Rss

Naruto (Jilid 1)

covernaruto1

Judul: Naruto (Jilid 1)

Sub Judul: Naruto Uzumaki

Komikus: Kishimoto Masashi

Penerjemah: Lenny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792055856

cooltext-blurb

Ini adalah Desa Konohagakure… Naruto adalah salah satu murid di Akademi Ninja yang suka berbuat onar!! Impian Naruto adalah menjadi seorang Hokage. Tetapi, Naruto memiliki rahasia sejak lahir karena di dala tubuhnya terdapat siluman rubah yang disegel! Inilah petualangan Naruto untuk mewujudkan impiannya…

cooltext-review

Komik Naruto sudah bukan komik yang tidak terkenal. Kepopulerannya sampai diangkat menjadi anime dan film juga membuatnya sangat diminati penggemar anime, khususnya anak-anak. Sampai-sampai beberapa tahun yang lalu sempat ada kasus kekerasan yang berakibat kematian pada anak-anak akibat meniru jurus Naruto. Benarkah Naruto sangat berbahaya?

Pada komik perdana Naruto yang memuat tujuh bab ini, saya dikenalkan oleh sang tokoh utama, Uzumaki Naruto, yang sehari-hari selalu berbuat nakal dan usil. Kali ini kejahilannya adalah mencoret-coret wajah ninja terhebat di Desa Konohagakure yang disebut dengan istilah Hokage menggunakan cat. Semua penduduk desa geram dengan ulahnya tersebut.

Sang guru pembimbing tempat Naruto bersekolah di Akademi Ninja, Guru Iruka, harus turun tangan dan memberi Naruto pelajaran ketika di kelas. Ia memberi hukuman agar Naruto mencoba jurus tertentu agar bisa lulus dari akademi. Sekadar info, Naruto ini sudah dua kali ujian tapi masih belum bisa lulus dari Akkademi Ninja. Padahal teman-temannya lulus semua.

Mungkin Guru Iruka berpikir kau mirip dengannya. Dia yakin kau benar-benar mengerti arti sebenarnya “menjadi kuat”. Pasti begitu… (Halaman 21)

Pada ujian ketiga kalinya, Naruto berhadapan dengan Guru Iruka dan Guru Mizuki sebagai penguji. Sayangnya, lagi-lagi Naruto belum beruntung. Guru Mizuki yang ternyata serigala berbulu domba memanfaatkan Naruto yang sangat kesal karena tidak lulus ujian agar mau mencuri gulungan berharga milik Hokage yang berisi jurus-jurus terlarang.

Hokage keempat berharap penduduk desa bisa melihat Naruto sebagai pahlawan… Itulah harapannya waktu dia mengorbankan nyawanya untuk menyegel siluman itu. (Halaman 71)

Sayangnya, pencurian gulungan itu membawa dampak besar pada diri Naruto. Ia baru mengetahui sebuah rahasia besar yang menyangkut masa lalunya. Hal itulah yang membuat hampir seluruh warga Konohagakure sangat membenci Naruto. Hal ini pula yang memicunya bertinggah nakal dan usil setiap saat agar ia dianggap “ada” oleh warga desa. Hiks :(

Kesepiannya itu… Bukan karena tak ada orang tua yang memarahinya seperti pikiranmu. Kamu menyebalkan. (Halaman 102)

Pada tahun ajaran baru sekolah ninja, Naruto yang dengan sangat memukau berhasil lulus dari Akademi Ninja, sekelas dengan gadis yang ia sukai, Haruno Sakura. Sayangnya, cintanya bertepuk sebelah tangan karena Sakura sangat menyukai Uchiha Sasuke yang sangat pintar dan memiliki kemampuan ninja yang hebat. Hal ini membuat Naruto sangat membenci Sasuke.

Singkat kata, pada hari yang baru itu, Guru Iruka memberi tahu bahwa semua genin atau ninja tingkat bawah akan dikelompokkan menjadi satu grup yang berisi tiga orang. Masing-masing grup akan dibimbing seorang jonin atau ninja tingkat atas. Dan yak, benar sekali, Naruto, Sakura, dan Sasuke menjadi satu kelompok dan akan dibina oleh Hatake Kakashi yang hebat.

Latihan ini adalah ujian super sulit yang tingkat kegagalannya mencapai 66 persen! (Halaman 117)

Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Naruto menjadi ninja bersama Sasuke dan Sakura dibawah pengawasan Kakashi? Apaah cita-citanya menjadi shinobi hebat dan mengalahkan gelar hokage bisa ia capai? Semudah itukah berjuang menjadi ninja di sekolah ninja yang tidak semua orang bisa bertahan di dalamnya? Penasaran kaaaan?

Wow. Just wow. Saya sukaaaa. Pada jilid pertama ini isinya lengkap. Saya dibuat terpukau dengan ritme yang cepat dan menegangkan ketika Naruto, Sakura, dan Sasuke berlatih bersama Kakashi. Ternyata konsep ninja yang berpakaian tertutup dan hanya terlihat matanya saja tidak berlaku di sini. saya suka konsep sekolah ninja yang terasa nyata pelajaran dan hari-harinya.

Naruto di jilid pertama ini sukses membuat saya tersentuh karena udapan Hokage dan Iruka. Saya suka penggambaran sosok Naruto yang nakal dan suka berbuat onar ternyata memendam rasa kesepian yang teramat dalam. Alasan Naruto berbuat demikian juga diungkapkan komikus dengan sangat rasional. Saya sampai bersimpati dengan Naruto alih-alih ikut sebal padanya.

Pada jilid pertama ini saya amat sangat tidak suka dengan tokoh Sakura. Duh, anak ini benar-benar menyebalkan sesuai apa kata Sasuke. Pendapatnya tentang Naruto sangat tidak berperasaan dan semaunya sendiri. Saya suka dengan sikap Sasuke yang meskipun tidak terlalu menyukai Naruto namun justru memihaknya ketika Sakura memberikan pendapatnya itu.

Oh iya, saya juga suka karena di jilid ini sudah buanyak sekali jurus ninja yang disebut dan digunakan oleh beberapa tokoh. Sebut saja Henge no Jutsu, Bunshin no Jutsu, Kage Bunshin no Jutsu, Oiroke no Jutsu, Harem no Jutsu, Kawarimi no Jutsu, Gokakyu no Jutsu, dan Shinjyuzanshu no Jutsu. Artinya apa itu? Silakan baca saja sendiri yah hehehe. Recommended!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Wild Half (Jilid 1)

coverwild1

Judul: Wild Half (Jilid 1)

Sub Judul: Anjing Liar

Komikus: Asami Yuko

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 214

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792084191

cooltext-blurb

Salsa, sejenis binatang yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi manusia, atau Wild Half. Dengan kekuatan yang dimilikinya, dia menjadi detektif yang handal. Meskipun terkenal, sosoknya tida diketahui siapa pun. Pertemuannya dengan Taketo menjadikan mereka pasangan yang unik.

cooltext-review

Seekor anjing menjadi detektif? Yang benar saja! Hehehe awalnya saya berpikir demikian ketika membaca tema cerita komik ini. seekor anjing yang menjadi detektif bukanlah hal yang rasional. Tetapi berbeda ceritanya jika anjing tersebut memiliki kemampuan khusus bisa berbicara dan berubah wujud menjadi manusia! Wah, ini baru menarik. Lanjut yah.

Komik ini memiliki enam bab sebagai jalinan cerita utama dan ditambah satu bab khusus yang menyuguhkan cerita spesial spin off dari kisah yang utama tadi. Langsung saja saya dibawa pada bab pertama berjudul Anjing Liar. Tokoh utama komik ini, Iwase Taketo adalah seorang siswa kelas 1 SMU yang tinggal berdua dengan kakaknya yang seorang polisi, Iwase Toshifumi.

Gara-gara kecerobohanku, senjataku direbut dan si pelaku berhasil kabur. Kalau sampai harus minta bantuan orang lain, berarti aku tidak pantas jadi polisi!! (Halaman 18)

Benar sekali, Toshifumi mengalami kecelakaan dan dirawat ringan di rumah sakit karena senjatanya direbut orang jahat. Taketo yang ingin menolong kakaknya itu berjumpa dengan Salsa, si anjing ajaib pada bab Hidung Kebenaran. Salsa yang secara rakus memakan bekal makan siang dan makan malam di rumah Taketo merasa ingin membalas budi dengan membantunya.

Aku tidak akan pernah meremehkanmu lagi, Salsa… Percayalah padaku. Kumohon, selamatkan anak ini!! (Halaman 70)

Bab Kobaran Api mengisahkan Salsa dan Taketo yang berpasangan dalam menangani klien yang memerlukan bantuan Salsa. Kali ini Salsa mendapatkan klien seorang perempuan yang mencurigai suaminya sebagai pelaku pembakaran rumah yang sering terjadi di lingkungan rumah Taketo. Melihat kesungguhan itu, Salsa tak berpikir dua kali untuk menerimanya. Lalu?

Percuma… Kau sedang terluka, tidak mungkin bisa mengangkatku… Kau saja yang lari… (Halaman 87)

Bab keempat berjudul Anjing Surga adalah bab yang sangat menyentuh. Jadi ceritanya Salsa dan Taketo sedang bertengkar. Di tengah jalan, Salsa bertemu dengan seorang gadis cilik bernama Atsushi yang mengira Salsa adalah Ricky, anjingnya yang telah mati. Sayangnya, kenyataan itu dan satu fakta memilukan lain disimpan rapat oleh kakek dan nenek Atsushi. Waduh :(

Katanya, mereka harus pergi untuk urusan pekerjaan sambil membawamu saat aku sedang tidur. (Halaman 107)

Ada tokoh baru di bab kelima Bunyi Lonceng. Di kelas Taketo, ada seorang cewek bernama Kitahara Miya yang hampir setengah tahun tidak masuk sekolah. Suatu hari, ada seorang gadis yang tiba-tiba masuk kelas dan duduk di bangku Miya. Namun, ada yang aneh dengan gadis ini. Ia memiliki tatapan tajam yang bisa menghipnotis orang lain! Wah, bagaimana lanjutannya?

Rupanya anak ini tidak mempan dengan kekuatan mataku… Jelas dia targetku berikutnya…!! (Halaman 129)

Masa Lalu yang Indah adalah bab keenam yang mengisahkan masa lalu Salsa. Taketo yang baru saja membeli motor baru, mengajak Salsa jalan-jalan ke pantai. Salsa menceritakan bagaimana awal mua ia berkenalan dengan manusia sebagai seekor wild half. Tak disangka masa lalu yang pahit pada awalnya tidak berlangsung lama. Saya suka bagaimana komikus menceritakannya.

Saat itu aku tidak mempercayai manusia… Hanya diluar mereka baik… Tapi, pada akhirnya mereka selalu menyiksaku!! (Halaman 148)

Saya suka komik ini. meskipun Salsa adalah anjing yang juga menjadi detektif, bukan sisi detektifnya yang komikus angkat di komik ini, melainkan kejaiban-kejaiban dan keseharian Salsa dan Taketo. Hal ini membuat saya jadi memahami bagaimana Salsa seekor wild half harus berlaku biasa saja di rumah Taketo, khususnya di hadapan kakaknya yang takut anjing.

Kelebihan dan keajaiban Salsa menurut saya sangat unik. Kemampuannya berubah wujud tidak bisa berlangsung dengan instan. Salsa memerlukan suatu dorongan emosi agar bisa berubah pada tahap manusia itu. tentu saja bentuk manusia Salsa sangat jauh lebih kuat dibandingkan wujud anjing. Tidak heran bahwa meskipun sendirian, Salsa bisa menyelamatkan siapapun.

Awalnya saya mengira tokoh utama komik ini adalah Taketo. Namun, ternyata Takeo bisa dikatakan berperan sebagai side-kick Salsa. Meskipun demikian, komikus tidak melupakan peran tersebut dan memberikan berbagai kejadian dan orang-orang yang muncul berasal dari lingkungan Taketo. Toh, bagaimana bisa lingkungan anjing dikupas lebih dalam, bukan?

Salsa pada dasarnya memang anjing biasa. Tentu saja sifat dasarnya juga tidak hilang sepenuhnya. Hal ini dijadikan komikus sebagai hal lucu yang disisipkan pada beberapa sudut. Contohnya ketika Salsa dan Taketo mengejar penjahat, Salsa dengan santai pipis di sebuah batang pohon. Tentu saja hal ini membuat Taketo geram. Sempet-sempetnya sih!

By the way, dampak dari hal yang saya ungkapkan di atas menjadikan hal klise tipikal cerita detektif menjadi hilang. Lupakan berbagai macam deduksi, dugaan, TKP, tersangka, alibi, dan sebagainya selayaknya kisah detektif. Komik ini tidak memberikan hal itu. mungkin sebagian pembaca yang ingin membaca alur detektif menjadi kecewa. Tapi saya sih fine-fine saja.

Oh iya, satu hal yang saya sebel ketika membaca komik ini pada bab keenam adalah GANTUNG! Duh namanya juga komik berseri sih, tetapi saya jengkel aja membaca akhir komik ini dibuat seperti itu oleh komikus. Untunglah bab terakhir spin off bisa meredaan emosi saya karena ceritanya sangat menarik dengan tokoh-tokoh yang sama namun berbeda. Penasaran?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Medafighter Rintarou! R1 (Jilid 1)

covermeda1

Judul: Medafighter Rintarou! R1 (Jilid 1)

Judul Asli: Medafighter Rintarou! Medafighter R1

Komikus: Fujioka Kenki

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792058628

cooltext-blurb

Awalnya, ini semua gara-gara Ryo dan Koji yang bertengkar karena berebut perhatian Karin pada Hari Natal. Akhirnya, aku, Kantaros, Ikki, dan Metabee malah turut terlibat dalam pertarungan akbar yang seru di Meda Tower pada Malam Tahun Baru itu.

cooltext-review

Suatu masa, pada tahun 2021, bumi mendapatkan sebuah hujan debu dari bintang biru. Debu-debu ini bukanlah debu biasa, melainkan debu bintang yang memiliki kemampuan magis bisa menghidupkan robot ketika diubah bentuknya menjadi medal. Oleh karena itu, muncul robot-robot yang disebut dengan medabot yang artinya robot yang menggunakan medal untuk hidup.

Komik ini memiliki lima bab, yang pertama adalah X-Project. Suatu hari, di SD Ginjo, Arika sangat bersemangat mengajak sahabat baiknya, Tenryo Ikki, dan medabot milik Ikki, Metabee, untuk mengikuti lomba yang diadakan saat festival sekolah sebelah, SD Kameyama. Di sana, terjadi sedikit insiden karena Metabee disangka medabot milik seorang champion di daerah itu.

Kalau dilihat baik-baik, ini bukan Kantaros, dyans. Salah orang, kuma. (Halaman 25)

Ya benar, akibat kesalahpahaman itu, Metabee jadi geram dan akhirnya bertarung dengan Kantaros, medabot milik Namishima Rintarou. Pada bab berjudul Kekalahan Kantaros ini terlihat seru pertarungan dua medabot yang jenisnya sama persis. Kemarahan Metabee karena kejahilan Unikura Bafusaku, Samejima Hasuke, dan Kinme Mutsuki membuatnya menang telak.

Maaf saja, tapi karena duel adalah duel.. Sesuai peraturan, parts milikmu aku ambil. (Halaman 56)

Meninggalkan Karin dan Ikki, mari beranjak ke bab ketiga berjudul Mecha Impian. Rintarou yang sangat depresi karena kekalahan Kantaros akhirnya mengajak Bafusaku, Hasuke, dan Mutsuki sesama penggusur klub Meda cewek menjadi Meda cowok. Mereka ingin membuat Kantaros hidup kembali dengan tampilan yang jauh lebih gahar dan memiliki kekuatan lebih dahsyat.

Kalian belakangan ini makin hilang bayangannya, yaaa. Meda-CW nggak ada giliran tampil, kuma. (Halaman 87)

Bab keempat sudah mulai ada tokoh baru. Awalnya Ikki, Metabee, dan Arika ingin merayakan malam tahun baru di rumah. Tiba-tiba di televisi ada siaran langsung pertarungan medabot atau robattle antara Kaiba Ryo dan Mach Massive melawan Karakuchi Koji dan Ramtam. Bab berjudul Love Robattle (Bagian Awal) ini adalah pertarungan memperebutkan Karin #capedeh.

Memang Kak Ryo adalah Hyper Medafighter ternama dalam negeri. Aku pun hormat dan kagum pada Kak Ryo. Tapi… (Halaman 125)

Sebagai penutup, ada bab Love Robattle (Bagian Akhir). Di sini, entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Rintarou dengan Kantaros yang telah berubah menjadi Heracles Type KBT dan Ikki bersama Metabee ikut-ikutan bertarung memperebutkan Karin. Pertandingannya juga cukup sederhana yaitu menyelamatkan Karin di puncak Tokyo Meda Tower. Siapakah yang menang?

Mach Massive Kakak terlalu banyak hiasan. Dalam ruangan sempit seperti ini, speed type mecha pun tidak berguna, dong!? (Halaman 154)

Hmm, saya mengenal medabot ini lebih dahulu melalui anime yang sempat ditayangkan di televisi swasta belasan tahun silam setiap hari minggu. Bahkan saya juga pernah memainkan video game nya di GBA emulator. Intinya, saya suka dengan konsep pertarungan robot yang menggunakan medal dan bisa mengambil parts medabot lawan yang kalah.

Tetapi, sayangnya saya harus kecewa ketika membaca versi komiknya. Secara cerita memang sama saja sih. Namun, komik ini bisa saya katakan sangat berantakan dalam hal penyampaian dan alur cerita. Saya kerap dibuat bingung oleh komikus karena strukturnya tidak jelas. Jalan cerita seenaknya sendiri dan tidak runtut. Semuanya serba tiba-tiba tanpa ada intermezo.

Pada bagian awal, seharusnya ada alur perkenalan yang runtut. Meskipun sudah ada halaman tersendiri tentang tokoh siapa saja yang berperan sepanjang jilid perdana ini, tetapi alur pengenalan sepanjang cerita yang berjalan sama sekali tidak nyaman dibaca. Untuk artwork, jenis gambar yang seperti arikatur, bukan komik, agak kurang sedap dipandang. Selera aja sih.

Yah di balik itu semua, saya jadi sedikit mengetahui tentang dunia medabot. Hal ini pada akhir bab pertama, ada empat halaman khusus yang menceritakan apa itu medabots (khususnya Metabee dan Kantaros yang bertibe KBT) dan apa saja yang melekat padanya. Oh iya, saya juga tahu ternyata meskipun memiliki medal dan bentuk yang berbeda, mereka punya kode sendiri.

Misalnya Ramtam milik Koji adalah tipe STG atau Sabertooth Tiger, Mach Massive milik Ryo adalah tipe KWG atau Kuwagata alias kumbang capit, sedangkan Metabee dan Kantaros adalah tipe KBT atau Kabuto Mushi yang merujuk pada kumbang tanduk. Jadi meskipun ada nama sendiri-sendiri, ternyata ada aturan khusus tentang kode tipe setiap medabot.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Wonder School Boy (Jilid 1)

coverwonder1

Judul: Wonder School Boy (Jilid 1)

Komikus: Shimizu Yoko

Penerjemah: Kreasita

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792084597

cooltext-blurb

Tenji Tsubaki, siswa SMU tukang molor yang sudah jadi detektif demi melunasi hutang ayahnya. Mati-matian, dia berusaha menutupi identitasnya, tapi ketahuan teman sekelasnya, Kirin Tachibana. Dan, demi kerahasiaan identitasnya, Tenji dengan terpaksa menerima Kirin menjadi asistennya. Kini, tugas perdana Tenji dan Kirin dimulai.

cooltext-review

Apa jadinya jika seorang anak SMA memiliki pekerjaan sebagai detektif swasta? Tak hanya menyelidiki suatu kasus, namun juga”membereskan” orang jahat yang menjadi targetnya? Apakah ia akan langsung tewas begitu saja? ataukah menjadi bulan-bulanan sang penjahat yang sangat lihai dalam hal kekerasan dan kejahatan yang keji?

Wonder School Boy memiliki tema tersebut. Adalah seorang anak laki-laki biasa bernama Tsubaki Tenji yang masih berusia 17 tahun. Akibat kelakuan ayahnya sendiri yang menggelapkan uang sebesar 1,1 trilyun dari kantor bernama Biro Penyelidikan Muroto, Tenji harus pasrah dipekerjakan secara paksa demi melunasi hutang ayahnya yang sembrono itu.

Jilid perdana ini dibuka dengan bab pertama berjudul Wonder Boy tentang rasa penasaran teman sekelas Tenji, Tachibana Kirin, yang sebaya dengan Tenji karena merasa Tenji yang doyan tidur di kelas memiliki gerak reflek yang baik, bahkan bisa menyelamatkan Kirin dari bola baseball yang hampir mengenai wajahnya. Lambat laun Kirin selalu memperhatikan Tenji.

Gerakan Tenji waktu itu sangat cepat dan rasanya, nggak percaya kalau orang seperti dia bisa melakukannya. (Halaman 9)

Akibat kecerobohan Tenji yang sedang bertugas pada malam hari, Kirin yang diam-diam mengikutinya justru terjerumus pada penyanderaan di bab kedua berjudul Wonder Boy II. Meskipun berhasil lolos, Kirin meminta hal yang sangat gla kepada Tenji agar menjadikannya asisten. Sebagai imbalan, Kirin tak akan buka mulut pada pihak sekolah tentang pekerjaan Tenji.

Cara kerja mereka, menarik uang dari rekening sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama. (Halaman 58)

Oh iya, Biro Penyelidikan Muroto tempat Tenji bekerja dipimpin oleh Miroto Shino yang masih berusia 25 tahun. Sebagai pimpinan tertinggi, ia justru menyetujui kehadiran Kirin yang masih nol besar dalam dunia penyelidikan turut bergabung menjadi asisten Tenji. Sangat sembrono sih kalau dipikir. Apalagi pada bab berjudul Operasi Pembebasan Seorang Anak ini sangat berbahaya.

Tatara, orang yang nggak kenal ampun pada siapa saja! karena saat ini, aku jadi sorotan publik maka orang-orang nggak berani berbuat macam-macam. Tapi kalau semua itu sudah berakhir, sudah pasti dia akan membunuhku dan putraku. (Halaman 102)

Selain Shino dan Tenji, ternyata biro penyelidikan itu memiliki satu orang pegawai lagi bernama Muroto Yuki yang masih berusia 18 tahun. Ia sesungguhnya adalah adik Shino. Namun demikian, kemampuan bela diri dan menggunakan senjata tak perlu diragukan. Pada bab keempat berjudul Perasaan Kirin saja ia berani melawan gerombolan penjahat jalanan.

Isi disket ini berhubungan dengan penemuan teknik baru yang masih sangat dirahasiakan, yaitu energi dengan bahan baku baterai. (Halaman 145)

Sebagai bab terakhir yang berjudul Mr. Cool, Tenji dan Kirin yang bertugas secara tidak sengaj berjumpa dengan Ryuichi Kuki yang ternyata adalah kepala polisi berusia 28 tahun. Meskipun saat itu mereka dalam satu tujuan yang sama, Kuki dan anak buahnya mengacuhkan nyawa anak yang disandera oleh orang yang mereka incar. Sampai-sampai Kirin menjadi geram.

Kamu kelihatannya seperti polisi, tapi apa kamu juga nggak memperdulikan nyawa orang? (Halaman 170)

Well well, sebenarnya tema yang diangkat komik ini cukup menarik. Seorang siswa sekolah menengah atas yang seharusnya fokus pada pelajaran dan nilai rapor justru terbelenggu dalam dunia penyelidikan yang berbahaya dan mengancam nyawa akibat ulah ayahnya sendiri. Belum lagi ia yang sering tidur di kelas karena bekerja hingga larut malam bukanlah hal yang baik.

Tenji sebagai anak yang tidak bisa apa-apa akhirnya menerima pekerjaan itu. namun demikian, Tenji tumbuh menjadi ppemuda kuat dan lihai dalam hal bertarung dengan musuh-musuhnya. Aksi yang gesit dan cekatan kerap membuatnya sukses menunaikan pekerjaan dari klien Shino. Sampai-sampai semua musuhnya yang jahat tidak percaya bahwa Tenji adalah anak SMU biasa.

Hingga suatu ketika kehadiran Kirin di kehidupan malamnya menjadi problema. Dan di titik inilah saya merasa sangat heran dan kesal. Bagaimana tidak, “hanya” karena diselamatkan dari bola baseball yang nyasar, Kirin menjadi sangat naif dan keppo terus dengan Tenji. Bahkan tidak sampai di situ, Kirin memaksa menjadi asisten Tenji dengan mudahnya. Seriously?

Kirin adalah anak pandai yang selalu masuk 10 besar di kelas. Namun dalam hal berpikir dalam hidup, khususnya yang menyangkut hidup Tenji, Kirin sangat sangat sangat bodoh. Bagaimana mungkin dia mau membahayakan nyawanya sendiri dengan bergabung bersama Tenji padahal ia tida punya pengetahuan dan pengalaman sama sekali?

Komikus mungkin memang berniat membuat Kirin yang awalnya hanya teman sekelas menjadi rekan kerja Tenji. Sayangnya komikus tidak lihai dalam menempatkan situasi penting dan latar belakang alasan yang logis agar Tenji tidak menolak Kirin menjadi asistennya. Belum lagi Shino sang direktur langsung menyetujui Kirin. Duh itu nyawa orang jadi taruhannya lho.

Biro penyelidikan Muroto juga bukanlah usaha yang ilegal. Seringnya menerima klien dan bahkan bertemu dengan jajaran kepolisian tentu Shino tidak boleh mengabaikan nyawa Kirin yang masih nol besar untuk bergabung dengan kantornya. Harusnya Shino lebih tegas menolak atau paling tidak menunggu hingga Kirin memiliki bekal yang cukup mendampingi Tenji.

Lima bab yang tersaji di komik jilid perdana ini juga terasa membosankan. Formula yang dipakai dalam hampir setiap bab adalah ada klien minta tolong, Tenji (dan Kirin) bertugas yang kadang Yuki ikut campur, bertarung sana sini dengan komplotan penjahat, masalah beres. Begitu terus hingga bab terakhir. Saya sampai bisa menebak bagaimana akhir bab itu.

Meskipun demikian, nuansa serunya masih terasa kok. apa lagi Tenji yang lihai bela diri kerap memunculkan gerakan-gerakan cakep yang membuat lawannya terkapar dalam sekali serang. Artwork komik ini juga tidak perlu diragukan lagi detil dan bagusnya. Tapi yaa, begitu saja sih. Mungkin pada jilid selanjutnya akan lebih seru. semoga. Tapi saya nggak punya lanjutannya ._.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Real (Jilid 1)

coverreal1

Judul: Real (Jilid 1)

Komikus: Inoue Takehiko

Penerjemah: Nalti Kikuchi

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 216

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792701043

cooltext-blurb

Nomiya adalah kapten basket di SMU Nishi. Namun, setelah istirahat panjang akibat kecelakaan, bukan hanya posisinya sebagai kapten saja yang digantikan Takahashi, tapi juga dia harus berhenti dari sekolahnya. Namun, ia tidak bisa lepas dari basket. Pada suatu hari, ia berkenalan dengan Azumi, manajer klub basket kursi roda. Sejak saat itu, Nomiya mulai mengenal Kiyoharu, jagoan basket kursi roda…

cooltext-review

Komik tentang olahraga basket sepertinya sudah cukup banyak. Kebanyakan berkisah tentang perjuangan seseorang atau sebuah tim dalam bertanding hingga mencapai puncak kemenangan. Tetapi hampir semuanya memiliki tokoh yang sempurna secara fisik. Nah, bagaimana jika orang berkebutuhan khusus yaitu orang berkursi roda yang bermain basket?

Enam bab yang disuguhkan di komik ini tidak ada kalimat dalam judul. Hanya dicantumkan urutan tingkatan. Yang pertama adalah 1st. Alkisah ada seorang siswa SMU Nishi bernama Nomiya Tomomi. Ia harus berhenti sekolah karena kecelakaan dan perangai yang buruk. Padahal ia adalah kapten tim basket di sekolah. Akibatnya ia selalu uring-uringan.

Kenapa di Jepang ini kalau kita berhenti dari klub basket sekolah, tak ada tempat lain untuk bisa main basket!? (Halaman 27)

Pada bab 2nd, Nomiya sedang menjenguk Yamashita Natsumi, gadis muda yang harus mengalami kenyataan pahit seumur hidupnya akibat kelalaian Nomiya. Di rumah sakit itu, Nomiya tak sengaja berjumpa dengan Togawa Kiyoharu, pemuda berkursi roda yang sangat jago bermain basket. Sampai-sampai pada laga 1 on 1, Nomiya sang kapten harus kalah telak.

Keliahatannya, pemainmu tidak ada seorangpun yang main dengan begitu semangat seperti orang itu, ya… (Halaman 60)

Perjumpaan Nomiya dengan Kiyoharu ternyata tidak berhenti sampai di situ. Pada bab 3rd ketika Nomiya latihan menyetir mobil, ia berjumpa dengan Azumi, manajer klub basket kursi roda yang pernah Kiyoharu ikuti. Mengetahui hal ini, Nomiya langsung meminta Kiyoharu agar bertanding basket dengan kapten baru tim basket SMU Nishi yang sangat kurang ajar.

Yang bertanding betulan hanya 1 on 1. 2 orang itu sudah tahu hal ini. Lihat! Nomiya dan Takahashi begitu semangat. (Halaman 105)

4th adalah bab keempat yang membawa pembaca pada hasil akhir pertandingan tersebut. Nomiya dan Kiyoharu bertanding dengan sang kapten, Takahashi Hisanobu, dan Seki, teman baik Nomiya saat masih bersekolah. Akibat terlalu meremehkan Kiyoharu, Takahashi dan Seki yang bermain 2 on 2 harus menelan pahit kekalahan. Sayangnya, justru Seki yang disalahkan.

Kalau sebelumnya, aku merasa teman-temanku begitu sedikit mengoper bola padaku, mulai hari itu… betul-betul nol besar. (Halaman 137)

Nomiya yang berkunjung ke rumah sakit terkejut ketika mengetahui bahwa Natsumi telah keluar rumah sakit dan pergi jauh. Pada bab 5th ini, Nomiya berencana menyusul Natsumi agar bisa terus menghiburnya semampunya karena telah merenggut kebahagiaan Natsumi. Salah satu cara mengumpulkan uang adalah bermain taruhan basket dengan anak orang kaya.

Kalian kalah oleh orang berkursi roda dan sekarang kalian bilang, permainan ini tidak fair? (Halaman 157)

Kebiasaan Nomiya dan Kiyoharu mendapatkan uang dengan cara tersebut membuat anak-anak kaya itu kesal. Suatu hari, mereka mendatangkan Nagano Mitsuru, seorang yang jago basket yang sama kondisinya dengan Kiyoharu, berkursi roda. Pada bab 6th ini Mitsuru meminta tanding 1 on 1 pada Kiyoharu. Sayangnya, keyakinan Kiyoharu harus runtuh seketika.

Sialan!! Orang ini paling tidak, tingginya 190 cm, itu yang membuat kursinya tinggi. (Halaman 189)

Sebagai pembuka, saya cukup kaget mendapati adanya lima lembar di dalam komik ini yang berarti berisi sepuluh halaman full color dengan kertas lux yang bagus, masing-masing terbagi atas tiga lembar di awal dan dua lembar di paruh akhir. Saya jadi bisa melihat jelas bagaimana warna dan goresan tangan sang komikus versi warna. Bagus sekali.

Artwork yang disuguhkan komikus juga sangat khas sekali. Sebenarnya gaya gambarnya sama sekali tidak jelek, hanya saja sepertinya bukan selera saya. Salah satu hal yang cukup mengganggu adalah penampakan siswa siswi sekolah terlihat terlalu tua dan boros paras. Apalagi perawakannya juga terlalu dewasa untuk anak usia belasan tahun.

Kalau dari segi cerita, saya justru sangat menikmati. Komikus tidak buru-buru membawa sang tokoh utama dan Kiyoharu menjadi lengket dan bermain dengan bahagia bersama, tetapi masih menyuguhkan suasana kaku dan egois untuk Nomiya dan Kiyoharu. Secara ide ini sangat logis. Sebagai orang baru kenal pasti masih jaim dan tidak langsung membaur begitu saja.

Tentang konflik, sebenarnya sangat khas konflik remaja sih. Tetapi entah kenapa kok rasa-rasanya jadi terlalu berat untuk ukuran remaja sekolah. Saya tidak tahu apakah komikus memang berniat demikian, membuat konflik Nomiya dan sekitarnya teramat berat hingga tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Apalagi Nomiya suka sekali menghajar orang.

Oh iya, saya agak bingung dengan perpindahan bab di komik ini. selain tidak ada kalimat judul, pada bab tiga tidak terlihat perpindahannya. Awal bab baru hanya ditunjukkan melalui salah satu gambar di halaman yang bersangkutan. Saya tidak sadar bahwa gambar itu merujuk bab baru. Padahal secara kejadian dan alur masih belum bisa dikatakan chapter baru.

Overall, saya suka dengan komik ini meskipun artwork yang kurang saya sukai. Tema basket yang digeluti orang berkursi roda juga sangat menarik. Ternyata kursi roda yang digunakan juga berbeda lho. Pantas saja Kiyoharu sangat mahir bermain basket. Yang saya suka juga komik ini tidak terlalu menyuguhkan teori dan tehnik basket, melainkan keseruan permainan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Recast (Jilid 1)

coverrecast1

Judul: Recast (Jilid 1)

Komikus: Kye Seung-Hui

Penerjemah: Minkee Kang

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792704723

cooltext-blurb

Tanpa disadari JD, Kakek Grifford melakukan sihir Recast padanya sejak dia masih bayi. Namun Kakek Grifford yang selama ini bersembunyi dari Dunia 4, akhirnya ditemukan oleh para puppet. Kakek Grifford pun terbunuh, dan JD jadi buruan puppet. Untuk menyelamatkan diri, JD harus pergi ke daerah Jade untuk menemui Vreis, sang vampir.

cooltext-review

Akhirnya saya berkesempatan lagi membaca dan mereview komik yang berasal dari negeri ginseng, Korea. Saya tidak tahu sih ini bikinan Korea Selatan atau Korea Utara. Tapi yang jelas manhwa alias komik asal Korea tidak kalah serunya dengan komik manga dari Jepang yang sudah populer di mana-mana. Lantas serunya apa manhwa Recast ini?

Nah jadi komik ini bertemakan sihir. Tokoh utamanya adalah seorang anak laki-laki yang bersekolah di sekolah sihir bernama JD. Intinya sih dunia tempat tinggal JD ini sudah sangat terbiasa dengan sihir. Bagian pembuka komik jilid perdana ini adalah ketika JD dikejar-kejar oleh makhluk ganas pada malam hari di sekitar kuburan tempat ia tinggal.

Dalam menghalau makhluk jahat yang disebut puppet tersebut, JD menggunakan senjata bernama UST-1000 pemberian kakeknya, Grifford. Senjata berbentuk pentungan itu memiliki kemampuan khusus berubah bentuk sesuai kehendak pemakainya. Sayangnya, karena masih beberapa menit mendapatkannya jadi kewalahan karena senjata tidak membantu sama sekali.

Seperti yang kukatakan dulu, kalau mau mendengar, memerlukan udara. Kalau mau melihat, memerlukan cahaya. Di dunia ini ada yang namanya box yang mengandung partikel sihir untuk menyihir. (Halaman 22)

Selain Kakek Grifford, JD juga dekat dengan guru sekolahnya bernama Celine. Beliau ini juga merupakan murid dari Grifford. Oleh karena itu ia memanggil kakek JD dengan panggilan Guru. Kegelisahan Celine karena kemunculan puppet yang mengejar JD dianggapnya sebagai hal yang mencurigakan. Terlebih puppet itu sangat kuat dan sesungguhnya sulit dikalahkan JD.

Kamu gentar karena tidak tahu sehebat apa yang telah kubuat dengan recastku. Bila aku terima tawaran itu, kamu juga mengambil JD. Itu menguntungkanmu, ‘kan? (Halaman 73)

Akhirnya Celine mengetahui fakta bahwa hal itu akibat dari sihir recast. Karena Kakek Grifford menggunakan semua clementes (kemampuan sihir) yang dimiliki untuk menggunakan sihir itu pada JD. Semua kekuatan itu diberikan pada JD. Untuk apa? Padahal JD yang usianya masih muda belum tahu menahu tentang apa yang dilakukan oleh Kakek Grifford tersebut.

JD harus bisa mengalahkannya sendiri. Kalau tidak, sia-sia aku menggunakan sihir recast padanya!! (Halaman 90)

Di dunia JD ini, ada konsep dunia yaitu Dunia 4, Dunia 5, dan Dunia 6. Saya cukup suka tentang pembagian dunia ini dan cara berpindah dunia. Singkat cerita, Kakek Grifford akan pergi dengan JD ke wilayah Jade. Sayangnya, belum sempat hal itu terwujud, muncul puppet atau pembunuh bayaran bernama Mickey T. G. yang mengincar nyawa Kakek Grifford dan JD.

Aku ingin memberi tahumu lebih lanjut, tapi recastmu belum selesai. Karenanya kamu harus menyadarinya sendiri. (Halaman 126)

Nah bagaimana kelanjutan petualangan JD sebagai anak yang mendapatkan sihir recast? Apakah ia bisa menemui Vreis, sahabat sang kakek sesuai keinginan Kakek Grifford? Pasalnya, sebelum ia menunaikan permintaan tersebut, JD harus berhadapan langsung dengan puppet baru bernama Dwee Mascara yang sangat tangguh dan licik.

Jangan keras kepala! Guru sudah mengorbankan nyawanya untukmu! Sekarang kamu harus kabur untuk menuruti perintah Guru!! (Halaman 137)

Saya cukup heran pada awalnya karena membaca komik ini membukanya dari kanan ke kiri, tidak seperti manga yang dari kiri ke kanan. Saya jadi berpikir apakah manhwa memang seperti buku-buku di Indonesia yang dibuka dari kanan ke kiri ya? entahlah. Yang jelas komik ini menawarkan hal baru dengan tema sihir yang memukau dan tidak biasa.

Sebelum berbicara lebih lanjut tentang sihir, saya cukup malas sebenarnya apabila berhadapan dengan komik yang tokoh-tokohnya menggunakan nama-nama orang Korea pada umumnya yang menurut saya tidak bisa dihafalkan dengan mudah. Untung saja komik ini menggunakan nama yang jauh lebih mudah diingat dan diucapkan daripada nama komikusnya. LOL.

Oh iya, komik ini memiliki kekurangan yaitu tidak adanya info chapter yang dimuat di jilid ini. daftar isi tidak ada, judul chapter awal juga tidak ada. Awalnya saya menemukan Creation File No. 1 dan 2 pada seperempat komik. Namun selanjutnya tidak ada lagi. hanya ada satu halaman penuh berisi ilustrasi satu tokoh tertentu. Saya bingung ini bagaimana pembagiannya.

Recast ini sesungguhnya memiliki tema yang unik dengan dunia yang menarik pula. Sihir yang bisa digunakan oleh manusia bahkan diajarkan di kurikulum sekolah membuat komik ini tidak bisa dianggap remeh. Sayangnya, namanya juga jilid pertama, segalanya serba tidak jelas dan misterius. Saya penasaran sekali dengan asal-usul JD dan kelanjutan petualangannya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Harmel’s Violin (Jilid 1)

coverharmels1

Judul: Harmel’s Violin (Jilid 1)

Judul Asli: Hamerun no Violin Hiki

Komikus: Watanabe Michiaki

Penerjemah: Arief Hidayat

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 1995

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1995

ISBN: 9796371146

cooltext-review

Harmel’s Violin ini adalah salah satu judul komik era 90-an yang saya baca. Awalnya saya agak-agak ragu bisa menikmati komik ini. Maklum saja saya dapat komik ini di obralan seharga 5000 rupiah saja pada tahun 2008 yang lalu. Eh ternyata tak disangka saya sangat menikmatinya. Setiap tokohnya memiliki keunikan tersendiri. Tidak sia-sia deh baca jilid perdananya ini.

Jilid ini memiliki lima bab yang memiliki cerita saling berkaitan. Uniknya, setiap bab tidak memiliki judul, melainkan hanya dituliskan pakai pembuka not balok di partitur lagu. Paham maksud saya nggak ya? Pokoknya begitu deh. jadi jangan harap mendapatkan sebuah kalimat layaknya judul chapter di komik-komik yang lain.

Bab pertama mengisahkan pertemuan sang tokoh utama komik ini, Harmel dan burung gagak hitam pendampingnya, Orbow, dengan Viola seorang pemuda kecil yang hidup sebatang kara di pegunungan Eropa Utara. Viola secara tidak sengaja menyaksikan permanan indah Harmel. Tak sungkan Viola mengundang Harmel dan Orbow bertandang di rumahnya yang sederhana.

Aku tahu, orang yang bisa bermain musik seperti itu pasti orang yang baik hati. Ketika pertama kali bertemu, kukira dia dewa. (Halaman 21)

Bab kedua mengambil setting lokasi di pegunungan Eropa Utara, tepatnya di Desa Stakatt. Pengembaraan Harmel dan Orbow membawa mereka bertemu dengan Flute, seorang gadis pemberani yang melawan anak buah monster Raja Tuba yang menyerang warga kota. Status sebagai yatim piatu membuatnya harus melakukan yang terbaik pada warga kotanya tercinta.

Berani-beraninya kalian memukuli wajahku yang elegant dan beautiful ini. Ongkos ganti ruginya sangat besar! (Halaman 67)

Singkat kata, setelah Harmel “turun tangan” dengan alunan melodi indah biolanya, Flute ikut berkelana bersama Orbow dan Harmel hingga sampai di Kota Tenut. Di sini lagi-lagi ada monster jahat bernama Basoon yang memaksa warga bekerja keras setiap saat. Akibatnya kota yang awalnya makmur tersebut menjadi kotor dan tidak terurus. Kasihan sekali melihatnya.

Tubuhnya sebesar gunung, kekuatannya tak terukur, dan sekali ayun gunung pun seakan-akan terlempar… Selama dia tak dikalahkan, kedamaian tak akan ada di desa. (Halaman 90)

Meninggalkan problematikan Kota Tenut yang telah usai, kali ini Flute “dimanfaatkan” oleh Harmel melalui melodi indahnya untuk membuat jera monster yang dijuluki Tuan Vargote (atau Vargot? atau Fargot? Entahlah.) di Kota Legart. Hal ini dikarenakan Fargot bertindak kasar kepada sseorang gadis cilik yatim piatu penjual bunga yang tidak laku sama sekali.

Padahal waktu dulu, mereka membelinya karena indah. Tetapi aku akan terus berusaha! Soalnya ini kebun bunga ayah dan ibu. (Halaman 135)

Sayangnya, kemampuan Flute karena efek lagu yang dimainkan Harmel tidak mampu mengalahkan Fargot. Berkali-kali Flute babak belur oleh Fargot. Tak pelak hal ini membuat Fargot murka dan berencana menghajar Harmel yang dianggap Pahlawan Penyelamat Dunia. Mulanya Harmel ingin menyerah. Namun, satu tindakan Fargot membuatnya “meledak”.

Dia tidak menunjukkan perasaannya dengan jujur, sebenarnya dia mau minta maaf lho. (Halaman 162)

Ada yang pernah mengetahui tentang cerita terkenal berjudul Kotak Pandora? Komik ini pada bagian awal-awal memang menyisipkan cerita klasik tersebut, menganai sebuah kotak yang berisi segala kejahatan di muka bumi dan tersegel. Hingga suatu ketika seseorang bernama Pandora membukanya dan semua kejahatan terbang dan tersebar ke seluruh dunia.

Yang bisa menyelamatkan dunia dari kejahatan adalah satu harapan yang ada di kotak tersebut. Harapan tersebut dimanifestasikan sebagai Harmel yang dijuluki Sang Pahlawan. Nah, lika-liku perjalanan Harmel bersama Orbow inilah yang menjadi inti cerita komik ini. Sepasang manusia dan burung gagak yang bisa berbicara ini hendak menuju ke utara demi menumpas kejahatan.

Oh iya, di sini Harmel memiliki senjata andalan sebuah biola (atau cello karena terlalu besar, menurut saya) untuk melawan para monster. Ia selalu memainkan lagu-lagu klasik yang entah bagaimana selalu bisa membuat monster lawannya bertekuk lutut kalah tanpa ampun.

Nah, setiap melawan monster, Orbow selalu memberikan sebuah info atau pengetahuan tentang lagu-lagu yang dimainkan Harmel. Lagu yang digubah oleh komposer terkenal sepanjang masa itu selalu terasa benar-benar bagus didengar. Sayangnya, kemahiran bermain biola Harmel justru berbanding terbalik dengan sifatnya yang serakah dan sakarepe dewe *sigh*.

Satu-satunya orang yang cukup waras (dan mungkin cukup bodoh) untuk mengikuti Harmel adalah Flute. Memang benar sih kemampuan bawah sadarnya sangat bermanfaat dalam melawan para monster. Namun harga yang harus dibayar Flute sungguh memilukan hati, dan Harmel tidak mempedulikan hal itu. Grrh. Alau saja bukan dia sang pahlawan, pasti saya tidak akan mendukungnya. Tetapi kalau dipikir-pikir justru itulah yang membuat komik ini kocak.

Ya benar, komik ini banyak sekali menyuguhkan humor spontan ataupun anti klimaks yang membuat saya cengengesan. Misalnya ketika Harmel justru menjual Flute pada orang-orang di Kota Legart. Atau setelah monster berhasil dikalahkan, Harmel jstru meminta bayaran sangat tinggi pada warga Kota Legart yang ujung-ujungnya warga kota tidak jadi damai wkwkwk.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Fullmetal Alchemist (Jilid 1)

coverfullmetal1

Judul: Fullmetal Alchemist (Jilid 1)

Komikus: Arakawa Hiromu

Penerjemah: Leona

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792705249

cooltext-blurb

Kami, Edward dan Alphones Elric. Kakakku yang alchemist jenius juga dikenal sebagai “Fullmetal Alchemist”. Cinta kami pada Ibu membuat kami melanggar hukum pertukaran setara, dan menyebabkan Kami menjadi seperti sekarang.

cooltext-review

Selamat siang. Jumpa lagi. Kali ini komik berjudul Fullmetal Alchemist bisa saya selesaikan dalam sekali duduk. Komik ini terdiri atas empat chapter yang masingmasing sedikit berkaitan meskipun tidak terlalu erat. Two Alchemist adalah bab pertama yang mengisahkan kehadiran dua bersaudara bernama Edward Elric dan Alphones Elric di sebuah kota yang gersang.

Ternyata di kota ini beredar rumor tentang seorang pria yang dijuluki Guru Cornello. Sang guru ini diyakini masyarakat sebagai utusan Dewa Leto. Salah satu orang yang mempercayainya adalah Rose, seorang gadis sebatang kara yang ingin meminta Guru Cornello menghidupkan kembali kekasihnya yang telah tiada. Elric bersaudara mencium hal aneh tentang sang guru itu.

Beliau bisa menghidupkan kembali dan memberikan jiwa yang abadi pada makhluk hidup yang sudah mati. (Halaman 15)

Ternyata Elric bersaudara tersebut adalah seorang alchemist yang disuguhkan di bab The Cost of Life. Bahkan Edward Elric adalah alchemist negara yang memiliki kemampuan sangat tinggi. Mereka berdua ingin meminta “hal berharga” yang dimiliki Guru Cornello agar tujuan pribadi mereka ini bisa tercapai. Yah, meskipun harus mengorbankan keyakinan Rose dan warga kota.

Begini akibatnya kalau ingin menghidupkan kembali satu orang dengan usaha dua orang… (Halaman 63)

Kisah pilu Elric bersaudara di kota tempat tinggal Rose juga tidak berakhir bahagia. Perjalanan mereka berlanjut ke bab ketiga berjudul The Mine City. Di Tambang Youswell ini, mereka berdua ingin bermalam di salah satu penginapan. Sayangnya, latar belakang Edward sebagai abdi negara dinilai sangat mengganggu warga. Akibatnya hanya Alphonse yang boleh tinggal.

Walau ditukar berbagai macam hal istimewa, aku tak bisa memaafkan orang yang menjual jiwanya pada pihak militer negara. (Halaman 108)

War on The Train sebagai bab terakhir jilid ini mengisahkan sebuah penyanderaan seorang petinggi negara bernama Jendral Hakuro dan keluarganya yang ingin berlibur. Ketua geng yang menyandera itu adalah Bald. Namun tak disangka, Edward dan Alphonse yang berada di kereta yang sama mau tidak mau harus turun tangan mengatasi kelompok jahat tersebut.

Kalau terjadi sesuatu diluar dugaan, pasti akan langsung runtuh. Mereka pasti sudah tidak akan mematuhi kalian lagi. (Halaman 155)

Membaca judul komik ini pertama kali membuat saya agak-agak bingung. Apa itu alchemist? Meskipun di dalam jilid perdana ini dijelaskan secara singkat tentang apa itu alchemist, saya masih penasaran. Akhirnya saya “berselancar” dan mendapatkan jawaban bahwa alchemist adalah orang-orang yang mempelajari (dan biasanya sudah menguasai) tentang alkimia.

Kemudian muncul pertanyaan apa itu alkimia? Thanks to google, saya mendapatkan jawaban bahwa alkimia adalah ilmu kimia yang didasari dengan paham spiritual sehingga bertujuan untuk membuat benda-benda atau materi-materi yang tidak masuk akal, dan bertujuan untuk melawan hukum alam. Wow. Kenapa saya nggak dapet materinya saat sekolah ya?

Eeh ternyata pada akhir referensinya, disebutkan bahwa bisa disimpulkan bahwa alkimia adalah protosains yang menggabungkan unsur-unsur kimia, fisika, astrologi, seni, semiotika, metalurgi, kedokteran, mistisisme, dan agama. What the? Jangankan menggabungkan semua unsur ilmu tersebut, satu saja saya belum menguasai. Hahahahahak.

Baiklah di sini saya bisa katakan bahwa komik ini sangat sangat fiksi. Bentuk fisik Alphonse yang “ajaib” saja bisa ada, hal ini membuktikan komik ini memang hanya imajinasi komikusnya. Yang saya sukai dari komik ini adalah…semuanya. Ya benar, tokohnya, kemampuannya, jalan ceritanya, humornya, setting dan plot yang disuguhkan sangat menarik.

Edward memiliki kelebihan automail. Hal ini juga membuat saya kagum bahwa seorang anak kecil yang seperi itu bisa menguasai ilmu alchemist hingga menjadi abdi negara yang dihormati. Kadar humor yang tersaji di komik ini juga sangat pas dan menghibur. Si adik, Alphonse, justru terlihat jauh lebih dewasa dalam berpikir dan bersikap dibanding kakaknya sendiri. Terlebih ketika Edward dengan sangat mudah murka karena disebut sebagai orang yang &#@%$# (biar nggak spoiler) :p Namanya juga masih jilid 1, jadi serba tidak jelas. Aaah tapi saya penasaran!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Jack (Jilid 1)

coverduelj1

Judul: Duel Jack (Jilid 1)

Komikus: Ihara Shigekatsu

Penerjemah: Patsiana T. Sofyan

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792071719

cooltext-blurb

Sho berhasil menguasai permainan sangat populer “Duel Masters” yang membuatnya terkenal di seluruh negeri.

cooltext-review

Permainan kartu dari Jepang yang cukup populer adalah permainan kartu Duel Masters. Selain populer dengan kisahnya sendiri, ternyata ada pula judul lain yang menggunakan permainan ini menjadi inti tema ceritanya, yaitu Duel Jack. Di komik ini, pembaca akan dibawa untuk menikmati petualangan seorang anak dalam bermain Duel Maters.

Adalah seorang anak laki-laki kelas 3 SD bernama Manato Hino yang gemar bermain bola di lapangan. Ia berpendapat bahwa permainan bola bisa membuat keringat dan sudah sepantasnya dilakukan anak laki-laki seusianya. Suat ketika, ia mendapati lapangan kosong karena semua anak laki-laki kecuali dirinya sedang bermain kartu di sebuah departement store.

Di sana, penyelenggara pertarungan kartu Duel Masters adalah seorang anak laki-laki yang menamakan dirinya Sho, sang Duel Jacker. Manato yang marah-marah karena semua temannya tidak ada di lapangan justru membuat Sho ingin memperkenalkan permainan kartu itu kepadanya. Sho berpendapat bahwa Manato harus mencoba asyiknya bermain Duel Masters.

Walaupun kalah, perbaiki strategi dan coba sekali lagi!! dalam duel semakin banyak bertarung, maka akan semakin kuat!! (Halaman 17)

Oh iya, komik ini terdiri atas delapan bab dan satu bab khusus berisi kumpulan trik bermain Duel Masters. Pengalaman Manato bermain kartu mengantarkannya pada beberapa lawan yang cukup tangguh. Salah satunya adalah seorang Leader Chinsoudan yang ingin menguasai taman bermain yang biasa digunakan Manato. Trik Manato yang masih pemula tentu saja kalah telak.

Selain orang asing, Manato juga berhadapan langsung dengan teman sekelasnya sendiri bernama Mizuno. Awalnya Mizuno ini sering kalah bermain kartu dengan Manato. Hingga suatu ketika ia meminta bantuan Sho agar mengajarinya menjadi lebih kuat dan bisa mengalahkan Manato. Hasilnya? Manato jadi mengakui kehebatan Mizuno. Lantas bagaimana?

Combo itu harus kamu temukan sendiri. Walaupun aku beri tahu… Itu artinya bukan combo milik Manato. (Halaman 61)

Dr. Baggy adalah salah satu tokoh lawan yang harus dihadapi oleh Manato. Ia awalnya sangat menyebalkan dengan cara bicara yang sering menyisipkan “Yo” disetiap ucapannya. Terlebih banyak sekali orang yang kalah bermain dengannya karena kehebatannya bermain kartu. Manato merasa tertantang dan ingin mengalahkan dia. Hasilnya bagaimana ya?

Kakeru Noroi dan Arasgu Kanezukai adalah anak-anak yang secara tidak sengaja bertarung Duel Masters dengan Manato karena keterpaksaan. Dua-duanya memiliki trik yang jauh diatas Manato dalam bermain kartu. Manato harus menelan kekecewaan karena kalah dalam waktu singkat karena tidak bisa mempertahankan diri bermain Duel Masters. Bagaimana selanjutnya?

Manato, strategi seperti apapun pasti punya kelemahan!! Nggak ada strategi yang sempurna!! (Halaman 129)

Membaca komik ini seharusnya saya merasa bersemangat dalam mengikuti setiap ceritanya. Apalagi tokoh dan permainan Duel Masters ini sebenarnya sangat menarik untuk diperhatikan. Sayangnya, saya justru sering sekali mengernyitkan dahi ataupun emosi membaca beebrapa bagian karena terasa tidak masuk akal meskipun ini adalah cerita fiksi.

Awal hal aneh yang saya pertanyakan adalah kemampuan Manato Hino yang awalnya nol besar tidak tahu menahu tentang permainan Duel Masters tiba-tiba bisa lancar jaya dan mengalahkan musuh pertamanya yang sudah mahir “hanya” karena diajari oleh Sho. Maksudku, seriusan? Yang ada juga kudu latihan berkali-kali dulu baru bisa menang. Grrrh.

Formula yang selalu terjadi di setiap cerita adalah Sho dan Manato berjumpa lawan baru, Manato bemain Duel Masters  dengan orang tersebut, Manato kalah, Manato belajar bermain kartu dari Sho, Manato dan sang lawan bertanding ulang, Manato menang. Begituuuu terus. Seakan Manato hanya belajar sepotong-sepotong tapi langsung nekat melawan orang. Grrrh.

Mana, shield, blocker, breacker, creature, dan beberapa istilah asing menghiasi berbagai sudut komik ini. pada bab satu sudah dijelaskan oleh Sho. Namun sayangnya Sho lupa menjelaskan kemampuan tiap kartu karena tiba-tiba Manato sudah bisa gitu memahami kemampuan kartu-kartunya. Padahal awalnya dia nggak punya kartu. Terus dia main pakai punya siapa? Grrh.

Satu hal yang saya sukai setelah emosi berkali-kali adalah ada bab bonus yang merangkum tata cara dasar bermain Duel Masters. Mulai dari jumlah kartu di tangan, apa itu shield, creature, dan lainnya. Meskipun dengan ciri khas Sho yang luebay dan terlalu ajaib, masih lebih mending daripada di bab-bab sebelumnya. Tapi tetap saja saya hanyamemberikan rating yang segini saja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Croket! (Jilid 1)

covercroket1

Judul: Croket! (Jilid 1)

Komikus: Kashimoto Manavu

Penerjemah: Patsiana T. Mukmin

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792714630

cooltext-blurb

Kalau bisa mengumpulkan banyak koin emas, kamu bisa meminta apa pun yang kamu inginkan! Begitu hukum yang ada di dunia banker, tempat Croket hidup. Makanya, Croket, si banker kecil yang hebat ini, mulai berkelana untuk mengumpulkan koin emas. Sebenarnya, keinginan si kecil ini apa, sih?

cooltext-review

Komik berjudul Croket! ini pada dasarnya memiliki tema yang sederhana. Sebuah dunia yang terbiasa dengan sebuah profesi banker yang saling mengalahkan demi mendapatkan sejumlah koin emas milik banker yang kalah. Namun, selain hal tersebut ternyata ada hal ajaib lain yaitu seorang banker bisa meminta hal yang akan dikabulkan jin ketika celengannya sudah penuh.

Komik ini memiliki lima chapter sebagai pembuka jilid perdananya. Croket adalah seorang banker cilik yang berkelana bersama celengannya yang berbentu babi bernama Menchi. Chapter berjudul Aku, Croket Si Banker!! Membawanya bertemu dengan banker lain berwujud kucing yang licik bernama Oyster. Singkat kata, Oyster mengikuti Croket berkelana.

Pantas saja, biar badannya kecil, tapi kuat sekali… (Halaman 27)

Bersama Oyster, Croket, si anak banker legendaris bernama Banggu sampai di Kota Frypan Rock. Di chapter berjudul Banker Survival! Kerusuhan Dimulai!! ini Croket menyelamatkan seorang gadis cilik bernama Teto karena diganggu banker kasar bernama Abrami. Di kota ini Croket mendapatkan berita tentang perlombaan Banker Survival berhadiah banyak uang emas.

Katanya, siapa yang menang akan dapat hadiah uang emas yang banyak sekali, yang katanya bisa memenuhi celengan kita!! (Halaman 52)

Menginjak chapter berikutnya, Tidak Akan Ditinggalkan!! Teman Pertama, Croket dan Oyster sampai di lokasi perlombaan yaitu Pulau Miwakuno, tepatnya di Macadonia Island. Di sana sudah banyak berkumpul para banker dari seluruh penjuru negeri. Sebagai permulaan, setiap banker diberi misi memcahkan balon milik banker lain. Hmm apakah Croket bisa bertahan??

Masa’ mereka nggak sadar, kalau itu sama saja seperti memberitahu keberadaan mereka! (Halaman 79)

Pertemuan Croket dengan pembunuh mendiang ayahnya yaitu Pria Berjubah Hitam tertuang pada chapter keempat yaitu Malam Neraka!! Munculnya Pria Berjubah Hitam?! Tepat ketika pria itu hendak membunuh Croket, Oyster bangun dari tidurnya dan menyelamatkan nyawa Croket. Tidak lama berselang, malam sudah tiba dan pertarungan semakin lama semakin menegangkan.

Sepertinya nggak ada waktu untuk istirahat lagi, Oyster!! Lihat itu!! (Halaman 123)

Pada chapter terakhir berjudul Team Battle, Anggota yang Paling Kuat, Paling Parah?! sudah ada beberapa tokoh tambahan lain bernama Purin Purin, Risotto, dan Fondue yang pada awalnya bukanlah orang yang bersahabat. Namun karena mereka tergabung dalam satu “tim” yang sama mau tidak mau Croket dan Oyster harus bekerja sama dengan mereka bertiga.

Aku sampai lupa kalau aku nggak bisa bergerak gara-gara jebakan kotoran si Purin Purin. (Halaman 150)

Salah satu tanda seseorang adalah banker atau tidak adalah dengan melihat apakah ada tanda banker berbentuk lingkaran dengan silang didalamnya yang melekat di tubuhnya. Tanda ini tidak mengenal usia. Croket yang masih anak-anak ataupun Oyster berwujud kucing bisa mendapatkan lambang itu. mata uang emas yang diincar banker juga berlambang sama.

Jujur saja, pertandingan babak pertama Banker Survival yang saling meledakkan balon milik banker lain sangat sanat mengingatkan saya pada kisah dystopia Hunger Games. Dari sekian banyak banker hanya menyisakan 30 banker benar-benar mirip dengan pertandingan yang dijalani Katniss dan Peeta. Tapi saya abaikan saja agar saya bisa menikmati ceritanya.

