumlah kasus terbanyak yang pernah saya temui selama membaca komik Detektif Conan.

Kejadian mencurigakan yang pertama terjadi ketika Profesor Agasa, Conan, Ai, Mitsuhiko, Ayumi, dan Genta sedang antri pada acara preview film Star Blade VI Final Series. Saat antri, mereka bertemu dengan lelaki gembul bernama Tatei. Ia dan kekasihnya, Ami, adalah penggemar berat Star Blade. Pun demikian dengan Narukawa, sahabat baiknya sendiri.

Gerak-Gerik yang Mencurigakan adalah chapter yang menegaskan apa yang hendak Tatei lakukan pada Narukawa. Profesinya sebagai wartawan sekaligus fotografer dimanfaatkannya memberikan tiket yang dijual terbatas pada sahabatnya sendiri. Sebuah fakta yang memilukan ternyata disimpan oleh Tatei dan Narukawa sejak tiga tahun terakhir. Fakta apakah itu?

Dia merobek halaman yang ditulisi nama dan alamat profesor, lalu dia memasukkannya ke dalam kotak film bersama filmnya, ‘kan? Kurasa dia lakukan itu agar tidak lupa bahwa dalam film itu ada foto kita… (Halaman 15)

Kasus kedua berlangsung pada sebuah pesta pernikahan. Karena nyawa kedua mempelai bernama Masateru Taira dan Rei Masudo diincar oleh seorang perampok sadis dan pembunuh berantai, polisi Takagi dan polwan Yumi bermaksud menggantikan posisi mereka berdua saat acara pernikahan. Sayangnya, penjagaan ketat dari polisi ternyata berhasil dibobol pelaku.

Rinzo Gunji, Teigo Shimabukuro, dan Fukuharu Karube adalah tiga orang yang tidak dikenal Masudo atapun Taira. Ketiga orang ini pada chapter berjudul Kepanikan di Wedding Hall juga digambarkan memiliki hal yang mencurigakan. Kasus mulai berkembang ketika pelaku sesungguhnya menampakkan diri. Tak disangka ternyata pelakunya bukanlah ketiga orang itu!!

Kalau begitu, kemungkinan mayat itu adalah salah seorang dari daftar undangan… Dia mengincar surat undangan pernikahan… Dengan kata lain, kemungkinan… Dia sudah ada di wedding hall ini!? (Halaman 52)

Kasus ketiga adalah kasus pembunuhan yang berasal dari dunia kepenulisan. Toshihisa Manda adalah seorang novelis sejarah yang cukup ternama. Hari itu adalah batas akhir ia menyerahkan naskahnya pada Editor Shimaki. Ia meminta ijin pada Shimaki agar bersedia menunggu selama dua jam lagi di hall elevator hotel. Ternyata, Manda justru menyelinap dan pergi keluar hotel.

Manda mengunjungi Kohei Haramoto, pemuda yang disinyalir sebagai penulis bayangan Manda. Kesetiannya pada Manda ternyata membuat Manda gelap mata dan membunuh muridnya itu. Benda yang Ingin Disembunyikan adalah chapter yang menyuguhkan bagaimana detik-detik polisi dibantu Conan dkk mengungkap kebenaran kasus ini sejak awal. Berhasilkah?

Si pelaku memasang terbalik bukan karena menyembunyikan sesuatu… Tapi, karena dia merasa bisa bersembunyi kalau posisinya terbalik? Apa bedanya dua hal itu? Sama saja, ‘kan? (Halaman 120)

Nama dalam Huruf Katakana adalah cikal bakal kasus keempat. Kali ini Conan, Ran, dan Sonoko mengunjungi sebuah lokasi syting drama populer berjudul Maple Musim Dingin. Saking populernya, penginapan di dekat lokasi itu sangat ramai pengunjung. Sayangnya, lagi-lagi ada sebuah kasus pembunuhan seorang bernama Hozumi yang sempat berpapasan dengan mereka.

Isamu Okuma, Tatsuzo Watanuki, dan Hans Beckley adalah tiga orang yang disinyalir sebagai tersangka pembunuhan. Polisi Yamamura yang memimpin penyelidikan tidak berguna sama sekali karena deduksinya hanya recehan belaka. Hingga akhirnya Conan bisa menguak pelaku sesungguhnya. Namun, ternyata pelaku itu tak sendirian. Ada 50 orang yang mendukungnya!

Pesannya, ‘Pohon yang kau cari sudah kutemukan, datanglah ke tempat batu besar yang digunakan dalam adegan akhir drama… Dari Hozumi’. Entah kenapa pakai huruf katakana… (Halaman 158)

Jilid kali ini adalah jilid yang saya sukai karena tidak ada yang bersambung huahahaha. Setiap kasus disajikan dengan baik tanpa ada kejanggalan yang saya temukan seperti yang saya alami pada jilid nomor 43. Bahkan kasus pertama yang hanya sekejap membuat saya bisa mengetahui apa yang direncanakan oleh Tatei pada diri Narukawa dengan menggunakan nama Ami.

Kasus kedua sebenarnya agak membingungkan perihal sidik jari yang tertempel di pisau milik pelaku. Sebenarnya tidak terlalu rumit jika saya benar-benar mencermati setiap kalimat Inspektur Megure. Sayangnya, saya terlalu lelah membayangkan kondisi yang sesuai dengan yang ditunjukkan di gambar. Terlebih plot twist yang disuguhkan benar-benar mengecoh saya.

Kasus ketiga dan keempat sama-sama menarik karena menghadirkan dunia yang berbeda yaitu dunia kepenulisan dan dunia drama televisi. Namun, saya terlalu jenuh dengan printilan hal tak penting tentang drama Maple Musim Dingin yang disebutkan berulang-ulang. Masih mending jika hal itu berguna bagi penyelidikan. Nyatanya?? Tidak sama sekali. Saya jadi kesel sendiri.

Oh iya, saya baru pertama kali menemukan sebuah catatan kaki panel (karena berada di bawah panel tengah komik, bukan panel paling bawah) yang menyebutkan bahwa teks dan gambar tidak sesuai karena edisi Indonesia merupakan pembalikan dari edisi Jepang. Hmm, memang saya sudah tahu versi Jepang dibaca dari kanan ke kiri, sedangkan di Indonesia sebaliknya.

Meskipun menarik, saya sudah bisa menilai bahwa komik Detektif Conan mulai terlena dengan dunianya sendiri dan berbagai kasus yang muncul. awal mula kehadiran kelompok berjubah hitam seakan mengendap tanpa dikupas lagi dengan intens. Padahal saat jilid awal, kelompok ini muncul hampir setiap jilidnya. Yah, mungkin ini memang kesengajaan agar pembaca loyal.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan (Jilid 43)

coverconan43

Judul: Detektif Conan (Jilid 43)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792080025

cooltext-blurb

Heiji Hattori datang untuk mengundang Conan dan kawan-kawan ke Osaka pada musim panas. Namun, terjadi pertengkaran hebat dengan Kazuha karena pilihan untuk pergi ke Koushien atau Takarazuka. Akhirnya, Kogoro memutuskan untuk menentukannya lewat pertandingan analisis memecahkan pesan kematian dari kasus pembunuhan yang sedang dia usut!!

cooltext-review

Sebelas chapter yang disajikan dalam jilid nomor 43 Detekti Conan ini semakin seru saja. setelah jilid 40 yang lalu saya puji karena tidak memenggal kasus yang sedang berjalan dalam dua edisi yang berbeda, kali ini ternyata mengulang hal yang membuat saya sebal. Lagi-lagi kasus yang disajikan sejak chapter pertama jilid ini adalah lanjutan chapter di jilid 42. Huft. Sebel.

Oh iya, sekadar informasi saja, kasus pertama ini adalah kasus tentang penyerangan. Petunjuk simbol aneh yang mengarah pada pelaku secara tidak sengaja ada di bagian belakang celana milik Genta. Selain itu, Ayumi sempat berpapasan dengan si pelaku juga memperoleh bekas simbol yang sama. Lagi-lagi karena tak mengetahui awal mulanya, saya takkan membahasnya.

Handphone yang Tertinggal dalah cikal bakal kasus yang kedua. Sesungguhnya bukan tindak kriminal juga sih, hanya saja Azusa Enomoto, seorang waitress Kafe Poirot yang kebetulan disinggahi Conan dan Kogoro meminta bantuan mencari orang hilang yang handphonenya ketinggalan di kafe itu. Sayangnya, Azusa hanya ingat ciri fisiknya saja tanpa tahu namanya.

Kebingungan makin berkembang ketika polwan Yumi Miyamoto singgah ke Kafe Poirot karena hendak mencari informasi tentang seseorang yang tewas tertabrak truk beberapa hari yang lalu. Secara kebetulan, orang itu adalah pemilik HP yang dicari-cari oleh Asuza. Meskipun demikian, identitasnya masih belum jelas. Belum lagi kejanggalan isi HP itu. Bagaimana selanjutnya?

Azusa, yang namanya HP… Kalau cover belakangnya dilepas… Dan baterei dalamnya dilepas… Ada segel yang menunjukkan kode produksi… Kalau kita tanyakan kode itu pada produsen HP dan cari toko yang menjualnya. Lalu, kita ke toko itu untuk menceritakan masalahnya, pasti kita bisa tahu nama pembelinya… (Halaman 48-49)

Heiji Hattori dan KazuhaToyama mendadak mengunjungi Kantor Detektif Kogoro karena ingin mengundang keluarga Mouri dan Conan berlibur ke Osaka. Sebentar lagi liburan musim panas dimulai dan sepertinya sangat menyenangkan bisa pergi bersama. Namun, mereka berdua kurang sepakat antara pergi ke Koushien menonton pertandingan bisbol final musim panas atau ke Teater Takarazuka yang sangat meriah dengan deretan bangku yang strategis.

Pesan Segi Enam menjadi chapter penentuan duel analisis antara Kazuha dan Heiji. Benar, untuk menentukan pergi ke mana, mereka menganalisis kasus pembunuhan direktur Tsujiya Toys Production. Tersangkanya adalah Aiko Nao, Hasami Atsushi, Nakagami Isao, dan Iwatomi Hajime. Pesan kematian korban ternyata mengarah ke salahs atu dari mereka. Benarkah itu?

Sidik jari bisa tertinggal karena minyak dan keringat yang menempel di ujung jari, tapi jika manusia mati, keringat dan minyak pun akan terhenti… Walaupun orang mati dipaksa menggenggam balok susun, sidik jari paling cuma akan menempel jelas pada satu-dua balok yang pertama… Yang berikutnya akan semakin tipis dan akhirnya tak tertempel sama sekali. (Halaman 108)

Kasus keempat adalah sebuah kasus tentang ancaman bunuh diri yang melibatkan stadion Koushien. Benar sekali, pelaku yang menyebut dirinya sebagai Setan Koushien menghubungi Conan dan Heiji agar bisa mengungkap keberadaannya. Sayang sekali, keberlanjutan kasus ini bersambung ke jilid berikutnya sehingga tak bisa saya bahas lebih dalam lagi. So so sorry ya.

Well, kasus pertama dan keempat saya skip karena kekurang utuhan cerita. Kasus kedua memiliki tempo penyelidikan yang lebih singkat dibandingkan kasus ketiga. Selain itu, lapisan misteri yang harus dikuak juga tidak serumit kasus ketiga. Hal ini membuat saya mudah memahami penyelesaian kasus encarian pemilik HP yang tertinggal ini.

Sedangkan kasus ketiga yang melibatkan pesan kematian di balok mainan membuat saya pusing. Bukan tentang pengungkapan siapa pelaku sesungguhnya ataupun trik yang ia gunakan, melainkan pesan ematian itu sendiri. Sebagai catatan, balok mainan itu adalah sebuah balok yang setiap sisinya memiliki aksara bahasa Jepang yang berbeda-beda satu sama lain.

Benar sekali, bukan alfabet ABCD ataupun angka 1234 seterusnya, aksara yang tertera adalah aksara dari huruf hiragana atau katakana. Penjelasan panjang lebar Kazuha tentang pesan kematian itu tidak bisa saya pahami sama sekali karena saya rasa yang bisa memahami adalah orang Jepang asli atau orang yang menguasai bahasa Jepang. Jadi berkurang serunya. Huft.

Belum lagi dilanjutkan dengan kejadian di stadion Koushien yang menayangkan pertandingan final bisbol antara SMU Kounan dan SMU Oogane tidak bisa saya ikuti. Saya memang lemah dalam olahraga bisbol, ditambah penggunaan istilah inning, pole, batter, bla bla bla. Seharusnya istilah itu menjadi kunci pemecahan kasus, tetapi secara keseluruhan saya tidak menikmatinya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan (Jilid 40)

coverconan40

Judul: Detektif Conan (Jilid 40)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792060829

cooltext-blurb

Surat 40 tahun yang lalu ditemukan di kamar Profesor Agasa. Dalam surat dari cinta pertamanya yang mengajak untuk bertemu di tempat kenangan setiap 10 tahun, tertulis angka kode yang diperkirakan menunjukkan tempat pertemuannya. kebetulan, hari ini adalah hari yang dimaksud setelah 40 tahun berlalu. Dapatkah Conan dan Grup Detektif Cilik memecahkan kode itu?!

cooltext-review

Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid ke-40 (gilak, udah banyak aja ternyata) ini masih berisi kasus-kasus yang ditemui Conan Edogawa. Berbeda dengan jilid sebelumnya yang menghadirkan chapter pertama dalam kondisi pertengahan kasus, kali ini chapter pertama lebih jelas awal mula yang terjadi. Oh iya, tokoh utamanya polisi Takagi dan Miwako lho. Cihuy.

Tropical Marine Land adalah taman hiburan tempat Takagi dan Miwako berkencan diam-diam. Ya benar, mereka kencan tanpa diketahui jajaran kepolisian yang lain. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab Miwako dianggap sebagai primadona yang disukai para polisi pria, termasuk inspektur Shiratori. Sayangnya, kencan tersebut harus terusik karena kehadiran Profesor Agasa bersama Conan, Ayumi, Mitsuhiko, Genta, dan Ai yang “diundang” oleh Shiratori. Hmmm.

Pencarian Besar yang Tidak Wajar adalah chapter yang mengisahkan kasus dugaan transaksi narkotika di taman bermain itu. tas milik Takagi yang tertukar dengan seorang kurir pembawa heroin membuat mereka semua harus menyelidiki siapa kurir itu. Singkat kata, mereka bisa berjumpa Asakichi Yakura, sang dealer narkoba. Berhasilkah mereka menggagalkannya?

Artinya, pemilik tas itu selalu memikul tasnya di bahu kiri, ‘kan? Kalau dia memikulnya di bahu kanan, pasti lubang sabuk untuk tangan kanan yang akan melebar! (Halaman 24)

Kari yang Mencurigakan adalah chapter yang mengisahkan kasus kedua. Kali ini Conan, Ran, Kogoro, dan Sonoko hendak pergi liburan ke villa milik kakak Sonoko. Sayangnya, tragedi mobil yang hanyut dan tersesat di tengah hutan membuat mereka semua harus menumpang sementara di rumah Hiroto Akashi. Tak disanga, malam itu ada tragedi kematian Iwao Akashi.

Kematian ayah angkat Hiroto menyyisakan misteri karena beliau tewas dengan kondisi yang mencurigakan. Conan yang piawai memecahkan kasus harus menerima kenyataan bahwa suaranya hilang karena radang tenggorokan. Polisi Gunma bernama Misao Yamamura juga tidak terlalu membantu sebab ia kurang ahli dalam memecahkan kasus. Bagaimana selanjutnya?

Kalau giginya dicabut dua-tiga hari yang lalu, mestinya lubang pada gusinya mulai menciut seperti kuncup karena diobati… Tapi, gusinya masih tetap menganga dan tak ada bekas darah yang menggumpal di gusinya! Dengan kata lain, ini adalah… (Halaman 86)

Profesor Agasa yang kehilangan undangan pernikahan temannya dibantu oleh Ai, Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Conan mencari di seluruh penjuru rumah. Selain menemukan undangan itu, Profesor juga menemukan kartu pos dari seorang anak perempuan sejak 40 tahun yang lalu. Isinya menyebutkan ia ingin bertemu dengan Profesor setiap sepuluh tahun sekali.

Fusae Kinoshita, perempuan itu tidak menyebutkan tempat ia menunggu secara spesifik. Tempat Kenangan merupakan chapter seru sekaligus mengharukan sebab mereka berusaha memecahkan kode yang diberikan Kinoshita. Padahal mereka sampai tersesat di kebun binatang. Berhasilkah mereka semua menemukan tempat cinta pertama Profesor menunggu sejak 40 tahun yang lalu?

Kalau 4163 kode tempat pertemuan yang tertulis di kartu pos itu menunjukkan Pak Yoichiro, kepala kebun binatang ini. kalau 33 berarti bintang ke-33 yang dimasukkan ke sini, dan  berarti keledai… (Halaman 130)

Kasus keempat berisi tentang nyawa seorang konglomerat yang diincar orang misterius. Sang pengincar mengirimkan catatan tanpa nama dibalik bantal sang konglomerat. Bayaran yang sangat tinggi membuat Kogoro tak ragu langsung menerima. Namun, karena tidak lengkap proses penyelidikan kasus ini (alias bersambung), jadi tak akan saya bahas lebih jauh lagi.

