Rss

Gigi Kelinci

covergigi

Judul: Gigi Kelinci

Penulis: Arifia Sekar Seroja

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer

Jumlah Halaman: x + 86 halaman

Terbit Perdana: Agustus 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Agustus 2004

ISBN: 9789796945849

cooltext1660180343

Bagaimana rasanya kalau kita memiliki gigi seperti kelinci alias tonggos? Itulah yang dialami oleh Mia. Ia menjadi sensitif dan minder. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan Kristal, seorang anak yang memiliki problem gigi kelinci seperti dirinya. Ikutilah kisah serunya dalam buku ini.

Buku ini menyuguhkan kisah dan dunia anak yang sungguh-sungguh. Dengan cara bercerita yang menarik dan jalan pikiran yang runut serta emosi dan kegalauan yang khas anak, Arifia menyentakkan kita akan pentingnya kesahajaan. – Prof. Dr. Riris K. Toha-Sarumpaet, pakar sastra anak dan dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia

Luar biasa! Dengan membaca buku ini kita seperti dibawa ke dunia anak-anak yang menggemaskan, kadang-kadang juga menjengkelkan dan sekaligus menyenangkan. Dan kita akan rindu pada dunia itu. – Maman S. Mahayana, M.Hum., pengamat dan kritikus sastra

cooltext1660176395

Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek. Yang membuat unik adalah penulisnya yang masih berusia sembilan tahun (saat itu). Sangat jarang sekali (pada masa itu) ada penulis anak-anak yang sanggup merilis sebuah buku. Di buku ini ada sembilan cerita pendek yang semuanya adalah tokoh anak-anak. Saya kupas beberapa saja ya.

Kisah nomor satu tentu saja berjudu “Gigi Kelinci” sesuai yang tertera pada cover. Dikisahkan seorang anak perempuan bernama Mia yang tinggal di sebuah panti asuhan. Ia tidak percaya diri bergaul dan bermain dengan teman-temnnya. Hal itu dikarenakan kondisi fisik yang menurutnya sangat menyebalkan.

Gigiku tumbuh tidak beraturan, dan dua buah gigi atasku tumbuh lumayan besar seperti gigi kelinci atau orang biasa menamakan gigi tonggos! (hal. 2)

Namun semuanya berubah ketika negara api menyerang seorang gadis baru di panti asuhan bernama Kristal mencoba mendekatinya. Meskipun awalnya Mia sangat membenci Kristal, lambat laun sebuah rahasia besar terungkap dan membuat Mia terkejut. Hal ini membuat penilaian Mia terhadap Kristal menjadi berubah.

Ada lagi kisah pendek berjudul “Perkenalanku dengan Dony”. Tokoh utama kisah ini bernama Desty berusia sepuluh tahun. Ia menyukai Dony, teman satu sekolahnya. Kalau jaman sekarang sih istilahnya malu-malu kucing si Desty ini untuk kenalan duluan dengan Dony.

“Aku suka pada Dony. Pasti kalian belum tahu siapa Dony. Dia orangnya pintar, baik, dan suka olahraga. Aku ingin sekali berkenalan dengannya, tapi aku malu. (hal. 42)

Ternyata pucuk dicinta ulam tiba, akhirnya Desty memiliki kesempatan untuk berkenalan langsung. Kisah berjumlah tiga halaman ini berakhir manis sekali untuk mereka berdua. Saya pribadi sedikit agak-agak kurang sreg dengan cerita ini sih. Secara umum semua cerita di buku ini menarik. Tentang dunia anak-anak, ditulis oleh anak-anak, dan ditujukan untuk pembaca anak-anak. Beberapa cerita juga mengandung pesan moral yang sangat baik bagi anak-anak. Selain itu terdapat ilustrasi yang mendukung inti setiap kisah yang disuguhkan.

Namun yang saya sayangkan, tata letak atau layout tulisan benar-benar menjengkelkan. Margin kanan tidak rata. Saya gemes pengen ngasih tau editor buku ini untuk mengaktifkan teks rata kanan-kiri alias justify di Microsoft Word. Bukannya apa-apa, tapi buku ini jadi terkesan terburu-buru diterbitkan gara-gara layout yang berantakan.

Dari segi cerita, biasa saja sih. Untuk ukuran seorang anak usia sekolah dasar (saat itu), sudah bagus bisa membangun imajinasi dan menulis cerita seperti ini. Namun sebagai pembaca yang sudah dewasa tua, saya merasa terkadang penjelasan mengenai tokoh, setting, ataupun plot masih sangat kurang. Jadi saya sering menemukan plot hole dimana-mana.

Oh iya, kisah berjudul “Perkenalanku dengan Dony” yang saya singgung diatas sebenermya gak begitu saya sukai jika dibaca anak-anak. Soalnya bercerita tentang seorang gadis berusia sepuluh tahun yang naksir kepada temennya sendiri (meski tidak eksplisit). Saya pikir itu terlalu dini banget. Usia segitu harusnya belajar yang rajin dan ngerjain PR, gak usah mikir naksir-naksiran. But anyway, buku ini cocok dibaca siapa saja kok hehe.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads-badge-add-plus