You Are Invited

coveryou

Judul: You Are Invited

Penulis: Kezia Evi Wiadji

Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia

Jumlah halaman: 216

Terbit Perdana: April 2014

Kepemilikan: Cetakan Pertama, April 2014

ISBN: 9786022514930

cooltext1660180343

Stacy Tanu dan John Edward, berencana melangsungkan pesta pernikahan. Selain mengundang 400 tamu, juga enam orang yang mempunyai hubungan sangat spesial dengan kedua calon mempelai. Mereka adalah Dina, Ben, Lyla, Sonia, Edo, dan James.

Beberapa minggu menjelang pesta pernikahan itu, masalah demi masalah silih berganti menghampiri mereka. Dapatkah mereka bergabung dengan tamu undangan lain untuk merayakan pesta pernikahan Stacy dan John?

cooltext1660176395

Awalnya saya melihat cover novel ini sedikit heran. Ini novel atau undangan kawinan? Tapi ternyata ide cerita novel ini memang demikian, mengenai hari-hari menjelang pesta pernikahan John dan Stacy. Well, cover sudah mencuri perhatian saya. Mari simak isi di dalamnya. Ekspektasi saya sih novel ini mengisahkan prahara dan permasalahan sebelum pesta itu terlaksana. Jika membaca blurb diatas, seharusnya tokoh utama dalam novel ini adalah John dan Stacy (ya iyalah kan mereka yang mau merit). Tapi setelah membaca hingga tuntas, bukan mereka saja yang berperan. Terdapat delapan bab yang disuguhkan, masing-masing bercerita tentang kedua calon mempelai plus kehidupan orang-orang terdekat mereka.

Bab pertama tentu saja mengenai kedua calon pengantin yaitu John dan Stacy. Mereka menentukan jumlah undangan dan siapa saja yang hendak diundang. Tabir kehidupan masa lalu sedikit terkuak ketika Stacy ingin mengundang mantan kekasihnya, Ben dan menawarkan John untuk melakukan hal serupa dengan mengundang Dina, pacarnya dimasa lalu. Bab ini merupakan pintu gerbang awal cerita bab yang lain.

“Tapi aku nggak mau mengundang mantanku. Aku nggak mau mengorek luka lama. (hal. 7)

Bagian kedua menguak kehidupan Dina. Setelah putus secara tidak baik-baik dengan John, ternyata Dina masih galau. Sebenarnya dia sudah menemukan tambatan hati yang baru, namun ia belum bisa melupakan John. Terlebih sang pujaan hati baru yang bernama Cello ini membuat Dina pusing tujuh keliling gara-gara nge-PHP si Dina *kasian*.

“Kenapa lo marah? Kapan gue pernah minta lo jadi pacar gue? Gue juga nggak pernah bilang cinta ke lo. Nggak pernah bilang suka ke lo. Lo aja yang beranggapan kalo kita pacaran.” (hal. 32)

Bab ketiga bercerita tentang kehidupan Ben semenjak berpisah dengan Stacy. Diceritakan Ben yang menemukan pengganti Stacy, bernama Princille dengan jalan yang kurang mulus pada awalnya. Saya suka sekali dengan sosok Princille yang “istimewa” ini. Bagian tentang Ben yang gemar bertualang ini sukses membuat saya ingin berwisata ke Danau Maninjau. Penulis berhasil menceritakan daerah yang dikunjungi Ben dengan baik.

Pantulan sinar matahari di air danau layaknya serpihan kaca retak yang bergerak-gerak. Semakin mempercantik Danau Maninjau dengan luas hampir 100 km2 yang dikelilingi oleh bukit-bukit yang membentuk dinding. (hal. 54)

Bab selanjutnya bercerita tentang Lyla, sahabat Stacy. Sebenernya kisah yang dibawakan oleh Lyla cukup menarik yaitu tentang pengalaman naik gunung dan menemukan cinta. Cuma, menurut saya kok rasanya agak kurang pas. Karakter Lyla inilah yang saya rasa paling tidak membekas di hati (kecuali bagian wisata kuliner yang membuat cacing perut saya berdemo). Penyelesaiannya juga terburu-buru dan serba kebetulan.

Bab selanjutnya adalah Sonia, adik John yang menjalani kehidupan pahit setelah ditinggal cinta pertamanya. Saya rasa kisah Sonia tidak ada sangkut pautnya dengan Stacy ataupun John sih, selain status keluarga saja. Tetapi justru Sonia memiliki nasib paling mengenaskan diantara pemain lain di novel ini.

Kemudian ada kisah Edo, sahabat John yang juga sebagai cinta pertama Sonia. Saya suka dengan tokoh Edo yang meskipun awalnya miskin, namun semangat menuntut ilmu hingga jadi dokter patut diacungi jempol. Yah meskipun mengorbankan perasaannya terhadap Sonia, saya suka dengan takdir manis yang dia dapatkan.

Ada lagi kisah James yaitu kakak Stacy yang kehilangan kekasihnya saat SMA karena overdosis. Kemudian menemukan orang baru yang memiliki fisik serupa dengan kekasih masa lalunya itu. Saya rasa agak aneh ini cerita James. Diantara ratusan jiwa manusia di Indonesia, kok ada orang yang sama setelah mati. Takdir sih mungkin, tapi saya rasa it’s too good to be true.

“Hidup itu berawal dari huruf B dan berakhir di huruf D. Huruf B artinya Birth dan D artinya Death. Tapi di antara huruf B ada huruf C, yang artinya Choice. Artinya, hidup selalu menawarkan pilihan.” (hal. 198)

Terakhir adalah bab pesta pernikahan yang saya lihat sangat cantik dan meriah dari deskripsinya namun dengan jumlah halaman paling sedikit dibandingkan yang lain. Plus bikin saya mupeng pengen punya pesta pernikahan kayak gitu *uhuk*

Overall, saya suka dengan buku ini. Emosi dan konflik yang disajikan adalah masalah orang dewasa. Ingat, yang saya maksud dewasa adalah adanya adegan-yang-seperti-itu. Masalah setting, saya acungi jempol deh. Detil banget dalam mengemukakan keunggulan daerah dan membuat saya bisa membayangkan dengan jelas. Saya rasa novel ini bagus dengan ciri “Indonesia banget” yang meliputi Jakarta, Bali, Pekanbaru, Solo, Bandung, Batam, dan Medan. Tentu saja wisata kuliner yang diceritakan sukses membuat saya menelan air liur berkali-kali.

Tetapi, saya agak kecewa dengan pembagian tokoh. Harapan saya sih, Stacy dan John merupakan tokoh sentral di novel ini. Namun kok saya rasa justru mereka berdua hanya sebagai “status” tokoh yang lain. Sehingga seolah-olah ini adalah kumpulan cerpen yang digabung jadi satu buku dengan status “kerabat dekat John & Stacy”. Imbasnya, cerita tiap bab (tiap tokoh) kurang tergali. Dan juga setiap bab ada tokoh-tokoh baru (bisa tiga atau lebih) yang mengiringi tokoh utama tiap bab sehingga saya jadi bingung nama-namanya siapa aja (sering juga tertukar namanya) saat membaca cerita lain.

Pada awalnya saya berpikir cerita ini akan mengangkat cerita persiapan Stacy dan John sebelum pernikahan dengan menemui masing-masing tokoh lain dan menemukan masalah. Tetapi ternyata hanya diceritakan kisah tokoh lain di dunianya sendiri. Saya berharap jika nantinya ada spin-off tiap tokoh di novel ini menjadi novel tersendiri. Karena sepenggal kisah yang disajikan sangat menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut.

Well, novel ini cocok dibaca golongan pra-dewasa hingga orang dewasa. Maklum adegan-yang-seperti-itu cukup bikin deg-degan hehehe. Meski genre-nya adalah romance, tetapi penulis sanggup menghadirkan kisah cinta yang tidak menye-menye dan lebay khas fiksi remaja. Selain itu penyelesaian masalah yang masuk akal dan ending yang sangat pas membuat saya puas membaca novel ini.

Penilaian Akhir:

★★★★

goodreads-badge-add-plus

4 comments for “You Are Invited

  1. August 26, 2014 at 12:41 AM

    Sangat bagus sekali ulasannya bro..

  2. August 26, 2014 at 6:38 PM

    Blog ini share hanya buku terbaru saja om?

  3. August 26, 2014 at 6:40 PM

    Blog ini share hanya buku terbaru saja om?
    dan juga, apa hanya karangan sendiri saja?

  4. September 3, 2014 at 12:24 PM

    Covernya kece. Jadi penasaran pengen baca juga.
    Btw, ngeliat Danau Maninjau, aku jadi inget buku Negeri 5 Menara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*