Saya suka jilid ini karena tidak diawali dengan chapter yang “separuh jalan” seperti jilid-jilid sebelumnya. Meski sepertinya awal mulanya sedikit tertinggal di jilid 39, paling tidak 99% awal mula kasus hingga akhir penyelesaiannya dimuat dalam satu komik. Terlebih akhir kisah yang manis antara Takagi dan Miwako membuat saya senyum-senyum sendiri. Haduuh sirik :))

Kasus kedua sangat berpotensi menjadi menarik dan memukau. Sayangnya, saya menemukan kejanggalan yang cukup fatal di kasus ke dua ini. pasalnya, disebutkan bahwa kedua tangan ayah Hiroto diikat dengan tali lampu. Namun, ketika ditemukan oleh Ran dan Conan, kedua tangannya tidak diikat. Lalu, siapa yang membuka ikatan padahal alibi semua orang sempurna?

Saya sangat gemas kenapa harus disebutkan kedua tangan beliau diikat sesaat sebelum dibunuh. Hal ini justru membuat trik pembunuhannya terasa sangat janggal. Lagi pula, pemecahan kasus ini terkesan terburu-buru dan kurang pendalaman yang lebih intensif. Namun, Conan yang kehilangan suaranya membuat kisah kedua ini jadi lebih menarik hehehe.

Bagaimana dengan misi pencarian cinta pertama Profesor Agasa sejak 40 tahun yang lalu? Jujur saya tidak memiliki ekspektasi apapun terhadap kisah ini. terlebih ternyata lambat laun pemecahannya menggunakan istilah asing yang saya tidak tahu sama sekali. Jadi yaah, bisa dikatakan saya antara menikmati dan tidak sih. Yang jelas overall jilid ini tidak terlalu buruk :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan (Jilid 28)

coverconan28

Judul: Detektif Conan (Jilid 28)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792027372

cooltext-blurb

Berdasarkan surat yang ditujukan pada Heiji, Conan dkk berangkat menuju pulau tempat tinggal putri duyung. Di sana ada orang tua berusia 130 tahun yang dipanggil Sang Dewi, yang kabarnya mendapat keabadian karena makan daging putri duyung. Sejak malam itu, terjadi kasus pembunuhan berantai…

cooltext-review

Haloo! Kali ini saya hendak memberikan kesan-kesan setelah membaca komik Detektif Conan jilid ke-28. Kenapa saya sebut kesan? Karena kalau disebut ulasan, apalagi resensi, kok kesannya sangat kelas tinggi banget. Padahal unsur-unsur yang saya tuliskan di postingan ini masih suka-suka saya. Jadi yah, begini saja intermezo sebelum membahas keseluruhan isinya.

Kasus pertama sebagai pembuka sebelas chapter di komik ini adalah mengenai hilangnya Ai dan Mitsuhiko karena menyaksikan penembakan seorang pemburu di tengah hutan. Mereka berdua harus kabur dari kejaran sang penembak yang tidak ingin identitasnya diketahui. Kasus yang melibatkan beruang bermata satu ini tidak saya ketahui awalnya jadi saya takkan bahas.

Wanita Mengerikan sebagai chapter yang memuat kasus kedua merupakan kasus yang unik. Seorang wanita berusia 40an bernama Shizuka Ikenami meminta bantuan Kogoro Mouri mencari teman sekolahnya saat SMP yang bernama Shiro Shibata. Hal ini ia lakukan demi meminta kembali foto dirinya yang menjadi juara dua kejuaraan kendo saat SMP.

Meskipun berhasil menemukan tempat tinggal Shiro, kondisinya yang meinggal dunia tanpa ada yang tahu membuat Shizuka dan Kogoro harus terlibat dalam penyelidikan pembunuh sesungguhnya. Istri Shiro yang bernama Kyoko Shibata dan teman main mah jong Shiro yang bernama Takezo Yoshikawa dicurigai sebagai tersangka. Sayangnya, alibi keduanya baik. Lalu?

Bodoh! Nyawa bukan masalah orang lain atau diri sendiri! Itu adalah benda berharga yang tak boleh direnggut!! Orang bodoh yang mau menghabisinya sama saja dengan pembunuh!! Walaupun itu milik sendiri!! (Halaman 85)

Pulau Bikuni di Teluk Wakasa adalah lokasi yang menjadi saksi rentetan kasus pembunuhan berantai yang harus dihadapi Conan dan Heiji. Ya benar, detektif muda dari Osaka ini mengajak Kazuha, Ran, Conan, dan Kogoro untuk ikut ke pulau yang disebut sebut sebagai pulau putri duyung. Konon ada perempuan disebut Sang Dewi yang panjang umur karena putri duyung.

Kedatangan Heiji sesungguhnya karena seorang gadis bernama Saori Kadogiwa hilang dari pulau itu selama tiga hari. Kutukan Putri Duyung? Merupakan chapter yang mengungkapkan bagaimana kronologis hilangnya Saori. Teman baiknya, Kimie Shimabukuro, mengatakan hal ini disebabkan Saori menghilangkan panah keramat dari Sang Dewi. Benarkah demikian??

Aku bilang, orang yang mendapatkan panah itu dan percaya dengan awet muda dan panjang umur, akan terhindar dari penderitaan mati muda… Tapi, jika kehilangan panah itu dan meragukan kekuatannya, putri duyung akan menurunkan bencana. (Halaman 98)

Naoko Kuroe dan Toshimi Ebihara, teman sejak kecil Kimie harus meregang nyawa dalam waktu yang berdekatan. Keduanya tewas dengan mengenaskan. Rokuro Fukuyama, tunangan Toshimi tak bisa menerima hal ini begitu saja. meski demikian, ia tak terlalu menganggap Toshimi karena sesungguhnya ia menyukai Kimie. Kegemparan berlanjut ketika ada kebakaran.

Mikoto Shimabukuro, sang nenek yang disebut Sang Dewi memberikan ansihat pada Kazuha yang memiliki panah keramat, jangan sampai meninggalkan panah itu. Benzo Kadowaki, ayah Saori menjadi satu-satunya orang yang dicurigai sebagai tersangka. Certa ini tertuang apda chapter berjudul Panah Setan. Lantas, bagaimana akhir kisah pembunuhan berantai ini?

Heiji… Hal yang tersisa selain hal yang tidak memungkinkan… Walaupun kau tidak mempercayainya… Itu adalah kenyataan!! (Halaman 150)

Kasus keempat tentang penyerangan beberapa gadis muda berpenampilan nyentrik oleh orang tak dikenal merupakan kasus terakhir jilid ini sekaligus kasus yang menggantung karena bersambung ke jilid 29. Hal ini membuat saya tak akan membahas lebih lanjut karena akhir ceritanya saja saya tidak mengetahui. Sedangkan jilid ke-29 tidak saya miliki hahahahaha.

Dari kedua kasus lengkap di jilid ini, sudah bisa dipastikan kasus tentang pulau putri duyung teramat panjang dan cukup pelik. Tiga pembunuhan berturut-turut merupakan hal yang sangat sadis. Terlebih pembunuhan tersebut menggunakan trik yang sangat rapi dan hampir saja menghasilkan dugaan pelaku yang salah. hingga akhirnya saya terpana mengetahui akhirnya.

Sedangkan kasus pencarian orang hilang sempat membuat saya terkecoh karena kepiawaian Shizuka mengungkapkan berbagai kebohongan. Bahkan saya menuduh ia pelaku pembunuhan Shiro. Namun demikian, plot twist yang diungkapkan oleh Conan (melalui Kogoro) membuat saya terkekeh-kekeh. Oh ya, akhir kasus ini langsung lanjut dengan kasus selanjutnya. Jilid 28 ini keren!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan (Jilid 24)

coverconan24

Judul: Detektif Conan (Jilid 24)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: M. Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: 2000

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2000

ISBN: 9789792018370

cooltext-blurb

Karena kebiasaan minum-minum, kesehatan Kogoro terganggu. Saat memeriksakan diri ke dokter bersama Conan dan Ran, mereka diundang makan malam di kediaman dokter yang ternyata pengagum Detektif Ternama Kogoro Mouri. Di tengah perjamuan, listrik padam dan saat menyala kembali, tubuh dokter Yoshideru Araide ditemukan terbujur kaku di kamar mandi.

cooltext-review

Setelah sebelumnya saya mengulas tiga jilid paling awal seri Detektif Conan, kali ini melangkah cukup jauh ke depan, saya hendak memberikan ulasan singkat pada komik Detektif Conan jilid ke-24. Cerita sudah berkembang sedemikian rupa dan tokoh-tokoh baru sudah bertambah sangat banyak. Hal ini cukup membuat saya terseok-seok memahami keseluruhan ceritanya.

Sebelas chapter yang disajikan di jilid ini diawali dengan kasus pertama mengenai pencarian tersangka oleh seorang polisi bernama Takagi dengan dibantu anak-anak alias Conan cs. Ia tak boleh berlama-lama karena rekannya, Miwa, sedang terborgol bersama tersangka palsu. Namun, karena tidak mengetahui awal mula kasus ini, saya tak akan mengulasnya lebih jauh.

Kasus kedua bermula ketika Kogoro Mouri bersama Ran dan Conan berkunjung ke klinik dokter bernama Yoshideru Araide yang tertuang pada chapter Setengah Tahun Lagi. Mengetahui pasiennya adalah detektif terkenal, Kogoro dan lainnya diundang makan malam bersama keluarga Araide. Sayang, sang dokter harus meregang nyawa di bak kamar mandi.

Selain Yoshideru, rumahnya dihuni oleh sang istri, Yoko Araide, anak Yoshideru dan mendiang istri pertamanya, Chiaki Araide, bernama Tomoaki Araide, nenek Tomoaki bernama Mitsu Araide, serta Hikaru Yasumoto yang bekerja sebagai pembantu. Keempatnya dicurigai sebagai tersangka atas meninggalnya sang dokter ketika mati listrik. Bagaimana ujung kasus ini?

Maaf saja! Kurasa detektif terkenal dan seorang dokter tak akan bisa menjadi pasangan terkenal… Tugas sebenarnya dari kami para dokter, bukanlah mengautopsi mayat dan menemukan pembunuhnya. Melainan menolong korband an mencegah pembunuh… (Halaman 47-48)

Laki-laki berjubah hitam are back di chapter Perpisahan yang Tiba-Tiba! Kali ini kemunculan mereka melibatkan teman baru Conan yaitu Ai Haibara. Ai sesungguhnya merupakan korban Apoptoxin 4869, obat yang membuat Shinichi mengecil menjadi Conan. Mimpi buruk yang terus membayangi tidur Ai ternyata berhubungan langsung dengan Gin, Wocker, dan Pisco.

Kemunculan laki-laki berjubah hitam berhubungan langsung dengan pembunuhan seorang politikus bernama Shigehiko Nomiguchi saat pesta di Hotel Haido City. Ada tujuh orang yang berada di sekitar korban sebelum kematian tragisnya yaitu Mika Nanjo, Yasuo Mihei, Naoya Tarumi, Chris Veinyard, Yoshiharu Tawara, Kenzo Masuyama, dan Naomichi Mugikura. Siapakah Pisco yang menjadi pelaku pembunuhan itu sesungguhnya? Bagaimana nasib Ai?

Jika itu adalah pembunuhan… Maka satu-satunya cara adalah mempersiapkan perlengkapan agar lampu jatuh ketika lampu dimatikan untuk memutar film slide, Shigehiko harus dibawa ke tempat tepat di bawah lampu gantung itu!! (Halaman 145)

Awalnya, saya sangat bingung membaca jilid 24 ini. Memang beginilah nasib pembaca yang tidak mengikuti serial sesuai urutannya satu per satu. Terlebih ketika melompati cukup banyak jilid, maka saya sebagai pembaca itu harus pasrah dengan kebingungan yang menerpa terkait perkembangan cerita yang sangat besar dan penambahan tokoh yang sangat signifikan.

Kasus pertama sesungguhnya memiliki dua chapter. Sayangnya, awal mula kasus terjadi dan progress sebelum chapter di jilid 24 ini sepertinya cukup panjang. Saya jadi tidak bisa menerka bagaimana keseruan kasus ini bermula. Meski akhirnya saya bisa mengikuti penyelidikan Takagi bersama Conan cs hingga menemukan pelaku sesungguhnya. Tapi jadi terasa nanggung.

Kasus kedua dan ketiga memiliki tipe yang berbeda baik jenis trik pelaku maupun pengembangan plot. Pada kasus kedua, setelah terungkap siapa pelakunya, cerita diakhiri dengan kepulangan Kogoro, Ran dan Conan ke rumah. Sedangkan kasus ketiga, setelah diketahui siapa Pisco dan trik pembunuhan, cerita masih dilanjutkan dengan penculikan Ai.

Ya benar, penculikan Ai Haibara oleh gerombolan lelaki berjubah hitam menjadi tambahan cerita yang seru. apa lagi pada jilid ini saya mengetahui bagaimana cara instan mengembalikan tubuh yang telah mengecil menjadi dewasa kembali hanya karena sebuah minuman tertentu. Meski demikian, akhir cerita tak berlangsung menegangkan. Misteri tentang mereka masih ada.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan (Jilid 4)

coverconan4

Judul: Detektif Conan (Jilid 4)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Tita Feronti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 1997

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1997

ISBN: 9789796634941

cooltext-review

Akhirnya setelah sekian lama, saya bisa membuat review lagi. Maklum saja, dunia pedagang menjelang hari raya sungguh sungguh melelahkan. Jangankan membuat review ataupun membaca buku, online internet saja tidak sempat sama sekali kecual melalui handphone jadul saya. Nah, daripada saya keterusan curcol, mendingan saya mulai tulisan review Conan ini.

Museum Seni Beika menjadi lokasi terjadinya kasus pertama yang ada di jilid keempat ini. tidak seperti dua edisi sebelumnya yang saya baca, kali ini komik Detektif Conan sudah memiliki daftar isi yang merangkum judul setiap bab beserta halamannya. Tentu hal ini membuat saya sangat terbantu. Oh iya, kasus yang terjadi di museum ini adalah pembunuhan yang sadis.

Kubota dan Ijima adalah pegawai di Museum Beika yang dikepalai oleh Ociai. Meski awalnya ramai, museum ini lambat laun mulai sepi pengunjung dan akhirnya seorang pembeli museum bernama Manaka hendak merobohkan bangunan ini dan dibangun hotel. Chapter berjudul Pesan Korban menunjukkan ketika Manaka meregang nyawa saat dibunuh ksatria berbaju zirah.

Jangan pura-pura! Jika dilihat dari video, si pembunuh tidak menyentuh kertas ini! Setelah mayat ditemukan juga tak ada yang menyentuhnya! Jadi ini pesan korban sebelum tewas, yang menuliskan nama si pembunuh! (Halaman 27)

Empat Orang di Kereta Hijau adalah salah satu chapter selanjutnya yang memuat sebuah kejadian di kereta. Conan, Ran, dan Kogoro hendak menghadiri resepsi pernikahan kawan Kogoro. Tak disangka, di kereta ini Conan berjumpa lagi dengan dua orang berjubah hitam yang dahulu membuat tubuhnya mengecil karena satu obat. Kehadiran mereka berdua sangat mencurigakan.

Ya benar, ternyata mereka telah melakkan transaksi dengan salah seorang penumpang yang ternyata sang penumpang itu tidak mengetahui bahwa di koper yang ia dapatkan dari lelaki berjubah hitam itu ada bom waktu yang siap meedak dalam waktu sepuluh detik. Hal inilah yang membuat Conan harus berpacu dengan waktu mencari penumpang tersebut ada di mana.

Tapi masih terlalu banyak kemungkinan… Seandainya tahu di gerbong mana… Ingat… Pasti masih ada kunci dari pembicaraan mereka… (Halaman 73)

Kelompok Detektif Cilik kali ini muncul kembali. cerita bermula dengan sebuah teka-teki yang dibawa Ayumi ke sekolah. Ia berkata bahwa apabila teka-teki itu berhasil dipecahkan, ia bisa mendapat boneka ksatria baja hitam. Meski sudah sukses mendapatkan boneka, ada sebuah kesalah pahaman tatkala tas Ayumi tertukar dengan tas orang lain yang sama persis.

Genta yang curiga memungut kertas berisi sandi yang ia pikir sebuah peta harta karun. Memecahkan Kode Rahasia adalah sebuah chapter yang berisi perjalanan Ayumi, Genta, Mitsuhiko, dan Conan menyusuri simbol demi simbol yang ada di secarik kertas itu demi harta karun. Di sudut lain, ada gerombolan orang mencurigakan yang mengawasi mereka berempat…

Ada! Oro = Emas! Jadi simbol-simbol ini… memang menunjukkan tempat harta karun… (Halaman 131)

Jilid keempat ini lebih seru dibandingkan kedua jilid sebelumnya. Kasus pertama yang sangat sadis membuat saya cukup bergidik ketika melihat sendiri gambar Pak Manaka yang tertusuk pedang. Tidak ada sensor ya. eh tetapi kalau disensor juga jadinya tidak greget sama sekali. Jadi serba salah. Saya suka bagaimana Conan bertindak lugu saat mengungkap kebenaran kasus ini.

Kasus kedua cukup pelik karena Conan harus secepat mungkin menemukan satu orang pembawa bom diantara ratusan penumpang di dalam kereta. Meski awalnya sudah semakin bisa menemukan petunjuk, akhirnya Conan menyerah dan hendak mengaku yang sesungguhnya pada Ran. Sayang, saya dibuat gemas ketika Conan tidak menuntaskan hal itu.

Kasus ketiga yang paling banyak jumlah chapternya memiliki pengembangan cerita yang paling baik. Awalnya hanya menebak teka-teki demi boneka ksatria baja hitam, namun pada hari itu terjadi peristiwa tak terduga yang akhirnya membuat mereka berempat mengalami petualangan abru mencari harta karun. Harta? Benar, meski akhirnya bukan harta yang bisa mereka miliki.

Awal mula kasus dan penyelesaian yang cukup sederhana dan mudah diikuti sejauh ini menurut saya adalah kekuatan utama manga Detektif Conan. Mengangkat tema detektif sebagai bumbu utama komik tidak bisa dianggap mudah. Perhatian pembaca harus dibuat “teralih” dengan fakta sebelumnya agar ketika muncul bagian penyelesaian, “poff” pembaca akan takjub.

Interaksi Shinichi dalam wujud Conan dengan karakter yang lain juga lambat laun sudah mulai terasa kuat. Saya bahkan sudah menganggap Shinichi bukanlah Conan dan Shinichi bukanlah tokoh utama lagi. kendali Conan sebagai anak jenius membuat cerita-cerita di komik ini menjadi sangat seru untuk dinikmati. Well, saya tak ragu menyematkan bintang penuh untuk jilid ini.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan (Jilid 2)

coverconan2

Judul: Detektif Conan (Jilid 2)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Tita Feronti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 1997

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1997

ISBN: 9789796635122

cooltext-review

Petualangan Shinichi Kudo dalam wujud anak-anak bernama Conan Edogawa masih terus berlanjut. Kali ini saya akan mengulas jilid kedua komik Detektif Conan. Setelah sebelumnya Conan menumpang tinggal di rumah Kogoro Mouri, jilid kedua ini Conan dipaksa Porfesor Agasa agar mau besekolah di SD Teitan kelas 1 SD agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Sepulang sekolah, Conan melihat Kogoro sedang mengintai seseorang bernama Masaki Negisi. Ternyata Kogoro mendapatkan pekerjaan memata-matai Masaki selama tiga hari. Tragedi mencuat ketika muncul berita Masaki tewas di perapian festival sejak dua hari yang lalu. Padahal sudah bisa dipastikan bahwa Kogoro memata-matai Masaki Negishi selama tiga hari.

Satu-satunya yang dicurigai Kogoro dan Inspektur Megure adalah Yutaka Abe, pewaris asuransi yang dimiliki Masaki. Meskipun Kogoro sangat curiga, alibi yang dimiliki Yutaka sangat kuat. Bahkan ia memiliki bukti otentik foto-foto yang menegaskan dirinya tidak terlibat sama sekali dengan kematian sahabat karibnya itu. benarkah demikian adanya? Hmmmm.

Aneh… Biasanya pembunuh menyembunyikan bukti-buktinya….. Tapi ia menyembunyikan mayat dalam perapian yang mudah ditemukan. Juga meninggalkan jejak si korban… Terlalu dibuat-buat! (Halaman 33)

Kasus kedua yang dihadapi Conan dan Kogoro ternyata cukup pelik. Berawal dengan laporan kehilangan ayah bernama Kenzo Hirota oleh serorang gadis bernama Masami Hirota. Meski terlihat baik-baik saja, ternyata kasus orang hilang ini berkembang ke arah yang sangat tidak disangka-sangka. Setelah berhasil mempertemukan keduanya, Kenzo justru tewas gantung diri.

Hal yang mencurigakan lagi adalah muncul seorang detektif yang mengaku mendapat permintaan mencari Kenzo Hirota dari seorang lelaki bernama Akira Hirota. Setelah kematian Kenzo, justru Akira yang kemudian menyusul tewas karena racun mematikan. Perkembangan kasus makin rumit ketika ternkuak fakta bahwa Kenzo tidak memiliki anak sama sekali. Lho?

Ini saya dengar dari perusahaan taksi tempat Pak Hirota bekerja… Setiap sore, Pak Hirota selalu lewat jalan yang sama tanpa membawa penumpang… Itu juga dengan kecepatan tinggi… (Halaman 89)

Kasus ketiga cukup unik karena kali ini Conan terpaksa ikut dengan teman-temannya sekelas menyelidiki sebuah rumah hantu. Ayumi Yoshida, Genta Kojima, dan Mitsuhiko Tsuburaya sudah siap dengan segala peralatan mulau dai pentungan, bahan makanan, serta senter dan kompas. Sedangkan Conan? Dia tidak bawa apa-apa sehingga dijuluki orang dusun. Hahahaha.

Meski awalnya Conan merasa rumah hantu itu hanya bualan semata, ternyata satu persatu misteri mulai terkuak dan berujung pada kasus kriminal lima tahun silam. Bahkan Genta dan Mitsuhiko harus rela menjadi salah satu korban sang pemilik rumah karena mereka dianggap mengganggu dan harus enyah secepatnya. Untung saja Conan dan Ayumi tidak tertangkap.

Ya, dalam puri ini ada seseorang… Ada seseorang yang keluar masuk sini! Tapi siapa!? Dan untuk apa!? (Halaman 141)

Jilid kedua ini misteri dan kasus yang harus dipecahkan Conan masih cukup mudah diikuti. Tidak terlalu rumit, petunjuk-petunjuknya juga masih sederhana, sehingga penyelesaiannya juga tidak terlalu kompleks. Meski hal ini menyisakan berbagai tanda tanya tentang petunjuk yang lain, sang mangaka langsung mengungkap pelaku sehingga mau tidak mau tetap diterima.

Kasus yang kedua yaitu hilangnya Kenzo Hirota ternyata bermuara pada organisasi berjubah hitam. Ya benar, organisasi yang membuat tubuh Shinichi mengecil dan menjadi Conan ternyata muncul kembali di jilid ini. meski demikian, kemunculan mereka sangat singkat dan hanya berurusan dengan Masami Hirota atau bernama asli Akemi Miyano yang berujung tragis.

SD Teitan sebagai tempat sekolah baru Shinichi eh, Conan lambat laun juga mulai terlihat seru. diawali dengan petualangan pertama Conan, Ayumi, Genta, dan Mitsuhiko, dapat dilihat bahwa keempat orang ini nantinya akan menjadi sahabat karib. Meskipun masih anak-anak, keingintahuan mereka sangat besar. Mungkin hal ini yang membuat Conan cocok bersamanya.

Sama seperti jilid pertama, jilid kedua ini juga berakhir gantung. Tidak jelas apakah kelak gantungnya cerita terakhir jilid ini akan dilanjutkan kembali di jilid ketiga. Oh iya, saya agak terganggu dengan ketiadaan judul chapter di komik ini. saya jadi tidak bisa menghitung ada berapa chapter dalam satu tankoubon. Menurut saya ini penting untuk mengetahui komposisi.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Detektif Conan (Jilid 1)

coverconan1

Judul: Detektif Conan (Jilid 1)

Judul Asli: Meitantei Conan

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Tita Feronti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 1997

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1997

ISBN: 9789796677900

cooltext-review

Kisah misteri-kriminal-detektif memiliki penggemar yang tidak sedikit. Pemecahan misteri (biasanya kasus kriminal) yang coba diungkap oleh seorang detektif tidak pernah habis untuk dijelajahi. Pelaku yang memiliki naluri tidak ingin tertangkap berusah keras menyusun satu demi satu trik yang sempurna tanpa cacat. Inilah yang dianggap menarik oleh penggemarnya.

Komik yang memiliki tema detektif hadir dalam serial berjudul Detektif Conan. Dari judulnya yang sangat tersurat ini bisa diketahui bahwa cerita komik ini mengusung lika-liku seorang detektif dalam memecahkan kasus kriminal yang terjadi di sekitarnya. Biasanya san tokoh detektif adalah orang dewasa dan sangat jenius. Nah, mari simak ulasan saya berikut ini.

Jilid perdana komik ini tidak memiliki daftar isi yang memuat judul tiap chapter. Pun demikian dengan isinya yang tidak memiliki judul chapter yang memsahkannya. Kisah bermula ketika seorang detektif muda bernama Shinichi Kudo sedang bermain di Tropical Land bersama teman perempuannya, Ran Mouri. Di sini terjadi kasus kematian seseorang yang sangat sadis.

Lokasi kejadian adalah gerbong kereta roller coaster. Korban yang bernama Kishida adalah kekasih Aiko. Teman mereka berdua, Hitomi, naik di kereta yang sama. Secara kebetulan, Ran dan Shinichi ikut menjadi saksi kematian Kishida. Meski ada bukti yang ada di tas Aiko, Shinichi merasa bahwa gadis itu tidak akan bisa membunuh kekasihnya sendiri.

Memang tidak bisa jika hanya dengan tenaga manusia… Tapi… Jika menggunakan kecepatan kereta dan lilitan benang piano, itu memungkinkan! (Halaman 26-27)

Saat perjalanan pulang, Shinichi merasa curiga dengan lelaki berjubah hitam yang sempat berjumpa dengannya. Sayang, rasa ingin tahunya harus dibalas dengan pil penyusut tubuh yang membuat Shinichi yang notabene anak kelas 2 SMA berusia 17 tahun menjadi kecil seolah anak berusia 6 tahun! Mau tidak mau akhirnya ia menyamar dengan nama Conan Edogawa.

Saat itu, tiba-tiba ayah Ran yang bernama Kogoro Mouri yang menjadi detektif swasta mendapat panggilan kasus penculikan oleh lelaki berjubah hitam. Yang diculik adalah Akiko Tani, putri seorang konglomerat. Satu-satunya saksi yang ada adalah Aso, asisten Akiko. Meski tercium gelagat yang aneh, mereka semua tidak menyadari nyawa Akiko mulai terancam.

Padahal waktu aku menjadi Shinichi Kudo, Detektif SMA, semua menghormati kesimpulanku. Saat menjadi kecil, tak ada yang mau mendengar ucapanku. (Halaman 74)

Conan yang akhirnya menumpang di rumah Kogoro Mouri mlai terlibat kasus lain. Salah satunya kasus kematian seorang pria di apartemen artis kenamaan Yoko Okino. Awalnya Yoko dan manajernya, Yamagishi, ingin meminta bantuan Kogoro agar bisa menangkap pelaku penguntitan Yoko. Tak disangka ketika pulang, ada mayat seorang pria di kamar Yoko.

Di jari mayat itu ada rambut!? Rambut siapa!? Mengapa manajer itu menyembunyikannya!? Jangan-jangan pelaku kasus ini… (Halaman 141)

Hmm jilid perdana ini menawarkan premis yan sangat menarik. Seorang detektif SMA yang tersohor ke seluruh Jepang tiba-tiba harus menerima kenyataan dirinya menjadi anak-anak akibat sebuah obat yang dibawa organisasi misterius hanya karena ia penasaran tentang lelaki berjubah hitam. Kehidupannya tentu hancur seketika dan kembali mengulang jadi anak-anak.

Meski telah menjadi anak-anak, kemampuan Shinichi tidak menurun.ia tetap bisa memcahkan kasus yang bahkan seorang Kogoro Mouri dan Inspektur Megure dari kepolisian tidak bisa memecahkannya. Sebenarnya saya sangat benci sih dengan cerita detektif yang membuat polisi hanya sebagai boneka tak berguna. Tapi ya gimana, memang takdir mereka begitu. Pukpuk.

Oh iya, tentang kasus yang terjadi di komik perdana ini, menurut saya cukup menarik. Meski tidak terlalu berat, saya sangat menikmati alur yang dibuat Aoyama Gosho. Tentu saja saya tidak bisa memcahkan kasusnya karena saya digiring hanya mengikuti alur berpikir Conan yang menjadi inti kisah ini. Jilid perdana ini juga ditutup dengan amat manis meskipun sesungguhnya sangat sedih. Loh maksudnya? Penasaran? Simak sendiri saja ya~~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

One Piece (Jilid 3)

coverone3

Judul: One Piece (Jilid 3)

Sub Judul: Hal yang Tak Dapat Dipungkiri

Komikus: Oda Eiichiro

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 198

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2003

ISBN: 9789792041224

cooltext-blurb

Luffy tak bisa menahan marah saat golok Buggy Badut merobek topi jeraminya, dan tentu saja Buggy Badut mendapat balasan yang setimpal. Akhirnya Nami bersedia berlayar bersama Luffy dan Roronoa Zoro. Di tengah perjalanan menuju Grand Line, Luffy, Zoro, dan Nami mampir di sebuah pulau untuk mencari bekal makanan. Di sana mereka bertemu manusia aneh penjaga harta karun pulau…

cooltext-review

Kali ini saya akan mengulas jilid ketiga dari seri komik One Piece. Komik One Piece ini memiliki tipe chapter yang berkaitan antara satu dengan selanjutnya. Alurnya maju, sehingga harus mengikuti sejak awal agar mengetahui tentang awal mula konflik dan tokoh-tokohnya. Jilid kedua yang lalu berakhir ketika Lufffy akan berhadapan langsung dengan Buggy.

Jalan Sang Pencuri adalah detik-detik pertarungan Buggy si manusia Bara Bara melawan Luffy si manusia Gomu Gomu. Meskipun disebut pertarungan, menurut saya banyak dialog dan cerita yang disuguhkan daripada aksi yang sadis dan keras. Hal ini dimulai ketika Buggy mengisahkan hubungannya dimasa lalu dengan Shanks, bajak laut yang sangat dikagumi Luffy.

Ketika Buggy asik berhadapan dengan Luffy, Nami mencoba menjarah seluruh harta kekayaan kelompok bajak laut Buggy. Tak disangka, hal itu diketahui oleh Buggy. Ia segera mencerai-beraikan tubuhnya dan menyerang Nami. Melihat hal ini, tentu saja Luffy tidak tinggal diam dan menghalau Buggy. Antiklimaks pertarungan ini membuat saya terbahak-bahak. XD

Jangan bercanda! Hartaku adalah milikku!! Kau kira dengan mencurinya berarti jadi milikmu!? Dari mana kau belajar hal seperti itu!? (Halaman 50)

Luffy, Nami, dan Zoro akhirnya berlayar bersama menuju Grand Line. Sayangnya, Luffy dan Zoro terlalu bodoh dengan tidak mempersiapkan perbekalan sama sekali. Akhirnya mereka bertiga merapat ke sebuah pulau tak berpenghuni. Benarkah demikian? Ternyata pulau tersebut dihuni berbagai hewan aneh. Selain itu ada seorang penjaga pulau bernama “Gaimon”.

Gaimon sesungguhnya adalah bajak laut. Pada chapter berjudul Si Makhluk Ajaib, ia mengisahkan bagaimana awal mula ia menjadi penghuni tetap pulau itu selama dua puluh tahun tanpa bisa melarikan diri. Kemauannya yang keras tak meninggalkan pulau sesungguhnya dikarenakan ia melindungi lima peti harta karun yang ada di puncak tebing.

Gara-gara kotak ini, aku jadi terjebak!! Karena itulah selama dua puluh tahun aku terus melindungi harta karun ini!! Harta karun milikku!! (Halaman 105)

Babak baru petualangan yang cukup panjang dimulai ketika akhirnya Luffy, Nami, dan Zoro singgah ke sebuah desa di tepi pantai. Di desa tersebut hidup seorang pemuda seusia Luffy bernama Usopp. Ia memiliki tiga pengikut setia yang masih anak-anak bernama Ninjin, Pi-Man, dan Tamanegi. Sehari-hari Usopp membuat geram penduduk desa dengan berbuat onar.

Hal yang Tak Dapat Dipungkiri merupakan chapter yang sangat emosional terkait dengan Usopp. Semua bermula ketika Usopp sering menjenguk Kaya, gadis muda yang sakit-sakitan. Meskipun Usopp dibenci warga desa, Kaya sangat senang dengan Usopp yang lucu dan sering membuatnya tertawa. Namun, Kurohador, sang kepala pelayan tidak suka pada Usopp.

Aku kasihan padamu… Bukankah kau membancinya? Ayahmu yang tergila-gila pada harta hingga tega meninggalkan keluarga dan kampung halamannya. (Halaman 151)

Jilid ketiga ini semakin menarik saja. berbagai kejadian tidak membosankan untuk diikuti satu demi satu. Saya suka segi humor yang disuguhkan oleh sang mangaka. Tidak berlebihan dan porsinya pas sesai kebutuhan. Mau itu slapstick, antiklimaks, atau umpatan dan ejekan. Sepertinya saya dan sang mangaka memiliki sense of humor yang sama. Hahahaha.

Oh iya, selain beberapa tokoh yang telah saya sebutkan di atas, ada tokoh lain yaitu Jango si ahli hipnotis dan Yasopp, ayah Usopp yang sempat disinggung sedikit. Namun, karena kemunculan mereka masih sangat minim, saya tidak akan mengulas lebih banyak. Yang jelas, akhir jilid ini diisi dengan rencana busuk Kurohador dan Jango yang mengincar harta kekayaan Kaya.

Chemistry antara Nami, Luffy, dan Zoro yang baru saja dipertemukan dalam satu kelompok bajak laut terasa cukup mengalir dan tidak terlalu dipaksakan. Meskipun demikian, mereka bertiga sudah saling melengkapi dan melindungi satu sama lain sehingga petualangan pencarian harta karun terbesar dalam sejarah terasa mengasyikkan. Jadi penasaran kelanjutannya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

One Piece (Jilid 2)

coverone2

Judul: One Piece (Jilid 2)

Sub Judul: Versus!! Komplotan Bajak Laut Buggy

Komikus: Oda Eiichiro

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 198

Terbit Perdana: 2003

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2003

ISBN: 9789792040005

cooltext-blurb

Akhirnya aku berhasil mengajak Roronoa Zoro bergabung. Sekarang kami perlu seorang navigator. Aku menemukan seorang calon yang sangat tepat, namun dia bersikeras menolak bergabung karena dia sangat membenci bajak laut. Sementara itu, dalam keadaan terperangkap dalam kandang, aku harus menghadapi meriam Buggy Badut…

cooltext-review

Petualangan Monkey D. Luffy menuju gelar Raja Bajak Laut maih terus berlanjut. setelah berhasil mengajak Roronoa Zoro, sang ahli pedang, kali ini mereka hendak mencari seorang navigator atau penunjuk arah menuju Grand Line, lokasi yang disinyalir merupakan tempat seluruh kekayaan dan harta milik Raja Bajak Laut generasi sebelumnya.

Perjalanan itu diawali dengan tragedi Luffy yang dibawa oleh burung raksasa dan terdampar di sebuah kota yang dikuasai oleh kelompok bajak laut pimpinan Buggy. Selain bajak laut itu, ada seorang gadis bernama Nami yang gemar mencuri harta bajak laut. Pada chapter Insiden di Rumah Minum ini dikisahkan Nami yang membodohi Luffy dan menyerahkan pada Buggy.

Meski seolah berniat bergabung dengan mereka, sesungguhnya Nami hanya berniat mencuri peta lokasi Grand Line dan menjarah seluruh harta kelompok bajak laut itu yang disembunyikan di sebuah rumah yang dijadikan markas mereka. Sayangnya, keadaan mulai tak terkendali dan Buggy memaksa Nami untuk membunuh Luffy sebagai tanda kesungguhan.

…Tidak! Kenapa jadi begini…? Jika tidak menembaknya, pasti aku langsung dibunuh!! Tapi, meskipn dia seorang bajak laut… Kalau aku membunuhnya seperti ini, berarti aku sama rendahnya dengan mereka!! (Halaman 37)

Akhir yang cukup dramatis akhirnya terjadi ketika Zoro mulai menampakkan diri. Oh iya, Luffy saat itu sedang dikurung dalam sebuah kandang super kuat. Awalnya Zoro sudah yakin mengalahkan Buggy dengan memotong tubuh bajak laut berhidung merah itu berkeping-keping. Namun, ternyata Buggy telah memakan buah iblis Bara Bara sehingga ia tak bisa mati.

Harta yang Berharga adalah chapter yang mengisahkan pertarungan Luffy melawan Mohji, wakil ketua bajak laut dan singa peliharannya yang sangat besar bernama Richie. Sesungguhnya Luffy tak berniat bertarung. Hanya saja, ia menyaksikan seekor anjing bernama Shushu harus kehilangan harta satu-satunya karena seorang Mohji. Ia tak bisa memaafkan hal itu.

Kau tidak perlu minta maaf. Apa pun yang kau lakukan, kau tidak akan bisa mengembalikan harta yang paling berharga bagi anjing itu! (Halaman 105)

Meskipun kota itu sudah tidak berpenghuni, Walikota Boodle masih menyempatkan mengunjungi kota yang ia bangun dua puluh tahun silam bersama generasi pertama penduduk kota. Ia tidak rela kotanya hancur berantakan oleh Buggy. Meskipun ia yakin bahwa ia akan mati jika melawan Buggy, tetapi ia tidak menyerah begitu saja dan tetap ingin menantangnya.

Kehendak walikota itu akhirnya menyeret Luffy, Nami, dan Zoro yang tidak tega melihat walikota mati. Chapter Kedudukan mengisahkan pertarungan Zoro dengan Cabaji, kepala staf(?) bajak laut. Ia memiliki berbagai jurus dengan nama yang aneh dan siap menghabisi Zoro dalam sekejap. Kala itu Zoro sedang terluka karena tusukan pisau. Tentu saja hal ini diincar Cabaji.

Aku mengerti… Semua yang ada dalam dirimu berasal dari keinginan yang kuat… Tapi, tenang saja. Luka-lukamu itu sudah cukup sebagai alasan untuk dikalahkan olehku. (Halaman 173)

Sembilan chapter yang tersaji dalam jilid kedua ini mulai menampakkan geliat keseruan dibandingkan jilid pertama yang lalu. Meskipun tidak signifikan karena masih dalam proses perkenalan tokoh utama dan kemunculan konflik, sang mangaka bisa mengemas hal ini dengan baik. Apalagi dengan munculnya tokoh Buggy yang sangat emosional menambah keseruan.

Setelah Zoro yang sukses direkrut sebagai rekan bajak laut, kali ini Luffy mengajak Nami yang penggila harta untuk turut serta bersamanya. Awalnya Nami menolak karena ia sangat membenci bajak laut karena bajak laut pernah merenggut kebahagiaannya di masa lalu. Namun demikian, akhirnya Nami bersedia bergabung namun tidak ingin disebut sebagai bajak laut(?).

Kelompok bajak laut Buggy sukses membuat saya tertarik. Alih-alih tidak suka dengan tokoh antagonis ini, saya justru tertawa gara-gara kebodohan mereka. Bahkan Buggy senang sekali mencari gara-gara dan mudah naik pitam kemudian meledakkan anak buahnya sendiri. Ya benar, meledakkan dengan meriam adalah kesukaan Buggy. Hingga kemudian ia kena batunya.

Oh iya, satu hal yang menarik dari jilid ini adalah adanya sketsa kasar tiap akhir chapter. Sketsanya memang sangat kasar. Hanya terdiri dati goresan bulat dan garis-garis yang menandai adegan dalam satu halaman. Hal ini tentu membuat saya kagum ketika menyaksikan goresan-goresan kasar itu menjadi gambar jelas dan menarik ketika sudah siap dibaca.

Selain itu, ada bonus dua halaman mewarnai dan mainan kertas berbentuk luffy. Tentu saja saya tidak mewarnai kedua halaman itu dan merobek kertas komik yang timis hanya demi merakit mainan Luffy. Peling tidak kedua hal tersebut membuat jilid ini lebih interaktif dan berbeda. Apalagi ada sekilas trivia tentang bajak laut viking yang disampaikan mangaka. Wow!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

One Piece (Jilid 1)

coverone1

Judul: One Piece (Jilid 1)

Sub Judul: Romance Dawn

Komikus: Oda Eiichiro

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 206

Terbit Perdana: 2002

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2002

ISBN: 9789792039504

cooltext-blurb

Namaku Luffy. Dahulu, ada seorang pria yang telah memiliki semua kekayaan, kemasyhuran, dan kekuasaan di dunia yang disebut One Piece, yaitu Gold Roger, si Raja Bajak laut. Kalimat terakhir yang diucapkan sebelum kematiannya telah mendorong orang-orang di seluruh dunia untuk mengarungi lautan, mencari harta karun, termasuk aku. Aku ingin menjadi Raja Bajak Laut! Namun, untuk meraih cita-cita itu aku harus jadi kuat! Buah gomu-gomu yang kumakan, membuatku menjadi manusia karet. Ya! Sekarang saatnya mencari kru untuk kapal bajak lautku!

cooltext-review

Bajak laut. Siapa yang tidak pernah mendengar istilah itu? Sering dikaitkan dengan dunia kejahatan di lautan membuat banyak kisah yang mengangkat sepak terjang bajak laut ini. penggambarannya juga macam-macam, ada yang bermata satu dan berkaki kayu, sering bertarung dengan gerombolan bajak laut lain, dan sebagainya. Begitu pula dengan komik ini.

One Piece adalah komik yang mengisahkan tentang perjalanan hidup seseorang bernama Monkey D. Luffy yang ingin menjadi Raja Bajak Laut dan memiliki semua kekayaan, kemasyhuran, dan kekuasaan di dunia atau biasa disebut One Piece. Pemilik One Piece sesungguhnya sudah ada, namun ia telah mati dan menyembunyikan segala kekayaannya itu.

Delapan chapter yang disuguhkan di jilid perdana ini diawali dengan masa kecil Luffy ketika ada kelompok bajak laut yang singgah di kotanya. Luffy yang belum genap sepuluh tahun selalu memohon pada Shanks Si Rambut Merah, pimpinan bajak laut itu, agar mengijinkannya ikut berlayar. Tentu saja Shanks tidak bersedia. Kisah ini tersaji dalam chapter Romance Dawn.

Masalah mulai muncul ketika tiba-tiba ada kelompok perompak gunung yang dipimpin oleh Higuma memporak-porandakan bar milik Makino. Tak ingin ada orang berperilaku jahat, Luffy menantang Higuma meminta maaf. Kekacauan makin heboh ketika Luffy memakan buah Gomu Gomu yang membuatnya menjadi manusia karet. Waduh, lantas bagaimana nih!?

Dengar… Meskipun aku dipukul dengan sebotol sake, atau dipermainkan oleh kalian, bagiku itu bukan masalah. Tapi! Apa pun alasannya, aku tidak akan mengampuni orang yang menyakiti sahabatku!! (Halaman 35)

Sepuluh tahun kemudian, Luffy sudah beranjak dewasa dan bertekad menjadi Raja Bajak Laut. Ia akhirnya mulai mengembara di lautan luas sambil mencari kru kapal bajak laut. Ia berjumpa dengan Coby, pesuruh di grup bajak laut pimpinan Alvida Si Gada Besi. Alvida bukanlah majikan yang baik. Hal ini membuat Coby muak dan ikut Luffy menuju pulau Angkatan Laut.

Zoro Si Pemburu Perompak adalah chapter yang membawa Luffy bertemu dengan calon rekannya mengarungi samudra. Roronoa Zoro yang dianggap pengacau kota dipasung oleh Helmeppo, putra dari Kapten Morgan Si Lengan Kapak. Ternyata selama menjadi kapten, Morgan ataupun Helmeppo sangat sewenang-wenang. Zoro ikut dijadikan calon orang yang akan dibunuh.

Apa? Dari mana kau dengar berita seperti itu? Janji itu hanya sebuah lelucon!! Hanya orang bodoh yang akan menganggapnya serius. He he he. (Halaman 100)

Chapter berjudul Orang Pertama mengisahkan tentang bagaimana Zoro mulai melawan balik karena ditipu mentah-mentah oleh Helmeppo. Kelihaiannya bermain pedang sangat mengagumkan. Belasan anggota angkatan laut yang diperintahkan Morgan untuk membunuhnya bisa ia kalahkan dalam sekejap. Hal ini tentu membuat Morgan geram.

Morgan sendiri berhadapan langsung dengan Luffy sang manusia karet. Kemampuannya tidak bisa dianggap remeh meskipun ia baru saja memulai perjalanan menjadi bajak laut. Sedangkan Coby? Ia terpaksa harus menerima satu tembakan di dada kirinya saat membantu Zoro membebaskan diri. Meskipun demikian, Coby tetap bertekad menjadi Perwira Angkatan Laut.

Kau tak bisa menyangkal bahwa kau pernah bekerja di kapal Alvida selama dua tahun, walaupun hanya sebagai pesuruh. Jangan pernah meremehkan penyelidikan Angkatan Laut. Kalau hal itu sampai ketahuan, kau tak akan bisa bergabung dengan mereka. (Halaman 172)

One Piece is cool!! Saya sebenarnya kurang begitu suka dengan bajak laut. Referensi tentang bajak laut yang jahat, kasar, dan licik membuat saya agak malas mengikuti cerita yang ada kaitannya dengan bajak laut. Namun, One Piece berbeda. Mereka dikisahkan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, meski sisi kasar dan licik kerap ditemui. Hal ini bisa terobati.

Adanya tujuan yang menajadi cita-cita Luffy sejak jilid pertama membuat One Piece memiliki totok fokus yang sangat kuat sehingga (semoga saja) kelak tidak ada yang namanya cerita berceceran kemana-mana dan melupakann benang merah tentang cita-cita Luffy menjadi Raja Bajak Laut. Oh iya, meski konsep One Piece masih agak mengambang, saya tetap menikmati.

Satu hal yang membuat saya menyukai One Piece adalah segi humor yang tidak tanggung-tanggung. Slapstick, antiklimaks, dan berbagai hal lebay membuat cerita menjadi lebih berwarna. Misalnya saja ketika Alvida yang sangat ditakuti bawahannya tiba-tiba dihina Luffy sebagai tante-tante tua yang menyeramkan. Semua sontak melotot dan menganga lebar. Ahaha.

Munculnya tokoh Zoro yang menjadi rekan pertama Luffy juga sangat mengejutkan. Perjalanan Luffy menjadi calon Raja Bajak Laut memang baru saja dimulai. Kru kapal perahu juga masih dikumpulkan Luffy satu demi satu. Masih sangat panjang. Namun demikian, saya bisa menebak bahwa pengembaraan Luffy menjcari One Piece akan tetap menarik untuk diikuti.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Lum, The Invader Girl (Jilid 3)

coverlum3

Judul: Lum, The Invader Girl (Jilid 3)

Judul Asli: Urusei Yatsura (Shinso-ban)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: Lanny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792735291

cooltext-blurb

Ataru Moroboshi punya saingan! Manusia ini mirip sekali dengannya. Cuma mungkin sedikit tampan? Namanya Shutaro Mendo. Bedanya, cowok satu ini sepertinya tidak anti pada Lum. Siapa dia?

cooltext-review

Halo. Jumpa lagi dengan resensi komik yang saya kebut terus dalam tahun ini. Masih mengusung judul yang sama, kali ini Lum, The Invader Girl sudah memasuki jilid ketiga yang saya baca. Jumlah chapter sudah meningkat lagi setelah jilid kedua turun. Sembilan chapter dan extra file yang disuguhkan dalam jilid ketiga ini masih tetap menarik. Penasaran?

Salah satu chapter yang sangat sentimentil sekaligus seru adalah yang berjudul Aku Tak Bermaksud Mengucapkan Selamat Tinggal. Cerita bermula ketika dalam perjalanan pulang sekolah, Ataru memakan permen pemberian Lum. Meskipun Shinobu sudah melarang memakannya, Ataru tetap menelan permen itu. Ternyata rasanya sangat pedas dan membuatnya terbirit-birit.

Demi menghilangkan rasa pedas, Ataru yang kebetulan melewati Cherry yang hendak mengubur kue manju, langsung saja melahap kue itu hingga tandas. Setelah habis, Ataru cegukan dan voila! Ataru terbagi menjadi dua orang kembar! Meski kembar, keduanya berbeda sifat. Meskipun demikian, Lum dan Shinobu justru bahagia dengan kondisi Ataru. Kok bisa?

Karena aku terbelah jadi 2 orang, aku akan tinggal selamanya di planet Lum, soalnya di sana lebih menarik dan aneh daripada kehidupan pelit di sini! (Halaman 60)

Sepertinya Takahashi Rumiko gemar memunculkan tokoh baru pada setiap jilid yang terbit. Kali ini ada satu tokoh utama baru yang menjadi “saingan” Ataru. Ia adalah pemuda kaya raya bernama Mendo Shutaro. Meskipun dia pintar, tampan, dan kaya, sesungguhnya dia “sama persis” dengan Ataru. Lum telah membuktikan betapa keduanya seimbang tanpa perbedaan.

Chapter berjudul Kesulitan Telah Datang ini mengisahkan bagaimana perangai Mendo yang mudah memikat hati cewek-cewek termasuk Shinobu. Padahal selama ini Ataru mati-matian mempertahankan hubungannya dengan Shinobu. Sedangkan Lum? Ia masih setia dengan Ataru meskipun lambat laun ada lelaki lain yang mulai tertarik padanya. Siapakah dia?

Orang seperti itu kalau dari awal sudah berlaku buruk, maka seterusnya pun akan tidak beres! Yang namanya keterlambatan adalah akar dari semua keburukan dalam kehidupan para siswa! (Halaman 105)

Chapter Menunggumu merupakan kelanjutan dari sepak terjang Mendo dalam jalinan cerita hidup Ataru, Lum, dan Shinobu. Cinta segi empat yang terjadi antara Lum, Ataru, Shinobu, dan Mendo menjadi babak baru hubungan percintaan antar tokoh utama. Tak main-main, baik Ataru maupun Mendo tetap berusaha merebut perhatian gadis yang mereka sukai.

Skema percintaan mereka berputar-putar. Ataru mencintai Shinobu, Shinobu mulai menyukai Mendo, Mendo terpikat pada Lum, dan Lum cinta mati pada Ataru. Masing-masing terkesan mengejar bayangan orang lain. Namun, justru hal ini menjadi menarik dengan bumbu-bumbu kebodohan Ataru, kemarahan Shinobu, ganasnya Lum, dan pesona kata-kata Mendo. Sweet.

Lum, bagaimana kalau kamu tinggalkan saja Moroboshi!? Dia cocoknya dengan orang yang tidak terpelajar dan penampilannya aneh. (Halaman 174)

Setelah dua jilid terjadi kesalahan pencantuman blurb, akhirnya jilid ketiga ini sudah tertulis blurb yang benar. Untung saja sudah diganti, kalau tidak, editor komik ini pasti akan saya cerca lagi hehehe. Anyway, saya suka juga dengan gaya bahasa yang digunakan sang penerjemah. Tidak kaku dan kaya akan perbendaharaan kata. Good job.

Menginjak jilid ketiga ini, ada sebuah perasaan ganjil yang saya rasakan terkait tokoh utama yang berperan. Saya merasa judul komik ini tidak merepresentasikan tokoh utama dan cerita yang disajikan. Lum yang dicantumkan di judul justru posisinya kalah oleh Ataru sehingga jadi setara dengan Shinobu. Sedangkan “invader”? Ah status itu sudah menguap sejak jilid perdana.

Kedatangan tokoh Mendo Shutaro memang menjadi jalan keluar tema hareem ala Ataru yang diusung komik ini sejak jilid pertama. Paling tidak, munculnya tokoh laki-laki pesaing Ataru membuat formula hareem tidak digunakan berlebihan. Soalnya saya jujur sudah agak muak dengan tema hareem. Apalagi jika tokoh utama laki-laki seperti Ataru yang bodoh dan nganu.