Komik ini targetnya semua umur. Namun dengan cukup kasarnya tingkat kekerasan yang disuguhkan, seharusnya komik ini berlabel Remaja saja sih. Meskipun humor yang ditampilkan juga tidak vulgar dan masih bisa dinikmati anak-anak. Oh iya bicara humor, komikus gemar menyisipkan humor dengan membuat Croket pipis melulu bahkan ditengah pertarungan.

Saya cukup menikmati ceritanya yang ajaib. Yah namanya juga komik yang suka-suka imajinasi komikusnya, komik ini juga ajaib mulai dari kekuatan Croket yang sangat besar sebagai anak kecil, Oyster si kucing berjas hitam yang bisa berbicara, dan berbagai hal saat Banker Survival. Sayangnya ya itu tadi, cukup banyak kekerasan antar banker yang sering diperlihatkan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Kobochan (Jilid 2)

coverkobo2

Judul: Kobochan (Jilid 2)

Komikus: Ueda Masashi

Penerjemah: Astuti Indriati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 135

Terbit Perdana: 1993

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1993

ISBN: 9795375628

cooltext-blurb

Komik Kobo-Chan adalah humor yang dientas dari segala peristiwa renik yang bisa terjadi sehari-hari dan dimata anak-anak harus ditanggapi dengan perasaan yang sangat peka terhadap kenaifan manusia. Humor ini dibutuhkan oleh anak-anak untuk melatih kepekaan mereka dalam menjaring nuansa kelucuan dalam pergaulan sehari-hari. – Arwah Setiawan, Lembaga Humor Indonesia

Komik sering dituduh berdampak negatif, mulai dari tidak mendidik sampai merusak moral! Komik Kobo-Chan merupakan salah satu bukti nyata yang meruntuhkan tuduhan keliru semacam itu. Dengan sentuhan garis dan suasana jenaka yang sederhana refleksi dunia anak-anak, Kobo-Chan bukan sekadar menghibur tetapi juga berpotensi mendidik, bukan hanya anak-anak namun juga kaum dewasa. tidak heran apabila komik Kobo-Chan begitu populer dan favorit di masyarakat Jepang. Silakan nikmati komik Kobo-Chan tanpa rasa kuatir! Terima Kasih dan Salam hormat dari: – Jaya Suprana

cooltext-review

Di dunia ini semua bisa terjadi dan apa yang akan terjadi… Ada yang ingat penggalan lirik lagu pembuka sebuah judul anime yang tayang setiap hari minggu pagi di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia belasan tahun silam? Ya benar, Kobo-Chan adalah salah satu anime yang populer di Indonesia. Cerita yang sederhana dan menggelikan cocok dinikmati oleh siapa saja.

Komik ini sama persis dengan versi anime yang memiliki tokoh utama seorang anak laki-laki seusia TK bernama Tabata Kobo. Ia adalah anak dari pasangan Tabata Sanae dan Tabata Koji. Oh iya, selain mereka bertiga, keluarga Kobo juga ada Kakek dan Nenek serta hewan peliharaan anjing bernama Pochi dan kucing bernama Mi.

Komik ini menceritakan tentang kehidupan Kobo dan keluarganya yang kocak dan menghibur. Ada 126 cerita pendek yang terkonsep empat panel tamat pada setiap halamannya. Karena saya tidak bisa membahas satu per satu, jadi saya akan ambil beberapa cerita yang menurut saya  menarik saja yah.

Salah satu cerita yang lucu adalah ketika di sebuah pusat perbelanjaan yang ramai ada ibu-ibu yang kewalahan menggandeng anak lelakinya yang selalu berlari ke sana kemari. Tidak sengaja ia berjumpa dengan Kobo dan ibunya. Mencoba sedikit curhat, ibu tersebut kagum anak Sanae tidak berkeliaran. Eh tak disangka ternyata trik yang diterapkan Sanae sungguh cerdik.

Anakmu pintar kau tak perlu pegang tangannya erat-erat. (Halaman 33)

Ada lagi cerita tentang Kobo yang bersemangat memijat pundak kakek yang pegal. Sebagai imbalannya, Kakek memberikan Kobo uang jajan sebesar 100 rupiah. Iya benar, rupiah karena mata uang di komik ini sudah disadur menjadi mata uang lokal negara Indonesia. Kobo senang sekali mendapat uang tersebut dan bergegeas pergi. Wah kira-kira mau dibuat apa ya uang itu?

Padahal, jaman sekarang uang 100 rupiah nggak bisa buat beli apa-apa. (Halaman 65)

Namanya juga anak-anak, Kobo sangat suka makan makanan manis termasuk permen. Melihat anak tetangganya yang memakan permen berbentuk batangan, Kobo langsung pulang ke rumah dan mengambil pernem serupa. Nenek yang melihatnya langsung memarahi Kobo. Namun ternyata Ibu malah membiarkan Kobo memakannya. Wah, baik hati sekali ya.

Kobo! Bukannya tadi kamu sudah makan permen itu tadi! Nanti gigimu busuk lho! (Halaman 99)

Dari segi isi, komik ini sangat kaya akan cerita. Bagaimana tidak, setiap halaman memuat kisah yang berbeda-beda. Empat panel memang saya rasa membuat cerita beraneka macam. Namun, hal itu justru membuat saya kurang bisa menikmati karena “dipaksa” mencicipi akhir cerita dengan sangat cepat. Padahal kalau dipanjangkan sedikit pasti bisa lebih puas.

Kalau melihat ceritanya, terasa sekali nuansa keluarga dan kehidupan sehari-hari. Apalagi tokoh Kobo yang masih polos dan lugu membuat saya gemas setiap kali bertingkah konyol dan menggelikan. Yah, meskipun terkadang nakal, kenakalannya masih dalam batas yang wajar dan tidak terlalu parah.

Lima tokoh utama yang bermain di jilid ini juga saya rasa memiliki keunikan masing-masing. Koji sebagai ayah yang kocak dengan kesibukan sebagai pekerja kantoran, Sanae seorang ibu rumah tangga yang kadang tegas kepada anaknya sendiri, Kakek yang sama konyolnya dengan cucunya, serta Nenek yang memiliki sifat jahil. Semuanya memberikan nuansa lucu yang segar.

Komik yang isinya padat ini alangkah lebih baik jika diberi judul setiap ceritanya. Atau paling tidak dikelompokkan menjadi beberapa bab tersendiri agar lebih mudah dalam menikmati cerita sesuai tema ataupun latar belakang kejadian yang sama. Selain itu, penyesuaian mata uang menjadi versi rupiah saya rasa sangat tidak perlu karena menjadi sirna nuansa Jepangnya.

Namun demikian, komik ini cukup menarik untuk bacaan ringan di sore hari. Humornya tidak berlebihan, setiap kejadian terasa membumi dan mudah dijumpai, serta tokoh-tokohnya juga tidak terlalu fiksi sehingga bisa dinikmati dengan mudah. Sebagai penutup, ini dia lirik penutup lagu opening Kobo-Chan. Nipong nipong cha cha cha cha cha bersemangatlah selalu… 

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Vicious Horse Grooming Up! (Jilid 2)

covervicious2

Judul: Vicious Horse Grooming Up! (Jilid 2)

Judul Asli: Jajauma Grooming Up!

Komikus: Yuuki Masami

Penerjemah: Fetty Yeo

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792053036

cooltext-blurb

Kenangan selama liburan di peternakan membuat Shunpei tertarik dan jatuh cinta pada dunia pacuan. Dari koran pacuan yang dibacanya, dia mengetahui bahwa kuda dari Peternakan Watarai, Strike Eagle, mengalami patah tulang. Merasa bersalah karena sebelumnya pernah membuat kuda di sana terkejut, Shunpei memutuskan untuk datang lagi ke Peternakan Watarai….

cooltext-review

Saya jarang bahkan hampir tidak pernah tahu menahu tentang dunia pacuan kuda. Selain pertandingan ini bukanlah salah satu pertandingan yang jamak diberitakan dan disiarkan melalui media massa, keseruan menonton kuda adu cepat berlari masih belum bisa mengalahkan keseruan permainan sepak bola, menurut saya.

Hingga suatu ketika asaya membaca buku komik ini. Vicious Horse Grooming Up! mengisahkan tentang dunia pacuan kuda beserta halhal di balik layar sebuah peternakan kuda yang secara tidak sengaja dikunjungi oleh Kuze Shunpei ketika tersesat dan mengalami musibah di Hokkaido.

Komik ini memiliki sembilan bab utama sebagai lanjutan sepuluh bab di jilid perdana. Awal mula hubungan Shunpei dan Peternakan Watarai di Hokkaido telah tertuang di jilid pertama. Kali ini Shunpei sudah kembali ke Tokyo dan mengenyam pendidikan kelas 2 di SMA Swasta Fujimasa. Bab berjudul Di Bawah Atap Kota Tokyo ini adalah awal nostalgianya di Hokkaido.

Belajar tuh bukan sesuatu yang harus dilakukan sampai setengah mati. Sebab, tak akan ada hasil yang bisa melebihi batas kemampuan. (Halaman 12)

Pada bab yang berjudul Telur Emas, Shunpei berkenalan dengan teman sekelasnya yang sangat pintar bernama Tadenuma. Ia selain jenius dalam bidang pelajaran, Tadenuma sangat gemar mengikuti berita pacuan kuda. Tak pelak hal ini membuat Shunpei menjadi rajin mencari tahu tentang pacuan kuda hingga akhirnya ia merasa harus kembali ke Peternakan Watarai.

Yang dimaksud dengan kekuatan bawah sadar adalah kemampuan yang diwariskan secara turun temurun, yang berasal dari darah kuda unggulan. (Halaman 86)

Kembalinya Shunpei yang hanya bermodalkan alasan klasik “hanya mampir” justru membuat keluarga Watarai bahagia dengan kehadirannya. Selain anak-anak Pak Watarai yang semuanya perempuan itu senang ada Shunpei, sang bos juga bahagia bisa bermain catur dengan Shunpei. Apalagi pada bab berjudul Awal Mimpi ini SHunpei bisa berhadapan langsung dengan Hibiki.

Tapi, dalam pacuan tidak ada hal yang pasti. Yah… ini Pacuan Derby, kita tak tahu kuda mana yang nasibnya baik. (Halaman 140)

Meninggalkan dunia Shunpei dan peternakan kuda pacuan, ada satu bab spesial yang diberi judul utama Side Step dan sub bab judulnya Sire Line. Kalau pada bab utama mengisahkan tentang peternakan kuda dan segala hal tentang persiapan kuda pacuan, kali ini ada kisah tentang sang joki penunggang kuda pacuan tersebut.

Adalah keluarga Takeoka yang terdiri atas sang ayah bernama Takeoka Ryuji beserta kedua anaknya yaitu yang laki-laki bernama Takeoka Kazuto dan Takeoka Wakaba si adik perempuan. Ibu Kazuto yang telah meninggal sejak lama membuatnya harus mengikuti jejak sang ayah menjadi joki kuda pacuan. Interaksi ayah-anak ini sangat menggelikan saat dibaca.

Yah… Karena ayahku akan mengundurkan diri, akulah yang kelihatannya akan ikut terus. Kalau aku bisa memenangkan Satsuki Prix, nati akan kupikirkan. (Halaman 162)

Saya yang tidak sempat membaca jilid sebelumnya harus menelan kebingungan dengan segala hal yang diungkapkan jilid kedua ini mengenai kuda pacuan dan tetek bengeknya. Saya rasa komik ini bukanlah komik yang fokus pada hal-hal roman ataupun keseruan dunia pacuan kuda, melainkan menitikberatkan pada pengetahuan tentang kuda, khususnya kuda pacuan.

Saya yang sama sekali tidak tahu tentang jenis kuda pacuan harus membaca berbagai jenis kuda yang disebutkan seperti Dungeon Brett, Longman Gun, Aldebaran, dan sebagainya membuat saya pusing. Mungkin kalau saya sudah membaca jilid pertama sebagai “pengantar”, saya tak perlu sebingung ini. Pun demikian dengan segala hal tentang pacuan kuda. Oh my.

Namun, saya harus akui bahwa segala hal yang disebutkan di jilid ini memang pengetahuan baru bagi saya. Apalagi alur dan karakter tokoh utamanya membuat saya suka. Shunpei yang polos terkadang membuat penghangat suasana keluarga Watarai. Humor yang disuguhkan juga tidak berlebihan dengan situasi yang ada. Apakah saya bersedia baca lanjutannya? Tidak. Hehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Reborn Kumiho (Jilid 6)

coverreborn6

Judul: Reborn Kumiho (Jilid 6)

Judul Asli: [Reborn Kumiho]

Komikus: Han Hyun-Dong

Penerjemah: Presilia Agustin

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 171

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792069327

cooltext-blurb

Setelah ratusan tahun berlalu… Akhirnya Lee Mugi bangkit dari pertapaannya. Ini berarti bahaya buat Kumiho dan Maru…

cooltext-review

Reborn Kumiho adalah salah satu dari segelintir komik asal Korea yang pernah saya baca selama ini. Mohon maaf saya tidak sempat males mencari tahu tentang awal mula ataupun inti cerita judul ini karena saya langsung melompat ke jilid 6. Jadi saya akan mengupas sepemahaman saya tentang jilid ini saja ya.

Komik ini terdiri atas empat bab. Sesungguhnya keempatnya saling berkaitan satu sama lain. Namun, karena saya nggak tahu asal muasalnya seperti apa, jadi saya menangkap dua bab awal memiliki jalinan cerita sendiri yang terkesan tidak dalam jalinan kisah yang sama dari dua bab akhirnya.

Bab pertama (atau bab bernomor 24 di jilid ini) berjudul Hosomdo Pedang Maru mengisahkan seorang gadis muda bernama Danbi yang bekerja di sebuah restoran bernama Surga Mandu. Suatu hari ada seorang pria berambut panjang membuat kekacauan di restoran dan menghina bahwa mandu yang dibuat Danbi tidak enak sama sekali.

Kalau kau tidak percaya diri berarti selama ini Surga Mandu mempeprmainkan orang-orang… Dasar penipu.

Bersambung ke bab selanjutnya adalah Ju Danbi Lipan Petarung. Tak disangka, pria tersebut adalah jelmaan Setan Kalajengking ang ingin menghancurkan restoran yang notabene adalah sarang Setan Lipan yang telah dibunuh Danbi. Tak ingin restorannya hancur, Danbi terpaksa meladeni Setan Kalajengking agar bertarung hingga titik darah penghabisan.

Kau bicara seperti itu memangnya kau lebih mulia daripada manusia? Menurutku kau sama saja. Hanya karena bentuk gigimu seeprti itu, kau berbuat semaunya pada manusia.

Lee Mugi yang Tertidur Selama Ribuan Tahun adalah judul bab ketiga. Kali ini cerita dibuka di Dunia Setan ketika Lee Mugi yang telah bertapa ribuan tahun bangkit dan berambisi mengalahkan Kumiho. Ia dibantu oleh Myo Ryon, si Setan Kucing untuk mencari Kumiho. Sayangnya, Sadis, si Setan Laba-Laba tidak menyukai kehadiran Lee Mugi.

Sudah dikirim 4 setan untuk menangkap Kumiho, tapi… Selama 3500 tahun belum ada yang sanggup menghadapinya.

Bab terakhir di jilid ini adalah Uhyoldo Pedang Muryong. Kali ini Kang Maru bersama Kumiho harus berhadapan dengan Muryong dan pengikutnya, Setan Besi dan Setan Air. Kumiho merasa kedua setan tersebut telah mati dimasa lalu. Namun ternyata pedang rubah Muryong yang membuat mereka berdua hidup kembali. bagaimana akhir pertarungan Muryong dan Maru?

Tolong hentikan. Sekarang kau bergantung pada pedang rubah! Dendam pribadi bisa merugikan. Mulai sekarang, layanilah pemilik pedang rubah.

Komik ini saya rasa merupakan sebuah judul komik yang bagus. Perpaduan unsur fantasi, mitologi, dan aksi yang cukup menegangkan bisa menjadi tema yang tidak membosankan. Apalagi goresan gambar komik ini juga rapi dan sedap untuk dipandang. Karakter perempuannya cantik, tokoh laki-lakinya cakep, dan tak lupa setan-setan yang “keren” juga.

Sayangnya, saya tidak mengetahui Reborn Kumiho ini bercerita tentang apa, siapa saja tokoh penting yang ada di komik ini, di mana saja setting yang digunakan, kapankah terjadinya berbagai peristiwanya, dan bagaimana jalinan cerita utuh yang seharusnya saya jumpai terlebih dahulu. Intinya, 5W+1H komik ini tidak saya ketahui pasti.

Akibatnya, saya amat sangat kurang menikmati komik ini. Ditambah lagi nama tokohnya yang serba Korea yang seharusnya ada tiga suku kata justru dilebur suku kata kedua dan ketiga menjadi satu kata sendiri membuat saya bingung bacanya bagaimana. Contohnya Mehyang, harusnya dibaca Me-Hyang atau Meh-Yang? Mungkin sang penerjemah kurang memahami penulisan dasar nama Korea dalam huruf abjad.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Cerita Hantu di Sekolah (Jilid 18)

covercerita18

Judul: Cerita Hantu di Sekolah (Jilid 18)

Sub Judul: Ternyata Memang Hanitaro

Komikus: Maejima Akihito

Penerjemah: Patsiana T. Sofyan

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 156

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792064131

cooltext-blurb

Rupanya Hanitaro belum puas mengerjai aku dan teman-temanku. Miki-chan memutuskan untuk memiliki sebuah buku harian bersama denganku. Tapi Hanitaro cemburu dan merusak rencana indahku sehingga Miki-chan marah padaku. Namun pada akhirnya Kazuo menolongku dan Miki-chan pun mau berbaikan denganku.

cooltext-review

Selamat tahun baru 2017! Nah, di tahun yang baru ini saya ingin menghabiskan timbunan komik saya dalam setahun ini dengan membaca dan meresensinya semua. Semoga terlaksana. Sebagai pembuka, ada komik dari Jepang berjudul Cerita Hantu di Sekolah, sub judul Ternyata Memang Hanitaro. Isinya ada lima chapter yang berisi kumpulan cerita pendek, satu bagian khusus berisi ilustrasi kiriman para pembaca, serta sebuah halaman penutup.

Sebagai perkenalan, Hanitaro adalah sebuah patung tanah liat. Sebagaimana patung pada umumnya, dia seharusnya tidak bisa bergerak. Nah, uniknya Hanitaro bisa bergerak dan memiliki berbagai kemampuan khusus yang bisa dikatakan sangat tidak baik dan hanya dijadikan ide menjahili orang-orag di sekitarnya. Beneran deh, tokoh Hanitaro ini adalah sebuah patung yang sangat menyebalkan.

Komik Dongeng Hanitaro adalah chapter pertama. Seperti judulnya, pada chapter ini berisi sekumpulan cerita rakyat opuler Jepang yang dikemas sangat “berbeda” dibandingkan versi aslinya. Salah satunya adalah kisah Urashimataro yang diperdaya oleh Hanitaro sehingga menganggap Hanitaro adalah gurunya. Tidak sampai disitu, Hanitaro dengan tega menjebak Urashimataro agar menuruti segala perintahnya dan mencampakkannya begitu saja.

Guru memang kuat, ya!! Sekarang aku jadi bisa pulang dengan membawa harta karun dan bisa merawat kedua orang tuaku!! (Halaman 16)

Komik Hanitaro – Bagian Pertama – Masa Muda Selalu Crooot!! adalah chapter kedua. Berbeda dengan chapter pertama, pada bagian ini sudah berisikan cerita-cerita kasual sehari-hari Hanitaro dengan segala macam kejahilannya. Oh iya, sebagai patung tanah liat, dia tinggal bersama keluarga Yoshio. Namanya saja numpang tinggal, tentu saja Yoshio-lah yang sering sekali menjadi bulan-bulanan Hanitaro. Kasihan sekali dia ini… T-T

Orang yang tidak mengerti kasih sayang sih, sama saja dengan kotoran Yoshio!! Begitulah kata Hanitaro yang marah… (Halaman 33)

Komik Hanitaro – Bagian Kedua – Hari-Hari Menyenangkan Seorang Lelaki Tukang Buang Air! Adalah chapter ketiga. Salah satu cerita yang ada di bagian ini adalah ketika kawan sekelas Yoshio, Miki, mengajak Yoshio mengisi buku harian bersama. Konsepnya sih buku harian ini akan dibawa bergiliran untuk diisi satu sama lain setiapp hari. Tak disangka, kejujuran Yoshio menulis cerita di buku membuat Hanitaro murka dan mengacaukan isi bukunya. Akibatnya?

Mungkin Yoshio memang cowok tukang buang air!! Tapi, apa salahnya, sih, kalau jadi cowok tukang buang air!? Cowok tukang buang air juga ‘kan nggak apa-apa ‘kan!! (Halaman 63)

Komik Hanitaro – Bagian Ketiga – Tantangan Menuju Kebahagiaan!! Sebagai chapter keempat masih berisi cerita-cerita aneh tentang Hanitaro dan kawan, eh bukan dink, orang di sekitarnya. Salah satu ceritanya adalah Murakami, teman Yoshio yang memiliki kefanatikan dengan garis putih di tepi jalan. Ia memiliki ambisi bisa mengendarai sepeda melewati garis itu tanpa terjatuh. Sayangnya, halangan yang muncul membuatnya tidak pernah sukses. Hahahahah.

Aku sekarang lagi nggak punya waktu untuk bicara dengan orang-orang bodoh seperti kalian! Aku harus pergi!! Jangan pedulikan aku!! (Halaman 82)

Komik Hanitaro – Bagian Empat – Kata yang Paling Disukai adalah… Cinta merupakan chapter terakhir yang berisi kisah Hanitaro. Oh iya, meskipun Hanitaro sering menjahili Yoshio, kedua orang tua Yoshio tidak mengetahui bahwa segala “musibah” yang ada di rumah akibat ulah patung tanah liat itu. Suatu hari, ibu Yoshio mengetahui keburukan Hanitaro dan meminta anaknya membuang Hanitaro. Apakah berhasil?

Ah, Ibu terlalu nganggap enteng! Pasti sebelum dia dibuang ke sungai, bisa-bisa malah aku duluan yang dibuang. (Halaman 109)

Tipe model penyuguhan cerita di komik ini sangat acak. Ada yang model empat panel tamat, satu halaman tamat, dan ada pula yang menghabiskan dua halaman mencapai akhir cerita. Sebelum memasuki chapter pertama, pembaca diberi kemudahan perkenalan dengan tiga halaman yang beriis pengenalan tokoh-tokoh yang muncul serta tiga halaman khusus yang berisi penjelasan rinci tentang sosok Hanitaro, sang tokoh utama jilid ini.

Oh iya, meskipun komik ini mengambil kata hantu, cerita di dalamnya tidak ada yang seram. Yah mungkin “hantu” yang dimaksud di judul adalah patung tanah liat ajaib yang bisa bergerak sesuka hati dan memiliki kemampuan khusus bernama Hanitaro. Sayangnya, saya tidak tahu bagaimana awal mula Hanitaro ini muncul. Maklum saja, saya kan langsung meloncat ke jilid 18 hehehehe.

Sebagai tokoh utama, Hanitaro benar-benar tidak bisa saya sukai. Kejahilan dan keegoisannya benar-benar membuat murka siappapun itu. Sepanjang saya membaca komik ini, tidak ada satupun kemampuan Hanitaro yang dimanfaatkan untuk membantu sesama. Simpati terbesar saya curahkan kepada Yoshio yang meskipun doyan buang air besar di luar rumah, ia tetap sabar menghadapi keajaiban Hanitaro.

Segi cerita menurut saya 50:50. Ada yang lucu banget, ada pula yang garing abis. Mungkin selera humor yang berbeda menjadi alasan utamanya. Untung saja setiap tokoh sampingan selain Hanitaro memiliki karakter yang sangat kuat. Saking kuatnya, setiap tokoh ada ciri khas yang begitu ajaib dan tidak dimiliki tokoh lain. Contohnya, tidak ada yang pernah bertemu patung manusia dari batu kerja sambilan di toko makanan, bukan?

Kalau berbicara tentang artwork, saya rasa masih kurang. Sebenarnya sudah cukup jelas komposisi tokoh dan lingkungan sekitar, namun tidak semuanya seperti itu. Cerita empat panel tamat misalnya, latar belakang lingkungan sekitar hampir tidak ada alias polosan. Kalaupun ada, pasti hanya ala kadarnya seperti awan ataupun batu-batu. Kan ya jadi terasa si komikus hanya kejar tayang tanpa mempedulikan komposisi.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Thank You

coverthank

Judul: Thank You

Komikus: Bob Raigen

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792745306

cooltext-blurb

Will Zionlight, seorang bocah polos yang menjalani kehidupan bahagia bersama teman-teman dan keluarganya. Namun, nasib berubah. Secara tiba-tiba menjadikannya harus berjuang dan tumbuh dewasa dalam kepahitan. Will tidak bisa menerima kenyataan ini. Akan tetapi, di tengah dunia yang kejam ini, hadir seorang gadis kecil yang mempu menyadarkan Will akan arti hidupnya…

cooltext-review

Selamat sore semuanya. Yak masih dengan rutinitas saya memposting review komik, kali ini saya akan mengulas sebuah judul komik hasil karya anak bangsa Indonesia. Yep, setelah berkali-kali menikmati karya orang luar negeri, sesekali boleh lah ya saya mengulas satu judul asli buatan anak negeri kita tercinta ini. Hitung-hitung turut mendukung dunia perkomikan Indonesia hehehe.

Thank You ini terdiri atas sembilan chapter langsung tamat tanpa ada jilid berikutnya. Senang sih membaca komik tipe one shot begini, soalnya tidak perlu menyisakan rasa penasaran akan kelanjutannya. Kalau toh memang ada sekuel atau spin-off, kehadirannya tidak berkaitan langsung dengan komik yang sudah ada. Oh iya karena banyaknya chapter, saya tidak akan membahas semuanya ya.

Komik ini dibuka dengan kehidupan masa kecil Will Zionlight, seorang anak dari keluarga pengusaha Zionlight yang memiliki aset tak ternilai. Will kecil bersahabat dengan Ellie Chrisbell dan Jason Crusadio. Ketiganya sering bermain basket di lapangan dekat apartemen milik keluarganya. Komplek apartemen itu dibangun eksklusif dan hanya keluarga ataupun relasi dekat orang tua Will yang boleh tinggal di sana, termasuk Steve Zionlight, paman Will.

Tragedi besar yang meluluhlantakkan apartemen ketika hari ulang tahun Ellie membuat Will harus berjuang sendiri sejak saat itu. Cerita langsung meloncat ke masa berikutnya ketika Will telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang polisi yang tangguh. Ia berpartner dengan Florene Healle, polwan muda yang sering mengkhawatirkan Will karena kasihan apabila Will terus menerus memikirkan tragedi masa kecilnya.

Adam Healle sebagai kakak Florene sekaligus rekan seprofesi Will tidak bisa berkata apa-apa. Ia mengerti apa yang Will rasakan, sehingga membiarkan Will mencari kebenaran adalah bentuk perhatian yang ia berikan. Meski demikian, suatu hari muncul Dave Steadhope, anak kecil yang tersesat dan meminta bantuan Will mengantar ke sekolah. Sejak saat itu mereka berdua sangat dekat dan Dave bercita-cita menjadi polisi karena sangat mengagumi Will.

Segala kriminalitas harus dibasmi agar nggak ada lagi yang bernasib seperti kita! (Halaman 54)

Suatu hari, Will mengetahui fakta mencengangkan tentang keterlibatan Sebastian, atasan Will di kepolisian, Steve Zionlight, dan Crux, bos besar geng mafia di kota tempat tinggal Will. Diliputi amarah yang teramat besar, Will berbuat nekat dan meninggalkan dunia kepolisian. Ia lantas bergabung dengan geng mafia tersebut dan mengubah nama menjadi Will Volttide.

Tepat ketika ia berhasil membalaskan dendam, muncul seorang gadis perempuan bernama Kit Zionlight. Entah kenapa, Will merasa tidak bisa meninggalkan Kit. Oleh karena itu kali ini ia harus kabur dari kejaran geng mafia sekaligus tidak menampakkan diri di hadapan polisi agar keberadaannya tidak ketahuan. Bagaimana nasib Will selanjutnya bersama Kit?

Kegelapan selalu saling mengincar nyawa masing-masing. Sekarang giliranmu menghadapi kematian!! Kali ini, kau nggak akan bisa lolos lagi!! (Halaman 102)

Aaaaaargh. Kagum. Ya benar, saya kagum sekali dengan Bob Raigen karena berhasil membuat cerita dan gambar yang tidak ketahuan kalau ini adalah hasil karya anak bangsa. Nama para tokoh yang nggak ada Indonesia-Indonesianya, dunia “hitam” yang jarang sekali dijumpai di Indonesia, serta adat budaya yang tidak biasa ada di Nusantara ini seakan memang menegaskan bahwa setting yang digunakan memang bukan di Indonesia.

Awalnya saya merasa agak aneh dengan nama para tokoh yang kebule-bulean. Tetapi lambat laun seiring cerita sekaligus melihat perawakan sang tokoh, saya harus mengakui bahwa nama—nama tersebut memang cocok sekaligus unik digunakan. Bisa lah jadi alternatif nama anak saya kelak #eh. Selain itu adegan berantem dan tembak menembak tetap terasa tegang meskipun Bob membuat adegan itu sehalus mungkin tanpa pertumpahan darah di mana-mana.

Bagaimana dengan akhir ceritanya? Aduh saya nggak mau spoiler, namun saya amat tersentuh dengan perjuangan Will. Meskipun Bob tidak mengupas dengan tuntas tokoh Will ini, saya merasakan bagaimana rasa dendam ataupun rasa sedih Will ketika dewasa. peran tokoh lain di lingkungan Will turut berarti dalam membangun emosi saya sebagai pembaca. Oh iya, kemunculan tokoh anak-anak yang lucu menjadi nilai plus juga untuk komik ini.

Di penghujung kisah, Bob sempat menuliskan bahwa Thank You atau Terima Kasih adalah ucapan umum dan sederhana namun menyimpan arti yang begitu mendalam. Oleh karena itu ia membuat cerita ini dan menjadikan Thank You sebagai judulnya. Saat saya menyelesaikan komik ini, saya memahami tentang Thank You yang dimaksud Bob.

