Rss

Ranma ½ (Jilid 10)

coverranma10

Judul: Ranma ½ (Jilid 10)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792098518

cooltext-blurb

Akane disandera dan akan dijadikan angsa!? Itulah rencana Musu, pria rabun yang muncul untuk merebut Shan Pu yang dicintainya. Dia menantang Ranma bertempur dengan air dari mata air anak angsa yang dibawanya dari Cina. Ranma dan Akane dalam bahaya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yossh kembali lagi pada ulasan komik Ranma ½ jilid kesepuluh ini. Seperti baisa ada sebelas chapter yang disuguhkan di komik ini yang secara garis besar terbagi atas tiga cerita utama yang berbeda-beda. Namun demikian, semuanya masih bermuara pada tema slice of (Ranma’s) life.

Chapter berjudul Cinta Sesaat adalah chapter yang cukup lucu. Selama ini kakek Happosai sangat gemar mencuri pakaian dalam wanita muda dan selalu menggoda gadis cantik. Beliau sangat mendambakan pasangan perempuan berambut panjang dan bermata besar. Ranma yang sudah lelah berurusan dengan Shan Pu memiliki ide mengenalkan kakek itu dengannya.

Eh eh eh ternyata Ranma bukan mengenalkan Happosai pada Shan Pu, melainkan pada Ke Lun alias nenek buyut Shan Pu. Tak disangka, peprjumpaan mereka berdua membuka tabis masa lalu tentang seorang pemuda pencuri yang merampas harta keluarga Ke Lun berbentuk gelang. Yang berbahaya di gelang yang dicuri Happy alias Happosai tersebut terdapat hal mengerikan.

Benar. Obat jatuh cinta yang dimasukkan dalam gelang itu… Orang yang meminumnya… Akan jatuh cinta pada lawan jenis yang pertama dilihatnya. (Halaman 21)

Mu Su hadir lagii! Ah saya menantikan kemunculan kembali lelaki rabun dekat yang jago silat ini. Pada chater berjudul Rencana Bebek Ranma, Mu Su bermaksud menghabisi Ranma melalui sebuah pertunjukan sirkus Cina. Ia ingin membuat Ranma mengalami kesialan yang ia alami ketika tercebur mata air kutukan sehingga ia menjadi bebek saat tersiram air dingin.

Ya benar. Rabun dekat Mu Su sangat parah sehingga ia dengan mudah tercebur ke mata air kutukan anak bebek. Pada chapter kali ini juga sangat terlihat bagaimana kesungguhan hati Mu Su ingin mengalahkan Ranma dan merebut hati Shan Pu gadis yang sejak lama ia cintai. Awalnya Ranma bermaksud mengalah. Namun kemudian ia urung melanjutkan rencananya.

Aku sudah lama jadi pemandu wisata di sini. Tapi, Tuan orang pertama yang mendadak… Melompat ke mata air. (Halaman 71)

Tsubasa Kurenai adalah chapter pembuka sebuah kisah rumi yang baru. Masih ingat Konji Ukyo si tukang okonomiyaki yang menjadi tunangan Ranma saat masih kecil? Ternyata urusan dengan Ukyo belum selesai. Kini muncul seseorang bernama Tsubasa Kurenai yang mengincar nyawa Ranma. Hal ini ia lakukan karena merasa Ranma telah merebut Ukyo yang ia cintai.

Tsubasa adalah teman sekolah Ukyo saat belum pindah ke SMU Furinkan. Kelembutan hati Ukyo membuat Tsubasa langsung jatuh cinta dan tak mau melepaskannya. Ukyo yang merasa risih akhirnya mengirimkan surat bahwa ia telah bertunangan dengan Ranma. Pada chapter ini ada sebuah twist yang cukup mengejutan tentang sosok Tsubasa Kurenai dan Ukyo dimasa lalu.

Hmp… Kalau soal Ukyo seorang wanita… Aku sudah tahu dari awal. Dengar, ya! Aku cuma tertarik pada wanita!! (Halaman 146)

Jilid kesepuluh ini awalnya cukup membosankan karena saya kurang begitu suka dengan karakter Happosai dan Ke Lun yang tidak sesuai dengan kaidah manusia pada umumnya. Belum lagi sifat Happosai yang mata keranjang dan menghalalkan segala cara demi berdekatan dengan gadis muda sangat menjengkelkan. Pantas saja Genma & Soun berniat membunuhnya.

Kemunculan Mu Su yang tiba-tiba membuat jilid ini menjadi menarik. Setelah sebelumnya ia kalah telak dari Ranma dan “hilang” dari peredaran, kemunculannya kali ini dengan kondisi mendapatkan kutukan bebek menjadi hal yang menggelikan. Meskipun saya bingung Mu Su menjadi bebek ataukah angsa. Tapi yang jelas tetap saja lucu melihat bebek pakai kacamata.

Plot twist yang terjadi pada kisah ketiga tidak akan saya singgung arena takut spoiler. Yang jelas saya cukup kaget mengetahui siapa Tsubasa Kurenai ini sebenarnya. Meskipun demikian, saya tidak yakin Tsubasa akan kembali muncul di jilid selanjutnya. Padahal ia termasuk tokoh unik yang tidak perlu mendapat kutukan mata air demi keunikannya itu. tunggu saja deh.

Setelah membaca sepuluh jilid Ranma ½ ini, kemunculan tokoh-tokoh baru membuat kisah hidup Ranma semakin rumit. Padahal sebelumnya juga sudah rumit sih dengan mata air kutukan itu. Kalau boleh memberikan spoiler sedikit, sebenarnya hal-hal rumit itu terjadi hanya karena satu alasan: salah paham. Kesalah pahaman membuat kesimpulan sepihak kemudian bertindak sesuai pikirannya sendiri. Hal ini yang jadi poin utama konflik Ranma ½. Ciao!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 9)

coverranma9

Judul: Ranma ½ (Jilid 9)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792097153

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Yahoooo. Jumpa lagi nih dengan review judul yang saya baca beberapa minggu terakhir ini. Yup, Ranma ½ sudah sampai jilid sembilan yang telah saya baca. Kali ini saya akan memberikan sedikit kesan tentang jilid yang memiliki sebelas chapter cerita di dalamnya. Psst, ada tokoh baru lagi lho~

Oh iya, sebelumnya perlu saya sampaikan bahwa saya tidak keliru menuliskan blurb di atas yang sama persis dengan blurb di jilid keenam. Hal itu saya ketahui saat melihat sendiri jilid sembiilan ini. Ternyata kesalahan ada pada penerbit Elex yang mencetak halaman blurb jilid keenam pada jilid sembilan. Bahkan ISBN dan barcode juga ikut salah. Jadi bukan salah saya ya.

Cerita pertama memiliki jumlah beberapa chapter. Salah satu chapter tersebut berjudul Never Give Up. Mengisahkan tentang Kunou Kodachi di Sekolah Putri Saint Habereke yang baru saja praktikum memasak, khususnya membat kue. Namanya saja sekolah putri, Kodachi buru-buru ijin pulang cepat dengan tujuan memberikan kue buatannya pada Ranma, orang yang ia suka.

Pada saat yang bersamaan, kelas Akane di SMU Furinkan juga baru saja selesai kelas memasak kue. Banyak anak lelaki yang ingin mencicipi kue buatan Akane. Namun, Akane tidak bersedia memberikannya pada orang lain selain Ranma. Sayangnya, Ranma merasa kue buatan Akane tidak enak. Tiba-tiba muncul Kodachi yang membuat segalanya menjadi rumit.

Aku ingin makan film negatifnya. Maukah kau buatkan untukku? Masakan film negatif… (Halaman 23)

Kisah selanjutnya diiringi dengan kemunculan tokoh baru. Adalah seorang gadis penjual okonomiyaki bernama Kounji Ukyou. Perempuan ini adalah teman masa kecil Ranma ketika sedang mengembara untuk berlatih bersama ayahnya. Ukyou yang dipanggil Ucchan oleh Ranma ini adalah anak perempuan seorang tukang okonomiyaki yang sering dihutangi Ranma.

Pertandingan Maut Okonomiyaki adalah chapter yang mengisahkan pertandingan Ranma dan Ukyou yang teramat dendam kepadanya. Satu hal bodoh yang tidak disadari Ranma adalah, Ukyou sesungguhnya seorang perempuan. Tidak sampai di situ saja, Ukyou ternyata telah disetujui menjadi tunangan Ranma ketika masih kecil. Waduh bagaimana ini?

Gerobak yang dicuri itu, jnji membawamu yang dilanggar itu… Semuanya kejahatan ayahku, ‘kan? Kenapa aku juga jadi sasaran…? (Halaman 86)

Setelah urusan pertandingan antara Ranma dan Ukyou berakhir dengan antiklimaks, kali ini muncul lagi Ryoga yang (lagilagi) ingin menantang Ranma bertarung. Tak tanggung-tanggung, ia menyerang Ranma secara langsung. Melihat tunangannya sedang diserang, Ukyou tidak tinggal diam dan melindungi Ranma. Hal ini sempat membuat hubungan keduanya panas.

Melihat ada sebuah celah yang bisa dimanfaatkan demi merebut tunangannya lagi, Ukyou akhirnya berinisiatif membuat Akane dan Ryoga berkencan. Chapter berjudul Surat Cinta yang Sempurna turut menyuguhkan bagaimana akhirnya Ryoga dan Akane kencan di kedai okonomiyaki milik Ukyou. Melihat hal ini, Ranma jadi tidak rela Akane “direbut” dari dirinya.

Kencan pertama? Dia mau dekatkan aku dengan cowok lain… Untuk membatalkan pertunanganku! Siapa yang mau diatur begitu!? (Halaman 145)

Well well well. Saya cukup suka dengan kemunculan Kunou Kodachi lagi di chapter ini. setelah pada chapter kedua ia langsung lenyap setelah pertandingan senam ritmik, kemunculannya setelah tujuh jilid berlalu membuat cerita makin menarik. Terlebih sifatnya yang sangat naif dan menghalalkan segala cara agar berdekatan langsung (secara fisik) dengan Ranma sangat hmm.

Banyak berbagai hal yang sangat kebetulan kalau dipikir-pikir selama membaca Ranma ½ ini. Namanya juga cerita fiktif, memang tidak salah jika kebetulan-kebetulan merupakan hal yang sangat lumrah. Hanya saja, kebetulan yang terlalu pas dan terjadi berulang-ulang juga menjadi kurang nyaman dibaca. Ditambah beberapa karakter dibuat terlalu “bodoh” dan tidak peka.

Seperti apa contohnya? Kebetulan SMU Furinkan dan Sekolah Putri Saint Habereke sama-sama mengadakan kelas memasak. Kebetulan Ranma yang mengejar Kodachi harus tersungkur dan ada kontak fisik. Kebetulan Gosunkugi mengambil foto keduanya yang dimanfaatkan Kodachi sebagai ancaman. Dan kebetlan pula Akane tidak peka memperhatikan sekelilingnya. Huft.

Kemunculan Ukyou sang tukang okonomiyaki yang berstatus sebagai tunangan Ranma ketika amsih kecil dan menuntut balas ketika sudah cukup dewasa membuat cerita menjadi seakin rumit. Kalau dipikir-pikir, Ranma ini menjadi hareem deh. Sejauh ini ada Akane, Shan Pu, Kodachi, dan Ukyou yang menyukainya. Padahal Ranma teratrik pada satu orang saja.

Sedangkan Akane yang disukai Ranma, Kunou, Ryoga, dan Gosunkugi kurang tergali selayaknya hareem versi Ranma. Apakah ini artinya peran Akane tak lebih dari pasangan Ranma saja ataukah sang mangaka tak ingin membuat kisah cinta Akane lebih menarik daripada sang tokoh utama yaitu Saotome Ranma itu sendiri. Entahlah saya juga tak tahu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 8)

coverranma8

Judul: Ranma ½ (Jilid 8)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792095852

cooltext-blurb

Karena yakin mampu memerankan Juliet, Akane tampil dalam kontes drama. Ternyata, yang jadi pemeran Romeo adalah Happosai dan Kak Kunou. Ranma ikut karena mendengar pemenangnya akan dapat hadiah wisata ke Cina!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kisah hdup Ranma yang memiliki dua wujud fisik diri masih berlanjuuut. Kali ini saya sudah memasuki jilid kedelapan. Ada sebelas chapter yang dimuat di tankoubon ini. Isi ceritanya masih berupa kisah-kisah slice of life yang acak alias tidak runtut secara waktu. Yuk mari simak saja dulu…

Tak Butuh Bantuan adalah chapter ketika terjadi tragedi pencurian papan nama perguruan milik keluarga Tendo. Saya tidak tahu mengapa hilangnya papan nama ini membuat Akane dan keluarga Tendo yang lain merasa murka. Akane sampai berniat menghabisi sang pencuri yang menantangnya berduel. Bukankah lebih mudah jika membuat yang baru saja ya? Hmmm.

Di sisi lain, Shan Pu tiba-tiba hadir membawa sebungkus bubuk mata air instan yang membuat siapapun menjadi laki-laki setelah mengguyurkan air yang telah ditaburi bubuk itu. Tentu saja Shan Pu sudah merencanakan akan memberikannya pada Ranma asalkan pemuda itu berkenan kencan dengan Shan Pu. Mau tidak mau Ranma menerimanya. Tapi suatu tragedi terjadi…

Orang itu kuat. Paling tidak… Dia bukan lawan yang bisa dikalahkan Akane. (Halaman 30)

Meninggalkan hiruk pikuk bubuk mata air instan dan pencuri papan nama perguruan, chapter berjudul Battle Royale – Romeo ini terasa sangat menarik. Akane sangat suka bermain drama, namun, sejak SD ia selalu mendapatkan peran maskulin. Hal ini membuatnya menolak mentah-mentah permintaan klub drama yang memintanya bermain pada kontes drama antar sekolah.

Yang mengejutkan, ternyata pemain yang dicari untuk peran Juliet. Akane yang sangat ingin memerankan gadis anggun dan lembut akhirnya menerima tawaran itu. Sayangnya, keputusan itu membuat Kunou Tatewaki, Gosunkugi Hikaru, dan kakek Happosai berniat menjadi Romeo. Ranma tak tinggal diam dan ikut serta karena iming-iming hadiah wisata Cina gratis. Benarkah?

I, ini kan drama… Lakukanlah pertandingan di panggung… Orang yang bertahan di pentas sampai akhir… Dialah Romeo yang sebenarnya! (Halaman 81)

Pada jilid kedelapan ini, Ryoga hadir kembali. Ia membawa sebuah peta yang sangat berharga. Chapter berjudul Cari Mata Air Laki-Laki Jepang ini mengisahkan bagaimana Ryoga ingin menemukan mata air yang bisa membuat siapapun menjadi pria setelah menceburkan diri di dalamnya. Sehingga ia tidak perlu pergi ke Cina hanya untuk mata air kutukan itu.

Perjumpaannya dengan Ranma akhirnya melibatkan Ranma yang juga ingin menemukan mata air itu. Yang sulit addalah ternyata mata air itu ada di lingkungan SMU Furinkan tepatnya di bawah ruang ganti wanita. Bisa dibayangkan bagaimana trik dan ide yang dilakukan Ranma dan Ryoga agar bisa menyelinap ke ruang ganti wanita dan mencari mata air itu. Hahahaha.

Membantuku!? Yang benar saja! Maksudmu… Kamu ingin ikut, ‘kan? Aku tak butuh bantuan! Toh, aku yang punya peta. Pokoknya, aku sendiri yang akan kembali jadi laki-la… (Halaman 141)

Jilid kedelapan ini masih seru meskipun satu rangkaian cerita tidak berkaitan langsung dengan jalinan cerita yang lain. Yang masih satu koridor adalah sang mangaka tetap memberikan porsi penampilan karakter yang telah muncul sebelumnya dan berhak menjadi tokoh tetap alias bukan slonong boy numpang lewat ala kadarnya. Hal ini cukup menyenangkan diikuti.

Mengenai interaksi antara Ranma dan Akane yang saya rasa menjadi satu-satunya benang merah yang akan bermuara hingga akhir cerita Ranma ½, masih belum menampakkan perkembangan yang signifikan hingga akhir jilid ini. Keduanya masih benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui. Mereka berdua selalu bertengkar pada hampir setiap kesempatan.

Meskipun demikian, mereka berdua juga terlihat saling peduli. Misalnya Ranma yang tidak ingin membiarkan Akane terluka saat berduel dengan si pencuri papan nama padahal ia sedang kencan ataupun Akane yang bersedia mengorbankan harga dirinya demi membuat Ranma memenangkan hadiah wisata Cina yang ia idam-idamkan sejak awal kontes drama.

Formula benci-tapi-peduli-meskipun-gengsi-mengakui ini sesungguhnya sangat menyebalkan dan membuat gemas. Namun, kalau dipikir-pikir justru hal itu yang membuat penasaran bagaimana akhir hubungan keduanya. Meskipun semakin ke sini, cerita yang disuguhkan sudah mulai stabil dan hanya berkutat pada eksplorasi karakter yang sudah muncul dahulu.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 7)

coverranma7

Judul: Ranma ½ (Jilid 7)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 178

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792094251

cooltext-blurb

Balapan ratu duel katering diadakan. Ranma wanita, Akane, dan Shan Pu melakukan pertarungan besar mempertaruhkan tekad wanita!! Siapakah yang akan menang!? Tiba-tiba, muncul guru ayah Ranma dan Akane yang bernama Happosai. Kakek mata keranjang yang sangat parah!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Jilid ketujuh ini sama dengan jilid sebelumnya dalam hal jumlah chapter yang terkandung di dalamnya. Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid ini menyimpan kejutan yang tak terduga. Hal ini disebabkan oleh munculnya tokoh baru yang sangat unik sekaligus menyebalkan. Penasaran kan?

Balap Duel Katering adalah chapter pertama yang mengisahkan pertarungan tiga tokoh wanita komik ini yaitu Akane, Shan Pu, dan Ranma versi cewek. Ketiganya bertarung dalam pertandingan balapan ratu duel katering. Inti pertandingan ini adalah adu cepat mengantarkan makanan pada rumah yang ditunjuk oleh panitia. Lucunya, orang tersebut sangat tidak asing.

Dengar, gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan Tuan Pengantin. Biarkan dia merasakan dalamnya ilmu katering. (Halaman 18)

Bangkitnya Kejahatan adalah babak baru yang harus dialami keluarga Tendo dan keluarga Saotome. Guru Happosai, orang yang menjadi mentor Genma dan Soun dimasa lalu. Akibat sebuah tindakan yang sangat “keras”, keduanya menyingkirkan Happosai di sebuah lubang yang ditutup batu. Tak disangka, sang guru bangkit kembali dan meneror kedua keluarga ini.

Tenang. Aku datang bukan untuk balas dendam. Aku juga sudah tua. Aku ingin melatih salah satu dari kalian… (Halaman 80)

Kemarahan Happosai adalah salah satu chapter yang menghadirkan tingkal laku sang kakek yang sangat tidak bermoral. Ia sangat hobi mengintip para gadis muda demi kesenangannya sendiri. Sampai-sampai Ranma menjulukinya sebagai kakek cabul. Bahkan saking cabulnya, ia memiliki Gejala Pantangan yang membuatnya sangat lemah apabila tidak menyentuh wanita. Ckckckck.

Kamu bisa bicara begitu karena tidak tahu kengerian sebenanrnya dari kemarahan guru. (Halaman 141)

Cerita tentang pertandingan balapan ratu duel katering menurut saya adalah sebuah kisah yang lucu dan terlalu ajaib. Sebuah pertandingan yang khusus diikuti oleh kaum hawa membuat ketiga tokoh (agak) utama di komik ini bisa berpartisipasi. Jurus yang dikeluarkan Shan Pu sepanjang pertandingan terasa sangat ajaib karena membuat peserta lain menjadi kesulitan.

Penunjukan rumah yang menjadi garis finish oleh panitia mmebuat saya langsung menggumam “kok ya kebetulan banget nih” berkali-kali. Pun demikian ketika tiga peserta tercepat (kita semua tahu lah ya siapa saja) sudah memasuki rumah target namun akhirnya penentuan juaranya harus melebar ke mana-mana. Cukup antiklimaks juga sih menurut saya.

“Kebangkitan” kakek Happosai setelah “tertimbun” di kaki gunung adalah hal yang (lagi-lagi) cukup fenomenal. Meskipun ia adalah kakek tua, kepandaiannya dalam hal silat dan kung fu jelas sangat lebih baik dibandingkan Ranma, Genma, Soun, dan yang lainnya. Tetapi hobinya mengintip gadis muda dan mencuri pakaian dalam wanita memang sangat menyebalkan.

Dari segi cerita, saya masih menikmati. Apa lagi munculnya Happosai yang mata keranjang namun tangguh bertarung juga menjadian cerita lebih seru lagi. hanya saja, saya masih agak terganggu dengan penggambaran kakek Happosai dan nenek buyut Shan Pu yang seperti anak-anak tetapi kerutan yang cukup banyak. Jadi sedikit aneh sih melihatnya. Hmm.

Oh iya, saat membaca komik ini, saya mendapat gangguan yaitu setelah halaman 124 langsung melompat ke halaman 141. Setelah saya telusuri, ternyata halaman 125 hingga 140 ada di bagian belakang setelah halaman terakhir. Salah posisi di akhir ini cukup menjengkelkan sih. Tetapi masih lebih baik daripada halaman hilang. Paling tidak masih mendingan daripada hilang.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 6)

coverranma6

Judul: Ranma ½ (Jilid 6)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792092523

cooltext-blurb

Ranma mendapat masalah sejak munculnya Nenek buyut Shan Pu. Karena totokan daya tahan panas, dia berusaha mati-matian mendapatkan pil phoenix. Tambah lagi, Ryoga yang menjadi saingannya, dilatih jurus maut Totokan Ledakan oleh nenek buyut untuk berduel dengan Ranma.

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Haloo. Jumpa lagi dengan postingan yang berisi ulasan sekaligus kesan-kesan yang saya alami selama membaca komik Ranma ½ jilid keenam. Tidak terasa saya sudah cukup banyak membaca serial ini. saya tidak tahu komik ini akan tamat pada jilid berapa, jadi mari nikmati saja ya.

Komik jilid keenam ini memiliki sebelas chapter. Cukup banyak juga untuk kuran tankoubon utuh. Jilid ini dibuka dengan kondisi Ranma yang masih tidak bisa berubah kembali menjadi laki-laki. Ada apa gerangan? Hal ini akibat ulah nenek buyutnya Shan Pu yang memberikan jurus Totok Daya Tahan Panas yang membuat Ranma tidak bisa menyentuh air panas.

Perang Laut Memperebutkan Mempelai Pria adalah chapter yang mengisahkan perjuangan Ranma mengejar si nenek hingga ke pantai. Tak disangka disana ada pertadingan memecahkan semangka. Selain berusaha mengalahkan nenek itu, Ranma juga berambisi mengambil pl phoenix yang disinyalir bisa mengembalikannya seperti sedia kala. Berhasilkah Ranma?

Ucapan terima kasih atas latihanmu selama ini… kukembalikan semuanya padamu!! Hehehe… Kenapa, Nek? Gerakanmu lamban. Sudah makin tua, ya!? (Halaman 23)

Setelah gagal merebut pil phoenix, pembaca aan dibawa pada chapter Totokan Ledakan. Kali ini lawan lama Ranma, Ryoga, mengirimkan surat tantangan dan berambisi mengalahkan Ranma. Sayangnya ia kalah telak dengan mudah. Mengetahui hal ini, nenek buyut Shan Pu menawarkan diri melatih Ryoga sebuah jurus bernama Totokan Ledakan yang sangat hebat.

Semua benda yang ada di alam semesta ini… punya titik ledakan. Termasuk katak, jangkrik, dan serngga air. Tentu saja, tubuh manusia juga. (Halaman 92)

Kisah terkhir sebagai penutup jilid keenam ini cukup unik. Alkisah ada seorang pria dari keluarga Daimonji hendak dinikahkan dengan Miyako Ooji Satsuki. Kedua kelarga ini sangat gemar mengadakan upacara minum teh. Keduanya memiliki aliran upacara yang berbeda yaitu Aliran Miyako Ooji Satsuki dan Aliran Daimon. Sayang, si pria tidak bisa menikahi “Satsuki”.

Jurus Upacara Teh adalah chapter di mana Ranma cewek terpaksa berurusan dengan keluarga Daimonji dan mengalahkan “Satsuki” agar si pria tidak mengganggu Ranma lagi. meskipun Ranma jago silat, ketentuan utama upacara minum teh yang mewajibkan petarung duduk bersila sangat merepotkan. Nah, bagaimana akhir pertarungan ini? Bagaimana nasib Ranma?

Ba-gai-ma-na-pun ju-ga aku tak bisa mencintainya… Untuk membatalkannya… Aku harus membawa wanita yang kupilih untuk bertarung dengan calon istriku dalam upacara teh… (Halaman 145-146)

Nenek buyut Shan Pu ternyata tidak mudah menyerah meyakinkan Ranma agar mau menikahi cicitnya itu. berbagai cara ia lakukan termasuk cara yang kotor sekalipun. Bahkan kesediannya melatih Ryoga dengan sangat intensif di pegunungan ternyata hanya kedok belaka agar keinginannya melihat Ranma dan Shan Pu bersanding di pernikahan dapat terlaksana.

Sedangkan cerita kedua tentang upacara minum teh keluarga Daimonji terasa cukup out of the box. Di cerita ini cukup terasa Ranma dan Akane menjadi tokoh figuran di belakang si pria Daimonji dan “Satsuki” yang ternyata diluar dugaan. Sebuah upacara minum teh yang seharusnya lembut dan anggun justru dijadikan pertarungan mempertahankan sikap diri.

Yang saya suka dari jilid ini adalah akhir cerita yang tidak menggantung. Saya sebenarnya agak nganu dengan komik berseri yang sengaja membuat cerita terakhir menggantung dan harus membaca jilid selanjutnya untuk tahu kelanjutannya. Saya lebih menikmati komik berseri yang setiap jilidnya ada titik akhir yang jelas. Hal ini lebih memuaskan daripada digantungkan. Hiks.

Sepertinya resep memnculkan tokoh baru yang hanya tampil sekilas masih digunakan sang mangaka. Pada jilid ini terlihat sekali bahwa tokoh pria Daimonji dan Satsuki bukanlah karakter yang akan bertahan lama dan akan menghilang seiring berakhirnya jilid keenam ini. meskipun saya agak jenuh dengan pola ini, saya masih bisa menerimanya dengan lapang dada.

Akhir kata, saya masih terus menantikan jildi selanjutnya dari komik Ranma ½ ini. masih penasaran apakah Ranma kelak akan menjadi lelaki sesungguhnya dan mendapatkan akhir cerita yang memuaskan dengan Akane, ataukah ia harus menelan pahitnya kenyataan yang tidak sesuai dengan angan pembaca macam saya ini. Entahlah. Terus pantau ulasan saya ya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 5)

coverranma5

Judul: Ranma ½ (Jilid 5)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792091939

cooltext-blurb

Kelemahan besar Ranma terungkap. Tragedi baru menyerang Ranma yang berusaha keras untuk mengatasi titik kelemahannya. Shan Pu yang seharusnya sudah pulang ke Cina, kembali muncul. lalu, pria bernama Mu Su mengejar-ngejar Shan Pu. Situasi semakin kacau!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sebelas chapter yang disuguhkan di jilid kelima ini terasa cukup padat jika dibandingkan jilid-jilid sebelumnya. Panjang chapter terasa semakin singkat dengan bukti jumlah halaman yang lebih sedikit namun memuat lebih banyak chapter. Meskipun demikian, sensasi serunya cerita masih bisa dinikmati.

Awal komik ini dibuka dengan tindak-tanduk Gosunkugi Hikaru, teman sekelas Ranma dan Akane yang mencari tahu tentang kelemahan Ranma agar bisa mengalahkannya dan merebut Akane. Ya benar, chapter berjudul Titik Kelemahan Ditemukan mengisahkan betapa Gosunkugi sangat menyukai Akane. Sampai-sampai, ia berkoalisi dengan Kunou agar rencananya tercapai.

Aku sudah dengar. Katanya, beberapa hari yang lalu kamu pingsan di sekolah. Aku tidak mendidikmu untuk jadi pria selemah itu!! (Halaman 23)

Sama Siapa Pun Mau adalah chapter yang memuat tentang Ranma yang telah “berubah” menjadi sesuatu yang paling ditakutinya. Akibat “perubahan” yang tidak direncanakan ini, Ranma secara kebetulan mencium Akane yang akhirnya justru membuat gadis ini merasa canggung. Meskipun ia sadar bahwa kejadian itu diluar kendali Ranma, ia masih kepikiran sekali.

Iya ya… Kenapa aku harus pusing? Semua salah Ranma… Ya. semua salah Ranma. Aku mau pulang. Baiklah sesampainya di rumah, akan kuhajar Ranma… (Halaman 73)

Kehidupan Ranma kembali bergejolak saat kedatangan nenek buyut Shan Pu yang berupaya membuatnya menikahi Shan Pu. Padahal sebelumnya Shan Pu telah mengucap salam perpisahan dan kembali ke Cina. Namun, siapa sangka disana ia bertarung dengan nenek buyutnya sendiri di mata air kutukan. Dan bisa dipastikan bahwa Shan Pu mendapat kutukan.

Kegaduhan tak berhenti sampai di situ. Teman masa kecil Shan Pu bernama Mu Su tiba-tiba menyusul ke Jepang dan ingin mengalahkan Ranma. Meskipun cowok ini rabun dekat, ia punya sederet jurus khusus seperti tinju bangau putih, tinju telur ayam, tendangan burung kasuari, dan jurus rahasia cakar elang saat melawan Ranma pada chapter Pertunjukan Pertarungan.

Waktu jadi wanita, jangkauan tangan dan kakinya jadi pendek. Fatal sekali dia tida menyadarinya. (Halaman 129)

Lagi-lagi kedatangan tokoh baru tru membuat cerita semakin berkembang. Saya termasuk pembaca yang tertipu ketika jilid keempat yang lalu Shan Pu mengucapkan selamat tinggal, tetapi tiba-tiba jilid kelima ini dia datang lagi. Bawa-bawa nenek buyut dan teman sepermainan pula. Duh rameee. Satu hal yang cukup unik adalah postur nenek Shan Pu yang…unik hahaha.

Hingga jilid kelima ini sebenarnya saya masih meraba-raba inti cerita komik ini akan seperti apa. Apakah berhenti pada Akane dan Ranma yang dijodohkan ataukah ada sebuah benang merah yang saling terkait antara kejadian satu dengan kejadian yang lain. Hal ini saya rasakan ketika mengetahui tokoh yang muncul silih berganti dan (seringnya) hanya muncul sekilas.

Segi cerita sesungguhnya masih sama menariknya dengan jilid sebelumnya. Namun, saya merasa sang mangaka mulai terlihat menghemat penceritaan dengan memenggal chapter sedikit lebih cepat. Ada beberapa chapter yang saya rasa masih bagus jika digabungkan jadi satu alih-alih memisahkannya pada chapter yang berbeda. Agak membuat geregetan sih hehe.

Banyaknya tokoh yang statusnya kurang jelas apakah utama ataupun pendukung jadi membuat jilid ini sedikit bias. Selain Ranma, saya merasa tokoh yang lain memiliki porsi yang sama. Bahkan Akane yang sejak awal akan menjadi pemeran utama wanita jadi sedikit bergeser menjadi karakter pendukung Ranma. Saya jadi bingung dengan posisi Akane ini. Huft.

Meskipun demikian, jilid ini masih mengagumkan kok. jurus yang dikeluarkan Mu Su juga unik-unik namanya. Saya salut pada sang penerjemah yang bisa menerjemahkan dengan apik namun tetap keren dan tidak kaku. Good job. Saya maskin penasaran bagaimana kelanjutan kehidupan Ranma yang menjalani dua kelamin ini kedepannya. Stay tune terus ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 4)

coverranma4

Judul: Ranma ½ (Jilid 4)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792088465

cooltext-blurb

Seorang gadis cantik bernama Shan Pu tiba-tiba muncul untuk membunuh Ranma. Sementara itu, Ranma laki-laki malah dicintai Shan Pu yang memberinya ciuman ‘I love you’. Apa yang akan terjadi?

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Sejauh ini saya tetap suka cerita yang diusung Ranma ½ ini. jilid keempat kali ini memiliki jumlah chapter paling banyak dibandingkan pertama hingga ketiga. Sepuluh chapter yag disuguhkan sudah makin berkembang dengan tambahan beberapa tokoh baru. Penasaran siapa saja? Simak yuk.

Melanjutkan akhir kisah di jilid ketiga, jilid keempat ini dibuka dengan chapter Tak Kan Kulepaskan Tangan Ini yaitu pertandingan free skate antara Saotome Ranma dan Tendo Akane melawan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza. Pasangan SMU Kholkoz ini sangat tangguh. Bahkan keduanya memiliki jurus mematikan bernama Reverse Matchmaker on Ice.

Benar! Tehnik keahlian terdahsyat dari pasangan Mikado Sanzenin dan Shiratori Asuza adalah… menghancurkan pasangan!! (Halaman 5)

Ciuman Maut adalah awal babak baru kehidupan Ranma dan Akane. Pertandingan free skate yang berhasil diluar dugaan membuat keduanya dan juga Ryoga sedikit pening. Tiba-tiba muncul seorang gadis bernama Shan Pu yang memiliki tujuan membunuh Ranma cewek persis seperti Ryoga. Hal ini adalah lanjutan dari sebuah tragedi di masa lalu ketika Ranma di China.

Suku pendekar wanita punya harga diri yang sangat tinggi. Kalah dari orang luar… adalah penghinaan yang melebihi kematian! (Halaman 94)

Shan Pu yang Mematikan merupakan sebuah chapter yang isinya sangat mengejutkan. Kondisi yang semakin rumit karena ketidaktahuan Shan Pu yang ingin membunuh Ranma cewek sekaligus mencintai Ranma cowok turut menyeret Akane dalam pusaran konflik. Pertarungan satu lawan satu keduanya memunculkan jurus totokan cuci rambut oleh Shan Pu. Apa itu?

Menggunakan sampo yang diramu secara khusus dan mengatur ingatan dengan cara menekan titik tertentu pada kepala. Jurus yang mengerikan. (Halaman 151)

Kehadiran Shan Pu dalam kehidupan Ranma dan Akane membuat jalinan cerita semakin seru. sejauh ini, total ada tiga orang yang ingin membunuh Ranma yaitu Kunou, Ryoga, dan Shan Pu. Bedanya, Shan Pu ini sedikit-sedikit menggunakan aksi anarkis. Memang kekuatannya hebat. Ia sanggup merusakkan dinding sekolah, rumah, restoran, atau fasilitas umum lainnya. Super.

Kalau diingat-ingat, hampir semua tokoh penting di komik ini kuat semua dalam hal bela diri dan perjuangan. Sayangnya, kekuatan mereka terlihat cukup lebay karena pada beberapa bagian digambarkan mereka sekali memukul bisa menerbangkan lawan. Namun, karena ini bisa disimbolkan sebagai hal yang lucu, justru menjadi menggelikan.

Sayang sekali beberapa tokoh dibuat hanya sekali lewat. Misalnya Azusa dan Mikado. Padahal karakter mereka berdua sudah cukup unik dan berbeda dengan tokoh lain. Saya harap mereka berdua akan muncul lagi dalam kemasan cerita yang berbeda. Meskipun demikian, kehadiran tokoh-tokoh lain kalau dipikir-pikir juga tidak terlalu mengecewakan.

Kalau bicara tentang terjemahan, saya suka sekali. Terjemahannya tidak kaku dan sanggup menyampaikan kalimat yang sinkron dengan gambar sang mangaka. Kosa kata yang digunakan juga cukup beragam sehingga tidak terjebak pada kata-kata yang itu saja. Secara umum, saya suka jilid ini. Makin penasaran apa yang akan dilakukan Shan Pu nantinya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 3)

coverranma3

Judul: Ranma ½ (Jilid 3)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792086294

cooltext-blurb

Pertandingan senam pertarungan terjadi antara SMU Furinkan tempat Ranma dan Akane bersekolah melawan SMU Putri Hebereke tempat Kodachi, si Mawar Hitam!! Akane menerima tantangan itu, namun karena cedera, Ranma harus menggantikannya!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* Kehidupan sehari-hari Ranma dan Akane masih terus berlanjut. kali ini saya akan mengula jilid ketiga serial Ranma ½. Jilid nomor tiga ini mempunyai sembilan chapter yang saling berkaitan satu sama lain. Saya tak akan mengulas semuanya jadi akan saya ambil yang mengesankan.

Kunou Kodachi adalah tokoh baru yang sempat muncul pada bab terakhir jilid kedua yang lalu. Chapter berjudul Cinta Mawar Hitam, Kodachi menantang SMU Furinkan bertanding senam ritmik. Pada dasarnya ini adalah bentuk olah raga yang bisa menyerang lawan namun dilarang menggunakan tangan kosong. Kodachi menantang Akane dengan Ranma sebagai taruhannya.

Kehidupan SMU Putri berwarna abu-abu yang hambar dan tidak bergairah. Hubungan pria wanita yang indah, yang pernah kulupakan. Ooh! Sdah lama kutunggu pertemuan indah seperti ini. (Halaman 20)

Aku Menyerah adalah babak akhir pertarungan antara Ranma versi cewek (karena Akane cedera) melawan Kodachi sang Mawar Hitam. Ambisinya memenangkan pertandingan membuat Kodachi menghalalkan segala cara termasuk menggunakan alat-alat berbahaya untuk menghabisi Ranma. Untung saja Ranma sangat jeli melihat hal tersebut. Bagaimana akhirnya?

Ooh! Ada kerumunan pesenam di bawah ring!! Ternyata rahasia ring bergerak itu adalah tenaga manusia!! (Halaman 93)

Pertandingan senam ritmik berakhir. Kali ini ada babak baru ketika secara tidak sengaja Ranma dan Akane ditantang bertanding free skate oleh sepasang jagoan ice skating dari SMU Kolkhoz yaitu Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado. Chapter berjudul Bibir yang Membingungkan membuka sebuah kejadian yang sangat mengejutkan yang dialami Ranma cewek hahahaha.

Berisik! Orang yang melakukan itu padaku… Mana bisa kukalahkan dalam sekali pukul. (Halaman 154)

Jilid ketiga ini masih saja seru sekaligus menggelikan. Ranma yang kuat namun dalam beberapa hal masih sangat menyedihkan adalah kombinasi yang baik dan realistis. Sebagai contoh Ranma memang lihai bela diri kung fu, namun kemampuannya dalam hal free skate masih nol besar. bahkan ia dikalahkan Akane yang sudah pandai meluncur.

Jalinan kisah asmara antara Akane dan Ranma sampai jilid ini masih jalan di tempat meskipun ada secuil erkembangan yang tidak signifikan. Mereka berdua yang dijodohkan orang tua namun menolak lambat laun sudah bisa berdamai satu sama lain pada beberapa kondisi. Namun ketika sudah emosi, mereka berdua selalu bertengkar. Helah.

Kehadiran Kodachi yang notabene adalah adik Kunou Tatewaki turut membuat cerita menjadi lebih berwarna. Kelihaiannya yang piawai memainkan peralatan senam tidak sebanding dengan minimnya pengalaman cinta yang pernah ia rasakan. Hanya karena ditolong oleh Ranma (karena kesalahan Ranma juga sih), Kodachi langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Mengenai pertandingan free skate, sangat terlihat bahwa Shiratori Asuza dan Sanzenin Mikado bukanlah lawan yang mudah. Akane yang tidak terlalu mahir bersama Ranma yang bahkan berhenti saat skating saja belum bisa harus berusaha sekuat tenaga. Lantas bagaimana kelanjutan pertandingan mereka? Simak ulasan saya pada jilid selanjutnya ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 2)

coverranma2

Judul: Ranma ½ (Jilid 2)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792083149

cooltext-blurb

Seorang pria bernama Ryoga Hibiki yang memiliki dendam pada Ranma Muncul. penyebabnya roti kari!? Alasannya tidak jelas, tapi pertarungan keduanya berlanjut!! Akane terlibat sehingga rambutnya terpotong. Situasi menjadi gawat!! Akhirnya alasan dendam Ryoga terjelaskan!!

cooltext-review

*WASPADA! Review ini kemungkinan mengandung spoiler jilid sebelumnya!* saya suka dengan komik Ranma ini. setelah selesai menyelesaikan jilid pertama, saya lanjtkan ke jilid kedua. Sembilan chapter yang disuguhkan pada jilid ini masih tetap lucu dan seru. Apa lagi pada jilid ini ada sebuah momen yang sangat mengejutkan. Penasaran? Check this out.

Jilid kedua kali ini ada tokoh baru yaitu Hibiki Ryoga. Chapter yang berjudul Pria yang Mengejar Ranma mengisahkan kehadiran Ryoga secara tiba-tiba di SMU Furinkan setelah berhari-hari tersesat di wilayah lain. Dengan dendam membara, ia berniat menghabisi Ranma karena dirasa telah mengkhianati janji duel ketika Ranma masih sekolah di tempat kelahirannya.

Kamu!! Kamu pikir aku jalan santai selama empat hari!? Kamu tahu tidak, betapa sengsaranya aku berjalan sampai tiba di tujuan!! (Halaman 40)

Pertarungan antara Ranma dan Ryoga masih berlanjut hingga chapter berjudul Walaupun Tidak Terluka. Meskipun di masa lalu Ryoga selalu kalah telak oleh Ranma ketika berebut roti di kantin sekolah, kali ini Ryoga sangat kuat. Kemampuannya yang tangguh membuat Akane mencemaskan Ranma. Yang tidak diduga, sebuah insiden saat duel merenggut rambut Akane.

Aku tidak mau tahu lagi! Mulai sekarang, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi…! (Halaman 96)

Setelah berkali-kali mengelak untuk menjelaskan alasan pasti mengapa Ryoga membenci Ranma akhirnya pada chapter Wajar Jika Dendam terjelaskan sudah sebab musabab Ryoga mendaki gunung lewati lembah demi membunuh Ranma. Hal ini berkaitan erat dengan tragedi di mata air kutukan Zhou Quan Xiang yang membuat Ryoga bisa “berubah wujud” juga. Ups.

Tunggu dulu! Waktu itu kau ditabrak wanita aneh sampai jatuh ke mata air, ‘kan!? Kalau begitu, kamu salah kalau dendam padaku… Kalau mau, dendamlah pada panda dan wanita… (Halaman 150-151)

Selain chapter tentang hadirnya Ryoga Hibiki di kehidupan Ranma dan Akane, chapter terakhir mengisahkan seorang tokoh baru yang dijuluki Mawar Hitam dari Sekolah Putri Saint Hebereka. Ia merupakan perwakilan pertandingan senam ritmik antar sekolah. Karena ketangguhannya, ia mengintimidasi tim lain termasuk tim dari SMU Furinkan. Kelanjutannya?

Saya tidak akan berbicara banyak karena lebih seru jika membacanya sendiri. Secara umum, saya suka dengan jilid kedua ini, jauh lebih suka dibandingkan jilid pertama. Hal ini khususnya ketika mengetahui betapa “parahnya” Ryoga setelah terkena kutukan mata air dan kondisinya yang selalu tersesat bahkan ketika pergi ke tempat yang dekat. Saya ngakak dibuatnya.

Selain itu, sedikit perubahan sikap antara Ranma dan Akane membuat jilid kedua ini lebih menggemaskan. Awalnya mereka berdua saling membenci, tetapi kali ini mereka sedikit lebih perhatian satu sama lain. Meskipun demikian, saya rasa keduanya akan menjadi tipikal orang yang tidak bisa jujur pada perasaannya masing-masing alias benci tapi cinta. Cieee.

Chapter terakhir yang mengisahkan hadirnya Ryoga pada kehidupan Akane dan Ranma memang belum menyelesaikan tujuannya secara lugas. Bahkan hadirnya chapter terakhir yang menghadirkan perempuan muda yang cukup jahat turut membuat saya penasaran. Kira-kira siapa perempuan ini? Kemampuannya dalam bidang senam ritmik tentu bukan hal yang remeh.

Saya suka bagaimana sang mangaka mengemas cerita kehidupan Ranma ini menjadi lucu namun tidak membosankan. Setiap karakter diciptakan unik dan menarik. Tentu saja “kutukan” yang diidap Ranma, Genma, dan Ryoga menjadi salah satu titik kelucuan ketika secara tidak sengaja mereka “berubah wujud”. Saya penasaran dengan jilid selanjutnya. Tunggu ya!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Ranma ½ (Jilid 1)

coverranma1

Judul: Ranma ½ (Jilid 1)

Komikus: Takahashi Rumiko

Penerjemah: M Gunarsah

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792082586

cooltext-blurb

Ranma Saotome yang seorang laki-laki?! Atau wanita? Ranma yang jatuh ke mata air Niang Ni Quan pada waktu latihan akan berubah menjadi seorang wanita jika terkena air, dan kembali ke sosoknya semula, laki-laki, jika disiram air panas. Nasib yang sama menimpa ayahnya, Genma. Dia bolak balik berubah wujud menjadi panda dan manusia!!

cooltext-review

Bagaimana jadinya jika seseorang bisa berubah wujud hanya karena tersiram air? Tentu akan sangat kocak dan menggelikan. Hal itu pula yang dijadikan bumbu utama dalam komik Ranma ½ ini. Disebut dengan ½ karena sang tokoh utama dan beberapa tokoh pendukung yang lain memiliki dua wujud yang berbeda selain manusia alias setengah-setengah. Check it out.

Delapan chapter di jilid perdana ini masih berupa pengenalan tokoh dan awal mula konflik yang akan berkembang. Saotome Ranma adalah anak semata wayang dari Saotome Genma. Mereka telah berlatih kung fu dengan sangat keras hingga negeri asalnya, China. Mereka berlatih di Gunung Qunjing yang memiliki tempat latihan legenda bernama Zhou Quan Xiang.

Chapter yang berjudul Rahasia Ranma menguak tabir kengerian yang terjadi selama berlatih di sana. Ranma tercebur di mata air Niang Ni Quan yang membuatnya berubah wujud menjadi perempuan. Sedangkan Genma harus rela berubah wujud menjadi panda karena tercebur ke mata air Xiong Mao Ni Quan. Mereka bisa kembali ke wujud semula saat disiram air panas.

Kengerian sebenarnya apa…?! Ayah, sih… Bawa-bawa aku ke tempat aneh begitu! Walaupun harus berkorban nyawa, aku tak mau membuang wujud laki-laki! (Halaman 46-47)

Tidak memiliki tempat tinggal sekaligus ingin mengunjungi sahabat lama, akhirnya duo ayah-anak ini menumpang tinggal di rumah yang merangkap perguruan silat milik Tendo Soun, ayah tunggal dengan tiga anak perempuannya bernama Tendo Kasumi, Tendo Nabiki, dan Tendo Akane. Untuk sementara, Ranma bersekolah di SMU Furinkan bersama Akane dan Nabiki.

Chapter berjudul Tidak Terima mengisahkan bagaimana kehidupan pagi Akane di sekolah harus berurusan dengan para cowok yang ingin menjadi pacarnya dengan syarat mengalahkannya terlebih dahulu. Cowok terkuat di SMU Furinkan adalah Kunou Tatewaki. Ada sedikit salah paham antara Kunou dan Ranma sehingga mereka harus bertarung hingga…hujan turun.

Aah, sial! Seandainya tidak hujan, orang itu sudah kuhajar… (Halaman 84)

Perjumpaan tak sengaja antara Kunou dan Ranma versi cewek akhirnya membuatnya jatuh cinta. sayangnya, meskipun beberapa kesempatan Kunou menyaksikan sendiri bagaimana perubahan wujud Ranma cowok menjadi cewek, ia terlalu bodoh untuk mengerti. Hal ini membuat kondisi pada chapter berjudul Tubuh dan Pikiran sangat rumit gara-gara Kunou. Huft.

Akane yang bersahaja dan manis. Gadis berkepang yang cantik dan ceria. Keduanya sangat cantik dan tak bisa kubuang. Aku tak bisa membohongi hatiku bahwa aku ingin bersanding dengan keduanya. (Halaman 126-127)

Komik ini seru dan menyenangkan. Ide ceritanya yang unik dengan mengangkat sebuah “kutukan” perubahan wujud pada diri sang tokoh utama membuat kisah ceritanya tidak bisa ditebak. Baik Ranma maupun Akane juga bisa memikat perhatian saya. Ranma yang jago silat tapi memiliki ego tinggi dan Akane yang sangat tanggun tapi jaim mengakui perasaannya.

Oh iya, pada jilid perdana ini, Ranma dan Akane dijodohkan oleh ayah masing-masing. Tentu saja keduanya menolak mentah-mentah. Ranma masih ingin kembali ke China dan mengembalikan kondisi tubuhnya sedangan Akane telah menyukai orang lain bernama Kono Tofu, seorang dokter ahli tulang. Pada akhir jilid ini akan diketahui fakta menarik tentang Tofu.

Jilid perdana ini membuat saya penasaran mengetahui bagaimana kelanjutan kehidupan Ranma dan Akane ke depannya. Apa lagi Ranma versi cewek disukai oleh Kunou yang notabene sebelumnya juga menyukai Akane. Lantas, akan seperti apa kehidupan sang jagoan kung fu dari China, Ranma, dengan gadis kuat dan tangguh berambut panjang, Akane?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Naruto (Jilid 1)

covernaruto1

Judul: Naruto (Jilid 1)

Sub Judul: Naruto Uzumaki

Komikus: Kishimoto Masashi

Penerjemah: Lenny

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792055856

cooltext-blurb

Ini adalah Desa Konohagakure… Naruto adalah salah satu murid di Akademi Ninja yang suka berbuat onar!! Impian Naruto adalah menjadi seorang Hokage. Tetapi, Naruto memiliki rahasia sejak lahir karena di dala tubuhnya terdapat siluman rubah yang disegel! Inilah petualangan Naruto untuk mewujudkan impiannya…

cooltext-review

Komik Naruto sudah bukan komik yang tidak terkenal. Kepopulerannya sampai diangkat menjadi anime dan film juga membuatnya sangat diminati penggemar anime, khususnya anak-anak. Sampai-sampai beberapa tahun yang lalu sempat ada kasus kekerasan yang berakibat kematian pada anak-anak akibat meniru jurus Naruto. Benarkah Naruto sangat berbahaya?

Pada komik perdana Naruto yang memuat tujuh bab ini, saya dikenalkan oleh sang tokoh utama, Uzumaki Naruto, yang sehari-hari selalu berbuat nakal dan usil. Kali ini kejahilannya adalah mencoret-coret wajah ninja terhebat di Desa Konohagakure yang disebut dengan istilah Hokage menggunakan cat. Semua penduduk desa geram dengan ulahnya tersebut.

Sang guru pembimbing tempat Naruto bersekolah di Akademi Ninja, Guru Iruka, harus turun tangan dan memberi Naruto pelajaran ketika di kelas. Ia memberi hukuman agar Naruto mencoba jurus tertentu agar bisa lulus dari akademi. Sekadar info, Naruto ini sudah dua kali ujian tapi masih belum bisa lulus dari Akkademi Ninja. Padahal teman-temannya lulus semua.

Mungkin Guru Iruka berpikir kau mirip dengannya. Dia yakin kau benar-benar mengerti arti sebenarnya “menjadi kuat”. Pasti begitu… (Halaman 21)

Pada ujian ketiga kalinya, Naruto berhadapan dengan Guru Iruka dan Guru Mizuki sebagai penguji. Sayangnya, lagi-lagi Naruto belum beruntung. Guru Mizuki yang ternyata serigala berbulu domba memanfaatkan Naruto yang sangat kesal karena tidak lulus ujian agar mau mencuri gulungan berharga milik Hokage yang berisi jurus-jurus terlarang.

Hokage keempat berharap penduduk desa bisa melihat Naruto sebagai pahlawan… Itulah harapannya waktu dia mengorbankan nyawanya untuk menyegel siluman itu. (Halaman 71)

Sayangnya, pencurian gulungan itu membawa dampak besar pada diri Naruto. Ia baru mengetahui sebuah rahasia besar yang menyangkut masa lalunya. Hal itulah yang membuat hampir seluruh warga Konohagakure sangat membenci Naruto. Hal ini pula yang memicunya bertinggah nakal dan usil setiap saat agar ia dianggap “ada” oleh warga desa. Hiks :(

Kesepiannya itu… Bukan karena tak ada orang tua yang memarahinya seperti pikiranmu. Kamu menyebalkan. (Halaman 102)

Pada tahun ajaran baru sekolah ninja, Naruto yang dengan sangat memukau berhasil lulus dari Akademi Ninja, sekelas dengan gadis yang ia sukai, Haruno Sakura. Sayangnya, cintanya bertepuk sebelah tangan karena Sakura sangat menyukai Uchiha Sasuke yang sangat pintar dan memiliki kemampuan ninja yang hebat. Hal ini membuat Naruto sangat membenci Sasuke.

Singkat kata, pada hari yang baru itu, Guru Iruka memberi tahu bahwa semua genin atau ninja tingkat bawah akan dikelompokkan menjadi satu grup yang berisi tiga orang. Masing-masing grup akan dibimbing seorang jonin atau ninja tingkat atas. Dan yak, benar sekali, Naruto, Sakura, dan Sasuke menjadi satu kelompok dan akan dibina oleh Hatake Kakashi yang hebat.

Latihan ini adalah ujian super sulit yang tingkat kegagalannya mencapai 66 persen! (Halaman 117)

Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Naruto menjadi ninja bersama Sasuke dan Sakura dibawah pengawasan Kakashi? Apaah cita-citanya menjadi shinobi hebat dan mengalahkan gelar hokage bisa ia capai? Semudah itukah berjuang menjadi ninja di sekolah ninja yang tidak semua orang bisa bertahan di dalamnya? Penasaran kaaaan?

Wow. Just wow. Saya sukaaaa. Pada jilid pertama ini isinya lengkap. Saya dibuat terpukau dengan ritme yang cepat dan menegangkan ketika Naruto, Sakura, dan Sasuke berlatih bersama Kakashi. Ternyata konsep ninja yang berpakaian tertutup dan hanya terlihat matanya saja tidak berlaku di sini. saya suka konsep sekolah ninja yang terasa nyata pelajaran dan hari-harinya.

Naruto di jilid pertama ini sukses membuat saya tersentuh karena udapan Hokage dan Iruka. Saya suka penggambaran sosok Naruto yang nakal dan suka berbuat onar ternyata memendam rasa kesepian yang teramat dalam. Alasan Naruto berbuat demikian juga diungkapkan komikus dengan sangat rasional. Saya sampai bersimpati dengan Naruto alih-alih ikut sebal padanya.

Pada jilid pertama ini saya amat sangat tidak suka dengan tokoh Sakura. Duh, anak ini benar-benar menyebalkan sesuai apa kata Sasuke. Pendapatnya tentang Naruto sangat tidak berperasaan dan semaunya sendiri. Saya suka dengan sikap Sasuke yang meskipun tidak terlalu menyukai Naruto namun justru memihaknya ketika Sakura memberikan pendapatnya itu.

Oh iya, saya juga suka karena di jilid ini sudah buanyak sekali jurus ninja yang disebut dan digunakan oleh beberapa tokoh. Sebut saja Henge no Jutsu, Bunshin no Jutsu, Kage Bunshin no Jutsu, Oiroke no Jutsu, Harem no Jutsu, Kawarimi no Jutsu, Gokakyu no Jutsu, dan Shinjyuzanshu no Jutsu. Artinya apa itu? Silakan baca saja sendiri yah hehehe. Recommended!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Wild Half (Jilid 1)

coverwild1

Judul: Wild Half (Jilid 1)

Sub Judul: Anjing Liar

Komikus: Asami Yuko

Penerjemah: Faira Ammadea

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 214

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792084191

cooltext-blurb

Salsa, sejenis binatang yang memiliki kemampuan untuk berubah menjadi manusia, atau Wild Half. Dengan kekuatan yang dimilikinya, dia menjadi detektif yang handal. Meskipun terkenal, sosoknya tida diketahui siapa pun. Pertemuannya dengan Taketo menjadikan mereka pasangan yang unik.

cooltext-review

Seekor anjing menjadi detektif? Yang benar saja! Hehehe awalnya saya berpikir demikian ketika membaca tema cerita komik ini. seekor anjing yang menjadi detektif bukanlah hal yang rasional. Tetapi berbeda ceritanya jika anjing tersebut memiliki kemampuan khusus bisa berbicara dan berubah wujud menjadi manusia! Wah, ini baru menarik. Lanjut yah.

Komik ini memiliki enam bab sebagai jalinan cerita utama dan ditambah satu bab khusus yang menyuguhkan cerita spesial spin off dari kisah yang utama tadi. Langsung saja saya dibawa pada bab pertama berjudul Anjing Liar. Tokoh utama komik ini, Iwase Taketo adalah seorang siswa kelas 1 SMU yang tinggal berdua dengan kakaknya yang seorang polisi, Iwase Toshifumi.

Gara-gara kecerobohanku, senjataku direbut dan si pelaku berhasil kabur. Kalau sampai harus minta bantuan orang lain, berarti aku tidak pantas jadi polisi!! (Halaman 18)

Benar sekali, Toshifumi mengalami kecelakaan dan dirawat ringan di rumah sakit karena senjatanya direbut orang jahat. Taketo yang ingin menolong kakaknya itu berjumpa dengan Salsa, si anjing ajaib pada bab Hidung Kebenaran. Salsa yang secara rakus memakan bekal makan siang dan makan malam di rumah Taketo merasa ingin membalas budi dengan membantunya.

Aku tidak akan pernah meremehkanmu lagi, Salsa… Percayalah padaku. Kumohon, selamatkan anak ini!! (Halaman 70)

Bab Kobaran Api mengisahkan Salsa dan Taketo yang berpasangan dalam menangani klien yang memerlukan bantuan Salsa. Kali ini Salsa mendapatkan klien seorang perempuan yang mencurigai suaminya sebagai pelaku pembakaran rumah yang sering terjadi di lingkungan rumah Taketo. Melihat kesungguhan itu, Salsa tak berpikir dua kali untuk menerimanya. Lalu?

Percuma… Kau sedang terluka, tidak mungkin bisa mengangkatku… Kau saja yang lari… (Halaman 87)

Bab keempat berjudul Anjing Surga adalah bab yang sangat menyentuh. Jadi ceritanya Salsa dan Taketo sedang bertengkar. Di tengah jalan, Salsa bertemu dengan seorang gadis cilik bernama Atsushi yang mengira Salsa adalah Ricky, anjingnya yang telah mati. Sayangnya, kenyataan itu dan satu fakta memilukan lain disimpan rapat oleh kakek dan nenek Atsushi. Waduh :(

Katanya, mereka harus pergi untuk urusan pekerjaan sambil membawamu saat aku sedang tidur. (Halaman 107)

Ada tokoh baru di bab kelima Bunyi Lonceng. Di kelas Taketo, ada seorang cewek bernama Kitahara Miya yang hampir setengah tahun tidak masuk sekolah. Suatu hari, ada seorang gadis yang tiba-tiba masuk kelas dan duduk di bangku Miya. Namun, ada yang aneh dengan gadis ini. Ia memiliki tatapan tajam yang bisa menghipnotis orang lain! Wah, bagaimana lanjutannya?

Rupanya anak ini tidak mempan dengan kekuatan mataku… Jelas dia targetku berikutnya…!! (Halaman 129)

Masa Lalu yang Indah adalah bab keenam yang mengisahkan masa lalu Salsa. Taketo yang baru saja membeli motor baru, mengajak Salsa jalan-jalan ke pantai. Salsa menceritakan bagaimana awal mua ia berkenalan dengan manusia sebagai seekor wild half. Tak disangka masa lalu yang pahit pada awalnya tidak berlangsung lama. Saya suka bagaimana komikus menceritakannya.

Saat itu aku tidak mempercayai manusia… Hanya diluar mereka baik… Tapi, pada akhirnya mereka selalu menyiksaku!! (Halaman 148)

Saya suka komik ini. meskipun Salsa adalah anjing yang juga menjadi detektif, bukan sisi detektifnya yang komikus angkat di komik ini, melainkan kejaiban-kejaiban dan keseharian Salsa dan Taketo. Hal ini membuat saya jadi memahami bagaimana Salsa seekor wild half harus berlaku biasa saja di rumah Taketo, khususnya di hadapan kakaknya yang takut anjing.

Kelebihan dan keajaiban Salsa menurut saya sangat unik. Kemampuannya berubah wujud tidak bisa berlangsung dengan instan. Salsa memerlukan suatu dorongan emosi agar bisa berubah pada tahap manusia itu. tentu saja bentuk manusia Salsa sangat jauh lebih kuat dibandingkan wujud anjing. Tidak heran bahwa meskipun sendirian, Salsa bisa menyelamatkan siapapun.

Awalnya saya mengira tokoh utama komik ini adalah Taketo. Namun, ternyata Takeo bisa dikatakan berperan sebagai side-kick Salsa. Meskipun demikian, komikus tidak melupakan peran tersebut dan memberikan berbagai kejadian dan orang-orang yang muncul berasal dari lingkungan Taketo. Toh, bagaimana bisa lingkungan anjing dikupas lebih dalam, bukan?

Salsa pada dasarnya memang anjing biasa. Tentu saja sifat dasarnya juga tidak hilang sepenuhnya. Hal ini dijadikan komikus sebagai hal lucu yang disisipkan pada beberapa sudut. Contohnya ketika Salsa dan Taketo mengejar penjahat, Salsa dengan santai pipis di sebuah batang pohon. Tentu saja hal ini membuat Taketo geram. Sempet-sempetnya sih!

By the way, dampak dari hal yang saya ungkapkan di atas menjadikan hal klise tipikal cerita detektif menjadi hilang. Lupakan berbagai macam deduksi, dugaan, TKP, tersangka, alibi, dan sebagainya selayaknya kisah detektif. Komik ini tidak memberikan hal itu. mungkin sebagian pembaca yang ingin membaca alur detektif menjadi kecewa. Tapi saya sih fine-fine saja.

Oh iya, satu hal yang saya sebel ketika membaca komik ini pada bab keenam adalah GANTUNG! Duh namanya juga komik berseri sih, tetapi saya jengkel aja membaca akhir komik ini dibuat seperti itu oleh komikus. Untunglah bab terakhir spin off bisa meredaan emosi saya karena ceritanya sangat menarik dengan tokoh-tokoh yang sama namun berbeda. Penasaran?

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Medafighter Rintarou! R1 (Jilid 1)

covermeda1

Judul: Medafighter Rintarou! R1 (Jilid 1)

Judul Asli: Medafighter Rintarou! Medafighter R1

Komikus: Fujioka Kenki

Penerjemah: Randohri Neko

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 180

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792058628

cooltext-blurb

Awalnya, ini semua gara-gara Ryo dan Koji yang bertengkar karena berebut perhatian Karin pada Hari Natal. Akhirnya, aku, Kantaros, Ikki, dan Metabee malah turut terlibat dalam pertarungan akbar yang seru di Meda Tower pada Malam Tahun Baru itu.

cooltext-review

Suatu masa, pada tahun 2021, bumi mendapatkan sebuah hujan debu dari bintang biru. Debu-debu ini bukanlah debu biasa, melainkan debu bintang yang memiliki kemampuan magis bisa menghidupkan robot ketika diubah bentuknya menjadi medal. Oleh karena itu, muncul robot-robot yang disebut dengan medabot yang artinya robot yang menggunakan medal untuk hidup.

Komik ini memiliki lima bab, yang pertama adalah X-Project. Suatu hari, di SD Ginjo, Arika sangat bersemangat mengajak sahabat baiknya, Tenryo Ikki, dan medabot milik Ikki, Metabee, untuk mengikuti lomba yang diadakan saat festival sekolah sebelah, SD Kameyama. Di sana, terjadi sedikit insiden karena Metabee disangka medabot milik seorang champion di daerah itu.

Kalau dilihat baik-baik, ini bukan Kantaros, dyans. Salah orang, kuma. (Halaman 25)

Ya benar, akibat kesalahpahaman itu, Metabee jadi geram dan akhirnya bertarung dengan Kantaros, medabot milik Namishima Rintarou. Pada bab berjudul Kekalahan Kantaros ini terlihat seru pertarungan dua medabot yang jenisnya sama persis. Kemarahan Metabee karena kejahilan Unikura Bafusaku, Samejima Hasuke, dan Kinme Mutsuki membuatnya menang telak.

Maaf saja, tapi karena duel adalah duel.. Sesuai peraturan, parts milikmu aku ambil. (Halaman 56)

Meninggalkan Karin dan Ikki, mari beranjak ke bab ketiga berjudul Mecha Impian. Rintarou yang sangat depresi karena kekalahan Kantaros akhirnya mengajak Bafusaku, Hasuke, dan Mutsuki sesama penggusur klub Meda cewek menjadi Meda cowok. Mereka ingin membuat Kantaros hidup kembali dengan tampilan yang jauh lebih gahar dan memiliki kekuatan lebih dahsyat.

Kalian belakangan ini makin hilang bayangannya, yaaa. Meda-CW nggak ada giliran tampil, kuma. (Halaman 87)

Bab keempat sudah mulai ada tokoh baru. Awalnya Ikki, Metabee, dan Arika ingin merayakan malam tahun baru di rumah. Tiba-tiba di televisi ada siaran langsung pertarungan medabot atau robattle antara Kaiba Ryo dan Mach Massive melawan Karakuchi Koji dan Ramtam. Bab berjudul Love Robattle (Bagian Awal) ini adalah pertarungan memperebutkan Karin #capedeh.

Memang Kak Ryo adalah Hyper Medafighter ternama dalam negeri. Aku pun hormat dan kagum pada Kak Ryo. Tapi… (Halaman 125)

Sebagai penutup, ada bab Love Robattle (Bagian Akhir). Di sini, entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Rintarou dengan Kantaros yang telah berubah menjadi Heracles Type KBT dan Ikki bersama Metabee ikut-ikutan bertarung memperebutkan Karin. Pertandingannya juga cukup sederhana yaitu menyelamatkan Karin di puncak Tokyo Meda Tower. Siapakah yang menang?

Mach Massive Kakak terlalu banyak hiasan. Dalam ruangan sempit seperti ini, speed type mecha pun tidak berguna, dong!? (Halaman 154)

Hmm, saya mengenal medabot ini lebih dahulu melalui anime yang sempat ditayangkan di televisi swasta belasan tahun silam setiap hari minggu. Bahkan saya juga pernah memainkan video game nya di GBA emulator. Intinya, saya suka dengan konsep pertarungan robot yang menggunakan medal dan bisa mengambil parts medabot lawan yang kalah.

Tetapi, sayangnya saya harus kecewa ketika membaca versi komiknya. Secara cerita memang sama saja sih. Namun, komik ini bisa saya katakan sangat berantakan dalam hal penyampaian dan alur cerita. Saya kerap dibuat bingung oleh komikus karena strukturnya tidak jelas. Jalan cerita seenaknya sendiri dan tidak runtut. Semuanya serba tiba-tiba tanpa ada intermezo.

Pada bagian awal, seharusnya ada alur perkenalan yang runtut. Meskipun sudah ada halaman tersendiri tentang tokoh siapa saja yang berperan sepanjang jilid perdana ini, tetapi alur pengenalan sepanjang cerita yang berjalan sama sekali tidak nyaman dibaca. Untuk artwork, jenis gambar yang seperti arikatur, bukan komik, agak kurang sedap dipandang. Selera aja sih.

Yah di balik itu semua, saya jadi sedikit mengetahui tentang dunia medabot. Hal ini pada akhir bab pertama, ada empat halaman khusus yang menceritakan apa itu medabots (khususnya Metabee dan Kantaros yang bertibe KBT) dan apa saja yang melekat padanya. Oh iya, saya juga tahu ternyata meskipun memiliki medal dan bentuk yang berbeda, mereka punya kode sendiri.

Misalnya Ramtam milik Koji adalah tipe STG atau Sabertooth Tiger, Mach Massive milik Ryo adalah tipe KWG atau Kuwagata alias kumbang capit, sedangkan Metabee dan Kantaros adalah tipe KBT atau Kabuto Mushi yang merujuk pada kumbang tanduk. Jadi meskipun ada nama sendiri-sendiri, ternyata ada aturan khusus tentang kode tipe setiap medabot.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Wonder School Boy (Jilid 1)

coverwonder1

Judul: Wonder School Boy (Jilid 1)

Komikus: Shimizu Yoko

Penerjemah: Kreasita

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2006

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2006

ISBN: 9789792084597

cooltext-blurb

Tenji Tsubaki, siswa SMU tukang molor yang sudah jadi detektif demi melunasi hutang ayahnya. Mati-matian, dia berusaha menutupi identitasnya, tapi ketahuan teman sekelasnya, Kirin Tachibana. Dan, demi kerahasiaan identitasnya, Tenji dengan terpaksa menerima Kirin menjadi asistennya. Kini, tugas perdana Tenji dan Kirin dimulai.

cooltext-review

Apa jadinya jika seorang anak SMA memiliki pekerjaan sebagai detektif swasta? Tak hanya menyelidiki suatu kasus, namun juga”membereskan” orang jahat yang menjadi targetnya? Apakah ia akan langsung tewas begitu saja? ataukah menjadi bulan-bulanan sang penjahat yang sangat lihai dalam hal kekerasan dan kejahatan yang keji?

Wonder School Boy memiliki tema tersebut. Adalah seorang anak laki-laki biasa bernama Tsubaki Tenji yang masih berusia 17 tahun. Akibat kelakuan ayahnya sendiri yang menggelapkan uang sebesar 1,1 trilyun dari kantor bernama Biro Penyelidikan Muroto, Tenji harus pasrah dipekerjakan secara paksa demi melunasi hutang ayahnya yang sembrono itu.

Jilid perdana ini dibuka dengan bab pertama berjudul Wonder Boy tentang rasa penasaran teman sekelas Tenji, Tachibana Kirin, yang sebaya dengan Tenji karena merasa Tenji yang doyan tidur di kelas memiliki gerak reflek yang baik, bahkan bisa menyelamatkan Kirin dari bola baseball yang hampir mengenai wajahnya. Lambat laun Kirin selalu memperhatikan Tenji.

Gerakan Tenji waktu itu sangat cepat dan rasanya, nggak percaya kalau orang seperti dia bisa melakukannya. (Halaman 9)

Akibat kecerobohan Tenji yang sedang bertugas pada malam hari, Kirin yang diam-diam mengikutinya justru terjerumus pada penyanderaan di bab kedua berjudul Wonder Boy II. Meskipun berhasil lolos, Kirin meminta hal yang sangat gla kepada Tenji agar menjadikannya asisten. Sebagai imbalan, Kirin tak akan buka mulut pada pihak sekolah tentang pekerjaan Tenji.

Cara kerja mereka, menarik uang dari rekening sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama. (Halaman 58)

Oh iya, Biro Penyelidikan Muroto tempat Tenji bekerja dipimpin oleh Miroto Shino yang masih berusia 25 tahun. Sebagai pimpinan tertinggi, ia justru menyetujui kehadiran Kirin yang masih nol besar dalam dunia penyelidikan turut bergabung menjadi asisten Tenji. Sangat sembrono sih kalau dipikir. Apalagi pada bab berjudul Operasi Pembebasan Seorang Anak ini sangat berbahaya.

Tatara, orang yang nggak kenal ampun pada siapa saja! karena saat ini, aku jadi sorotan publik maka orang-orang nggak berani berbuat macam-macam. Tapi kalau semua itu sudah berakhir, sudah pasti dia akan membunuhku dan putraku. (Halaman 102)

Selain Shino dan Tenji, ternyata biro penyelidikan itu memiliki satu orang pegawai lagi bernama Muroto Yuki yang masih berusia 18 tahun. Ia sesungguhnya adalah adik Shino. Namun demikian, kemampuan bela diri dan menggunakan senjata tak perlu diragukan. Pada bab keempat berjudul Perasaan Kirin saja ia berani melawan gerombolan penjahat jalanan.

Isi disket ini berhubungan dengan penemuan teknik baru yang masih sangat dirahasiakan, yaitu energi dengan bahan baku baterai. (Halaman 145)

Sebagai bab terakhir yang berjudul Mr. Cool, Tenji dan Kirin yang bertugas secara tidak sengaj berjumpa dengan Ryuichi Kuki yang ternyata adalah kepala polisi berusia 28 tahun. Meskipun saat itu mereka dalam satu tujuan yang sama, Kuki dan anak buahnya mengacuhkan nyawa anak yang disandera oleh orang yang mereka incar. Sampai-sampai Kirin menjadi geram.

Kamu kelihatannya seperti polisi, tapi apa kamu juga nggak memperdulikan nyawa orang? (Halaman 170)

Well well, sebenarnya tema yang diangkat komik ini cukup menarik. Seorang siswa sekolah menengah atas yang seharusnya fokus pada pelajaran dan nilai rapor justru terbelenggu dalam dunia penyelidikan yang berbahaya dan mengancam nyawa akibat ulah ayahnya sendiri. Belum lagi ia yang sering tidur di kelas karena bekerja hingga larut malam bukanlah hal yang baik.

Tenji sebagai anak yang tidak bisa apa-apa akhirnya menerima pekerjaan itu. namun demikian, Tenji tumbuh menjadi ppemuda kuat dan lihai dalam hal bertarung dengan musuh-musuhnya. Aksi yang gesit dan cekatan kerap membuatnya sukses menunaikan pekerjaan dari klien Shino. Sampai-sampai semua musuhnya yang jahat tidak percaya bahwa Tenji adalah anak SMU biasa.

Hingga suatu ketika kehadiran Kirin di kehidupan malamnya menjadi problema. Dan di titik inilah saya merasa sangat heran dan kesal. Bagaimana tidak, “hanya” karena diselamatkan dari bola baseball yang nyasar, Kirin menjadi sangat naif dan keppo terus dengan Tenji. Bahkan tidak sampai di situ, Kirin memaksa menjadi asisten Tenji dengan mudahnya. Seriously?

Kirin adalah anak pandai yang selalu masuk 10 besar di kelas. Namun dalam hal berpikir dalam hidup, khususnya yang menyangkut hidup Tenji, Kirin sangat sangat sangat bodoh. Bagaimana mungkin dia mau membahayakan nyawanya sendiri dengan bergabung bersama Tenji padahal ia tida punya pengetahuan dan pengalaman sama sekali?

Komikus mungkin memang berniat membuat Kirin yang awalnya hanya teman sekelas menjadi rekan kerja Tenji. Sayangnya komikus tidak lihai dalam menempatkan situasi penting dan latar belakang alasan yang logis agar Tenji tidak menolak Kirin menjadi asistennya. Belum lagi Shino sang direktur langsung menyetujui Kirin. Duh itu nyawa orang jadi taruhannya lho.

Biro penyelidikan Muroto juga bukanlah usaha yang ilegal. Seringnya menerima klien dan bahkan bertemu dengan jajaran kepolisian tentu Shino tidak boleh mengabaikan nyawa Kirin yang masih nol besar untuk bergabung dengan kantornya. Harusnya Shino lebih tegas menolak atau paling tidak menunggu hingga Kirin memiliki bekal yang cukup mendampingi Tenji.

Lima bab yang tersaji di komik jilid perdana ini juga terasa membosankan. Formula yang dipakai dalam hampir setiap bab adalah ada klien minta tolong, Tenji (dan Kirin) bertugas yang kadang Yuki ikut campur, bertarung sana sini dengan komplotan penjahat, masalah beres. Begitu terus hingga bab terakhir. Saya sampai bisa menebak bagaimana akhir bab itu.

Meskipun demikian, nuansa serunya masih terasa kok. apa lagi Tenji yang lihai bela diri kerap memunculkan gerakan-gerakan cakep yang membuat lawannya terkapar dalam sekali serang. Artwork komik ini juga tidak perlu diragukan lagi detil dan bagusnya. Tapi yaa, begitu saja sih. Mungkin pada jilid selanjutnya akan lebih seru. semoga. Tapi saya nggak punya lanjutannya ._.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Real (Jilid 1)

coverreal1

Judul: Real (Jilid 1)

Komikus: Inoue Takehiko

Penerjemah: Nalti Kikuchi

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 216

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792701043

cooltext-blurb

Nomiya adalah kapten basket di SMU Nishi. Namun, setelah istirahat panjang akibat kecelakaan, bukan hanya posisinya sebagai kapten saja yang digantikan Takahashi, tapi juga dia harus berhenti dari sekolahnya. Namun, ia tidak bisa lepas dari basket. Pada suatu hari, ia berkenalan dengan Azumi, manajer klub basket kursi roda. Sejak saat itu, Nomiya mulai mengenal Kiyoharu, jagoan basket kursi roda…

cooltext-review

Komik tentang olahraga basket sepertinya sudah cukup banyak. Kebanyakan berkisah tentang perjuangan seseorang atau sebuah tim dalam bertanding hingga mencapai puncak kemenangan. Tetapi hampir semuanya memiliki tokoh yang sempurna secara fisik. Nah, bagaimana jika orang berkebutuhan khusus yaitu orang berkursi roda yang bermain basket?

Enam bab yang disuguhkan di komik ini tidak ada kalimat dalam judul. Hanya dicantumkan urutan tingkatan. Yang pertama adalah 1st. Alkisah ada seorang siswa SMU Nishi bernama Nomiya Tomomi. Ia harus berhenti sekolah karena kecelakaan dan perangai yang buruk. Padahal ia adalah kapten tim basket di sekolah. Akibatnya ia selalu uring-uringan.

Kenapa di Jepang ini kalau kita berhenti dari klub basket sekolah, tak ada tempat lain untuk bisa main basket!? (Halaman 27)

Pada bab 2nd, Nomiya sedang menjenguk Yamashita Natsumi, gadis muda yang harus mengalami kenyataan pahit seumur hidupnya akibat kelalaian Nomiya. Di rumah sakit itu, Nomiya tak sengaja berjumpa dengan Togawa Kiyoharu, pemuda berkursi roda yang sangat jago bermain basket. Sampai-sampai pada laga 1 on 1, Nomiya sang kapten harus kalah telak.

Keliahatannya, pemainmu tidak ada seorangpun yang main dengan begitu semangat seperti orang itu, ya… (Halaman 60)

Perjumpaan Nomiya dengan Kiyoharu ternyata tidak berhenti sampai di situ. Pada bab 3rd ketika Nomiya latihan menyetir mobil, ia berjumpa dengan Azumi, manajer klub basket kursi roda yang pernah Kiyoharu ikuti. Mengetahui hal ini, Nomiya langsung meminta Kiyoharu agar bertanding basket dengan kapten baru tim basket SMU Nishi yang sangat kurang ajar.

Yang bertanding betulan hanya 1 on 1. 2 orang itu sudah tahu hal ini. Lihat! Nomiya dan Takahashi begitu semangat. (Halaman 105)

4th adalah bab keempat yang membawa pembaca pada hasil akhir pertandingan tersebut. Nomiya dan Kiyoharu bertanding dengan sang kapten, Takahashi Hisanobu, dan Seki, teman baik Nomiya saat masih bersekolah. Akibat terlalu meremehkan Kiyoharu, Takahashi dan Seki yang bermain 2 on 2 harus menelan pahit kekalahan. Sayangnya, justru Seki yang disalahkan.

Kalau sebelumnya, aku merasa teman-temanku begitu sedikit mengoper bola padaku, mulai hari itu… betul-betul nol besar. (Halaman 137)

Nomiya yang berkunjung ke rumah sakit terkejut ketika mengetahui bahwa Natsumi telah keluar rumah sakit dan pergi jauh. Pada bab 5th ini, Nomiya berencana menyusul Natsumi agar bisa terus menghiburnya semampunya karena telah merenggut kebahagiaan Natsumi. Salah satu cara mengumpulkan uang adalah bermain taruhan basket dengan anak orang kaya.

Kalian kalah oleh orang berkursi roda dan sekarang kalian bilang, permainan ini tidak fair? (Halaman 157)

Kebiasaan Nomiya dan Kiyoharu mendapatkan uang dengan cara tersebut membuat anak-anak kaya itu kesal. Suatu hari, mereka mendatangkan Nagano Mitsuru, seorang yang jago basket yang sama kondisinya dengan Kiyoharu, berkursi roda. Pada bab 6th ini Mitsuru meminta tanding 1 on 1 pada Kiyoharu. Sayangnya, keyakinan Kiyoharu harus runtuh seketika.

Sialan!! Orang ini paling tidak, tingginya 190 cm, itu yang membuat kursinya tinggi. (Halaman 189)

Sebagai pembuka, saya cukup kaget mendapati adanya lima lembar di dalam komik ini yang berarti berisi sepuluh halaman full color dengan kertas lux yang bagus, masing-masing terbagi atas tiga lembar di awal dan dua lembar di paruh akhir. Saya jadi bisa melihat jelas bagaimana warna dan goresan tangan sang komikus versi warna. Bagus sekali.

Artwork yang disuguhkan komikus juga sangat khas sekali. Sebenarnya gaya gambarnya sama sekali tidak jelek, hanya saja sepertinya bukan selera saya. Salah satu hal yang cukup mengganggu adalah penampakan siswa siswi sekolah terlihat terlalu tua dan boros paras. Apalagi perawakannya juga terlalu dewasa untuk anak usia belasan tahun.

Kalau dari segi cerita, saya justru sangat menikmati. Komikus tidak buru-buru membawa sang tokoh utama dan Kiyoharu menjadi lengket dan bermain dengan bahagia bersama, tetapi masih menyuguhkan suasana kaku dan egois untuk Nomiya dan Kiyoharu. Secara ide ini sangat logis. Sebagai orang baru kenal pasti masih jaim dan tidak langsung membaur begitu saja.

Tentang konflik, sebenarnya sangat khas konflik remaja sih. Tetapi entah kenapa kok rasa-rasanya jadi terlalu berat untuk ukuran remaja sekolah. Saya tidak tahu apakah komikus memang berniat demikian, membuat konflik Nomiya dan sekitarnya teramat berat hingga tidak bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Apalagi Nomiya suka sekali menghajar orang.

Oh iya, saya agak bingung dengan perpindahan bab di komik ini. selain tidak ada kalimat judul, pada bab tiga tidak terlihat perpindahannya. Awal bab baru hanya ditunjukkan melalui salah satu gambar di halaman yang bersangkutan. Saya tidak sadar bahwa gambar itu merujuk bab baru. Padahal secara kejadian dan alur masih belum bisa dikatakan chapter baru.

Overall, saya suka dengan komik ini meskipun artwork yang kurang saya sukai. Tema basket yang digeluti orang berkursi roda juga sangat menarik. Ternyata kursi roda yang digunakan juga berbeda lho. Pantas saja Kiyoharu sangat mahir bermain basket. Yang saya suka juga komik ini tidak terlalu menyuguhkan teori dan tehnik basket, melainkan keseruan permainan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Recast (Jilid 1)

coverrecast1

Judul: Recast (Jilid 1)

Komikus: Kye Seung-Hui

Penerjemah: Minkee Kang

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 184

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792704723

cooltext-blurb

Tanpa disadari JD, Kakek Grifford melakukan sihir Recast padanya sejak dia masih bayi. Namun Kakek Grifford yang selama ini bersembunyi dari Dunia 4, akhirnya ditemukan oleh para puppet. Kakek Grifford pun terbunuh, dan JD jadi buruan puppet. Untuk menyelamatkan diri, JD harus pergi ke daerah Jade untuk menemui Vreis, sang vampir.

cooltext-review

Akhirnya saya berkesempatan lagi membaca dan mereview komik yang berasal dari negeri ginseng, Korea. Saya tidak tahu sih ini bikinan Korea Selatan atau Korea Utara. Tapi yang jelas manhwa alias komik asal Korea tidak kalah serunya dengan komik manga dari Jepang yang sudah populer di mana-mana. Lantas serunya apa manhwa Recast ini?

Nah jadi komik ini bertemakan sihir. Tokoh utamanya adalah seorang anak laki-laki yang bersekolah di sekolah sihir bernama JD. Intinya sih dunia tempat tinggal JD ini sudah sangat terbiasa dengan sihir. Bagian pembuka komik jilid perdana ini adalah ketika JD dikejar-kejar oleh makhluk ganas pada malam hari di sekitar kuburan tempat ia tinggal.

Dalam menghalau makhluk jahat yang disebut puppet tersebut, JD menggunakan senjata bernama UST-1000 pemberian kakeknya, Grifford. Senjata berbentuk pentungan itu memiliki kemampuan khusus berubah bentuk sesuai kehendak pemakainya. Sayangnya, karena masih beberapa menit mendapatkannya jadi kewalahan karena senjata tidak membantu sama sekali.

Seperti yang kukatakan dulu, kalau mau mendengar, memerlukan udara. Kalau mau melihat, memerlukan cahaya. Di dunia ini ada yang namanya box yang mengandung partikel sihir untuk menyihir. (Halaman 22)

Selain Kakek Grifford, JD juga dekat dengan guru sekolahnya bernama Celine. Beliau ini juga merupakan murid dari Grifford. Oleh karena itu ia memanggil kakek JD dengan panggilan Guru. Kegelisahan Celine karena kemunculan puppet yang mengejar JD dianggapnya sebagai hal yang mencurigakan. Terlebih puppet itu sangat kuat dan sesungguhnya sulit dikalahkan JD.

Kamu gentar karena tidak tahu sehebat apa yang telah kubuat dengan recastku. Bila aku terima tawaran itu, kamu juga mengambil JD. Itu menguntungkanmu, ‘kan? (Halaman 73)

Akhirnya Celine mengetahui fakta bahwa hal itu akibat dari sihir recast. Karena Kakek Grifford menggunakan semua clementes (kemampuan sihir) yang dimiliki untuk menggunakan sihir itu pada JD. Semua kekuatan itu diberikan pada JD. Untuk apa? Padahal JD yang usianya masih muda belum tahu menahu tentang apa yang dilakukan oleh Kakek Grifford tersebut.

JD harus bisa mengalahkannya sendiri. Kalau tidak, sia-sia aku menggunakan sihir recast padanya!! (Halaman 90)

Di dunia JD ini, ada konsep dunia yaitu Dunia 4, Dunia 5, dan Dunia 6. Saya cukup suka tentang pembagian dunia ini dan cara berpindah dunia. Singkat cerita, Kakek Grifford akan pergi dengan JD ke wilayah Jade. Sayangnya, belum sempat hal itu terwujud, muncul puppet atau pembunuh bayaran bernama Mickey T. G. yang mengincar nyawa Kakek Grifford dan JD.

Aku ingin memberi tahumu lebih lanjut, tapi recastmu belum selesai. Karenanya kamu harus menyadarinya sendiri. (Halaman 126)

Nah bagaimana kelanjutan petualangan JD sebagai anak yang mendapatkan sihir recast? Apakah ia bisa menemui Vreis, sahabat sang kakek sesuai keinginan Kakek Grifford? Pasalnya, sebelum ia menunaikan permintaan tersebut, JD harus berhadapan langsung dengan puppet baru bernama Dwee Mascara yang sangat tangguh dan licik.

Jangan keras kepala! Guru sudah mengorbankan nyawanya untukmu! Sekarang kamu harus kabur untuk menuruti perintah Guru!! (Halaman 137)

Saya cukup heran pada awalnya karena membaca komik ini membukanya dari kanan ke kiri, tidak seperti manga yang dari kiri ke kanan. Saya jadi berpikir apakah manhwa memang seperti buku-buku di Indonesia yang dibuka dari kanan ke kiri ya? entahlah. Yang jelas komik ini menawarkan hal baru dengan tema sihir yang memukau dan tidak biasa.

Sebelum berbicara lebih lanjut tentang sihir, saya cukup malas sebenarnya apabila berhadapan dengan komik yang tokoh-tokohnya menggunakan nama-nama orang Korea pada umumnya yang menurut saya tidak bisa dihafalkan dengan mudah. Untung saja komik ini menggunakan nama yang jauh lebih mudah diingat dan diucapkan daripada nama komikusnya. LOL.

Oh iya, komik ini memiliki kekurangan yaitu tidak adanya info chapter yang dimuat di jilid ini. daftar isi tidak ada, judul chapter awal juga tidak ada. Awalnya saya menemukan Creation File No. 1 dan 2 pada seperempat komik. Namun selanjutnya tidak ada lagi. hanya ada satu halaman penuh berisi ilustrasi satu tokoh tertentu. Saya bingung ini bagaimana pembagiannya.

Recast ini sesungguhnya memiliki tema yang unik dengan dunia yang menarik pula. Sihir yang bisa digunakan oleh manusia bahkan diajarkan di kurikulum sekolah membuat komik ini tidak bisa dianggap remeh. Sayangnya, namanya juga jilid pertama, segalanya serba tidak jelas dan misterius. Saya penasaran sekali dengan asal-usul JD dan kelanjutan petualangannya.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Harmel’s Violin (Jilid 1)

coverharmels1

Judul: Harmel’s Violin (Jilid 1)

Judul Asli: Hamerun no Violin Hiki

Komikus: Watanabe Michiaki

Penerjemah: Arief Hidayat

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 1995

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1995

ISBN: 9796371146

cooltext-review

Harmel’s Violin ini adalah salah satu judul komik era 90-an yang saya baca. Awalnya saya agak-agak ragu bisa menikmati komik ini. Maklum saja saya dapat komik ini di obralan seharga 5000 rupiah saja pada tahun 2008 yang lalu. Eh ternyata tak disangka saya sangat menikmatinya. Setiap tokohnya memiliki keunikan tersendiri. Tidak sia-sia deh baca jilid perdananya ini.

Jilid ini memiliki lima bab yang memiliki cerita saling berkaitan. Uniknya, setiap bab tidak memiliki judul, melainkan hanya dituliskan pakai pembuka not balok di partitur lagu. Paham maksud saya nggak ya? Pokoknya begitu deh. jadi jangan harap mendapatkan sebuah kalimat layaknya judul chapter di komik-komik yang lain.

Bab pertama mengisahkan pertemuan sang tokoh utama komik ini, Harmel dan burung gagak hitam pendampingnya, Orbow, dengan Viola seorang pemuda kecil yang hidup sebatang kara di pegunungan Eropa Utara. Viola secara tidak sengaja menyaksikan permanan indah Harmel. Tak sungkan Viola mengundang Harmel dan Orbow bertandang di rumahnya yang sederhana.

Aku tahu, orang yang bisa bermain musik seperti itu pasti orang yang baik hati. Ketika pertama kali bertemu, kukira dia dewa. (Halaman 21)

Bab kedua mengambil setting lokasi di pegunungan Eropa Utara, tepatnya di Desa Stakatt. Pengembaraan Harmel dan Orbow membawa mereka bertemu dengan Flute, seorang gadis pemberani yang melawan anak buah monster Raja Tuba yang menyerang warga kota. Status sebagai yatim piatu membuatnya harus melakukan yang terbaik pada warga kotanya tercinta.

Berani-beraninya kalian memukuli wajahku yang elegant dan beautiful ini. Ongkos ganti ruginya sangat besar! (Halaman 67)

Singkat kata, setelah Harmel “turun tangan” dengan alunan melodi indah biolanya, Flute ikut berkelana bersama Orbow dan Harmel hingga sampai di Kota Tenut. Di sini lagi-lagi ada monster jahat bernama Basoon yang memaksa warga bekerja keras setiap saat. Akibatnya kota yang awalnya makmur tersebut menjadi kotor dan tidak terurus. Kasihan sekali melihatnya.

Tubuhnya sebesar gunung, kekuatannya tak terukur, dan sekali ayun gunung pun seakan-akan terlempar… Selama dia tak dikalahkan, kedamaian tak akan ada di desa. (Halaman 90)

Meninggalkan problematikan Kota Tenut yang telah usai, kali ini Flute “dimanfaatkan” oleh Harmel melalui melodi indahnya untuk membuat jera monster yang dijuluki Tuan Vargote (atau Vargot? atau Fargot? Entahlah.) di Kota Legart. Hal ini dikarenakan Fargot bertindak kasar kepada sseorang gadis cilik yatim piatu penjual bunga yang tidak laku sama sekali.

Padahal waktu dulu, mereka membelinya karena indah. Tetapi aku akan terus berusaha! Soalnya ini kebun bunga ayah dan ibu. (Halaman 135)

Sayangnya, kemampuan Flute karena efek lagu yang dimainkan Harmel tidak mampu mengalahkan Fargot. Berkali-kali Flute babak belur oleh Fargot. Tak pelak hal ini membuat Fargot murka dan berencana menghajar Harmel yang dianggap Pahlawan Penyelamat Dunia. Mulanya Harmel ingin menyerah. Namun, satu tindakan Fargot membuatnya “meledak”.

Dia tidak menunjukkan perasaannya dengan jujur, sebenarnya dia mau minta maaf lho. (Halaman 162)

Ada yang pernah mengetahui tentang cerita terkenal berjudul Kotak Pandora? Komik ini pada bagian awal-awal memang menyisipkan cerita klasik tersebut, menganai sebuah kotak yang berisi segala kejahatan di muka bumi dan tersegel. Hingga suatu ketika seseorang bernama Pandora membukanya dan semua kejahatan terbang dan tersebar ke seluruh dunia.

Yang bisa menyelamatkan dunia dari kejahatan adalah satu harapan yang ada di kotak tersebut. Harapan tersebut dimanifestasikan sebagai Harmel yang dijuluki Sang Pahlawan. Nah, lika-liku perjalanan Harmel bersama Orbow inilah yang menjadi inti cerita komik ini. Sepasang manusia dan burung gagak yang bisa berbicara ini hendak menuju ke utara demi menumpas kejahatan.

Oh iya, di sini Harmel memiliki senjata andalan sebuah biola (atau cello karena terlalu besar, menurut saya) untuk melawan para monster. Ia selalu memainkan lagu-lagu klasik yang entah bagaimana selalu bisa membuat monster lawannya bertekuk lutut kalah tanpa ampun.

Nah, setiap melawan monster, Orbow selalu memberikan sebuah info atau pengetahuan tentang lagu-lagu yang dimainkan Harmel. Lagu yang digubah oleh komposer terkenal sepanjang masa itu selalu terasa benar-benar bagus didengar. Sayangnya, kemahiran bermain biola Harmel justru berbanding terbalik dengan sifatnya yang serakah dan sakarepe dewe *sigh*.

Satu-satunya orang yang cukup waras (dan mungkin cukup bodoh) untuk mengikuti Harmel adalah Flute. Memang benar sih kemampuan bawah sadarnya sangat bermanfaat dalam melawan para monster. Namun harga yang harus dibayar Flute sungguh memilukan hati, dan Harmel tidak mempedulikan hal itu. Grrh. Alau saja bukan dia sang pahlawan, pasti saya tidak akan mendukungnya. Tetapi kalau dipikir-pikir justru itulah yang membuat komik ini kocak.

Ya benar, komik ini banyak sekali menyuguhkan humor spontan ataupun anti klimaks yang membuat saya cengengesan. Misalnya ketika Harmel justru menjual Flute pada orang-orang di Kota Legart. Atau setelah monster berhasil dikalahkan, Harmel jstru meminta bayaran sangat tinggi pada warga Kota Legart yang ujung-ujungnya warga kota tidak jadi damai wkwkwk.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Fullmetal Alchemist (Jilid 1)

coverfullmetal1

Judul: Fullmetal Alchemist (Jilid 1)

Komikus: Arakawa Hiromu

Penerjemah: Leona

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792705249

cooltext-blurb

Kami, Edward dan Alphones Elric. Kakakku yang alchemist jenius juga dikenal sebagai “Fullmetal Alchemist”. Cinta kami pada Ibu membuat kami melanggar hukum pertukaran setara, dan menyebabkan Kami menjadi seperti sekarang.

cooltext-review

Selamat siang. Jumpa lagi. Kali ini komik berjudul Fullmetal Alchemist bisa saya selesaikan dalam sekali duduk. Komik ini terdiri atas empat chapter yang masingmasing sedikit berkaitan meskipun tidak terlalu erat. Two Alchemist adalah bab pertama yang mengisahkan kehadiran dua bersaudara bernama Edward Elric dan Alphones Elric di sebuah kota yang gersang.

Ternyata di kota ini beredar rumor tentang seorang pria yang dijuluki Guru Cornello. Sang guru ini diyakini masyarakat sebagai utusan Dewa Leto. Salah satu orang yang mempercayainya adalah Rose, seorang gadis sebatang kara yang ingin meminta Guru Cornello menghidupkan kembali kekasihnya yang telah tiada. Elric bersaudara mencium hal aneh tentang sang guru itu.

Beliau bisa menghidupkan kembali dan memberikan jiwa yang abadi pada makhluk hidup yang sudah mati. (Halaman 15)

Ternyata Elric bersaudara tersebut adalah seorang alchemist yang disuguhkan di bab The Cost of Life. Bahkan Edward Elric adalah alchemist negara yang memiliki kemampuan sangat tinggi. Mereka berdua ingin meminta “hal berharga” yang dimiliki Guru Cornello agar tujuan pribadi mereka ini bisa tercapai. Yah, meskipun harus mengorbankan keyakinan Rose dan warga kota.

Begini akibatnya kalau ingin menghidupkan kembali satu orang dengan usaha dua orang… (Halaman 63)

Kisah pilu Elric bersaudara di kota tempat tinggal Rose juga tidak berakhir bahagia. Perjalanan mereka berlanjut ke bab ketiga berjudul The Mine City. Di Tambang Youswell ini, mereka berdua ingin bermalam di salah satu penginapan. Sayangnya, latar belakang Edward sebagai abdi negara dinilai sangat mengganggu warga. Akibatnya hanya Alphonse yang boleh tinggal.

Walau ditukar berbagai macam hal istimewa, aku tak bisa memaafkan orang yang menjual jiwanya pada pihak militer negara. (Halaman 108)

War on The Train sebagai bab terakhir jilid ini mengisahkan sebuah penyanderaan seorang petinggi negara bernama Jendral Hakuro dan keluarganya yang ingin berlibur. Ketua geng yang menyandera itu adalah Bald. Namun tak disangka, Edward dan Alphonse yang berada di kereta yang sama mau tidak mau harus turun tangan mengatasi kelompok jahat tersebut.

Kalau terjadi sesuatu diluar dugaan, pasti akan langsung runtuh. Mereka pasti sudah tidak akan mematuhi kalian lagi. (Halaman 155)

Membaca judul komik ini pertama kali membuat saya agak-agak bingung. Apa itu alchemist? Meskipun di dalam jilid perdana ini dijelaskan secara singkat tentang apa itu alchemist, saya masih penasaran. Akhirnya saya “berselancar” dan mendapatkan jawaban bahwa alchemist adalah orang-orang yang mempelajari (dan biasanya sudah menguasai) tentang alkimia.

Kemudian muncul pertanyaan apa itu alkimia? Thanks to google, saya mendapatkan jawaban bahwa alkimia adalah ilmu kimia yang didasari dengan paham spiritual sehingga bertujuan untuk membuat benda-benda atau materi-materi yang tidak masuk akal, dan bertujuan untuk melawan hukum alam. Wow. Kenapa saya nggak dapet materinya saat sekolah ya?

Eeh ternyata pada akhir referensinya, disebutkan bahwa bisa disimpulkan bahwa alkimia adalah protosains yang menggabungkan unsur-unsur kimia, fisika, astrologi, seni, semiotika, metalurgi, kedokteran, mistisisme, dan agama. What the? Jangankan menggabungkan semua unsur ilmu tersebut, satu saja saya belum menguasai. Hahahahahak.

Baiklah di sini saya bisa katakan bahwa komik ini sangat sangat fiksi. Bentuk fisik Alphonse yang “ajaib” saja bisa ada, hal ini membuktikan komik ini memang hanya imajinasi komikusnya. Yang saya sukai dari komik ini adalah…semuanya. Ya benar, tokohnya, kemampuannya, jalan ceritanya, humornya, setting dan plot yang disuguhkan sangat menarik.

Edward memiliki kelebihan automail. Hal ini juga membuat saya kagum bahwa seorang anak kecil yang seperi itu bisa menguasai ilmu alchemist hingga menjadi abdi negara yang dihormati. Kadar humor yang tersaji di komik ini juga sangat pas dan menghibur. Si adik, Alphonse, justru terlihat jauh lebih dewasa dalam berpikir dan bersikap dibanding kakaknya sendiri. Terlebih ketika Edward dengan sangat mudah murka karena disebut sebagai orang yang &#@%$# (biar nggak spoiler) :p Namanya juga masih jilid 1, jadi serba tidak jelas. Aaah tapi saya penasaran!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Duel Jack (Jilid 1)

coverduelj1

Judul: Duel Jack (Jilid 1)

Komikus: Ihara Shigekatsu

Penerjemah: Patsiana T. Sofyan

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792071719

cooltext-blurb

Sho berhasil menguasai permainan sangat populer “Duel Masters” yang membuatnya terkenal di seluruh negeri.

cooltext-review

Permainan kartu dari Jepang yang cukup populer adalah permainan kartu Duel Masters. Selain populer dengan kisahnya sendiri, ternyata ada pula judul lain yang menggunakan permainan ini menjadi inti tema ceritanya, yaitu Duel Jack. Di komik ini, pembaca akan dibawa untuk menikmati petualangan seorang anak dalam bermain Duel Maters.

Adalah seorang anak laki-laki kelas 3 SD bernama Manato Hino yang gemar bermain bola di lapangan. Ia berpendapat bahwa permainan bola bisa membuat keringat dan sudah sepantasnya dilakukan anak laki-laki seusianya. Suat ketika, ia mendapati lapangan kosong karena semua anak laki-laki kecuali dirinya sedang bermain kartu di sebuah departement store.

Di sana, penyelenggara pertarungan kartu Duel Masters adalah seorang anak laki-laki yang menamakan dirinya Sho, sang Duel Jacker. Manato yang marah-marah karena semua temannya tidak ada di lapangan justru membuat Sho ingin memperkenalkan permainan kartu itu kepadanya. Sho berpendapat bahwa Manato harus mencoba asyiknya bermain Duel Masters.

Walaupun kalah, perbaiki strategi dan coba sekali lagi!! dalam duel semakin banyak bertarung, maka akan semakin kuat!! (Halaman 17)

Oh iya, komik ini terdiri atas delapan bab dan satu bab khusus berisi kumpulan trik bermain Duel Masters. Pengalaman Manato bermain kartu mengantarkannya pada beberapa lawan yang cukup tangguh. Salah satunya adalah seorang Leader Chinsoudan yang ingin menguasai taman bermain yang biasa digunakan Manato. Trik Manato yang masih pemula tentu saja kalah telak.

Selain orang asing, Manato juga berhadapan langsung dengan teman sekelasnya sendiri bernama Mizuno. Awalnya Mizuno ini sering kalah bermain kartu dengan Manato. Hingga suatu ketika ia meminta bantuan Sho agar mengajarinya menjadi lebih kuat dan bisa mengalahkan Manato. Hasilnya? Manato jadi mengakui kehebatan Mizuno. Lantas bagaimana?

Combo itu harus kamu temukan sendiri. Walaupun aku beri tahu… Itu artinya bukan combo milik Manato. (Halaman 61)

Dr. Baggy adalah salah satu tokoh lawan yang harus dihadapi oleh Manato. Ia awalnya sangat menyebalkan dengan cara bicara yang sering menyisipkan “Yo” disetiap ucapannya. Terlebih banyak sekali orang yang kalah bermain dengannya karena kehebatannya bermain kartu. Manato merasa tertantang dan ingin mengalahkan dia. Hasilnya bagaimana ya?

Kakeru Noroi dan Arasgu Kanezukai adalah anak-anak yang secara tidak sengaja bertarung Duel Masters dengan Manato karena keterpaksaan. Dua-duanya memiliki trik yang jauh diatas Manato dalam bermain kartu. Manato harus menelan kekecewaan karena kalah dalam waktu singkat karena tidak bisa mempertahankan diri bermain Duel Masters. Bagaimana selanjutnya?

Manato, strategi seperti apapun pasti punya kelemahan!! Nggak ada strategi yang sempurna!! (Halaman 129)

Membaca komik ini seharusnya saya merasa bersemangat dalam mengikuti setiap ceritanya. Apalagi tokoh dan permainan Duel Masters ini sebenarnya sangat menarik untuk diperhatikan. Sayangnya, saya justru sering sekali mengernyitkan dahi ataupun emosi membaca beebrapa bagian karena terasa tidak masuk akal meskipun ini adalah cerita fiksi.

Awal hal aneh yang saya pertanyakan adalah kemampuan Manato Hino yang awalnya nol besar tidak tahu menahu tentang permainan Duel Masters tiba-tiba bisa lancar jaya dan mengalahkan musuh pertamanya yang sudah mahir “hanya” karena diajari oleh Sho. Maksudku, seriusan? Yang ada juga kudu latihan berkali-kali dulu baru bisa menang. Grrrh.

Formula yang selalu terjadi di setiap cerita adalah Sho dan Manato berjumpa lawan baru, Manato bemain Duel Masters  dengan orang tersebut, Manato kalah, Manato belajar bermain kartu dari Sho, Manato dan sang lawan bertanding ulang, Manato menang. Begituuuu terus. Seakan Manato hanya belajar sepotong-sepotong tapi langsung nekat melawan orang. Grrrh.

Mana, shield, blocker, breacker, creature, dan beberapa istilah asing menghiasi berbagai sudut komik ini. pada bab satu sudah dijelaskan oleh Sho. Namun sayangnya Sho lupa menjelaskan kemampuan tiap kartu karena tiba-tiba Manato sudah bisa gitu memahami kemampuan kartu-kartunya. Padahal awalnya dia nggak punya kartu. Terus dia main pakai punya siapa? Grrh.

Satu hal yang saya sukai setelah emosi berkali-kali adalah ada bab bonus yang merangkum tata cara dasar bermain Duel Masters. Mulai dari jumlah kartu di tangan, apa itu shield, creature, dan lainnya. Meskipun dengan ciri khas Sho yang luebay dan terlalu ajaib, masih lebih mending daripada di bab-bab sebelumnya. Tapi tetap saja saya hanyamemberikan rating yang segini saja.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Croket! (Jilid 1)

covercroket1

Judul: Croket! (Jilid 1)

Komikus: Kashimoto Manavu

Penerjemah: Patsiana T. Mukmin

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2007

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2007

ISBN: 9789792714630

cooltext-blurb

Kalau bisa mengumpulkan banyak koin emas, kamu bisa meminta apa pun yang kamu inginkan! Begitu hukum yang ada di dunia banker, tempat Croket hidup. Makanya, Croket, si banker kecil yang hebat ini, mulai berkelana untuk mengumpulkan koin emas. Sebenarnya, keinginan si kecil ini apa, sih?

cooltext-review

Komik berjudul Croket! ini pada dasarnya memiliki tema yang sederhana. Sebuah dunia yang terbiasa dengan sebuah profesi banker yang saling mengalahkan demi mendapatkan sejumlah koin emas milik banker yang kalah. Namun, selain hal tersebut ternyata ada hal ajaib lain yaitu seorang banker bisa meminta hal yang akan dikabulkan jin ketika celengannya sudah penuh.

Komik ini memiliki lima chapter sebagai pembuka jilid perdananya. Croket adalah seorang banker cilik yang berkelana bersama celengannya yang berbentu babi bernama Menchi. Chapter berjudul Aku, Croket Si Banker!! Membawanya bertemu dengan banker lain berwujud kucing yang licik bernama Oyster. Singkat kata, Oyster mengikuti Croket berkelana.

Pantas saja, biar badannya kecil, tapi kuat sekali… (Halaman 27)

Bersama Oyster, Croket, si anak banker legendaris bernama Banggu sampai di Kota Frypan Rock. Di chapter berjudul Banker Survival! Kerusuhan Dimulai!! ini Croket menyelamatkan seorang gadis cilik bernama Teto karena diganggu banker kasar bernama Abrami. Di kota ini Croket mendapatkan berita tentang perlombaan Banker Survival berhadiah banyak uang emas.

Katanya, siapa yang menang akan dapat hadiah uang emas yang banyak sekali, yang katanya bisa memenuhi celengan kita!! (Halaman 52)

Menginjak chapter berikutnya, Tidak Akan Ditinggalkan!! Teman Pertama, Croket dan Oyster sampai di lokasi perlombaan yaitu Pulau Miwakuno, tepatnya di Macadonia Island. Di sana sudah banyak berkumpul para banker dari seluruh penjuru negeri. Sebagai permulaan, setiap banker diberi misi memcahkan balon milik banker lain. Hmm apakah Croket bisa bertahan??

Masa’ mereka nggak sadar, kalau itu sama saja seperti memberitahu keberadaan mereka! (Halaman 79)

Pertemuan Croket dengan pembunuh mendiang ayahnya yaitu Pria Berjubah Hitam tertuang pada chapter keempat yaitu Malam Neraka!! Munculnya Pria Berjubah Hitam?! Tepat ketika pria itu hendak membunuh Croket, Oyster bangun dari tidurnya dan menyelamatkan nyawa Croket. Tidak lama berselang, malam sudah tiba dan pertarungan semakin lama semakin menegangkan.

Sepertinya nggak ada waktu untuk istirahat lagi, Oyster!! Lihat itu!! (Halaman 123)

Pada chapter terakhir berjudul Team Battle, Anggota yang Paling Kuat, Paling Parah?! sudah ada beberapa tokoh tambahan lain bernama Purin Purin, Risotto, dan Fondue yang pada awalnya bukanlah orang yang bersahabat. Namun karena mereka tergabung dalam satu “tim” yang sama mau tidak mau Croket dan Oyster harus bekerja sama dengan mereka bertiga.

Aku sampai lupa kalau aku nggak bisa bergerak gara-gara jebakan kotoran si Purin Purin. (Halaman 150)

Salah satu tanda seseorang adalah banker atau tidak adalah dengan melihat apakah ada tanda banker berbentuk lingkaran dengan silang didalamnya yang melekat di tubuhnya. Tanda ini tidak mengenal usia. Croket yang masih anak-anak ataupun Oyster berwujud kucing bisa mendapatkan lambang itu. mata uang emas yang diincar banker juga berlambang sama.

Jujur saja, pertandingan babak pertama Banker Survival yang saling meledakkan balon milik banker lain sangat sanat mengingatkan saya pada kisah dystopia Hunger Games. Dari sekian banyak banker hanya menyisakan 30 banker benar-benar mirip dengan pertandingan yang dijalani Katniss dan Peeta. Tapi saya abaikan saja agar saya bisa menikmati ceritanya.

Komik ini targetnya semua umur. Namun dengan cukup kasarnya tingkat kekerasan yang disuguhkan, seharusnya komik ini berlabel Remaja saja sih. Meskipun humor yang ditampilkan juga tidak vulgar dan masih bisa dinikmati anak-anak. Oh iya bicara humor, komikus gemar menyisipkan humor dengan membuat Croket pipis melulu bahkan ditengah pertarungan.

Saya cukup menikmati ceritanya yang ajaib. Yah namanya juga komik yang suka-suka imajinasi komikusnya, komik ini juga ajaib mulai dari kekuatan Croket yang sangat besar sebagai anak kecil, Oyster si kucing berjas hitam yang bisa berbicara, dan berbagai hal saat Banker Survival. Sayangnya ya itu tadi, cukup banyak kekerasan antar banker yang sering diperlihatkan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Kobochan (Jilid 2)

coverkobo2

Judul: Kobochan (Jilid 2)

Komikus: Ueda Masashi

Penerjemah: Astuti Indriati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 135

Terbit Perdana: 1993

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1993

ISBN: 9795375628

cooltext-blurb

Komik Kobo-Chan adalah humor yang dientas dari segala peristiwa renik yang bisa terjadi sehari-hari dan dimata anak-anak harus ditanggapi dengan perasaan yang sangat peka terhadap kenaifan manusia. Humor ini dibutuhkan oleh anak-anak untuk melatih kepekaan mereka dalam menjaring nuansa kelucuan dalam pergaulan sehari-hari. – Arwah Setiawan, Lembaga Humor Indonesia

Komik sering dituduh berdampak negatif, mulai dari tidak mendidik sampai merusak moral! Komik Kobo-Chan merupakan salah satu bukti nyata yang meruntuhkan tuduhan keliru semacam itu. Dengan sentuhan garis dan suasana jenaka yang sederhana refleksi dunia anak-anak, Kobo-Chan bukan sekadar menghibur tetapi juga berpotensi mendidik, bukan hanya anak-anak namun juga kaum dewasa. tidak heran apabila komik Kobo-Chan begitu populer dan favorit di masyarakat Jepang. Silakan nikmati komik Kobo-Chan tanpa rasa kuatir! Terima Kasih dan Salam hormat dari: – Jaya Suprana

cooltext-review

Di dunia ini semua bisa terjadi dan apa yang akan terjadi… Ada yang ingat penggalan lirik lagu pembuka sebuah judul anime yang tayang setiap hari minggu pagi di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia belasan tahun silam? Ya benar, Kobo-Chan adalah salah satu anime yang populer di Indonesia. Cerita yang sederhana dan menggelikan cocok dinikmati oleh siapa saja.

Komik ini sama persis dengan versi anime yang memiliki tokoh utama seorang anak laki-laki seusia TK bernama Tabata Kobo. Ia adalah anak dari pasangan Tabata Sanae dan Tabata Koji. Oh iya, selain mereka bertiga, keluarga Kobo juga ada Kakek dan Nenek serta hewan peliharaan anjing bernama Pochi dan kucing bernama Mi.

Komik ini menceritakan tentang kehidupan Kobo dan keluarganya yang kocak dan menghibur. Ada 126 cerita pendek yang terkonsep empat panel tamat pada setiap halamannya. Karena saya tidak bisa membahas satu per satu, jadi saya akan ambil beberapa cerita yang menurut saya  menarik saja yah.

Salah satu cerita yang lucu adalah ketika di sebuah pusat perbelanjaan yang ramai ada ibu-ibu yang kewalahan menggandeng anak lelakinya yang selalu berlari ke sana kemari. Tidak sengaja ia berjumpa dengan Kobo dan ibunya. Mencoba sedikit curhat, ibu tersebut kagum anak Sanae tidak berkeliaran. Eh tak disangka ternyata trik yang diterapkan Sanae sungguh cerdik.

Anakmu pintar kau tak perlu pegang tangannya erat-erat. (Halaman 33)

Ada lagi cerita tentang Kobo yang bersemangat memijat pundak kakek yang pegal. Sebagai imbalannya, Kakek memberikan Kobo uang jajan sebesar 100 rupiah. Iya benar, rupiah karena mata uang di komik ini sudah disadur menjadi mata uang lokal negara Indonesia. Kobo senang sekali mendapat uang tersebut dan bergegeas pergi. Wah kira-kira mau dibuat apa ya uang itu?

Padahal, jaman sekarang uang 100 rupiah nggak bisa buat beli apa-apa. (Halaman 65)

Namanya juga anak-anak, Kobo sangat suka makan makanan manis termasuk permen. Melihat anak tetangganya yang memakan permen berbentuk batangan, Kobo langsung pulang ke rumah dan mengambil pernem serupa. Nenek yang melihatnya langsung memarahi Kobo. Namun ternyata Ibu malah membiarkan Kobo memakannya. Wah, baik hati sekali ya.

Kobo! Bukannya tadi kamu sudah makan permen itu tadi! Nanti gigimu busuk lho! (Halaman 99)

Dari segi isi, komik ini sangat kaya akan cerita. Bagaimana tidak, setiap halaman memuat kisah yang berbeda-beda. Empat panel memang saya rasa membuat cerita beraneka macam. Namun, hal itu justru membuat saya kurang bisa menikmati karena “dipaksa” mencicipi akhir cerita dengan sangat cepat. Padahal kalau dipanjangkan sedikit pasti bisa lebih puas.

Kalau melihat ceritanya, terasa sekali nuansa keluarga dan kehidupan sehari-hari. Apalagi tokoh Kobo yang masih polos dan lugu membuat saya gemas setiap kali bertingkah konyol dan menggelikan. Yah, meskipun terkadang nakal, kenakalannya masih dalam batas yang wajar dan tidak terlalu parah.

Lima tokoh utama yang bermain di jilid ini juga saya rasa memiliki keunikan masing-masing. Koji sebagai ayah yang kocak dengan kesibukan sebagai pekerja kantoran, Sanae seorang ibu rumah tangga yang kadang tegas kepada anaknya sendiri, Kakek yang sama konyolnya dengan cucunya, serta Nenek yang memiliki sifat jahil. Semuanya memberikan nuansa lucu yang segar.

Komik yang isinya padat ini alangkah lebih baik jika diberi judul setiap ceritanya. Atau paling tidak dikelompokkan menjadi beberapa bab tersendiri agar lebih mudah dalam menikmati cerita sesuai tema ataupun latar belakang kejadian yang sama. Selain itu, penyesuaian mata uang menjadi versi rupiah saya rasa sangat tidak perlu karena menjadi sirna nuansa Jepangnya.

Namun demikian, komik ini cukup menarik untuk bacaan ringan di sore hari. Humornya tidak berlebihan, setiap kejadian terasa membumi dan mudah dijumpai, serta tokoh-tokohnya juga tidak terlalu fiksi sehingga bisa dinikmati dengan mudah. Sebagai penutup, ini dia lirik penutup lagu opening Kobo-Chan. Nipong nipong cha cha cha cha cha bersemangatlah selalu… 

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Vicious Horse Grooming Up! (Jilid 2)

covervicious2

Judul: Vicious Horse Grooming Up! (Jilid 2)

Judul Asli: Jajauma Grooming Up!

Komikus: Yuuki Masami

Penerjemah: Fetty Yeo

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792053036

cooltext-blurb

Kenangan selama liburan di peternakan membuat Shunpei tertarik dan jatuh cinta pada dunia pacuan. Dari koran pacuan yang dibacanya, dia mengetahui bahwa kuda dari Peternakan Watarai, Strike Eagle, mengalami patah tulang. Merasa bersalah karena sebelumnya pernah membuat kuda di sana terkejut, Shunpei memutuskan untuk datang lagi ke Peternakan Watarai….

cooltext-review

Saya jarang bahkan hampir tidak pernah tahu menahu tentang dunia pacuan kuda. Selain pertandingan ini bukanlah salah satu pertandingan yang jamak diberitakan dan disiarkan melalui media massa, keseruan menonton kuda adu cepat berlari masih belum bisa mengalahkan keseruan permainan sepak bola, menurut saya.

Hingga suatu ketika asaya membaca buku komik ini. Vicious Horse Grooming Up! mengisahkan tentang dunia pacuan kuda beserta halhal di balik layar sebuah peternakan kuda yang secara tidak sengaja dikunjungi oleh Kuze Shunpei ketika tersesat dan mengalami musibah di Hokkaido.

Komik ini memiliki sembilan bab utama sebagai lanjutan sepuluh bab di jilid perdana. Awal mula hubungan Shunpei dan Peternakan Watarai di Hokkaido telah tertuang di jilid pertama. Kali ini Shunpei sudah kembali ke Tokyo dan mengenyam pendidikan kelas 2 di SMA Swasta Fujimasa. Bab berjudul Di Bawah Atap Kota Tokyo ini adalah awal nostalgianya di Hokkaido.

Belajar tuh bukan sesuatu yang harus dilakukan sampai setengah mati. Sebab, tak akan ada hasil yang bisa melebihi batas kemampuan. (Halaman 12)

Pada bab yang berjudul Telur Emas, Shunpei berkenalan dengan teman sekelasnya yang sangat pintar bernama Tadenuma. Ia selain jenius dalam bidang pelajaran, Tadenuma sangat gemar mengikuti berita pacuan kuda. Tak pelak hal ini membuat Shunpei menjadi rajin mencari tahu tentang pacuan kuda hingga akhirnya ia merasa harus kembali ke Peternakan Watarai.

Yang dimaksud dengan kekuatan bawah sadar adalah kemampuan yang diwariskan secara turun temurun, yang berasal dari darah kuda unggulan. (Halaman 86)

Kembalinya Shunpei yang hanya bermodalkan alasan klasik “hanya mampir” justru membuat keluarga Watarai bahagia dengan kehadirannya. Selain anak-anak Pak Watarai yang semuanya perempuan itu senang ada Shunpei, sang bos juga bahagia bisa bermain catur dengan Shunpei. Apalagi pada bab berjudul Awal Mimpi ini SHunpei bisa berhadapan langsung dengan Hibiki.

Tapi, dalam pacuan tidak ada hal yang pasti. Yah… ini Pacuan Derby, kita tak tahu kuda mana yang nasibnya baik. (Halaman 140)

Meninggalkan dunia Shunpei dan peternakan kuda pacuan, ada satu bab spesial yang diberi judul utama Side Step dan sub bab judulnya Sire Line. Kalau pada bab utama mengisahkan tentang peternakan kuda dan segala hal tentang persiapan kuda pacuan, kali ini ada kisah tentang sang joki penunggang kuda pacuan tersebut.

Adalah keluarga Takeoka yang terdiri atas sang ayah bernama Takeoka Ryuji beserta kedua anaknya yaitu yang laki-laki bernama Takeoka Kazuto dan Takeoka Wakaba si adik perempuan. Ibu Kazuto yang telah meninggal sejak lama membuatnya harus mengikuti jejak sang ayah menjadi joki kuda pacuan. Interaksi ayah-anak ini sangat menggelikan saat dibaca.

Yah… Karena ayahku akan mengundurkan diri, akulah yang kelihatannya akan ikut terus. Kalau aku bisa memenangkan Satsuki Prix, nati akan kupikirkan. (Halaman 162)

Saya yang tidak sempat membaca jilid sebelumnya harus menelan kebingungan dengan segala hal yang diungkapkan jilid kedua ini mengenai kuda pacuan dan tetek bengeknya. Saya rasa komik ini bukanlah komik yang fokus pada hal-hal roman ataupun keseruan dunia pacuan kuda, melainkan menitikberatkan pada pengetahuan tentang kuda, khususnya kuda pacuan.

Saya yang sama sekali tidak tahu tentang jenis kuda pacuan harus membaca berbagai jenis kuda yang disebutkan seperti Dungeon Brett, Longman Gun, Aldebaran, dan sebagainya membuat saya pusing. Mungkin kalau saya sudah membaca jilid pertama sebagai “pengantar”, saya tak perlu sebingung ini. Pun demikian dengan segala hal tentang pacuan kuda. Oh my.

Namun, saya harus akui bahwa segala hal yang disebutkan di jilid ini memang pengetahuan baru bagi saya. Apalagi alur dan karakter tokoh utamanya membuat saya suka. Shunpei yang polos terkadang membuat penghangat suasana keluarga Watarai. Humor yang disuguhkan juga tidak berlebihan dengan situasi yang ada. Apakah saya bersedia baca lanjutannya? Tidak. Hehe.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Reborn Kumiho (Jilid 6)

coverreborn6

Judul: Reborn Kumiho (Jilid 6)

Judul Asli: [Reborn Kumiho]

Komikus: Han Hyun-Dong

Penerjemah: Presilia Agustin

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 171

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792069327

cooltext-blurb

Setelah ratusan tahun berlalu… Akhirnya Lee Mugi bangkit dari pertapaannya. Ini berarti bahaya buat Kumiho dan Maru…

cooltext-review

Reborn Kumiho adalah salah satu dari segelintir komik asal Korea yang pernah saya baca selama ini. Mohon maaf saya tidak sempat males mencari tahu tentang awal mula ataupun inti cerita judul ini karena saya langsung melompat ke jilid 6. Jadi saya akan mengupas sepemahaman saya tentang jilid ini saja ya.

Komik ini terdiri atas empat bab. Sesungguhnya keempatnya saling berkaitan satu sama lain. Namun, karena saya nggak tahu asal muasalnya seperti apa, jadi saya menangkap dua bab awal memiliki jalinan cerita sendiri yang terkesan tidak dalam jalinan kisah yang sama dari dua bab akhirnya.

Bab pertama (atau bab bernomor 24 di jilid ini) berjudul Hosomdo Pedang Maru mengisahkan seorang gadis muda bernama Danbi yang bekerja di sebuah restoran bernama Surga Mandu. Suatu hari ada seorang pria berambut panjang membuat kekacauan di restoran dan menghina bahwa mandu yang dibuat Danbi tidak enak sama sekali.

Kalau kau tidak percaya diri berarti selama ini Surga Mandu mempeprmainkan orang-orang… Dasar penipu.

Bersambung ke bab selanjutnya adalah Ju Danbi Lipan Petarung. Tak disangka, pria tersebut adalah jelmaan Setan Kalajengking ang ingin menghancurkan restoran yang notabene adalah sarang Setan Lipan yang telah dibunuh Danbi. Tak ingin restorannya hancur, Danbi terpaksa meladeni Setan Kalajengking agar bertarung hingga titik darah penghabisan.

Kau bicara seperti itu memangnya kau lebih mulia daripada manusia? Menurutku kau sama saja. Hanya karena bentuk gigimu seeprti itu, kau berbuat semaunya pada manusia.

Lee Mugi yang Tertidur Selama Ribuan Tahun adalah judul bab ketiga. Kali ini cerita dibuka di Dunia Setan ketika Lee Mugi yang telah bertapa ribuan tahun bangkit dan berambisi mengalahkan Kumiho. Ia dibantu oleh Myo Ryon, si Setan Kucing untuk mencari Kumiho. Sayangnya, Sadis, si Setan Laba-Laba tidak menyukai kehadiran Lee Mugi.

Sudah dikirim 4 setan untuk menangkap Kumiho, tapi… Selama 3500 tahun belum ada yang sanggup menghadapinya.

Bab terakhir di jilid ini adalah Uhyoldo Pedang Muryong. Kali ini Kang Maru bersama Kumiho harus berhadapan dengan Muryong dan pengikutnya, Setan Besi dan Setan Air. Kumiho merasa kedua setan tersebut telah mati dimasa lalu. Namun ternyata pedang rubah Muryong yang membuat mereka berdua hidup kembali. bagaimana akhir pertarungan Muryong dan Maru?

Tolong hentikan. Sekarang kau bergantung pada pedang rubah! Dendam pribadi bisa merugikan. Mulai sekarang, layanilah pemilik pedang rubah.

Komik ini saya rasa merupakan sebuah judul komik yang bagus. Perpaduan unsur fantasi, mitologi, dan aksi yang cukup menegangkan bisa menjadi tema yang tidak membosankan. Apalagi goresan gambar komik ini juga rapi dan sedap untuk dipandang. Karakter perempuannya cantik, tokoh laki-lakinya cakep, dan tak lupa setan-setan yang “keren” juga.

Sayangnya, saya tidak mengetahui Reborn Kumiho ini bercerita tentang apa, siapa saja tokoh penting yang ada di komik ini, di mana saja setting yang digunakan, kapankah terjadinya berbagai peristiwanya, dan bagaimana jalinan cerita utuh yang seharusnya saya jumpai terlebih dahulu. Intinya, 5W+1H komik ini tidak saya ketahui pasti.

Akibatnya, saya amat sangat kurang menikmati komik ini. Ditambah lagi nama tokohnya yang serba Korea yang seharusnya ada tiga suku kata justru dilebur suku kata kedua dan ketiga menjadi satu kata sendiri membuat saya bingung bacanya bagaimana. Contohnya Mehyang, harusnya dibaca Me-Hyang atau Meh-Yang? Mungkin sang penerjemah kurang memahami penulisan dasar nama Korea dalam huruf abjad.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Cerita Hantu di Sekolah (Jilid 18)

covercerita18

Judul: Cerita Hantu di Sekolah (Jilid 18)

Sub Judul: Ternyata Memang Hanitaro

Komikus: Maejima Akihito

Penerjemah: Patsiana T. Sofyan

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 156

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792064131

cooltext-blurb

Rupanya Hanitaro belum puas mengerjai aku dan teman-temanku. Miki-chan memutuskan untuk memiliki sebuah buku harian bersama denganku. Tapi Hanitaro cemburu dan merusak rencana indahku sehingga Miki-chan marah padaku. Namun pada akhirnya Kazuo menolongku dan Miki-chan pun mau berbaikan denganku.

cooltext-review

Selamat tahun baru 2017! Nah, di tahun yang baru ini saya ingin menghabiskan timbunan komik saya dalam setahun ini dengan membaca dan meresensinya semua. Semoga terlaksana. Sebagai pembuka, ada komik dari Jepang berjudul Cerita Hantu di Sekolah, sub judul Ternyata Memang Hanitaro. Isinya ada lima chapter yang berisi kumpulan cerita pendek, satu bagian khusus berisi ilustrasi kiriman para pembaca, serta sebuah halaman penutup.

Sebagai perkenalan, Hanitaro adalah sebuah patung tanah liat. Sebagaimana patung pada umumnya, dia seharusnya tidak bisa bergerak. Nah, uniknya Hanitaro bisa bergerak dan memiliki berbagai kemampuan khusus yang bisa dikatakan sangat tidak baik dan hanya dijadikan ide menjahili orang-orag di sekitarnya. Beneran deh, tokoh Hanitaro ini adalah sebuah patung yang sangat menyebalkan.

Komik Dongeng Hanitaro adalah chapter pertama. Seperti judulnya, pada chapter ini berisi sekumpulan cerita rakyat opuler Jepang yang dikemas sangat “berbeda” dibandingkan versi aslinya. Salah satunya adalah kisah Urashimataro yang diperdaya oleh Hanitaro sehingga menganggap Hanitaro adalah gurunya. Tidak sampai disitu, Hanitaro dengan tega menjebak Urashimataro agar menuruti segala perintahnya dan mencampakkannya begitu saja.

Guru memang kuat, ya!! Sekarang aku jadi bisa pulang dengan membawa harta karun dan bisa merawat kedua orang tuaku!! (Halaman 16)

Komik Hanitaro – Bagian Pertama – Masa Muda Selalu Crooot!! adalah chapter kedua. Berbeda dengan chapter pertama, pada bagian ini sudah berisikan cerita-cerita kasual sehari-hari Hanitaro dengan segala macam kejahilannya. Oh iya, sebagai patung tanah liat, dia tinggal bersama keluarga Yoshio. Namanya saja numpang tinggal, tentu saja Yoshio-lah yang sering sekali menjadi bulan-bulanan Hanitaro. Kasihan sekali dia ini… T-T

Orang yang tidak mengerti kasih sayang sih, sama saja dengan kotoran Yoshio!! Begitulah kata Hanitaro yang marah… (Halaman 33)

Komik Hanitaro – Bagian Kedua – Hari-Hari Menyenangkan Seorang Lelaki Tukang Buang Air! Adalah chapter ketiga. Salah satu cerita yang ada di bagian ini adalah ketika kawan sekelas Yoshio, Miki, mengajak Yoshio mengisi buku harian bersama. Konsepnya sih buku harian ini akan dibawa bergiliran untuk diisi satu sama lain setiapp hari. Tak disangka, kejujuran Yoshio menulis cerita di buku membuat Hanitaro murka dan mengacaukan isi bukunya. Akibatnya?

Mungkin Yoshio memang cowok tukang buang air!! Tapi, apa salahnya, sih, kalau jadi cowok tukang buang air!? Cowok tukang buang air juga ‘kan nggak apa-apa ‘kan!! (Halaman 63)

Komik Hanitaro – Bagian Ketiga – Tantangan Menuju Kebahagiaan!! Sebagai chapter keempat masih berisi cerita-cerita aneh tentang Hanitaro dan kawan, eh bukan dink, orang di sekitarnya. Salah satu ceritanya adalah Murakami, teman Yoshio yang memiliki kefanatikan dengan garis putih di tepi jalan. Ia memiliki ambisi bisa mengendarai sepeda melewati garis itu tanpa terjatuh. Sayangnya, halangan yang muncul membuatnya tidak pernah sukses. Hahahahah.

Aku sekarang lagi nggak punya waktu untuk bicara dengan orang-orang bodoh seperti kalian! Aku harus pergi!! Jangan pedulikan aku!! (Halaman 82)

Komik Hanitaro – Bagian Empat – Kata yang Paling Disukai adalah… Cinta merupakan chapter terakhir yang berisi kisah Hanitaro. Oh iya, meskipun Hanitaro sering menjahili Yoshio, kedua orang tua Yoshio tidak mengetahui bahwa segala “musibah” yang ada di rumah akibat ulah patung tanah liat itu. Suatu hari, ibu Yoshio mengetahui keburukan Hanitaro dan meminta anaknya membuang Hanitaro. Apakah berhasil?

Ah, Ibu terlalu nganggap enteng! Pasti sebelum dia dibuang ke sungai, bisa-bisa malah aku duluan yang dibuang. (Halaman 109)

Tipe model penyuguhan cerita di komik ini sangat acak. Ada yang model empat panel tamat, satu halaman tamat, dan ada pula yang menghabiskan dua halaman mencapai akhir cerita. Sebelum memasuki chapter pertama, pembaca diberi kemudahan perkenalan dengan tiga halaman yang beriis pengenalan tokoh-tokoh yang muncul serta tiga halaman khusus yang berisi penjelasan rinci tentang sosok Hanitaro, sang tokoh utama jilid ini.

Oh iya, meskipun komik ini mengambil kata hantu, cerita di dalamnya tidak ada yang seram. Yah mungkin “hantu” yang dimaksud di judul adalah patung tanah liat ajaib yang bisa bergerak sesuka hati dan memiliki kemampuan khusus bernama Hanitaro. Sayangnya, saya tidak tahu bagaimana awal mula Hanitaro ini muncul. Maklum saja, saya kan langsung meloncat ke jilid 18 hehehehe.

Sebagai tokoh utama, Hanitaro benar-benar tidak bisa saya sukai. Kejahilan dan keegoisannya benar-benar membuat murka siappapun itu. Sepanjang saya membaca komik ini, tidak ada satupun kemampuan Hanitaro yang dimanfaatkan untuk membantu sesama. Simpati terbesar saya curahkan kepada Yoshio yang meskipun doyan buang air besar di luar rumah, ia tetap sabar menghadapi keajaiban Hanitaro.

Segi cerita menurut saya 50:50. Ada yang lucu banget, ada pula yang garing abis. Mungkin selera humor yang berbeda menjadi alasan utamanya. Untung saja setiap tokoh sampingan selain Hanitaro memiliki karakter yang sangat kuat. Saking kuatnya, setiap tokoh ada ciri khas yang begitu ajaib dan tidak dimiliki tokoh lain. Contohnya, tidak ada yang pernah bertemu patung manusia dari batu kerja sambilan di toko makanan, bukan?

Kalau berbicara tentang artwork, saya rasa masih kurang. Sebenarnya sudah cukup jelas komposisi tokoh dan lingkungan sekitar, namun tidak semuanya seperti itu. Cerita empat panel tamat misalnya, latar belakang lingkungan sekitar hampir tidak ada alias polosan. Kalaupun ada, pasti hanya ala kadarnya seperti awan ataupun batu-batu. Kan ya jadi terasa si komikus hanya kejar tayang tanpa mempedulikan komposisi.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Thank You

coverthank

Judul: Thank You

Komikus: Bob Raigen

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792745306

cooltext-blurb

Will Zionlight, seorang bocah polos yang menjalani kehidupan bahagia bersama teman-teman dan keluarganya. Namun, nasib berubah. Secara tiba-tiba menjadikannya harus berjuang dan tumbuh dewasa dalam kepahitan. Will tidak bisa menerima kenyataan ini. Akan tetapi, di tengah dunia yang kejam ini, hadir seorang gadis kecil yang mempu menyadarkan Will akan arti hidupnya…

cooltext-review

Selamat sore semuanya. Yak masih dengan rutinitas saya memposting review komik, kali ini saya akan mengulas sebuah judul komik hasil karya anak bangsa Indonesia. Yep, setelah berkali-kali menikmati karya orang luar negeri, sesekali boleh lah ya saya mengulas satu judul asli buatan anak negeri kita tercinta ini. Hitung-hitung turut mendukung dunia perkomikan Indonesia hehehe.

Thank You ini terdiri atas sembilan chapter langsung tamat tanpa ada jilid berikutnya. Senang sih membaca komik tipe one shot begini, soalnya tidak perlu menyisakan rasa penasaran akan kelanjutannya. Kalau toh memang ada sekuel atau spin-off, kehadirannya tidak berkaitan langsung dengan komik yang sudah ada. Oh iya karena banyaknya chapter, saya tidak akan membahas semuanya ya.

Komik ini dibuka dengan kehidupan masa kecil Will Zionlight, seorang anak dari keluarga pengusaha Zionlight yang memiliki aset tak ternilai. Will kecil bersahabat dengan Ellie Chrisbell dan Jason Crusadio. Ketiganya sering bermain basket di lapangan dekat apartemen milik keluarganya. Komplek apartemen itu dibangun eksklusif dan hanya keluarga ataupun relasi dekat orang tua Will yang boleh tinggal di sana, termasuk Steve Zionlight, paman Will.

Tragedi besar yang meluluhlantakkan apartemen ketika hari ulang tahun Ellie membuat Will harus berjuang sendiri sejak saat itu. Cerita langsung meloncat ke masa berikutnya ketika Will telah tumbuh dewasa dan menjadi seorang polisi yang tangguh. Ia berpartner dengan Florene Healle, polwan muda yang sering mengkhawatirkan Will karena kasihan apabila Will terus menerus memikirkan tragedi masa kecilnya.

Adam Healle sebagai kakak Florene sekaligus rekan seprofesi Will tidak bisa berkata apa-apa. Ia mengerti apa yang Will rasakan, sehingga membiarkan Will mencari kebenaran adalah bentuk perhatian yang ia berikan. Meski demikian, suatu hari muncul Dave Steadhope, anak kecil yang tersesat dan meminta bantuan Will mengantar ke sekolah. Sejak saat itu mereka berdua sangat dekat dan Dave bercita-cita menjadi polisi karena sangat mengagumi Will.

Segala kriminalitas harus dibasmi agar nggak ada lagi yang bernasib seperti kita! (Halaman 54)

Suatu hari, Will mengetahui fakta mencengangkan tentang keterlibatan Sebastian, atasan Will di kepolisian, Steve Zionlight, dan Crux, bos besar geng mafia di kota tempat tinggal Will. Diliputi amarah yang teramat besar, Will berbuat nekat dan meninggalkan dunia kepolisian. Ia lantas bergabung dengan geng mafia tersebut dan mengubah nama menjadi Will Volttide.

Tepat ketika ia berhasil membalaskan dendam, muncul seorang gadis perempuan bernama Kit Zionlight. Entah kenapa, Will merasa tidak bisa meninggalkan Kit. Oleh karena itu kali ini ia harus kabur dari kejaran geng mafia sekaligus tidak menampakkan diri di hadapan polisi agar keberadaannya tidak ketahuan. Bagaimana nasib Will selanjutnya bersama Kit?

Kegelapan selalu saling mengincar nyawa masing-masing. Sekarang giliranmu menghadapi kematian!! Kali ini, kau nggak akan bisa lolos lagi!! (Halaman 102)

Aaaaaargh. Kagum. Ya benar, saya kagum sekali dengan Bob Raigen karena berhasil membuat cerita dan gambar yang tidak ketahuan kalau ini adalah hasil karya anak bangsa. Nama para tokoh yang nggak ada Indonesia-Indonesianya, dunia “hitam” yang jarang sekali dijumpai di Indonesia, serta adat budaya yang tidak biasa ada di Nusantara ini seakan memang menegaskan bahwa setting yang digunakan memang bukan di Indonesia.

Awalnya saya merasa agak aneh dengan nama para tokoh yang kebule-bulean. Tetapi lambat laun seiring cerita sekaligus melihat perawakan sang tokoh, saya harus mengakui bahwa nama—nama tersebut memang cocok sekaligus unik digunakan. Bisa lah jadi alternatif nama anak saya kelak #eh. Selain itu adegan berantem dan tembak menembak tetap terasa tegang meskipun Bob membuat adegan itu sehalus mungkin tanpa pertumpahan darah di mana-mana.

Bagaimana dengan akhir ceritanya? Aduh saya nggak mau spoiler, namun saya amat tersentuh dengan perjuangan Will. Meskipun Bob tidak mengupas dengan tuntas tokoh Will ini, saya merasakan bagaimana rasa dendam ataupun rasa sedih Will ketika dewasa. peran tokoh lain di lingkungan Will turut berarti dalam membangun emosi saya sebagai pembaca. Oh iya, kemunculan tokoh anak-anak yang lucu menjadi nilai plus juga untuk komik ini.

Di penghujung kisah, Bob sempat menuliskan bahwa Thank You atau Terima Kasih adalah ucapan umum dan sederhana namun menyimpan arti yang begitu mendalam. Oleh karena itu ia membuat cerita ini dan menjadikan Thank You sebagai judulnya. Saat saya menyelesaikan komik ini, saya memahami tentang Thank You yang dimaksud Bob.

Saya paham tentang rasa terima kasih dari Will, dari Florene, dari Kit, dari Dave, dan dari semua tokoh yang ada. Mereka berterima kasih atas segala hal yang mereka dapatkan dari orang lain. Memang seharusnya seperti itu. sebagai manusia, rasa terima kasih harus tetap disampaikan kepada siapapun yang memberikan hal sekecil aapun untuk kehidupan kita. Well done, Bon and Will!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 26)

coveryakitate26

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 26)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 204

Terbit Perdana: 2012

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2012

ISBN: 9786020021300

cooltext-blurb

Akhirnya pertandingan pamungkas! Azuma menyempurnakan Japan sejati. Apa dia bisa benar-benar menyelamatkan bumi!? Inilah jilid terakhir yang mengharukan dengan “Apa!?” yang terakhir dari Kawachi! Simak klimaks yang mengharukan dari komik kocak yang pernah meraih Penghargaan Komik Shogakukan tahun 2004 ini!!

cooltext-review

Yuichi Kirisaki yang telah berubah menjadi monster Maou telah menunggu Azuma dan lainnya di Gua Angin Fujigoku. Tak seperti arena pertandingan pada umumnya, di dasar gua (atau cekungan?) itu hanya terdapat tanah berbatu. Lantas, bagaimana cara membuat roti? Ternyata Maou telah mempersiapkan peralatan canggih yang bisa menghadirkan peralatan masak lengkap di tengah hutan belantara itu.

Karena Japan Azuma akan jadi roti yang lebih empuk dari roti tawar dan lebih keras dari roti Perancis kalau dipanggang kembali! (Halaman 26)

Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, kali ini Maou tidak ikut memuat roti. Hal ini dikarenakan tubu dan rupa fisiknya sudah terbuat dari roti sehingga Azuma hanya perlu membuat roti yang jauh lebih enak daripada seluruh roti di dunia yang Maou kenal. Sayangnya hal ini tidak mudah, bahkan untuk mendukung Azuma pun Kawachi merasa kesulitan. Akhirnya dengan berbagai trik khusus, Azuma bisa memanggang roti yang sesuai dengan harapannya.

Seenak apapun rasamu, kau hanya roti yang keluar dari perasaan negatif di hati Kirisaki… Kau takkan bisa menang dari roti yang dibuat dari mimpi dan harapan yang murni. (Halaman 82-83)

Terbebasnya Kirisaki dari Maou bukanlah akhir dari segalanya. Azuma harus menghadapi wujud asli iblis Maou di akhir pertandingan. Bahkan nyawa Yuichi Kirisaki juga terancam karena hal ini. Hmm bagaimana akhirnya yah? Baca sendiri deh. Kemudian setelah segala hingar bingar itu, Azuma dkk diajak berwisata Pierrot di Maladewa. Sayangnya, disini ada sebuah permintaan sangat sulit dari Misha, si gadis Maladewa, yang harus bisa diselesaikan oleh Azuma sang pembuat Japan sejati. Kira-kira bagaimana hasil akhirnya ya?

Makanya, kami ingin juru roti sehebat kalian bikin roti dengan tata cara berbeda dengan yang selama ini kalian lakukan untuk membantu mengurangi pemanasan global. (Halaman 128)

Sejujurnya, menurut saya akhir duel antara Azuma dan Maou itu antiklimaks. Memang sih proses sampai terselesaikannya duel itu menjadi hiburan tersendiri. Bahkan Shigeru pun berkomentar demkian. Sayangnya akhir yang berpotensi dramatis justru berlangsung dengan begitu saja alias so-so. Tetapi tidak bisa dipungkiri sih, saat pertarungan melawan Maou, saya merasa tema komik ini bukanlah kuliner, melainkan action khas Dragon Ball hahaha.

Kemudian kisah mengenai liburan Azuma dkk di Maladewa terasa “aneh” dan maksa jika ditempatkan di bagian paling akhir jilid ini. Saya tahu sih, mungkin chapter ini terbit sebagai bonus ekstra di majalah komik di Jepang sana. Jadi semacam obat penawar rindu para penggemar Azuma. Namun kalau dijadikan satu komik seperti ini, jadi agak hambar. Hal ini karena gregetnya Maladewa tidak bisa mengalahkan gregetnya si monster Maou.

Anyway, akhir petualangan Azuma membuat Japan memang telah mencapai garis akhir. Sejujurnya masih belum bisa move on sih dari dahsyatnya roti buatan Azuma. Tetapi seperti kata pepatah, ada pertemuan pasti ada perpisahan. Meskipun kisah petualangan yang menakjubkan dari dunia kuliner roti ini harus berakhir, kisah Azuma dan kawan-kawan akan selalu saya ingat. Setidaknya sebagai salah satu komik bertema kuliner yang ciamik. Sayonara~

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 25)

coveryakitate25

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 25)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020017105

cooltext-blurb

Demi mendapatkan tepung kuno Daruma, Azuma dan Kawachi harus bertanding… Selain itu, simak cerita tambahan komik pendek ‘Super H!! Tsukino Azusagawa!’ di sini! Jangan lewatkan komik kocak peraih Penghargaan Komik Shogakukan tahun 2004 ini!

cooltext-review

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, jilid ini melanjutkan pertandingan antara Azuma yang berniat memperbaiki hubungannya dengan Kakek Umajirou melawan Kawachi yang telah menjadi ahli juru roti berkat latihan Meister. Pada hari yang ditentukan, Kawachi mendatangi Kakek Umajirou di Prefektur Nara. Ia tidak sendiri, melainkan turut membawa Azuma, Shigeru, Tsukino, dan Manajer Matsushiro. Melihat Azuma, amarah Kakek Umajirou tak terbendung lagi.

Japan bukan roti yang tidak-tidak!! Itu wujud cita-cita yang dibuat dengan sepenuh jiwa!! (Halaman 12)

Persiapan Azuma membuat roti untuk sang kakek sungguh istimewa. Ia memersiapkan adonan selama beberapa hari sebelumnya. Adonan yang berbau menyengat ini membuat Kakek Umajirou menuduh Azuma hendak meracuninya. Kemudian pada hari selanjutnya, Yuichi Kirisaki yang telah sembuh mengadakan konferensi pers bahwa ia akan memperjualbelikan maou, si roti iblis. Tak tinggal diam, Azuma menantang Yuichi membuat roti.

Kalau kau merasa rotiku lebih enak dari rotimu, aku menang. Kalau sebaliknya, aku kalah. (Halaman 88)

Pertarungan terakhir antara Azuma melawan Yuichi dilakukan di Hutan Aokigahara di kaki Gunung Fuji. Pertarungan ini berbeda dengan duel “Yakitate!! 25” yang penuh sorotan kamera dan banyak penonton, kali ini Kirisaki ingin bertanding tanpa adanya gangguan media massa. Merasa bahwa pertarungan ini akan sangat berbahaya, Azuma sedikit membohongi teman-temannya dan berangkat ke lokasi pertandingan seorang diri. Sayangnya, ditengah perjalanan muncul Yukino dan anak buahnya yang bermaksud membunuh Azuma.

Kalau Paman tidak kembali seperti semula, Jepang… Ah, tidak. Seluruh bumi ini pasti jadi milik mereka. (Halaman 137)

Perjalanan Azuma dengan Japan semakin menegangkan. Saat ini Yuichi yang dikenalnya bukan lagi Yuichi yang dulu, melainkan monster roti yang jahat. Agak aneh sih melihat roti bisa menguasai manusia. Padahal roti kan lebut dan lunak tak berdaya *apasih. Kemudian ditambah jurus yang dikeluarkan si monster roti (ini komik apa sih jadinya? Entahlah) sungguh bikin ngilu.

Disisi lain, penampilan Yukino yang berbeda seratus delapan puluh derajat membuat saya mesem-mesem sendiri. Bagaimana tidak, sosok wanita cantik tinggi semampai berubah menjadi benda yang menggelikan. Tetapi tetap saja sifat jahatnya enggak hilang sama sekali. Saat-saat terakhir pertarungan kali ini sepertinya sungguh mendebarkan karena Kirisaki yang menjadi monster tidak akan mengalah begitu saja kepada Azuma.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 24)

coveryakitate24

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 24)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020014173

cooltext-blurb

Sang juri, Kuroyanagi berubah wujud jadi Yuichi Kirisaki! Bagaimana cara Azuma mengatasi krisis dan situasi tanpa harapan yang belum pernah terjadi selama ini!? Kepintaran dan keberanian Azuma, lalu perasaannya pada teman-temannya, membuka pintu pada reaksi baru!

cooltext-review

Jilid ini dibuka dengan kelanjutan pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25”. Sekarang saatnya juri Kuroyan mencicipi roti buatan Azuma. Sayangnya, akibat mencicipi roti buatan Meister, Kuroyanagi berubah menjadi Yuichi Kirisaki (iya benar, berubah secara fisik dan sifat jahatnya juga). Bahkan karena hal ini, Kuroyan yang telah menjadi Kirisaki (disebut Kurorin oleh Shigeru) enggan mencicipi roti Azuma dan berniat langsung mengumumkan juara. Untunglah, berkat kelihaian Azuma, rotinya tetap dimakan oleh Kurorin.

Fenomena ini hanya muncul pada roti dari tepung berkualitas tertinggi, selesai dalam kondisi yang paling sempurna, dan dipanggang dalam suhu paling ideal!! (Halaman 26)

Setelah pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” usai dan menyisakan kejanggalan, perhelatan duel maut ini dihentikan sementara waktu akibat sang sponsor, Yuichi Kirisaki, dilarikan ke rumah sakit serta melihat tingkat berbahayanya reaksi yang disebabkan Kuroyanagi. Hal ini membuat Azuma cs memiliki sedikit waktu untuk menyadarkan Yuichi Kirisaki akibat gopan yang telah dibuatnya. Kawachi dan Meister yang telah terbebas dari pengaruh buruk tidak membuat Yuichi ikut terbebas pula. Hal ini sungguh mengherankan karena kepribadian seseorang berubah akibat mengonsumsi roti semata.

Roti pun kalau dibuat juru roti jempolan dengan penuh perasaan, tidak heran kalau punya kehendak sendiri. (Halaman 70)

Karena ingin menyembuhkan Yuichi seperti sedia kala, Azuma berniat meminta tolong dari kakeknya. Kakek Azuma (selain kakek Umatarou dan Umasaburou yang telah muncul di jilid sebelumnya) bernama Umajirou. Kakek ini bertempat tinggal di Prefektur Nara yang terkenal akan hal-hal antik dan kuno. Tentu saja, Kakek Umajirou adalah penggemar fanatik hal antik dan kuno. Hal ini mengakibatkan hubungannya dengan Azuma serta kedua kakek yang lain tidak begitu baik. Oleh karena itu, yang ditunjuk menghadapi Kakek Umajirou adalah Kawachi yang bermuka kuno dan berperilaku antik.

Aku tak tahu seberat apa latihan khususnya, tapi demi teman-teman dan diriku sendiri, aku pasti bisa menjalaninya!! (Halaman 135)

Pola berulang pertandingan “Yakitate!! 25” akhirnya berhenti sudah. Skema muncul lawan-pilih kotak-penentuan lokasi-bikin roti-pencicipan-reaksi-pengumuman juara sudah membuat saya bosan. Untunglah kali ini sudah mulai ada perubahan konsep dengan adanya kasus tumbangnya Yuichi Kirisaki. Meskipun Azuma sangat terkejut akan jati diri asli Yuichi, tidak menyurutkan tekadnya membantu Meister menyadarkan ayahnya.

Kakek Umajirou sebagai tokoh baru yang berbeda jauh dibandingkan Kakek Umatarou dan Umasaburou juga memberikan warna tersendiri. Kecintaannya akan hal-hal kuno dan antik membuat saya geleng-geleng. Bagaimana tidak, tempat tinggalnya bukan lagi berdinding bambu atau beratap daun kelapa, melainkan tempat tinggal yang berada di lubang di dalam tanah. Kawachi yang bermuka kuno saja ikut terkejut juga. Namun entah mengapa mereka berdua sangat cocok satu sama lain.

Duel antara Kawachi melawan Azuma karena permintaan Kakek Umajirou juga menarik untuk diikuti. Apalagi Mesiter menawarkan diri untuk melatih Kawachi agar bisa menjadi juru roti jempolan dan mengalahkan Azuma. Pelatihan yang diberikan Meister juga bisa diterapkan sendiri loh untuk melatih ketankasan tangan. Saya jadi penasaran bagaimana hasil pertarungan mereka berdua di jilid berikutnya.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 23)

coveryakitate23

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 23)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 187

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020010434

cooltext-blurb

Roti Yuichi Kirisaki yang berbahaya menyerang Meister dan Kawachi! Ahli pengobatan hewan modern saja, tak mampu menghapuskan efek roti itu… Roti yang bahkan lebih kuat dari obat! Hanya Azuma yang bisa menyelamatkan teman-temannya!!

cooltext-review

Tidak seperti sebelumnya, jilid ini dibuka dengan sebuah cerita pendek diluar tema pertandingan “Yakitate!! 25”. Kisah ini menceritakan seorang bocah bernama Yamatoya Akatsuki yang ingin menjadi juru rasa. Oleh karena itu, dengan sedikit konspirasi, ia berhasil menghadirkan Kuroyanagi sebagai lawan bicara. Namun tak disangka, perangainya yang buruk membuat Kuroyan naik pitam sekaligus tak bisa pergi dari tempat itu.

Tapi, kalau bocah yang sifatnya jelek begini dibiarkan, Jepang akan jadi negara yang lebih buruk… (Halaman 10)

Setelah sedikit penyegaran dengan kisah Yamatoya dan Kuroyanagi, pembaca kembali dibawa pada persiapan pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Meister Kirisaki. Yak benar, Meister yang seorang direktur Pantasia ternyata mengundurkan diri dan berbalik arah menjadi perwakilan St. Pierre melawan Azuma dkk. Meister yang bernama asli Sylvan Kirisaki (anak dari Yuichi Kirisaki) ternyata menyimpan alasan tersendiri kenapa harus menjadi lawan Azuma dan tak boleh kalah darinya.

Yuichi Kirisaki berubah… Ini gara-gara roti luar biasa pengubah sifat buatannya sendiri. (Halaman 50-51)

Pertandingan ke-11 “Yakitate!! 25” kali ini digelar di Kota Tsukuba, Prefektur Ibaraki. Kawachi yang tak tahu apa-apa juga mendapatkan pengaruh buruk akibat Yuichi. Ia harus menjadi seorang pengkhianat karena gopan noumiso, roti buatan Yuichi yang bisa mengendalikan otak. Bahkan dokter hewan (?) di klinik setempat tak bisa menyembuhkan Kawachi. Untung saja Azuma dan Shigeru tidak mendapatkan efek yang sama sehingga mereka bisa melaksanakan pertandingan dengan maksimal.

Licik! Dia hendak mendapatkan Azuma dengan memanfaatkan persahabatan keduanya! (Halaman 108)

Aaaargh, semakin seru saja ini perseteruan antara St. Pierre dan Pantasia. Yuichi Kirisaki benar-benar digambarkan sebagai orang licik dan jahat melebihi Yukino. Sebelumnya sudah bisa dimengerti sih alasan Meister menjadi perwakilan St. Pierre dalam pertandingan selanjutnya. Namun kebenaran yang terungkap justru membuat saya terhenyak. Ternyata Yuichi juga jahat kepada anak kandungnya sendiri.

Yang cukup aneh dan ajaib menurut saya adalah ketika Kawachi terpengaruh gopan noumiso dan dirawat di rumah sakit. Kenapa yang merawat dan memeriksanya adalah seorang dokter hewan? Ya saya tahu sih manusia juga termasuk ras mamalia. Tapi kan tidak harus dokter hewan juga gitu lho. Oh iya, dokter hewan ini adalah karakter yang sudah punya judul komik sendiri lho. Tapi saya lupa judulnya hehehe.

Lagi-lagi akhir halaman jilid ini bersambung pada bagian pencicipan rasa oleh Kuroyan. Setelah memakan roti buatan Meister dan memberikan reaksi yang mengagetkan, roti Azuma masih baru matang. Jadi penassaran lagi deh. Lanjut baca jilid selanjutnya biar nggak penasaran lama-lama kalau begitu. Ciao!

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 22)

coveryakitate22

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 22)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020005085

cooltext-blurb

Hasil pertandingan pizza!! Jebakan menakutkan St. Pierre menanti Azuma yang berhasil mengalahkan satu per satu lawannya yang tangguh… Bahaya mengancam Azuma dan Pantasia! Azuma! Ketukkan palu keadilanmu pada mereka yang kejam dan tak berperasaan itu!!

cooltext-review

Jilid kali ini sudah mulai berbeda dengan jilid-jilid sebelumnya yang memberikan dua tema besar dalam satu komik. Kali ini ada satu tema lanjutan jilid sebelumnya serta tema besar yang cukup panjang dan akan menyambung hingga jilid-jilid berikutnya. Pada pertandingan ke-9 “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Marco Ciccolini, sang ahli pembuat pizza nomor 1 di Italia. Sudah bisa diperkirakan bahwa pizza hasil buatan Marco tak bisa diabaikan begitu saja. Disisi lain, Azuma mempersiapkan trik agar pizza buatannya tetap bisa bertahan lama.

Hmm, pizza dari kentang legendaris incanomezame memang hebat! (Halaman 8)

Setelah berlalunya pertandinan ke-9, kini duel antara Pantasia dan St. Pierre memasuki edisi ke-10. Setelah berkali-kali diwakili oleh orang-orang diluar bakeri St. Pierre, kali ini yang menjadi lawan Azuma adalah Azusagawa Yukino. Sang direktur St. Pierre ini akhirnya turun tangan melawan Azuma dkk atas perintah Kirisaki. Meskipun Yukino buta dengan dunia roti, alasan yang sangat kuat membuat Kirisaki menunjuknya kali ini.

Tangan yang sangat dingin, lawan dari tangan matahari… Tangan badai salju!! (Halaman 41)

Pertandingan ke-10 “Yakitate!! 25” kali ini digelar di Kota Tomiura, Distrik Minami Busou, Prefektur Chiba. Seperti yang sudah diduga, tema pembuatan roti kali ini sudah ditentukan, yaitu tart. Tentu saja, Yukino sangat ahli dalam pembuatan tart yang istimewa. Namun Shigeru, Kawachi, dan tentu saja Azuma pantang menyerah menghadapi lawan seperti Yukino. Sayangnya, hasil pertandingan yang sudah bisa ditebak justru menyuguhkan twist yang cukup mencengangkan pembaca.

Tepung ajaib yang bisa memenjang lebih panjang dari karet. (Halaman 92)

Akhirnya inti pertandingan “Yakitate!! 25” sudah mulai sedikit tersingkap dengan adanya secuil konspirasi antara Kirisaki dan Yukino. Meskipun beberapa pertandingan sebelumnya juga menarik, perseturuan antara Kirisaki sang pemilik St. Pierre yang berusaha menjatuhkan Pantasia melalui duel ini lebih greget untuk dipaparkan. Apalagi munculnya Yukino membuat saya merindukan tokoh antagonis sekaligus menggelikan ini.

Bagaimana tidak, penampilan fisiknya yang anggun dan berambut panjang cantik justru sempat-sempatnya tidur ditengah pemilihan lokasi pertandingan. Padahal acara itu disiarkan oleh stasiun televisi nasional. Namun, sosok menggelikan itu berubah menjadi pribadi yang kejam dan tak segan menggunakan cara licik untuk memenangkan pertandingan.

Sampai jilid ini, saya masih belum bisa menerka siapa jati diri Kirisaki yang sebenarnya. Saya yakin Kirisaki menyimpan sebuah rahasia yang akan terkuak dimasa mendatang. Sejauh ini pula, segala macam tips tentang per-bakeri-an tidak saya cermati dengan baik. Karena sudah agak membosankan sih daripada “keajaiban” yang disuguhkan saat pertandingan sedang berlangsung. Siapa lagi kalau bukan Kuroyan dan Kawachi yang mengalami hal ajaib itu.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 21)

coveryakitate21

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 21)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 192

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9786020001357

cooltext-blurb

Adu pancake pun akhirnya memasuki final! Azuma VS He… Keduanya mati-matian mengeluarkan seluruh kemampuan mereka yang hasilnya sampai mengubah Kota Iyo! Jangan lewatkan serangkaian hyper-reaction yang luar biasa dahsyat!

cooltext-review

Halo-halo, saya mulai nulis resensi lagi disini. Karena kesibukan mengerjakan skrpsi sudah berlalu, saya jadi bisa punya banyak waktu luang untuk baca buku yang sudah beberapa bulan saya tinggalkan. Otomatis blog ini jadi ada warnanya lagi deh hehehe. Kali ini saya tetap membuat resensi lanjutan judul komik yang sama seperti resensi yang sebelumnya. Cekidot guys!

###

Pembukaan jilid 21 kali ini menyuguhkan kelanjutan pertandingan “Yakitate!! 25” antara Azuma cs melawan Giovanni van der Hesserink. Seperti yang sudah dikatakan pada blurb diatas, pancake yang harus dibuat kali ini harus pancake yang mudah dibuat namun harus laris dijual di bakeri. Taktik yang dibuat Hesserink sungguh memukau. Namun ternyata Azuma memiliki rahasis tersendri untuk memenangkan pertandingan ini. Semua ini karena Kawachi yang memberikan “inspirasi” kepada Azuma.

Kami akan memakai kotoran! Sesuai arti harafiahnya, Japan yang membuat orang sepertimu makan kotoran! (Halaman 20)

Beranjak menuju cerita kedua, adalah pertandingan ke-9 “Yakitate!! 25” yang masih dalam tahap persiapan. Sachihoko yang pernah menjadi lawan Kawachi dalam pertandingan yang sama, datang berkunjung ke Pantasia. Awalnya semua mengira Sachihoko adalah lawan tanding berikutnya. Namun ternyata bukan Sachihoko, melainkan sepupunya, Marco Ciccolini yang menjadi penantang Pantasia kali ini. Lagi-lagi tema pertandingan yang diadakan di Kota Chitose di Hokkaido ini menguntungkan pihak St. Pierre yang diwakili Marco sebagai ahli pembuat pizza nomor 1 di Italia.

Bangkitkan kembali pamor pizza di bakeri dengan trik yang melebihi delivery pizza! (Halaman 122)

Saya sudah menyerah menghapalkan roti yang dibuat Azuma dkk ataupun lawannya dalam setiap pertandingan. Karena jujur saja, semua roti sungguh menakjubkan dan (sepertinya) enak. Oleh karena itu saya membaca komik ini dengan santai saja tanpa terlalu tekun mencermati bagian demi bagian saat pembuatan roti.

Yang menjadi fokus resensi saya kali ini adalah perihal reaksi yang dialami oleh Kuroyan ataupun Kawachi karena mencicipi roti. Karena jujur saja, saya sudah menyerah dengan ke-lebay-an yang diberikan oleh keduanya karena mengecap roti yang (mungkin) memang enak. Sampai membuat danau buatan dalam waktu sekian detik dan wajah berpindah tempat itu sudah memasuki level ajaib menurut saya.

Akibatnya, saya jadi kurang percaya lagi dengan tips yang diselipkan pada komik ini mengandung fakta. Lha gimana mau ada fakta, wong keajaiban terus menerus muncul kok disana-sini. Tetapi saya masih tetap bisa menikmatinya kok. Soalnya gambar yang bagus (apalagi gambar roti) membuat saya pengen banget makan roti saat itu juga.

Pertandingan Marco dengan Azuma sebenarnya sudah hampir berakhir sih. Tidak seperti pertandingan melawan Pak He yang terputus pada saat sebelum hari pertandingan, namun kali ini pizza Marco sudah dicicipi Kuroyan. Sayangnya, jilid ini bersambung ketika roti Azuma baru selesai alias belum sempat dicicipi. Zzzzz. Langsung baca jilid 22 ah kalau begitu..

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 20)

coveryakitate20

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 20)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9789792796087

cooltext-blurb

Katsuwo, lelaki babi terburuk sepanjang sejarah muncul kembali! Kali ini dengan meminjam kekuatan babi misterius dan Kirisaki yang jelmaan kejahatan, penampilan dan kemampuannya meningkat! Ayo, kalahkan dia dengan Japan andalanmu!

cooltext-review

Akhirnya saya bisa menulis lagi di blog yang penuh tanah (bukan debu) dan sarang naga (bukan laba-laba) ini. Beberapa bulan terakhir saya tidak menulis sama sekali disini. Tidak etis kalau saya menyalahkan skripsi sebagai penyebab ketidak disiplinan saya. Tapi yang jelas, kelulusan saya bulan lalu sudah memberikan napas (sangat) lega sehingga saya bisa menulis resensi lagi. Lho malah curhat. Ah yasudah lanjut ke resensi jilid lanjutan komik favorit saya ah.

###

Jilid ini dibuka dengan pemilihan kotak untuk pertandingan ketujuh dari total 25 kotak yang tersedia. Tim Pantasia memilih kotak dan akhirnya Kota Higashison, Distrik Kunigami, Prefektur Okinawa terpilih sebagai lokasi pertandingan. Kota ini terkenal sebagai produsen daging babi langka, disebut babi agu. Nah yang bikin geregetan, lawan kali ini adalah Katsuwo yang karena suatu sebab memiliki penampilan fisik seperti babi. Tentu saja tak sekadar rupa, namun kemampuan Katsuwo tentang babi juga amat mengagumkan. Lantas, apakah Pantasia akan kalah lagi?

Kekuatan pinjaman dari babi atau Kirisaki! Tak bisa dibandingkan dengan kekuatan hasil dari kepercayaan kedua orang ini!! (Halaman 92)

Kisah kedua adalah permulaan pertandingan kedelapan. Monica pertama kali menyadari hal mengejutkan perihal lawan Azuma nanti. Ia adalah Giovanni van der Hesserink, pemenang Kejuaraan Juru Kue Se-Dunia ke-60. Bersama Suwabara, Monica mendatangi Azuma cs dan membicarakan kekhawatiran mereka. Tak disangka, lokasi selanjutnya di Kota Iyo, Prefektur Ehime sesuai dengan perkiraan Suwabara tentang tema yang harus dibuat oleh peserta pertandingan. Disisi lain, madu Biwa merupakan bahan yang digunakan untuk membuat pancake kali ini. Tentu saja cerita ini dibiarkan bersambung ke jilid selanjutnya.

Bicara Belanda pasti pancake, bicara pancake pasti Belanda. (Halaman 170)

Seperti jilid sebelum-sebelumnya, aroma kecurangan sudah terasa pada setiap pertandingan. Namun seakan mengesampingkan hal itu, membaca detik demi detik pertandingan Azuma dengan perwakilan St. Pierre sungguh mengasyikkan. Setelah sekian lama menjadi orang tidak berguna, Kawachi akhirnya berperan penting melawan si Katsuwo. Sedangkan cerita kedua, si Pak He (panggilan Azuma kepada Giovanni) terlihat sebagai orang agak aneh dan menyebalkan.

Saya suka dengan chemistry keakraban antara Azuma, Shigeru, dan Kawachi sebagai satu tim. Sebenarnya saya adalah tipe orang yang mudah bosan dengan tokoh utama. Seringnya Azuma yang menjadi sosok pahlawan menjadikan saya juga ikut bosan dengannya. Namun akhirnya porsi tokoh pendamping yang agak banyak menjadi sedikit penyegaran.

Mengenai roti yang dibuat, wuh jangan ditanya sepertinya enak bingit. Sayangnya, daging babi yang jadi bahan utama membuat saya nggak minat membayangkan hasil akhirnya. Yah maklum kan daging babi itu haram menurut agama saya. Anyway, reaksi dari Kuroyanagi setelah mencicipi roti (yang selalu luebuay buanget) kali ini membuat saya excited.

Tentang cerita kedua, karena belum ada adegan seru buat-buat roti, jadi saya nggak komen deh. Masih so-so aja sejauh ini. Mungkin jilid berikutnya bisa jadi greget. Penasaran juga sih bagaimana bentuk pancake yang akan dibuat oleh Azuma, Kawachi, dan Shigeru untuk melawan si Giovanni van der Hesserink dari Belanda. Are you ready to see?

Penilaian Akhir:

★★

goodreads badge add plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 19)

coveryakitate19

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 19)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2011

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2011

ISBN: 9789792791549

cooltext1660180343

Duel mati-matian dengan lawan tangguh, Norihei, telah usai. Berikutnya sudah menunggu Panda Man misterius. Terlepas apa akan meledak seperti ketenaran Train Man, Kalahkan dia dengan Japan andalanmu!

cooltext1660176395

Wauw, tak terasa saya udah membaca dan meresensi hingga jilid ke-19. Semakin kesini pertandingan yang dihadapi Azuma cs semakin menarik saja. Jilid kali ini dibuka dengan bagian 163 “Evolusi Kawachi” yang menceritakan kelanjutan pertandingan kemarin antara Azuma dan Norihei. Setelah 5 kali berturut-turut menang, kali ini Azuma harus menerima kekalahannya.

Kalau roti, mending diisi bahan yang renyah seperti pate phyllo yang tekstur dan rasa pun lebih cocok daripada bahan sulit dikunyah seperti rice paper! (Hal. 14)

Beranjak menyongsong pertandingan selanjutnya, diceritakan pada bagian 164 “Di Belakang Panel” ketika Shigeru mulai mengendus suatu hal mencurigakan pada pertandingan. Berkali-kali tema yang dilombakan selalu dikuasai oleh perwakilan St. Pierre. Yah meskipun hanya Norihei saja yang bisa menang, tentu kecurigaan Shigeru tidak bisa sirna.

Artinya… Kemungkinan besar St. Pierre sudah tau lokasi pertandingan sebelumnya. (Hal. 24)

Meskipun Shigeru sangat yakin, tidak adanya bukti membuatnya dan Azuma (serta Kawachi) harus tetap berjuang apapun yang terjadi. Pada bagian 165 “Identitas Asli Panda” diceritakan bahwa lokasi pertandingan selanjutnya adalah Kota Gero di Prefektur Gifu. Yang membuat terkejut, lawan kali ini adalah seseorang berkostum panda!!

Bertanding seri melawanmu… Lalu, kalah… Mengubah seluruh jati diriku… (Hal. 42)

Tak perlu susah-susah menyembunyikan jati diri dibalik topeng, ternyata Azuma dkk sudah mengetahui siapa seseorang dibalik kostum panda itu. Pada bagian 166 “Kepercayaan Diri Kawachi” ini berisi tentang semangat membara Panda untuk mengalahkan Azuma. Bahkan Mizuno (ups spoiler nggak yah) juga terkesan dengan semangat juang Panda.

Panda-chan yang kerja di bakeri juga hebat. Tapi dalam pertandingan, semangat juang pun jadi lebih besar, ‘kan? (Hal. 62)

Pada bagian 167 “Yang Bisa Dilakukan Sekarang” mengisahkan bagaimana akhirnya Kawachi “sadar” dari kebodohannya selama ini. Ia yang sebenarnya bagian dari tim justru tidak memberi kontribusi apapun sepanjang pertandingan. Hal inilah yang membuat Shigeru sedikit sebal dan kecewa dengan Kawachi. Lantas, benarkah Kawachi telah berubah?

Kau pikir, kami sungguhan membodohimu dengan menganggapmu sebagai penonton dan mengabaikanmu. (Hal. 78)

Tibalah saat pertandingan! Di kota Gero yang cerah, Azuma + Shigeru melawan Panda membuat roti kukus terhebat. Pada bagian 168 “Mimpi Mokoyama” ini diceritakan bahwa si Panda bisa membuat roti kukus yang meledak berkali-kali. Padahal pada hakikatnya roti kukus diibaratkan seperti balon yang hanya bisa meledak satu kali saja. Hmm, apakah benar demikian?

Roti kukus alps yang meledak berkali-kali… Kalau trik itu benar-benar ada, lawan jelas tak terkalahkan! (Hal. 95)

Sambil menunggu roti kukus buatan Azuma dan Shigeru (jangan tanya dimana Kawachi), roti kukus buatan Panda telah selesai lebih dahulu. Sehingga pada bagian 169 “Kuroyan X” ini dikisahkan mengenai proses penjurian roti milik Panda oleh sang juri, Kuroyanagi. Lagi-lagi reaksi yang ditimbulkan tidak biasa (khas Kuroyan banget!)

Selama ini dia sering menunjukkan no reaction seperti ini dan ternyata ada sesuatu, tapi… (Hal. 113)

Selanjutnya pada bagian 170 “Walau Tak Bisa Naik Kereta” gantian roti kukus Azuma yang dinilai. Lagi-lagi reaksi yang dilakukan Kuroyan sungguh lebay dan cenderung berbahaya. Bahkan kali ini reaksi yang ditimbulkan dari hasil pertandingan juga turut mempengaruhi lawan Azuma kali ini. Hmm kenapa ya kira-kira.

Aduh, Kuroyan… Sudah bikin keributan ternyata hanya bereaksi begitu… (Hal. 135)

Sejenak melupakan pertandingan Pantasia vs St. Pierre, pada bagian 171 “Atshushi dan Akatsuki” kali ini saya diajak berkenalan dengan tokoh selingan bernama Akatsuki Yamatoya. Bocah cilik kaya raya tajir melintir ini ingin menikmati roti kukus buatan Azuma seperti di pertandingan tempo hari. Tentu saja Pantasia tidak menjualnya. Mengetahui hal itu, Azuma bersedia membantu Yamatoya mendapatkan roti itu…dengan tangannya sendiri!

Menurutku… Bocah itu dasarnya bukan orang jahat… Tapi sikapnya yang menggampangkan urusan dengan uang tidak baik. (Hal. 154)

Jilid ini kemudian diakhiri dengan bagian 172 “Dinginkan Kepalamu!” ketika Yamatoya dan (lagi-lagi) Kawachi selesai mencicipi roti buatan Yamatoya. Mereka berdua terlempar ke sebuah dunia lain yang membuat mereka tidak sadarkan diri. Hanya yang berhasil memahami pesan Azuma lah yang bisa kembali ke dunia nyata. Hmm berhasilkah mereka berdua?

Bocah sombong yang tahunya cuma uang sepertimu mending mati di pinggir jalan seperti anjing dunia ini. (Hal. 171)

Huwaah, agak sedih rasanya harus berpisah dengan Norihei Miki. Hal ini tak lain dan tak bukan karena desain karakternya unyu banget dan nyeleneh sendiri dibandingkan tokoh lain. Agak sayang sih kenapa Norihei tidak menjadi tokoh tetap aja.

Kemunculan Panda dan Mizuno sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bagi saya. Selain karena saya juga udah tau siapa jati diri Panda, rasanya jadi tak ada sesuatu yang baru gitu. Padahal tehnik roti kukus yang dilakukan kedua peserta juga cukup hebat lho.

Saya justru tertarik dengan selipan cerita dengan tokoh cameo Yamatoya. Iya benar, ada Yamatoya asli di Jepang sana lho! Cerita ini, meskipun hanya terdiri dari dua chapter saja, pesan moralnya dapet banget. Saya nggak mau cerita banyak ah biar nggak spoiler hehehe.

Selain itu, pertandingan rival antara Pantasia dan St. Pierre semakin mendekati pertengahan. Keadaan yang terbalik membuat Azuma cs harus berusaha keras agar bisa menang. Oh iya, agak mengenaskan juga sih ketika perwakilan Pantasia menginap di sebuah penginapan yang namanya sangat tidak enak diucapkan hehe. Jadi, lanjut baca resensi saya untuk jilid 20 nanti ya :D

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan Desuyo! (Jilid 18)

coveryakitate18

Judul: Yakitate!! Ja-Pan Desuyo! (Jilid 18)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 196

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792784879

cooltext1660180343

Kini berdiri Norihei Miki dari Momoya menghadang Kazuma Azuma yang hendak menyempurnakan Japan! Bagaimana cara Azuma menghadapi lawan tangguh yang mustahil ditaklukkan dalam adu nori!? Telah hadir jilid 18 yang mendebarkan baik tentang arah pertandingan maupun soal perizinan!

cooltext1660176395

Yosshh komik Yakitate!! Ja-Pan sudah memasuki jilid 18. Aslinya sih komik ini udah tamat diterbitkan. Tapi saya masih baca sampai jilid ini. Jadi nggak apa-apa lah ya saya review nya juga nyicil heheheh. Jilid ini dibuka dengan bagian 153 “Tekad Azuma” mengenai pencarian Shigeru dan Kawachi mencari bahan terbaik untuk membuat selai terlezat. Lantas, Azuma dimana? Karena terlalu lelah dan ngedrop, Azuma harus beristirahat di rumah sakit dan tidak bisa ikut bertanding

Justru selai lebih enak dimakan saat hangat! (Hal. 4)

Selanjutnya bagian 154 “Ide Terbaik” menampilkan pagi hari sebelum pertandingan dimulai. Tak disangka, Hashiguchi Takashi (ayah Tsutsumi dan Shigeru, bukan komikus komik ini) turut hadir menyaksikan pertandingan kedua putranya. Tentu saja dengan bala tentara orang-orang sangar di belakangnya.

Padahal selama ini tak pernah hadir di pertandingan olahraga atau hari kunjungan orangtua… Begitu urusan pewaris kelompok Hashiguchi, baru, deh… (Hal. 32)

Mengambil lokasi kota Shinano, pertandingan kali ini diperkirakan cukup alot. Sayangnya, Hashiguchi dan kroni-kroninya yang buta dunia kuliner mulai merasa kedatangan mereka akan membosankan dan sia-sia belaka. Oleh karena itu, sang ayah meminta sedikit bantuan kepada Manajer pada bagian 155 “Inti Dari Segalanya” ini.

Aku minta maaf atas keburukan kami selama ini… Tokong kabulkan satu permohonan ini. (Hal. 51)

Pada bagian 156 “Pengganggu”, pertandingan sudah berlangsung. Sudah dapat diduga, Tsutsumi menggunakan panci (atau wajan?) Yang terbuat dari batu lava sehingga membuat selai yang dimasak akan matang sempurna. Apalagi trik khusus yang mencengangkan turut menambah kemeriahan teknik Tsutsumi ini.

Aku menerapkan semua teknik tradisional dan membuat selai terhebat yang pernah ada. (Hal. 66)

Nah, sejauh ini ada yang penasaran nggak sih apa profesi ayah Shigeru dan Tsutsumi? Sampai-sampai baik Shigeru ataupun Tsutsumi tidak mau menjadi pihak yang kalah dalam pertandingan hehehehe. Pada bagian 157 “Lelaki Kelas Satu” ini akhirnya diumumkan siapa pemenangnya setelah Kuroyan mencicipi roti buatan Tsutsumi dan Shigeru. Lalu pemenangnya siapa?

Menang atau kalah sangat penting bagi kami sampai tak bisa dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya dan lebih penting daripada sekadar jadi yakuza bagi yang kalah! (Hal. 91)

Setelah meninggalkan pertandingan keempat, mari beranjak menuju pertandingan kelima. Karena Azuma sudah sembuh dari sakit, kali ini ia bisa ikut berpartisipasi pada bagian 158 “Kekuatan Azuma”. Sebelum pemilihan kotak untuk penentuan lokasi pertandingan, mereka bertiga sudah dikejutkan dengan lawan kali ini. Bahkan kenyataan menakjubkan terkait judul komik jilid ini juga membuat semuanya terhenyak.

Tak usah peduli siapa lawan kita! Yang penting, bikin roti seperti biasa! (Hal. 109)

Lawan dari perwakilan St. Pierre adalah Norihei Miki. Ia adalah seorang ahli dalam bidang pembuatan nori (rumput laut kering). Beliau adalah ikon seorang jenius dalam dunia nori. Yang membuat pusing adalah, pada bagian 159 “Kawachi dan Kura-Kura” ini ternyata lokasi pertandingan ada di Uppurui, kota yang terkenal akan nori! Wah, bagaimana ini ya..

Biar dicoba menutupinya dengan roti seenak apa pun, kita tak mungkin menang. (Hal. 130)

Meskipun begitu, Azuma memiliki sebuah trik yang diharapkan bisa mengalahkan roti buatan Pak Norihei. Pembuatan roti ini dituangkan pada bagian 160 “Adonan Lembut Mengembang” yang cukup menarik. Sayangnya, mereka bertiga (ehm, Shigeru dan Azuma aja, Kawachi nggak usah dihitung) masih belum yakin dengan keampuhan trik Azuma ini.

Kita hanya perlu bikin adonan lembut mengembang seperti nasi yang baru matang. (Hal. 145)

Pada hari pertandingan, tak disangka Azuma dan Pak Norihei menerapkan teknik yang serupa dalam pembuatan creaming dari mentega yang dikocok-kocok. Pada bagian 161 “16 Pulau” ini Kawachi, Tsukino, dan Manajer mulai ragu dengan kelanjutan pertandingan. Pasalnya, jika teknika yang digunakan Azuma dan Pak Norihei sama, tentu ini adalah kekalahan telak untuk Pantasia. Yah meskipun begitu, Kuroyanagi tetap menilai roti Azuma dengan reaksi yang cukup ekstrim.

Kalau melakukan hal lain di luar membuang gas setelah fermentasi pertama, gluten yang sudah terbentuk akan hancur! (Hal. 164)

Bab terakhir sekaligus penutup jilid ini adalah bagian 162 “Rating Cerai Sunday” ketika penilaian dilakukan untuk roti Pak Norihei. Sama seperti roti Azuma, reaksi yang diberikan oleh Kuroyan juga sangat tidak biasa. Bahkan ia meninggalkan lokasi pertandingan selama beberapa lama hanya untuk menunggu roti Pak Norihei selesai dibuat. Lantas, siapa pemenang pertandingan kelima ini?

Aku tak mengerti kehebatan roti itu sampai membuatnya ingin menikah. (Hal. 180)

Akhirnya setelah agak jenuh dengan kemunculan Azuma, untunglah pertandingan keempat menampilkan Shigeru sebagai tokoh utama. Dibumbui dengan konflik keluarga membuat pertandingan Shigeru cukup menarik untuk diikuti. Apalagi teknik dari Tsutsumi sangat menarik minat saya untuk mencoba mempraktikkannya sendiri (dengan resiko kebakaran).

Untuk pertandingan kelima, saya jatuh cinta dengan artwork Norihei Miki. Berbeda dengan artwork tokoh lain, tokoh Norihei memang menyadur dari maskot sebuah merek pasta rumput laut “Gohan Desuyo” yang terkenal di Jepang. Jadi unyu-unyu gitu heheheheh.

Setelah melalui 18 jilid, saya bisa menarik kesimpulan bahwa komik ini bisa dikatakan fiksi-non fiksi ya. Kalau masalah teknik pembuatan roti (khususnya saat pertandingan) dan info-info kuliner roti, saya rasa adalah sebuah fakta yang benar adanya. Apalagi didukung tokoh kuliner sebagai pendukung informasi. Beberapa tips sederhana juga bisa diterapkan di rumah lho.

Nah sisi fiksi komik ini banyak dituangkan pada reaksi yang diberikan Kuroyan (atau Pierrot) sebagai juri yang menilai roti peserta. Sebagian besar (kalau tidak bisa dibilang semua) reaksi sang juri itu luebay dan nggak masuk akal buanget. Tetapi justru saking absurd-nya inilah membuat komik ini memiliki keunggulan dibandingkan komik kuliner serupa.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 17)

coveryakitate17

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 17)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792771060

cooltext1660180343

Identitas lawan di pertandingan ketiga yaitu sang ninja misterius ternyata Suwabara! Bagaimana hasil pertandingan sesama kawan yang saling mengerahkan seluruh kemampuannya? Lalu… cari tahu identitas Shigeru Kanmuri sekarang! Plus 10 halaman komik bonus yang patut disimak!

cooltext1660176395

Kecerobohan Kawachi yang penasaran dengan identitas asli lawan perwakilan St. Pierre membuat sebuah kejutan yang nggak heboh-hebioh amat. Pada bagian 144 “Simpati Seorang Samurai” ini, meskipun Suwabara sudah jelas-jelas ketahuan dibalik kostum ninja, ia masih bisa mengelak. Lebih gebleknya lagi, Azuma dan Shigeru juga percaya aja dengan alasan si ninja ini. Hmm benarkah demikian?

Dia seorang pencari kebenaran… Dia akan melakukan apa pun untuk jadi juru roti. (Hal. 11)

Pada bagian 145 “Perbedaan Budaya” ini diceritakan tentang rencana Suwabara dan Azuma agar bisa memenangkan pertarungan. Minimnya bahan khas daerah Ooma membuat kedua tim sama-sama menggunakan bawang daun sebagai bahan utama mereka. Yang tidak mereka sadari satu sama lain, ternyata jenis pengolahan dan roti yang akan dibuat ternyata sama persis!

Karena bahannya sama, berarti yang diadu cara pengolahannya. (Hal. 27)

Keesokan paginya, Azuma masih lesu karena belum menemukan suatu hal baru pada rencananya. Namun Kawachi sudah percaya diri dengan ide Azuma menggunakan bawang daun sebagai bahan roti. Meski diawali dengan kebodohan Kawachi (lagi-lagi), bagian 146 “Rencana Rahasia Suwabara” cukup seru karena Suwabara ternyata sudah memikirkan teknik jitu dalam pertandingan kali ini.

Pertandingan ini… Mungkin berakhir dengan kekalahan Azuma! (Hal. 50)

Selain menggunakan bawang daun, adanya Monica sebagai partner Suwabara membuat kepercayaan diri tim St. Pierre meningkat drastis. Alih-alih memikirkan teknik Azuma, pada bagian 147 “JaPan Lipat” ini menyuguhkan pembuatan roti legendaris dari Suwabara dipadukan dengan pembuatan blanchir oleh Monica, sang master kue.

Monica juga mengakuinya sebagai juru roti hebat. Tapi, kalau tak konsentrasi pada rotimu sendiri, walau mestinya bisa menang, kau bisa jadi kalah, lho. (Hal. 66)

Roti Suwbara matang terlebih dulu. Oleh karena itu Kuroyanagi mencicipi roti Suwabara sambil menunggu roti Azuma. Tak disangka, teknik legendaris dari Suwabara membuat Kuroyanagi berputar! Pada bagian 148 “Misteri Wanita” ini, selain teknik menakjubkan Suwabara, ternyata Azuma memiliki senjata pamungkas sehingga bisa memenangkan pertandingan.

Walau demi bertanding aku sudah berkhianat… Tak ada tempat mati yang lebih sesuai untuk lelaki bengkok sepertiku kecuali di sini. (Hal. 89)

Setelah pertandingan putaran ketiga selesai, Pantasia Cabang Tokyo Selatan dikejutkan oleh orang-orang misterius dan berbuat onar di depan toko. Manajer Matsushiro yang perawakannya mirip preman tentu saja meladeni para biang keributan pada bagian 149 “Rahasia Shigeru” ini.

Kalau sudah jadi begini, semua harus diselesaikan sekarang juga. (Hal. 106)

Ternyata, lawan Pantasia pada pertandingan putaran keempat ini berasal dari kehidupan Shigeru. Meskipun Shieru ingin menolak apa yang diminta sang lawan, Masanobu Tsutsumi, ia tetap harus melakukannya karena tidak ada pilihan lain. Masanobu yang didaulat menjadi koki kerajaan Austria sesungguhnya berpotensi kalah karena pada bagian 150 “Tema Terburuk” ini seharusnya ia tidak mengetahui dengan baik bahan khas daerah di Jepang.

Produk khas Jepang tak umum digunakan sebagai bahan kuliner di Austria. (Hal. 126)

Keesokan harinya adalah pemilihan kotak sekaligus penentuan lokasi. Hal yang cukup berbeda terjadi di pertandingan kali ini. Awalnya daerah yang terpilih adalah Shinano. Yang menjadi tantangan lagi adalah apabila tiga putaran sebelumnya setiap peserta membuat roti, kali ini justru mereka dilarang membuat roti dan harus membuat selai. Pada bagian 151 “Kadang-Kadang, Ajarkan Dendam…” ini disebutkan bahwa penentuan apa yang perlu dibuat peserta ini adalah semata-mata demi rating dan permintaan pemirsa.

Sebenarnya, aku tak begitu berminat pada selai, jadi tak pernah buat. Tapi, menurutku, di balik hal yang sederhana terdapat kerumitan. (Hal. 151)

Sementara itu, nun jauh di suatu daerah, ayah Shigeru dan Masanobu (yep, mereka berdua adalah saudara satu ayah beda ibu), Takashi Hashiguchi, cukup khawatir dengan pertandingan ini. Bukannya apa-apa, hasil pertandingan inilah yang menentukan siapa pewaris dari bisnis keluarga. Mau tahu profesi ayah Shigeru ini? Semua dijelaskan pada bagian 152 “Selai Terlezat” heheheh.

Masanobu tak pernah bertemu Shigeru… Tapi, dia dibesarkan dengan mendengar berita soal Shigeru terus-terusan… (Hal. 166)

Pada dasarnya, pertandingan putaran ketiga yang melibatkan Suwabara dan Monica itu cukup menarik. Diawali oleh kostum ala ninja demi menyamarkan jati diri, alasan Suwabara berkhianat dan menjadi perwakilan St. Pierre, hingga teknik legendaris dari koki Perancis jaman dahulu membuat pertandingan ini seharusnya sangat memukau.

Sayangnya, eksekusi inti yaitu pada pembuatan roti justru disia-siakan Hashiguchi-san. Ramuan yang sudah cukup bagus justru dihancurkan oleh roti yang kalau boleh saya katakan, biasa buanget. Bahkan Azuma yang biasanya memiliki teknik mencengangkan justru menggunakan teknik yang sangat sederhana. Oh please deh.

Kekecewaan saya pada pertandingan putaran ketiga ini diobati oleh (calon) pertandingan putaran keempat. Selain melibatkan masa lalu Shigeru, tokoh Masanobu Tsutsumi terlihat sangat sulit untuk dikalahkan. Apalagi tema kali ini yang sangat dikuasai Masanobu sebagai koki kerajaan Austria membuatnya di atas awan.

Oh iya, ada yang ngeh kalau nama ayah Shigeru dan Masanobu sama persis dengan komikus komik ini? Cukup lucu juga sih mengetahui si komikus menyisipkan dirinya sendiri dalam komik buatannya. Yah ini bisa jadi self-promotion juga sih biar pembaca lebih hapal kepadanya.

Yang tidak kalah menarik, bonus komik tambahan berjudul Wild Life sungguh sayang untuk dilewatkan. Wild Life sebenarnya adalah judul komik tersendiri. Namun disini Hashiguchi-san membuat Wild Life versi buatannya.

Tokoh utama komik bonus ini tetaplah Tessho Iwashiro, seorang dokter hewan. Bahkan demi membuat “rasa khas” Hashiguchi, Kawachi didatangkan sebagai cameo menjadi pasien Iwashiro. Wah, kira-kira apa yang akan dilakukan dokter hewan ini? Baca sendiri ya hehe. Psst, jangan lupa baca review jilid 18 nanti yak!

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 16)

coveryakitate16

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 16)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 190

Terbit Perdana: 2010

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2010

ISBN: 9789792766813

cooltext1660180343

Lawan yang menanti di pertandingan kedua ‘Yakitate!! 25’ yang sangat tangguh dan menyebalkan sewaan St. Pierre, yaitu grup trio CMAP! Jangan kalah oleh orang-orang seperti itu, Azuma! Japan penuh amarah yang membangkitkan cita rasa khas daerah beraksi!!

cooltext1660176395

Kompetisi akbar dua bakeri terkenal, Pantasia dan St. Pierre masih berlanjut. Kali ini memasuki tahap kedua. Setelah memenangkan tahap pertama, Azuma cs menghadapi lawan yang cukup tangguh dalam bagian 134 “Tiga Anak Panah” ini. Karena bukan hanya satu orang seperti sebelumnya, St. Pierre kali ini menurunkan tiga orang sekaligus!

Bodoh! Kenapa kami bertiga harus bersatu untuk melawan ikan kecil seperti mereka? (Hal. 13)

Pada bagian 135 “Reaksi yang Tak Boleh Disiarkan” telah diumumkan lokasi pertandingan kali ini yaitu Saito. Lagi-lagi karena minimnya dana yang dimiliki, perwakilan Pantasia harus menginap di sebuah penginapan reot dan menyedihkan. Sementara itu, perwakilan St. Pierre yaitu Kaname Hiroshi, Chimatsuri Gou, dan Narumi Shizuto memiliki rencana mengalahkan Azuma.

Saito, sebuah kota di prefektur Miyazaki. Terkenal dengan kompleks pemakaman kuno “Saitohara Kofun Gun”. (Hal. 32)

Selain bahan utama yang bisa dikatakan mahal, ternyata Saito merupakan daerah paling cerah se-Jepang. Berkali-kali Azuma dan Kawachi berpanas-panas ria mencari bahan utama. akhirnya ide mengejutkan Azuma temukan pada bagian 136 “Kita Pakai Haniwa” saat di penginapan.

Untuk bikin kare kental berkualitas tinggi, kau harus memakai mangga. (Hal. 47)

Benar sekali, Saito memiliki keunggulan pada buah mangga yang dihasilkan. Rasanya yang manis dan penampilannya yang cantik membuat mangga Saito menjadi primadona. Alih-alih membuat mangga menjadi ekstrak atau semacamnya, Azuma mengubah mangga ini pada bagian 137 “Sari Buah Mentah” menjadi apa adanya.

Mungkin mereka memakai daging sapi Miyazaki dan saus demi-glance sebagai senjata utama mereka. (Hal. 72)

Tepat pada hari pertandingan, ketiga anggota CMAP perwakilan St. Pierre memiliki teknik dan rencana luar biasa dalam membuat roti. Di sisi lain, Azuma terlihat kesulitan dengan adonan roti yang tidak bisa diuleni. Lah, terus bagaimana cara membuat rotinya? Kisah ini disuguhkan pada bagian 138 “Semenanjung Melayu” yang unik.

Situasi kritis ini pun bisa berubah jadi kesempatan… dengan teknik superku!! (Hal. 84)

Saat Kuroya sebagai juri mencicipi roti peserta St. Pierre yang matang terlebih dahulu, rasanya sungguh menakjubkan. Bahkan Kuroyan repot-repot membawa satwa langka untuk menunjang reaksinya itu. Kemudian roti buatan peserta Pantasia dicicipi pada bagian 139 “Kenikmatan yang Tak Bisa Diperagakan dengan Akting” yang menakjubkan.

Karena nggak mungkin menang dalam rasa, mereka mau menang dalam soal bentuk, ya? Mendingan mati, deh! (Hal. 107)

Seperti yang sudah bisa diprediksi, reaksi Kuroyan setelah mencicipi roti Azuma juga tidak main-main. Bahkan jauh lebih spektakuler dari pencicipan roti CMAP. Wah memangnya apa yang terjadi? Pada bagian 140 “Kontak dengan Haniwa” ini bahkan Kuroyan tak sanggup menjelaskan alasannya.

Tapi, harus ada yang menjelaskan alasan kemenangan kalian pada penonton. (Hal. 121)

Meninggalkan akhir tahap kedua pertandiangan Yakitate!! 25, pada bagian 141 “Usooon” adalah bagian ice breaking dimana kakek Azuma dari Niigata ingin mengunjungi Azuma bersama sang kakak. Bahkan tak segan-segan, Kakek Umataro mengirim tepung khusus agar Azuma bisa menyuguhkan roti terbaik dengan tepung itu.

Karena sudah susah payah dikirim, aku akan bikin jamuan terlezat untuk kakekmu dengan tepung ini! (Hal. 148)

Lanjut pada bagian 142 “Nin Nin” adalah putaran ketiga pertandingan Pantasia dan St. Pierre. Setelah seluruh anggota CMAP takluk oleh kehebatan Azuma dkk, kali ini St. Pierre diwakili oleh sepasang ninja. Saking sebelnya, Kawachi penasaran dengan jati diri kedua ninja ini.

Mungkin saking putus asanya, karena CMAP andalan mereka kalah, St. Pierre akhirnya menurunkan juru roti cosplay! (Hal. 165)

Akhirnya bagian 143 “Yang Bengkok” sebagai penutup mengisahkan perjalanan Azuma, Kawachi, dan Shigeru menelusuri kota Yokosawa yang tidak memiliki bahan khas daerah. Mengira informasi dari Shigeru tidak diketahui orang banyak, Kawachi terkejut dengan penampakan kedua nina yang mengetahui bahan rahasia itu lebih dulu.

Dibandingkan bawang daun biasa, bawang daun bengkok Yokosawa di kota Oota ini sangat lembek. Jadi tak bisa dibudidaya tegak lurus. (Hal. 180)

Putaran kedua pertandingan ini jelas jauh lebih menarik daripada putaran pertama kemarin. Ditambah ketiga member CMAP yang sangat menyebalkan membuat sensasi membaca bagian itu lebih membara. Pengen saya tendang aja itu ketiga member songong itu.

Di sisi lain, roti yang dibuat oleh CMAP ataupun Azuma cs kurang greget jika dibandingkan jilid sebelumnya. Selain saya yang emang nggak tahu dimana menariknya, pembuatan roti di jilid ini terasa singkat dan remeh alias tidak ada sesuatu yang istimewa. Mungkin gara-gara roti ini bukan Ja-Pan milik Azuma.

Titik cukup menarik justru pada putaran ketiga pertandingan. Apa lagi jika bukan melihat lawan pertandingan yang berkostum serba ninja. Saya sebenarnya sudah tahu sih jati diri kedua ninja ini (ya iyalah, wong saya pembaca), tetapi Kawachi dkk sangat lelet menyadari hal ini. jadi tambah bikin geregetan. So, tunggu review jilid 17 yah!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Croissant

covercroissant

Judul: Croissant

Sub Judul: Antologi Kisah Kehidupan

Penulis: Josephine Winda

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: viii + 196

Terbit Perdana: 2014

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2014

ISBN: 9786020251394

cooltext1660180343

Ditemani santainya kepulan asap teh saat senja

Sepotong croissant renyah mencecap rasa

Berlapis seperti kisah kehidupan yang tak kunjung habis

Diwakili sepuluh cerita dunia

Semoga tak lekas ucapkan bon voyage—selamat tinggal

Hanya maklumi c’est la vie—itulah hidup.

“… kemahiran memadu judul-judul yang funky, bahasa yang light, dan pilihan tema tentang hidup yang muda dengan segala romantismenya, menjadikan kumpulan cerita buku ini seolah teman yang akan menemani kita melepas lelah.” – Sannie B. Kuncoro, penulis novel “Garis Perempuan”, “Ma Yan”, “Memilikimu”

“… mungkin berlebihan untuk mengatakan saya tersihir oleh tulisan Winda. Tetapi, pasti saya menikmati setiap kata, kalimat, dan keseluruhan ceritanya seperti ketika SD saya menikmati cerita ibu guru saya. Saya bukan sekadar menunggu ending, tetapi juga menikmati bagaimana cerita berproses.” – Her Suharyanto, pegiat dunia perbukuan dan penulisan

cooltext1660176395

Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar negara Perancis? Menara Eiffel? Benua Eropa? Musim dingin yang romantis? Atau mungkin roti Perancis yang terkenal itu? Well, sepertinya Perancis memiliki keunikan tersendiri di mata orang-orang. Ada yang suka kulinernya, ada yang terpukau pariwisatanya, ada pula yang terpesona dengan bahasa nasionalnya yang dinilai seksi bagi sebagian orang.

Mari sejenak melupakan bahasanya. Apakah kamu pernah menikmati atau setidaknya mengetahui tentang roti croissant? Di Indonesia, roti ini sudah cukup banyak beredar dimana-mana. Biasanya roti ini dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi. Rasanya yang legit dan menggugah selera sangat cocok dengan orang Indonesia yang suka ngemil makanan manis.

Nah, kamudian apa jadinya jika beberapa istilah bahasa Perancis dituangkan dalam kisah-kisah menyentuh dan memukau? Hal inilah yang saya rasa ingin diberikan penulis, yaitu pembaca menikmati hasil tulisannya sambil mencecap rasa croissant yang enak. Sepuluh cerita yang berbeda dalam satu buku memberikan sensasi berbeda saat membacanya. Simak satu-persatu yuk!

Kisah pertama berjudul Déjà vu dengan tokoh utama Ericka. Gadis yang masih duduk di bangku kuliah ini memiliki kekasih bernama Yuki. Setelah ditinggal Yuki beberapa lama karena praktik kerja lapangan, ia akan berjumpa kembali di kampus. Namanya sang pujaan hati, tentu Ericka bersemangat sekali menyongsong hari perjumpaan mereka kembali.

Yuki ini anaknya gemar melawak dan bertingkah lucu dihadapan kawan-kawannya, tak terkecuali pada Icka (panggilan Ericka). Namun ternyata tidak segala hal bisa dijadikan guyonan, bahkan kepada kekasihnya sendiri. Karena siapa tahu, lawakan itu berakibat fatal.

Mengapa kejadian-kejadian itu sepertinya terus-menerus berulang? Kenapa tidak ada kejadian lagi pada hari setelahnya? (Hal. 12)

Setelah menikmati kisah yang sangat singkat dari Ericka dan Yuki, cerita kedua memiliki judul Bon Apétit. Tokoh dalam kisah ini adalah cewek tambun bernama Talitha yang sangat gemar makan dan kuliner serta cowok muda bernama Idham. Mereka berdua yang dipertemukan pada milis internet ternyata cocok dan saling bertegur sapa.

Karena hobi mereka sama, Idham bermaksud mengajak Talitha wisata kuliner di Semarang. Meski awalnya berfirasat buruk, Talitha menyanggupi tawaran Idham. Tanpa Talitha sadari, keputusannya berjumpa dan menaruh hati pada sosok Idham akan bermuara pada sandiwara menyakitkan.

Ia bingung mengapa Idham sekarang kurus dan tidak lagi bulat seperti yang tampak pada foto? (Hal. 23)

Kisah selanjutnya adalah cerita tentang pembalasan dendam seorang gadis kantoran bernama Dicta kepada rekan kerjanya, Cakra. Pada cerita berjudul Vis-à-Vis ini, Dicta memaparkan alasan ia harus balas dendam dan bagaimana caranya membuat Cakra hancur berkeping-keping. Ternyata sakit hati Dicta dimulai saat masa sekolah tujuh tahun yang lalu.

Merasa Cakra sudah masuk dalam perangkapnya, Dicta tak segan-segan melancarkan aksinya dalam menyakiti hati Cakra. Namun sesungguhnya Dicta tidak mengetahui sebuah fakta menyakitkan yang disimpan Cakra rapat-rapat. Fakta apakah itu?

Ben, apa gunanya memiliki perasaan suka pada seseorang jika kau hanya memendamnya seorang diri? (Hal. 43)

Meninggalkan drama kehidupan Dicta, mari lanjut ke cerita keempat berjudul Mademoiselle. Seperti judulnya, tokoh utama perempuan kali ini bernama Margaretha. Ia memang berpenampilan seperti gadis tahun 1800-an saat bekerja. Apalagi ditambah payung berenda yang tak pernah lupa dibawanya.

Penampilan Margaretha yang mempesona menggetarkan seorang pemuda bernama Galang. Mereka sering menyapa tiap pagi hari. Sayangnya, profesi Galang yang jauh berbeda dibandingkan Margaretha membuatnya ciut nyali. Bahkan ia tidak menyadari bahwa Margaretha akan sangat terluka apabila Galang putus asa dan melakukan sesuatu esok hari.

Lagi pula, bagaimana aku bisa meramalkan perasaannya? Kenal saja tidak. (Hal. 66)

Kisah kelima berjudul Touché yang mengambil kehidupan gadis bernama Kabita. Cewek ini adalah potret gadis yang sulit mendapatkan pasangan. Bukan karena ia tidak laku, hanya saja ia adalah seorang yang cenderung pemilih dan selalu merasa ada yang kurang dari diri laki-laki yang mendekatinya.

Gracia (kok namanya kayak merek ekstrak kulit manggis hehe), sahabat Kabita, juga dibuat pusing karena kondisi ini. kehidupan rumah tangganya yang harmonis berbanding terbalik dengan kisah romansa sahabatnya. Bahkan ia juga tidak menyangka suatu hari Kabita membawa kabar akan segera menikah dengan seorang pria. Apa yang terjadi dengan Kabita?

Sekian tahun lamanya Kabita betah sendiri dan hanya berkencan dengan beberapa pria. Tak seorang pun yang cocok bagi diri Kabita. Selalu ada hal yang membuatnya urung. (Hal. 79)

Rendezvous adalah judul kisah keenam. Disini diceritakan seorang pria bernama Mario yang berjumpa lagi dengan cinta lamanya, Desira. Setelah tiba-tiba Desira meninggalkan Mario tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba Mario dikejutkan dengan suara Desira diujung telepon. Tak ingin melewatkan kesempatan, Mario meminta bertemu dengan gadis yang pernah singgah di hatinya itu.

Selain bertukar cerita mengenai kehidupan masing-masing, pertemuan ini juga membahas tentang masa lalu mereka. Lebih tepatnya masa lalu ketika Desira meninggalkan Mario tanpa ada penjelasan sama sekali. Saya sesungguhnya mengharapkan alasan yang lebih greget dibandingkan alasan klise yang diucapkan Desira, tetapi tepat pada kalimat-kalimat mencapai ending, ada suatu hal yang mengejutkan.

Rupanya, bagaimanapun cerita yang lalu dikubur, suatu saat benang merah yang mengaitkan kisah-kisah di antaranya akan muncul kembali ke permukaan. (Hal. 96)

Nah selanjutnya adalah cerita yang tak kalah menarik. Kisah tentang gadis bernama Delia yang mencoba mencari tahu kabar cinta monyet masa sekolahnya dulu. Cerita berjudul Je t’aime ini rasanya cocok untuk orang yang gagal move on dan mencoba terus kepo pada pujaan hatinya.

Delia menunjukkan fakta bahwa meskipun cinta masa lalu masih tersis, bukan berarti orang yang sama akan memiliki sifat dan perilaku yang serupa. Pedro sebagai cinta Delia di masa kini adalah Pedro yang sanat berbeda. Bahkan Pedro membuat Delia sadar dan mengerti tentang arti seseorang yang ada untuknya.

Tak dapat diungkapkan dengan kata-kata mengapa Delia jatuh cinta di kala itu kepada Pedro. Bukankah cinta tak memerlukan alasan? (Hal. 116)

Beralih pada kehidupan karyawati sebuah perusahaan bernama Fernanda. Dikisahkan Nanda ini adalah tipikal karyawati yang pintar, berdedikasi, rajin, dan professional. Bahkan ketika muncul seorang karyawan baru berparas rupawan dari Colorado bernama Gavin, Nanda tetap pada prinsipnya yang workaholic.

Judul cerita ini yaitu C’est la vie memberikan sebuah isu masa kini tentang kesetaraan gender. Tokoh Nanda dan Gavin memberikan sekeping potret kehidupan mengenai kaum perempuan yang masih dianggap lemah. Saya sangat menyukai adu argumen yang diutarakan Nanda kepada atasannya di cerita ini.

Tak dapat dipungkiri, memiliki wajah ganteng dan postur tubuh tinggi tegap adalah anugerah yang sangat menguntungkan bagi para pria. (Hal. 144)

Voilà. Kata ini biasanya diungkapkan saat ada sesuatu yang mengejutkan. Kata ini juga menjadi sebuah ungkapan yang patut menggambarkan akhir kisahnya. Adalah seorang gadis bernama Selena yang kisah hidupnya beda tipis dengan Kabita. Ya benar, Selena memiliki kisah percintaan yang berantakan dan kurang hoki untuk urusan cowok.

Sedangkan Friska bagaikan Gracia. Ia sering mengenalkan pria-pria yang mungkin bisa menjadi pendamping Selena. Namun sayang, usahanya sia-sia belaka. Suatu hari, Selena membawa kabar gembir untuk Friska. Akhirnya ia akan segera menikah dengan lelaki pujaannya. Sayangnya, sebelum Friska ikut bersorak bahagia, sebuah fakta dari Selena membuat Friska terhenyak.

Jika tidak ada getar yang sama dalam frekuensi kerinduan, bukan jatuh cinta namanya. (Hal. 166)

Kisah penutup dalam buku ini berjudul Bon Voyage dengan kehidupan rumah tangga Nadhira dan Pram sebagai titik fokus. Nadhira adalah tipe seorang istri yang lembut dan penurut pada suami, sedangkan Pram adalah potret suami yang cenderung kasar dan semaunya sendiri. Meskipun dikaruniai suami seperti itu, Nadhira tetap bertahan demi rumah tangga dan kedua anaknya.

Ternyata awal kehidupan menyedihkan ini bermula saat Pram dan Nadhira dijodohkan. Kedua orang tua mereka yang ingin melihat anak masing-masing bersanding di pelaminan, mengabaikan kondisi Nadhira sebagai gadis lugu dan Pram yang memiliki emosi tinggi. Akhirnya hal inilah yang membuat kehidupan pernikahan mereka berdua diujung tanduk.

“Hari genee masih dijodohin? Nggak salah, Nad?! Kamu hidup di abad berapa?” (Hal. 177)

Pada awalnya, saya tidak menghiraukan sub judul Antologi Kisah Kehidupan yang tertulis di cover. Saya mengira kisah kehidupan yang dimaksud adalah kisah cinta muda-mudi yang dimabuk asmara dan berakhir bahagia. Namun saya salah. Memang beberapa kisah diperankan oleh tokoh berusia muda dan happy ending, tetapi sebagian lain memberikan cerita yang berbeda.

Yang saya sukai dari tulisan Winda ini adalah ceritanya membumi. Alih-alih menuliskan kata-kata puitis dengan berbagai ungkapan rumit, penulis menggunakan kata yang sederhana dan tepat sasaran dengan maksud yang ingin disampaikan. Seolah-olah semua tokoh dalam buku ini terasa nyata dan benar-benar terjadi.

Salah satu kekhawatiran saya membaca buku antologi alias kumcer adalah banyaknya tokoh yang muncul sehingga membuat rancu. Lihat saja ada 20 tokoh utama dalam setiap cerita. Belum lagi tokoh pendamping dan figuran yang muncul sekilas. Namun Winda berhasil memberikan karakter cukup kuat pada setiap tokoh utama dalam ceritanya masing-masing.

Selain itu, biasanya saya kurang puas membaca kumcer karena akhir cerita biasanya terjadi terlalu cepat. Maksud saya, cerita-cerita tersebut sebenarnya ada potensi untuk digali lebih dalam. Namun saya tidak menemukannya dalam buku ini. Selain cerita pertama, sembilan cerita yang lain memberikan akhir yang lugas dan pantas. Bahkan apabila terpaksa dipanjangkan, justru menjadi tidak menarik lagi.

Seperti yang sudah saya bilang, kisah pertama tentang Icka dan Yuki terasa sangat singkat bagi saya. Saya ingin ada tambahan sih, tetapi sebenarnya memang harus seperti itulah ending yang sesuai. Akhirnya saya jadi geregetan sendiri.

Oh iya, pada cerita keempat berjudul Mademoiselle, ada sudut pandang yang inkonsisten. Saya tidak tahu apakah ini gaya penulis, namun sudut pandang orang ketiga yang tiba-tiba berubah menjadi orang pertama kemudian kembali lagi ke orang ketiga tanpa adanya pemberitahuan membuat perpindahannya sangat kasar. Inilah yang membuat saya kurang menyukai dengan sudut pandang yang dicampur-campur.

Yang lebih membuat saya heran, kenapa saya tidak menemukan satupun kata croissant ya di buku ini? Mungkin saya luput atau saya lelah, tetapi mosok ya judul buku malah nggak muncul sama sekali di isinya? Padahal adegan makan dan setting di kafe cukup banyak lho. Kemudian Perancis juga tidak saya temukan menjadi lokasi di salah satu ceritanya. Mungkin memang maksud penulis hanya menggunakan stilahnya saja tanpa memaksakan unsur Perancis dalam setiap kisahnya? I don’t know.

Kalau ditanya kisah mana yang menjadi favorit, saya akan menjawab semuanya hehehe. Bukannya maruk, tetapi memang setiap cerita dan tokohnya masing-masing memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Hal ini tidak lepas dari kepiawaian penulis dalam mengeksekusi karakter dan ceria sehingga meninggalkan kesan bagi pembacanya. Good job, Josephine Winda!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads-badge-add-plus

Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 15)

coveryakitate15

Judul: Yakitate!! Ja-Pan (Jilid 15)

Komikus: Hashiguchi Takashi

Penerjemah: Ervin Kurniawati

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2009

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2009

ISBN: 9789792762402

cooltext1660180343

Pantasia akhirnya diambil alih oleh St. Pierre! Yang dapat menyelamatkan Pantasia dari dilema ini hanya kemenangan dalam acara TV ‘Yakitate!! 25’!! Berjuanglah, Azuma!! Raihlah kemenangan dengan Japan yang memakai produk khas daerah!!

cooltext1660176395

Selamat siang. Wah udah semingguan saya nggak update blog ini. Daripada kelamaan berdebu, saya update review komik kesukaan saya deh hehehe. Pada jilid 15 ini, Azuma dan lainnya menghadapi kenyataan mengerikan saat tiba di Jepang. Tidak sampai disitu, pada bagian 124 “Tantangan Kirisaki” Azuma dan kawan-kawan dituntut berpikir ekstra hati-hati.

Tsukino, kalau hanya fokus pada hal yang buruk, kau tak bisa mulai apapun. (Hal. 8)

Selanjutnya pada bagian 125 “Yakitate!! 25″ mengisahkan bentuk nyata dari tantangan pemilik St. Pierre tempo hari. Ternyata Kirisaki menawarkan sebuah pertarungan membuat roti dari kedua bakeri ini. Tidak tanggung-tanggung, pertarungan ini akan disiarkan melalui televisi nasional!

Kau harus membayar semua biaya produksi dan penyiaran acara ini dengan 12 miliar yen yang kau dapatkan dari Monaco Cup. (Hal. 24)

Pada bagian 126 “Ajaran Guru” dikisahkan detik-detik pertandingan ini. Namanya sebuah lomba, tentu memerlukan seorang juri yang mengerti roti yang nikmat. Sayangnya, Pierrot sudah tidak muncul lagi disini. Jadi, yang menjadi juri sekaligus penentu pemenang pertandingan adalah… Ryo Kuroyanagi!

Kau harus berhenti jadi juru roti dan beralih jadi kritikus makanan. (Hal. 44)

Setelah juri terpilih dan masing-masing peserta dari kedua bakeri telah siap, maka Yakitate!! 25 akan segera digelar. Pada bagian 127 “CMAP?” mengisahkan pertandingan perdana antara Azuma, Shigeru, dan Kawachi sebagai perwakilan Pantasia melawan Tsubozuka Takumi sebagai perwakilan St. Pierre. Psst, lagi-lagi Kuroyan bertingkah lebay dalam pertandingan ini hahaha.

Tiba-tiba dia mengajukan surat pengunduran diri dari Pantasia… (Hal. 63)

Pada bagian 128 “Super Tuna”, ternyata peserta harus membuat roti dengan menggunakan produk unggulan daerah tertentu. Pada pertandingan kali ini, daerah yang dijadikan lokasi pertandingan adalah Ooma yang unggul akan ikan tunanya. Sayangnya, karena taktik licik Yukino, Azuma cs tidak mendapatkan tuna secuilpun.

Daripada memusingkan lawan yang kuat atau lemah, mendingan pikirkan cara bikin roti enak. (Hal. 77)

Selanjutnya bagian 129 “Dalamnya Putih, Tapi Namanya Ungu” mengisahkan ide brilian Azuma saat menghadapi ikan tuna yang habis dimana-mana. Ternyata selain tuna, ada spesies hewan laut lain yang dilupakan. Padahal spesies ini cukup unggul juga dari Ooma.

Kualitas landak laut Ooma juga tinggi dan harganya jauh lebih murah daripada super tuna. (Hal. 110)

Akhirnya pertandingan resmi digelar. Pada bagian 130 “Sampah Harus Dimasukkan Ke Kantong Sampah” ada sedikit hal aneh, yaitu Kawachi diminta oleh Azuma untuk membuat roti Perancis yang tidak enak. Jadi heran, kenapa Kawachi harus membuat roti yang tidak enak padahal ini pertandingan membuat roti terlezat? Kebingungan Kawachi seolah mendukung ketidak tahuan saya tentang rencana utuh Azuma.

Roti Kawachi yang dulu tak serenyah ini, lebih liat… Sedikit nggak enak! (Hal. 118)

Kemudian pada bagian 131 “Ora…?!” Kawachi tersadar tentang roti yang ia buat beberapa saat yang lalu. Rotinya menjadi liat gara-gara Azuma memasukkannya dalam kantong sampah. Meskipun Shigeru sudah memahami taktik Azuma, tapi sampai halaman ini saya masih belum mengerti apa-apa tuh zzzzz.

Roti Perancis tak enak buatanku… Menyerap uap air dan jadi lebih liat! (Hal. 140)

Pada bagian 132 “Evolusi Lebih Jauh” sudah masuk tahap penjurian. Roti buatan Tsubozuka selesai lebih dahulu sehingga pencicipan dimulai dari roti buatannya. Berbeda dengan Azuma dkk yang tidak mendapatkan tuna, Tsubozuka membuat roti dengan menggunakan super tuna yang lezat. Bahkan Kuroyan menghadirkan respon yang cukup menggigit setelah mencicipi rotinya.

Roti lebih sulit dikunyah. Beda dengan nasi yang mudah hancur di dalam mulut. (Hal. 154)

Bagaimana dengan roti Azuma? Meskipun roti Tsubozuka sangat memukau, Kuroyan masih lebih menyukai roti buatan Azuma. Hal ini dituangkan pada bagian 133 “Sebagai Roti” yang mengungkap keunggulan roti Pantasia. Bahkan roti buruk dan tidak enak buatan Kawachi tadi menjadi nilai plus roti Azuma. Wah saya tidak menyangka sih ternyata roti Azuma sangat menakjubkan.

Baiklah! Aku akan menjelaskan sihir tersembunyi di roti Azuma. (Hal. 171)

Akhirnya petualangan baru Azuma dimulai kembali. Setelah gagal move on dari Monaco Cup yang mengakibatkan saya hiatus update blog *halah alesan* kali ini petualangan baru Azuma cukup menjanjikan. Apalagi konsep pertandingan baru ini tidak akan membosankan.

Jadi sekedar informasi ya, pertandingan ini menggunakan semacam puzzle yang terdiri atas 25 kotak. Setiap pertandingan akan diwakili satu kotak yang masing-masing kotak mewakili suatu daerah di Jepang. Nah, daerah inilah yang harus menjadi dasar bahan makanan unggulan sehingga bisa dijadikan roti.

Saya suka dengan konsep ini karena selain memperkenalkan keunggulan daerah lain, juga sekaligus membuka wawasan tentang daerah non beken. Soalnya kan di komik-komik biasa menggunakan Tokyo, Kyoto, Osaka, Okinawa, dan lain-lain yang sudah umum. Nah dari pertandingan ini, saya mendapatkan sedikit gambaran tentang perfektur lain di Jepang sana.

Melihat ada 25 kotak yang tersedia, maka bisa dipastikan akan ada 25 pertandingan yang akan berlangsung sampai keluarnya juara. Saya jadi penasaran juga sih daerah mana lagi yang akan dijadikan lokasi pertandingan. Apalagi roti yang dibuat Azuma cs dan perwakilan St. Pierre juga menggoda perut *uhuk.

Oh iya ngomong-ngomong peserta, kok saya rasa  aturan pertandingan ini kurang ketat ya dari segi pemilihan peserta. Soalnya St. Pierre seenaknya aja gitu menggunakan Tsubozuka yang jelas-jelas bukan pegawai St. Pierre. Kok kesannya jadi ada KKN banget.

Tapi secara umum sih saya yakin akan suka petualangan Azuma selanjutnya ini. Apalagi Yukino yang menyebalkan benar-benar menjiwai karakter hehehe. Yuk ah, tunggu kehadiran review jilid 16 yaa *entah kapan* ~(ˇ▼ˇ~)(~ˇ▼ˇ)~

Penilaian Akhir:


goodreads-badge-add-plus