Oh iya, extra file jilid ketiga ini mengusung tokoh utama perempuan bernama Shinobu Miyake. Berbagai trivia tentang teman sekelas Ataru ini ternyata banyak yang terkuak. Salah satunya adalah nama lengkap Shinobu yang baru tertulis di bagian extra file ini. sayang, pencantuman trivia dari jilid yang jauh sesudahnya membuat kenikmatan membaca jadi berkurang. Huft.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Lum, The Invader Girl (Jilid 2)

coverlum2

Judul: Lum, The Invader Girl (Jilid 2)

Judul Asli: Urusei Yatsura (Shinso-ban)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: Lanny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792733600

cooltext-blurb

Tak lama lagi SMA Kuyo akan mengadakan festival olahraga. Semua murid mempersiapkan segala sesuatunya dengan semangat tinggi, kecuali Utsunomiya yang dapat tugas untuk berpakaian ala “Si Tudung Merah” di festival nanti. Didandani seperti perempuan sudah jelas membuat Utsunomiya kesal, tapi yang paling membuatnya gundah adalah di festival itu para wali murid diharuskan hadir. Dan untuk membantu teman

cooltext-review

Yo! Balik lagi~ Kali ini saya masih mengusung komik yang sama namun jilid yang berbeda yaitu Lum, The Invader Girl jilid kedua. Tidak seperti jilid perdana, kali ini hanya ada delapan chapter plus bagian special data file. Hal ini membuat jumlah halamannya lebih sedikit dibandingkan jilid yang lalu. Namun, apakah masih tetap seseru pendahulunya? Yuk simak.

Salah satu chapter yang menurut saya sangat menarik adalah yang berjudul Keturunan. Awal mula sebenarnya sangat biasa saja sih, tentang Ataru yang sudah beberapa hari berturut-turut selalu terlambat sekolah. Kali ini juga terancam terlambat karena bangun kesiangan. Bahkan ia sarapan dan ganti baju secara bersamaan. Melihat ini, Lum berniat membantu “suaminya” itu.

Lum menciptakan lorong pintas ajaib sehingga Ataru bisa langsung sampai ke sekolah. Meski Ataru bisa sampai dengan sangat singkat, ternyata Lum membuat lorong pintas menuju masa sepuluh tahun yang akan datang, yang secara kebetulan di sekolah sedang ada reuni angkatan Ataru. Kelucuan mulai muncul ketika ada anak kecil bernama Kokeru Moroboshi. Siapa dia?

Oh iya, sekarang kan 10 tahun yang akan datang!! Gara-gara kamu, bekalku diambil, uangku habis sia-sia, dan telat datang ke sekolah!! (Halaman 67)

Chapter selanjutnya yang sangat menarik adalah berjudul Pita Kuning yang Membahayakan. Seringnya Ataru mendapat kekerasan dari “istrinya” alias Lum yang sangat kuat membuat Ataru frustrasi. Kekuatan terbesar Lum yaitu mengeluarkan tenaga listrik dan menyetrum Ataru hingga tak berdaya membuat Ataru meminta bantuan pada Cherry yang “sakti” :D

Ternyata Cherry menyanggupi permohonan Ataru dan mengirimkan sebuah pita kuning beserta surat yang berisi catatan untuk Ataru. Meskipun pita itu memang sangat bermanfaat menghilangkan kekuatan super milik Lum, Ataru justru mendapatkan masalah baru dan mau tidak mau mengakui segala tindakannya. Reaksi Lum tentu marah dan berniat menghabisinya.

Apa, ikat Lum dengan ini!? Ini hanya bisa dilepas oleh orang yang mengikatnya. Pita khusus untuk menyegel kekuatan jin. (Halaman 117)

Chapter Jadilah Perempuan adalah awal munculnya tokoh perempuan baru bernama Putri Kuramaya. Ketika kelas Ataru sedang ada kegiatan di luar kelas saat malam hari, tiba-tiba ada pesawat yang menyerupai bintang jatuh di area hutan tempat Ataru dan lainnya berkemah. Ternyata di pesawat itu terbaring putri yang tertidur dan menunggu ciuman pria biar bangun.

Singkatnya, Ataru yang (lagi-lagi) sial, dibawa oleh para pelayan Putri Kurama dan tentu saja, Ataru yang mata keranjang tergila-gila pada sang putri dan tidak berpikir dua kali untuk menciumnya. Naas, ketika Putri Kurama bangun, ia tidak sudi berikrar semalam bersama Ataru agar  bangsanya bisa terselamatkan. Ataru dirasa tak memenuhi kuaifikasi. Lantas bagaimana??

‘Kan sudah kubilang, kalian harus mencarikan laki-laki tampan!! Kenapa laki-laki serigala begini? Hei, aku takkan berikrar dengan orang bodoh kayak gini!! (Halaman 142)

Pertama, saya masih ingin mengkritik tentang teledornya editor komik Lum, The Invader Girl jilid kedua ini. bisabisanya kesalahan pencantuman blurb masih terjadi. Bahkan sama persis dengan jilid pertama. Blurb masih milik komik lain tetapi tetap dituliskan di bagian belakang buku. Seharusnya kesalahan jilid pertama bisa dijadikan pembelajaran. Eeh, malah terulang.

Dari segi cerita, masih tetap menarik dan seru layaknya jilid perdana. Hanya saja, jilid kedua ini sudah sangat random berbagai peristiwa yang terjadi. Seolah segala macam tokoh utama hanya diperkenalkan dan disinggung cikal bakal konflik pada jilid pertama. Sedangkan jilid kedua sudah sangat acak tentang lokasi, waktu, dan hal-hal yang disajikan setiap chapternya.

Lagi-lagi saya selalu membandingkan dengan komik Ranma ½ yang sudah saya baca. Dibandingkan judul tersebut, komik Lum (setidaknya hingga jilid dua ini) masih jalan di tempat. Tidak ada progress berarti tentang keberlanjutan hidup Ataru dan Shinobu. Tidak jelas pulsa status Lu sebagai “istri” Ataru yang notabene bukan manusia bumi. Entahlah.

Ataru selalu digambarkan bodoh, ceroboh,, dan mata keranjang. Seseungguhnya kombinasi sifat itu tidak disukai cewek-cewek. Sayangnya, komik ini juga bertema hareem dengan Ataru sebagai titik utamanya. Berbagai perempuan cantik dan seksi selalu bersinggungan dengan dirinya. Seolah segala sifat buruknya tak ada masalah. Padahal tabiat Ataru juga menyebalkan.

Oh iya, pada jilid ini ada extra file yang berisi tentang salah satu tokoh perempuan cantik bernama Sakura. Trivia-trivia yang ada di bagian ini banyak yang menyinggung komik jilid-jilid berikutnya, bahkan jilid yang sangat jauh ke depan. Menurut saya ini sangat mengganggu karena pengetahuan saya masih sampai jilid 2, tetapi sudah dicontohkan jilid 25. Kan kesel.

Meskipun demikian, hal-hal lebay dan terlalu ajaib menurut saya masih dalam porsi cukup dan menunjang keberlangsungan cerita. Misalnya saja tiba-tiba Ataru diculik ke istana Raja Naga di dasar danau ataupun Ataru yang disetrum jutaan volt oleh Lum masih baik-baik saja. Sang mangaka masih membuat benang merah sehingga cerita tetap jalan ke depan. #terTulus.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Lum, The Invader Girl (Jilid 1)

coverlum1

Judul: Lum, The Invader Girl (Jilid 1)

Judul Asli: Urusei Yatsura (Shinso-ban)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: Lanny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792731873

cooltext-blurb

Tak lama lagi SMA Kuyo akan mengadakan festival olahraga. Semua murid mempersiapkan segala sesuatunya dengan semangat tinggi, kecuali Utsunomiya yang dapat tugas untuk berpakaian ala “Si Tudung Merah” di festival nanti. Didandani seperti perempuan sudah jelas membuat Utsunomiya kesal, tapi yang paling membuatnya gundah adalah di festival itu para wali murid diharuskan hadir. Dan untuk membantu teman

cooltext-review

Setelah mencicipi tiga belas jilid Ranma ½ hasil karya Takahashi Rumiko, kali ini saya berkesempatan membaca buah karya beliau yang berjudul Lum, The Invader Girl atau dalam bahasa Jepang dikenal dengan judul Urusei Yatsura. Cerita dan tokoh yang muncul di cerita ini sangat berbeda dibandingkan Ranma ½. Yang sama hanyalah hal-hal ajaib yang terjadi.

Jilid perdana ini memiliki sembilan chapter cerita dan ditambah dua extra files yang berisi trivia tentang komik ini. Tokoh utama cerita di komik ini adalah seorang pemuda SMU biasa bernama Moroboshi Ataru. Ia berpacaran dengan teman sekelasnya bernama Shinobu. Berbagai tragedi mulai muncul ketika ia berurusan dengan jin dan berbagai macam makhluk supernatural.

Chapter pertama berjudul Whirling Youth mengisahkan Ataru secara tidak sengaja harus memenangkan permainan jin-jinan selama maksimal sepuluh hari dengan makhluk luar angkasa agar bumi idak dikuasai makhluk asing. Lawan Ataru adalah Lum (dibaca Lam), invader atau alien cantik berpakaian bikini. Syaratnya Ataru harus memegang tanduk Lum.

Moroboshi menangis! Dia menangis sambil memeluk bra Lum yang tertinggal… Sungguh satu halaman masa muda yang indah, berjuanglah, Moroboshi! Jangan kalah, Moroboshi! Masih ada hari esok! (Halaman 18)

Selain Ataru, Shinobu, dan Lum, ada satu tokoh menyebalkan bernama Sakuranbo atau biasa (minta) dipanggil Cherry. Ia adalah seorang pendeta tua yang (mengaku) bisa melihat nasib buruk yang mengiringi Ataru dari melihat paras wajahnya. Chapter berjudul Kamu Pasti Mati adalah salah satu bukti ketika Lum yang telah kalah dari permainan jin-jinan melawan Ataru.

Secara tidak sengaja muncul kesalah pahaman yang membuat Lum menerima “lamaran” Ataru dan tinggal serumah. Ataru yang hanya mencintai Shinobu akhirnya terus menjaga hubungan dengannya dan terus menghindari Lum yang selalu saja membuatnya tidak nyaman di rumah sendiri. Tentu saja Lum sangat cemburu dan marah melihat hubungan Ataru dengan Shinobu.

Kedua kasus menghilang itu terjadi saat dia sedang menelepon kekasihnya. Lalu dari UFO Lum mengirim gelombang electrik dengan dahsyat ke rumah mereka berdua! Bentuk segitiga ini membuat black hole! (Halaman 100)

Cerita semakin kompleks ketika muncul satu lagi invader dari bangsa Lum yang hadir di bumi. Dia bernama Rei yang tak lain dan tak bukan adalah tunangan Lum. Sayangnya, sifat dirinya yang mudah berubah wujud menjadi sapi ketika marah membuat Lum tidak mau dijodohkan dengan Rei. Padahal Rei yang tidak bisa berbahsa Jepang sampai nekat menyusul tunangannya.

Tak Bisa Dibenci adalah chapter ketika Rei terus menerus mengejar Lum dan mengamuk ketika Ataru didekati oleh Lum setiap saat. Masalah semakin pelik ketika Rei yang tidak fasih berbahasa Jepang terus meneriakkan kalimat lamaran pada berbagai wanita saat mengejar Lum yang berlari kesana kemari. Tentu saja paras tampan Rei membuat kehebohan di mana-mana.

Sapi itu prototipenya, kalau jadi orang, pasti bentuknya jadi cowok aneh. Yah… untuk Lum, sih, bagus. sedikit di atas kami. Modal cowok, bukan tampang! (Halaman 137)

Dibandingkan dengan Ranma ½, komik Lum ini terasa lebih kompleks dan panjang jalinan ceritanya. Saya merasa komik Ranma ½ banyak dihiasi panel yang besar dan jalinan cerita singkat, sedangkan Lum banyak menggunakan ukuran panel yang kecil dan jalinan cerita yang tidak sederhana. meskipun demikian, sisi lebay dan terlalu ajaib masih khas Takahashi Rumiko.

Setting lokasi dan waktu pada awalnya tidak saya ketahui. Menilik berbagai macam keajaiban yang terjadi mulai dari setan, jin, dan alien, sepertinya tidak mungkin mengambil setting waktu modern. Sedangkan lokasi, bisa saya ketahui dari extra files bagian belakang bahwa lokasi Ataru hidup ada di Kota Tomobiki yang tentu saja hanya rekaan semata.

Oh iya, perlu saya sampaikan bahwa blurb yang tertulis di bagian belakang komik Lum, The Invader Girl ini entah bagaimana ceritanya lagi-lagi redaksi Elex Media Komputindo melakukan kesalahan fatal. Blurb yang tertulis di bagian belakang komik sesungguhnya adalah blurb untuk komik Jungle Boy jilid kedua karya Rie Nakamura. Entah kenapa redaksi bisa salah copy paste.

Segi cerita, saya lebih suka Lum daripada Ranma. Meskipun keduanya sama-sama mengambil tema slice of life yang tiap chaper tidak saling bertautan, cerita Lum yang leih kompleks dan ada akhir yang masuk akal membuat saya lebih puas ketika sampai pada penghujung cerita. Apalagi saya dibuat cengengesan ketika melihat kesialan Ataru yang tiada habisnya.

Jilid pertama kali ini memang masih berupa perkenalan tokoh dan awal mula konflik. Meskipun demikian, saya sudah bisa melihat keunikan masing-maing tokoh. Bukan hanya tokoh utama, tokoh pendamping pun juga mendapatkan porsi tayang yang cukup sehingga karakter dan sifat setiap tokohnya bisa tersajikan dengan baik. Well done, Lum! Tunggu review jilid berikutnya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 13)

coverranma13

Judul: Ranma ½ (Jilid 13)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792702385

cooltext-blurb

Ranma mendadak lemah karena jurus moxibusi penghilang tenaga Happosai. Untuk bisa kembali menjadi kuat, ia harus merebut diagram tubuh manusia yang menunjukkan titik pemunah moxa!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Akhirnya sampai juga di jilid ketiga belas dari serial Ranma ½ yang sudah saya baca. Cukup banyak hal yang berbeda dibandingkan jilid perdananya. Meskipun masih terdiri dari sebelas chapter, jilid ini hanya memiliki satu kisah yang saling terkait antar chapter, bahkan masih bersambung.

Pria Terlemah adalah chapter pembuka dari rangkaian periswtiwa yang akan terjadi. Kisah bermula ketika Kakek Happosai (lagi-lagi) dikejar-kejar oleh banyak gadis muda karena mencuri pakaian dalam mereka. Melihat hal itu, tentu saja Ranma tidak tinggal diam dan “menyelesaikan” perkara itu. tentu saja Happosai sangat geram karena kalah begitu saja.

Akhirnya, ia memberikan serangan balasan pada Ranma yaitu menempelkan batu moxibusi pada tubuh Ranma. Sayangnya, tak seorangpun di rumah keluarga Tendo yang mengetahui tentang khasiat batu itu pada seseorang. Ternyata moxibusi bisa menghilangkan kekuatan! Tentu saja Ranma yang sehari-hari kuat dan bertenaga, langsung lembek dan tak bisa memukul.

Ya. Menurut data… Diagram tubuh manusia yang menunjukkan titik moxibusi penghilang tenaga tersimpan di suatu tempat. (Halaman 29)

Benar sekali, meskipun Dokter Tofu telah mengetahui cara menyembuhkan Ranma, ia masih memerlukan gambar diagram tubuh manusia, yang secara kebetulan disembunyikan oleh Happosai. Satu-satunya cara ia harus mengalahkan kakek itu. Ranma, Genma, dan Ukyou akhirnya pergi ke Batu Mogusa di Lembah Yomogi yang ada di Desa Moxibusi untuk berlatih.

Latihan Khusus! Neraka Spiral adalah proses latihan Ranma yang sangat berat. Secara tiba-tiba Nenek Ke Lun datang ke Lembah Yomogi untuk membantu Ranma. Ia mengajarkan sebuah jurus yang sangat hebat dan bisa dikuasai Ranma meskipun ia tidak kuat lagi. jurus tersebut bernama jurus naga terbang ke langit. Tak tanggung-tanggung, Ryoga menjadi lawannya.

Jangan malu. Jangan marah. Jangan jadi panas!! Dengar, inti utama dari naga terbang ke langit adalah… hati yang dingin! Kalau tak mampu menggambar spiral dengan hati yang dingin, kau tak akan menguasai jurus naga terbang ke langit! (Halaman 76-77)

Setelah berhasil menguasai jurus tersebut, Ranma kembali ke rumah dan berniat menantang Happosai bertarung. Chapter berjudul Mulai! Pertarungan Pembalasan merupakan awal mula pertarungan Ranma dan Happosai. Banyak kendala yang terjadi sebelum Ranma bisa bertarung. Lantas, berhasilkah Ranma mengalahkan Happosai dan mendapatkan diagram tubuh manusia?

Kenapa ya…? Apa pun yang kulakukan, rasanya hampa… Ranma… Benar, lebih menyenangkan waktu masih ada Ranma. Ranma, kenapa kau tinggalkan aku? Dan menjadi bintang di langit!? (Halaman 127)

Seru! Jilid ini adalah jilid paling seru dibandingkan dua belas jilid sebelumnya. Ceritanya panjang, tidak bertele-tele, dan tetap menarik. Sepertinya sang mangaka sudah meninggalkan formula satu cerita tamat dalam tiga hingga empat chapter dan muai fokus menghadirkan kisah kompleks sepanjang satu tankoubon. Bahkan kisah ini belum selesai dan masih bersambung.

