Cerita Spesial Doraemon (Jilid 15)

Judul: Cerita Spesial Doraemon (Jilid 15)

Sub Judul: Nobita Graffiti

Judul Asli: Doraemon Gurafiti-Hen (bunko-ban)

Komikus: Fujiko F. Fujio

Penerjemah: Patsiana T. Sofyan

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 220

Terbit Perdana: 2005

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2005

ISBN: 9789792066975

cooltext-blurb

Nobita, seorang anak yang payah sekali dalam belajar dan olahraga. Hobinya tidur siang, sering terlambat ke sekolah, dan lupa membuat PR. Akan tetapi, di sisi lain Nobita tidak pernah dendam pada siapa pun dan suka menolong teman.

cooltext-review

Salah satu hal yang menjadi titik kejaiban paling menarik yang saya saksikan selama membaca komik Doraemon adalah mengenai kemudahan mengarungi ruang dan waktu dalam sekejap. Perjalanan kemasa lalu ataupun petualangan kemasa depan bukan hal yang sulit dilakukan di komik ini. oleh karena itu, satu bundel khusus yang memuat konsep waktu ini sangat menarik.

Tokoh yang menjadi fokus perjalanan waktu ini adalah sang tokoh utama, Nobi Nobita. Ada 20 cerita yang disuguhkan di komik ini. masing-masing memberikan keunikan tersendiri tentang keterlibatan ruang dan waktu yang berbeda sehingga menghasilkan cerita yang menarik. Saya tak akan mengupas semuanya, melainkan cukup empat cerita paling berkesan dan inspiratif.

Ayah Juga Manja merupakan kisah pertama yang menyentuh hati saya. Kisah ini dibuka dengan Nobita yang tidak memiliki nafsu makan dan uring-uringan. Ibu yang khawatir akhirnya berbicara empat mata di kamar Nobita. Tangis pecah ketika Nobita akhirnya menumpahkan segala gundah di hatinya. Ibu yang sangat pengertian juga bisa memahami permasalahan Nobita. Beliau tidak memarahi, tetapi mengapresiasi kejujuran Nobita. Aah hearwarming sekali.

Malam harinya, ayah Nobita pulang dalam keadaan mabuk dan ribut berat. Ibu yang peduli dengan kondisi suaminya berusaha menenangkan Ayah, sayangnya, Ayah yang terlanjur mabuk justru membentak Ibu. Nobita dan Doraemon akhirnya membawa Ayah ke masa 10 tahun yang lalu ketika Nenek masih hidup. Mengapa harus menminta bantuan Nenek? Hmm.

Habis nggak ada yang lebih besar daripada dirinya, sih! Nggak ada orang tempat bergantung, nggak ada yang memarahi. (Halaman 30)

Cerita paling mengharukan bagi saya adalah yang berjudul Boneka Daruma pada Hari Itu. Cerita ini sangat sentimentil karena mengingatan dengan kehidupan saya sendiri. Cerita bermula ketika Nobita menghilangkan cincin platina milik Ibu. Berkat bantuan alat ajaib Doraemon, Nobita bisa menghadirkan kembali cincin yang hilang itu sehingga tidak jadi dimarahi.

Nobita kemudian mengembalikan barang-barang miliknya yang hilang. Mulai dari komik yang dibuang Ibu, mainan, botol susu saat masih kecil, hingga boneka Daruma yang mengingatkan Nobita tentang mendiang Nenek. flashback kisah kemasa lalu ini membuat saya sungguh terharu. Argh, saya sangat lemah membaca cerita yang sentimentil tentang keluarga. Hiks.

Nenek akan senang sekali kalau Nobita jadi seperti boneka daruma ini. Jatuh berkali-kali juga, bisa bangun sendiri… Jadi anak yang kuat… Dengan begitu Nenek bisa tenang sekali. (Halaman 65)

Malam Sebelum Pernikahan Nobita juga menjadi salah satu kisah yang mengharukan. kali ini meskipun judulnya tentang pernikahan Nobita, bagian yang mengharukan justru dikisahkan dari sudut pandang sang mempelai perempuan. Ya benar, Minamoto Shizuka. Semua bermula ketika malam hari sebelum pernikahan esok hari. Shizuka ingin menumpahkan keresahannya.

Perbincangan empat mata antara Shizuka dan ayahnya membuat saya terharu. Shizuka dengan perasaan bersalah tidak ingin meninggalkan orang tuanya setelah menikah dengan Nobita. Ia ingin terus berbakti karena sejak lahir hingga hampir menikah ia merasa kurang memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibunya. Jawaban sang Ayah sangat mengharukan dan menyentuh.

Di sudut ruang angkasa yang luas ini, telah lahir kehidupan baru yang meneruskan darahku… Mengingat itu aku jadi senang sekali. Sampai air mata mengalir terus. Lalu setiap hari, hari-hari jadi menyenangkan. Justru kenangan-kenangan itu hadiah paling indah yang kamu berikan. (Halaman 162)

Setelah sebelumnya saya mengupas kisah tentang ayah Nobita dan ayah Shizuka, kali ini bagaimana jika Nobita sendiri yang menjadi ayah? Kisah ini dimuat dalam judul Menjadi Ayah, Hebat, Lho!! Ketika Nobita masih kecil, ia bertekad akan menjadi orang tua yang baik dan memanjakan anak. Ia berjanji akan menjadi ayah yang pengertian dan tidak pernah marah.

Penasaran dengan janjinya iitu, Nobita pergi kemasa depan. Ia sungguh kaget melihat anaknya, Nobisuke, dilarang pergi keluar rumah untuk menonton konser. Lebih kaget lagi ketika ia menyaksikan dirinya dimasa depan pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan memarahi anaknya. Nobita marah dan memarahi dirinya yang dewasa tersebut. Bagaimana akhirnya?

Itu memang nggak mungkin. Coba lihat kembali diri sendiri ini. Apa kamu pikir kalau ngga pernah usaha keras bisa tiba-tiba jadi orang yang hebat?! Gagal lalu menyesal, setiap hari begitu saja berulang-ulang. (Halaman 213)

Aah. Jilid ini lebih baik dibandingkan jilidjilid sebelumnya yang saya baca. Saya sangat lemah dengan tema keluarga yang hampir selalu disajikan di setiap cerita di komik ini. Meski tema besarnya tentang waktu-waktu yang dilalui Nobita, flashback yang menghadirkan Nenek ataupun kemasa depan dan menghadirkan sosok masa depan sungguh menyentuh hati saya.

Selain empat cerita di atas, enam belas kisah yang lain sesungguhnya memiliki keunikan tersendiri. Ada yang hanya sekadar menghibur. Namun, tidak sedikit yang menyisipkan pelajaran hidup yang inspiratif dan menggugah hati. Pelajaran hidup ini tak hanya dimonpoli dari masa lalu, melainkan juga masa depan yang bisa menjadi refleksi kehidupan masa kini.

Selain 20 cerita, ada halaman khusus yaitu Extra File yang menggambarkan kehidupan Nobita jika tidak didampingi oleh Doraemon. Titik utama yang membuat saya terbelalak adalah siapa istri Nobita kelak. Tentu saja bukan Shizuka. Lantas siapa? Hmm silakan baca sendiri ya. pokoknya kehidupan Nobita akan sangat jauh berbeda ketika ia harus bejuang sendirian.

Selain itu, komik ini ditutup oleh tga halaman khusus yang berisi tulisan komentar dari sang pengisi suara Nobi Nobita versi anime yang bernama Noriko Ohara. Ia mengisahkan tentang sosok karakter yang ia bawakan, tentang lika-liku menjadi pengisi suara Nobita, serta hal-hal yang ia rasakan selama menjadi pengisi suara Nobita. Overall, jilid ini sangat menarik!

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus