Rss

The Powerpuff Girls Z (Jilid 1)

coverpowerpuff1

Judul: The Powerpuff Girls Z (Jilid 1)

Komikus: Cartoon Network, Toei Animation, Aniplex

Penerbit: Citra Sastra Media

Jumlah Halaman: 96

Terbit Perdana: Juli 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Juli 2008

ISBN: 9789797791117

cooltext-blurb

POWERPUFF GIRLS TO THE RESQUE! – PENYELAMATAN POWERPUFF GIRLS! –

Gawat! Mojo mengamuk! Dia membuat para anak sekolah TK panik dan ketakutan, dengan mengurung mereka di dalam sebuah sangkar. Dapatkah Powerpuff Girls Z menggagalkan rencana jahat Mojo?

THE SECRET OF THE POWERPUFF GIRLS! – RAHASIA POWERPUFF GIRLS! –

Setelah Ken menggunakan bahan kimia Z hasil ciptaan Profesor Utonium untuk menghentikan badai salju, tiga anak gadis secara tak sengaja terkena pancaran sinar Z dan mendapatkan kekuatan super. Selain itu Mojo terkena pancaran sinar hitam yang membuatnya menjadi jahat. Bagaimana para gadis menghentikan niat jahat Mojo?

cooltext-review

Siapa yang tidak tahu tokoh The Powerpuff Girls? Saya ingat betul ketika belasan tahun yang lalu masih anak-anak, saya sering menonton kartun The Powerpuff Girls setiap minggu pagi. Desain gambar yang unik dan tidak biasa membuat saya menikmati tokoh superhero perempuan yang masih anak-anak ini. Apalagi humor yang terselip juga menghibur jiwa saya yang masih anak-anak kala itu.

Pada awalnya, The Powerpuff Girls adalah tokoh kartun produksi Cartoon Network yang terasa banget “dunia barat”-nya. Nah, kali ini ada sebuah proyek kerjasama dengan Toei Animation dan Aniplex dari Jepang untuk menghadirkan The Powerpuff Girls versi anime ala-ala. Penasaran? Sama, saya juga. Akhirnya lahirlah The Powerpuff Girls Z ini. Secara garis besar masih sama dengan versi pendahulunya, namun ada beberapa penyesuaian.

Komik ini adalah hasil komikisasi (apa ya sebutannya? Entahlah) versi anime. Ada dua judul cerita yang terkandung dalam komik ini. Yang pertama adalah Powerpuff Girls To The Resque! – Penyelamatan Powerpuff Girls! – yang mengisahkan kekacauan akibat ulah musuh bebuyutan Powerpuff Girls, Mojo Jojo. Ya benar, monyet ini menyandera anak-anak TK di Kota Baru Townsille karena ingin menguasai dunia(?).

Tidak ingin kotanya hancur, Tuan Mayor Walikota Kota Baru Townsville yang didampingi asistennya, Nona Bellum, menghubungi Professor Utonium agar memanggil Powerpuff Girls Z sesegera mungkin. Singkat cerita, Hyper Blossom, Rolling Bubbles, dan Powered Buttercup menghadapi Mojo Jojo di siang hari bolong. Tak disangka, mereka kelelahan dan terancam kalah!

Oh tidak! Gadis-gadis itu tak boleh makan es krim dengan musuh mereka di tengah-tengah pertempuran! (Halaman 37)

Cerita kedua memiliki judul The Secret Of The Powerpuff Girls! – Rahasia Powerpuff Girls! – yang mengungkapkan asal-usul Powerpuff Girls Z. Kalau masih ingat, versi original Powerpuff Girls adalah para gadis cilik itu hadir akibat Professor Utonium tidak sengaja mencampurkan unsur kimia X dalam campuran “pembuat manusia” ciptaannya. Kali ini asal-usul Powerpuff Girls sedikit berbeda dengan versi asli.

Jadi di sini, unsur kimia X bukan penyebab terciptanya Powerpuff Girls, melainkan tercampurnya unsur kimia X dengan roti bakpau karena tersenggol Peach, anjing Professor Utonium. Alhasil tercipta unsur kimia Z. Kebetulan, saat itu di Kota Baru Townsville ada gunung es misterius. Anak Professor Utonium, Ken Kitazawa, menggunakan unsur X untuk menghancurkan gunung. Namun, ada tiga sinar putih dan satu sinar hitam yang terlepas ke udara.

Kita harus melakukan banyak penelitian dan percobaan lebih lanjut, sebelum menggunakan bahan kimia Z. (Halaman 62)

Ya benar. Tiga sinar putih menghantam tiga orang gadis SMP (kayaknya) yang berbeda dan mereka menjadi The Powerpuff Girls Z (karena unsur kimia Z). sedangkan satu sinar hitam menghantam seekor monyet di kebun binatang sehingga menjadi Mojo Jojo, musuh pertama dan sejati The Powerpuff Girls Z.

Suka! Ya benar, saya suka dengan remake The Powerpuff Girls ini. Selain tampilannya yang ala-ala anime dan karakter yang moe, beberapa perbedaan membuat The Powerpuff Girls Z memiliki cita rasa baru. Namun demikian, hal-hal dasar sebagai “jiwa” The Powerpuff Girls original masih dipertahankan, termasuk Mojo Jojo.

Pada jilid pertama ini, masih belum terlalu jelas siapa nama para anak perempuan yang menjadi The Powerpuff Girls Z. Soalnya mereka kan anak gadis yang tidak kenal satu sama lain dan bukan “anak” ciptaan Professor Utonium. Saya juga suka dengan beberapa tokoh baru seperti Ken dan Peach. Oh iya, Nona Bellum di The Powerpuff Girls Z ini masih sama lho “ciri khas”-nya ketika di The Powerpuff Girls.

Mengenai humor, saya rasa judul baru ini juga tidak kalah kocak dengan pendahulunya. Misalkan saja ketika Mojo Jojo menyandera anak-anak TK di sangkar burung raksasa dan meminta permen karena ingin menguasai dunia. Maksud ngana? Selain itu kepolosan The Powerpuff Girls Z juga unik sih. Bisa-bisanya makan es krim ditengah pertarungan.

Kekurangannya apa ya? Palingan kurang banyak aja halamannya. Padahal kertas komiknya sudah lux licin dan full color pula. Mungkin ini juga yang membuat saya tidak kerasa saat membaca. Tiba-tiba udah kelar aja. Penasaran juga sih bagaimana musuh-musuh The Powerpuff Girls Z yang lain aksinya bagaimana. Sudah ya, sayonara~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Big Ear Tu Tu (Jilid 1)

covertutu1

Judul: Big Ear Tu Tu (Jilid 1)

Komikus: Shanghai Animation Film Studios

Penerjemah: Putri Anggia

Penerbit: Citra Sastra Media

Jumlah Halaman: 96

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

cooltext-blurb

Tu-tu adalah seorang bocah berumur 3 tahun yang polos, kritis, lucu, dan enerjik. Kehidupan sehari harinya dipenuhi dengan ide dan pertanyaan aneh. Kadang kepintarannya berkelit dan mencari alasan membuat ayah dan ibunya tak dapat berkata-kata. Namun dibalik kenakalan dan tingkah lakunya yang terkadang terlihat bodoh itu, ia selalu mendapatkan pelajaran bermakna yang disampaikan kepada para pembaca melalui “Pesan Moral Tu-Tu”.

cooltext-review

Setelah beberapa kali mengulas komik dari belahan benua barat, kali ini saya kembali dengan sebuah komik dari benua Asia. Bukan Indonesia, melainkan dari negara Tiongkok. Komik ini berjudul Big Ear Tu Tu. Kalau baca dari blurb-nya sih, hampir mirip dengan komik Crayon Shinchan (yang sudah banyak saya ulas sebelumnya). Tetapi mungkin ada perbedaannya sih, mengingat awalnya Big Ear Tu Tu berbentuk animasi kemudian dikomikkan.

Tokoh utama komik ini tentu saja adalah Tu Tu, seorang bocah batita yang cerewet dan selalu ingin tahu. Ia bersama ibunya, Siao Li, dan ayahnya, Ing Cin, tinggal di sebuah apartemen. Cerita pertama komik ini dibuka ketika Tu Tu bermain bersama sahabatnya, Siao Mei dan Cuang Cuang di taman dekat apartemen.

Obrolan anak-anak mulai mengemuka ketika Siao Mei bertanya kepada Tu Tu tentang asal usul seorang anak. Tu Tu yang lebih muda daripada Siao Mei tidak bisa berpikir jawabannya apa. Sedangkan Siao Mei berujar bahwa seorang anak muncul dari celah batu (ebuset macem kera sakti aja). Sementara itu, Cuang Cuang yang paling tua malah berpendapat yang tidak lebih baik dibandingkan Siao Mei.

Begini… Asal punya uang, kau bisa beli apa saja. Termasuk anak! Mengerti? (Halaman 13)

Cerita kedua adalah saat-saat ketika sebentar lagi Tu Tu berulang tahun. Anak semata wayang dari Siao Li dan Ing Cin ini ditawari oleh kedua orang tuanya, ingin meminta kado apa saat ulang tahunnya seminggu lagi. pada awalnya saya kagum dengan ucapan Tu Tu. Namun kekaguman saya sirna saat Tu Tu mengucapkan keinginannya sebagai berikut.

Aku ingin Ibu memberikan… Ibu melahirkan seorang kakak, cukup seperti Kak Cuang Cuang saja! (Halaman 51)

Jujur ketika membaca komik ini, otak saya selalu membandingkannya dengan Shinchan. Saya tidak tahu apakah pencipta Tu Tu ingin membuat tokoh polos, cerdik, sekaligus nakal seperti Shinchan atau tidak. Namun saya merasa tokoh Tu Tu ini bodoh alih-alih cerdas seperti Shinchan. Tu Tu memang polos, namun kepolosannya yang dilanjutkan dengan ujaran yang harusnya menghibur justru membuat saya jengkel seperti yang dirasakan ayah ibunya.

Keheranan saya saat membuka komik ini adalah adanya dua halaman di awal dan akhir komik (total empat halaman) yang isinya iklan minyak cap k*p*k. saya tidak tahu apa fungsi iklan di komik ini. sebagai sponsor kah? Entahlah. Selain itu, tidak adanya judul setiap cerita membuat saya agak bingung diawal mengenai inti ceritanya. Sebagai pemisah antar cerita hanya ditandai dengan Pesan Moral Tu Tu.

Ya benar, Pesan Moral Tu Tu adalah sisi positif dari komik ini. pantas saja komik ini memang ditujukan untuk semua umur termasuk anak-anak. Dengan adanya pesan moral, orang tua anak-anak bisa menceritakan hal positi apa dari cerita Tu Tu. Yah meskipun agak tidak sinkron antara penempatan panel gambar, ekspresi tokoh, dan dialognya, komik ini masih cukup bisa dinikmati. Mungkin hal ini efek dari aslinya animasi lalu dijadikan komik full color.

Oh iya, komik ini memberikan bonus VCD yang berisi versi animasinya. Saat saya menontonnya, aduh justru lebih berantakan dibandingkan versi komik. Pengisi suara dengan gambarnya terkesan asal-asalan dan dipaksakan sekali penempatannya. Saya tidak tahu tehnik pengisian suaranya, namun saya kecewa dengan animasinya. Apa lagi ada beberapa gambar yang agak buram sehingga mengganggu kenyamanan.

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus