Rss

Cabe Rawit

covercabe2

Judul: Cabe Rawit

Tagline: Kumpulan Humor Menggigit Untuk Anak-Anak Kreatif

Seri: Cabe Rawit #2

Penyusun: Tim Redaksi Penerbit Arena

Penerbit: Arena

Jumlah Halaman: ii + 74 halaman

Terbit Perdana: 1993

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1993

cooltext1660176395

Sebuah tulisan bernuansa komedi singkat sebenarnya bisa ditemukan dimana saja, alias tak selalu dalam bentuk lembaran buku. Melainkan tersebar di jagat maya. Apalagi dunia internet telah sedemikian canggih saat ini. Namun bagaimana ketika internet masih belum terlalu populer bahkan belum dikenal? Mungkin dari sebuah bukulah humor tersebut bisa diketahui. Salah satunya dari buku berjudul Cabe Rawit ini.

Guru: Coba ceritakan kepada saya, apa yang kau ketahui mengenai para sarjana abad ke-18.

Sami: Semua sudah meninggal, Bu. (hal. 16)

Itu tadi salah satu contoh humor yang disuguhkan di buku ini. Hampir semuanya merupakan humor singkat berisi percakapan dua orang (secara singkat pula) dan diakhiri dengan sebuah tanggapan lucu. Salah satu alasan singkatnya percakapan ini mungkin agar pembaca tidak perlu melalui intermezo yang terlalu panjang dan bisa langsung tahu letak kelucuannya.

Pak Guru: Siapa namamu?

Henri: Henri!

Pak Guru: Biasakan sopan. Jangan lupa menyebut bapak.

Henri: Bapak Henri. (hal. 48)

Saat membaca humor itu, saya agak telmi memahami letak lucunya dimana. Oh ternyata saya baru ngeh kalau maksudnya sang Pak Guru yang harus dipanggil Bapak. Karena percakapannya terlalu singkat, saya jadi agak bingung mencerna beberapa humor yang dituliskan di buku ini.

Secara umum buku humor ini cukup menarik. Ada buuuuanyak sekali (aduh ketahuan deh saya orang asli daerah mana) humor-humor jenaka yang disajikan. Namun seperti yang saya kemukakan tadi, percakapan yang terlalu singkat membuat saya menjadi bingung. Ibarat makan di restoran, saya langsung disodori main course, tapi setelah menikmati beberapa suap, langsung ditarik lagi dan diganti menu yang baru. Enak sih enak, tapi rasanya jadi tidak puas.

Kelebihan yang buku ini berikan salah satunya adalah adanya karikatur yang selalu berada di halaman ganjil. Jadi lumayan membantu memahami cerita. Pada dasarnya, mungkin tim penyusun buku ini ingin menghibur pembaca secara instan. Dan saya rasa hal itu cukup berhasil (setidaknya kepada saya). Namun kesannya justru terburu-buru. Mungkin ini alasannya buku ini menjadi sangat tipis.

Hal yang menjadi sorotan saya adalah kualitas cetakan. Ya ampun, ini seperti hasil fotokopian alias tulisan ada bolong-bolong tidak tercetak sempurna. Tapi jika dilihat isi, semua lapisan masyarakat berusia berapapun yang penting bisa baca, saya rasa cocok membaca buku ini untuk menghilangkan penat ataupun saat lagi galau *eaaa.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads-badge-add-plus