Yaiba (Jilid 2)

coveryaiba2

Judul: Yaiba (Jilid 2)

Komikus: Aoyama Gosho

Penerjemah: Dudi Yudia Permana

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 188

Terbit Perdana: 2004

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2004

ISBN: 9789792060652

cooltext-blurb

Onimaru, musuh besar Yaiba, berubah menjadi setan karena terpikat kekuatan Pedang Dewa Angin. Untuk mengalahkannya, Yaiba berlatih keras di bawah bimbingan seorang kakek perkasa yang tinggal di Bukit Tengu, Musashi Miyamoto. Apa Yaiba sang Samurai dalam Legenda akan mampu menguasai Pedang Dewa Petir dengan sempurna?

cooltext-review

Sepuluh chapter yang disuguhkan di jilid kedua Yaiba ini semakin seru saja. Dimulai dari ambisi Onimaru mengalahkan Yaiba yang dinilainya sudah menginjak-injak harga dirinya. Keinginan Onimaru mengalahkan Yaiba yang sesungguhnya bisa diselesaikan secara “normal”, tetapi Onimaru tak sengaja menemukan Pedang Dewa Angin di ruang bawah tanah rumahnya.

Takeshi Onimaru akhirnya “menguasai” Pedang Dewa Angin. Pada chapter Pedang Lain ini ia datang ke sekolah dengan kondisi fisik yang jauh berbeda. Saat berjumpa dengan Yaiba, ia ingin segera menghabisi anak itu. Dirinya telah dikuasai iblis sehingga tak segan-segan membunuh Yaiba. Bahkan Yaiba yang awalnya menggunakan pedang kayu sangat terkejut dengan hal ini.

Kamu sungguh-sungguh, Yaiba!? Walaupun pedang itu kamu dapatkan, masih perlu tahunan untuk menguasainya! Atau kamu bisa mati karena tenagamu terhisap habis olehnya. (Halaman 51)

Yaiba yang baru sadar bahwa Onimaru telah menggunakan kekuatan iblis dari Pedang Dewa Angin akhirnya diberi tahu ayahnya tentang keberadaan Pedang Dewa Petir. Pedang ini merupakan milik Dewa Petir sebagai lawan Dewa Angin. Chapter berjudul Dewa Petir Turun ke Bumi ini mengisahkan perjalanan Yaiba, Kagetaro, Shonosuke, dan Sayaka ke Bukit Tengu.

Bukit yang menjadi lokasi Pedang Dewa Petir dijaga oleh seorang kakek tua renta yang sangat kuat bernama Musashi Miyamoto. Kakek berusia 400 tahun lebih ini menjaga pedang sakti itu dan menanti kehadiran Sang Samurai Dalam Legenda yang bisa mencabut pedang dari dalam tanah. Tak disangka, Yaiba bisa mencabut pedang itu! Meski demikian, kemampuannya nol.

Ada dua cara menguasai pedang ini… Pertama, menang kuat melawan Dewa Petir… Kedua, mengalah lalu memenuhi ajakan setan dalam dirimu agar bisa jadi Dewa Petir itu sendiri… (Halaman 83)

Chapter berjudul Serangan Manusia Kodok mengisahkan rombongan Yaiba dan Musashi diserang oleh salah satu delapan setan sebagai hamba Onimaru bersama bala tentaranya. Setan yang menyebut dirinya Si Katak ini memang memiliki rupa seperti kodok dan fisik ksatria kuat. Sayangnya, dia mudah sekali terdistraksi fokusnya saat bertarung sehingga mengundang tawa.

Oh iya, pada chapter ini juga sedikit disinggung mengenai Pertarungan besar Pulau Ganryu antara Miyamoto Musashi dengan Kojiro Sasaki bertahun-tahun silam. Terlepas benar-benar fakta ataukah hanya rekaan, yang jelas sekelumit kisah dari Musashi ini bisa menjadi ice breaking di tengan pertarungan dengan Si Katak serta kekejaman Taksehi Onimaru di kota.

Hatinya dikuasai iblis oleh sebuah pedang panjang bernama Monohoshizao. Lalu, dia datang menantangku bertarung… Aku sengaja datang terlambat ke tempat pertarungan… (Halaman 123)

Seperti yang sudah saya singgung di atas, jilid ini lebih menarik dibandingkan jilid pertama. Yang pertama, perubahan fisik Onimaru setelah menggunakan Pedang Dewa Angin sungguh diluar dugaan saya. Padahal perubahan itu hanya dipicu oleh sebuah tulisan yang tidak sengaja di temukan oleh Onimaru saat merasa putus asa dengan latihannya yang tak kunjung berhasil.

Yang kedua, kehadiran tokoh baru yaitu kakek tua enerjik bernama Musashi Miyamoto. Ia sangat kuat, kehadirannya sebagai mentor Yaiba dalam rangka menaklukkan Pedang Dewa Petir membuat cerita semakin segar dan menarik. Terlebih sense of humor yang beliau miliki sangat bisa membuat saya terbahak. Duh kakek ini benar-benar lutju beud deh hehe.

Kehadiran Si Katak sebagai kaki tangan pertama dari iblis Onimaru membuat cerita lebih seru. Pertama? Ya benar, total ada delapan iblis yang menjadi pengikut setia Onimaru. Kali ini giliran Si Katak yang tampil dan mengalahkan Yaiba. Meskipun sesungguhnya ia jahat, sebenarnya Si Katak masih bisa dibilang baik kok. buktinya ia memiliki prinsip mulia ketika menculik Sayaka.

Sejauh ini serial Yaiba menurut saya menarik. Belum ada kekurangan berarti yang bisa mengacaukan nafsu membaca saya. Beberapa kekurangan sepele masih bisa saya terima dan membuat saya fokus pada ceritanya. Akhir kisah yang cukup menggantung membuat saya penasaran pada jilid ketiga. Tak sabar ingin segera membaca. Tunggu ulasannya segera ya~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*