Doraemon (Jilid 11)

Judul: Doraemon (Jilid 11)

Komikus: Fujiko F. Fujio

Penerjemah: Lembaga Studi Asia

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 1992

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 1992

cooltext-review

Keseharian Doraemon dan Nobita masih erlanjut. Kali ini saya akan menuliskan kesan-kesan setalah membaca jilid 11. Ada 18 cerita yang tersaji di komik ini. semuanya adalah cerita stand alone yang bisa dibaca terpisah dari mana saja alias tidak perlu berurutan. Seperti biasa, saya tak akan membahas semuanya, hanya saya ambil empat cerita paling menarik saja ya.

Cara Mengusir Tamu yang Menyebalkan adalah cerita yang sangat menggelikan. Semua bermula dari waktu santai Nobita dan Doraemon terusik oleh seorang lelaki tua yang menyuruh mereka beraktivitas di luar rumah. Usut punya usut, lelaki tua itu adalah direktur kantor tempat ayah Nobita bekerja. Beliau berkeinginan hendak menginap beberapa hari di rumah keluarga Nobi.

Sayang, Pak Direktur ini begitu menyebalkan. Tidak hanya mengganggu kenyamanan keluarga Nobi, bahkan beliau juga seenaknya sendiri “menggusur” Nobita dan Doraemon dari kamarnya sendiri dan membuatnya jadi kamar tidur pribadinya. Akhirnya Doraemon mengeluarkan beberapa alat ajaibnya agar Pak Direktur segera pulang ke rumah seketika. Apa saja alatnya?

Pita Selotip Ruang Hampa. Pita selotip ini bisa menghilangkan sisi depan dan belakang… Jadi tidak ada sisi depan maupun belakangnya. Licin dan datar! (Halaman 25)

Pedang Sakti (Lingkaran Cahaya Listrik) juga merupakan salah satu kisah yang menarik karena turut menyinggung sejarah pendekar samurai Jepang. Berawal dari Giant yang mulai serius berlatih kendo, Nobita hendak dijadikan lawan tanding karena dianggap tidak menghargai Giant. Tentu saja Nobita yang lemah dan cengeng tidak kuasa membayangkan nasibnya nanti.

Melihat hal ini, Doraemon mengajak Nobita kembali kemasa lalu guna menyaksikan adu pedang legendaris antara Miyamoto Musashi dan Sasaki Kojiro. Belum juga tiba, Nobita membuat kekacauan dengan memundurkan waktu sehingga mereka tiba 10 tahun lebih awal. Dimasa ini, ada seorang pemuda yang salah paham dan ingin menjadi murid Nobita. Waduh!

Saya ingin menjadi pengrajin militer. ….Sekarang sedang berguru. Tapi sejak lahir saya penakut…… Saya punya keyakinan dengan pedang kayu.. Tapi kalau sngguhan saya ngeri….. (Halaman 62)

Kisah yang berhubungan dengan makanan entah kenapa sangat menarik minat saya. Begitu pula dengan cerita berjudul Permen Karet Berhadiah. Nobita dan Doraemon mengeluhkan cemilan yang mereka dapat setiap harinya sangat sederhana yaitu hanya sepiring kacang. Padahal jika menengok teman-teman mereka yang lain, kudapan mereka enak-enak.

Oleh karena itu, Doraemon mengeluarkan Permen Karet Berhadiah. Sebagai contoh, ia memberikan sepertiga permen karet pada Suneo yang hendak makan melon. Sedangkan sisa permen karetnya dimakan Nobita dan Doraemon sendiri. Hal ini ternyata sangat membuat keduanya bisa merasa kenyang lho. Wah, bagaimana bisa? Lantas apa yang dilakukan Nobita?

Kalau Suneo makan melon. Rasanya akan sampai ke kita! Betul! Enaknya melon ini! licinnya lidah.. Gigi yang tajam…. (Halaman 79)

Mesin Waktu Penjual Otomatis adalah cerita yang lagi-lagi menggelikan. Nobita yang ingin memiliki kamera harus rela menabung. Uang kembalian ketika disuruh oraang tuanya ia sisihkan sedikit demi sedikit. Sampai suatu ketika, Doraemon meninggalkan sebuah mesin penjual otomatis di dalam kamar saat Nobita yang bingung membelikan rokok untuk Ayah.

Bermaksud mencoba alat ajaib itu, Nobita tertolong karena mesin itu bisa mengeluarkan rokok yang dimaksud Ayah dan tinta yang diminta Ibu. Meskipun demikian, jumlah yang keluar sangat banyak. Tidak sesuai dengan uang yang dimasukkan. usut punya usut, mesin itu ternyata merupakan mesin waktu penjual otomatis. Lalu bagaimana nasib kamera Nobita?

Ini mesin penjual rokok kalau begitu… Tapi karena Doraemon yang menciptakan… Pasti bukan sembarang mesin penjual otomatis… Misalnya apa saja bisa keluar…? (Halaman 144)

Setelah cerita ke-18, jilid 11 ini memiliki bagian spesial yang terdiri dari empat hal khusus. Pertama yaitu Kamus Umum Doraemon yang membeberkan anatomi Doraemon, si robot kucing dari masa depan. Mulai dari kumis hingga sensor tangan dan kaki, dikupas habis di halaman ini. ternyata sebagai robot, Doraemon memiliki kecanggihan yang luar biasa. Hmm.

Bagian spesial selanjutnya adalah Doraemon Lahir di Abad 22 lal dilanjutkan Album Kenangan Doraemon. Keduanya memberikan inormasi tentang betapa canggihnya kehidupan di abad 22, termasuk cikal bakal dan kehidupan Doraemon sebelum menjadi pendamping Nobita di masa yang lalu. Ternyata kehidupan Doraemon tidak seindah yang terlihat di foto hahaha.

Bagian khusus paling menarik tentu saja Pembukaan Kantung Doraemon. Ingin tahu berbagai alat ajaib yang ada di kantung empat dimensi milik Doraemon? Bagian ini akan membongkar banyak alat yang dimiliki Doraemon. Meskipun tidak semuanya, ternyata says sudah lelah membaca keterangan setiap alat yang dimaksud. Psst, ada alat Doraemon yang ada saat ini lho.

Secara umum, jilid 11 ini sudah lebih baik dibandingkan jilid 5 yang lalu. Artwork sudah cukup rapi dan penerjemahan juga tidak terlalu kaku dan misplaced. Sayangnya, komik Doraemon entah kenapa selalu dipaksa menjadi “Indonesia”, khususnya penyebutan mata uang rupiah. Saya sangat kesal membaca terjemahan komik Jepang yang keukeuh menggunakan rupiah zzz.

Penilaian Akhir:

★★★

goodreads badge add plus