Rss

Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 4)

coverconansp4

Judul: Detektif Conan Edisi Spesial (Jilid 4)

Judul Asli: Meitantei Conan Tokobetsu – Hen

Komikus: Aoyama Gosho, Abe Yutaka, Maru Denjiro, & Taira Takahisa

Penerjemah: M. Gunarsah & Floriana Gandhi

Penerbit: Elex Media Komputindo

Jumlah Halaman: 194

Terbit Perdana: 2001

Kepemilikan: Cetakan Pertama, 2001

ISBN: 9789792026177

cooltext-blurb

Pesta kembang api yang meriah dikotori dengan kasus pembunuhan yang sadis. Korban dijatuhkan dari ketinggian sampai memecahkan lantai kayu. Mungkinkah Pak Tua si kepala desa yang melakukan itu? Bagaimana dia melawan anak muda yang lebih kuat darinya?

cooltext-review

Hari-hari Conan yang diliputi oleh berbagai kejadian kriminal masih berlangsung. Kali ini Conan kembali dalam komik edisi spesial yang memuat kasus singkat dan pendek. Enam kasus yang tersaji dalam sebelas chapter di komik ini masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Paling banyak satu kasus disuguhkan dalam dua chapter. Namun, ada pula yang hanya satu.

Pembunuhan Festival Boneka bagian 1 & 2 adalah kasus pertama yang tersaji dalam dua chapter. Kali ini Ran, Kogoro, dan Conan berkunjung ke sebuah toko kue. Kebetulan di toko yang merangkap rumah tersebut sedang diadakan festival boneka. Anak sang pemilik rumah bernama Yuka Nakaura mengundang tiga teman dekatnya yaitu Mariko Igarashi, Yasuko Hiyama, dan Yasuhiko Enari. Tak disangka, hari itu adalah hari terakhir Yuka hidup di dunia.

Kematian Yuka yang mendadak akibat racun membawa kesimpulan bahwa Yuka dibunuh oleh seseorang yang ada di pesta itu. tak pelak ketiga teman Yuka menjadi tersangka. Yang jadi pertanyaan, siapa dan bagaimana Yuka bisa meninggal karena racun? Conan sangat penasaran. Siapa sangka gelas penyok bisa menjadi petunjuk yang sangat berguna. Penasaran?

Orang yang duduk di kursi ini… Kenapa tidak minum seteguk pun? Ataukah dia tak bisa meminumnya? Kenapa? (Halaman 18)

Selanjutnya, Kogoro mengajak Ran dan Conan ke kota sebelah. Hal ini karena ada seseorang bernama Shuichi Nomiya yang meminta Kogoro datang ke desa tempat tinggalnya karena ada suatu hal penting. Apes, mobil Kogoro tidak bisa melewati jalan karena terhalang pohon roboh akibat badai. Kisah ini tersaji dalam chapter Pembunuhan Malam Pesa Kembang Api bagian 1 & 2.

Setelah beres urusan pohon tumbang, Kogoro yang baru sampai did esa itu dikejutkan dengan kematian Shuichi Nomiya, kliennya sendiri. Kematian yang sangat tragis membuat Kogoro berapi-api mengungkap siapa pelakunya. Ia langsung meminta kehadiran Takeshi Nakano, sang kepala desa yang ia duga sebagai pelakunya. Namun, alibi kepala desa sangat kuat. Hm.

Dia sengaja merekam video ini dan membuat alibi. Tidak salah lagi, pelakunya adalah kepala desa. Tapi… bagaimana caranya dia membunuh? Adakah cara pembunuhan yang bisa dilakukan pria setua dia? (Halaman 117)

Petir Setan bagian 1 & 2 adalah chpater yang mengisahkan tragedi kematian Takeshi Tanba, guru IPA tempat Conan dan Genta Kojima bersekolah. Ya benar, Conan dan Genta menjadi saksi mata kematian guru yang berusia 46 tahun itu. kematian beliau diakibatkan rusaknya alat pacu jantung karena sinyal radio. Selain Conan dan Genta, ada empat orang yang dicurigai.

Sachi Makise, Wakamatsu, Saito, dan Yoshida adalah rekan kerja Pak Takeshi. Selain Sachi, ketiga guru yang lain membawa laptop, telepon genggam, dan pencukur elektrik saat berada di dekat Pak Takeshi di dalam lift. Ketiga alat tersebut juga bisa menjadi penyebab rusaknya alat pacu jantung. Yang jadi misteri,, ketiga alat itu dalam keadaan tidak aktif saat di lift. Lalu?

Me… Memang itu mantel milikku, tapi kalau listrik statis cuma berkumpul dan tidak menyentuh sesuatu, listrik tak akan mengalir. (Halaman 186)

Komik jilid ini formatnya masih sama dengan dua jilid yang saya baca sebelumnya. Kasus yang disajikan cukup pendek dan padat. Dua chapter (paling banyak) sudah bisa mengakomodir siapa saja (calon) korban dan (terduga) pelakunya, bagaimana si korban meregang nyawa, hingga penyelidikan Conan mengenai cara membunuh serta siapa pelaku yang sesungguhnya.

Namun demikian, terlihat pola karakter tempelan pada hampir setiap kasus, terlebih kasus yang hanya disajikan dalam satu chapter. Selain Conan, Ran, Kogoro, ataupun tokoh utama yang memang sudah muncul pada edisi reguler, tokoh-tokoh lain khususnya korban dan pelaku hanyalah sekadar karakter yang penting dalam situasi tertentu. Mereka tak pernah muncul lagi.

Memang sangat sulit memunculkan karakter pendukung pada dua atau lebih kejadian yang berbeda apabila mereka bukan karakter utama. Memang benar sih, tetapi seharusnya sang mangaka bisa memperhatikan hal ini. tentu hal ini bisa membuat dunia tempat Conan tinggal bisa terkesan nyata dan realistis. Kalau hanya sekadar lewat, seolah Conan ini terlalu mujur.

Kalau bicara tentang kasus yang berkesan, saya masih belm bisa menemukan kasus yang membuat saya sangat terkesan dalam artian ternganga karena tidak menyangka trik yang digunakan pelaku atau bahkan siapa pelaku sesungghnya. Semua kasus di komik jilid ini terasa datar dan kurang greget. Semoga penilaian saya bisa leih baik untuk jilid selanjutnya. Bye~

Penilaian Akhir:


goodreads badge add plus

Comment (1)

  1. We have some job and do the job for whole days and have many conversation in that day. After it we come back home with a tired body. now this is the time for sleep. now many of our friends send us sme nice Good night SMS and make us feel special.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*