Moxibusi adalah sebuah kata benda yang asing bagi saya. Awal kemunculannya tidak diberi tahu benda apakah moxibusi itu. memang lambat laun terkuak bahwa moxibusi adalah sejenis batu. Tapi batu yang bagaimana? Bahannya seperti apa? Mengapa bisa memiliki khasiat melemahkan? Hingga akhir jilid ini masih tidak dijelaskan. Yang penting batu moxibusi. Titik.

Saya suka berbagai humor antiklimaks yang disuguhkan di jilid ini terasa mengalir dan cukup menghibur. Tidak ada lagi “nuansa” dipaksakan yang saya temui di jilid dua belas yang lalu. Banyaknya tokoh yang muncul tidak membuat karakter saling tumpang tindih. Justru kehadiran tokoh-tokoh pendukung lain turut serta membuat cerita makin menarik. Suka!

Yang cukup aneh adalah kondisi Ranma. Seperti yang sudah dijelaskan, batu moxibusi bisa membuat tenaga manusia menurun dan jadi lemah sama sekali. Namun, pada satu panel, Ranma berujar “Aku memang jadi lemah, tapi kecepatanku tidak menurun.” Lho? Kok bisa? Bergerak dengan lincah juga membutuhkan tenaga atau power kan? Katanya lemah? Lho?

Akhir kisah yang sangat gantung dan cukup mengejutkan membuat saya gemas ingin membaca jilid selanjutnya. Sayang, saya sudah tidak memiliki stok lanjutannya lagi. jadi saya tidak tahu bagaimana akhir pertarungan Ranma dengan jurus naga terbang ke langit itu. Apakah berhasil atau justru antiklimaks, saya juga tidak tahu. Yang jelas, saya suka dengan jilid ini. Yahooo~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 12)

coverranma12

Judul: Ranma ½ (Jilid 12)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792700473

cooltext-blurb

Kepala sekolah SMU Furinkan akhirnya pulang setelah tiga tahun tak terlihat. Orang dengan pohon kelapa di kepalanya itu, menghadiahkan peraturan sekolah yang ekstrim. Merasa tertindas, para murid mulai bertarung melawan kepala sekolah.!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid dua belas yang saya baca kali ini terasa sedikit berbeda dibandingkan jilid-jilid terdahulu. Meskipun ada sebelas chapter yang disuguhkan di jilid kali ini, secara umum hanya ada dua cerita besar yang diceritakan. Satu cerita dengan tokoh baru, satu lagi dengan tokoh lama. Penasaran?

Kembalinya Kepala Sekolah adalah chapter yang mengawali kisah pertama yang akan diberikan sang mangaka. Selama tiga tahun terakhir, Kepala SMU Furinkan tidak ada di sekolah karena sedang berada di laur negeri. Suatu ketika, ia kembali dan membuat gempar seluruh sekolah dengan menerapkan peraturan mengenai ketentuan model rambut murid cowok dan cewek.

Tak mau rambut mereka diatur dengan model yang tidak disukai, akhirnya seluruh siswa SMU Furinkan bahu membahu mengalahkan kepala sekolahnya sendiri dan merebut surat dispensasi peraturan sekolah. Perjangan mereka tidak mudah setelah sang Kepala Sekolah menjebak mereka semua di ruang bawah tanah sekolah yang ajaibnya sangat luas dan seperti Hawaii.

Di dalam buah kelapa ini ada surat dispensasi peraturan sekolah. Jika kalian bisa merebut buah kelapa ini… (Halaman 16)

Setelah urusan pertauran-sekolah-tentang-model-rambut-siswa-laki-laki-dan-perempuan usai, Kepala Sekolah lagi-lagi membuat gara-gara dengan menerapkan hukuman bagi siswa yang terlambat datang ke sekolah setelah bel berbunyi meskipun hanya satu detik. Hukumannya? Membersihkan toilet selama seminggu. Tentu saja Ranma tidak tinggal diam. Lalu bagaimana?

Sabun Kebahagiaan adalah chapter pembuka seuah kisah baru yang (lagi-lagi) masih melibatkan tokoh-tokoh yang terkena kutukan mata air Cina. Shan Pu yang baru saja kembali dari Cina membawa sebuah sabun ajaib yang membuatnya tidak akan berubah wujud menjadi kucing. Sehebat apakah sabun yang dibeli dari toko oleh-oleh di sekitar mata air kutukan Cina itu?

Bukan sabun biasa. Jika badan dibersihkan dengan ini, disiram air pun takkan berubah wujud. Sabun anti air yang membuka zaman baru! (Halaman 106)

Apesnya, sabun itu jatuh ke tangan Ryoga yang tidak tahu apa-apa bahkan saat Shan Pu belum menggunakannya sama sekali. Tentu saja hal ini membuat Ryoga tidak berubah wujud menjadi babi hitam kecil saat disiram air dingin. Ia yang sangat bahagia akhirnya berikrar akan mengungkapkan perasaannya pada Akane yang sangat ia cintai selama ini.

Ranma yang akhirnya mengetahui keberadaan sabun ituu akhirnya bersekongkol dengan Shan Pu agar sabun itu bisa mereka rebut. Namun, Shan Pu yang tidak ingin membaginya dengan Ranma jadi mengacaukan segala rencana yang tersusun rapi dan membuat kekacauan di mana-mana. Bahkan Akane jadi kesal dan marah dengan semuanya. Bagaimana kelanjutannya?

Karena hanya ada dua cerita besar yang ada di jilid ini, saya mau tidak mau jadi membandingkan mana yang lebih lucu, lebih menarik, dan lebih enak disimak dibandingkan yang lain. Dan pilihan saya jatuh pada cerita kedua. Meskipun tidak ada cerita baru, kehadiran sabun ajaib yang mengacaukan segalanya membuat saya tertawa beberapa kali.

Sedangkan cerita pertama, saya merasakan aura pemaksaan dan sok asik yang komikus coba hadirkan. Mulai dari kemunculan tiba-tiba sang Kepala Sekolah yang sangat lebay, peraturan sekolah yang juga sangat lebay, serta berbagai aksi dan reaksi sepanjang cerita yang (lagi-lagi) sangat lebay membuat cerita menjadi tidak asik dinikmati dengan baik. Sayang sekali.

Komik genre komedi memang terkadang menyuguhkan hal yang terlampau luar biasa sebagai slapstick yang mengundang tawa pembaca. Tetapi jika hal berlebihan itu diulang-ulang dengan formula yang sama, kesannya jadi sangat garing dan tidak lucu lagi. Hal inilah kekurangan besar cerita pertama. Padahal tokoh baru yang muncul ada kaitannya dengan tokoh utama lho.

Sedangkan cerita kedua lucu dari berbagai sisi. Sang mangaka tidak berusaha membuat hal-hal yang lebay mendominasi sisi humoris cerita. Setiap karakter masih dipertahankan dengan ciri khasnya sendiri. Hal inilah yang membuat cerita menjadi lucu dan menarik untuk diikuti. Misalnya saja Ryoga yang ingin berduaan dengan Akane, Ranma yang cemburu, dan lainnya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 11)

coverranma11

Judul: Ranma ½ (Jilid 11)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792005127

cooltext-blurb

Pertarungan memperebutkan jurus rahasia dahsyat lingkaran bunga api antara Happosai, Soun Tendo, dan Genma Saotome tak bisa dihindarkan. Akane dan Ranma pun ikut serta dalam duel tersebut, sehingga kekacauan bertambah. Seperti apakah jurus rahasia bola maut itu?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Tidak terasa akhirnya saya sudah menyelesaikan sepuluh jilid awal Ranma ½ tanpa jeda. Kali ini jilid kesebelas tidak ketinggalan akan saya ulsa. Meskipun jumlah chapter sebanyak sebelas buah masih sama seperti sebelumnya, ada empat kisah alih-alih hanya tiga. Aih makin pendek aja.

Selamat Datang, Kakak adalah salah satu chapter yang mengusuh kisah pertama. Certa bermula dari tayangan televisi yng menyiarkan seekor anjing betina yang baru saja melahirkan anak. Nama anjing tersebut adalah Hibiki Shirokuro. Ya benar, anjing itu milik Ryoga. Sang majikan yang lama tak pulang ke rumah membuat Shirokuro rindu pada pemuda tanggung itu.

Akhirnya suatu hari Ryoga mengajak Akane berkunjung ke rumahnya sekaligus menengok keadaan anak-anak Shirokuro. Masalah pertama terjadi ketika AKane berangkat duluan dan meninggalkan Ryoga yang buta arah parah termenung sendirian. Akhirnya mau tidak mau ia minta tolong Ranma mengantarkannya ke rumah secepat mungkin. Kemudian? Baca sendiri~

Shirokuro juga melahirkan selagi aku pergi. Kalaupun adikku lahir… Itu wajar!! (Halaman 24)

Happosai yang hobi berbuat onar sering menjadi bulan-bulanan Ranma, Genma, dan Soun yang jauh lebih muda. Suatu ketika, kakek Happosai amat marah dan hendak mengeluarkan jurus lingkaran bunga api yang sangat hebat, tapi apesnya ia sendiri lupa cara mengeluarkannya. Genma dan Soun yang pernah mendapatkan jurus itu sangat cemas jika Happosai ingat lagi.

Rebut Kitab Rahasia! adalah chapter yang mengisahkan bagaimana sepak terjang Ranma+Genma+Soun yang bersaing dengan Happosai mengambil kitab rahasia jurus lingkaran bunga api. Cerita semakin lucu ketika “kuburan” kitab rahasia tersebut ada di tengah-tengah pemandian umum wanita. Waduh! Bagaimana cara mengambil kitab rahasia itu??

Kalian paham? Poin utama dari pengintipan adalah… Menemukan cara untuk menyatu dengan alam di sekitarnya. (Halaman 72)

Hold Me Tonight adalah chapter yang mewakili kisah baru ketika Shan Pu mendapakan sebuah bahan unik yang bisa menghipnotis orang lain. Tidak sulit, hanya mencampurkan bahan tersebut pada sebuah masakan dan akhirnya membuat orang yang memakan hidangan itu bisa dikendalikan perbuatannya. Siapa target yang diincar Shan Pu? Tentu saja Saotome Ranma.

Lucunya, karena keteledorannya sendiri, Shan Pu justru membat Ranma terkena hipnotis yang dipicu dari bersin seseorang. Singkattnya ketika ada orang bersin di dekat Ranma, maka ia akan memeluk orang yang bersin itu. masalah makin rumit ketika Akane yang sedang flu harus berdua dengan Ranma di dalam rumah karena anggota keluarga yang lain sedang pergi.

Pengecut!! Mentang-mentang semua orang sedang pergi… Coba saja peluk aku lagi! Kamu tak akan melihat matahari esok hari!! (Halaman 116)

Secara umum, sesungguhnya Akane dan Shan Pu tidak terlalu jelas terlihat bahwa mereka berdua sedang dalam kondisi saling bersain. Shan Pu yang jelas mencintai Ranma sedangkan Akane benci-tapi-cinta-tapi-jaim pada Ranma kerap membuat mereka ingin tampil lebih unggul dibandingkan yang lain, khususnya di hadapan Saaotome Ranma.

Badminton Tenaga Raksasa adalah chapter yang mengisahkan bagaimana duel antara Akane dan Shan Pu di awal tahun baru. Meskipun awalnya Akane jauh lebih lemah dibandingkan Shan Pu, kali ini Akane sangat kuat. Hal ini dikarenakan ia memakan mi kuat yang sejatinya adalah milik Happosai. Akibatnya, kekuatan Akane bertambah besar dan bsia menantang Shan Pu duel.

Ooh!! Kali ini bahan moci! Semakin gagal memukul, gerakan akan semakin terhambat!! Kalau begini, dia tak bisa bergerak! (Halaman 151)

Jilid sebelas ini banyak hal yang membuat saya tertawa. Bukan hanya tersenyum, nyengir,, ataupun terkekeh, tapi benar-benar tertawa meskipun tidak sampai terbahak. Hal ini menurut saya merupakan kemajuan yang sangat baik dari segi humor, mengingat saya bukan orang yang mudah tertawa karena humor yang receh dan garing krik krik hehehe.

Kisah pertama, kedua, ketiga, dan keempat memiliki keunikan masing-masing. Namun demikian, formula salah paham dan tak mau melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang lain sepertinya masih dipertahankan oleh Takahashi Rumiko. Hal ini akhirnya membuat perkembangan cerita utama mengenai Ranma yang ingin menjadi lelaku sejati jadi terlupakan.

Ya benar, saya rasa sejak jilid pertama hingga sebelas, hanya jilid satu atau dua saja yang memberikan kejelasan plot maju. Setelah itu, hanya penambahan tokoh serta penuturan cerita casual yang terjadi sehari-hari yang disuguhkan di komik ini. Agak disayangkan apabila sang mangaka terlena dengan slice of life ini dan terlalu sibuk meninggalkan plot maju yang penting.

Gaya terjemahan yang unik dan tidak monoton adalah salah satu hal yang membuat saya betah membaca komik ini hingga saat ini. misalnya saja lingkaran bunga api. Bunga api. Apa sinonimnya? Ya benar, alih-alih menggunakan sinonimnya yang sudah mengacu pada suatu benda, sang penerjemah memberikan nuansa dengan memberikan istilah bunga api :)

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 10)

coverranma10

Judul: Ranma ½ (Jilid 10)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792098518

cooltext-blurb

Akane disandera dan akan dijadikan angsa!? Itulah rencana Musu, pria rabun yang muncul untuk merebut Shan Pu yang dicintainya. Dia menantang Ranma bertempur dengan air dari mata air anak angsa yang dibawanya dari Cina. Ranma dan Akane dalam bahaya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yossh kembali lagi pada ulasan komik Ranma ½ jilid kesepuluh ini. Seperti baisa ada sebelas chapter yang disuguhkan di komik ini yang secara garis besar terbagi atas tiga cerita utama yang berbeda-beda. Namun demikian, semuanya masih bermuara pada tema slice of (Ranma’s) life.

Chapter berjudul Cinta Sesaat adalah chapter yang cukup lucu. Selama ini kakek Happosai sangat gemar mencuri pakaian dalam wanita muda dan selalu menggoda gadis cantik. Beliau sangat mendambakan pasangan perempuan berambut panjang dan bermata besar. Ranma yang sudah lelah berurusan dengan Shan Pu memiliki ide mengenalkan kakek itu dengannya.

Eh eh eh ternyata Ranma bukan mengenalkan Happosai pada Shan Pu, melainkan pada Ke Lun alias nenek buyut Shan Pu. Tak disangka, peprjumpaan mereka berdua membuka tabis masa lalu tentang seorang pemuda pencuri yang merampas harta keluarga Ke Lun berbentuk gelang. Yang berbahaya di gelang yang dicuri Happy alias Happosai tersebut terdapat hal mengerikan.

Benar. Obat jatuh cinta yang dimasukkan dalam gelang itu… Orang yang meminumnya… Akan jatuh cinta pada lawan jenis yang pertama dilihatnya. (Halaman 21)

Mu Su hadir lagii! Ah saya menantikan kemunculan kembali lelaki rabun dekat yang jago silat ini. Pada chater berjudul Rencana Bebek Ranma, Mu Su bermaksud menghabisi Ranma melalui sebuah pertunjukan sirkus Cina. Ia ingin membuat Ranma mengalami kesialan yang ia alami ketika tercebur mata air kutukan sehingga ia menjadi bebek saat tersiram air dingin.

Ya benar. Rabun dekat Mu Su sangat parah sehingga ia dengan mudah tercebur ke mata air kutukan anak bebek. Pada chapter kali ini juga sangat terlihat bagaimana kesungguhan hati Mu Su ingin mengalahkan Ranma dan merebut hati Shan Pu gadis yang sejak lama ia cintai. Awalnya Ranma bermaksud mengalah. Namun kemudian ia urung melanjutkan rencananya.

Aku sudah lama jadi pemandu wisata di sini. Tapi, Tuan orang pertama yang mendadak… Melompat ke mata air. (Halaman 71)

Tsubasa Kurenai adalah chapter pembuka sebuah kisah rumi yang baru. Masih ingat Konji Ukyo si tukang okonomiyaki yang menjadi tunangan Ranma saat masih kecil? Ternyata urusan dengan Ukyo belum selesai. Kini muncul seseorang bernama Tsubasa Kurenai yang mengincar nyawa Ranma. Hal ini ia lakukan karena merasa Ranma telah merebut Ukyo yang ia cintai.

Tsubasa adalah teman sekolah Ukyo saat belum pindah ke SMU Furinkan. Kelembutan hati Ukyo membuat Tsubasa langsung jatuh cinta dan tak mau melepaskannya. Ukyo yang merasa risih akhirnya mengirimkan surat bahwa ia telah bertunangan dengan Ranma. Pada chapter ini ada sebuah twist yang cukup mengejutan tentang sosok Tsubasa Kurenai dan Ukyo dimasa lalu.

Hmp… Kalau soal Ukyo seorang wanita… Aku sudah tahu dari awal. Dengar, ya! Aku cuma tertarik pada wanita!! (Halaman 146)

Jilid kesepuluh ini awalnya cukup membosankan karena saya kurang begitu suka dengan karakter Happosai dan Ke Lun yang tidak sesuai dengan kaidah manusia pada umumnya. Belum lagi sifat Happosai yang mata keranjang dan menghalalkan segala cara demi berdekatan dengan gadis muda sangat menjengkelkan. Pantas saja Genma & Soun berniat membunuhnya.

