Doraemon (Jilid 13)

Judul: Doraemon (Jilid 13)

Komikus: Fujiko F. Fujio

Penerjemah: Lembaga Studi Asia

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: Juli 1992

Kepemilikan: Cetakan Kedua Belas, Mei 2001

ISBN: 979537141X

cooltext-review

Keseharian Doraemon masih berlanjt dengan serunya. Kali ini saya baru saja membaca komik jilid ke-13. Ada 21 cerita yang tertuang di jilid ini. jumlah terbanyak dibandingkan jilid kelima dan kesebelas yang lalu. Seperti biasa, saya juga hanya mengambil empat cerita saja yang menurut saya paling berkesan alih-alih mengupas semuanya. Apa saja cerita itu? Cekidot…

Dunia yang Tidak Membutuhkan Uang adalah cerita pertama yang sangat mengesankan. Nobita yang menginginkan mainan pesawat mini dengan radio kontrol harus berusaha menabung dengan sekuat tenaga. Namun, namanya juga anak-anak, keinginan memiliki mainan mengalahkan kesabaran menabung. Ia langsung mengeluh pada Doraemon tentang hal ini.

Doraemon mengeluarkan Kotak Pengandaian. Boks berbentuk telepon umum ini berfungsi menciptakan “dunia baru” sesuai permintaan penggunanya. Kali ini, Nobita meminta andaikan saja dunia tidak membutuhkan uang. Alhasil, ia bisa segera mendapatkan mainan idamannya. Tak berhenti sampai di situ, bahkan Nobita mendapat uang. Apakah semua akan baik saja?

Apa … 26.000 ? Aduh percuma saja dipinjami ! Ibu sedang bingung, uang sebanyak ini untuk apa coba ? (Halaman 27)

Perlengkapan Pencari Harta Karun adalah cerita kedua yang cukup menarik. Nobita baru saja membaca buku mengenai seseorang yang mencari harta karun sesuai peta yang ditemukan tak sengaja. Mengetahui hal ini, Nobita juga berkeinginan bisa mencari harta karun seperti buku yangbaru saja dibacanya. Doraemon yang ngomel pada Nobita akhirnya jadi tidak tega.

Singkat cerita, Doraemon mengeluarkan satu peti berisi harta karun. Peti ini kemudian diterbangkan dan ditanam di sebuah tempat tertentu. Tentu saja lokasi penguburan akan berbentuk petunjuk peta harta karun. Lokasi yang disebutkan adalah Gunung Shinigami. Sayangnya, gunung tersebut tidak ada di dalam peta. Lha? Terus bagaimana keberlanjutannya?

Di gunung ini di mana ditanamnya ya ? Harus cari pohon cemara yang tampak dari tengkorak. (Halaman 72)

Mesin Waktu adalah cerita nostalgia kesukaan saya. Semua berawal ketika Nobita dan Doraemon disuruh Ibu membereskan gudang. Nobita dan Doraemon yang sedang asyik melihat album foto masa lalu dimarahi Ibu karena dianggap tidak serius membereskan. Karena tidak berhati-hati, Nobita jatuh terjerembab dan lututnya luka. Ibu hanya berkomentar datar.

Nobita yang kesal jadi membayangkan andaikan saja ia bisa kembali ke masa bayi. Ia menganggap kehidupan saat itu tidak seburuk sekarang karena ia tidak pernahh dimarahi. Untuk membuktikan hal itu, Doraemon mengeluarkan mesin yang bisa menghisap roh Nobita dan menempatkannya pada diri Nobita di masa lampau. Wah kelihatannya menarik. Lantas?

Waktu masih bayi nggak pernah dimarahi… Aku sudah besar malah tidak diurus baik-baik… Ah, memang begitu ! Rasanya ingin kembali ke masa kecil…… (Halaman 141)

Setelah berkutat dengan kehidupan pribadi, kali ini ada cerita yang unik yang melibatkan makhluk planet lain! Halo Makhluk Planet ! adalah cerita tentang kunjungan makhluk planet Mars ke Bumi. Bukan sembarang makhluk, karena makhluk ini “diciptakan” oleh Nobita dan Doraemon. Mereka “membiakkan” makhluk-makhluk ini dalam waktu sekejap.

Yang tidak disadari, kunjungan makhuk Mars ini tidak bisa diprediksi. Nobita dan Doraemon yang terlanjur jenuh menunggu melalui televisi antar planet akhirnya mengikuti keinginannya menyaksikan serial televisi favorit. Tak disangka, kehadiran makhluk planet Mars ini menjadikan Bumi sebagai planet tetangga yang tidak patut diterima. Waduh!

Kalau kita atur pertumbuhan revolusi tingkat tinggi.. Berjuta-juta tahun bisa kita buat dalam 10 hari….. Lumut itu yang jadi orang Mars nantinya…. (Halaman 170)

Kisah Doraemon dan Nobita memang sangat menghibur. Sebenarnya cerita-ceritanya sangat sederhana dan tidak rumit sama sekali. Namun, justru kesederhanaannya inilah yang membuat Doraemon menjadi komik yang laris manis disukai berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa macem saya ini. Tak ada yang salah menikmati komik Doraemon.

Satu hal yang saya sukai dari komik ini adalah kekonsistenan mangaka membuat gambar sesuai porsi panel yang ada. Padahal sering sekali kan membaca komik Jepang yang gambarnya atau bahkan balon katanya melebihi garis panel yang disediakan. Hal ini sebenarnya cukup mengganggu. Namun tidak dengan Doraemon. Sang mangaka benar-benar membatasi panel.

Sebenarnya ada beberapa hal yang kurang berkenan ketika membaca komik Doraemon. Selain (lagi-lagi) komik terjemahan dipaksa menjadi “Indonesia”, penyebutan nama beberapa tokoh juga cukup janggal. Sebut saja panggilan Jaian (aslinya Giant) dan Shizu (aslinya Shizuka, hadeuh). Kenapa tidak disesuaikan aslinya saja sih. Kenapa harus diubah penulisannya. Hrrr.

Meskipun demikian, Doraemon memang diciptakan sebagai komik yang tidak neko-neko. Adaaa saja cerita yang bisa dikembangkan dari kehadiran robot kucing masa depan ini. terlebih kantung empat dimensi penyimpan segala macam benda ajaib menjadi kunci utama pengembangan kisah menjadi lebih beragam. Tidak sabar membaca jilid yang lainnya nih!

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads badge add plus