Saya paham tentang rasa terima kasih dari Will, dari Florene, dari Kit, dari Dave, dan dari semua tokoh yang ada. Mereka berterima kasih atas segala hal yang mereka dapatkan dari orang lain. Memang seharusnya seperti itu. sebagai manusia, rasa terima kasih harus tetap disampaikan kepada siapapun yang memberikan hal sekecil aapun untuk kehidupan kita. Well done, Bon and Will!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 26)

coveryakitate26

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 26)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2012

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2012

ISBN: 9786020021300

cooltext-blurb

Akhirnya pertandingan pamungkas! Azuma menyempurnakan Japan sejati. Apa dia bisa benar-benar menyelamatkan bumi!? Inilah jilid terakhir yang mengharukan dengan “Apa!?” yang terakhir dari Kawachi! Simak klimaks yang mengharukan dari komik kocak yang pernah meraih Penghargaan Komik Shogakukan tahun 2004 ini!!

cooltext-review

Yuichi Kirisaki yang telah berubah menjadi monster Maou telah menunggu Azuma dan lainnya di Gua Angin Fujigoku. Tak seperti arena pertandingan pada umumnya, di dasar gua (atau cekungan?) itu hanya terdapat tanah berbatu. Lantas, bagaimana cara membuat roti? Ternyata Maou telah mempersiapkan peralatan canggih yang bisa menghadirkan peralatan masak lengkap di tengah hutan belantara itu.

Karena Japan Azuma akan jadi roti yang lebih empuk dari roti tawar dan lebih keras dari roti Perancis kalau dipanggang kembali! (Halaman 26)

Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, kali ini Maou tidak ikut memuat roti. Hal ini dikarenakan tubu dan rupa fisiknya sudah terbuat dari roti sehingga Azuma hanya perlu membuat roti yang jauh lebih enak daripada seluruh roti di dunia yang Maou kenal. Sayangnya hal ini tidak mudah, bahkan untuk mendukung Azuma pun Kawachi merasa kesulitan. Akhirnya dengan berbagai trik khusus, Azuma bisa memanggang roti yang sesuai dengan harapannya.

Seenak apapun rasamu, kau hanya roti yang keluar dari perasaan negatif di hati Kirisaki… Kau takkan bisa menang dari roti yang dibuat dari mimpi dan harapan yang murni. (Halaman 82-83)

Terbebasnya Kirisaki dari Maou bukanlah akhir dari segalanya. Azuma harus menghadapi wujud asli iblis Maou di akhir pertandingan. Bahkan nyawa Yuichi Kirisaki juga terancam karena hal ini. Hmm bagaimana akhirnya yah? Baca sendiri deh. Kemudian setelah segala hingar bingar itu, Azuma dkk diajak berwisata Pierrot di Maladewa. Sayangnya, disini ada sebuah permintaan sangat sulit dari Misha, si gadis Maladewa, yang harus bisa diselesaikan oleh Azuma sang pembuat Japan sejati. Kira-kira bagaimana hasil akhirnya ya?

Makanya, kami ingin juru roti sehebat kalian bikin roti dengan tata cara berbeda dengan yang selama ini kalian lakukan untuk membantu mengurangi pemanasan global. (Halaman 128)

Sejujurnya, menurut saya akhir duel antara Azuma dan Maou itu antiklimaks. Memang sih proses sampai terselesaikannya duel itu menjadi hiburan tersendiri. Bahkan Shigeru pun berkomentar demkian. Sayangnya akhir yang berpotensi dramatis justru berlangsung dengan begitu saja alias so-so. Tetapi tidak bisa dipungkiri sih, saat pertarungan melawan Maou, saya merasa tema komik ini bukanlah kuliner, melainkan action khas Dragon Ball hahaha.

Kemudian kisah mengenai liburan Azuma dkk di Maladewa terasa “aneh” dan maksa jika ditempatkan di bagian paling akhir jilid ini. Saya tahu sih, mungkin chapter ini terbit sebagai bonus ekstra di majalah komik di Jepang sana. Jadi semacam obat penawar rindu para penggemar Azuma. Namun kalau dijadikan satu komik seperti ini, jadi agak hambar. Hal ini karena gregetnya Maladewa tidak bisa mengalahkan gregetnya si monster Maou.

Anyway, akhir petualangan Azuma membuat Japan memang telah mencapai garis akhir. Sejujurnya masih belum bisa move on sih dari dahsyatnya roti buatan Azuma. Tetapi seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti ada perpisahan. Meskipun kisah petualangan yang menakjubkan dari dunia kuliner roti ini harus berakhir, kisah Azuma dan kawan-kawan akan selalu saya ingat. Setidaknya sebagai salah satu komik bertema kuliner yang ciamik. Sayonara~

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 25)

coveryakitate25

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 25)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020017105

cooltext-blurb

Demi mendapatkan tepung kuno Daruma, Azuma dan Kawachi harus bertanding… Selain itu, simak cerita tambahan komik pendek ‘Super H!! Tsukino Azusagawa!’ di sini! Jangan lewatkan komik kocak peraih Penghargaan Komik Shogakukan tahun 2004 ini!

cooltext-review

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, jilid ini melanjutkan pertandingan antara Azuma yang berniat memperbaiki hubungannya dengan Kakek Umajirou melawan Kawachi yang telah menjadi ahli juru roti berkat latihan Meister. Pada hari yang ditentukan, Kawachi mendatangi Kakek Umajirou di Prefektur Nara. Ia tidak sendiri, melainkan turut membawa Azuma, Shigeru, Tsukino, dan Manajer Matsushiro. Melihat Azuma, amarah Kakek Umajirou tak terbendung lagi.

Japan bukan roti yang tidak-tidak!! Itu wujud cita-cita yang dibuat dengan sepenuh jiwa!! (Halaman 12)

Persiapan Azuma membuat roti untuk sang kakek sungguh istimewa. Ia memersiapkan adonan selama beberapa hari sebelumnya. Adonan yang berbau menyengat ini membuat Kakek Umajirou menuduh Azuma hendak meracuninya. Kemudian pada hari selanjutnya, Yuichi Kirisaki yang telah sembuh mengadakan konferensi pers bahwa ia akan memperjualbelikan maou, si roti iblis. Tak tinggal diam, Azuma menantang Yuichi membuat roti.

Kalau kau merasa rotiku lebih enak dari rotimu, aku menang. Kalau sebaliknya, aku kalah. (Halaman 88)

Pertarungan terakhir antara Azuma melawan Yuichi dilakukan di Hutan Aokigahara di kaki Gunung Fuji. Pertarungan ini berbeda dengan duel “Yakitate!! 25” yang penuh sorotan kamera dan banyak penonton, kali ini Kirisaki ingin bertanding tanpa adanya gangguan media massa. Merasa bahwa pertarungan ini akan sangat berbahaya, Azuma sedikit membohongi teman-temannya dan berangkat ke lokasi pertandingan seorang diri. Sayangnya, ditengah perjalanan muncul Yukino dan anak buahnya yang bermaksud membunuh Azuma.

Kalau Paman tidak kembali seperti semula, Jepang… Ah, tidak. Seluruh bumi ini pasti jadi milik mereka. (Halaman 137)

Perjalanan Azuma dengan Japan semakin menegangkan. Saat ini Yuichi yang dikenalnya bukan lagi Yuichi yang dulu, melainkan monster roti yang jahat. Agak aneh sih melihat roti bisa menguasai manusia. Padahal roti kan lebut dan lunak tak berdaya *apasih. Kemudian ditambah jurus yang dikeluarkan si monster roti (ini komik apa sih jadinya? Entahlah) sungguh bikin ngilu.

Disisi lain, penampilan Yukino yang berbeda seratus delapan puluh derajat membuat saya mesem-mesem sendiri. Bagaimana tidak, sosok wanita cantik tinggi semampai berubah menjadi benda yang menggelikan. Tetapi tetap saja sifat jahatnya enggak hilang sama sekali. Saat-saat terakhir pertarungan kali ini sepertinya sungguh mendebarkan karena Kirisaki yang menjadi monster tidak akan mengalah begitu saja kepada Azuma.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 24)

coveryakitate24

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 24)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020014173

cooltext-blurb

Sang juri, Kuroyanagi berubah wujud jadi Yuichi Kirisaki! Bagaimana cara Azuma mengatasi krisis dan situasi tanpa harapan yang belum pernah terjadi selama ini!? Kepintaran dan keberanian Azuma, lalu perasaannya pada teman-temannya, membuka pintu pada reaksi baru!

cooltext-review

Jilid ini dibuka dengan kelanjutan pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25”. Sekarang saatnya juri Kuroyan mencicipi roti buatan Azuma. Sayangnya, akibat mencicipi roti buatan Meister, Kuroyanagi berubah menjadi Yuichi Kirisaki (iya benar, berubah secara fisik dan sifat jahatnya juga). Bahkan karena hal ini, Kuroyan yang telah menjadi Kirisaki (disebut Kurorin oleh Shigeru) enggan mencicipi roti Azuma dan berniat langsung mengumumkan juara. Untunglah, berkat kelihaian Azuma, rotinya tetap dimakan oleh Kurorin.

Fenomena ini hanya muncul pada roti dari tepung berkualitas tertinggi, selesai dalam kondisi yang paling sempurna, dan dipanggang dalam suhu paling ideal!! (Halaman 26)

Setelah pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” usai dan menyisakan kejanggalan, perhelatan duel maut ini dihentikan sementara waktu akibat sang sponsor, Yuichi Kirisaki, dilarikan ke rumah sakit serta melihat tingkat berbahayanya reaksi yang disebabkan Kuroyanagi. Hal ini membuat Azuma cs memiliki sedikit waktu untuk menyadarkan Yuichi Kirisaki akibat gopan yang telah dibuatnya. Kawachi dan Meister yang telah terbebas dari pengaruh buruk tidak membuat Yuichi ikut terbebas pula. Hal ini sungguh mengherankan karena kepribadian seseorang berubah akibat mengonsumsi roti semata.

Roti pun kalau dibuat juru roti jempolan dengan penuh perasaan, tidak heran kalau punya kehendak sendiri. (Halaman 70)

Karena ingin menyembuhkan Yuichi seperti sedia kala, Azuma berniat meminta tolong dari kakeknya. Kakek Azuma (selain kakek Umatarou dan Umasaburou yang telah muncul di jilid sebelumnya) bernama Umajirou. Kakek ini bertempat tinggal di Prefektur Nara yang terkenal akan hal-hal antik dan kuno. Tentu saja, Kakek Umajirou adalah penggemar fanatik hal antik dan kuno. Hal ini mengakibatkan hubungannya dengan Azuma serta kedua kakek yang lain tidak begitu baik. Oleh karena itu, yang ditunjuk menghadapi Kakek Umajirou adalah Kawachi yang bermuka kuno dan berperilaku antik.

Aku tak tahu seberat apa latihan khususnya, tapi demi teman-teman dan diriku sendiri, aku pasti bisa menjalaninya!! (Halaman 135)

Pola berulang pertandingan “Yakitate!! 25” akhirnya berhenti sudah. Skema muncul lawan-pilih kotak-penentuan lokasi-bikin roti-pencicipan-reaksi-pengumuman juara sudah membuat saya bosan. Untunglah kali ini sudah mulai ada perubahan konsep dengan adanya kasus tumbangnya Yuichi Kirisaki. Meskipun Azuma sangat terkejut akan jati diri asli Yuichi, tidak menyurutkan tekadnya membantu Meister menyadarkan ayahnya.

Kakek Umajirou sebagai tokoh baru yang berbeda jauh dibandingkan Kakek Umatarou dan Umasaburou juga memberikan warna tersendiri. Kecintaannya akan hal-hal kuno dan antik membuat saya geleng-geleng. Bagaimana tidak, tempat tinggalnya bukan lagi berdinding bambu atau beratap daun kelapa, melainkan tempat tinggal yang berada di lubang di dalam tanah. Kawachi yang bermuka kuno saja ikut terkejut juga. Namun entah mengapa mereka berdua sangat cocok satu sama lain.

Duel antara Kawachi melawan Azuma karena permintaan Kakek Umajirou juga menarik untuk diikuti. Apalagi Mesiter menawarkan diri untuk melatih Kawachi agar bisa menjadi juru roti jempolan dan mengalahkan Azuma. Pelatihan yang diberikan Meister juga bisa diterapkan sendiri loh untuk melatih ketankasan tangan. Saya jadi penasaran bagaimana hasil pertarungan mereka berdua di jilid berikutnya.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 23)

coveryakitate23

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 23)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020010434

cooltext-blurb

Roti Yuichi Kirisaki yang berbahaya menyerang Meister dan Kawachi! Ahli pengobatan hewan modern saja, tak mampu menghapuskan efek roti itu… Roti yang bahkan lebih kuat dari obat! Hanya Azuma yang bisa menyelamatkan teman-temannya!!

cooltext-review

Tidak seperti sebelumnya, jilid ini dibuka dengan sebuah cerita pendek diluar tema pertandingan “Yakitate!! 25”. Kisah ini menceritakan seorang bocah bernama Yamatoya Akatsuki yang ingin menjadi juru rasa. Oleh karena itu, dengan sedikit konspirasi, ia berhasil menghadirkan Kuroyanagi sebagai lawan bicara. Namun tak disangka, perangainya yang buruk membuat Kuroyan naik pitam sekaligus tak bisa pergi dari tempat itu.

Tapi, kalau bocah yang sifatnya jelek begini dibiarkan, Jepang akan jadi negara yang lebih buruk… (Halaman 10)

Setelah sedikit penyegaran dengan kisah Yamatoya dan Kuroyanagi, pembaca kembali dibawa pada persiapan pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Meister Kirisaki. Yak benar, Meister yang seorang direktur Pantasia ternyata mengundurkan diri dan berbalik arah menjadi perwakilan St. Pierre melawan Azuma dkk. Meister yang bernama asli Sylvan Kirisaki (anak dari Yuichi Kirisaki) ternyata menyimpan alasan tersendiri kenapa harus menjadi lawan Azuma dan tak boleh kalah darinya.

Yuichi Kirisaki berubah… Ini gara-gara roti luar biasa pengubah sifat buatannya sendiri. (Halaman 50-51)

Pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” kali ini digelar di Kota Tsukuba, Prefektur Ibaraki. Kawachi yang tak tahu apa-apa juga mendapatkan pengaruh buruk akibat Yuichi. Ia harus menjadi seorang pengkhianat karena gopan noumiso, roti buatan Yuichi yang bisa mengendalikan otak. Bahkan dokter hewan (?) di klinik setempat tak bisa menyembuhkan Kawachi. Untung saja Azuma dan Shigeru tidak mendapatkan efek yang sama sehingga mereka bisa melaksanakan pertandingan dengan maksimal.

Licik! Dia hendak mendapatkan Azuma dengan memanfaatkan persahabatan keduanya! (Halaman 108)

Aaaargh, semakin seru saja ini perseteruan antara St. Pierre dan Pantasia. Yuichi Kirisaki benar-benar digambarkan sebagai orang licik dan jahat melebihi Yukino. Sebelumnya sudah bisa dimengerti sih alasan Meister menjadi perwakilan St. Pierre dalam pertandingan selanjutnya. Namun kebenaran yang terungkap justru membuat saya terhenyak. Ternyata Yuichi juga jahat kepada anak kandungnya sendiri.

Yang cukup aneh dan ajaib menurut saya adalah ketika Kawachi terpengaruh gopan noumiso dan dirawat di rumah sakit. Kenapa yang merawat dan memeriksanya adalah seorang dokter hewan? Ya saya tahu sih manusia juga termasuk ras mamalia. Tapi kan tidak harus dokter hewan juga gitu lho. Oh iya, dokter hewan ini adalah karakter yang sudah punya judul komik sendiri lho. Tapi saya lupa judulnya hehehe.

Lagi-lagi akhir halaman jilid ini bersambung pada bagian pencicipan rasa oleh Kuroyan. Setelah memakan roti buatan Meister dan memberikan reaksi yang mengagetkan, roti Azuma masih baru matang. Jadi penassaran lagi deh. Lanjut baca jilid selanjutnya biar nggak penasaran lama-lama kalau begitu. Ciao!

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 22)

coveryakitate22

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 22)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020005085

cooltext-blurb

Hasil pertandingan pizza!! Jebakan menakutkan St. Pierre menanti Azuma yang berhasil mengalahkan satu per satu lawannya yang tangguh… Bahaya mengancam Azuma dan Pantasia! Azuma! Ketukkan palu keadilanmu pada mereka yang kejam dan tak berperasaan itu!!

cooltext-review

Jilid kali ini sudah mulai berbeda dengan jilid-jilid sebelumnya yang memberikan dua tema besar dalam satu komik. Kali ini ada satu tema lanjutan jilid sebelumnya serta tema besar yang cukup panjang dan akan menyambung hingga jilid-jilid berikutnya. Pada pertandingan ke-9 “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Marco Ciccolini, sang ahli pembuat pizza nomor 1 di Italia. Sudah bisa diperkirakan bahwa pizza hasil buatan Marco tak bisa diabaikan begitu saja. Disisi lain, Azuma mempersiapkan trik agar pizza buatannya tetap bisa bertahan lama.

Hmm, pizza dari kentang legendaris incanomezame memang hebat! (Halaman 8)

Setelah berlalunya pertandinan ke-9, kini duel antara Pantasia dan St. Pierre memasuki edisi ke-10. Setelah berkali-kali diwakili oleh orang-orang diluar bakeri St. Pierre, kali ini yang menjadi lawan Azuma adalah Azusagawa Yukino. Sang direktur St. Pierre ini akhirnya turun tangan melawan Azuma dkk atas perintah Kirisaki. Meskipun Yukino buta dengan dunia roti, alasan yang sangat kuat membuat Kirisaki menunjuknya kali ini.

Tangan yang sangat dingin, lawan dari tangan matahari… Tangan badai salju!! (Halaman 41)

Pertandingan ke-10 “Yakitate!! 25” kali ini digelar di Kota Tomiura, Distrik Minami Busou, Prefektur Chiba. Seperti yang sudah diduga, tema pembuatan roti kali ini sudah ditentukan, yaitu tart. Tentu saja, Yukino sangat ahli dalam pembuatan tart yang istimewa. Namun Shigeru, Kawachi, dan tentu saja Azuma pantang menyerah menghadapi lawan seperti Yukino. Sayangnya, hasil pertandingan yang sudah bisa ditebak justru menyuguhkan twist yang cukup mencengangkan pembaca.

Tepung ajaib yang bisa memenjang lebih panjang dari karet. (Halaman 92)

Akhirnya inti pertandingan “Yakitate!! 25” sudah mulai sedikit tersingkap dengan adanya secuil konspirasi antara Kirisaki dan Yukino. Meskipun beberapa pertandingan sebelumnya juga menarik, perseturuan antara Kirisaki sang pemilik St. Pierre yang berusaha menjatuhkan Pantasia melalui duel ini lebih greget untuk dipaparkan. Apalagi munculnya Yukino membuat saya merindukan tokoh antagonis sekaligus menggelikan ini.

Bagaimana tidak, penampilan fisiknya yang anggun dan berambut panjang cantik justru sempat-sempatnya tidur ditengah pemilihan lokasi pertandingan. Padahal acara itu disiarkan oleh stasiun televisi nasional. Namun, sosok menggelikan itu berubah menjadi pribadi yang kejam dan tak segan menggunakan cara licik untuk memenangkan pertandingan.

Sampai jilid ini, saya masih belum bisa menerka siapa jati diri Kirisaki yang sebenarnya. Saya yakin Kirisaki menyimpan sebuah rahasia yang akan terkuak dimasa mendatang. Sejauh ini pula, segala macam tips tentang per-bakeri-an tidak saya cermati dengan baik. Karena sudah agak membosankan sih daripada “keajaiban” yang disuguhkan saat pertandingan sedang berlangsung. Siapa lagi kalau bukan Kuroyan dan Kawachi yang mengalami hal ajaib itu.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 21)

coveryakitate21

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 21)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020001357

cooltext-blurb

Adu pancake pun akhirnya memasuki final! Azuma VS He… Keduanya mati-matian mengeluarkan seluruh kemampuan mereka yang hasilnya sampai mengubah Kota Iyo! Jangan lewatkan serangkaian hyper-reaction yang luar biasa dahsyat!

cooltext-review

Halo-halo, saya mulai nulis resensi lagi disini. Karena kesibukan mengerjakan skrpsi sudah berlalu, saya jadi bisa punya banyak waktu luang untuk baca buku yang sudah beberapa bulan saya tinggalkan. Otomatis blog ini jadi ada warnanya lagi deh hehehe. Kali ini saya tetap membuat resensi lanjutan judul komik yang sama seperti resensi yang sebelumnya. Cekidot guys!

###

Pembukaan jilid 21 kali ini menyuguhkan kelanjutan pertandingan “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Giovanni van der Hesserink. Seperti yang sudah dikatakan pada blurb diatas, pancake yang harus dibuat kali ini harus pancake yang mudah dibuat namun harus laris dijual di bakeri. Taktik yang dibuat Hesserink sungguh memukau. Namun ternyata Azuma memiliki rahasis tersendri untuk memenangkan pertandingan ini. Semua ini karena Kawachi yang memberikan “inspirasi” kepada Azuma.

Kami akan memakai kotoran! Sesuai arti harafiahnya, Japan yang membuat orang sepertimu makan kotoran! (Halaman 20)

Beranjak menuju cerita kedua, adalah pertandingan ke-9 “Yakitate!! 25” yang masih dalam tahap persiapan. Sachihoko yang pernah menjadi lawan Kawachi dalam pertandingan yang sama, datang berkunjung ke Pantasia. Awalnya semua mengira Sachihoko adalah lawan tanding berikutnya. Namun ternyata bukan Sachihoko, melainkan sepupunya, Marco Ciccolini yang menjadi penantang Pantasia kali ini. Lagi-lagi tema pertandingan yang diadakan di Kota Chitose di Hokkaido ini menguntungkan pihak St. Pierre yang diwakili Marco sebagai ahli pembuat pizza nomor 1 di Italia.

Bangkitkan kembali pamor pizza di bakeri dengan trik yang melebihi delivery pizza! (Halaman 122)

Saya sudah menyerah menghapalkan roti yang dibuat Azuma dkk ataupun lawannya dalam setiap pertandingan. Karena jujur saja, semua roti sungguh menakjubkan dan (sepertinya) enak. Oleh karena itu saya membaca komik ini dengan santai saja tanpa terlalu tekun mencermati bagian demi bagian saat pembuatan roti.

Yang menjadi fokus resensi saya kali ini adalah perihal reaksi yang dialami oleh Kuroyan ataupun Kawachi karena mencicipi roti. Karena jujur saja, saya sudah menyerah dengan ke-lebay-an yang diberikan oleh keduanya karena mengecap roti yang (mungkin) memang enak. Sampai membuat danau buatan dalam waktu sekian detik dan wajah berpindah tempat itu sudah memasuki level ajaib menurut saya.

Akibatnya, saya jadi kurang percaya lagi dengan tips yang diselipkan pada komik ini mengandung fakta. Lha gimana mau ada fakta, wong keajaiban terus menerus muncul kok disana-sini. Tetapi saya masih tetap bisa menikmatinya kok. Soalnya gambar yang bagus (apalagi gambar roti) membuat saya pengen banget makan roti saat itu juga.

Pertandingan Marco dengan Azuma sebenarnya sudah hampir berakhir sih. Tidak seperti pertandingan melawan Pak He yang terputus pada saat sebelum hari pertandingan, namun kali ini pizza Marco sudah dicicipi Kuroyan. Sayangnya, jilid ini bersambung ketika roti Azuma baru selesai alias belum sempat dicicipi. Zzzzz. Langsung baca jilid 22 ah kalau begitu..

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 20)

coveryakitate20

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 20)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9789792796087

cooltext-blurb

Katsuwo, lelaki babi terburuk sepanjang sejarah muncul kembali! Kali ini dengan meminjam kekuatan babi misterius dan Kirisaki yang jelmaan kejahatan, penampilan dan kemampuannya meningkat! Ayo, kalahkan dia dengan Japan andalanmu!

cooltext-review

Akhirnya saya bisa menulis lagi di blog yang penuh tanah (bukan debu) dan sarang naga (bukan laba-laba) ini. Beberapa bulan terakhir saya tidak menulis sama sekali disini. Tidak etis kalau saya menyalahkan skripsi sebagai penyebab ketidak disiplinan saya. Tapi yang jelas, kelulusan saya bulan lalu sudah memberikan napas (sangat) lega sehingga saya bisa menulis resensi lagi. Lho malah curhat. Ah yasudah lanjut ke resensi jilid lanjutan komik favorit saya ah.

###

Jilid ini dibuka dengan pemilihan kotak untuk pertandingan ketujuh dari total 25 kotak yang tersedia. Tim Pantasia memilih kotak dan akhirnya Kota Higashison, Distrik Kunigami, Prefektur Okinawa terpilih sebagai lokasi pertandingan. Kota ini terkenal sebagai produsen daging babi langka, disebut babi agu. Nah yang bikin geregetan, lawan kali ini adalah Katsuwo yang karena suatu sebab memiliki penampilan fisik seperti babi. Tentu saja tak sekadar rupa, namun kemampuan Katsuwo tentang babi juga amat mengagumkan. Lantas, apakah Pantasia akan kalah lagi?

Kekuatan pinjaman dari babi atau Kirisaki! Tak bisa dibandingkan dengan kekuatan hasil dari kepercayaan kedua orang ini!! (Halaman 92)

Kisah kedua adalah permulaan pertandingan kedelapan. Monica pertama kali menyadari hal mengejutkan perihal lawan Azuma nanti. Ia adalah Giovanni van der Hesserink, pemenang Kejuaraan Juru Kue Se-Dunia ke-60. Bersama Suwabara, Monica mendatangi Azuma cs dan membicarakan kekhawatiran mereka. Tak disangka, lokasi selanjutnya di Kota Iyo, Prefektur Ehime sesuai dengan perkiraan Suwabara tentang tema yang harus dibuat oleh peserta pertandingan. Disisi lain, madu Biwa merupakan bahan yang digunakan untuk membuat pancake kali ini. Tentu saja cerita ini dibiarkan bersambung ke jilid selanjutnya.

Bicara Belanda pasti pancake, bicara pancake pasti Belanda. (Halaman 170)

Seperti jilid sebelum-sebelumnya, aroma kecurangan sudah terasa pada setiap pertandingan. Namun seakan mengesampingkan hal itu, membaca detik demi detik pertandingan Azuma dengan perwakilan St. Pierre sungguh mengasyikkan. Setelah sekian lama menjadi orang tidak berguna, Kawachi akhirnya berperan penting melawan si Katsuwo. Sedangkan cerita kedua, si Pak He (panggilan Azuma kepada Giovanni) terlihat sebagai orang agak aneh dan menyebalkan.

Saya suka dengan chemistry keakraban antara Azuma, Shigeru, dan Kawachi sebagai satu tim. Sebenarnya saya adalah tipe orang yang mudah bosan dengan tokoh utama. Seringnya Azuma yang menjadi sosok pahlawan menjadikan saya juga ikut bosan dengannya. Namun akhirnya porsi tokoh pendamping yang agak banyak menjadi sedikit penyegaran.

Mengenai roti yang dibuat, wuh jangan ditanya sepertinya enak bingit. Sayangnya, daging babi yang jadi bahan utama membuat saya nggak minat membayangkan hasil akhirnya. Yah maklum kan daging babi itu haram menurut agama saya. Anyway, reaksi dari Kuroyanagi setelah mencicipi roti (yang selalu luebuay buanget) kali ini membuat saya excited.

Tentang cerita kedua, karena belum ada adegan seru buat-buat roti, jadi saya nggak komen deh. Masih so-so aja sejauh ini. Mungkin jilid berikutnya bisa jadi greget. Penasaran juga sih bagaimana bentuk pancake yang akan dibuat oleh Azuma, Kawachi, dan Shigeru untuk melawan si Giovanni van der Hesserink dari Belanda. Are you ready to see?

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 19)

coveryakitate19

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 19)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9789792791549

cooltext1660180343

Duel mati-matian dengan lawan tangguh, Norihei, telah usai. Berikutnya sudah menunggu Panda Man misterius. Terlepas apa akan meledak seperti ketenaran Train Man, Kalahkan dia dengan Japan andalanmu!

cooltext1660176395

Wauw, tak terasa saya udah membaca dan meresensi hingga jilid ke-19. Semakin kesini pertandingan yang dihadapi Azuma cs semakin menarik saja. Jilid kali ini dibuka dengan bagian 163 “Evolusi Kawachi” yang menceritakan kelanjutan pertandingan kemarin antara Azuma dan Norihei. Setelah 5 kali berturut-turut menang, kali ini Azuma harus menerima kekalahannya.

Kalau roti, mending diisi bahan yang renyah seperti pate phyllo yang tekstur dan rasa pun lebih cocok daripada bahan sulit dikunyah seperti rice paper! (Hal. 14)

Beranjak menyongsong pertandingan selanjutnya, diceritakan pada bagian 164 “Di Belakang Panel” ketika Shigeru mulai mengendus suatu hal mencurigakan pada pertandingan. Berkali-kali tema yang dilombakan selalu dikuasai oleh perwakilan St. Pierre. Yah meskipun hanya Norihei saja yang bisa menang, tentu kecurigaan Shigeru tidak bisa sirna.

Artinya… Kemungkinan besar St. Pierre sudah tau lokasi pertandingan sebelumnya. (Hal. 24)

Meskipun Shigeru sangat yakin, tidak adanya bukti membuatnya dan Azuma (serta Kawachi) harus tetap berjuang apapun yang terjadi. Pada bagian 165 “Identitas Asli Panda” diceritakan bahwa lokasi pertandingan selanjutnya adalah Kota Gero di Prefektur Gifu. Yang membuat terkejut, lawan kali ini adalah seseorang berkostum panda!!

Bertanding seri melawanmu… Lalu, kalah… Mengubah seluruh jati diriku… (Hal. 42)

Tak perlu susah-susah menyembunyikan jati diri dibalik topeng, ternyata Azuma dkk sudah mengetahui siapa seseorang dibalik kostum panda itu. Pada bagian 166 “Kepercayaan Diri Kawachi” ini berisi tentang semangat membara Panda untuk mengalahkan Azuma. Bahkan Mizuno (ups spoiler nggak yah) juga terkesan dengan semangat juang Panda.

Panda-chan yang kerja di bakeri juga hebat. Tapi dalam pertandingan, semangat juang pun jadi lebih besar, ‘kan? (Hal. 62)

Pada bagian 167 “Yang Bisa Dilakukan Sekarang” mengisahkan bagaimana akhirnya Kawachi “sadar” dari kebodohannya selama ini. Ia yang sebenarnya bagian dari tim justru tidak memberi kontribusi apapun sepanjang pertandingan. Hal inilah yang membuat Shigeru sedikit sebal dan kecewa dengan Kawachi. Lantas, benarkah Kawachi telah berubah?