Kemunculan Mu Su yang tiba-tiba membuat jilid ini menjadi menarik. Setelah sebelumnya ia kalah telak dari Ranma dan “hilang” dari peredaran, kemunculannya kali ini dengan kondisi mendapatkan kutukan bebek menjadi hal yang menggelikan. Meskipun saya bingung Mu Su menjadi bebek ataukah angsa. Tapi yang jelas tetap saja lucu melihat bebek pakai kacamata.

Plot twist yang terjadi pada kisah ketiga tidak akan saya singgung arena takut spoiler. Yang jelas saya cukup kaget mengetahui siapa Tsubasa Kurenai ini sebenarnya. Meskipun demikian, saya tidak yakin Tsubasa akan kembali muncul di jilid selanjutnya. Padahal ia termasuk tokoh unik yang tidak perlu mendapat kutukan mata air demi keunikannya itu. tunggu saja deh.

Setelah membaca sepuluh jilid Ranma ½ ini, kemunculan tokoh-tokoh baru membuat kisah hidup Ranma semakin rumit. Padahal sebelumnya juga sudah rumit sih dengan mata air kutukan itu. Kalau boleh memberikan spoiler sedikit, sebenarnya hal-hal rumit itu terjadi hanya karena satu alasan: salah paham. Kesalah pahaman membuat kesimpulan sepihak kemudian bertindak sesuai pikirannya sendiri. Hal ini yang jadi poin utama konflik Ranma ½. Ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 9)

coverranma9

Judul: Ranma ½ (Jilid 9)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792097153

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yahoooo. Jumpa lagi nih dengan review judul yang saya baca beberapa minggu terakhir ini. Yup, Ranma ½ sudah sampai jilid sembilan yang telah saya baca. Kali ini saya akan memberikan sedikit kesan tentang jilid yang memiliki sebelas chapter cerita di dalamnya. Psst, ada tokoh baru lagi lho~

Oh iya, sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa saya tidak keliru menuliskan blurb di atas yang sama persis dengan blurb di jilid keenam. Hal itu saya ketahui saat melihat sendiri jilid sembiilan ini. Ternyata kesalahan ada pada penerbit Elex yang mencetak halaman blurb jilid keenam pada jilid sembilan. Bahkan ISBN dan barcode juga ikut salah. Jadi bukan salah saya ya.

Cerita pertama memiliki jumlah beberapa chapter. Salah satu chapter tersebut berjudul Never Give Up. Mengisahkan tentang Kunou Kodachi di Sekolah Putri Saint Habereke yang baru saja praktikum memasak, khususnya membat kue. Namanya saja sekolah putri, Kodachi buru-buru ijin pulang cepat dengan tujuan memberikan kue buatannya pada Ranma, orang yang ia suka.

Pada saat yang bersamaan, kelas Akane di SMU Furinkan juga baru saja selesai kelas memasak kue. Banyak anak lelaki yang ingin mencicipi kue buatan Akane. Namun, Akane tidak bersedia memberikannya pada orang lain selain Ranma. Sayangnya, Ranma merasa kue buatan Akane tidak enak. Tiba-tiba muncul Kodachi yang membuat segalanya menjadi rumit.

Aku ingin makan film negatifnya. Maukah kau buatkan untukku? Masakan film negatif… (Halaman 23)

Kisah selanjutnya diiringi dengan kemunculan tokoh baru. Adalah seorang gadis penjual okonomiyaki bernama Kounji Ukyou. Perempuan ini adalah teman masa kecil Ranma ketika sedang mengembara untuk berlatih bersama ayahnya. Ukyou yang dipanggil Ucchan oleh Ranma ini adalah anak perempuan seorang tukang okonomiyaki yang sering dihutangi Ranma.

Pertandingan Maut Okonomiyaki adalah chapter yang mengisahkan pertandingan Ranma dan Ukyou yang teramat dendam kepadanya. Satu hal bodoh yang tidak disadari Ranma adalah, Ukyou sesungguhnya seorang perempuan. Tidak sampai di situ saja, Ukyou ternyata telah disetujui menjadi tunangan Ranma ketika masih kecil. Waduh bagaimana ini?

Gerobak yang dicuri itu, jnji membawamu yang dilanggar itu… Semuanya kejahatan ayahku, ‘kan? Kenapa aku juga jadi sasaran…? (Halaman 86)

Setelah urusan pertandingan antara Ranma dan Ukyou berakhir dengan antiklimaks, kali ini muncul lagi Ryoga yang (lagilagi) ingin menantang Ranma bertarung. Tak tanggung-tanggung, ia menyerang Ranma secara langsung. Melihat tunangannya sedang diserang, Ukyou tidak tinggal diam dan melindungi Ranma. Hal ini sempat membuat hubungan keduanya panas.

Melihat ada sebuah celah yang bisa dimanfaatkan demi merebut tunangannya lagi, Ukyou akhirnya berinisiatif membuat Akane dan Ryoga berkencan. Chapter berjudul Surat Cinta yang Sempurna turut menyuguhkan bagaimana akhirnya Ryoga dan Akane kencan di kedai okonomiyaki milik Ukyou. Melihat hal ini, Ranma jadi tidak rela Akane “direbut” dari dirinya.

Kencan pertama? Dia mau dekatkan aku dengan cowok lain… Untuk membatalkan pertunanganku! Siapa yang mau diatur begitu!? (Halaman 145)

Well well well. Saya cukup suka dengan kemunculan Kunou Kodachi lagi di chapter ini. setelah pada chapter kedua ia langsung lenyap setelah pertandingan senam ritmik, kemunculannya setelah tujuh jilid berlalu membuat cerita makin menarik. Terlebih sifatnya yang sangat naif dan menghalalkan segala cara agar berdekatan langsung (secara fisik) dengan Ranma sangat hmm.

Banyak berbagai hal yang sangat kebetulan kalau dipikir-pikir selama membaca Ranma ½ ini. Namanya juga cerita fiktif, memang tidak salah jika kebetulan-kebetulan merupakan hal yang sangat lumrah. Hanya saja, kebetulan yang terlalu pas dan terjadi berulang-ulang juga menjadi kurang nyaman dibaca. Ditambah beberapa karakter dibuat terlalu “bodoh” dan tidak peka.

Seperti apa contohnya? Kebetulan SMU Furinkan dan Sekolah Putri Saint Habereke sama-sama mengadakan kelas memasak. Kebetulan Ranma yang mengejar Kodachi harus tersungkur dan ada kontak fisik. Kebetulan Gosunkugi mengambil foto keduanya yang dimanfaatkan Kodachi sebagai ancaman. Dan kebetlan pula Akane tidak peka memperhatikan sekelilingnya. Huft.

Kemunculan Ukyou sang tukang okonomiyaki yang berstatus sebagai tunangan Ranma ketika amsih kecil dan menuntut balas ketika sudah cukup dewasa membuat cerita menjadi seakin rumit. Kalau dipikir-pikir, Ranma ini menjadi hareem deh. Sejauh ini ada Akane, Shan Pu, Kodachi, dan Ukyou yang menyukainya. Padahal Ranma teratrik pada satu orang saja.

Sedangkan Akane yang disukai Ranma, Kunou, Ryoga, dan Gosunkugi kurang tergali selayaknya hareem versi Ranma. Apakah ini artinya peran Akane tak lebih dari pasangan Ranma saja ataukah sang mangaka tak ingin membuat kisah cinta Akane lebih menarik daripada sang tokoh utama yaitu Saotome Ranma itu sendiri. Entahlah saya juga tak tahu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 8)

coverranma8

Judul: Ranma ½ (Jilid 8)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792095852

cooltext-blurb

Karena yakin mampu memerankan Juliet, Akane tampil dalam kontes drama. Ternyata, yang jadi pemeran Romeo adalah Happosai dan Kak Kunou. Ranma ikut karena mendengar pemenangnya akan dapat hadiah wisata ke Cina!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kisah hdup Ranma yang memiliki dua wujud fisik diri masih berlanjuuut. Kali ini saya sudah memasuki jilid kedelapan. Ada sebelas chapter yang dimuat di tankoubon ini. Isi ceritanya masih berupa kisah-kisah slice of life yang acak alias tidak runtut secara waktu. Yuk mari simak saja dulu…

Tak Butuh Bantuan adalah chapter ketika terjadi tragedi pencurian papan nama perguruan milik keluarga Tendo. Saya tidak tahu mengapa hilangnya papan nama ini membuat Akane dan keluarga Tendo yang lain merasa murka. Akane sampai berniat menghabisi sang pencuri yang menantangnya berduel. Bukankah lebih mudah jika membuat yang baru saja ya? Hmmm.

Di sisi lain, Shan Pu tiba-tiba hadir membawa sebungkus bubuk mata air instan yang membuat siapapun menjadi laki-laki setelah mengguyurkan air yang telah ditaburi bubuk itu. Tentu saja Shan Pu sudah merencanakan akan memberikannya pada Ranma asalkan pemuda itu berkenan kencan dengan Shan Pu. Mau tidak mau Ranma menerimanya. Tapi suatu tragedi terjadi…

Orang itu kuat. Paling tidak… Dia bukan lawan yang bisa dikalahkan Akane. (Halaman 30)

Meninggalkan hiruk pikuk bubuk mata air instan dan pencuri papan nama perguruan, chapter berjudul Battle Royale – Romeo ini terasa sangat menarik. Akane sangat suka bermain drama, namun, sejak SD ia selalu mendapatkan peran maskulin. Hal ini membuatnya menolak mentah-mentah permintaan klub drama yang memintanya bermain pada kontes drama antar sekolah.

Yang mengejutkan, ternyata pemain yang dicari untuk peran Juliet. Akane yang sangat ingin memerankan gadis anggun dan lembut akhirnya menerima tawaran itu. Sayangnya, keputusan itu membuat Kunou Tatewaki, Gosunkugi Hikaru, dan kakek Happosai berniat menjadi Romeo. Ranma tak tinggal diam dan ikut serta karena iming-iming hadiah wisata Cina gratis. Benarkah?

I, ini kan drama… Lakukanlah pertandingan di panggung… Orang yang bertahan di pentas sampai akhir… Dialah Romeo yang sebenarnya! (Halaman 81)

Pada jilid kedelapan ini, Ryoga hadir kembali. Ia membawa sebuah peta yang sangat berharga. Chapter berjudul Cari Mata Air Laki-Laki Jepang ini mengisahkan bagaimana Ryoga ingin menemukan mata air yang bisa membuat siapapun menjadi pria setelah menceburkan diri di dalamnya. Sehingga ia tidak perlu pergi ke Cina hanya untuk mata air kutukan itu.

Perjumpaannya dengan Ranma akhirnya melibatkan Ranma yang juga ingin menemukan mata air itu. Yang sulit addalah ternyata mata air itu ada di lingkungan SMU Furinkan tepatnya di bawah ruang ganti wanita. Bisa dibayangkan bagaimana trik dan ide yang dilakukan Ranma dan Ryoga agar bisa menyelinap ke ruang ganti wanita dan mencari mata air itu. Hahahaha.

Membantuku!? Yang benar saja! Maksudmu… Kamu ingin ikut, ‘kan? Aku tak butuh bantuan! Toh, aku yang punya peta. Pokoknya, aku sendiri yang akan kembali jadi laki-la… (Halaman 141)

Jilid kedelapan ini masih seru meskipun satu rangkaian cerita tidak berkaitan langsung dengan jalinan cerita yang lain. Yang masih satu koridor adalah sang mangaka tetap memberikan porsi penampilan karakter yang telah muncul sebelumnya dan berhak menjadi tokoh tetap alias bukan slonong boy numpang lewat ala kadarnya. Hal ini cukup menyenangkan diikuti.

Mengenai interaksi antara Ranma dan Akane yang saya rasa menjadi satu-satunya benang merah yang akan bermuara hingga akhir cerita Ranma ½, masih belum menampakkan perkembangan yang signifikan hingga akhir jilid ini. Keduanya masih benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui. Mereka berdua selalu bertengkar pada hampir setiap kesempatan.

Meskipun demikian, mereka berdua juga terlihat saling peduli. Misalnya Ranma yang tidak ingin membiarkan Akane terluka saat berduel dengan si pencuri papan nama padahal ia sedang kencan ataupun Akane yang bersedia mengorbankan harga dirinya demi membuat Ranma memenangkan hadiah wisata Cina yang ia idam-idamkan sejak awal kontes drama.

Formula benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui ini sesungguhnya sangat menyebalkan dan membuat gemas. Namun, kalau dipikir-pikir justru hal itu yang membuat penasaran bagaimana akhir hubungan keduanya. Meskipun semakin ke sini, cerita yang disuguhkan sudah mulai stabil dan hanya berkutat pada eksplorasi karakter yang sudah muncul dahulu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 7)

coverranma7

Judul: Ranma ½ (Jilid 7)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792094251

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid ketujuh ini sama dengan jilid sebelumnya dalam hal jumlah chapter yang terkandung di dalamnya. Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid ini menyimpan kejutan yang tak terduga. Hal ini disebabkan oleh munculnya tokoh baru yang sangat unik sekaligus menyebalkan. Penasaran kan?

Balap Duel Katering adalah chapter pertama yang mengisahkan pertarungan tiga tokoh wanita komik ini yaitu Akane, Shan Pu, dan Ranma versi cewek. Ketiganya bertarung dalam pertandingan balapan ratu duel katering. Inti pertandingan ini adalah adu cepat mengantarkan makanan pada rumah yang ditunjuk oleh panitia. Lucunya, orang tersebut sangat tidak asing.

Dengar, gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan Tuan Pengantin. Biarkan dia merasakan dalamnya ilmu katering. (Halaman 18)

Bangkitnya Kejahatan adalah babak baru yang harus dialami keluarga Tendo dan keluarga Saotome. Guru Happosai, orang yang menjadi mentor Genma dan Soun dimasa lalu. Akibat sebuah tindakan yang sangat “keras”, keduanya menyingkirkan Happosai di sebuah lubang yang ditutup batu. Tak disangka, sang guru bangkit kembali dan meneror kedua keluarga ini.

Tenang. Aku datang bukan untuk balas dendam. Aku juga sudah tua. Aku ingin melatih salah satu dari kalian… (Halaman 80)

Kemarahan Happosai adalah salah satu chapter yang menghadirkan tingkal laku sang kakek yang sangat tidak bermoral. Ia sangat hobi mengintip para gadis muda demi kesenangannya sendiri. Sampai-sampai Ranma menjulukinya sebagai kakek cabul. Bahkan saking cabulnya, ia memiliki Gejala Pantangan yang membuatnya sangat lemah apabila tidak menyentuh wanita. Ckckckck.

Kamu bisa bicara begitu karena tidak tahu kengerian sebenanrnya dari kemarahan guru. (Halaman 141)

Cerita tentang pertandingan balapan ratu duel katering menurut saya adalah sebuah kisah yang lucu dan terlalu ajaib. Sebuah pertandingan yang khusus diikuti oleh kaum hawa membuat ketiga tokoh (agak) utama di komik ini bisa berpartisipasi. Jurus yang dikeluarkan Shan Pu sepanjang pertandingan terasa sangat ajaib karena membuat peserta lain menjadi kesulitan.

Penunjukan rumah yang menjadi garis finish oleh panitia mmebuat saya langsung menggumam “kok ya kebetulan banget nih” berkali-kali. Pun demikian ketika tiga peserta tercepat (kita semua tahu lah ya siapa saja) sudah memasuki rumah target namun akhirnya penentuan juaranya harus melebar ke mana-mana. Cukup antiklimaks juga sih menurut saya.

“Kebangkitan” kakek Happosai setelah “tertimbun” di kaki gunung adalah hal yang (lagi-lagi) cukup fenomenal. Meskipun ia adalah kakek tua, kepandaiannya dalam hal silat dan kung fu jelas sangat lebih baik dibandingkan Ranma, Genma, Soun, dan yang lainnya. Tetapi hobinya mengintip gadis muda dan mencuri pakaian dalam wanita memang sangat menyebalkan.

Dari segi cerita, saya masih menikmati. Apa lagi munculnya Happosai yang mata keranjang namun tangguh bertarung juga menjadian cerita lebih seru lagi. hanya saja, saya masih agak terganggu dengan penggambaran kakek Happosai dan nenek buyut Shan Pu yang seperti anak-anak tetapi kerutan yang cukup banyak. Jadi sedikit aneh sih melihatnya. Hmm.

Oh iya, saat membaca komik ini, saya mendapat gangguan yaitu setelah halaman 124 langsung melompat ke halaman 141. Setelah saya telusuri, ternyata halaman 125 hingga 140 ada di bagian belakang setelah halaman terakhir. Salah posisi di akhir ini cukup menjengkelkan sih. Tetapi masih lebih baik daripada halaman hilang. Paling tidak masih mendingan daripada hilang.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 6)

coverranma6

Judul: Ranma ½ (Jilid 6)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792092523

cooltext-blurb

Ranma mendapat masalah sejak munculnya Nenek buyut Shan Pu. Karena totokan daya tahan panas, dia berusaha mati-matian mendapatkan pil phoenix. Tambah lagi, Ryoga yang menjadi saingannya, dilatih jurus maut Totokan Ledakan oleh nenek buyut untuk berduel dengan Ranma.

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Haloo. Jumpa lagi dengan postingan yang berisi ulasan sekaligus kesan-kesan yang saya alami selama membaca komik Ranma ½ jilid keenam. Tidak terasa saya sudah cukup banyak membaca serial ini. saya tidak tahu komik ini akan tamat pada jilid berapa, jadi mari nikmati saja ya.

Komik jilid keenam ini memiliki sebelas chapter. Cukup banyak juga untuk kuran tankoubon utuh. Jilid ini dibuka dengan kondisi Ranma yang masih tidak bisa berubah kembali menjadi laki-laki. Ada apa gerangan? Hal ini akibat ulah nenek buyutnya Shan Pu yang memberikan jurus Totok Daya Tahan Panas yang membuat Ranma tidak bisa menyentuh air panas.

Perang Laut Memperebutkan Mempelai Pria adalah chapter yang mengisahkan perjuangan Ranma mengejar si nenek hingga ke pantai. Tak disangka disana ada pertadingan memecahkan semangka. Selain berusaha mengalahkan nenek itu, Ranma juga berambisi mengambil pl phoenix yang disinyalir bisa mengembalikannya seperti sedia kala. Berhasilkah Ranma?

Ucapan terima kasih atas latihanmu selama ini… kukembalikan semuanya padamu!! Hehehe… Kenapa, Nek? Gerakanmu lamban. Sudah makin tua, ya!? (Halaman 23)

Setelah gagal merebut pil phoenix, pembaca aan dibawa pada chapter Totokan Ledakan. Kali ini lawan lama Ranma, Ryoga, mengirimkan surat tantangan dan berambisi mengalahkan Ranma. Sayangnya ia kalah telak dengan mudah. Mengetahui hal ini, nenek buyut Shan Pu menawarkan diri melatih Ryoga sebuah jurus bernama Totokan Ledakan yang sangat hebat.

Semua benda yang ada di alam semesta ini… punya titik ledakan. Termasuk katak, jangkrik, dan serngga air. Tentu saja, tubuh manusia juga. (Halaman 92)

Kisah terkhir sebagai penutup jilid keenam ini cukup unik. Alkisah ada seorang pria dari keluarga Daimonji hendak dinikahkan dengan Miyako Ooji Satsuki. Kedua kelarga ini sangat gemar mengadakan upacara minum teh. Keduanya memiliki aliran upacara yang berbeda yaitu Aliran Miyako Ooji Satsuki dan Aliran Daimon. Sayang, si pria tidak bisa menikahi “Satsuki”.

Jurus Upacara Teh adalah chapter di mana Ranma cewek terpaksa berurusan dengan keluarga Daimonji dan mengalahkan “Satsuki” agar si pria tidak mengganggu Ranma lagi. meskipun Ranma jago silat, ketentuan utama upacara minum teh yang mewajibkan petarung duduk bersila sangat merepotkan. Nah, bagaimana akhir pertarungan ini? Bagaimana nasib Ranma?

Ba-gai-ma-na-pun ju-ga aku tak bisa mencintainya… Untuk membatalkannya… Aku harus membawa wanita yang kupilih untuk bertarung dengan calon istriku dalam upacara teh… (Halaman 145-146)

Nenek buyut Shan Pu ternyata tidak mudah menyerah meyakinkan Ranma agar mau menikahi cicitnya itu. berbagai cara ia lakukan termasuk cara yang kotor sekalipun. Bahkan kesediannya melatih Ryoga dengan sangat intensif di pegunungan ternyata hanya kedok belaka agar keinginannya melihat Ranma dan Shan Pu bersanding di pernikahan dapat terlaksana.

Sedangkan cerita kedua tentang upacara minum teh keluarga Daimonji terasa cukup out of the box. Di cerita ini cukup terasa Ranma dan Akane menjadi tokoh figuran di belakang si pria Daimonji dan “Satsuki” yang ternyata diluar dugaan. Sebuah upacara minum teh yang seharusnya lembut dan anggun justru dijadikan pertarungan mempertahankan sikap diri.

Yang saya suka dari jilid ini adalah akhir cerita yang tidak menggantung. Saya sebenarnya agak nganu dengan komik berseri yang sengaja membuat cerita terakhir menggantung dan harus membaca jilid selanjutnya untuk tahu kelanjutannya. Saya lebih menikmati komik berseri yang setiap jilidnya ada titik akhir yang jelas. Hal ini lebih memuaskan daripada digantungkan. Hiks.

Sepertinya resep memnculkan tokoh baru yang hanya tampil sekilas masih digunakan sang mangaka. Pada jilid ini terlihat sekali bahwa tokoh pria Daimonji dan Satsuki bukanlah karakter yang akan bertahan lama dan akan menghilang seiring berakhirnya jilid keenam ini. meskipun saya agak jenuh dengan pola ini, saya masih bisa menerimanya dengan lapang dada.

Akhir kata, saya masih terus menantikan jildi selanjutnya dari komik Ranma ½ ini. masih penasaran apakah Ranma kelak akan menjadi lelaki sesungguhnya dan mendapatkan akhir cerita yang memuaskan dengan Akane, ataukah ia harus menelan pahitnya kenyataan yang tidak sesuai dengan angan pembaca macam saya ini. Entahlah. Terus pantau ulasan saya ya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 5)

coverranma5

Judul: Ranma ½ (Jilid 5)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792091939

cooltext-blurb

Kelemahan besar Ranma terungkap. Tragedi baru menyerang Ranma yang berusaha keras untuk mengatasi titik kelemahannya. Shan Pu yang seharusnya sudah pulang ke Cina, kembali muncul. lalu, pria bernama Mu Su mengejar-ngejar Shan Pu. Situasi semakin kacau!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid kelima ini terasa cukup padat jika dibandingkan jilid-jilid sebelumnya. Panjang chapter terasa semakin singkat dengan bukti jumlah halaman yang lebih sedikit namun memuat lebih banyak chapter. Meskipun demikian, sensasi serunya cerita masih bisa dinikmati.

Awal komik ini dibuka dengan tindak-tanduk Gosunkugi Hikaru, teman sekelas Ranma dan Akane yang mencari tahu tentang kelemahan Ranma agar bisa mengalahkannya dan merebut Akane. Ya benar, chapter berjudul Titik Kelemahan Ditemukan mengisahkan betapa Gosunkugi sangat menyukai Akane. Sampai-sampai, ia berkoalisi dengan Kunou agar rencananya tercapai.

Aku sudah dengar. Katanya, beberapa hari yang lalu kamu pingsan di sekolah. Aku tidak mendidikmu untuk jadi pria selemah itu!! (Halaman 23)

Sama Siapa Pun Mau adalah chapter yang memuat tentang Ranma yang telah “berubah” menjadi sesuatu yang paling ditakutinya. Akibat “perubahan” yang tidak direncanakan ini, Ranma secara kebetulan mencium Akane yang akhirnya justru membuat gadis ini merasa canggung. Meskipun ia sadar bahwa kejadian itu diluar kendali Ranma, ia masih kepikiran sekali.

Iya ya… Kenapa aku harus pusing? Semua salah Ranma… Ya. semua salah Ranma. Aku mau pulang. Baiklah sesampainya di rumah, akan kuhajar Ranma… (Halaman 73)

Kehidupan Ranma kembali bergejolak saat kedatangan nenek buyut Shan Pu yang berupaya membuatnya menikahi Shan Pu. Padahal sebelumnya Shan Pu telah mengucap salam perpisahan dan kembali ke Cina. Namun, siapa sangka disana ia bertarung dengan nenek buyutnya sendiri di mata air kutukan. Dan bisa dipastikan bahwa Shan Pu mendapat kutukan.

Kegaduhan tak berhenti sampai di situ. Teman masa kecil Shan Pu bernama Mu Su tiba-tiba menyusul ke Jepang dan ingin mengalahkan Ranma. Meskipun cowok ini rabun dekat, ia punya sederet jurus khusus seperti tinju bangau putih, tinju telur ayam, tendangan burung kasuari, dan jurus rahasia cakar elang saat melawan Ranma pada chapter Pertunjukan Pertarungan.

Waktu jadi wanita, jangkauan tangan dan kakinya jadi pendek. Fatal sekali dia tida menyadarinya. (Halaman 129)

Lagi-lagi kedatangan tokoh baru tru membuat cerita semakin berkembang. Saya termasuk pembaca yang tertipu ketika jilid keempat yang lalu Shan Pu mengucapkan selamat tinggal, tetapi tiba-tiba jilid kelima ini dia datang lagi. Bawa-bawa nenek buyut dan teman sepermainan pula. Duh rameee. Satu hal yang cukup unik adalah postur nenek Shan Pu yang…unik hahaha.

Hingga jilid kelima ini sebenarnya saya masih meraba-raba inti cerita komik ini akan seperti apa. Apakah berhenti pada Akane dan Ranma yang dijodohkan ataukah ada sebuah benang merah yang saling terkait antara kejadian satu dengan kejadian yang lain. Hal ini saya rasakan ketika mengetahui tokoh yang muncul silih berganti dan (seringnya) hanya muncul sekilas.

Segi cerita sesungguhnya masih sama menariknya dengan jilid sebelumnya. Namun, saya merasa sang mangaka mulai terlihat menghemat penceritaan dengan memenggal chapter sedikit lebih cepat. Ada beberapa chapter yang saya rasa masih bagus jika digabungkan jadi satu alih-alih memisahkannya pada chapter yang berbeda. Agak membuat geregetan sih hehe.

Banyaknya tokoh yang statusnya kurang jelas apakah utama ataupun pendukung jadi membuat jilid ini sedikit bias. Selain Ranma, saya merasa tokoh yang lain memiliki porsi yang sama. Bahkan Akane yang sejak awal akan menjadi pemeran utama wanita jadi sedikit bergeser menjadi karakter pendukung Ranma. Saya jadi bingung dengan posisi Akane ini. Huft.

Meskipun demikian, jilid ini masih mengagumkan kok. jurus yang dikeluarkan Mu Su juga unik-unik namanya. Saya salut pada sang penerjemah yang bisa menerjemahkan dengan apik namun tetap keren dan tidak kaku. Good job. Saya maskin penasaran bagaimana kelanjutan kehidupan Ranma yang menjalani dua kelamin ini kedepannya. Stay tune terus ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 4)

coverranma4

Judul: Ranma ½ (Jilid 4)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792088465

cooltext-blurb

Seorang gadis cantik bernama Shan Pu tiba-tiba muncul untuk membunuh Ranma. Sementara itu, Ranma laki-laki malah dicintai Shan Pu yang memberinya ciuman ‘I love you’. Apa yang akan terjadi?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sejauh ini saya tetap suka cerita yang diusung Ranma ½ ini. jilid keempat kali ini memiliki jumlah chapter paling banyak dibandingkan pertama hingga ketiga. Sepuluh chapter yag disuguhkan sudah makin berkembang dengan tambahan beberapa tokoh baru. Penasaran siapa saja? Simak yuk.

Melanjutkan akhir kisah di jilid ketiga, jilid keempat ini dibuka dengan chapter Tak Kan Kulepaskan Tangan Ini yaitu pertandingan free skate antara Saotome Ranma dan Tendo Akane melawan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza. Pasangan SMU Kholkoz ini sangat tangguh. Bahkan keduanya memiliki jurus mematikan bernama Reverse Matchmaker on Ice.

Benar! Tehnik keahlian terdahsyat dari pasangan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza adalah… menghancurkan pasangan!! (Halaman 5)

Ciuman Maut adalah awal babak baru kehidupan Ranma dan Akane. Pertandingan free skate yang berhasil diluar dugaan membuat keduanya dan juga Ryoga sedikit pening. Tiba-tiba muncul seorang gadis bernama Shan Pu yang memiliki tujuan membunuh Ranma cewek persis seperti Ryoga. Hal ini adalah lanjutan dari sebuah tragedi di masa lalu ketika Ranma di China.

Suku pendekar wanita punya harga diri yang sangat tinggi. Kalah dari orang luar… adalah penghinaan yang melebihi kematian! (Halaman 94)

Shan Pu yang Mematikan merupakan sebuah chapter yang isinya sangat mengejutkan. Kondisi yang semakin rumit karena ketidaktahuan Shan Pu yang ingin membunuh Ranma cewek sekaligus mencintai Ranma cowok turut menyeret Akane dalam pusaran konflik. Pertarungan satu lawan satu keduanya memunculkan jurus totokan cuci rambut oleh Shan Pu. Apa itu?

Menggunakan sampo yang diramu secara khusus dan mengatur ingatan dengan cara menekan titik tertentu pada kepala. Jurus yang mengerikan. (Halaman 151)

Kehadiran Shan Pu dalam kehidupan Ranma dan Akane membuat jalinan cerita semakin seru. sejauh ini, total ada tiga orang yang ingin membunuh Ranma yaitu Kunou, Ryoga, dan Shan Pu. Bedanya, Shan Pu ini sedikit-sedikit menggunakan aksi anarkis. Memang kekuatannya hebat. Ia sanggup merusakkan dinding sekolah, rumah, restoran, atau fasilitas umum lainnya. Super.

Kalau diingat-ingat, hampir semua tokoh penting di komik ini kuat semua dalam hal bela diri dan perjuangan. Sayangnya, kekuatan mereka terlihat cukup lebay karena pada beberapa bagian digambarkan mereka sekali memukul bisa menerbangkan lawan. Namun, karena ini bisa disimbolkan sebagai hal yang lucu, justru menjadi menggelikan.

Sayang sekali beberapa tokoh dibuat hanya sekali lewat. Misalnya Azusa dan Mikado. Padahal karakter mereka berdua sudah cukup unik dan berbeda dengan tokoh lain. Saya harap mereka berdua akan muncul lagi dalam kemasan cerita yang berbeda. Meskipun demikian, kehadiran tokoh-tokoh lain kalau dipikir-pikir juga tidak terlalu mengecewakan.

Kalau bicara tentang terjemahan, saya suka sekali. Terjemahannya tidak kaku dan sanggup menyampaikan kalimat yang sinkron dengan gambar sang mangaka. Kosa kata yang digunakan juga cukup beragam sehingga tidak terjebak pada kata-kata yang itu saja. Secara umum, saya suka jilid ini. Makin penasaran apa yang akan dilakukan Shan Pu nantinya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 3)

coverranma3

Judul: Ranma ½ (Jilid 3)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792086294

cooltext-blurb

Pertandingan senam pertarungan terjadi antara SMU Furinkan tempat Ranma dan Akane bersekolah melawan SMU Putri Hebereke tempat Kodachi, si Mawar Hitam!! Akane menerima tantangan itu, namun karena cedera, Ranma harus menggantikannya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kehidupan sehari-hari Ranma dan Akane masih terus berlanjut. kali ini saya akan mengula jilid ketiga serial Ranma ½. Jilid nomor tiga ini mempunyai sembilan chapter yang saling berkaitan satu sama lain. Saya tak akan mengulas semuanya jadi akan saya ambil yang mengesankan.

Kunou Kodachi adalah tokoh baru yang sempat muncul pada bab terakhir jilid kedua yang lalu. Chapter berjudul Cinta Mawar Hitam, Kodachi menantang SMU Furinkan bertanding senam ritmik. Pada dasarnya ini adalah bentuk olah raga yang bisa menyerang lawan namun dilarang menggunakan tangan kosong. Kodachi menantang Akane dengan Ranma sebagai taruhannya.

Kehidupan SMU Putri berwarna abu-abu yang hambar dan tidak bergairah. Hubungan pria wanita yang indah, yang pernah kulupakan. Ooh! Sdah lama kutunggu pertemuan indah seperti ini. (Halaman 20)

Aku Menyerah adalah babak akhir pertarungan antara Ranma versi cewek (karena Akane cedera) melawan Kodachi sang Mawar Hitam. Ambisinya memenangkan pertandingan membuat Kodachi menghalalkan segala cara termasuk menggunakan alat-alat berbahaya untuk menghabisi Ranma. Untung saja Ranma sangat jeli melihat hal tersebut. Bagaimana akhirnya?

Ooh! Ada kerumunan pesenam di bawah ring!! Ternyata rahasia ring bergerak itu adalah tenaga manusia!! (Halaman 93)

Pertandingan senam ritmik berakhir. Kali ini ada babak baru ketika secara tidak sengaja Ranma dan Akane ditantang bertanding free skate oleh sepasang jagoan ice skating dari SMU Kolkhoz yaitu Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado. Chapter berjudul Bibir yang Membingungkan membuka sebuah kejadian yang sangat mengejutkan yang dialami Ranma cewek hahahaha.

Berisik! Orang yang melakukan itu padaku… Mana bisa kukalahkan dalam sekali pukul. (Halaman 154)

Jilid ketiga ini masih saja seru sekaligus menggelikan. Ranma yang kuat namun dalam beberapa hal masih sangat menyedihkan adalah kombinasi yang baik dan realistis. Sebagai contoh Ranma memang lihai bela diri kung fu, namun kemampuannya dalam hal free skate masih nol besar. bahkan ia dikalahkan Akane yang sudah pandai meluncur.

Jalinan kisah asmara antara Akane dan Ranma sampai jilid ini masih jalan di tempat meskipun ada secuil erkembangan yang tidak signifikan. Mereka berdua yang dijodohkan orang tua namun menolak lambat laun sudah bisa berdamai satu sama lain pada beberapa kondisi. Namun ketika sudah emosi, mereka berdua selalu bertengkar. Helah.

Kehadiran Kodachi yang notabene adalah adik Kunou Tatewaki turut membuat cerita menjadi lebih berwarna. Kelihaiannya yang piawai memainkan peralatan senam tidak sebanding dengan minimnya pengalaman cinta yang pernah ia rasakan. Hanya karena ditolong oleh Ranma (karena kesalahan Ranma juga sih), Kodachi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mengenai pertandingan free skate, sangat terlihat bahwa Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado bukanlah lawan yang mudah. Akane yang tidak terlalu mahir bersama Ranma yang bahkan berhenti saat skating saja belum bisa harus berusaha sekuat tenaga. Lantas bagaimana kelanjutan pertandingan mereka? Simak ulasan saya pada jilid selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus