Dragon Drive (Jilid 3)

Judul: Dragon Drive (Jilid 3)

Sub Judul: Believe

Komikus: Ken’ichi Sakura

Penerjemah: Anindhita Raghia

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 206

Terbit Perdana: 2008

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2008

ISBN: 9789792725513

cooltext-blurb

CHIBI ITU PARTNER juga teman yang berharga bagiku! Demi menemukan ‘kebenaran’, Reiji dan kawan-kawannya pergi ke kota penyelenggara Dragonic Heaven. Di sana, Reiji bertemu sepasang anak kembar yang memperlakukan Chibi seperti mainan belaka. Kemarahan Reiji meledak…

cooltext-review

Empat chapter yang ada di jilid ketiga ini semakin menegaskan bahwa Dragon Drive sudah meninggalkan esensi awalnya sebagai sebuah permainan anak-anak belaka. Kali ini para tokoh utama mempertaruhkan nyawa mereka sendiri agar bisa kembali ke kehidupan nyata mereka sendiri. Lupakan tentang virtual reality game Dragon Drive, mari simak Dragonic Heaven.

Ya benar, setelah setuju ikut turnamen Dragonic Heaven, Reiji, Yukino, Hagiwara, Meguru, Rokkaku, dan Gokaku pergi ke kota penyelenggara turnamen ini. dua orang yang jelas ikut turnamen adalah Reiji dan Rokkaku. Satu lagi, setelah bertanya-tanya, akhirnya Hagiwara menjadi pelengkap tim. Belum juga bertanding, mereka mendapati Chibi hilang di tengah jalan.

Lin Dalius Arca Weinlight dan Sue Dalius Arca Weinlight adalah sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan yang juga mengikuti turnamen bersama pengasuhnya, Sally. Kedua anak ini memiliki perangai yang buruk dan suka menyiksa lawan atau dragon lain. Bahkan mereka tak segan membunuh. Bahkan Hagiwara dan Reiji dibuat kerepotan pada chapter Pride ini.

Batas waktu tinggal sedikit lagi… jadi, kita bersenang-senang dengan menghukummu sampai mati. Kau boleh berbangga bisa mati di tangan kedua ekor dragon ini. (Halaman 71)

Setelah meninggalkan Lin dan Sue bersama dragonnya, Kashinki dan En Ouji, tim Reiji berhasil lolos babak penyisihan dan harus menuju kota Yaudim agar bisa bertanding pada babak selanjutnya. Sayangnya, sebuah perselisihan kecil antara Yukino (yang menggantikan Hagiwara karena terluka) dengan Rokkaku membuka sebuah petualangan kecil yang menegangkan.

Tak hanya tersesat di area Death and Dust Desert, Yukino juga berurusan dengan gerombolan Enrowsick yang murka. Padahal Yukino harus mengejar Reiji dan Rokkaku yang sudah jauh di depan. Chapter berjudul It Seems to Be Itself ini juga menegaskan bahwa Yukino bukanlah gadis lemah tak berdaya ketika menghadapi masalah. Bagaimana kelanjutan Dragonic Heaven ini?

Kalau aku bergantung terus, itu sama saja membenarkan ucapan Rokkaku! Aku adalah aku! Tidak perlu meniru orang lain! (Halaman 184)

Jika boleh jujur, saya merasa sangat kecewa bahwa status Dragon Drive merupakan sebuah permainan virtual reality hanya berhenti pada jilid pertama. Saya awalnya mengira komik ini ya memang fous pada permainan virtual reality, mulai penyuguhan trik bermain hingga seluk beluk kejuaraan yang bisa berlangsung. Tetapi, wuuush! Cerita berbalik arah dengan cepat.

Lupakan Dragon Drive, mari sambut Dragonic Heaven untuk jilid-jilid mendatang. Memang benar turnamen Dragonic Heaven terlihat lebih seru dan lebih menegangkan dibandingkan Dragon Drive yang berupa permainan semata. Belum lagi lawan dan dragon yang tidak lemah semakin menambah keseruan turnamen yang memperebutkan trofi Permata Brave Heart.

Jilid ketiga ini sudah memasuki waktu-waktu turnamen, jadi saya masih belum bisa menerka akan seperti apa selanjutnya. Namun, melihat duo kembar Sue dan Lin yang sangat tangguh dan jahat), bukan tidak mungkin babak-babak berikutnya akan penuh dengan lawan berat dan dragon yang tahan banting. Hmm semoga saja. tapi sejauh ini masih so-so saja ceritanya sih.

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads badge add plus