Kau pikir, kami sungguhan membodohimu dengan menganggapmu sebagai penonton dan mengabaikanmu. (Hal. 78)

Tibalah saat pertandingan! Di kota Gero yang cerah, Azuma + Shigeru melawan Panda membuat roti kukus terhebat. Pada bagian 168 “Mimpi Mokoyama” ini diceritakan bahwa si Panda bisa membuat roti kukus yang meledak berkali-kali. Padahal pada hakikatnya roti kukus diibaratkan seperti balon yang hanya bisa meledak satu kali saja. Hmm, apakah benar demikian?

Roti kukus alps yang meledak berkali-kali… Kalau trik itu benar-benar ada, lawan jelas tak terkalahkan! (Hal. 95)

Sambil menunggu roti kukus buatan Azuma dan Shigeru (jangan tanya dimana Kawachi), roti kukus buatan Panda telah selesai lebih dahulu. Sehingga pada bagian 169 “Kuroyan X” ini dikisahkan mengenai proses penjurian roti milik Panda oleh sang juri, Kuroyanagi. Lagi-lagi reaksi yang ditimbulkan tidak biasa (khas Kuroyan banget!)

Selama ini dia sering menunjukkan no reaction seperti ini dan ternyata ada sesuatu, tapi… (Hal. 113)

Selanjutnya pada bagian 170 “Walau Tak Bisa Naik Kereta” gantian roti kukus Azuma yang dinilai. Lagi-lagi reaksi yang dilakukan Kuroyan sungguh lebay dan cenderung berbahaya. Bahkan kali ini reaksi yang ditimbulkan dari hasil pertandingan juga turut mempengaruhi lawan Azuma kali ini. Hmm kenapa ya kira-kira.

Aduh, Kuroyan… Sudah bikin keributan ternyata hanya bereaksi begitu… (Hal. 135)

Sejenak melupakan pertandingan Pantasia vs St. Pierre, pada bagian 171 “Atshushi dan Akatsuki” kali ini saya diajak berkenalan dengan tokoh selingan bernama Akatsuki Yamatoya. Bocah cilik kaya raya tajir melintir ini ingin menikmati roti kukus buatan Azuma seperti di pertandingan tempo hari. Tentu saja Pantasia tidak menjualnya. Mengetahui hal itu, Azuma bersedia membantu Yamatoya mendapatkan roti itu…dengan tangannya sendiri!

Menurutku… Bocah itu dasarnya bukan orang jahat… Tapi sikapnya yang menggampangkan urusan dengan uang tidak baik. (Hal. 154)

Jilid ini kemudian diakhiri dengan bagian 172 “Dinginkan Kepalamu!” ketika Yamatoya dan (lagi-lagi) Kawachi selesai mencicipi roti buatan Yamatoya. Mereka berdua terlempar ke sebuah dunia lain yang membuat mereka tidak sadarkan diri. Hanya yang berhasil memahami pesan Azuma lah yang bisa kembali ke dunia nyata. Hmm berhasilkah mereka berdua?

Bocah sombong yang tahunya cuma uang sepertimu mending mati di pinggir jalan seperti anjing dunia ini. (Hal. 171)

Huwaah, agak sedih rasanya harus berpisah dengan Norihei Miki. Hal ini tak lain dan tak bukan karena desain karakternya unyu banget dan nyeleneh sendiri dibandingkan tokoh lain. Agak sayang sih kenapa Norihei tidak menjadi tokoh tetap aja.

Kemunculan Panda dan Mizuno sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bagi saya. Selain karena saya juga udah tau siapa jati diri Panda, rasanya jadi tak ada sesuatu yang baru gitu. Padahal tehnik roti kukus yang dilakukan kedua peserta juga cukup hebat lho.

Saya justru tertarik dengan selipan cerita dengan tokoh cameo Yamatoya. Iya benar, ada Yamatoya asli di Jepang sana lho! Cerita ini, meskipun hanya terdiri dari dua chapter saja, pesan moralnya dapet banget. Saya nggak mau cerita banyak ah biar nggak spoiler hehehe.

Selain itu, pertandingan rival antara Pantasia dan St. Pierre semakin mendekati pertengahan. Keadaan yang terbalik membuat Azuma cs harus berusaha keras agar bisa menang. Oh iya, agak mengenaskan juga sih ketika perwakilan Pantasia menginap di sebuah penginapan yang namanya sangat tidak enak diucapkan hehe. Jadi, lanjut baca resensi saya untuk jilid 20 nanti ya :D

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan Desuyo! (Jilid 18)

coveryakitate18

Judul: Yakitate!! Ja-Pan Desuyo! (Jilid 18)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792784879

cooltext1660180343

Kini berdiri Norihei Miki dari Momoya menghadang Kazuma Azuma yang hendak menyempurnakan Japan! Bagaimana cara Azuma menghadapi lawan tangguh yang mustahil ditaklukkan dalam adu nori!? Telah hadir jilid 18 yang mendebarkan baik tentang arah pertandingan maupun soal perizinan!

cooltext1660176395

Yosshh komik Yakitate!! Ja-Pan sudah memasuki jilid 18. Aslinya sih komik ini udah tamat diterbitkan. Tapi saya masih baca sampai jilid ini. Jadi nggak apa-apa lah ya saya review nya juga nyicil heheheh. Jilid ini dibuka dengan bagian 153 “Tekad Azuma” mengenai pencarian Shigeru dan Kawachi mencari bahan terbaik untuk membuat selai terlezat. Lantas, Azuma dimana? Karena terlalu lelah dan ngedrop, Azuma harus beristirahat di rumah sakit dan tidak bisa ikut bertanding

Justru selai lebih enak dimakan saat hangat! (Hal. 4)

Selanjutnya bagian 154 “Ide Terbaik” menampilkan pagi hari sebelum pertandingan dimulai. Tak disangka, Hashiguchi Takashi (ayah Tsutsumi dan Shigeru, bukan komikus komik ini) turut hadir menyaksikan pertandingan kedua putranya. Tentu saja dengan bala tentara orang-orang sangar di belakangnya.

Padahal selama ini tak pernah hadir di pertandingan olahraga atau hari kunjungan orangtua… Begitu urusan pewaris kelompok Hashiguchi, baru, deh… (Hal. 32)

Mengambil lokasi kota Shinano, pertandingan kali ini diperkirakan cukup alot. Sayangnya, Hashiguchi dan kroni-kroninya yang buta dunia kuliner mulai merasa kedatangan mereka akan membosankan dan sia-sia belaka. Oleh karena itu, sang ayah meminta sedikit bantuan kepada Manajer pada bagian 155 “Inti Dari Segalanya” ini.

Aku minta maaf atas keburukan kami selama ini… Tokong kabulkan satu permohonan ini. (Hal. 51)

Pada bagian 156 “Pengganggu”, pertandingan sudah berlangsung. Sudah dapat diduga, Tsutsumi menggunakan panci (atau wajan?) Yang terbuat dari batu lava sehingga membuat selai yang dimasak akan matang sempurna. Apalagi trik khusus yang mencengangkan turut menambah kemeriahan teknik Tsutsumi ini.

Aku menerapkan semua teknik tradisional dan membuat selai terhebat yang pernah ada. (Hal. 66)

Nah, sejauh ini ada yang penasaran nggak sih apa profesi ayah Shigeru dan Tsutsumi? Sampai-sampai baik Shigeru ataupun Tsutsumi tidak mau menjadi pihak yang kalah dalam pertandingan hehehehe. Pada bagian 157 “Lelaki Kelas Satu” ini akhirnya diumumkan siapa pemenangnya setelah Kuroyan mencicipi roti buatan Tsutsumi dan Shigeru. Lalu pemenangnya siapa?

Menang atau kalah sangat penting bagi kami sampai tak bisa dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya dan lebih penting daripada sekadar jadi yakuza bagi yang kalah! (Hal. 91)

Setelah meninggalkan pertandingan keempat, mari beranjak menuju pertandingan kelima. Karena Azuma sudah sembuh dari sakit, kali ini ia bisa ikut berpartisipasi pada bagian 158 “Kekuatan Azuma”. Sebelum pemilihan kotak untuk penentuan lokasi pertandingan, mereka bertiga sudah dikejutkan dengan lawan kali ini. Bahkan kenyataan menakjubkan terkait judul komik jilid ini juga membuat semuanya terhenyak.

Tak usah peduli siapa lawan kita! Yang penting, bikin roti seperti biasa! (Hal. 109)

Lawan dari perwakilan St. Pierre adalah Norihei Miki. Ia adalah seorang ahli dalam bidang pembuatan nori (rumput laut kering). Beliau adalah ikon seorang jenius dalam dunia nori. Yang membuat pusing adalah, pada bagian 159 “Kawachi dan Kura-Kura” ini ternyata lokasi pertandingan ada di Uppurui, kota yang terkenal akan nori! Wah, bagaimana ini ya..

Biar dicoba menutupinya dengan roti seenak apa pun, kita tak mungkin menang. (Hal. 130)

Meskipun begitu, Azuma memiliki sebuah trik yang diharapkan bisa mengalahkan roti buatan Pak Norihei. Pembuatan roti ini dituangkan pada bagian 160 “Adonan Lembut Mengembang” yang cukup menarik. Sayangnya, mereka bertiga (ehm, Shigeru dan Azuma aja, Kawachi nggak usah dihitung) masih belum yakin dengan keampuhan trik Azuma ini.

Kita hanya perlu bikin adonan lembut mengembang seperti nasi yang baru matang. (Hal. 145)

Pada hari pertandingan, tak disangka Azuma dan Pak Norihei menerapkan teknik yang serupa dalam pembuatan creaming dari mentega yang dikocok-kocok. Pada bagian 161 “16 Pulau” ini Kawachi, Tsukino, dan Manajer mulai ragu dengan kelanjutan pertandingan. Pasalnya, jika teknika yang digunakan Azuma dan Pak Norihei sama, tentu ini adalah kekalahan telak untuk Pantasia. Yah meskipun begitu, Kuroyanagi tetap menilai roti Azuma dengan reaksi yang cukup ekstrim.

Kalau melakukan hal lain di luar membuang gas setelah fermentasi pertama, gluten yang sudah terbentuk akan hancur! (Hal. 164)

Bab terakhir sekaligus penutup jilid ini adalah bagian 162 “Rating Cerai Sunday” ketika penilaian dilakukan untuk roti Pak Norihei. Sama seperti roti Azuma, reaksi yang diberikan oleh Kuroyan juga sangat tidak biasa. Bahkan ia meninggalkan lokasi pertandingan selama beberapa lama hanya untuk menunggu roti Pak Norihei selesai dibuat. Lantas, siapa pemenang pertandingan kelima ini?

Aku tak mengerti kehebatan roti itu sampai membuatnya ingin menikah. (Hal. 180)

Akhirnya setelah agak jenuh dengan kemunculan Azuma, untunglah pertandingan keempat menampilkan Shigeru sebagai tokoh utama. Dibumbui dengan konflik keluarga membuat pertandingan Shigeru cukup menarik untuk diikuti. Apalagi teknik dari Tsutsumi sangat menarik minat saya untuk mencoba mempraktikkannya sendiri (dengan resiko kebakaran).

Untuk pertandingan kelima, saya jatuh cinta dengan artwork Norihei Miki. Berbeda dengan artwork tokoh lain, tokoh Norihei memang menyadur dari maskot sebuah merek pasta rumput laut “Gohan Desuyo” yang terkenal di Jepang. Jadi unyu-unyu gitu heheheheh.

Setelah melalui 18 jilid, saya bisa menarik kesimpulan bahwa komik ini bisa dikatakan fiksi-non fiksi ya. Kalau masalah teknik pembuatan roti (khususnya saat pertandingan) dan info-info kuliner roti, saya rasa adalah sebuah fakta yang benar adanya. Apalagi didukung tokoh kuliner sebagai pendukung informasi. Beberapa tips sederhana juga bisa diterapkan di rumah lho.

Nah sisi fiksi komik ini banyak dituangkan pada reaksi yang diberikan Kuroyan (atau Pierrot) sebagai juri yang menilai roti peserta. Sebagian besar (kalau tidak bisa dibilang semua) reaksi sang juri itu luebay dan nggak masuk akal buanget. Tetapi justru saking absurd-nya inilah membuat komik ini memiliki keunggulan dibandingkan komik kuliner serupa.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 17)

coveryakitate17

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 17)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792771060

cooltext1660180343

Identitas lawan di pertandingan ketiga yaitu sang ninja misterius ternyata Suwabara! Bagaimana hasil pertandingan sesama kawan yang saling mengerahkan seluruh kemampuannya? Lalu… cari tahu identitas Shigeru Kanmuri sekarang! Plus 10 halaman komik bonus yang patut disimak!

cooltext1660176395

Kecerobohan Kawachi yang penasaran dengan identitas asli lawan perwakilan St. Pierre membuat sebuah kejutan yang nggak heboh-hebioh amat. Pada bagian 144 “Simpati Seorang Samurai” ini, meskipun Suwabara sudah jelas-jelas ketahuan dibalik kostum ninja, ia masih bisa mengelak. Lebih gebleknya lagi, Azuma dan Shigeru juga percaya aja dengan alasan si ninja ini. Hmm benarkah demikian?

Dia seorang pencari kebenaran… Dia akan melakukan apa pun untuk jadi juru roti. (Hal. 11)

Pada bagian 145 “Perbedaan Budaya” ini diceritakan tentang rencana Suwabara dan Azuma agar bisa memenangkan pertarungan. Minimnya bahan khas daerah Ooma membuat kedua tim sama-sama menggunakan bawang daun sebagai bahan utama mereka. Yang tidak mereka sadari satu sama lain, ternyata jenis pengolahan dan roti yang akan dibuat ternyata sama persis!

Karena bahannya sama, berarti yang diadu cara pengolahannya. (Hal. 27)

Keesokan paginya, Azuma masih lesu karena belum menemukan suatu hal baru pada rencananya. Namun Kawachi sudah percaya diri dengan ide Azuma menggunakan bawang daun sebagai bahan roti. Meski diawali dengan kebodohan Kawachi (lagi-lagi), bagian 146 “Rencana Rahasia Suwabara” cukup seru karena Suwabara ternyata sudah memikirkan teknik jitu dalam pertandingan kali ini.

Pertandingan ini… Mungkin berakhir dengan kekalahan Azuma! (Hal. 50)

Selain menggunakan bawang daun, adanya Monica sebagai partner Suwabara membuat kepercayaan diri tim St. Pierre meningkat drastis. Alih-alih memikirkan teknik Azuma, pada bagian 147 “JaPan Lipat” ini menyuguhkan pembuatan roti legendaris dari Suwabara dipadukan dengan pembuatan blanchir oleh Monica, sang master kue.

Monica juga mengakuinya sebagai juru roti hebat. Tapi, kalau tak konsentrasi pada rotimu sendiri, walau mestinya bisa menang, kau bisa jadi kalah, lho. (Hal. 66)

Roti Suwbara matang terlebih dulu. Oleh karena itu Kuroyanagi mencicipi roti Suwabara sambil menunggu roti Azuma. Tak disangka, teknik legendaris dari Suwabara membuat Kuroyanagi berputar! Pada bagian 148 “Misteri Wanita” ini, selain teknik menakjubkan Suwabara, ternyata Azuma memiliki senjata pamungkas sehingga bisa memenangkan pertandingan.

Walau demi bertanding aku sudah berkhianat… Tak ada tempat mati yang lebih sesuai untuk lelaki bengkok sepertiku kecuali di sini. (Hal. 89)

Setelah pertandingan putaran ketiga selesai, Pantasia Cabang Tokyo Selatan dikejutkan oleh orang-orang misterius dan berbuat onar di depan toko. Manajer Matsushiro yang perawakannya mirip preman tentu saja meladeni para biang keributan pada bagian 149 “Rahasia Shigeru” ini.

Kalau sudah jadi begini, semua harus diselesaikan sekarang juga. (Hal. 106)

Ternyata, lawan Pantasia pada pertandingan putaran keempat ini berasal dari kehidupan Shigeru. Meskipun Shieru ingin menolak apa yang diminta sang lawan, Masanobu Tsutsumi, ia tetap harus melakukannya karena tidak ada pilihan lain. Masanobu yang didaulat menjadi koki kerajaan Austria sesungguhnya berpotensi kalah karena pada bagian 150 “Tema Terburuk” ini seharusnya ia tidak mengetahui dengan baik bahan khas daerah di Jepang.

Produk khas Jepang tak umum digunakan sebagai bahan kuliner di Austria. (Hal. 126)

Keesokan harinya adalah pemilihan kotak sekaligus penentuan lokasi. Hal yang cukup berbeda terjadi di pertandingan kali ini. Awalnya daerah yang terpilih adalah Shinano. Yang menjadi tantangan lagi adalah apabila tiga putaran sebelumnya setiap peserta membuat roti, kali ini justru mereka dilarang membuat roti dan harus membuat selai. Pada bagian 151 “Kadang-Kadang, Ajarkan Dendam…” ini disebutkan bahwa penentuan apa yang perlu dibuat peserta ini adalah semata-mata demi rating dan permintaan pemirsa.

Sebenarnya, aku tak begitu berminat pada selai, jadi tak pernah buat. Tapi, menurutku, di balik hal yang sederhana terdapat kerumitan. (Hal. 151)

Sementara itu, nun jauh di suatu daerah, ayah Shigeru dan Masanobu (yep, mereka berdua adalah saudara satu ayah beda ibu), Takashi Hashiguchi, cukup khawatir dengan pertandingan ini. Bukannya apa-apa, hasil pertandingan inilah yang menentukan siapa pewaris dari bisnis keluarga. Mau tahu profesi ayah Shigeru ini? Semua dijelaskan pada bagian 152 “Selai Terlezat” heheheh.

Masanobu tak pernah bertemu Shigeru… Tapi, dia dibesarkan dengan mendengar berita soal Shigeru terus-terusan… (Hal. 166)

Pada dasarnya, pertandingan putaran ketiga yang melibatkan Suwabara dan Monica itu cukup menarik. Diawali oleh kostum ala ninja demi menyamarkan jati diri, alasan Suwabara berkhianat dan menjadi perwakilan St. Pierre, hingga teknik legendaris dari koki Perancis jaman dahulu membuat pertandingan ini seharusnya sangat memukau.

Sayangnya, eksekusi inti yaitu pada pembuatan roti justru disia-siakan Hashiguchi-san. Ramuan yang sudah cukup bagus justru dihancurkan oleh roti yang kalau boleh saya katakan, biasa buanget. Bahkan Azuma yang biasanya memiliki teknik mencengangkan justru menggunakan teknik yang sangat sederhana. Oh please deh.

Kekecewaan saya pada pertandingan putaran ketiga ini diobati oleh (calon) pertandingan putaran keempat. Selain melibatkan masa lalu Shigeru, tokoh Masanobu Tsutsumi terlihat sangat sulit untuk dikalahkan. Apalagi tema kali ini yang sangat dikuasai Masanobu sebagai koki kerajaan Austria membuatnya di atas awan.

Oh iya, ada yang ngeh kalau nama ayah Shigeru dan Masanobu sama persis dengan komikus komik ini? Cukup lucu juga sih mengetahui si komikus menyisipkan dirinya sendiri dalam komik buatannya. Yah ini bisa jadi self-promotion juga sih biar pembaca lebih hapal kepadanya.

Yang tidak kalah menarik, bonus komik tambahan berjudul Wild Life sungguh sayang untuk dilewatkan. Wild Life sebenarnya adalah judul komik tersendiri. Namun disini Hashiguchi-san membuat Wild Life versi buatannya.

Tokoh utama komik bonus ini tetaplah Tessho Iwashiro, seorang dokter hewan. Bahkan demi membuat “rasa khas” Hashiguchi, Kawachi didatangkan sebagai cameo menjadi pasien Iwashiro. Wah, kira-kira apa yang akan dilakukan dokter hewan ini? Baca sendiri ya hehe. Psst, jangan lupa baca review jilid 18 nanti yak!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 16)

coveryakitate16

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 16)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792766813

cooltext1660180343

Lawan yang menanti di pertandingan kedua ‘Yakitate!! 25’ yang sangat tangguh dan menyebalkan sewaan St. Pierre, yaitu grup trio CMAP! Jangan kalah oleh orang-orang seperti itu, Azuma! Japan penuh amarah yang membangkitkan cita rasa khas daerah beraksi!!

cooltext1660176395

Kompetisi akbar dua bakeri terkenal, Pantasia dan St. Pierre masih berlanjut. Kali ini memasuki tahap kedua. Setelah memenangkan tahap pertama, Azuma cs menghadapi lawan yang cukup tangguh dalam bagian 134 “Tiga Anak Panah” ini. Karena bukan hanya satu orang seperti sebelumnya, St. Pierre kali ini menurunkan tiga orang sekaligus!

Bodoh! Kenapa kami bertiga harus bersatu untuk melawan ikan kecil seperti mereka? (Hal. 13)

Pada bagian 135 “Reaksi yang Tak Boleh Disiarkan” telah diumumkan lokasi pertandingan kali ini yaitu Saito. Lagi-lagi karena minimnya dana yang dimiliki, perwakilan Pantasia harus menginap di sebuah penginapan reot dan menyedihkan. Sementara itu, perwakilan St. Pierre yaitu Kaname Hiroshi, Chimatsuri Gou, dan Narumi Shizuto memiliki rencana mengalahkan Azuma.

Saito, sebuah kota di prefektur Miyazaki. Terkenal dengan kompleks pemakaman kuno “Saitohara Kofun Gun”. (Hal. 32)

Selain bahan utama yang bisa dikatakan mahal, ternyata Saito merupakan daerah paling cerah se-Jepang. Berkali-kali Azuma dan Kawachi berpanas-panas ria mencari bahan utama. akhirnya ide mengejutkan Azuma temukan pada bagian 136 “Kita Pakai Haniwa” saat di penginapan.

Untuk bikin kare kental berkualitas tinggi, kau harus memakai mangga. (Hal. 47)

Benar sekali, Saito memiliki keunggulan pada buah mangga yang dihasilkan. Rasanya yang manis dan penampilannya yang cantik membuat mangga Saito menjadi primadona. Alih-alih membuat mangga menjadi ekstrak atau semacamnya, Azuma mengubah mangga ini pada bagian 137 “Sari Buah Mentah” menjadi apa adanya.

Mungkin mereka memakai daging sapi Miyazaki dan saus demi-glance sebagai senjata utama mereka. (Hal. 72)

Tepat pada hari pertandingan, ketiga anggota CMAP perwakilan St. Pierre memiliki teknik dan rencana luar biasa dalam membuat roti. Di sisi lain, Azuma terlihat kesulitan dengan adonan roti yang tidak bisa diuleni. Lah, terus bagaimana cara membuat rotinya? Kisah ini disuguhkan pada bagian 138 “Semenanjung Melayu” yang unik.

Situasi kritis ini pun bisa berubah jadi kesempatan… dengan teknik superku!! (Hal. 84)

Saat Kuroya sebagai juri mencicipi roti peserta St. Pierre yang matang terlebih dahulu, rasanya sungguh menakjubkan. Bahkan Kuroyan repot-repot membawa satwa langka untuk menunjang reaksinya itu. Kemudian roti buatan peserta Pantasia dicicipi pada bagian 139 “Kenikmatan yang Tak Bisa Diperagakan dengan Akting” yang menakjubkan.

Karena nggak mungkin menang dalam rasa, mereka mau menang dalam soal bentuk, ya? Mendingan mati, deh! (Hal. 107)

Seperti yang sudah bisa diprediksi, reaksi Kuroyan setelah mencicipi roti Azuma juga tidak main-main. Bahkan jauh lebih spektakuler dari pencicipan roti CMAP. Wah memangnya apa yang terjadi? Pada bagian 140 “Kontak dengan Haniwa” ini bahkan Kuroyan tak sanggup menjelaskan alasannya.

Tapi, harus ada yang menjelaskan alasan kemenangan kalian pada penonton. (Hal. 121)

Meninggalkan akhir tahap kedua pertandiangan Yakitate!! 25, pada bagian 141 “Usooon” adalah bagian ice breaking dimana kakek Azuma dari Niigata ingin mengunjungi Azuma bersama sang kakak. Bahkan tak segan-segan, Kakek Umataro mengirim tepung khusus agar Azuma bisa menyuguhkan roti terbaik dengan tepung itu.

Karena sudah susah payah dikirim, aku akan bikin jamuan terlezat untuk kakekmu dengan tepung ini! (Hal. 148)

Lanjut pada bagian 142 “Nin Nin” adalah putaran ketiga pertandingan Pantasia dan St. Pierre. Setelah seluruh anggota CMAP takluk oleh kehebatan Azuma dkk, kali ini St. Pierre diwakili oleh sepasang ninja. Saking sebelnya, Kawachi penasaran dengan jati diri kedua ninja ini.

Mungkin saking putus asanya, karena CMAP andalan mereka kalah, St. Pierre akhirnya menurunkan juru roti cosplay! (Hal. 165)

Akhirnya bagian 143 “Yang Bengkok” sebagai penutup mengisahkan perjalanan Azuma, Kawachi, dan Shigeru menelusuri kota Yokosawa yang tidak memiliki bahan khas daerah. Mengira informasi dari Shigeru tidak diketahui orang banyak, Kawachi terkejut dengan penampakan kedua nina yang mengetahui bahan rahasia itu lebih dulu.

Dibandingkan bawang daun biasa, bawang daun bengkok Yokosawa di kota Oota ini sangat lembek. Jadi tak bisa dibudidaya tegak lurus. (Hal. 180)

Putaran kedua pertandingan ini jelas jauh lebih menarik daripada putaran pertama kemarin. Ditambah ketiga member CMAP yang sangat menyebalkan membuat sensasi membaca bagian itu lebih membara. Pengen saya tendang aja itu ketiga member songong itu.

Di sisi lain, roti yang dibuat oleh CMAP ataupun Azuma cs kurang greget jika dibandingkan jilid sebelumnya. Selain saya yang emang nggak tahu dimana menariknya, pembuatan roti di jilid ini terasa singkat dan remeh alias tidak ada sesuatu yang istimewa. Mungkin gara-gara roti ini bukan Ja-Pan milik Azuma.

Titik cukup menarik justru pada putaran ketiga pertandingan. Apa lagi jika bukan melihat lawan pertandingan yang berkostum serba ninja. Saya sebenarnya sudah tahu sih jati diri kedua ninja ini (ya iyalah, wong saya pembaca), tetapi Kawachi dkk sangat lelet menyadari hal ini. jadi tambah bikin geregetan. So, tunggu review jilid 17 yah!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Croissant

covercroissant

Judul: Croissant

Sub Judul: Antologi Kisah Kehidupan

Penulis: Josephine Winda

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: viii + 196

Terbit Perdana: 2014

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2014

ISBN: 9786020251394

cooltext1660180343

Ditemani santainya kepulan asap teh saat senja

Sepotong croissant renyah mencecap rasa

Berlapis seperti kisah kehidupan yang tak kunjung habis

Diwakili sepuluh cerita dunia

Semoga tak lekas ucapkan bon voyage—selamat tinggal

Hanya maklumi c’est la vie—itulah hidup.

“… kemahiran memadu judul-judul yang funky, bahasa yang light, dan pilihan tema tentang hidup yang muda dengan segala romantismenya, menjadikan kumpulan cerita buku ini seolah teman yang akan menemani kita melepas lelah.” – Sannie B. Kuncoro, penulis novel “Garis Perempuan”, “Ma Yan”, “Memilikimu”

“… mungkin berlebihan untuk mengatakan saya tersihir oleh tulisan Winda. Tetapi, pasti saya menikmati setiap kata, kalimat, dan keseluruhan ceritanya seperti ketika SD saya menikmati cerita ibu guru saya. Saya bukan sekadar menunggu ending, tetapi juga menikmati bagaimana cerita berproses.” – Her Suharyanto, pegiat dunia perbukuan dan penulisan

cooltext1660176395

Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar negara Perancis? Menara Eiffel? Benua Eropa? Musim dingin yang romantis? Atau mungkin roti Perancis yang terkenal itu? Well, sepertinya Perancis memiliki keunikan tersendiri di mata orang-orang. Ada yang suka kulinernya, ada yang terpukau pariwisatanya, ada pula yang terpesona dengan bahasa nasionalnya yang dinilai seksi bagi sebagian orang.

Mari sejenak melupakan bahasanya. Apakah kamu pernah menikmati atau setidaknya mengetahui tentang roti croissant? Di Indonesia, roti ini sudah cukup banyak beredar dimana-mana. Biasanya roti ini dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi. Rasanya yang legit dan menggugah selera sangat cocok dengan orang Indonesia yang suka ngemil makanan manis.

Nah, kamudian apa jadinya jika beberapa istilah bahasa Perancis dituangkan dalam kisah-kisah menyentuh dan memukau? Hal inilah yang saya rasa ingin diberikan penulis, yaitu pembaca menikmati hasil tulisannya sambil mencecap rasa croissant yang enak. Sepuluh cerita yang berbeda dalam satu buku memberikan sensasi berbeda saat membacanya. Simak satu-persatu yuk!

Kisah pertama berjudul Déjà vu dengan tokoh utama Ericka. Gadis yang masih duduk di bangku kuliah ini memiliki kekasih bernama Yuki. Setelah ditinggal Yuki beberapa lama karena praktik kerja lapangan, ia akan berjumpa kembali di kampus. Namanya sang pujaan hati, tentu Ericka bersemangat sekali menyongsong hari perjumpaan mereka kembali.

Yuki ini anaknya gemar melawak dan bertingkah lucu dihadapan kawan-kawannya, tak terkecuali pada Icka (panggilan Ericka). Namun ternyata tidak segala hal bisa dijadikan guyonan, bahkan kepada kekasihnya sendiri. Karena siapa tahu, lawakan itu berakibat fatal.

Mengapa kejadian-kejadian itu sepertinya terus-menerus berulang? Kenapa tidak ada kejadian lagi pada hari setelahnya? (Hal. 12)

Setelah menikmati kisah yang sangat singkat dari Ericka dan Yuki, cerita kedua memiliki judul Bon Apétit. Tokoh dalam kisah ini adalah cewek tambun bernama Talitha yang sangat gemar makan dan kuliner serta cowok muda bernama Idham. Mereka berdua yang dipertemukan pada milis internet ternyata cocok dan saling bertegur sapa.

Karena hobi mereka sama, Idham bermaksud mengajak Talitha wisata kuliner di Semarang. Meski awalnya berfirasat buruk, Talitha menyanggupi tawaran Idham. Tanpa Talitha sadari, keputusannya berjumpa dan menaruh hati pada sosok Idham akan bermuara pada sandiwara menyakitkan.

Ia bingung mengapa Idham sekarang kurus dan tidak lagi bulat seperti yang tampak pada foto? (Hal. 23)

Kisah selanjutnya adalah cerita tentang pembalasan dendam seorang gadis kantoran bernama Dicta kepada rekan kerjanya, Cakra. Pada cerita berjudul Vis-à-Vis ini, Dicta memaparkan alasan ia harus balas dendam dan bagaimana caranya membuat Cakra hancur berkeping-keping. Ternyata sakit hati Dicta dimulai saat masa sekolah tujuh tahun yang lalu.

Merasa Cakra sudah masuk dalam perangkapnya, Dicta tak segan-segan melancarkan aksinya dalam menyakiti hati Cakra. Namun sesungguhnya Dicta tidak mengetahui sebuah fakta menyakitkan yang disimpan Cakra rapat-rapat. Fakta apakah itu?

Ben, apa gunanya memiliki perasaan suka pada seseorang jika kau hanya memendamnya seorang diri? (Hal. 43)

Meninggalkan drama kehidupan Dicta, mari lanjut ke cerita keempat berjudul Mademoiselle. Seperti judulnya, tokoh utama perempuan kali ini bernama Margaretha. Ia memang berpenampilan seperti gadis tahun 1800-an saat bekerja. Apalagi ditambah payung berenda yang tak pernah lupa dibawanya.

Penampilan Margaretha yang mempesona menggetarkan seorang pemuda bernama Galang. Mereka sering menyapa tiap pagi hari. Sayangnya, profesi Galang yang jauh berbeda dibandingkan Margaretha membuatnya ciut nyali. Bahkan ia tidak menyadari bahwa Margaretha akan sangat terluka apabila Galang putus asa dan melakukan sesuatu esok hari.

Lagi pula, bagaimana aku bisa meramalkan perasaannya? Kenal saja tidak. (Hal. 66)

Kisah kelima berjudul Touché yang mengambil kehidupan gadis bernama Kabita. Cewek ini adalah potret gadis yang sulit mendapatkan pasangan. Bukan karena ia tidak laku, hanya saja ia adalah seorang yang cenderung pemilih dan selalu merasa ada yang kurang dari diri laki-laki yang mendekatinya.

Gracia (kok namanya kayak merek ekstrak kulit manggis hehe), sahabat Kabita, juga dibuat pusing karena kondisi ini. kehidupan rumah tangganya yang harmonis berbanding terbalik dengan kisah romansa sahabatnya. Bahkan ia juga tidak menyangka suatu hari Kabita membawa kabar akan segera menikah dengan seorang pria. Apa yang terjadi dengan Kabita?

Sekian tahun lamanya Kabita betah sendiri dan hanya berkencan dengan beberapa pria. Tak seorang pun yang cocok bagi diri Kabita. Selalu ada hal yang membuatnya urung. (Hal. 79)

Rendezvous adalah judul kisah keenam. Disini diceritakan seorang pria bernama Mario yang berjumpa lagi dengan cinta lamanya, Desira. Setelah tiba-tiba Desira meninggalkan Mario tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba Mario dikejutkan dengan suara Desira diujung telepon. Tak ingin melewatkan kesempatan, Mario meminta bertemu dengan gadis yang pernah singgah di hatinya itu.

Selain bertukar cerita mengenai kehidupan masing-masing, pertemuan ini juga membahas tentang masa lalu mereka. Lebih tepatnya masa lalu ketika Desira meninggalkan Mario tanpa ada penjelasan sama sekali. Saya sesungguhnya mengharapkan alasan yang lebih greget dibandingkan alasan klise yang diucapkan Desira, tetapi tepat pada kalimat-kalimat mencapai ending, ada suatu hal yang mengejutkan.

Rupanya, bagaimanapun cerita yang lalu dikubur, suatu saat benang merah yang mengaitkan kisah-kisah di antaranya akan muncul kembali ke permukaan. (Hal. 96)

Nah selanjutnya adalah cerita yang tak kalah menarik. Kisah tentang gadis bernama Delia yang mencoba mencari tahu kabar cinta monyet masa sekolahnya dulu. Cerita berjudul Je t’aime ini rasanya cocok untuk orang yang gagal move on dan mencoba terus kepo pada pujaan hatinya.

Delia menunjukkan fakta bahwa meskipun cinta masa lalu masih tersis, bukan berarti orang yang sama akan memiliki sifat dan perilaku yang serupa. Pedro sebagai cinta Delia di masa kini adalah Pedro yang sanat berbeda. Bahkan Pedro membuat Delia sadar dan mengerti tentang arti seseorang yang ada untuknya.

Tak dapat diungkapkan dengan kata-kata mengapa Delia jatuh cinta di kala itu kepada Pedro. Bukankah cinta tak memerlukan alasan? (Hal. 116)

Beralih pada kehidupan karyawati sebuah perusahaan bernama Fernanda. Dikisahkan Nanda ini adalah tipikal karyawati yang pintar, berdedikasi, rajin, dan professional. Bahkan ketika muncul seorang karyawan baru berparas rupawan dari Colorado bernama Gavin, Nanda tetap pada prinsipnya yang workaholic.

Judul cerita ini yaitu C’est la vie memberikan sebuah isu masa kini tentang kesetaraan gender. Tokoh Nanda dan Gavin memberikan sekeping potret kehidupan mengenai kaum perempuan yang masih dianggap lemah. Saya sangat menyukai adu argumen yang diutarakan Nanda kepada atasannya di cerita ini.

Tak dapat dipungkiri, memiliki wajah ganteng dan postur tubuh tinggi tegap adalah anugerah yang sangat menguntungkan bagi para pria. (Hal. 144)

Voilà. Kata ini biasanya diungkapkan saat ada sesuatu yang mengejutkan. Kata ini juga menjadi sebuah ungkapan yang patut menggambarkan akhir kisahnya. Adalah seorang gadis bernama Selena yang kisah hidupnya beda tipis dengan Kabita. Ya benar, Selena memiliki kisah percintaan yang berantakan dan kurang hoki untuk urusan cowok.

Sedangkan Friska bagaikan Gracia. Ia sering mengenalkan pria-pria yang mungkin bisa menjadi pendamping Selena. Namun sayang, usahanya sia-sia belaka. Suatu hari, Selena membawa kabar gembir untuk Friska. Akhirnya ia akan segera menikah dengan lelaki pujaannya. Sayangnya, sebelum Friska ikut bersorak bahagia, sebuah fakta dari Selena membuat Friska terhenyak.

Jika tidak ada getar yang sama dalam frekuensi kerinduan, bukan jatuh cinta namanya. (Hal. 166)

Kisah penutup dalam buku ini berjudul Bon Voyage dengan kehidupan rumah tangga Nadhira dan Pram sebagai titik fokus. Nadhira adalah tipe seorang istri yang lembut dan penurut pada suami, sedangkan Pram adalah potret suami yang cenderung kasar dan semaunya sendiri. Meskipun dikaruniai suami seperti itu, Nadhira tetap bertahan demi rumah tangga dan kedua anaknya.

Ternyata awal kehidupan menyedihkan ini bermula saat Pram dan Nadhira dijodohkan. Kedua orang tua mereka yang ingin melihat anak masing-masing bersanding di pelaminan, mengabaikan kondisi Nadhira sebagai gadis lugu dan Pram yang memiliki emosi tinggi. Akhirnya hal inilah yang membuat kehidupan pernikahan mereka berdua diujung tanduk.

“Hari genee masih dijodohin? Nggak salah, Nad?! Kamu hidup di abad berapa?” (Hal. 177)

Pada awalnya, saya tidak menghiraukan sub judul Antologi Kisah Kehidupan yang tertulis di cover. Saya mengira kisah kehidupan yang dimaksud adalah kisah cinta muda-mudi yang dimabuk asmara dan berakhir bahagia. Namun saya salah. Memang beberapa kisah diperankan oleh tokoh berusia muda dan happy ending, tetapi sebagian lain memberikan cerita yang berbeda.

Yang saya sukai dari tulisan Winda ini adalah ceritanya membumi. Alih-alih menuliskan kata-kata puitis dengan berbagai ungkapan rumit, penulis menggunakan kata yang sederhana dan tepat sasaran dengan maksud yang ingin disampaikan. Seolah-olah semua tokoh dalam buku ini terasa nyata dan benar-benar terjadi.

Salah satu kekhawatiran saya membaca buku antologi alias kumcer adalah banyaknya tokoh yang muncul sehingga membuat rancu. Lihat saja ada 20 tokoh utama dalam setiap cerita. Belum lagi tokoh pendamping dan figuran yang muncul sekilas. Namun Winda berhasil memberikan karakter cukup kuat pada setiap tokoh utama dalam ceritanya masing-masing.

Selain itu, biasanya saya kurang puas membaca kumcer karena akhir cerita biasanya terjadi terlalu cepat. Maksud saya, cerita-cerita tersebut sebenarnya ada potensi untuk digali lebih dalam. Namun saya tidak menemukannya dalam buku ini. Selain cerita pertama, sembilan cerita yang lain memberikan akhir yang lugas dan pantas. Bahkan apabila terpaksa dipanjangkan, justru menjadi tidak menarik lagi.

Seperti yang sudah saya bilang, kisah pertama tentang Icka dan Yuki terasa sangat singkat bagi saya. Saya ingin ada tambahan sih, tetapi sebenarnya memang harus seperti itulah ending yang sesuai. Akhirnya saya jadi geregetan sendiri.

Oh iya, pada cerita keempat berjudul Mademoiselle, ada sudut pandang yang inkonsisten. Saya tidak tahu apakah ini gaya penulis, namun sudut pandang orang ketiga yang tiba-tiba berubah menjadi orang pertama kemudian kembali lagi ke orang ketiga tanpa adanya pemberitahuan membuat perpindahannya sangat kasar. Inilah yang membuat saya kurang menyukai dengan sudut pandang yang dicampur-campur.

Yang lebih membuat saya heran, kenapa saya tidak menemukan satupun kata croissant ya di buku ini? Mungkin saya luput atau saya lelah, tetapi mosok ya judul buku malah nggak muncul sama sekali di isinya? Padahal adegan makan dan setting di kafe cukup banyak lho. Kemudian Perancis juga tidak saya temukan menjadi lokasi di salah satu ceritanya. Mungkin memang maksud penulis hanya menggunakan stilahnya saja tanpa memaksakan unsur Perancis dalam setiap kisahnya? I don’t know.

Kalau ditanya kisah mana yang menjadi favorit, saya akan menjawab semuanya hehehe. Bukannya maruk, tetapi memang setiap cerita dan tokohnya masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Hal ini tidak lepas dari kepiawaian penulis dalam mengeksekusi karakter dan ceria sehingga meninggalkan kesan bagi pembacanya. Good job, Josephine Winda!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 15)

coveryakitate15

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 15)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792762402

cooltext1660180343

Pantasia akhirnya diambil alih oleh St. Pierre! Yang dapat menyelamatkan Pantasia dari dilema ini hanya kemenangan dalam acara TV ‘Yakitate!! 25’!! Berjuanglah, Azuma!! Raihlah kemenangan dengan Japan yang memakai produk khas daerah!!

cooltext1660176395

Selamat siang. Wah udah semingguan saya nggak update blog ini. Daripada kelamaan berdebu, saya update review komik kesukaan saya deh hehehe. Pada jilid 15 ini, Azuma dan lainnya menghadapi kenyataan mengerikan saat tiba di Jepang. Tidak sampai disitu, pada bagian 124 “Tantangan Kirisaki” Azuma dan kawan-kawan dituntut berpikir ekstra hati-hati.

Tsukino, kalau hanya fokus pada hal yang buruk, kau tak bisa mulai apapun. (Hal. 8)

Selanjutnya pada bagian 125 “Yakitate!! 25″ mengisahkan bentuk nyata dari tantangan pemilik St. Pierre tempo hari. Ternyata Kirisaki menawarkan sebuah pertarungan membuat roti dari kedua bakeri ini. Tidak tanggung-tanggung, pertarungan ini akan disiarkan melalui televisi nasional!

Kau harus membayar semua biaya produksi dan penyiaran acara ini dengan 12 miliar yen yang kau dapatkan dari Monaco Cup. (Hal. 24)

Pada bagian 126 “Ajaran Guru” dikisahkan detik-detik pertandingan ini. Namanya sebuah lomba, tentu memerlukan seorang juri yang mengerti roti yang nikmat. Sayangnya, Pierrot sudah tidak muncul lagi disini. Jadi, yang menjadi juri sekaligus penentu pemenang pertandingan adalah… Ryo Kuroyanagi!

Kau harus berhenti jadi juru roti dan beralih jadi kritikus makanan. (Hal. 44)

Setelah juri terpilih dan masing-masing peserta dari kedua bakeri telah siap, maka Yakitate!! 25 akan segera digelar. Pada bagian 127 “CMAP?” mengisahkan pertandingan perdana antara Azuma, Shigeru, dan Kawachi sebagai perwakilan Pantasia melawan Tsubozuka Takumi sebagai perwakilan St. Pierre. Psst, lagi-lagi Kuroyan bertingkah lebay dalam pertandingan ini hahaha.

Tiba-tiba dia mengajukan surat pengunduran diri dari Pantasia… (Hal. 63)

Pada bagian 128 “Super Tuna”, ternyata peserta harus membuat roti dengan menggunakan produk unggulan daerah tertentu. Pada pertandingan kali ini, daerah yang dijadikan lokasi pertandingan adalah Ooma yang unggul akan ikan tunanya. Sayangnya, karena taktik licik Yukino, Azuma cs tidak mendapatkan tuna secuilpun.

Daripada memusingkan lawan yang kuat atau lemah, mendingan pikirkan cara bikin roti enak. (Hal. 77)

Selanjutnya bagian 129 “Dalamnya Putih, Tapi Namanya Ungu” mengisahkan ide brilian Azuma saat menghadapi ikan tuna yang habis dimana-mana. Ternyata selain tuna, ada spesies hewan laut lain yang dilupakan. Padahal spesies ini cukup unggul juga dari Ooma.

Kualitas landak laut Ooma juga tinggi dan harganya jauh lebih murah daripada super tuna. (Hal. 110)

Akhirnya pertandingan resmi digelar. Pada bagian 130 “Sampah Harus Dimasukkan Ke Kantong Sampah” ada sedikit hal aneh, yaitu Kawachi diminta oleh Azuma untuk membuat roti Perancis yang tidak enak. Jadi heran, kenapa Kawachi harus membuat roti yang tidak enak padahal ini pertandingan membuat roti terlezat? Kebingungan Kawachi seolah mendukung ketidak tahuan saya tentang rencana utuh Azuma.

Roti Kawachi yang dulu tak serenyah ini, lebih liat… Sedikit nggak enak! (Hal. 118)

Kemudian pada bagian 131 “Ora…?!” Kawachi tersadar tentang roti yang ia buat beberapa saat yang lalu. Rotinya menjadi liat gara-gara Azuma memasukkannya dalam kantong sampah. Meskipun Shigeru sudah memahami taktik Azuma, tapi sampai halaman ini saya masih belum mengerti apa-apa tuh zzzzz.

Roti Perancis tak enak buatanku… Menyerap uap air dan jadi lebih liat! (Hal. 140)

Pada bagian 132 “Evolusi Lebih Jauh” sudah masuk tahap penjurian. Roti buatan Tsubozuka selesai lebih dahulu sehingga pencicipan dimulai dari roti buatannya. Berbeda dengan Azuma dkk yang tidak mendapatkan tuna, Tsubozuka membuat roti dengan menggunakan super tuna yang lezat. Bahkan Kuroyan menghadirkan respon yang cukup menggigit setelah mencicipi rotinya.

Roti lebih sulit dikunyah. Beda dengan nasi yang mudah hancur di dalam mulut. (Hal. 154)

Bagaimana dengan roti Azuma? Meskipun roti Tsubozuka sangat memukau, Kuroyan masih lebih menyukai roti buatan Azuma. Hal ini dituangkan pada bagian 133 “Sebagai Roti” yang mengungkap keunggulan roti Pantasia. Bahkan roti buruk dan tidak enak buatan Kawachi tadi menjadi nilai plus roti Azuma. Wah saya tidak menyangka sih ternyata roti Azuma sangat menakjubkan.

Baiklah! Aku akan menjelaskan sihir tersembunyi di roti Azuma. (Hal. 171)

Akhirnya petualangan baru Azuma dimulai kembali. Setelah gagal move on dari Monaco Cup yang mengakibatkan saya hiatus update blog *halah alesan* kali ini petualangan baru Azuma cukup menjanjikan. Apalagi konsep pertandingan baru ini tidak akan membosankan.

Jadi sekedar informasi ya, pertandingan ini menggunakan semacam puzzle yang terdiri atas 25 kotak. Setiap pertandingan akan diwakili satu kotak yang masing-masing kotak mewakili suatu daerah di Jepang. Nah, daerah inilah yang harus menjadi dasar bahan makanan unggulan sehingga bisa dijadikan roti.

Saya suka dengan konsep ini karena selain memperkenalkan keunggulan daerah lain, juga sekaligus membuka wawasan tentang daerah non beken. Soalnya kan di komik-komik biasa menggunakan Tokyo, Kyoto, Osaka, Okinawa, dan lain-lain yang sudah umum. Nah dari pertandingan ini, saya mendapatkan sedikit gambaran tentang perfektur lain di Jepang sana.

Melihat ada 25 kotak yang tersedia, maka bisa dipastikan akan ada 25 pertandingan yang akan berlangsung sampai keluarnya juara. Saya jadi penasaran juga sih daerah mana lagi yang akan dijadikan lokasi pertandingan. Apalagi roti yang dibuat Azuma cs dan perwakilan St. Pierre juga menggoda perut *uhuk.

Oh iya ngomong-ngomong peserta, kok saya rasa  aturan pertandingan ini kurang ketat ya dari segi pemilihan peserta. Soalnya St. Pierre seenaknya aja gitu menggunakan Tsubozuka yang jelas-jelas bukan pegawai St. Pierre. Kok kesannya jadi ada KKN banget.

Tapi secara umum sih saya yakin akan suka petualangan Azuma selanjutnya ini. Apalagi Yukino yang menyebalkan benar-benar menjiwai karakter hehehe. Yuk ah, tunggu kehadiran review jilid 16 yaa *entah kapan* ~(ˇ▼ˇ~)(~ˇ▼ˇ)~

Penilaian Akhir:


goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 14)

coveryakitate14

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 14)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792760743

cooltext1660180343

Sesaat lagi final Monako Cup!! Akan hadir reaksi istimewa yang cocok untuk klimaks berturut-turut!! Ini pasti tak bisa disiarkan begitu saja dalam film kartun! Kau juga harus menyaksikan tantangan tawa dan emosi yang luar biasa yang hanya ada di komik ini!!

cooltext1660176395

Akhirnya partai puncak (?) pertandingan Monaco Cup berlangsung juga. Babak final putaran ketiga dimainkan oleh Azuma Kazuma dan Shadow White pada bagian 115 “Ke Luar Angkasa?!” yang spektakuler. Seperti judulnya, Shadow bermaksud membawa Pierrot dengan roti buatannya ke luar angkasa. Pada bagian ini juga sedikit digambarkan masa lalu Shadow yang meniti karir pantomim layaknya Marcel Marceau.

Pantomimmu tak berjiwa. Kreasi tanpa jiwa tak bertahan lama dalam dunia seni. (Hal. 11)

Kemudian pada bagian 116 “Hal Terpenting” adalah waktu pertandingan. Disini baik Shadow maupun Azuma sama-sama menggunakan bahan yang spektakuler. Keduanya juga sama-sama membuat donat. Yang pertama adalah donat Shadow yang proses pembuatannya direbus kemudian digoreng.

Memikirkan orang yang akan memakannya jadi hal terpenting bagi kita sebagai juru roti. (Hal. 27)

Kemampuan Shadow yang ahli pantomim ternyata menyimpan rahasia tersendiri. Sebenarnya dia sama sekali tidak bisa membuat roti. Bahkan memasak sesuatu pun ia tidak bisa. Namun karena saking mahirnya menirukan orang lain, ia kemudia bisa memasak dan membuat roti dengan cara meniru sang juru roti level dunia. Siapakah dia? Jawabannya ada di bagian 117 “Sinyal Serangan Balik”.

Gerakannya benar-benar mirip juru roti level tinggi seperti yang Azuma bilang!! (Hal. 47)

Pada bagian 118 “Galaxy Express”, donat milik Azuma masih perlu dipanggang terlebih dahulu. Oleh karena itu, donat buatan Shadow sudah bisa selesai duluan. FYI, salah satu bahan yang digunakan Shadow untuk membuat donat adalah beras ketan mezuru yang bernilai sangat tinggi di Jepang. Selain itu juga ada bahan mahal dan kelas tinggi lainnya dalam donat itu.

Kalau roti dengan campuran beras ketan seperti mezuru dipanggang, roti akan mengeras seperti nasi kepal panggang. (Hal. 70)

Selanjutnya bagian 119 “Juru Roti Terbaik” adalah saat Pierrot mencicipi roti Shadow. Yah gara-gara donat dia udah mateng duluan sih. Seperti yang sudah diduga, roti Shadow benar-benar bisa membawa Pierrot ke luar angkasa. Nah, disana Pierrot bertemu siapa sih? Kok sampai-sampai Shadow percaya dirinya akan menang.

Berikutnya, tinggal bersantai dan melihat perjuangan sia-siamu… (Hal. 85)

Nah, setelah donat Azuma matang, bagian 120 “Ke Surga?!” mengisahkan tentang reaksi Pierrot pasca mencicipi roti Azuma. Sebelumnya, donat Azuma lebih lama matang karena Azuma menggunakan proses memanggang, menggoreng, dan memanggang lagi adonan donatnya. Bahkan ia juga menggunakan bahan yang sangat menakjubkan: marijuana. Lantas, Pierrot reaksinya bagaimana ya?

Jadi, Azuma menaburkan campuran kinako dan gula yang banyak, agar pas dipanggang, gula akan meleleh dan terjadi karamelisasi!! (Hal. 105)

Benarkah Pierrot pergi ke surga karena makan donat Azuma? Benar atau tidaknya, yang jelas Pierrot bisa bertemu ayah dan ibunya. Semua terasa bagaikan mimpi bagi Pierrot. Sayangnya, Pierrot tidak bisa mengaku kepada kedua orang tuanya mengenai jati dirinya yang asli. Cerita ini disuguhkan di bagian 121 “Cincin yang Indah” yang sangat menyentuh.

Kalau begitu, aku akan menyuruh koki agar mengubah pola makan Anda jadi menu diet mulai hari ini! (Hal. 124)

Kebenaran perjalanan Pierrot berjumpa dengan ayah ibunya bisa kamu baca di bagian sebelumnya. Namun yang pasti, Pierrot sungguh menyesal dengan apa yang telah dilaluinya pasca makan donat Azuma. Semua kebahagiaan di awal harus dibayar dengan kehilangan yang besar bagi Pierrot di bagian 122 “Rasa Makanan Buatan Tangan” ini.

Penjelajahan waktu yang luar biasa, tapi, akhirnya… Aku tak bisa menolong Ibu. (Hal. 147)

Akhirnya bab terakhir jilid ini adalah bagian 123 “Saling Bermusuhan?” yang fokus pada akhir pertandingan. Penasaran siapa yang menang? Silakan baca sendiri ya. Yang jelas semua juara mendapatkan reward masing-masing. Bahkan Azuma mendapatkan hadiah tambahan lho dari kerajaan Monako.

MVP-nya Azuma!! Aku akan menyerahkan cincin Pieron legendaris warisan turun-temurun keluarga kerajaan! (168)

Sudah selesai pertandingan Monaco Cup. Butuh sekitar delapan jilid komik mulai dari awal sampai akhir Monaco Cup. Selama ini sih saya menikmati pertandingan ini. Selain melibatkan peserta dari berbagai negara, tokoh baru yang bermunculan, serta roti yang menakjubkan. Meski kadang terlalu ajaib, tetep seru aja gitu melihat bahan-bahan dan proses pembuatannya.

Yang saya sayangkan ada satu sih. Entah Hashiguchi-san yang males riset atau emang memiliki nasionalisme yang tinggi, saya agak kurang sreg dengan segala reaksi Pierrot setelah mencicipi roti peserta. FYI lagi, sama seperti Kuroyanagi, Pierrot juga menggunakan semacam kata atau kalimat plesetan untuk menjelaskan reaksinya.

Kalau Kuroyanagi menggunakan kata atau kalimat berbahasa Jepang sebagai plesetan yang berhubungan dengan reaksinya, itu masih wajar karena Kuroyan adalah orang Jepang sekaligus menjadi juri di Jepang. Kalau Pierrot? Ia adalah orang Perancis yang menjadi juri di Monako. Nah, yang bikin saya nggak sreg adalah kata atau kalimat plesetannya.

Ia tetap menggunakan kata atau kalimat berbahasa Jepang. Iya sih sudah dikatakan Pierrot itu badut yang menguasai puluhan bahasa di dunia. Tetapi di Monako, penontonnya mayoritas bule, yang mengerti bahasa Jepang juga sedikit, seriously tetep pakai bahasa Jepang? Trus para orang bule juga ngerti gitu apa yang diucapkan Azuma cs tanpa penerjemah. Oh iya jangan lupa dengan bahan-bahan berkualitas tinggi yang digunakan para peserta mayoritas berasal dari negeri sakura itu! Wow!

Saya sih berharap plesetan reaksinya Pierrot menggunakan bahasa Inggris yang lebih universal. Jadi suasana luar negerinya bisa lebih greget. Gara-gara kebanyakan istilah bahasa Jepang di Monaco Cup, saya merasa pertandingan itu diadakan tetap di Jepang. Yah mungkin nasionalisme Hashiguchi-san sungguh tinggi.

Nah, selanjutnya kompetisi apa yang menanti Azuma dan lainnya? Wah saya juga penasaran nih. Apalagi saya sudah rindu dengan tindak-tanduk pegawai Pantasia cabang Tokyo Selatan yang mengundang tawa. Jadi, tunggu review saya jilid 15 dengan petualangan baru yah!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 13)

coveryakitate13

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 13)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792758412

cooltext1660180343

Upaya keras Kyosuke Kawachi yang telah bersumpah pada mendiang ayahnya untuk membangkitkan revolusi di dunia roti mengejutkan Kazuma Azuma! Tak hanya itu, sebagai reaksi dari roti Kawachi yang terlalu enak, Juri Pierrot sekarat!

cooltext1660176395

Sudah sampai jilid 13 sodara-sodara. Angka favoritku nih. Jadi review nya juga agak spesial dong. Spesialnya apaan? Ini aku nulisnya penuh rasa bahagia. Udah. Gitu doang #apasih #krikkrik. Langsung aja deh ya. Jilid ini dibuka dengan bagian 105 “Kakuei, Sang Proletar” ketika Kawachi sudah mulai bersemangat menyongsong pertandingan final babak kedua. Tekanan dan ucapan pegawai Pantasia Cabang Tokyo Selatan begitu berat bagi Kawachi.

Si gundul suka meremehkan. Aku ingin dia lebih berusaha. (Hal. 13)

Kemudian pada bagian 106 “Nasihat dan Cerita Masa Lalu” adalah sehari sebelum pertandingan. Akhirnya Kawachi sudah membuat amunisi agar bisa memenangkan pertarungan esok hari. Selain itu, untuk tema roti pangan kali ini, Kawachi juga akan menggunakan bahan pokok yang sudah populer di masyarakat China. Bahan pokok apakah itu?

Dattan soba itu makanan pokok suku Yi di pedalaman China sejak dulu. (Hal. 33)

Pada bagian 107 “Pupnya Pelan-Pelan Saja” adalah hari-H pertandingan. Lagi-lagi penontonnya hanya sedikit. Selain Azuma cs yang tidak bertanding, ada juga keluarga Kawachi yang datang serta keluarga besar Sachihoko. Mungkin gara-gara wakil Perancis sudah kalah, jadi sepi peminat yang ingin menyaksikan babak final ini.

Dia tertekan perasaan tak tenang yang dirasakannya sendiri, karena takut kalah. (Hal. 51)

Di sisi lain, Sachihoko ternyata juga memiliki senjata pamungkas untuk pertandingan kali ini. Ia menggunakan bahan dasar yang kurang familiar namun bernilai tinggi. Namun, Azuma yang sering tampak bodoh justru mengetahui dengan akurat bahan dasar yang digunakan Sachihoko untuk membuat rotinya itu. Kisah ini dimuat pada bagian 108 “Alasan Meraih Penghargaan Komik Shogakukan”.

Dia mencari tahu soal pertanian seluruh Jepang untuk mengalahkanmu!! (Hal. 74)

Ketika Kawachi hendak memanggang adonan, ternyata Sachihoko sudah selesai dengan rotinya. Akhirnya Pierrot mencicipi roti Sachihoko terlebih dahulu. Pada bagian 109 “Aku dan Libya” ini sepertinya Pierrot lagi-lagi melakukan atraksi yang ajaib. Kemudian saat Kawachi sudah selesai memanggang, reaksi Pierrot juga tidak kalah menakjubkan. Bahkan kali ini dia terancam bahaya.

Pierrot mampu menghindari teror tembakan tanpa disadari siapapun… Tapi, kenapa hanya kali ini dia bisa sampai ditusuk pisau? (Hal. 92)

Anyway, di bagian ini ada karakter namanya Conan Tonegawa lho. Ya ampun bisa-bisanya Hashiguchi-san mencomot tokoh beken itu. Oke lanjut. Pada bagian 110 “Menatap Ke Depan” mengisahkan kondisi Pierrot yang kritis karena reaksi “berbahaya” tadi. Sepertinya kali ini beneran serius karena sampai ada pengumuman di penjuru Monako tentang kondisi Pierrot di rumah sakit.

Kalau kehilangan darah sebanyak itu… Kita hanya bisa berdoa… (Hal. 107)

Ternyata eh ternyata, Pierrot kehilangan banyak darah dan membutuhkan pendonor. Yang bikin kaget, golongan darah Pierrot itu adalah golongan darah langka bernama Bombay (ini saya bayanginnya kok jadi onion ring -.-”). Namanya juga golongan darah langka, jadi nggak mudah menemukan pendonor di bagian 111 “Raja dan Pierrot”. Yak betul sekali, ternyata Raja Monako memiliki goldar bombay juga *ahelah kebetulan bingit*

Biasanya orang bertipe bombay lahir dari tradisi pernikahan dengan saudara dekat… (Hal. 129)

Ada yang inget nggak kalau Pierrot itu waktu masih bayi ditinggalkan orangtuanya di tenda sirkus? Nah pada bagian 112 “Identitas Pierrot Sebenarnya” ini memang benar-benar terkuak sih siapa Pierrot itu sebenarnya. Sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan. Bahkan sang Raja juga terhenyak dengan fakta yang beliau hadapi.

Biarkan pangeran Leol, anakku yang baru lahir ini dibesarkan sebagai anak keluarga rakyat biasa. (Hal. 144)

Selanjutnya di bagian 113 “Roti yang Lebih Hebat” adalah beberapa hari menjelang pertandingan babak ketiga. Azuma cs sebenarnya ingin menjenguk Pierrot. Namun istana kerajaan sangat ramai wartawan dan dijaga ketat. Akhirnya dengan dalih ingin mengambil bahan membuat roti, Azuma dkk diperbolehkan masuk. Ternyata, alih-alih terbaring lemah tak berdaya, Pierrot justru berpesta pora di dalam istana itu.

Lantas, kau kira, Yang Mulia tidak akan sedih melihatmu mabuk-mabukan dan hidup bermalas-malasan? (Hal. 171)

Yang terakhir adalah bagian 114 “Bahan Shichimi” mengenai rencana Azuma membuat roti papan alias roti dengan cita rasa kampung halaman. Ia berencana membuat roti dengan sebuah bahan terlarang alias narkoba yaitu marijuana. Eh ternyata yang digunakan Azuma bukan daunnya. Terus apa hayoo?

Itu betul, petani teman kakekku punya izin menanam marijuana. Bisnisnya sukses besar, lho. (Hal. 178)

Jilid 13 ini lebih seru dibandingkan sebelumnya. Selain pertandingan Kawachi memang lebih menegangkan dibandingkan Suwabara, reaksi Pierrot sampai berakhir kritis juga membuat saya kaget. Ada gitu ya juri yang mempertaruhkan nyawa demi reaksi mencicipi roti. Ah tapi ini kan komik. Ya pasti ada lah.

Selain itu, saya senang dengan misteri Pierrot selama 23 tahun akhirnya terkuak. Rasanya turut bahagia gitu karena Pierrot tidak perlu lagi mencari-cari orangtuanya di bangku penonton sambil berharap akan dijemput.

Bagian Pierrot dan Raja memang menyentuh kalbu dan sanubari #tsaah. Beneran deh, kalau sungguh-sungguh menghayati, pasti suasana mellownya dapet. Konsep Tempat Penentuan hidup dan mati juga unik. Bisa dibayangkan sih frustrasinya Pierrot saat berada disana.

Well, babak final terakhir sekaligus penentuan juara Monaco Cup tinggal selangkah lagi. Saya jadi tidak sabar membuat review jilid 14 nanti. Sepertinya akan semakin seru dan menegangkan. Jangan lupa dibaca yah! Sayonara~

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 12)

coveryakitate12

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 12)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Dian I. N.

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792756739

cooltext1660180343

Akhirnya!! Pertandingan final Monaco Cup akan dimulai!! Babak pertama, Monica Adenauer wakil tim Amerika akan melawan Kai Suwabara wakil dari tim Jepang! Bagaimana jalannya pertandingan nanti!? Mari kita nantikan bersama!!

cooltext1660176395

Melanjutkan seri Yakitate!! JaPan, rasanya saya sendiri dan mungkin para pembaca setia blog saya *ceileh* sudah tidak sabar mengetahui kelanjutan Monaco Cup. Sekedar informasi, saat ini kompetisi tersebut sudah mencapai babak final. Namun sebelumnya, bagian 95 “F1 GP” menceritakan tentang Azuma dan Shadow White, pemenang tema roti olah raga, memberikan roti mereka kepada para pembalap F1, tak terkecuali Michaelli Shumappher (pasti pada ngeh kalo namanya plesetan dari om Schumi).

Kalau Azuma tak bisa melampauinya, kalian berdua yang harus berjuang di final nanti… (Hal. 11)

Pada bagian 96 “Pemimpin”, tema roti yang harus dibuat sudah diumumkan. Kabar buruknya, babak final akan dibagi menjadi 3 ronde dengan masing-masing anggota tim berduel satu lawan satu. Tema roti kali ini adalah Sandang, Pangan, Papan.

Tapi hati-hatilah! Kalau kalah 2 kali berturut-turut, pertandingan ketiga akan ditiadakan. (Hal. 38)

Suwabara yang bertindak sebagai orang pertama yang berlomba mewakili tim Jepang akan berhadapan dengan Monica Adenauer pada roti sandang. Bagian 97 “Monica Sesungguhnya” ini juga menjelaskan tentang asal-usul Monica yang sangat misterius dan alasan ia bisa menjadi peserta Monaco Cup. Bahkan Sofie dan Kuroyanagi juga kesulitan.

Bisa diartikan mereka punya keunggulan dalam teknik pembuatan kue dan biskuit daripada kita sebagai juru roti. (Hal. 55)

Detik-detik menjelang pertandingan, Suwabara berlatih dengan semangat membara agar bisa mengalahkan Monica. Berbeda jauh dengan Kawachi yang santai-santai melulu. Mengetahui hal ini, pada hari pertandingan, Monica mengenakan pakaian yang “berani” untuk menjatuhkan Suwabara. Namun, pada bagian 98 “Na Na Naked” ini justru menggambarkan Suwabara yang tidak gentar meskipun mendapat “gertakan” dari Monica.

Sebenarnya, kau yang di posisi 2 yang jadi penentu kemenangan atau kekalahan kita… (Hal. 69)

Selanjutnya pertandingan yang tengah berlangsung disuguhkan pada bagian 99 “Alasan Juara”. Suwabara membuat dua adonan berbeda ukuran dan kekentalan. Sedangkan Monica membuat lima adonan dengan warna yang berbeda. Sejauh ini masih belum nampak roti seperti apa yang akan mereka hasilkan. Yang jelas, pasti akan spektakuler sekali.

Aku tahu, roti gandum hitam berasal dari Jerman. Tapi, memangnya di sini ada orang Jerman? (Hal. 87)

Ketika roti kedua peserta sudah selesai dipanggang, itulah saatnya Pierrot mencicipi. Sempat terjadi rebutan pada bagian 100 “Intinya, Kau Dicampakkan?” mengenai siapa yang dicipi duluan. Akhirnya Suwabara mengalah dan mempersilakan Pierrot mencoba roti mahkota buatannya. Selain bentuknya seperti mahkota, warnanya juga bisa berkilauan lho.

Aku bisa menempa pedangku sendiri. Bikin cetakan, sih, hal kecil! (Hal. 107)

Selanjutnya pada bagian 101 “Nomor 17 Itu Nomor 110!” Suwabara menjelaskan berbagai keunggulan roti buatannya itu. Betapa tidak, awalnya roti tersebut berwarna hitam legam, namun setelah “kulitnya” dibuka, warnanya menjadi kekuningan (oke, saya nggak tau sih warnanya kuning apa enggak gara-gara komiknya hitam putih) dengan hiasan buah yang berkilauan. Alasannya apa ya?

Dengan cara ini, warna buah jadi semakin terang dan berkilauan!! (Hal. 129)

Setelah puas mencicipi roti Suwabara, Pierrot beralih pada roti Monica. Pada awal bagian 102 “Firasat Sebuah Awal” ini sih biasa saja. Namun permen bunga yang menjadi hiasan roti Monica mekar dengan indahnya. Bahkan Pierrot bersedia ditangkap polisi dan dipenjara karena ulahnya untuk menciptakan reaksi yang spektakuler. Jadi siapa yang menang di babak pertama ini ya?

Tapi, ada sesuatu yang tak terbayangkan dalam roti nona Adenauer ini. (Hal. 145)

Sudah bisa nebak kan siapa pemenangnya? Jadi mari move on ke pertandingan kedua. Kawachi yang kebingungan akan membuat roti apa untuk melawan Spencer Henry Hoko, tiba-tiba ia teringat dengan bekal yang diberikan Shigeru sebelum berangkat ke Perancis dulu. Pada bagian 103 “Kotak Shigeru” ini Kawachi penasaran apakah bekal dari Shigeru bisa membantunya memnangkan pertandingan.

Tapi… Lawanku Shachihoko… Bukan lawan yang gampang dihadapi… (Hal. 162)

Pada review jilid selanjutnya, saya sedikit rindu dengan Tsukino dan Shigeru. Kemudian tadaa! Pada bagian 104 “Tekad Kawachi” ini mereka berdua, termasuk Manajer dan Kinoshita tiba-tiba ada di Monako! Selain gara-gara bakeri mereka sepi karena promo besar-besaran St. Pierre, mereka juga khawatir dengan keteguhan Kawachi.

Aku berusaha meneruskan cita-cita ayah untuk bekerja di bakeri pusat Pantasia… Di mata keluargaku, aku ini pahlawan!! (Hal. 176)

Laga puncak semua kompetisi memang selalu menegangkan yah. Selain yang bertanding memang sudah hebat-hebat semua, tantangan yang diberikan juga tidak main-main sulitnya. Sedikit komerntar saya pada pertarungan Suwabara, ehm dari awal sudah bisa ditebak sih. Tapi saya tercengang justru setelah pertandingan selesai. Karena Suwabara dan Monica malah *some text missing* #dilarangspoiler.

Berkali-kali saya mengutarakan sebelnya saya dengan tokoh Kawachi. Soalnya saya setuju banget dengan pendapat Kuroyan, bahwa Kawachi sungguh tidak berguna di kompetisi ini. Alangkah lebih baik Shigeru saja yang berangkat. Jika Kawachi ini beneran ada di depan saya, pasti akan saya toyor bolak-balik deh.

Nah, untungnya Hashiguchi-san seperti mengerti pembacanya yang penasaran dengan adanya Kawachi di Monaco Cup. Sehingga alih-alih membuat pertandingan tim, pada babak final ini Kawachi juga dituntut serius menghadapi Sachihoko agar Jepang bisa menang. Tetapi sayangnya, ceritanya dibuat ngegantung #pffft.

Saya juga hepi semua pegawai Pantasia Cabang Tokyo Selatan muncul di Monako. Selain bikin tambah rame, saya juga nggak bakal jenuh-jenuh banget dengan Kuroyan-Sofie lagi. Penasaran nih dengan pertandingan Kawachi. Jadi tunggu review saya jilid 13 yah :D

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 11)

coveryakitate11

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 11)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Dian I. N.

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 195

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792754377

cooltext1660180343

Kazuma Azuma, pemuda yang berjuang menciptakan ‘Japan’, roti kebanggan Jepang, seperti halnya roti khas Inggris, Jerman, dan Perancis. Bersama teman-temannya, dia berhasil keluar dari gua perangkap! Lalu, pertarungan dengan musuh terkuat Kayser telah menanti! Berjuanglah, Azuma!! Jangan sampai telat lagi, ya!!

cooltext1660176395

Haiyaa..ini sudah review jilid kesebelas. Tidak terasa udah banyak aja kisah kehidupan Azuma bikin JaPan. Nggak usah basa-basi deh, langsung aja ke review. Jilid ini dibuka dengan bagian 85 “Rahasia Kayser” pada setting lima hari sebelum pertandingan. FYI, tema kali ini adalah membuat roti olah raga, tepatnya olah raga F1. Ditengah kebingungan tim Jepang, Kayser bersaudara memamerkan keunggulannya.

Jangan-jangan… Dia tak bicara dan tak berjalan supaya saraf yang berguna untuk bikin roti saja yang berkembang!!? (Hal. 14)

Selanjutnya bagian 86 “Pertanyaan” adalah perbincangan Kuroyan, Sofie, dan Pharaoh. Sebagai pihak berwajib, ia berusaha mencari tahu tentang (calon) tersangka segala tragedi di Monaco Cup yaitu Yuichi Kirisaki. Alih-alih Sofie menyembunyikan informasi, ia justru sangat antusias membantu Pharaoh.

Walaupun sepertinya kalian sudah putus hubungan, anda tetap putrinya. (Hal. 30)

Pada bagian 87 “Tradisi Keluarga Kerajaan”, ada sebuah keuntungan pada pertandingan kali ini. Semua peserta diperbolehkan mengambil bahan apapun yang diperlukan di kerajaan Monako. Disana telah disediakan berbagai bahan unggulan dari seluruh dunia. Namun ternyata, ketika Azuma cs inginj mengambil bahan, sang Raja tidak serta merta mengabulkan permintaan mereka. Beliau memberi pertanyaan yaitu:

Saat berhasil bikin roti yang kelihatannya sangat lezat… Pada siapa kalian akan memberikan rotinya untuk dicicipi pertama kali?! (Hal. 46)

Sementara itu, pada bagian 88 “Kekuatan Gran” adalah saat menjelang turnamen. Azuma yang awalnya percaya diri dengan Japan 51, menjadi ragu karena tidak berhasil membuatnya lebih baik lagi. Tidak disangka, Suwabara memberikan sebuah nasihat penting sehingga membuat semangat Azuma kembali berkobar. Sedangkan Kawachi? Oh siapa dia? Apa fungsinya? Zzzz.

Sebagai juru roti, kau harus senantiasa berdiri di pihak penikmat rotimu dan terus berusaha membuat roti… (Hal. 65)

Selanjutnya pertandingan dimulai!! Tim Jepang melawan tim Perancis dikisahkan pada bagian 89 “Di Balik Mantel” ini. Metode pertandingan kali ini adalah adu roti terbaik yang bisa dihasilkan tiap tim. Setiap tim bisa membuat maksimal tiga roti. Roti yang terbaik akan otomatis meloloskan pembuatnya. Tidak disangka, Gran Kayser sungguh menakjubkan penampilannya.

Si sulung menyangga kedua saudaranya dengan lengannya saja!? (Hal. 87)

Sayangnya, Azuma datang terlambat karena pagi-pagi dia harus ke istana kerajaan untuk meminta bahan yang kurang. Padahal waktu minimal membuat roti sudah berlalu. Jadi bisa dikatakan jika Azuma tidak hadir, maka hanya roti Suwabara dan Kawachi saja yang bisa dinilai. Kisah ini ada pada bagian 90 “Antiangin”. Kawachi dengan segala kepanikannya sungguh menjengkelkan, by the way.

Cowok bandana boleh juga… Tapi, aku tak mengerti, beraninya kau mengejekku begitu rupa… (Hal. 111)

Cerita masih berlanjut pada bagian 91 “Saat Menggambar Naskah Ini, Hanshin Belum Dipastikan Menang” ketika tim Perancis hanya membuat satu roti saja. Bisa dikatakan karena sangat percaya dengan kemampuan Gran, mereka hanya membuat satu macam saja. Tidak heran segala bahan dasar rotinya sungguh memukau. Mulai dari tepung mutiara, blueberry, dan ekstrak bunga hortensia.

Bahkan tim Kayser hanya mengandalkan roti Gran… Mereka tak berpikir bakal kalah dari kami!!? (Hal. 133)

Saat segala daya upaya terasa sia-sia, tak disangka Azuma muncul dari bangku penonton. Tentu saja dia membawa roti hasil kreasinya yang menakjubkan. Beruntung dia datang sebelum waktu pertandingan habis. Sehingga pada bagian 92 “Kenapa “Gundul” Bukan Kata Diskriminatif” ini Pierrot bisa mencicipi rotinya. Namun naas, Pierrot enggan mencicipu karena tidak percaya roti tersebut adalah murni buatan Azuma dan dibuat dalam waktu 150 menit.

Bentuk roti ini tak menimbulkan selera makan, tapi baunya membuat perutku keroncongan… (Hal. 153)

Tetapi untunglah, pada bagian 93 “Dibaca Dari Bawah Juga ‘Amay X Amay’“ muncul Raja Monako yang mengatakan keterlambatan Azuma adalah kesalahannya. Oleh karena itu, Pierrot harus sudi mencicipi roti Azuma karena pembuatannya juga di hadapan sang Raja sendiri. Melihat kenyataan itu, Pierrot mau tidak mau mencicipi roti Azuma. Bagaimana reaksinya?

Roti buatanmu memang enak… Tapi, sayang… (Hal. 164)

Udah lah ya saya nggak mau membocorkan hasil pertandingan karena sudah pasti bisa ditebak. Kemudian lanjut pada bagian 94 “Yang Ditiru” dengan cerita santai ketika Kawachi, Azuma, Suwabara, Kuroyanagi, dan Sofie ngopi-ngopi cantik di sebuah kafe. Semua penasaran dengan roti Azuma yang tampak tidak menarik itu. Rahasianya apa ya?

Kita menang berkat kenaifan seseorang yang percaya pada lelucon kakek pikun yang tak bisa membedakan manusia dan singa. (Hal. 179)

Akhirnyaaa rasa ketidaksukaan saya dengan tim Perancis berakhir sudah. Saya tahu sih cepat atau lambat mereka pasti kena batunya. Dan saya rasa Azuma sukses memberikan “hadiah” itu kepada mereka. Tidak seperti jilid sebelumnya, jilid ini full setting-nya ada di Monaco Cup. Karena semuanya di Monaco, saya jadi merindukan Tsukino dan Shigeru.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Hashiguchi-san membuat ketegangan pertandingan ini dengan rapat. Sayangnya, saya masih merasa terlalu banyak kebetulan. Misalnya saja saat Azuma terlambat, ternyata gara-gara terjebak macet sama Raja Monako. Trus dia masih bisa bikin roti gitu di dalam mobil. Really?

Lambat laun saya jadi bingung ini komik cerita fiksi berdasarkan kenyataan atau murni rekayasa. Soalnya segala hal ajaib itu saya yakin murni hanya akal-akalan Hashiguchi-san. Tapi saya sempat baca kalau segala tehnik pembuatan roti di komik ini berdasarkan info seorang Konsultan Bakeri bernama Uchimura Kouichi. So, pasti fakta dong ya kan.

Oh iya satu lagi, jujur saya nggak pernah baca judul tiap chapter. Soalnya kadang judulnya nggak nyambung dengan isi ceritanya. Jadi saya terobos aja gitu langsung ke ceritanya hahahaha. Tapi ya sudah lah ya, yang penting dinikmati saja. Sejauh ini sih masih belum kerasa bosan dengan atmosfer Monaco Cup. Moga aja jilid selanjutnya lebih menegangkan lagi. Kan udah babak 4 besar. Hehehehe.

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 10)

coveryakitate10

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 10)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Annisa Laila Khaled

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792751277

cooltext1660180343

Bersama teman-temannya, Kazuma Azuma, pemuda yang mengejar kesempurnaan Japan atau roti kebanggan Jepang, terkurung dalam gua! Apa yang sebenarnya terjadi?! Plus kali ini, cerita tambahan ‘Lord of The (Yu) Biwa’! Simak petualangan Azuma dkk di dunia fantasi yang berbeda dari biasanya!

cooltext1660176395

Petualangan Azuma membuat roti berlanjut lagi nih. Sekadar catatan edisi sembilan kemarin nih, setelah lolos dari babak delapan besar, Azua terjebak di pulau terpencil untuk membuat roti manis. Setelah perjuangan yang sangat berat, akhirnya tim Jepang sukses membuat roti manis. Namun, pada bagian 78 “Wajah Asli Pierrot” diceritakan nasib tim Jepang selanjutnya.

Yang anehnya lagi, di antara 4 negara yang lolos, tidak ada satu pun yang menentang pertandingan ulang ini. (Hal. 15)

Ya benar sekali. Kabar buruk menerpa tim Jepang. Meskipun mereka berhasil membuat roti manis, pertandingan sebelumnya dianggap tidak sah dan akan diadakan pertandinga ulang. Tentu saja Kawachi mencak-mencak. Bahkan Pierrot sebagai juri juga sangat kecewa dengan keputusan Ketua Komite. Mau tidak mau semua tim harus menerima dan akan berangkat esok pagi menuju lokasi pertandingan baru. Kisah ini disuguhkan di bagian 79 “Pengetahuan Umum Pierrot”.

Om instruktur, sepertinya di bawah tidak ada sungai… Malah ada lubang besar sekali… (Hal. 32)

Lagi-lagi pada bagian 80 “Nathalie ~ ♪” ini tim Jepang mendapat perlakuan tidak adil dari Ketua Panitia. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Pierrot juga turut terdampar di sebuah  gua gelap gulita bernama Huautla di Meksiko. Lebih buruknya lagi, Pierrot tidak tahu bagaimana cara keluar dari gua tersebut. Sesaat kemudian, mereka menemukan air terjun Iglesia yang bermuara di sungai. Ditengah rasa kalut tim Jepang, Pierrot berujar bahwa ia bisa menyelam sejauh 2-3 kilometer dalam sekali napas. Tak pelak ini bagaikan angin segar bagi Azuma cs.

Itu karena peraturan pertandingan di sungai kali ini beda dengan di pulau tak berpenghuni yang mengharuskan bertanding sambil bertahan hidup. (Hal. 46)

Selanjutnya pada bagian 81 “Pierrot Salah Perhitungan” dikisahkan sebuah rahasia besar Pierrot. Sambil menunggu roti enak sebagai dalih tenaga berenang Pierrot, ia terus memutar otak bagaimana cara menghindari kata-kata yang telah ia lontarkan sebelumnya. Gengsi yang inggi dan tidak mau mengecewakan tim Jepang membuat Pierrot tidak kuasa berkata sejujurnya.

Maaf, ya, wakil Jepang… Tadi aku bilang begitu untuk membangkitkan semangat kalian… (Hal. 61)

Akhirnya pada bagian 82 “Bedanya Bodoh dan Jenius Itu” Pierrot berhasil memikirkan sebuah jalan keluar untuk mengulur waktu. Ia telah mepersiapkan sebuah respon yang sulit untuk dipecahkan sehingga Azuma dkk kebingungan memecahkan apa maksud setelah mencicipi roti buatan mereka. Sayangnya, semua pemikiran njelimet Pierrot berhasil dipecahkan Azuma dalam satu halaman saja *buahahahahak*

Sampai mereka berhasil menjawabnya, aku bisa dengan tenang memikirkan jalan keluar lainnya. (Hal. 83)

Pierrot yang telah kecewa karena tebakan jitu Azuma mau tidak mau harus menyelam sungai yang telah ditemukan tadi. Tiba-tiba, sang wakil Mesir yang berpakaian aneh, bernama Pharaoh datang menyelamatkan mereka semua. Kisah ini disughkan pada bagian 83 “’Itu’ yang Dibuat di Pantai”. Membaca penuturan Pharaoh ini sebenarnya amat sangat tidak masuk akal. Tapi yang bisa saya lakukan hanya mengikuti alur saja deh hehehe.

Dengan kekuatan ajaib piramida Mesir, aku melacak keberadaan kalian di Meksiko dan untunglah aku berhasil menggali lubang dari pulau tak berpenghuni sampai ke gua ini. (Hal. 107)

Sementara itu, Eurlick Lame, sang Ketua Komite Penyelenggara Monaco Cup ditemukan bunuh diri. Tak pelak hal ini membuat geger lokasi pertandingan Monaco Cup. Akibatnya, sang Raja Monako bernama Leonheart XIV harus turun tangan dan bertanggung jawab pada pertandingan ini. pada bagian 84 “Raja Monako” ini digambarkan rupa dari sang raja yang sangat ehm…unik.

Mulai sekarang, saya akan memimpin langsung pertandingan dan tidak akan membiarkan adanya kejahatan yang bisa menguntungkan atau merugikan pihak tertentu. (Hal. 130)

Seperti yang sudah tertulis pada blurb, bab terakhir jilid ini adalah kisah spin off yang berbeda dari biasanya. Judul bagian ini adalah Yakitate!! Japan Side Story: Lord of The (Yu) Biwa (seems like TLOTR, eh?). Jadi pada kisah ini diceritakan Azuzu si pembuat roti menemukan buah biwa mencurigakan yang tidak mau lepas dari tangannya.

Di dalam mimpi… Biwa itu akan menggoda tuannya dengan berbagai cara dan menyeretnya ke dalam kegelapan. (Hal 145)

Ia kemudian meminta bantuan pada Watchi. Karena Watchi tidak bisa membantu, akhirnya bantuan diberikan oleh Princess Moon. Katanya, biwa tersebut harus dibuang di Hari Pembuangan Sampah Organik. Lokasi yang tepat adalah di Istana Kegelapan, tempat tinggal ratu kejahatan, Snowzer. Akhirnya Azuzu berangkat ditemani Meistrof, Ken, Kain, dan Clowny. Lantas bagaimana kelanjutannya?

Jilid ini secara umum isinya hampir sama dengan jilid sebelumnya. Masih ada konspirasi, ada tektik curang, dan nasib merugikan yang dialami tim Jepang. Namun berbagai masalah itu bisa diselesaikan dengan baik oleh Azuma. Saya sudah mulai agak jenuh dengan Azuma. Meskipun ia tooh utama, tapi porsinya terlalu banyak. Padahal Kawachi dan Suwabara juga ikut bertanding. Namun mereka berdua hanya bagaikan tempelan saja.

Selain itu, kematian Eurlick Lame sangat-sangat mendadak. Baru juga muncul sekilas di dua jilid, udah mati aja dia. Saya sih pengennya tindakan liciknya masih bisa dikembangkan lagi. Tetapi mungkin Hashiguchi-san ingin segera mengakhiri hidup ketua komite ini. saya jadi penasaran siapa yang akan membantu tindakan curang pemilik St. Pierre selanjutnya.

Bab tambahan tentang biwa itu saya rasa sangat menarik. Intinya sih semua tokohnya sama aja. Bahkan sifat dan kepribadiannya juga sama. Hanya namanya jadi berubah. Rasanya sangat mengasyikkan saat membaca cerita berbeda dari tokoh yang sama. Saya sih ingin special story ini bisa dimunculkan beberapa kali di jilid selanjutnya agar tidak bosan.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 9)

coveryakitate9

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 9)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Annisa Laila Khaled

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792747430

cooltext1660180343

Ada roti khas Inggris, Jerman, dan Perancis, tapi tak ada roti khas Jepang! Karenanya, Kazuma Azuma akan menciptakannya!! Tema berikutnya pertandingan adu cepat membuat roti! Dengan Japan andalan, dia akan mengalahkan musuh-musuh kuatnya!

cooltext1660176395

Halo-halo pembaca setia Rico Bokrecension (idih pede bener kayak ada yang baca aja). Setelah beberapa saat vakum update blog karena teserang rasa malas yang amat sangat, kali ini saya akan mulai membuat review lagi. Melanjutkan komik Yakitate!! Japan yang kemarin, kali ini sudah ada di jilid sembilan. Kalau ada yang lupa, silakan cari di postingan yang lalu-lalu yah.

Komik ini dibuga pada bagian 70 “Pintu Takdir” sebelum pertandingan Monaco Cup dilanjutkan. Ternyata tema babak tersebut adalah membuat roti secepat mungkin. Yang jadi masalah adalah, Pierrot, sang juri, tidak menghendaki peserta membuat roti tanpa fermentasi. Padahal roti fermentasi perlu cukup waktu alias nggak bisa cepet-cepet dikerjakan.

Kalian menyedihkan sekali! Dasar wakil Jepang!! Monaco Cup itu kompetisi level internasional! (Hal. 12)

Selanjutnya pada bagian 71 “Captain Cook” mengisahkan pertandingan itu sudah mulai berlangsung dari sekian banyak peserta, hanya akan diambil delapan tim paling cepat dala membuat roti yang tentu saja, harus enak. Salah satu tim yang sudah berhasil dan lolos melaju pada babak delapan besar adalah wakil dari Amerika.

Kami memasang dragon hook pada mixer kuat yang punya tenaga kuda berkali-kali lipat dari mixer biasa! (Hal. 28)

Azuma yang tiba-tiba menghilang meninggalkan Kawachi dan Suwabara, tentu saja menjadi kepanikan tersendiri. Pada bagian 72 “Hargai Elektronik, Ya” Kawachi yang sangat berisik begitu kebingungan saat peserta yang lolos sudah mencapai tujuh tim. Artinya, hanya satu tempat yang terisi. Kalau Jepang tidak cepat, maka Kawachi dkk akan pulang dengan tangan hampa. Untunglah, Azuma berhasil membuat roti tersebut tepat waktu dan segera diserahkan kepada Pierrot. Sayangnya, Pierrot memiliki penilaian mengejutkan atas roti Azuma.

Kupikir, penilaian Pierrot memang aneh. Jadi, aku hanya melakukan yang seharusnya, kok. (Hal. 62)

Selanjutnya pada bagian 73 “Bob, Sang Wakil Perancis, Ternyata Takut Naik Kendaraan” menceritakan mengenai babak delapan besar. Disini sudah mulai terlihat gelagat mencurigakan yang dilakukan oleh pemilik St. Pierre karena mencoba menggganggu jalannya pertandingan. Tidak tanggung-tanggung, Eurlick Lame, sang Ketua Komite Penyelenggara Monaco Cup tidak bisa berkutik dan mengikuti perintahnya.

Kalian akan tinggal di pulau tak berpenghuni itu selama 1 minggu dan kalian harus mencari makanan sendiri. (Hal. 87)

Tidak bisa dipungkiri bahwa lokasi pertandingan di pulau tersebut sangat merugikan tim Jepang. Selain lokasi yang tidak strategis, bencana air laut juga sudah menyulitkan mereka. Alhasil, Azuma terseret ombak dan masuk ke pusaran air. Melihat kenyataan itu, Kawachi menyalahkan Suwabara yang tidak menyelamatkan Azuma. Namun, benarkan Azuma sudah meninggal? Kisah ini dijabarkan pada bagian 74 “Juru Roti Sejati”.

Bagaimana kalau mereka mati? Ini bukan saatnya meributkan soal eliminasi, ‘kan?! (Hal. 104)

Di tempat lain, Kuroyanagi dan Sofie merasa penempatan Jepang pada bagian tidak menguntungkan di pulau tak berpenghuni sungguh aneh. Namun mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi. Sementara itu, pada bagian 75 “Utusan Keadilan” diceritakan Kawachi dan Suwabara berjumpa dengan ti Mesir. Tak disangka, mereka telah menyelamatkan Azuma dari kematian. Sebenarnya, siapakah tim dari Mesir itu?

Mungkin ada konspirasi besar di balik ujian di pulau tak berpenghuni ini… (Hal. 125)

Pada bagian 76 “Manusia Segitiga” menceritakan perkembangan pertandingan ini. oh iya, tema pada babak ini adalah adu cepat membuat roti manis. Yang menjadi masalah adalah setiap tim hanya dibekali sekarung tepung. Oleh karena itu lokasi tim Jepang yang jauh dari buah-buahan tentu sangat merugikan. Belum sempat berpaling, bagian pulau yang penuh buah-buahan tiba-tiba terbakar habis.

Kalian juga berjuang agar jangan sampai kalah, karena konspirasi mereka. (Hal. 142)

Tentu komik ini tidak akan seru kalau Azuma tidak memiliki ide apapun. Jadi bisa ditebak lah ya, Azuma dkk bisa membuat roti manis tanpa bantuan buah-buahan. Lantas pakai apa dong? Percaya atau tidak, Azuma menggunakan ubi dan getah pohon kelapa. Wow saya juga baru tahu getah kelapa itu manis. Hal ini dijelaskan pada bagian terakhir yaitu bagian 77 “Tekanlah”.

Belajar dari pengalaman, dong! Setiap kali selalu saja mengejutkan orang!! (Hal. 164)

Sebanarnya membaca komik ini dilematis. Di satu sisi, saya bisa menebak akhir cerita seri komik ini seperti apa. Tapi di sisi lain, hal-hal ajaib yang dibuat oleh Azuma sangat sayang untuk dilewatkan. Jadi mau tidak mau saya harus tekun membaca lembar demi lembar padahal saya sudah tau pasti bagaimana akhir ceritanya.

Sejauh ini, Hashiguchi-san berhasil menciptakan tokoh antagonis yang mumpuni. Saya benar-benar dibikin geregetan dengan tim Perancis. Apalagi pemilik St. Pierre itu. Sejauh ini sih tokoh antagonis ini benar-benar digambarkan hitam pekat alias tidak ada baik-baiknya sama sekali. Berpotensi akan membuat saya bosan sih, tapi saya masih bisa menikmatinya.

Oh iya ada satu lagi yang agak-agak aneh. Alasan Pierrot yang memiliki kemampuan dan bakat “istimewa” sebagai badut kelas dunia sebenarnya menarik. Tapi sumpah ya itu alasannya luebuay buanget. Andaikan Pierrot ada di depan saya dan menjelaskan alasan ia bisa memiliki kemampuan itu, akan saya jawab “Oh gitu? Emang penting?” buahahahahak.

Anyway, segini saja deh komentar saya tentang jilid sembilan. Nantikan review saya pada jilid sepuluh ya. Psst, penerjemah jilid ini sudah ganti lagi lho. Entahlah apa alasannya. Namun sejauh ini terjemahannya bisa diikuti meskipun agak-agak kaku. Jadi mari nantikan resensi saya untuk jilid sepuluh nanti.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 8)

coveryakitate8

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 8)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Aryabhima A. Rahman

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190 halaman

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792743777

cooltext1660180343

Ada roti khas Inggris, Jerman, dan Perancis, tapi tak ada roti khas Jepang! Karenanya, Kazuma Azuma akan menciptakannya!! Azuma, selamatkan Pantasia dari rencana jahat si licik Yukino Azusagawa dengan menjuarai Monaco Cup! Tunjukkan kehebatan Japan!

cooltext1660176395

Monaco Cup sudah dimulai. Awal yang greget sudah menarik perhatian dibandingkan Kompetisi Pegawai Baru yang lalu. Terang saja, karena peserta pertandingan ini adalah para perwakilan dari 135 negara di dunia. Bagian 60 “Padahal Kita Tidak Terlambat” adalah awal pertandingan yang dibuka dengan eksibisi yaitu pameran roti dari tiap peserta. Lagi-lagi Jepang melakukan hal “aneh” disini.

Monaco Cup disiarkan langsung lewat internet, sehingga para penjudi di seluruh dunia bisa menontonnya! (Hal. 9)

Bagian 61 “Rolet Bahan Makanan” adalah babak pertama pertandingan. Setiap peserta melakukan permainan rolet (putaran pakai bola kecil) untuk menentukan bahan-bahan yang boleh digunakan saat membuat roti. Selain bahan yang diperoleh, tidak bisa digunakan. Tiap tim ada tiga kali kesempatan memilih bahan. Jepang ternyata mendapat bahan yang sangat err…banyak.

Bagaimanapun juga mereka adalah anak buah Kirisaki! Tak mungkin dia mengirim para pecundang dua tahun berturut-turut. (Hal. 25)

Bagian 62 “Level Dunia” sudah masuk tahap pembuatan. Bahan-bahan yang tidak menguntungkan mau tidak mau harus dibuat menjadi roti yang memukau. Ketika Kawachi dan Suwabara kebingungan, ternyata Azuma memiliki ide cemerlang dengan membuat JaPan 21.

Memang kondisi mereka sangat tak menguntungkan, tapi kelihatannya Azuma sudah memikirkan sesuatu… (Hal. 45)

Bagian 63 “Barang Ketinggalan” adalah saat-saat pencicipan untuk menentukan 16 tim dengan nilai tertinggi sehingga bisa masuk ke babak berikutnya. Pada Monaco Cup putaran kedua ini, dibagi menjadi dua sesi dengan masing-masing sesi bisa memperoleh nilai maksimal 5 poin. Sayangnya, Azuma cs mendapat hambatan.

Bagaimana reaksi lelaki level dunia yang menguasai 135 bahasa dan mampu memperbanyak diri ini!? (Hal. 62)

Setelah usai sesi yang pertama, sesi kedua Monaco Cup dimulai pada bagian 64 “Slot Bahan Makanan”. Berbeda dengan sesi pertama, pemilihan (atau pengundian) bahan makanan tiap tim dengan menggunakan slot (mesin jackpot) yang mengeluarkan koin. Koin inilah yang menjadi bahan karena setiap koin tertulis nama bahan yang harus digunakan.

Aku harus mengalahkan sebanyak mungkin para juara dunia disini!! (Hal. 86)

Bagian 65 “Roti Baru Suwabara” menunjukkan betapa ambisiusnya Suwabara untuk menang. Karena pada sesi pertama ia hanya “bantu-bantu” Azuma membuat roti, pada sesi ini ia yang akan membuat sendiri tanpa bantuan Azuma atau Kawachi. Padahal dengan bahan yang banyak, sulit bagi Suwabara membuatnya sendirian.

Kenapa kau tidak memberi tahu kami, kalau tahun lalu ada aturan seperti ini juga?! (Hal. 101)

Bagian 66 “Kalau Menghancurkan Apelnya, Gusinya…!?” adalah saat-saat pembuatan roti. Secara kebetulan, meja tim Jepang bersebelahan dengan meja tim Perancis. Bisa ditebak lah ya, Suwabara yang emosinya meledak-ledak meladeni ocehan tim Perancis alias Edward Kayser yang sangat meremehkan. Apalagi bahan tim Perancis yang tidak “sebanyak” Jepang juga menjadi hal menguntungkan.

Apa kita akan mendapat 4 angka atau 5 angka… Semuanya tergantung pada bagian nama Kai (kai) itu… (Hal. 121)

Bagian 67 “Pierrot Talk” adalah saat-saat penjurian oleh Pierrot. Tak disangka, roti kouglof au miel milik tim Perancis mendapatkan 5 poin. Padahal Pierrot sama sekali tidak mencicipinya. Ternyata eh ternyata, roti itu adalah roti yang sama yang dibuat tim Perancis pada final Monaco Cup tahun lalu. Sedangkan pain d’epices kai milik tim Jepang harus menunggu untuk dicicipi.

Sulit untuk tahu apa-apa saja yang terkandung dalam pain d’epices ini… (Hal. 137)

Bagian 68 “Nama Pasaran Ada Stempelnya” adalah pasca pengumuman 16 peserta yang lolos. Ditengah hiruk pikuk, tim Perancis dengan kostum aneh itu menghampiri tim Jepang untuk sekedar basa-basi. Kawachi sungguh emosi dengan tim itu sehingga menanggapi dengan acuh tak acuh. Sedangkan Suwabara bersikap lembut kepada mereka.

Untuk berikutnya lakukan dengan jujur. Sehingga paling tidak, kita bisa benar-benar bertanding. (Hal. 157)

Bagian 69 “Kinoshita dan Sirkus” bersetting di Pantasia Cabang Tokyo Selatan. Setelah tiba-tiba St. Pierre memberlakukan diskon 70% untuk setiap produk buatannya, hal ini membuat Tsukino and the gank kelabakan. Pasalnya, mereka tak memiliki modal lagi untuk menyaingi apa yang dilakukan oleh St. Pierre. Tetapi ternyata Manajer memiliki pemikiran lain untuk menanggulanginya.

Demo satu orang yang mampu melakukan banyak pekerjaan sekaligus kayak gini cuma ada di bakeri kita. (Hal. 176)

Tidak bisa dipungkiri, babak pembukaan Monaco Cup membuat saya excited. Selain ada Pierrot sang juri (yang bahkan lebih absurd dan gahar dibandingkan Kuroyanagi), saya yakin pasti muncul berbagai macam roti menakjubkan. Berbeda dengan Kompetisi Pegawai Baru, roti-roti ini berasal dari seluruh dunia. Jadi tentu saja semakin menarik.

Ada yang sedikit menarik perhatian saya saat baca jilid ini. Pada bagian awal, saat eksibisi, Shigeru melihat daftar peringkat 135 negara peserta Monaco Cup. Peringkat ini berdasarkan banyaknya petaruh yang memegang jagoannya. And guess what, Jepang berada di urutan bawah. Bukan itu yang bikin saya mesem. Tapi negara dengan peringkat tepat diatas Jepang. Bisa nebak? Ya benar, Indonesia!

Saya nggak tahu sih ini akal-akalan penerjemah (btw, ada yang ngeh kalau penerjemah komik ini dilakukan oleh tiga orang yang berbeda sejak jilid pertama?) atau memang aslinya begitu. Tetapi yang pasti, sangat unik sekaligus menggembirakan ada nama Indonesia di komik buatan Jepang. Memang sih konteksnya adalah negara di dunia, tapi kenapa harus Indonesia yang dituliskan? Kan ada 134 negara lain sebagai peserta. Meskipun hanya tulisan dan tidak berarti apa-apa dalam cerita, saya mengapresiasi Hashiguchi-san yang memasukkan Indonesia (kalau beneran itu dari komikusnya).

Oh iya, tokoh Pierrot Bolnez yang berprofesi sebagai badut dunia cukup menarik buat saya. Bukannya badut itu hanya untuk lelucon dan lucu-lucuan ya? Tetapi Pierrot membuktikan bahwa badut tak hanya orang lucu, tapi juga pintar dengan segala trik sulap dan kemampuan menguasai 138 bahasa. Penasaran sih bagaimana reaksi yang akan dia buat setelah makan roti. Apakah selebay Kuroyanagi? Tunggu saja review saya jilid kesembilan nanti!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 7)

coveryakitate7

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 7)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 182 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792740455

cooltext1660180343

Tak disangka, Shigeru memilih bergabung dengan Azuma, dkk di Pantasia Cabang Tokyo Selatan demi membalas dendam pada Yukino. Langkah pertamanya memenangkan 10 miliar melalui Monaco Cup!

cooltext1660176395

Pertandingan perebutan juara ketiga dalam Kompetisi Pegawai Baru Pantasia ke-39 dimulai! Bagian 51 “Louis Louis” adalah saat yang menegangkan. Kawachi dengan rambut kribonya percaya diri menghadapi Suwabara si pemakai bandana. Tak disangka, mereka berdua sama-sama membuat roti Perancis! Ternyata kedua roti juga ada keunggulannya.

Jangan mengajakku bicara. Konsentrasilah pada pangganganmu sendiri. (Hal. 11)

Bagian 52 “Kid!” adalah saat-saat penjurian. Sebelumnya, baik roti buatan Kawachi ataupun Suwabara memiliki hal menakjubkan masing-masing. Tak pelak hal ini membuat sulit sang juri, Kuroyanagi. Meskipun begitu, keputusan sudah bulat. Di sisi lain, para pegawai bakeri Pantasia cabang Tokyo selatan sangat ilfil dengan perilaku Kawachi (plus gara-gara rambut kribonya).

Cita-citaku bukan bekerja di bakeri pusat. Tapi, membuat Ja-Pan!! (Hal. 28)

Tiba saatnya penyerahan hadiah pada bagian 53 “‘Apa!?’ Di Situasi Begini”. Azuma juara satu, Shigeru juara dua, dan tebak siapa juara ketiganya? Ternyata…Kawachi dan Suwabara. Ditengah-tengah penyerahan hadiah, Kawachi yang sudah mantap akhirnya pindah ke Pantasia pusat. Tak disangka, Shigeru memberikan sesuatu kepada Kawachi.

Aku ‘kan sudah pernah belajar di Perancis 2 tahun. Lagipula aku nggak begitu suka Perancis. (Hal. 45)

Kepindahan Shigeru ke bakeri milik Tsukino ternyata amat mengejutkan.  Bagian 54 “Laki-Laki 10 Miliar” menguak sebuah rahasia alasan mengapa Shigeru bertindak sejauh itu dengan meninggalkan bakeri milik Yukino. Saya pribadi menilai alasannya agak lebay dan terlalu ambisius sih. Tapi yah suka-sukanya sang mangaka lah ya mau buat cerita seperti apa hehehheh.

Pengambil alihan Pantasia oleh St. Pierre dan Yukino Azusagawa tinggal masalah waktu!! (Hal. 59)

Bagian 55 “Badut” adalah alasan lebih rinci mengenai strategi yang ingin diterapkan Shigeru untuk melawan Yukino. Sadar diri bahwa ia sudah tak punya apa-apa, ia berniat memberikan tampuk kedaulatan di balik bakat Azuma. Itulah sebabnya yang berangkat ke Perancis untuk belajar membuat roti adalah Azuma, Suwabara, dan Kawachi.

Apa maksudmu ingin membuat Azuma mandapatkan 10 miliar!? (Hal. 92)

Bagian 56 “Take Home” adalah detik-detik terakhir sebelum keberangkatan mereka ke Perancis. Shigeru juga meminta bantuan kepada seluruh pegawai Pantasia cabang Tokyo selatan untuk membantu. Tak disangka, hasil yang didapatkan cukup besar. Meskipun masih jauh dari sasaran, namun Shigeru yakin bahwa pasti ada jalan lain untuk menggapainya.

Saat ini sudah terkumpul 51 juta 700 ribu yen… Butuh lebih dari 194 kali lipat untuk mencapai 10 miliar… (Hal. 110)

Bagian 57 “Kau Siapa?” adalah bagian yang sudah bersetting di Paris. Disana, Kawachi, Azuma, Suwabara, dan Kuroyanagi bertemu dengan adik Meister Kirisaki. Gadis itu bernama Sofie Balzac Kirisaki. Ia adalah staf Bakeri Golden Blue di Paris. Sempat terjadi tragedi yang melibatkan Kawachi, Sofie, dan Kuu (burung merak milik Meister yang tak sengaja terbawa ke Paris).

Paris tidak seperti Tokyo. Tidak aman. Kau harus berusaha lebih keras. (Hal. 128)

Bagian 58 “Lentur” menjelaskan alasan mengapa bakeri Sofie sepi pengunjung. Padahal roti yang dijual juga tidak terlalu buruk. Tak disangka, alasan yang sama dengan Pantasia Cabang Tokyo Selatan juga dialami bakeri ini. Gara-gara Bakeri Maison Kayser yang lebih megah dan terkenal berdiri di hadapan Bakeri Golden Blue *krik krik*.

Dengan mengetahui kekuatan lawan, bisa saja rasa percaya diri kalian malah hilang… (Hal. 145)

Bagian 59 “Isi Kotaknya?” adalah bagian penutup jilid ini. Dikisahkan Kawachi and the gank (males nulis semua euy!) “bertamu” ke bakeri Kayser untuk bertemu dengan sang wakil Perancis. Mereka bertemu dengan tiga “bersaudara” bernama Grand Kayser, Bob Kayser, dan Edward Kayser. Ternyata mereka memiliki bakat istimewa bernama taktik ‘tangan dewi’ yang bisa membuat adonan empuk sekaligus kenyal.

Daripada sendirian membuat roti yang tidak laku, lebih baik menemani kalian… (Hal. 162)

Jujur, saya masih belum bisa move on dengan Kompetisi Pegawai Baru. Karena selain bermunculan roti yang (kelihatannya) lezat, aura ketegangan juga terasa. Apalagi dengan hadirnya Yukino, wuuuh tambah sebel diri ini kepadanya. Seperti yang sudah saya singgung di review sebelumnya, saya kurang sreg dengan drama kehidupan di tengah-tengah kompetisi.

Namun di jilid ketujuh ini, saya tidak ada pilihan lain selain menikmati kisah hidup Azuma cs pasca pertandingan. Bisa menikmati sih, cuman porsi roti-rotinya jadi sedikit dan kurang greget. But anyway, semua itu terobati dengan Sofie yang cantik banget (bahkan Tsukino aja kalah!) heheheh. Penasaran juga sih apa yang akan terjadi di Monaco Cup nanti. Sepertinya jilid delapan akan menjawab rasa penasaran saya. So, tunggu yak!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 6)

coveryakitate6

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 6)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 186 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792736243

cooltext1660180343

Babak final Kompetisi Pegawai Baru. Azuma vs Shigeru! Sama-sama jenius dan pemilik tangan matahari! Kelenturan adonan dan sang juri super, Meister Kirisaki, yang akan menentukan pemenangnya!

cooltext1660176395

Heihoo ketemu lagi di resensi Yakitate!! Ja-Pan. Yang kamu baca sekarang sudah mencapai jilid keenam. Kalau penasaran dengan resensi jilid sebelumnya, silakan buka homepage yah. Di jilid enam ini ada sembilan bagian. Langsung saja ya. Bagian 42 “Kuroyanagi In Heaven” berkisah tentang Kuroyanagi yang meninggal dunia karena mencicipi roti buatan Azuma. Eh, bukan Kuroyan saja dink. Tapi Sensei Gembul juga ikut meninggal. Kenapa bisa begitu? Jangan-jangan ada racunnya.

Dasar licik! Kau berbuat begitu karena tidak mau kalah dariku, ‘kan!? (Hal. 14)

Bagian 43 “Santai?” adalah saat Kawachi yang sudah mulai menerima kekalahan, diingatkan oleh Meister Kirisaki tentang perebutan juara 3. Ternyata, juara 3 juga memiliki kesempatan untuk menjadi pegawai Pantasia pusat. Tentu saja Kawachi tertarik dengan fakta ini. Tetapi…

Pertandingan perebutan juara 3!! Aku…mana bisa menang melawan Suwabara!! (Hal. 39)

Bagian 44 “Padahal Papannya” adalah detik-detik saat bebak final Azuma melawan Shigeru dimulai. Azuma merasa khawatir dengan hal serupa yang dialami Kawachi akan ia alami esok hari. Tentu saja, Yukino yang jahat bagai mak lampir itu akan menghalalkan segala cara untuk menang. Tapi bukan Azuma namanya kalau akhirnya tidak percaya diri.

Kalau Shigeru punya ragi samudra, aku pun punya papan petalite!! (Hal. 52)

Bagian 45 “Yang Kental Itu, Ya” mengisahkan Kawachi yang pergi ke suatu tempat atas rekomendasi Manajer. Ia berujar bahwa disana adalah tempat hebat yang akan membuat Kawachi bisa memenangkan pertandingan perebutan juara ketiga. Tempat itu adalah Gereja St. Andrew. Orang yang harus ditemui Kawachi adalah Romo Andrew Graham. Sayangnya, Romo sudah meninggal dan disana hanya ada putrinya, Suster Maku Graham.

Tapi, kalau kau kalah dalam perebutan juara 3… Itu akan membuat Yukino, orang yang lebih jahat darimu, jadi gede kepala… (Hal. 73)

Kembali ke pertandingan final. Bagian 46 “Pertandingan Final Dimulai” menunjukkan betapa babak final dinantikan (hampir) semua orang. Penonton membludak dan membuat suasana memanas. Baik Azuma ataupun Shigeru mempersiapkan roti terbaik mereka. Meskipun Azuma mengalami kehilangan yang berarti, ia tidak gentar melawan Shigeru. Sedangkan Shigeru harus berusaha keras agar laboratorium dan data penelitiannya tidak dihancurkan Yukino.

Aku nggak akan memakainya di final ini. Ah, tepatnya… Tidak bisa. Soalnya sudah hilang. (Hal. 91)

Bagian 47 “Swan Lake” adalah saat-saat Shigeru dan Azuma membuat roti. Seperti yang bisa dibayangkan, Shigeru bisa membuat adonan sangat lentur hingga bisa melar sepanjang rentangan tangan. Ketika asyik memanggang roti, ia baru sadar bahwa Azuma juga sanggup memelarkan adonan! Hal ini tentu aneh karena ramuan Shigeru tidak ada yang tahu.

Adonan yang sudah dicuci dibiarkan begitu saja, lalu mulai membuat adonan baru lagi!! (Hal. 112)

Bagian 48 “Good!!” yaitu proses penjurian. Juri kali ini adalah Meister Kirisaki, bukannya Kuroyanagi. Ternyata ini adalah permintaan Kirisaki, bahwa General Manager akan menjadi juri saat babak final. Yang pertama dicicipi adalah roti buatan Shigeru, kemudian Azuma. Ternyata tak dinyana, reaksi yang didapatkan begitu mencengangkan kedua peserta.

Saya belum pernah makan pain aux restique seenak ini. (Hal. 128)

Bagian 49 “Teka-Teki Kribo” adalah saat ketika Kawachi sudah kembali ke area pertandingan setelah mengunjungi gereja. Dan tebak apa yang terjadi? Rambut Kawachi menjadi kribo. Yak benar! Persis seperti rambut sang Manajer. Apa yang sebenarnya terjadi tidak terlalu masalah hingga Suwabara memberikan sepatah kalimat untuk Kawachi.

Mustahil amatiran sepertimu bisa mengalahkanku! (Hal. 157)

Bagian 50 “Payah” adalah bagian terakhir sebelum pertandingan Kawachi dimulai. Sudah dapat diduga, akhirnya akan nggantung dan bersambung ke jilid berikutnya. Pokoknya, pertandingan Kawachi dan Suwabara tidak boleh dilewatkan begitu saja. Yah, meskipun hanya untuk juara 3 sih.

Model rambut yang menggelikan!! (Hal. 171)

Akhirnya laga puncak Kompetisi Pegawai Baru Pantasia berakhir sudah. Segala kekacauan dan keajaiban roti di babak sebelumnya akhirnya ditutup oleh Shigeru dan Azuma di babak final. Namun saya pribadi merasa roti di babak sebelumnya justru lebih wah dibandingkan roti babak final. Hanya bonus Meister Kirisaki dengan respon “unik” saja yang menjadi nilai plus. Sedangkan dari rotinya sendiri sih biasa saja.

Tetapi selain itu, saya menyukai jilid ini karena tidak terlalu banyak drama yang berlebihan. Saya sih sebenarnya suka mengikuti kehidupan pribadi masing-masing tokoh. Cuman kan ini lagi ada kompetisi. Mbok ya itu aja yang dijadikan fokus cerita, jangan kemana-mana seperti jilid sebelumnya.

Eh by the way, Shigeru itu cowok apa cewek ya? Fisik sih cewek, tapi agak nanggung sikapnya jadi cewek. Kalau jadi cowok malah terlalu lembut. Entahlah. Oh iya, babak perebutan juara 3 oleh Kawachi vs Suwabara yang akan disuguhkan jilid depan saya rasa juga (akan) tidak semenarik babak sebelumnya. Tapi entahlah, mari buktikan saja dulu. Siap-siap baca review saya yang jilid ketujuh yak!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 5)

coveryakitate5

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 5)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Julianti

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 186 halaman

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792732481

cooltext1660180343

Taktik kotor Yokino menyebabkan kekalahan Kawachi. Sekalipun sempat terpuruk karenanya, berkat dorongan Kawachi, Azuma bangkit dan bertekad mengalahkan Suwabara dengan Japan 44!!

cooltext1660176395

Kompetisi Pegawai Baru sudah memasuki putaran puncak. Bakat-bakat istimewa dan roti beraneka rupa juga mulai bermunculan. Bagian 33 “Wujud Sihir Sesungguhnya” bercerita tentang roti hewan buatan Azuma yang berwarna hijau. Yak benar, roti yang harusnya kecoklatan karena proses dioven, justru tetap hijau. Rahasianya apa?

Trik memanggang dengan suhu super rendah dalam waktu lama!!! (Hal. 5)

Bagian 34 “Dua Kesalahan” adalah proses penjurian oleh Sensei Gembul dan Kuroyanagi. Agak wasting panel aja sih sampai jadi dua bagian terpisah. Tapi memang saya akui bahwa penjurian juga sudah semakin ketat. Koala sebagai lawan Azuma juga tak bisa dipandang remeh dengan roti hewan miliknya.

Sesuai dengan angka hasil penilaian Sensei Gembul. Karena seri, pertandingannya diulang!! (Hal. 27)

Bagian 35 “Serangan Balasan Katsuwo” adalah cerita saat Kawachi dan Umino Katsuwo bertanding. Katsuwo yang berpostur pendek dan seperti anak kecil, ternyata sudah berusia 31 tahun dan memiliki istri. Saya turut paham tentang betapa genggeus-nya Katsuwo dan istrinya ini. Hih!

Manusia juga bisa dibilang salah satu bagian dari kelompok hewan. Idenya amat menarik! (Hal. 48)

Bagian 36 “Ziarah”, selepas pengumuman empat peserta yang maju pada babak semifinal, Manajer mengajak Azuma dan Kawachi ke taman pemakaman. Ternyata disana ada sebuah tragedi memilukan tentang mendiang ibunda Tsukino. Pantas saja setelah pengumuman, Tsukino langsung meninggalkan aula pertandingan.

Ah, aku cuma kasih sedikit semangat. Lagian dia bukan lawan yang sebanding denganku, kok… (Hal. 63)

Bagian 37 “Senior Kuroyanagi?” adalah bagian yang bukan tentang pertandingan. Hanya ngobrol-ngobrol tentang siapa lawan Kawachi selanjutnya. Ia adalah Kanmuri Shigeru, pegawai bakeri cabang Shinjuku pusat. Secara kebetulan, manajer bakeri tersebut adalah Azusagawa Yukino, kakak Tsukino. Dan ternyata lagi, Shigeru dan Kuroyanagi satu almamater. Too much coinsidence, euh.

Kuroyanagi baru berusia 22 tahun dan sudah menjadi eksekutif bakeri pusat. Apa kalian tahu gimana caranya melakukan itu!? (Hal. 78)

Bagian 38 adalah “Perangkap Yukino”. Seperti yang bisa diduga, Yukino yang berperangai jahat tanpa setitikpun kebaikan dalam jiwa sanubarinya *tsaah* menghalalkan segala cara agar Shigeru menang. Apakah kalian berpikir Yukino mencurangi pertandingan? Yak benar sekali. Sampai-sampai Kawachi dibuat tak berdaya sama sekali.

Tiga tahun setelah Kakak lulus… Akhirnya, aku sudah menyempurnakan ‘itu’. (Hal. 102)

Bagian 39 “Kenangan Akan Laut” berfokus pada hasil roti kreasi Shigeru yang dicicipi oleh Kuroyanagi dan Sensei Gembul. Disini terjadi sebuah keajaiban pada Sensei Gembul. Semua itu karena roti Shigeru yang ajaib dan tidak biasa. Tak pelak hal ini memukul hati Kawachi. Karena apa yang terjadi sungguh bukanlah hal yang diharapkannya.

Aku sudah memakai ragi samudra impianku untuk roti ini… (Hal. 117)

Bagian 40 “Cukup Buat Roti Enak” adalah saat sebelum Azuma bertanding. Ia yang sangat merasakan kesedihan Kawachi, tidak memiliki semangat untuk bertanding lagi menghadapi Suwabara. Simpatinya yang mendalam kepada rekan kerjanya sungguh tinggi. Bahkan Tsukino juga memperbolehkan Azuma mundur dari pertandingan jika ia merasa tidak kuat. Namun ternyata Kawachi memiliki pemikiran sendiri.

Shigeru… Kemampuannya diatas rata-rata!! (Hal. 137)

Bagian 41 “Maaf, Ya” adalah saat-saat pertandingan Azuma dan Suwabara. Ternyata selama ini, setelah kalah dari Azuma di ujian masuk Pantasia, Suwabara telah berlatih keras dan menemukan sebuah roti baru yang ia yakin akan mengalahkan roti buatan Azuma (meskipun agak lebay sih sebutannya). Apakah jenis roti itu?

Inilah croissant tehebat sepanjang sejarah!! Croissant 648 lapis super vapor action!!! (Hal. 164)

Bagian terakhir adalah “Bonus Spesial Takitate!! Gohan”. Seneng banget ada omake (bagian tambahan) tentang gohan ini. Rasanya sesuatu yang berbeda 180 derajat dibandingkan ceritanya Azuma. Cerita bagian ini mirip dengan chapter 2 Yakitate!! Ketika ujian masuk sebuah katering ternama, Tom datang terlambat sehingga poinnya dipotong lima poin oleh juri bernama Shiroyanagi Ryo. Disini Tom juga berkenalan dengan sesama peserta bernama Kishiwada. Tantangan pertama adalah membuat onigiri. Bagaimana akhir nasib Tom?

Ini kedai nasi! Kami tak akan mempekerjakan penyuka roti! (Hal. 173)

Semakin kesini, kompetisi juga semakin menegangkan. Peserta yang lolos juga bukan peserta yang tidak sanggup membuat roti. Entah kenapa, saya justru menanti kehadiran peserta baru dengan bakat menakjubkan membuat roti yang ajaib, alih-alih menanti Azuma membuat Ja-Pannya. Mungkin karena dia tokoh utama, saya udah terlanjur bosan duluan dengan tipikal Azuma.

Kemunculan Yukino sukses membuat saya membenci tokoh ini, bahkan lebih benci dibandingkan tokoh Mizuno. Tipikal peran antagonis di sinetron sih sebenarnya Yukino ini. Tapi Hashiguchi-san berhasil menggambarkan mimik muka dan perilaku jahatnya dengan sangat pas.

By the way, per jilid lima ini, saya kok jadi merasa sebel dengan Azuma ya. Sifatnya itu terlalu polos padahal kenyataannya dia jenius dalam membuat roti yang ajaib. Kesannya jadi pura-pura blo’on. Kalau ada di dunia nyata, saya yakin Azuma adalah orang yang tidak saya sukai hahahaha.

Oh iya, jangan lupakan dengan bonus spesial Takitate!! Gohan. Ketika membaca bagian ini, saya merasa membaca Yakitate!! namun dengan baju yang berbeda. Kesan barunya dapet, tapi nostalgia dengan chapter aslinya juga dapet. Lumayan jadi ice breaking sesaat dari tegangnya Kompetisi Pegawai Baru Pantasia. So, let’s wait my review of volume 6! Coming soon, I swear!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus