Humor Obat Stres

coverhumor

Judul: Humor Obat Stres

Judul Asli: Jokes of Joginder Singh

Seri: Humor Obat Stres #1

Penulis: Joginder Singh

Penerjemah: Safrie HS

Penerbit: Hanggar Kreator

Jumlah Halaman: 114 halaman

Terbit Perdana: Maret 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, Maret 2005

ISBN: 9799799892668

cooltext1660180343

Seorang bocah laki-laki dan neneknya yang menyayanginya sedang berjalan-jalan di tepian pantai. Tiba-tiba datang ombak dan menggulung bocah itu membawanya ke lautan. Wanita yang ketakutan itu, berlutut di atas pasir, menatap ke langit dan memohon kepada Tuhan untuk mengembalikan cucu tercintanya. Dan kemudian datanglah ombak lagi yang membawa bocah yang pingsan itu menggeletakkannya di atas pasir tepat di depan neneknya. Sang nenek memeriksa cucunya dengan seksama. Dia baik-baik saja. Namun sang nenek tetap menatap dengan marah ke langit. “Sewaktu kami datang tadi,” katanya dengan marah, “dia pakai topi!”

cooltext1660176395

Saya baru tahu buku ini sebenernya adalah karya terjemahan ketika membaca informasi di dalamnya. Saya kira ini tulisan orang dalam negeri bumi Indonesia tercinta hehehehe. Iseng-iseng kemaren saya browsing wajah sang penulis yang berasal dari India ini. Ternyata…lebih ganteng saya *ahem. Baiklah lanjut ke isi buku aja deh yak hahaha.

Jadi buku ini berisi humor pendek yang sebenernya lucu-nanggung-akhirnya-rada-garing. Saya enggak ngitung ada berapa humor di dalamnya, tapi yang jelas buanyak banget. Lumayan bisa buat habisin waktu kalau lagi ngabuburit *aduh saya jadi kangen bulan ramadhan yang udah berlalu :’(*

Toni dan ibunya sedang melihat-lihat foto keluarga. Tatkala meihat foto seorang pemuda tampan berkumis ia bertanya, “Siapa ini?”

“Lho, itu kan ayahmu,” kata ibunya dengan bangga.

“Yeah?!” ujar Toni dengan skeptis. “Lalu siapa laki-laki botak yang tinggal dengan kita selama ini?” (hal. 52)

See? Agak agak garing kan ya? Lucu sih sebenernya *mungkin* kalau pakai bahasa aslinya. Tapi gara-gara ini terjemahan, jadi pakai bahasa baku. Menurut saya, penggunaan bahasa baku sedikit mengurangi kadar kelucuan suatu tulisan. Tapi bukan berarti semua tulisan di buku ini buruk. Ada lagi seperti ini yang cukup menggelikan.

Dua orang misionaris di Afrika ditangkap oleh sebuah suku kanibal. Mereka berdua dimasukkan ke dalam kuali raksasa berisi air dan direbus di sana. Beberapa menit kemudian, salah seorang misionaris itu tertawa terpingkal-pingkal. Temannya tak percaya melihat keadaan temannya itu dan bertanya,“Ada apa denganmu? Kita sedang direbus hidup-hidup! Mereka akan memakan kita! Apa yang lucu pada saat seperti ini?”

Misionaris satunya itupun menjawab,”Aku baru saja pipis di dalam sup ini!” (hal. 88)

Humor tersebut adalah segelintir humor yang membuat saya nyengir babi. Nyengir? Iya soalnya tidak ada satupun yang sanggup membuat saya tertawa lebar. Oh iya, sebelumnya, saya mau menginformasikan bahwa buku ini saya beli sekitar tahun 2005 ketika saya masih usia SD. Pada jaman itu saya sangat kekurangan bacaan yang lucu-lucu tapi bukan untuk anak-anak. Maksudnya bacaan yang tidak khas anak-anak yang sarat akan bahasa formal dan pesan moral. Maklum, udah ABG jadi nyarinya yang “berbeda”.

Saya ini tipenya kalau udah baca satu humor model beginian pasti bakal inget terus di memori. Mungkin inilah alasannya saya tidak terlalu bisa ketawa waktu baca buku ini. Ya mungkin karena sebelumnya sudah saya baca entah dimana. Dan saya juga tipe yang tidak bisa tertawa dengan lelucon yang sama. Tapi jika untuk sekedar selingan ringan untuk refresh otak yang lagi suntuk, buku ini mantap untuk dicoba kok.

Penilaian Akhir:

★★

goodreads-badge-add-plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*